Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 9-1

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 9-1

Episode 9 ini yakni episode Kahogo no Kahoko yang paling banyak menguras energi dan air mata saya. Aku menontonnya beberapa kali, dan tetap saja air mata mengalir. Sedih bangeeeeeeeeeeeeeed.
Di Episode ini Kahoko dan Hajime menyatakan kesepakatan suci mereka, hanya mereka berdua. Ibu masih menentang kekerabatan mereka, tapi ibu terlalu disibukkan dengan penyakit nenek sementara Kahoko masih keukeuh ingin menikah dengan Hajime. Kahoko sehabis kepergian neneknya, ia menjadi tidak bersemangat lagi, tapi Hajime meyakinkan Kahoko kalau disaat menyerupai inilah mereka saling membutuhkan satu sama lain, jadi dikala ini yakni dikala yang sempurna untuk menikah.

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 9 Part 1

Pagi hari di keluarga Nemoto, Kahoko masih tidur dikala 3 alarmnya berdering. Setelah ia mematikan ketiga alarm itu, alarm satu lagi berbunyi, Kahoko galau alasannya ia hanya punya 3 alarm. Setelah kesadarannya kembali, ia menyadari kalau itu bunyi ponselnya.
Ia segera mengangkat telpon, dari Hajime yang menanyakan bagaimana keadaan semalam.
Kaprikornus semalam sehabis ibu memberikan kalau ia menentang kekerabatan Kahoko dan Hajime, keluarga ibu Kahoko menelpon mengabarkan kalau nenek jatuh pingsan.
Seluruh keluarga pergi ke rumah sakit dan mengkhawatirkan nenek. Ibu Kahoko sangat khawatir dan mulai mewaspadai apakah mereka sanggup mempercayai dokter yang merawat nenek, hal itu kembali menyulut pertengkaran 3 bersaudara alasannya ibu Kahoko mewaspadai rumah sakit daerah ayah Ito bekerja. Mereka merasa Ibu Kahoko kembali sok memimpin.
Saat mereka bertengkar, kakek di luar kamar menangis lagi menyampaikan semua yakni kesalahannya. Ibu Kahoko meminta kakek wacana dan duduk disamping nenek, tapi kakek tidak besar lengan berkuasa melakukannya. Ibu mencoba menenngkan kakek dan dua adiknya kembali berkomentar kalau ibu Kahoko selalu bertindak semaunya.
Ibu Kahoko benar-benar kesal pada mereka dan menyampaikan kalau mulai kini ia akan melaksanakan apapun yang ia inginkan, terserah mereka suka atau tidak.

Dan begitulah semalam keadaan keluarga mereka semakin memburuk, Kahoko benar-benar tidak tahu harus melaksanakan apa dan menyampaikan disaat menyerupai ini ia ingin bertemu Hajime.
Hajime kemudian meminta Kahoko membuka jendelanya dan Kahoko tentu saja terkejut, ia berlari ke beranda, Hajime sudah berdiri di bawah aAaaaaaaaaaawwwwwwww.
HAjime menyampaikan ia mengkhawatirkan nenek Kahoko, makanya ia tiba pagi-pagi. Kahoko kemudian meminta Hajime naik ke rumahnya, ia akan menyebarkan Hajime sarapan alasannya Hajime niscaya lapar.
Hajime tentu saja menolak alasannya ia takut ibu Kahoko akan marah. Tapi Kahoko menyampaikan mama tidur di rumah sakit dan ayah juga belum bangun, jadi tak masalah.
Setelah yakin keadaan aman, Hajime hasilnya setuju, tapi gres beberapa langkah ia beranjak, Kahoko kemudian menyampaikan kalau Hajime dihentikan masuk, Hajime tentu saja bingung. Ternyata Kahoko dari lantai atas melihat ibunya pulang dan Hajime panik, ia kabur HAHAHAHAHAHHA.

Ibu kembali ke rumah dengan buru-buru, mengambil pakaian ganti, handuk dan peralatan penting lainnya, ia akan tinggal di rumah sakit untuk sementara waktu, menemani nenek. Suaminya meminta istrinya damai dan beristirahat, tapi ibu Kahoko menolak. Ia mengingatkan Kahoko jangan membawa orang asing masuk ke rumah dan jangan menciptakan rumah berantakan.
Kahoko terus mengikuti ibunya yang sibuk kesana kemari, ia ingin membahas mengenai pernikahannya dan Hajime, tapi ibu tidak mau Kahoko membahas hal menyerupai itu ditengah keadaan menyerupai ini, ibu bahkan menyampaikan kalau Kahoko bersikeras menikah dengan Hajime, maka ia akan memutuskan kekerabatan ibu dan anak diantara mereka.
Tentu saja Kahoko shock dan terdiam.

