Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 8-1

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 8-1

Episode ahad lalu, seluruh keluarga Kahoko mengetahui mengenai penyakit neneknya. Saat itu Kahoko kabur alasannya yaitu ia duka melihat keluarganya bertengkar dihadapan neneknya yang sedang sakit.
Hal itu juga memicu pertengkaran antara Kahoko dan Mugino sehingga mereka berdua putus. Keduanya menjalani hari-hari menyerupai biasa tanpa satu sama lain. Kahoko demi membahagiakan neneknya ingin segera menikah dan mengikuti perjodohan, sementara Hajime sama sekali tidak bisa  berkonsentrasi dengan lukisannya.
Selama mereka berpisah, mereka menyadari betapa mereka saling mengasihi dan membutuhkan satu sama lainnya.

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 8 Bagian 1

Pagi yang indah di rumah keluarga Nemoto. Jika biasanya Kahoko selalu kesulitan bangun, maka pagi itu ia sudah bergerak-gerak dibawah selimutnya, gelisah. Kahoko sama sekali tidak bisa tidur semalaman. Air matanya masih mengalir, bahkan hingga pagi ini. Semua itu dikarenakan ia putus dengan Hajime.
Kahoko keluar dari kamarnya sambil menyembunyikan wajahnya, ayahnya ingin tau ada apa dengan Kahoko dan mengikutinya ke kamar mandi, meski Kahoko menyampaikan ia tidak apa-apa.
Ayah menceritakan mengenai keadaan sehabis Kahoko pergi dari rumah nenek kemarin, nenek menceritakan mengenai penyakitnya. Karena itu mama juga menetapkan menginap di rumah nenek.
Kahoko terkejut mendengarnya, ia pikir nenek masih ingin merahasiakan dari keluarga. Ayah tahu Kahoko sudah mengetahuinya semenjak usang dan tahu Kahoko niscaya menderita menyembunyikan duduk kasus itu. Kahoko menyampaikan ia baik-baik saja.
Keluarga mereka tampaknya akan melaksanakan rapat keluarga membahas nenek jadi Kahoko juga merasa dirinya dihentikan larut dalam kesedihan dan kembali memaksakan diri untuk tersenyum.

Di rumah nenek, nenek memasak menyerupai biasa, ibu khawatir melihatnya, ia mencoba meyakinkan nenek untuk melaksanakan operasi tapi nenek masih menolak, menyampaikan kalau ia ingin meninggal dengan hening di rumah.
Ibu juga protes alasannya yaitu nenek hanya menyampaikan duduk kasus itu pada Kahoko, Kahoko yaitu tipe yang tidak bisa menyimpan rahasia, jadi ia yakin Kahoko niscaya sangat menahan diri menyimpan belakang layar besar itu. Nenek meminta maaf, tapi ia merasa kalau itu menyerupai sebuah takdir, Kahoko mengetahui penyakitnya. Saat ia menetapkan menceritakan pada Kahoko, ia berfikir mungkin ia akan hening jikalau meninggalkan keluarga di tangan Kahoko.
Ibu tidak mengerti maksudnya, tapi belum sempat menjelaskan mengenai itu, Kahoko tiba mengunjungi nenek.

Nenek meminta maaf alasannya yaitu sudah menciptakan Kahoko kesulitan menyimpan rahasianya, Kahoko menyampaikan ia tak apa-apa, alasannya yaitu ia penuh dengan energi untuk melaksanakan hal itu. Ibu dan nenek resah alasannya yaitu Kahoko tidak menyerupai biasanya.
Kahoko kemudian dengan bersemangat menyampaikan kalau mulai hari ini beliau akan melaksanakan pembinaan menjadi ibu rumah tangga yang baik dan secepat mungkin ia akan mencari suami yang perfect, sesuai dengan keinginan mamanya. Kahoko benar-benar excited, tapi kita bisa melihat kalau beliau memaksakan diri.
nenek resah dan bertanya bagaimana dengan Hajime-kun. Kahoko tertawa menyampaikan kalau mereka berdua sudah putus. Ibu tentu saja shock mengingat betapa keras kepalanya Kahoko ingin menemui Mugino selama ini.

