Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 8-2

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 8-2

————————————————————————————————

Sinopsis Kahogo no Kahoko Episode 8 Part 2

Kahoko ke kampus hari itu, tentu saja mencari Hajime di ruang seni.Tapi tidak menyerupai biasanya, Hajime tidak ada disana.
Kahoko bertanya pada teman Hajime dan mereka menyampaikan mereka tidak melihat Hajime melukis belakangan ini.
Kahoko kemudian menanyakan nomor ponsel Hajime tapi ia sadar kalau ia sedang dalam rangka melupakan Hajime dan ia pribadi menutup mulutnya dan keluar.

Kahoko kembali menghadiri marriage hunting party. Saat ada sms yang masuk ke ponselnya, ia pribadi berfikir itu dari Hajime, tapi tentu saja bukan. Ibunya mengirim pesan memintanya berhenti ikut program itu, alasannya yaitu itu tak ada gunanya. Kahoko jadi sebal dan membalas kalau itu terserah dirinya.
Pasangan Kahoko kali ini yaitu pasangan marriage hunting party-nya yang dulu, seseorang yang suka menghabiskan waktu di depan komputer. Kahoko hari ini tampaknya nggak ada niat mencari suami, ia pribadi menanyakan bagaimana cara mengembalikan nomor ponsel dan alamat email yang terhapus dan si laki-laki tahu caranya, hanya saja butuh aplikasi ini dan itu. Kahoko memohon pada si laki-laki untuk membantunya, tapi sayang sekali waktunya sudah habis jadi si laki-laki harus ke meja lainnya, Kahoko benar-benar kecewa.
Kahoko menunduk lemas, dan laki-laki berikutnya duduk di sampingnya, ia pribadi bertanya bagaimana cara mengembalikan nomor dan email yang dihapus, hingga Kahoko melihat wajah orang itu dan ia shock.

KAhoko shock alasannya yaitu pasangannya berikutnya yaitu Hajime. Hajime juga kelihatan kaget melihat Kahoko dan bertanya kenapa ia ada disana.
Kahoko juga menanyakan hal yang sama dan menebak kalau Hajime ingin menikah.
Hajime membantah dan menyampaikan kalau ini yaitu pekerjaannya sekarang. Kahoko tidak mengerti. Hajime menjelaskan kalau pesta menyerupai ini tidak akan menarik tanpa orang ganteng tampaknya HAHAHHAHAHAAHA.
Ia bahkan memperlihatkan resumenya kalau ia yaitu anak orang kaya, penghasilan 8 juta yen sebulan, kerja  di perusahaan keluarga, anak mama, pokoknya sanggup menggoda wanita. Kahoko menatap Hajime dengan tatapan aneh dan HAjime berkomentar, kamu menciptakan tatapan seolah melihat pup anjing di jalanan HAHAHHAHAAHHAHA.

Kahoko bertanya, Tidakkah saya pikir ini sangat bergairah pada orang yang serius ingin menikah?
Hajime tak peduli dan mengalihkan pembicaraan, btw, kamu terlihat cukup positif disini,  saya pikir kamu akan lebih sedih alasannya yaitu kita putus.
Kahoko gugup dan menyampaikan ia hanya ingin menciptakan neneknya bahagia, alasannya yaitu neneknya sudah sangat menyayanginya dan ia ingin menciptakan neneknya senang dengan melaksanakan sesuatu sebisanya.
Hajime mengejek Kahoko, Kau pikir beliau akan senang melihatmu melaksanakan ini?
Kahoko membalas, bagaimana denganmu? Jangan melaksanakan hal tak berkhasiat menyerupai ini. Kenapa kamu tidak menuntaskan masalahmu sendiri?
Kahoko kesal dan membelakangi Hajime.