Kahoko memasang wajah shock di hadapan Hajime, seolah ia kehilangan jiwanya alasannya perkataan ibunya, ia tak menyangka kalau ibunya hingga akan memutuskan kekerabatan keluarga.
Hajime sendiri berkomentar ia tak menyangka ibu Kahoko seserius itu menghalangi kekerabatan mereka dan kagum ibu Kahoko yakni orang yang kuat, Kahoko meminta Hajime jangan terkesan pada ibunya, alasannya ia sendiri galau apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Hajime hanya menyampaikan ‘semangat’ pada Kahoko alasannya ia juga tak sanggup mikir, ia sibuk dengan lukisannya. Tentu saja Kahoko protes, setidaknya ia ingin Hajime memberinya beberapa saran. Hajime menyampaikan kalau Kahoko akan baik-baik saja alasannya Kahoko sudah dewasa, ia yakin inspirasi itu akan muncul dengan sendirinya.
Kahoko berkerut lagi alasannya selain problem mereka, ia juga mengkhawatirkan neneknya, ia tidak sanggup berfikir dengan baik. Hajime kemudian meminta Kahoko untuk memikirkan apa yang kira-kira akan nenek katakan dalam situasi menyerupai ini.

Kahoko kemudian memikirkan sesuatu, apa kira-kira yang akan neneknya katakan, begitu ia menemukannya, Hajime bertanya apa itu.
Kahoko menyampaikan dalam situasi menyerupai ini ia pikir neneknya tidak ingin ia menangis bersedih, ia harus bersikap menyerupai biasa dan menyampaikan ia harus memikirkan dan  menciptakan keputusan mengenai masa depannya. Ia juga yakin nenek ingin ibu dan para bibi berbaikan kembali dan saling membantu.
Hajime kemudian menyampaikan mereka harus berusaha keras mewujudkannya, nenek niscaya akan senang sehabis ia sadar nanti, melihat keluarga kembali berbaikan. Setelah problem keluarga selesai, mungkin keluarga Kahoko juga akan merestui mereka berdua.
Kahoko hasilnya mengerti dan menemukan semangatnya kembali.

Hajime mengingatkan Kahoko problem ini lebih berat dari problem sebelumnya, tapi selama Kahoko berusaha keras dan tidak menyerah, Kahoko niscaya sanggup melakukannya.
Kahoko mengangguk sambil tersenyum dan berterima kasih pada Hajime. Hajime kemudian menyemangati Kahoko dengan memukul punggungnya, tanda Kahoko harus melakukannya sendirian tanpa dirinya.
Kahoko yang awalnya bersemangat jadi khawatir lagi alasannya Hajime tidak pergi bersamanya.
Hajime menyampaikan tentu saja tidak, kalau mereka pergi berdua itu akan menciptakan semuanya menjadi kesal dan menganggap mereka bermesraan disaat menyerupai ini.
Kahoko masih melongo dengan wajah lucunya mengharapkan Hajime ikut dengannya. Hajime menyampaikan kalau Kahoko sanggup menelponnya bila keadaan kritis dan ia akan terbang ke sisi Kahoko menyerupai superman.

Kahoko tiba-tiba memasang wajah mewaspadai hal itu dan Hajime meminta Kahoko jangan memasang wajah seorang siswa yang tidak percaya perkataan gurunya HAHHAHAHA.
Ia menunjukkan pada Kahoko sebuah lukisan yang belum jadi, menyampaikan ia juga bekerja keras supaya mama merestui kekerabatan mereka.
Kahoko hasilnya mengerti. Hajime tersenyum padanya dan KAhoko membalas dengan senyumannya. Awwwwww. Ini yang berdua xd