Kahoko sibuk sendiri berdiri, mengambil kuliner dan makan sambil tersenyum, menyampaikan kalau ia selalu berfikir mereka berdua tidak cocok, menyerupai yang ibunya katakan ia kesudahannya menyadari mereka berasal dari dunia yang berbeda. Tujuan hidup Hajime berbeda dengan dirinya.
Ibu khawatir melihat puterinya, ia bertanya apakah Kahoko baik-baik saja, alasannya yaitu Kahoko sangat gila merasa excited alasannya yaitu hal itu.
Kahoko menyampaikan ia baik-baik saja, ia menyampaikan disaat menyerupai ini ia harus berfikiran positif, ia akan mencari calon suami yang baik menyerupai yang ibunya inginkan dan memiliki banyak bayi yang cute. Karena itu ia meminta neneknya tetap sehat hingga dikala itu tiba.
Ibu dan nenek saling pandang alasannya yaitu Kahoko benar-benar sangat aneh.

Kahoko pulang dengan banyak barang belanjaan. Ia membuka ponselnya dan hampir menjatuhkannya alasannya yaitu shock, melihat wajah Hajime sebagai wallpaper HP-nya. wallpapernya lucu, Kahoko mengambil gambar tanpa persetujuan Hajime hehehehhee, seandainya diliatin adegannya^^
Kahoko kemudian membuka laptopnya dan mulai mendaftar program perjodohan. Ia mengisi pertanyaan yang ada disana, seperti:
Q. Apakah kau memiliki kesempatan bertemu orang-orang?
A. NO.
Q. Kapan kau ingin menikah?
A. Secepatnya.
Q. Dalam menikah, cinta yaitu sesuatu yang…
A. Tidak penting.
Pokoknya Kahoko menyerupai tergesa-gesa ingin segera menikah.

Ayah kemudian masuk ke kamar Kahoko alasannya yaitu ia khawatir, ia mendengar dari mama kalau Kahoko akan ikut program ‘marriage hunting’ dan Kahoko membenarkan. Ia bersemangat mengambil 2 baju yang akan ia kenakan besok dan bertanya pada ayahnya yang mana yang harus ia kenakan semoga para laki-laki jatuh hati padanya.
Ayahnya sih menyampaikan yang mana aja Kahoko tetap elok heheehehe. Tapi Kahoko tidak percaya, ia harus menentukan dengan baik Karena hidupnya tergantung pada program besok.
Ayah khawatir melihat puterinya dan bertanya apakah Kahoho  benar-benar akan baik-baik saja tanpa Hajime, alasannya yaitu ia tahu betul Kahoko sangat mengasihi Hajime.
Kahoko malah tertawa dan menyampaikan kalau ayahnya tidak tahu apa-apa mengenai wanita, perempuan move on dengan cepat dikala mereka sudah memutuskannya. terperangkap dalam masa kemudian tidak akan membantu apapun (bener juga sih HAHAHHA).

Ibu kemudian ikutan nimbrung dan menguji Kahoko, kalau begitu kenapa kau tidak menghapus email dan nomor telponnya?
Kahoko terkejut. Ibu menyampaikan Kahoko tidak membutuhkannya lagi jikalau kau tidak ingin mengingat masa lalumu.
KAhoko awalnya ragu, tapi untuk menunjukan kesungguhan hatinya, ia menyanggupinya, tapi menyerupai yang diduga, ia tidak sanggup menghapusnya, jadi ibu memperlihatkan diri melakukannya.
Kahoko oke alasannya yaitu ia tak ingin ibu curiga kalau ia akal-akalan menghapusnya. Dan ibu tanpa belas kasihan menghapus nomor telpon, email, kotak pesan dan segala yang berafiliasi dengan Hajime.
Kahoko shock banged, ibu mengembalikan HP Kahoko dan menyemangatinya untuk ikut program marriage hunting itu.
Kahoko mendapatkan ponselnya dengan wajah masih shock alasannya yaitu semua yang berafiliasi dengan Hajime sudah terhapus dari ponselnya.

Sementara itu Hajime berusaha menuntaskan lukisannya, tapi ia tak bisa melakukannya dan pada kesudahannya ia malah mencoret wajah Kahoko.
Seseorang tiba ke ruang seni, Hajime eksklusif berbalik, ternyata itu Ito yang tersenyum melihat reaksi Hajime, ia berkata Hajime niscaya berfikir kalau yang tiba yaitu Kahoko. Hajime tentu saja membantah.
Ito tiba ingin membahas betapa lucunya bencana waktu itu, melihat wajah smeua orang terkejut alasannya yaitu nenek menyampaikan akan segera meninggal.
Hajime menatap Ito dengan tatapan tak percaya, seorang cucu menertawakan hal serius menyerupai itu, ia bertanya apa Ito tidak duka dan Ito menyampaikan hal itu tidak konkret baginya, alasannya yaitu nenek begitu sehat.
Ito kemudian menanyakan apa yang terjadi pada Kahoko sehabis itu dan Hajime menyampaikan ia tidak tahu, mereka berdua sudah putus.