Hajime gundah dan bertanya apa maksud Kahoko.
Kahoko menyampaikan kalau secara tak sengaja ia pergi ke panti asuhan tempat Hajime dirawat dulu.  Hajime terkejut.
Kahoko menyampaikan kalau kepala panti mengkhawatirkan Hajime, alasannya yaitu Hajime tidak pernah berkunjung sehabis lulus Sekolah Menengan Atas dan beliau juga menitip pesan pada untuk Hajime, kalau beliau punya sesuatu yang penting untuk Hajime dan ingin Hajime kesana mengambilnya.
Hajime bertanya apa itu dan Kahoko menatapnya menyampaikan kalau itu yaitu surat dari ibu Hajime. Hajime terkejut.
Kahoko menyampaikan jikalau Hajime membacanya mungkin Hajime akan tahu alasan kenapa ibunya meninggalkannya.
Hajime mengalihkan pandangannya. Kahoko terus menatapnya dan menyampaikan kalau Hajime niscaya ingin tahu alasan ibunya, kenapa ibunya melaksanakan hal menyerupai itu.
Hajime melongo dan menatap Kahoko, ia tidak menyampaikan apapun dan bel tanpa pertukaran pasangan berbunyi.
Hajime bersemangat alasannya yaitu ia harus pindah pasangan, ia berharap Kahoko menemukan laki-laki yang baik baginya.

Hajime pindah ke pasangannya berikutnya, masih satu meja dengan Kahoko, tapi di depan Kahoko. Hajime mencoba masbodoh pada KAhoko yang berjongkok dan menatapnya dengan tatapan puppy-nya.
Hajime terus bicara pada pasangannya sementara Kahoko memintanya untuk pergi dengannya.
Hajime mencoba tak peduli dan sibuk dengan pasangannya.
Kahoko terus menatap dan menatapnya (ya ampuuunn imut bangeeeeeeeeeeeeeeeeeed, ini paling imut dari semua tatapan Kahoko, tatapan berharap gitu).
Kahoko terus mengajak Hajime untuk pergi bersamanya, Hajime sesekali melirik kearahnya, dan pada jadinya ia tak sanggup menghindari tatapan penuh harapan Kahoko.
Hajime pada jadinya menghela nafas kecil, awwwwwwwwwww, Hajime beneran nggak akan sanggup menang dari Kahoko, aackkk!!!

Dan begitulah Hajime kembali ke Hajime yang dulu dengan pakaian serba hitam dan rambut agak berantakan, ia mengikuti Kahoko ke panti asuhan dimana ia dirawat dulu.
Hajime tampaknya masih tidak ingin masuk ke tempat itu dan Kahoko akan mendorongnya dari belakang menyerupai biasanya, tapi Hajime tidak ingin disentuh, jadi ia jalan duluan (kasian banged Kahoko T_T).
Mereka kemudian bertemu dengan ibu kepala panti dan ibu menawarkan surat itu pada Hajime. Ia menyampaikan kalau ibu Hajime meninggalkan surat itu sehabis Hajime lulus Sekolah Menengan Atas dan meninggalkan panti. Hajime kemudian mendapatkan suratnya.
Ibu panti menyampaikan pada Hajime ia ingin Hajime menemui ibunya, Hajime menatap ibu kepala dan Kahoko menatap Hajime, ia sedikit lega setidaknya Hajime akan menemui ibunya.

Hajime dan Kahoko naik bus ke tempat dimana ibu Hajime kini tinggal, rumahnya cukup jauh dari tempat tinggal mereka, di tepi laut.
Hajime selama di bus membaca surat dari ibunya. Ia tidak mengeluarkan eskpresi apapun.
Setelah selesai membacanya, ia menawarkan surat itu pada Kahoko yang duduk dibelakanganya tanpa menyampaikan apapun.
Kahoko menerimanya dalam membisu dan membacanya. Kemudian kita melihat kilas balik bagaimana Hajime ditinggalkan oleh ibunya.