Kahoko ke rumah sakit sendirian, ia kemudian bertemu ayahnya di sana dan bertanya kenapa ayah ada di rumah sakit. Ayah menyampaikan ia khawatir pada ibu alasannya ibu tidak pernah mau meninggalkan nenek. Ibu terus menggenggam tangan nenek semenjak tadi pagi.
Kahoko kemudian bertanya dimana kakek dan kakek duduk sendirian, ia masih kelihatan sedih. Kahoko berusaha menenangkan kakek dan meminta kakek untuk duduk disamping nenek, tapi kakek menyampaikan ia tidak sanggup melakukannya. Kahoko sangat khawatir.
Tiba-tiba 2 bibinya yang duduk tak jauh dari sana memanggilnya, menyampaikan kalau kakek selalu menyerupai itu semenjak kemarin.
Kahoko jadi pusing alasannya ia galau apa yang harus ia lakukan, tapi meski keadaan sedang menyerupai ini, Kahoko malah mengumumkan kalau ia akan menikah dengan Hajime. Dua bibinya tentu saja terkejut alasannya ini bukan saatnya membicarakan pernikahan, tapi Kahoko menyampaikan justru alasannya keadaan menyerupai ini ia ingin melakukannya.

 

Dua bibinya sih tidak masalah, tapi ibu Kahoko belum merestui kekerabatan mereka, jadi mereka juga tak sanggup menawarkan restu dan lagi Tamaki menyampaikan kalau ia juga tak punya hak menyampaikan hal menyerupai ini.
Kahoko galau dan bertanya apa yang terjadi pada Tamaki-chan. Ternyata Tamaki dan Suaminya akan bercerai, ia sudah menandatangani surat cerai dan menyerahkan pagi ini.
Kahoko shock mendengarnya, Tamaki menyampaikan kalau dirinya menyerupai anak kecil yang terus bergantung pada orang lain dan akan lebih baik kalau mereka berpisah. Ibu Ito malah baiklah menyampaikan semenjak kecil Tamaki memang kekanakan. TAmaki tidak suka dikatakan menyerupai itu oleh seorang ibu yang tak sanggup mengurus anaknya sendiri.
Keduanya jadi bertengkar dan Kahoko mengubah pembicaraan dengan menanyakan Ito, ibu Ito menyampaikan mereka sudah memutuskan tali kekerabatan darah ibu dan anak, Ito akan pergi dari rumah dan menyampaikan tidak menganggap mereka sebagai keluarga lagi.
Kahoko benar-benar pusing dengan semua itu dan memutuskan menemui neneknya.

Ibu masih di dalam dan tertidur disamping nenek. Kahoko masuk belakang layar dan menyampaikan pada neneknya kalau ia akan menikah dengan Hajime. Saat ia memasak bersama nenek hari itu, mereka membicarakan banyak hal dan Kahoko masih ingin tahu banyak hal mengenai neneknya, jadi nenek dihentikan meninggalkan mereka sekarang. Ia akan berusaha keras dan dikala nenek membuka mata, ia yakin semuanya akan berbaikan dan bahagia.
Ibu ternyata terbangun dan mendengar semua itu, ia menasehati Kahoko untuk tidak menciptakan kesepakatan menyerupai itu. Kahoko minta maaf alasannya membangunkan ibunya.
Ibu menggenggam tangan nenek dan menyampaikan keluarga Tamaki dan ibu Ito sedang dalam keadaan jelek sekarang, selain itu mereka juga tak tahu kapan nenek akan sadar, Kahoko malah memikirkan mengenai pernikahan.
Kahoko menyampaikan ia percaya nenek akan segera sadar dan membaik, menyerupai tahun kemudian mereka ke sauna bersama-sama, memecahkan semangka bersama, berkumpul bersama, ia yakin ibunya juga percaya kalau nenek akan segera sadar dan baikan, kemudian mereka akan kembali melaksanakan hal yang sama setiap tahunnya. Karena itu Kahoko akan terus berusaha yang terbaik.
Ibu hanya melongo menatap puterinya, ia tak tahu kapan Kahoko mulai bersikap cukup umur begitu.
Saat Kahoko keluar, ayah ada di pintu dan tersenyum padanya, sementara di lorong ada keluarganya yang menangis alasannya banyak sekali problem yang mereka hadapi.