Ito terkejut dan bertanya alasannya tapi Hajime menyampaikan ia tak peduli, ia hanya menyadari kalau mereka berdua tidak cocok. Ito membenarkan, semenjak awal ia sudah merasa begitu. Ia kemudian mengajak Hajime jadian dengannya, ia mengeluarkan rekening bank yang diberikan nenek padanya dan mengajak Hajime menghabiskan uang itu.
Hajime menatapnya dan mengingatkan Ito kalau uang itu ditabung kakek dan nenek untuk masa depan Ito. Ito sendiri tertawa dan menyampaikan kalau uang sedikit begitu tidak akan cukup membiayai-nya sekolah musik di luar negeri
Hajime tertawa kesal dan menyetujui untuk pacaran dengan Ito, alasannya yaitu menurutnya orang menyerupai Ito cocok dengannya.
Ito cukup terkejut alasannya yaitu Hajime eksklusif menyetujuinya.

Tiba-tiba Hajime menarik Ito dan menjatuhkannya ke sofa, Ito kaget.
Hajime bertanya apakah mereka harus berciuman sekarang? dan Hajime mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Ito yang masih terkejut dengan perkembangan yang cukup cepat ini.
Tapi kemudian Hajime berhenti dan meminta Ito membuka bajunya terlebih dahulu. Ito terkejut.
Hajime menyampaikan padanya untuk tidak salah paham, ia menyampaikan itu yaitu impiannya, menyerupai picasso, menciptakan lukisan nude gadis yang sedang ia kencani.
Ito jadi panik sendiri dan tidak tenang, Hajime mengejeknya, huh? kau kenapa? kenapa malah kelihatan bingung? Aku tidak percaya orang sepertimu bisa menertawakan keluargamu menyerupai itu.
Ito kesal dan menampar Hajime, ia keluar sambil menyampaikan kalau Hajime bodoh. Hajime hanya tertawa dan membenarkan kalau ia memang bodoh.
Aduh senyuman Hajime disini tuh kok duka gitu yaaaaaa aaackkk T________T

Kahoko sendiri sedang sibuk mengikuti marriage hunting.
Kaprikornus di program ini mereka mempersiapkan profile masing-masing yang akan di berikan pada partner mereka. Ada beberapa meja dan para laki-laki akan bergiliran ke meja masing-masing perempuan untuk kenalan lebih jauh, waktunya juga dibatasi.
Kahoko dengan serius membaca profile laki-laki pertama yang banyak menghabiskan waktu untuk online. Pria itu gembira alasannya yaitu ia bisa menuntaskan semuanya asalkan ia punya komputer.
Kahoko berkomentar, tapi seseorang yang saya kenal menyampaikan ‘kau tidak akan bisa menemukan apa yang penting dalam hidup secara online.’
Si laki-laki terdiam.

Pria kedua, masuk ke perusahaan tempatnya bekerja kini melalui koneksi orang tuanya meski ia pikir dengan kemampuannya ia seharusnya bisa mencari pekerjaan yang lebih baik.
Kahoko bertanya, bahu-membahu untuk apa kau bekerja?
Si laki-laki kaget. Kahoko panik menyampaikan kalau seseorang yang ia kenal pernah menanyakan itu padanya HAHAHHAHAHAHA. Kahoko kau kok jadi makin menyerupai Hajime? LOL
Pria ketiga, mewarisi perusahaan orang tuanya, jadi ia punya rasa percaya diri yang tinggi kalau ia tidak akan mengalami kesulitan dalam hidup.
Pria keempat tampaknya punya duduk kasus dengan keluarganya.
Pria kelima menyampaikan ia kena power harassment dan dituntut, alasannya yaitu tidak gampang memberhentikan pekerja kini ini.
Kahoko berkerut dan berkata, Itu alasannya yaitu orang yang terlalu dilindungi sepertimu, Jepang akan semakin turun. Orang bau tanah memanjakan anak, sekolah memanjakan orang tua, perusahaan memanjakan pekerjanya. Kalau begini terus, negara kita akan menjadi kerajaan yang terlalu dilindungi!
Kahoko terlalu bersemangat dan ia terkejut alasannya yaitu ia sudah kelewatan bicara dan dipandangi orang sekitarnya.
Kahoko menyampaikan kalau seseorang pernah menyampaikan itu padanya. Kahoko aib banged dan menyembunyikan wajahnya.