“Saat kamu membaca surat ini sekarang, artinya kamu sudah menjadi orang remaja dan hidup dengan baik setiap hari. Tapi kamu mungkin tidak akan sanggup memaafkan ibu yang meninggalkanmu sendirian ketika kamu berusia 7 tahun. Saat kamu masih kecil, saya kesulitan alasannya yaitu hutang ayahmu yang tidak sanggup berhenti berjudi. Bahkan sehabis beliau meninggal, saya terus dihubungi setiap hari oleh rentenir. Aku ingin melarikan diri dari kesulitan dan kenyataan yang menyakitkan, jadi saya mulai mencoba obat-obatan. Aku terus berusaha meninggalkannya tapi saya tidak bisa. Aku ketakutan, jadi saya mencoba untuk mati bersamamu. Tapi ketika itu, ketika saya akan melakukannya, saya melihat kamu memegang cat minyak merah itu ditanganmu.  Aku mulai gemetaran dan menyadari kalau saya akan melaksanakan hal yang mengerikan terhadapmu. ‘Aku seharusnya tidak mengambil masa depan anak ini’. Memikirkan itu, saya tetapkan mempercayakanmu pada panti asuhan dan saya tetapkan menanggung dosaku sendirian. Tapi meski sehabis meninggalkan penjara,  Aku melaksanakan kesalahan yang sama jadi saya tidak punya keberanian menemuimu.  Setelah beberapa tahun, terima kasih pada pekerja di sentra rehabilitasi yang mendukungku, saya jadinya sanggup berjalan di kakiku sendiri.  Dan kini saya mempunyai keluarga bersamanya.  Tapi beliau mempunyai anak bersama istrinya sebelumnya, jadi saya tidak sanggup menceritakan tentangmu padanya. Aku seharusnya tidak punya hak menyampaikan ini padamu, tapi kini saya berdoa pada Hajime yang pernah menyampaikan ‘Aku akan melampaui Picasso dan menghapuskan bebanmu, Ibu’ sukses dalam bidang seni yang ia sukai dan menciptakan keluarga yang senang bersama orang yang baik.”

Jadi, alasan ibu Hajime meninggalkan Hajime yaitu alasannya yaitu ia tak ingin mengambil cita-cita Hajime. Hajime kecil suka melukis dan ibunya tahu akan hal itu, tapi ibunya terlalu depresi dan berniat mati, ia bahkan akan mencekik leher Hajime kecil malam itu, tapi cat minyak yang digenggam Hajime menyadarkannya. Ia tetapkan meninggalkan Hajime malam itu dan begitu Hajime bangkit paginya, ia tak menemukan ibunya, hanya onigiri di meja. TAk usang sehabis itu pihak panti asuhan tiba menjemputnya.
KAhoko dan Hajime tiba di desa dimana ibu Hajime tinggal dan bertanya pada warga sekitar alamat ibu Hajime yang tertulis di surat itu atau mungkin nama ibu Hajime. Hajime masih memasang wajah tanpa ekspresi dan terus berjalan hingga mereka tiba di rumah yang dimaksud dan HAjime melihat ibunya sedang menyirami bunga di taman. (Njir gue nangissssssssss!).
Mata Hajime mulai merah, Kahoko menatapnya.

Anak-anak ibu HAjime kembali ke rumah dan ibu kelihatan senang bersama mereka  bermain air. Hajime hanya menatap mereka dalam membisu hingga ibunya melihatnya dan terkejut. Ibu menyuruh anaknya masuk ke rumah dan dengan gemetar ia menemui Hajime dan Kahoko.
IA berdiri di hadapan mereka tapi Hajime tidak menyampaikan apapun, ia meminta Kahoko yang bicara.
Kahoko jadi gundah kenapa beliau dan Hajime menyampaikan kalau ini pertama kalinya KAhoko bertemu dengan orang ini.