Kahoko memutuskan melaksanakan sesuatu, ia menghubungi suami Tamaki, paman Mamoru dan segera berlari, alasannya pamannya ingin melaksanakan sesuatu.
Paman Mamoru sedang mabuk di kantor menunggu Kahoko, ia akan menyerahkan surat cerainya hari ini, tapi alasannya Kahoko memintanya menunggu, jadi ia belum menyerahkannya.
Pamannya kelihatan dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan, meski Kahoko meminta paman memikirkan sekali lagi, tapi paman menyampaikan ia sudah tak sanggup mempertahankan ijab kabul ini. Karena ia pada hasilnya tidak sanggup melindungi Tamaki, meski ia diberi nama Mamoru (melindungi).
Kahoko bertanya apa yang bekerjsama terjadi dan paman menyampaikan kalau bawah umur yang dulu ia bantu di episode awal (yang ia yakin kalau mereka yakni anak baik) meninggal dunia. Ia bertanya-tanya kenapa orang baik selalu meninggal lebih awal, kenapa orang jahat tampaknya tidak meninggal lebih awal.
Kahoko tentu saja menyampaikan kalau pamannya tidak jahat, tapi paman menyampaikan Kahoko selama ini salah sangka terhadapnya. Selama ini dikala asma Tamaki kambuh, ia selalu berfikir keadaan sangat sulit dan ia tak ingin bersama Tamaki lagi. Ia tidak menyerupai kelihatannya, ia juga banyak berfikir negatif dan ingin berpisah, perasaan perasaan itu, selalu ada disaat ia kesulitan.
Kahoko hanya melongo mendengarnya. Paman kemudian memutuskan menyerahkan surat cerainya pada petugas, meski Kahoko meminta pamannya memikirkan sekali lagi, paman sudah membulatkan tekadnya. Ia juga menyampaikan pada Kahoko kalau ia bukan paman KAhoko lagi.
Paman meninggalkan Kahoko yang benar-benar pusing alasannya ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.

Dan disaat ia kebingungan, problem gres muncul lagi. Hajime menelponnya mengenai Ito-chan. Hajime yang mengkhawatirkan Ito menelponnya dan Ito menyampaikan ia sudah putus kekerabatan dengan orang tuanya dan akan menjual cellonya.
Kahoko hanya sanggup menghela nafas khawatir alasannya masalahnya bertambah lagi.
Kahoko segera berlari ke rumah Ito dimana Hajime sudah menunggu disana. Ia tak punya banyak waktu bicara pada Hajime, alasannya Ito muncul dengan koper dan cellonya. Kahoko berusaha menghentikannya dan bertanya apakah Ito benar-benar akan menjual cellonya.

Ito yang kesal pada Kahoko berkata, kalau iya memangnya kenapa?
Ito kemudian meninggalkan Kahoko dan Kahoko berusaha mengentikannya mengingatkan Ito sangat menyukai cello itu, Ito pernah menyampaikan meski tak ada siapapun di dunia ini, selama ia punya cello, Ito akan bahagia. Tentu saja berdasarkan Kahoko bila Ito menjual cellonya, Ito niscaya akan terluka alasannya cello itu yakni jiwa Ito. JIka ito melaksanakan itu, Ito yang menyukai musik dan sanggup menciptakan semua orang senang dengan musiknya akan menghilang. Kahoko tidak mau itu terjadi, paman dan bibi juga akan murung alasannya hal itu.
Ito tidak mau mendengarkan meski Kahoko memohon supaya Ito jangan melaksanakan hal menyerupai ini dan mengajaknya menemui nenek.
Ito awalnya kelihatan ragu akan tindakannya, tapi anggota geng tiba menjemputnya dan ia jadi ia memutuskan ikut mereka. Anggota geng itu cuma mau uangnya Ito saja, mereka bahkan memastikan Ito membawa tabungan derma nenek.
Kahoko masih berusaha menahannya dengan menarik kopernya tapi ia didorong oleh salah satu anggota geng itu. Hajime yang awalnya membisu saja hasilnya bersuara melihat Kahoko didorong.

Ito tidak peduli pada Kahoko dan masuk ke mobil, mereka berangkat, tapi tiba-tiba kendaraan beroda empat berhenti mendadak. Ternyata ayah dan ibu Ito berusaha menghentikan kendaraan beroda empat itu dan menarik ITo keluar.
Mereka tak peduli dengan perilaku Ito selama ini, tapi menjual cello itu, mereka tidak sanggup membiarkannya, alasannya Cello itu yakni hadiah dari kakek dan nenek.
Anggota geng menertawakan orang renta Ito dan ibu murka pada mereka, memohon supaya tidak menjerumuskan anaknya ke jalan yang salah. Ayah bahkan hingga berlutut meminta mereka jangan menemui Ito lagi. Ito jadi malu alasannya tindakan ayahnya.
Ibu Ito menceritakan dikala Ito lahir dulu, mereka tak percaya kalau mereka akan memiliki bayi se-cantik Ito, karenanya selama membesarkan Ito dengan kasih sayang, mereka sudah tahu kalau Ito suatu hari nanti akan meninggalkan mereka sperti princess Kaguya. Saat Ito mulai bermain cello, mereka jadi yakin suatu hari, hari dikala Ito meninggalkan mereka akan datang, Ito akan mengembangkan sayapnya ke dunia yang lebih besar lagi.  Karena itu, hingga dikala itu datang, mereka ingin melaksanakan segalanya untuk membantu Ito mengembangkan bakatnya.
Tapi Ito menyampaikan pada hasilnya ia tak sanggup melakukannnya. Tentu saja ibu menyampaikan kalau itu tidak benar. Ia percaya Ito yakni anak yang sanggup membawa keajaiban, Ito memiliki power untuk melaksanakan itu, musik Ito menciptakan orang lain bahagia, hingga dikala itu tiba, mereka ingin mendukung Ito. Hanya itu yang sanggup mereka lakukan sebagai orang tua.
Ito terdiam. Ayah dan ibu menatap Ito dengan wajah memohon mereka. Ito tak suka akan hal itu dan masuk ke mobil, meminta mereka segera jalan. Ito meninggalkan mereka.