Kahoko kembali ke rumah sehabis program yang panjang dan memusingkan itu.
Saat ia masuk, nenek ada disana dan Kahko terkejut kenapa nenek disana. Nenek menyampaikan ia kabur dari rumah alasannya yaitu keluarga sedang rapat mengenai dirinya.
Kahoko bertanya apakah neneknya baik-baik saja tidak ke rumah sakit. nenek meminta Kahko jangan membahas hal itu.
Nenek kemudian ingin tau dengan marriage hunting dan bertanya apakah Kahoko menemukan laki-laki yang baik. Kahoko jadi tak bersemangat  alasannya yaitu ia tidak menemukan yang sesuai dengan keinginannya.
Nenek tersenyum dan menyampaikan kalau Kahoko memaksakan hal itu untuk melupakan Hajime-kun.
Kahoko tentu saja membantah dan menciptakan alasan ia mengikuti program itu alasannya yaitu ia ingin menetapkan tujuannya, ia pikir ia akan menemukan prince charmingnya disana.
Kahoko kemudian meminta nenek mengajarinya memasak, alasannya yaitu sehabis ia menemukan pasangannya ia ingin memasak masakan yang lezat untuknya.
Nenek setuju. Kahoko seneng banged dan berteriak, tunggu aku, pangeran yang ditakdirkan untukku!

Di rumah nenek, para anak dan menantu sedang berdiskusi duduk kasus nenek. Kakek sendiri galau banged, beliau menangis dengan lucu dan menyampaikan kalau semua ini bohong, ia tidak pernah berfikir kalau nenek akan meninggalkannya terlebih dahulu. Ibu Kahoko meminta kakek untuk hening tapi kakek tidak bisa berfikir lagi dan menyerahkan semuanya pada mereka.
Ibu Kahoko terlihat paling hening mengenai duduk kasus ini dan mulai mengatur apa yang harus mereka lakukan, meski nenek menyampaikan kalau ia ingin meninggal di rumah, tapi mereka harus tetap berusaha membujuknya untuk ke rumah sakit alasannya yaitu kalau tidak  mencoba mereka tidak akan tahu. Ia meminta ayah Ito yang seorang perawat untuk mencarikan dokter bagus bagi nenek dan mereka berfikir untuk merawat nenek di rumah sakit dimana ayah Ito bekerja.

Masalah berikutnya yaitu biaya, ibu Kahoko menyampaikan mereka harus membagi 3 biaya perawatan ibu tapi ibu Ito menolak alasannya yaitu mereka tidak punya simpanan. Mereka bertanya pendapat Tamaki tapi Tamaki malah membisu saja dan mulai bersedih menyalahkan dirinya sendiri alasannya yaitu penyakit nenek. Ia mengaku kalau ia masih saja mencuri hingga sekarang, semenjak bertemu suaminya ia berhenti tapi belakangan ia melakukannya lagi alasannya yaitu ia stress. Ibu Kahoko dan Ito terkejut. Suami Tamaki juga menyalahkan dirinya sendiri, itu alasannya yaitu beliau tidak berhenti minum maka semuanya jadi menyerupai ini.
Tiba-tiba kakek berteriak sambil menangis menyampaikan kalau ini yaitu kesalahannya, ia meminta mereka menyampaikan kalau ini semua yaitu bohong. Ibu Kahoko meminta kakek jangan ikut menangis dan pergi beristirahat. Kakek benar-benar kelihatan resah tak tahu apa yang harus ia lakukan, ia masih tidak percaya kalau istrinya akan segera meninggal dunia.