Kahoko jadinya maju dan memperkenalkan diri sebagai Nemoto Kahoko, kenalan Hajime. Ia meminta maaf alasannya yaitu ia membaca surat ibu Hajime yang dititipkan di panti asuhan. Kahoko menjelaskan kalau hingga kini Hajime masih mencoba untuk melampaui Picasso, dan ia yakin kalau Hajime akan menjadi seorang seniman sukses yang menciptakan orang lain senang suatu hari nanti. Ia percaya akan hal itu. Ia juga menyampaikan kalau Hajime selalu menyimpan cat minyak itu, meski kini sudah hilang.
KAhoko terus bicara dan Hajime menghentikannya alasannya yaitu Kahoko bicara terlalu panjang, Hajime kelihatan sedikit tertawa alasannya yaitu Kahoko.

Ibu Hajime menatap puteranya dan merasa bersalah, ia memanggil namanya untuk pertama kalinya sehabis sekian usang dan meminta maaf.
Hajime berusaha memperlihatkan kalau ia baik-baik saja dan menyampaikan ibunya tak perlu meminta maaf padanya, alasannya yaitu ia tak anggun menghadapi hal menyerupai ini.
TApi ibu Hajime terus meminta maaf dan mulai menangis.
Hajime menyampaikan pada ibunya untuk tidak mengkhawatirkannya alasannya yaitu ia baik-baik saja. Ia cukup senang kini dan meminta KAhoko memastikannya, Kahoko membenarkan.

Mereka kemudian melongo beberapa saat.
Hajime menatap Kahoko dan kemudian menatao ibunya, Suatu hari nanti saya akan membangun sebuah keluarga senang yang tidak akan kalah dengan keluargamu. Makara saya tidak akan memaafkanmu jikalau kamu tidak bahagia.
Ibu Hajime menangis. Hajime matanya merah menahan air matanya dan ia mencoba tersenyum, ia kemudian mengucapkan salam dan meninggalkan ibunya.
Kahoko membungkuk dan mengikuti Hajime dari belakang.
Ibu Hajime jadi lemas, ia menangis dan membungkuk pada puteranya yang berjalan meninggalkannya.

Hajime masih berusaha terlihat biasa saja, mereka tiba di stasiun bus dan melihat jadwal bus berikutnya.
Hajime mendesah kalau ia jadi lapar dan Kahoko menyampaikan ia punya onigiri buatan sendiri, ia akan mengeluarkannya kemudian ingat kalau Hajime benci Onigiri, jadi ia tidak jadi mengeluarkannya.
Hajime kemudian menyampaikan kalau ia akan memakannya. Kahoko terkejut.
Hajime berkata, saya akan memakannya. Sebenarnya, ketika ini saya sangat sangat sangat ingin makan onigiri.
Kahoko mengerti dan segera mengeluarkannya. Kahoko menjelaskan isi onigirinya, tapi belum selesai, Hajime sudah mengambil satu dan memakannya dengan lahap. Kahoko menyampaikan kalau ia juga punya teh dan akan mengeluarkannya.

Hajime makan dengan sangat lahap, mulutnya penuh. Kahoko menatapnya dan bertanya bagaimana rasanya.
Hajime terlihat sesak dan menyampaikan kalau itu enak. Sangat sangat enak.
Kahoko menatap Hajime yang meneteskan air mata. Hajime kemudian sadar air matanya menetes dan menyentuh pipinya, ia tak percaya kalau ia menangis.
Ia bertanya pada KAhoko apakah kini ia sedang menangis?
Kahoko terdiam. Hajime memarahi dirinya sendiri, menyampaikan kalau ia bodoh. Setelah ibuku meninggalkanku, aku  tetapkan kalau saya tidak akan menangis lagi.
Air mata Hajime terus mengalir, Kahoko menatapnya dan tidak tahan lagi, ia pribadi memeluk Hajime.