Hajime mengantar Kahoko pulang. Kahoko lemas alasannya banyak problem yang ia hadapi hari ini. IA bertanya-tanya apakah Ito akan baik-baik saja dan bagaimana dengan paman dan bibinya yang bercerai.
Hajime sangat positif menyampaikan kalau mereka berdua akan segera baikan lagi.
Kahoko membisu saja sambil berjalan lemas, jadi Hajime menasehatinya, bila Kahoko lemas begitu, Kahoko tidak akan sanggup melaksanakan apapun. Ia mengingatkan Kahoko pernah menyampaikan kalau semua orang dikeluarganya yakni orang yang dipenuhi dengan rasa cinta, dan Kahoko selalu mempercayai hal itu.
Kahoko mengingat hal itu. Hajime meminta Kahoko jangan berfikir terlalu keras mengenai hal ini. Kahoko mengerti dan menyampaikan ia akan baik-baik saja alasannya Hajime bersamanya.
Keduanya sama-sama tersenyum.

Karena mereka sudah di depan apartemen Kahoko, jadi Hajime menunggu Kahoko masuk duluan, tapi Kahoko ternyata ingin Hajime pergi duluan.
Jadinya mereka agak awkward gitu dan berpisah. Kemudian Kahoko tiba-tiba memanggil Hajime lagi dan dengan ragu ia bertanya apakah Hajime mau memeluknya sebelum ia pergi.
Wajah Hajime lucu banged, tapi kayaknya ia excited sih, meski ia bilang, apa boleh buat.
Kahoko senang dan menunggu pelukan Hajime, Hajime mendekatinya perlahan dan akan memeluk Kahoko, awwwwwwwww gue teriak nih pas adegan ini HAHAHAHAHAHAHHA.
Tapi tiba-tiba Hajime malah menarik tangannya lagi dan menyampaikan ia tak sanggup melakukannya. Kahoko terkejut.
Ternyata ayah Kahoko tiba HAHAHAHHAHAHAHA.

Ayah kelihatan buru-buru dan bertanya kenapa Kahoko masih diluar, ia melihat Hajime juga. Kahoko menyampaikan Hajime mengantarnya pulang. Kahoko bertanya kemana ayahnya buru-buru begitu. Ayah menyampaikan ada problem di rumah keluarganya, alasannya bibi Kyoko. Kahok terkejut ada problem apa lagi.
Ternyata bibi Kahoko membawa anak yang dulu pulang ke rumah, si Tamotsu. Ia kebetulan lewat di panti dan berkunjung kesana, ia melihat Tamotsu dan Tamotsu menyampaikan ia dibully oleh seniornya, dikala ia bertanya apa Tamotsu mau ikut dengannya Tamotsu malah mengikutinya.
Ayah mengerti mengenai Tamotsu dan bertanya bagaimana dengan 2 anak lainnya. Ternyata ada 2 anak lagi yang adiknya bawa ke rumah, dua anak yang bermain ditaman dan ibu mereka tidak akan pulang sebelum malam, jadi ia mengajak mereka bersamanya.
Ayah Kahoko mengingatkan kalau ini termasuk penculikan, tapi bibi menyampaikan ia sudah menelpon orang renta anak itu. Ia kemudian mulai membicarakan metode gres membuka perjuangan dan ayah sudah malas mendengarkan inspirasi baru.
Ia meminta ayahnya untuk menyampaikan sesuatu, alasannya ia dengar dari Kahoko kakek sudah berhenti menyampaikan ‘besok dan besok’.
Kakek ternyata sakit pinggang alasannya terlalu bersemangat bersih-bersih rumah waktu itu, jadi ia sedang nggak mood berfikir.