Kemudian pembicaraan mereka berlanjut ke duduk kasus rumah kakek dan nenek, apa yang harus mereka lakukan dengan rumah ini, ibu Ito bertanya-tanya apa tak duduk kasus jikalau kakek sendirian.
Ibu Kahoko berfikir ada baiknya kalau keluarga Ito pindah ke rumah itu tapi tentu saja ibu Ito menolak. Tamaki juga menolak alasannya yaitu ia sakit-sakitan. Ibu KAhoko memanggil adik-adiknya tidak punya hati dan itulah yang menciptakan mereka mulai bertengkar.
Ibu Ito dan Tamaki merasa kalau ibu Kahoko selalu mengatur apa yang harus mereka lakukan tapi tidak pernah mau menimpakan beban pada dirinya sendiri dan Ibu Kahoko kesal alasannya yaitu semuanya jadi menyalahkannya. Ia meminta suaminya membelanya tapi ayah Kahoko tidak mau bicara lagi alasannya yaitu takut menyerupai bencana waktu itu, ia dianggap sombong.
Ibu Kahoko merasa tak dianggap jadi ia akan pergi dan adik-adiknya menyampaikan kalau ibu Kahoko selalu begitu, kabur jikalau tidak bisa menuntaskan duduk kasus dan tidak mau mendengarkan pendapat mereka, mereka menyampaikan kalau ibu Kahoko menyerupai dengan kakek.
Ibu Kahoko jadi kesal dan menyampaikan kalau mereka urus saja urusan ini sendiri tanpa dirinya kalau mereka tidak mau mendengarkannya.

Kahoko dan nenek asik memasak dan Kahoko benar-benar menyukai masakan neneknya.
Nenek menyampaikan kalau dulu ia tak bisa memasak seenak ini. Dulu ibu mertuanya selalu menyampaikan kalau masakannya tidak enak, jadi ia berguru memasak dengan sangat keras  hingga mereka memujinya. Kahoko mengerti.
Nenek menasehati Kahoko kalau Kahoko sebaiknya jangan terburu-buru ingin memasak dengan baik, lakukan pelahan setiap hari dan niscaya suatu hari Kahoko bisa menciptakan kuliner yang menciptakan keluarganya bahagia.
Tiba-tiba nenek merasa sesak dan ingin beristirahat. Kahoko panik mengambil air supaya nenek bisa meminum obatnya.

Tiba-tiba ponsel Kahoko berbunyi dan ia eksklusif berlari ke arah ponselnya dan ia kelihatan sedikit kecewa. Nenek menebak kalau Kahoko berfikir itu dari Hajime. Tapi Kahoko tentu saja membantah, ia menyampaikan kalau itu yaitu pesan mengenai marriage hunting besok.
Kahoko berusaha terlihat gembira dengan pesan itu tapi nenek tahu ia memaksakan diri, Nenek meminta KAhoko berhenti melaksanakan itu, buru-buru menikah.
Tapi Kahoko menyampaikan ia ingin neneknya melihatnya mengenakan baju pengantin. Nenek menyampaikan kalau ia tidak mau Kahoko menciptakan keputusan yang salah mengenai sesuatu yang penting hanya alasannya yaitu dirinya. Ia mengingatkan dizaman kini tidaklah gampang menemukan seseorang menyerupai Hajime.
KAhoko tahu akan hal itu, tapi ia tampaknya tetap berharap menemukan seseorang menyerupai Hajime.

Ibu dan ayah Kahoko pulang ke rumah dan dikala tahu kalau Kahoko meminta nenek mengajarkannya memasak, ibu murka alasannya yaitu nenek sedang sakit.
Nenek menyampaikan tidak apa-apa, itu alasannya yaitu ia mau melakukannya. Ayah meminta maaf pada nenek alasannya yaitu sesuatu terjadi dikala pertemuan keluarga, ibu bertengkar dengan adik-adiknya.
Ibu kelihatan kesal menyampaikan kalau ia membisu saja, mereka berdua tak akan menyampaikan apapun, ia hanya menyampaikan beberapa pendapat  dan mereka malah menyampaikan kalau ia menetapkan sendiri apa yang harus mereka lakukan.
Kahoko meminta ibunya untuk hening alasannya yaitu ibu lucu banged melaksanakan hal random kalau lagi marah, menyerupai memotong kertas dan memukul nyamuk HAHHAAHHAA.
Ibu kemudian meminta Kahoko untuk meyakinkan nenek pergi ke rumah sakit, tapi Kahoko ragu dan ibu bertanya apakah Kahoko tidak ingin nenek sembuh?
Kahoko tentu saja ingin nenek sembuh tapi ia juta tak bisa mengabaikan perasaan nenek yang tidak ingin melakukannya.
Ibu kecewa alasannya yaitu Kahoko juga melawannya. Kahoko tentu saja membantah, ia tak bisa menyampaikan dengan terang tapi ibu ada benarnya, hanya saja ia juga ingin nenek melaksanakan hal yang ia inginkan. Karena yang ia inginkan yaitu nenek bisa hidup sehari lebih lama.
Ia ingin ibunya baikan dengan ibu Ito dan TAmaki, beliau juga akan serius memikirkan masa depan.
Nenek terharu mendengar perkataan Kahoko.