Kahoko ikut mencicipi kesedihan Hajime dan menyampaikan padanya kalau Hajime ingin menangis, tidak apa-apa. Ia akan meminjamkan dadanya untuk Hajime, jadi Hajime sanggup menangis sepuasnya.
Kahoko memeluk Hajime sambil membelai rambut Hajime dan Hajime jadinya melepaskan kesedihannya selama ini, ia menangis memanggil nama Kahoko dengan keras dan Kahoko cukup kaget alasannya yaitu bunyi tangisan Hajime ternyata berpengaruh juga.
Hajime masih sempat protes, tidak boleh?
Kahoko tentu saja menyampaikan Hajime boleh melakukannya dan Hajime kembali menangis sambil memanggil nama Kahoko dan KAhoko memeluknya, membelai rambutnya untuk menenangkan HAjime.
Ia juga menepuk punggung Hajime dan menyampaikan kalau ia ada disana. Ia tahu Hajime selama ini sudah menahan perasaannya dan Hajime mengangguk.
Kahoko terus menepuk Hajime dan Hajime memeluknya dengan sangat erat. Suara Hajime cukup besar hingga orang yang lewat memperhatikan mereka hehhehehe.

Hajime terus menangis dan tiba-tiba mengatakan, Aku merindukanmu, KAhokooooo
Kahoko cukup kaget alasannya yaitu ia pikir Hajime masih menangis alasannya yaitu merindukan ibunya.
Hajime melanjutkan, Tolong jangan katakan kalau kita akan berpisah lagi, Kahokooo !
Kahoko kemudian megingatkan kalau Hajime lah yang meminta putus duluan dan Hajime protes alasannya yaitu Kahoko waktu itu juga menyampaikan mereka sebaiknya putus alias KAhoko setuju!
Kahoko tak sanggup melawan Hajime yang kelihatan lemah kali ini dan menyampaikan kalau ia memang menyampaikan itu, ia meminta maaf, Hajime kembali memeluknya dan Kahoko menepuk kepalanya.
Hajime menyampaikan kalau ia sangat ketakutan tidak sanggup bertemu Kahoko lagi.  Ia pikir ia akan sendirian lagi selamanya. Kahoko hanya melongo mengelus kepala Hajime.

HAjime kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Kahoko, Jangan tinggalkan saya lagi. Tanpamu bersamaku, saya mulai membeci diriku. Aku juga mulai membeci dunia ini. Aku tidak menginginkan itu. Jadi…
Kahoko menatap HAjime yang kali ini bicara dengan wajah yang serius, tanpa mengalihkan pandangan darinya.
Kahoko menunggu kelanjutkan kata-kata Hajime, Jadi?
Hajime menatap Kahoko dengan serius.

Kita melompat ke rumah keluarga Nemoto, Hajime, Kahoko, Ayah dan ibu sedang duduk berhadapan.
Ayah merasa kalau ia salah dengar dan meminta Hajime mengulangi perkataannya tadi.
Hajime berkata, menyerupai yang saya katakan tadi, Tolong izinkan saya menikahi Kahoko-san!
HAjime membungkuk dan Kahoko juga membungkuk pada orang tuanya.
Ayah dan ibu saling pandang, ibu kelihatan tidak tenang.
Hajime melanjutkan, tentu saja saya akan melaksanakan pekerjaan paruh waktu dan apapun itu dan memastikan tidak akan membebani Kahoko dengan duduk kasus keuangan dan ia juga akan bekerja keras dan menjadi seorang seniman seutuhnya suatu hari nanti.
Kahoko juga menyampaikan kalau ia akan berusaha keras bekerja dan tidak menimbulkan duduk kasus bagi ayah dan ibunya.