Bibi sendiri ingin memasak untuk bawah umur itu tapi nenek melarang, ia tidak mau anaknya menyentuh dapurnya lagi. Bibi bingung. Nenek hasilnya jujur kalau selama ini kuliner bibi sangat mengerikan HAHAHAHAAHA.
Bibi jadi ngambek alasannya tidak ada hal yang sanggup ia lakukan di rumah, sementara ayah Kahoko terus berusaha meyakinkan untuk mengantar bawah umur itu pulang. Kalau bawah umur lapar bibi sanggup membelikan kuliner di luar. Ia memohon supaya adiknya jangan melaksanakan hal menyerupai ini lagi.
Bibi hasilnya mengerti dan mengajak Tamotsu dan 2 anak lainnya untuk pulang. Sementara Kahoko semenjak tadi menyerupai memikirkan sesuatu,

Kahoko kemudian menemukan sesuatu itu dan menyampaikan pada ayahnya, apakah daerah menyerupai ini ada, daerah dimana bawah umur sanggup melaksanakan banyak hal, bermain dan belajar, bila ada daerah menyerupai itu maka sanggup dipakai untuk melindungi bawah umur dari jalan yang salah, menyelamatkan bawah umur yang dibully dan lain sebagainya. Kahoko tak sanggup menyampaikan dengan baik, tapi bibi Kahoko mengerti dan menyampaikan itulah inspirasi yang ia pikirkan tadi.
Kahoko dan bibi senang alasannya mereka satu pikiran. Bibi menyampaikan ia ingin menciptakan daerah dimana bawah umur dibesarkan dengan penuh cinta, sebuah daerah menyerupai panti asuhan, daerah penitipan anak dan sesuatu menyerupai itu, All in One.
Ayah menyampaikan kalau sangat gampang memikirkan hal itu, tapi untuk menciptakan hal itu butuh izin dan kualifikasi yang sangat sulit didapatkan.

Kakek tiba-tiba berdiri dan berteriak niscaya ada jalan melakukannya. Ia menyampaikan kalau ia bekerjsama punya akta mengajar dan nenek punya akta chef. Yang diharapkan hanya akta mengurus anak dan ia ingin bibi mengurusnya. Bibi mengerti.
ayah kemudian bertanya lokasinya dan kakek menyampaikan mereka punya lantai 2 yang dikala ini masih tidak digunakan. Semuanya jadi bersemangat tapi tiba-tiba bibi merasa kalau dirinya tidak sanggup melaksanakan itu, alasannya ia orang yang tidak memiliki cinta.
Tentu saja Kahoko tidak baiklah dengan hal itu, ia yakin bibi penuh dengan cinta, bila tidak bawah umur itu tidak akan mengikuti bibi.
Hajime membenarkan, ia dibesarkan di panti asuhan semenjak usia 7 tahun, jadi ia tahu, bibi sanggup dipercayai dan tidak akan berbohong. Ia sanggup mencicipi kalau bibi menyerupai ibu bagi anak-anak. Anak-anak itu mengangguk.

Kakek kemudian menyadari kalau Hajime ada disana dan ia tak mengenalinya.
Kahoko kemudian gres ingat ia belum memperkenalkan Hajime pada keluarga ayahnya. Hajime juga gres menyadarinya dan memperkenalkan dirinya sebagai seorang perempuan yang ditakdirkan bersamanya, mereka sedang berkencan dengan tujuan untuk menikah. Lucu banged sebelum bilang begitu Hajime menatap ayah terlebih dahulu HAHAHHHAHA.
Nenek sangat senang melihat Kahoko hasilnya menemukan orang yang baik. Kahoko tersenyum senang alasannya nenek menyukai Hajime.
Hajime juga menyampaikan ia yakni seorang seniman, kalau mereka butuh seseorang untuk melukis dinding dikala membangun daerah yang mereka maksud tadi, ia dengan senang hati akan mendesignnya.
Kakek baiklah dan mengumpulkan semuanya untuk mengadakan rapat HAHAHHAHAAHAHA. Langsung ya! Keren juga sih idenya, nggak nyangka mereka hingga pada titik ini, menemukan inspirasi itu XD

Bersambung ke Part 2

Continue Reading

More in Dorama

To Top