Malam itu Kahoko kembali mencari balasan online atas pertanyaannya, ia mengetik ‘nenekku bilang beliau tidak mau ke rumah sakit, tapi saya ingin beliau segera sembuh. Tapi dokter bilang mustahil melaksanakan operasi.’
Tapi tentu saja dikala kata itu di search jawabannya ada bermacam-macam dan nggak ada sama sekali yang sesuai dengan duduk kasus yang ia tanyakan. Kahoko jadi resah mau minta saran ke siapa. Di dikala menyerupai ini biasanya ia akan meminta saran pada Hajime, tapi ia sudah tak punya nomornya. Ia bahkan mencoba telepati semoga Hajime menghubunginya, tapi tentu saja tak bisa HAHAAHA.
Tiba-tiba ada pesan di ponselnya dan Kahoko eksklusif berfikir kalau telepatinya berhasil, tapi ternyata itu pesan dari bibinya, adik ayah yang meminta bertemu besok.

Keesokan harinya, Kahoko menemui bibinya dan bibi ingin Kahoko menemaninya ke kantor polisi untuk melaporkan anak hilang yang mengikutinya waktu itu. Karena kebetulan keluarga Kahoko ada seorang polisi.
Bibi curhat, semenjak anak itu datang, nenek KAhoko selalu tidur dan ia juga tak ingin ditangkap polisi, alasannya yaitu ia sudah mencari online, tak peduli anak itu melekat padanya, kalau anak itu tinggal bersamanya, itu sama saja dengan penculikan.
Ia sudah bertanya nama anak itu, dimana beliau tinggal tapi anak itu tak menjawab. Tapi Kahoko ragu, apakah mereka harus mengantarnya ke kantor polisi, alasannya yaitu ia pikir anak itu mengikuti bibi alasannya yaitu menyukai bibi.
Kahoko kemudian bertanya pada anak itu dan anak itu menjawab tidak. Bibi shock alasannya yaitu anak itu ternyata bisa bicara HAHHAHAAHHAAHA.
KAhoko bertanya lagi kenapa anak itu tidak mau dibawa ke kantor polisi dan anak itu menjawab, apakah ada orang yang suka dibawa ke kantor polisi?
Bibi malah membenarkan hal itu dan Kahoko meminta bibi ini bukan saatnya untuk kagum.
Kahoko kemudian bertanya lagi apa yang anak itu ingin lakukan, ia tak mengerti situasi anak itu, tapi anka itu tak bisa tinggal disini selamanya. Anak itu membisu saja.
Bibi malah jadi kasihan dengan anak itu dan menyampaikan kalau anak itu niscaya punya alasannya sendiri. Ia kesudahannya menetapkan membiarkan anak itu tinggal sehari lagi dirumah mereka, ia akan membawanya ke kantor polisi besok.

Tiba-tiba kakek berteriak, TIDAK!
Semuanya terkejut, nenek yang tidur bahkan terbangun. Kakek menyampaikan kalau mereka tidak bisa melakukannya besok, pergi sekarang.
KAhoko dan bibi shock, alasannya yaitu kakek selalu saja menyampaikan besok dan besok, tapi kali ini malah menyampaikan ‘hari ini’ HAHAHAAHHA.
Kakek menyampaikan kalau kata-kata Kahoko mengenai ‘ada orang yang tidak memiliki hari esok’ sudah menyadarkannya, ia pikir anak itu punya luka yang dalam dan dihentikan menundanya, bagi anak-anak, setiap hari yaitu wkatu yang tidak tergantikan, jikalau sesuatu terjadi apakah mereka mau bertanggung jawab?
Bibi tentu saja menggeleng dan ia meminta nenek menyampaikan sesuatu.
Nenek sendiri terpesona dengan suaminya dan menyampaikan kalau kakek sudah kembali ke dirinya yang dulu.
Kakek menyampaikan mulai kini beliau tidak akan menunda-nunda kalau ada masalah, ia akan menyelesaikannya secepat mungkin.
Kahoko kagum dengan kakeknya yang ternyata sangat keren. KAkek meminta KAhoko menemani bibi ke kator polisi dan ia memanggil istrinya untuk beres-beres rumah. Nenek sangat senang HAHAHHAHAHA.
Bibi benar-benar tak mengerti apa yang terjadi pada ayahnya XD