Ayah dan ibu tidak ada reaksi. Hajime menyampaikan kalau Kahoko memberinya kekuatan untuk mempercayai orang lain. Jika ia bersama Kahoko, ia yakin ia tidak akan iri pada orang lain lagi. Ia mendapatkan kekuatan dari Kahoko, jadi ia memohon supaya ayah dan ibu merestui mereka, alasannya yaitu ia ingin membangun keluarga bersama Kahoko.
Ayah menatap istrinya dan tak tahu harus bilang apa sementara ibu kelihatan tak damai dan bertanya pada ayah apa yang harus mereka lakukan. Ayah terkejut alasannya yaitu ibu tak biasanya meminta pendapat darinya.
Ibu menyampaikan kalau ia menyampaikan sesuatu lagi, ia akan dianggap tetapkan sendiri semaunya.
Ayah tentu saja menyampaikan mereka tidak akan bilang begitu tapi ibu malah menyampaikan ayah yaitu kepala keluarga, jadi ayah yang bicara.
Ayah mengerti.

KAhoko melirik ayahnya dan ayah akan mulai bicara tapi tiba-tiba ibu malah memotong, Bukankah kalian harusnya berfikir lebih hati-hati lagi? Karena dunia ini tidak semanis kelihatannya. Menikah untuk menciptakan baba senang alasannya yaitu beliau akan meninggal dunia, bukankah itu yaitu hal yang salah?
Ayah setuju. Kahoko kemudian menyampaikan apa yang ia pikirkan, Mama, papa, saya memang bermaksud melaksanakan itu pada awalnya, tapi kali ini berbeda. Sekarang dari hatiku yang terdalam, saya ingin menikah dengan Hajime-kun. Bersama Hajime-kun, saya ingin menciptakan semua orang dikeluarga kita bahagia. Jika kalian bertanya kenapa saya berfikir begitu, tadi yaitu pertama kalinya dalam hidupku, ketika Hajime memanggil namaku, saya menyadarinya. Seseorang memanggilku dengan namaku, yaitu sesuatu yang sangat membahagiakan. Seberapa banyak orang yang kamu cintai memanggil namamu, memperlihatkan betapa bahagianya dirimu. Saat saya memikirkan itu, saya menyadari kalau saya sangat beruntung.  Karena mama, papa, jiji, baba dan semuanya memanggil namaku berkali-kali, jadi kali ini saya ingin mengembalikan kebaikan semuanya dengan memanggil nama semuanya sebanyak mungkin dan hidup dengan senang serta menciptakan semuanya bahagia. Aku merasa jikalau saya bersama HAjime-kun, saya sanggup melakukannya. Karena Hajime-kun yaitu orang yang hebat, yang sanggup menciptakan orang lain senang dengan lukisannya.
Kahoko tersenyum menyampaikan itu pada orang tuanya, memperlihatkan betapa Kahoko ingin membahagiakan orang lain, terutama keluarganya dan ia niscaya sanggup melakukannya jikalau ia bersama Hajime. Hajime hanya sanggup menatap Kahoko.

 Kahoko kembali memohon pada orang tuanya, Jadi, mama, papa, tolong izinkan saya menikah dengan Mugino Hajime-kun.
KAhoko menbungkuk dan Hajime juga membungkuk. Ibu semakin gelisah alasannya yaitu hal ini. Ayah juga tidak tahu harus menyampaikan apapun.
Ibu jadinya menarik nafas dan menciptakan keputusan, Aku mengerti.
Hajime dan Kahoko pribadi mengangkat kepala mereka, berfikir ibu merestui mereka.
Ibu berkata, kalian berdua kelihatan begitu serius, jadi biarkan saya juga serius untuk menolak kekerabatan kalian berdua.
KAhoko dan HAjime terkejut mendengarnya, pada jadinya ibu tidak merestui mereka berdua.
Ayah sendiri takut alasannya yaitu ini pertama kalinya ia melihat wajah ibu seseram itu.
Kemudian telpon berdering dan ayah mengangkatnya. Ayah mendapat kabar kalau nenek pingsan. Semuanya terkejut.

-The End-

Komentar:
Awalnya saya gundah kenapa Kahoko kok tiba-tiba membicarakan nama ketika meminta izin menikah diatas. Aku bahkan sempat ketawa ketika menontonnya pertama kali, kenapa kok tiba-tiba jadi membahas nama? HAHAHAHHAHA.
Tapi ternyata sehabis saya pahami saya sanggup mengambil kesimpulan, kalau Kahoko menyukai namanya di panggil, memperlihatkan begitu bahagianya dirinya dan ia juga ingin menciptakan keluarganya senang dengan memanggil nama mereka dan ia niscaya sanggup menciptakan keluarganya senang jikalau ia bersama HAjime. Makanya ia ingin orang tuanya merestui kekerabatan mereka.

Aku bahwasanya nggak suka sama mamanya Kahoko ini, yang semenjak awal memang selalu tidak menyukai Hajime. Tapi saya rasa saya sanggup sedikit mengerti dirinya kali ini.
Dia seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya dan saya mengerti alasannya yaitu Hajime dan Kahoko ingin menikah disaat menyerupai ini, terlalu tiba-tiba + Hajime bahkan bekum punya pekerjaan tetap. Tentu saja sebagai seorang ibu beliau khawatir.
Tapi kata orang sih rezeki akan tiba nantinya sehabis menikah, niscaya ada jalan hehehehee, mungkin Hajime dan Kahoko mempercayai hal itu 🙂

Adegan ketika Hajime bertemu ibunya sehabis sekian usang itu benar-benar sedih, saya hingga menangis menontonnya, bahkan sehabis menonton berkali-kali. Ryoma Takeuchi keren banged, itu adegan matanya merah dan ketika beliau menangis makan onigiri addduuuuuhhh!!! Pokoknya terasa banged feel-nya!
Untuk pertama kalinya Hajime kelihatan lemah dan bergantung pada Kahoko dan disini saya sanggup melihat Kahoko beneran akan menjadi istri dan ibu yang baik. Aku suka caranya menenangkan Hajime hhehhheheehhehe.
Tapi lucu juga ya, alasan HAjime menangis lainnya ternyata alasannya yaitu ia merindukan KAhoko, LOL Tadinya beliau sok sok masbodoh pas ketemu di tempat marriage hunting, taunya kangen berat ya HAHHAAHA.
Nggak konsen melukis, menyibukkan diri dengan bekerja. Tapi tetap ya, yang namanya cinta itu, akan terasa sehabis meerka berpisah sesaat, merasa kalau mereka saling membutuhkan satu sama lain.

Aku nggak suka banged sama si Ito, sumpah deh itu cewek kenapa sih? Kok karakternya jadi begitu? Ya ampun, gimana pun jahatnya, ada keluarga yang akan meninggal dunia kok beliau malah ketawa-ketawa.
Untung Hajime masih punya kesadaran diri, saya kirain beneran mau pacaran dengan Ito HAHAHAHAHHAHAHA. Ternyata cuma mau menyadarkannya saja.

BTW saya akan sangat terlambat menciptakan sinopsis drama ini, tapi saya akan berusaha menuntaskan alasannya yaitu tinggal 2 episode lagi, soalnya kini lagi sibuk banged.
Bagi yang bertanya sinopsis Tokyo Tarareba Girls, saya juga akan menyelesaikannya, tapi beneran akan sangat terlambat. Sebenarnya saya sudah menulis hingga episode 9, cuma belum sempat mengeditnya heehehehehhe.
Untuk sinopsis Itakiss Movie Campus Hen, saya minta maaf banged alasannya yaitu saya tampaknya tidak akan sanggup menulis sinopsisnya, palingan hanya review menyerupai review movie biasa di blog ini.
Aku sudah menonton banyak movie juga, dan belum sempat saya tulis reviewnya HAHAHHAHAHAHA.
Makara harap dimaklumi ya 🙂

Continue Reading

More in Dorama

To Top