Kahoko dan Bibi serta anak itu tiba ke pos polisi dimana suami Tamaki bekerja. Paman sudah menghubungi kantor pusat untuk mencari tahu apakah ada laporan anak hilang.
Selagi menunggu informasi, paman meminta maaf pada Kahoko alasannya yaitu bencana waktu itu, padahal Kahoko sudah berjuang demi kelaurga tapi mereka malah menyerupai itu padanya. Kahoko sih tidak duduk kasus dengan hal itu. Paman menyampaikan tahun depan mereka akan merayakan ulang tahun Kahoko dengan meriah dan bertanya KAhoko ingin hadiah apa. Anak kecil itu menatap Kahoko.
Lalu ada telpon masuk dan ternyata anak kecil itu kabur dari sebuah panti asuhan.
Anak kecil itu tiba-tiba kabur alasannya yaitu polisi mengetahui asal panti asuhannya.
Kahoko panik dan mengejarnya.

Anak itu hampir di sabung oleh motor, untung ia selamat, Kahoko memeluknya, ia sangat mengkhawatirkan anak itu.
Ia bertanya apakah anak itu baik-baik saja dan anak itu menatap Kahoko dengan kesal, menyuruh Kahoko membisu alasannya yaitu Kahoko gadis yang dimanjakan keluarganya.
Kahoko terkejut. Anak itu berkata, orang sepertimu sangat membuatku jengkel, tidak punya kesulitan dalam hidup, terlalu dilindungi oleh orang tuamu yang ndeso dan hidup dengan nyaman.
Kahoko terdiam, alasannya yaitu kata-kata anak itu mengingatkan Kahoko dengan seseorang.
Paman dan Bibi kemudian tiba alasannya yaitu mengkhawatirkan mereka.

Mereka membawa anak yang ternyata berjulukan Tamotsu itu ke panti asuhan dimana ia dirawat dan Kahoko melihat kalau sikap anak itu sangat kasar, ia menendang mainan anak lain dan bermain sendirian.
Pengurus disana menyampaikan kalau anak itu gres tiba dan mereka tak tahu bagaimana menghadapinya alasannya yaitu Tamotsu nakal, selalu menganggu yang lain bermain dan ia tak punya teman, selalu sendirian.
KAhoko melamun menatap anak itu, alasannya yaitu ia merasa ia melihat bagaimana HAjime kecil pertama kali ke panti asuhan. Saat bibinya mengajaknya pulang, Kahoko meminta bibinya pulang duluan, alasannya yaitu ia harus melaksanakan sesuatu.
Kahoko kemudian berlari masuk ke gedung panti itu.

Kahoko kemudian bertemu dengan seseorang yang tampaknya kepala panti asuhan itu dan Kahoko menanyakan apakah dulu di panti itu ada anak berjulukan MUgino Hajime. Tapi tentu saja ibu itu tidak bisa membocorkan isu menyerupai itu,
Kahoko mengerti dan ia kelihatan memikirkan cara lainnya, ibu itu kemudian bertanya kenapa KAhoko ingin tahu mengenai orang itu.
KAhoko menjelaskan kalau Hajime berfikir ibunya membuangnya dikala kecil tapi ia pikir niscaya ibunya punya alasan melakukannya, jadi jikalau memungkinkan ia ingin Hajime bertemu dengan ibunya. Tapi ia tak tahu harus bagaimana mencari tahu hal itu…
Saat Kahoko sedang menjelaskan, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu. Sebuah lukisan.
Kahoko mendekat ke arah lukisan itu semoga ia bisa melihatnya dengan jelas. Kahoko terkagum melihatnya dan yakin itu lukisan ibu kepala panti dan ia juga 100% yakin Hajime-lah yang melukisnya.
Kepala panti jadi resah apa bahu-membahu kekerabatan Kahoko dan Hajime.

Continue Reading

More in Dorama

To Top