Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 9-2

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 9-2

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 9 Part 1
————————————————————————————————-

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 9 Part 1

 

Keesokan harinya, Kahoko menjenguk neneknya. Ibu masih disamping nenek yang terbaring, ia tertidur. Kahoko mencoba menyelimutinya dan ibu terbangun. Kahoko mengkhawatirkan ibunya, memintanya istirahat dan ia akan menggantikan ibu menjaga nenek, tapi ibu menyampaikan ia baik-baik saja.
Kahoko kemudian meminta ibunya baikan dengan adik-adiknya, tapi ibu menolak alasannya yakni mereka duluan yang murka padanya. Kahoko mengkhawatirkan neneknya akan sedih kalau dikala bangkit nanti ia melihat keluarganya bertengkar.
Kakek tiba-tiba masuk dan berteriak membenarkan Kahoko, ia meminta istrinya segera sadar dan kembali pada mereka. Ibu mencoba menenangkannya, tapi kakek menyampaikan ia benci berpisah ibarat ini dengan nenek.
Tiba-tiba jari nenek bergerak dan kesadarannya kembali. semuanya terkejut alasannya yakni nenek sudah sadar, ibu meminta mereka segera memanggil dokter. Kakek panik mencari dokter.

Nenek yang kesadarannya gres kembali sesak nafas, ia mencoba menyampaikan apa yang ingin ia katakan. Ia ingin kembali ke rumah mereka. Ia ingin melihat rumah mereka sekali lagi.
Ibu hanya termangu mendengarnya. Kahoko mencoba meyakinkan ibu untuk membawa nenek pulang alasannya yakni nenek ingin berada di rumah dimana ada banyak kenangan disana bersama anak-anaknya.
Meski ia tak sanggup mengatakannya dengan jelas, ia mengerti apa yang neneknya inginkan. Ibu kemudian mengerti dan oke membawa nenek kembali ke rumah.

Nenek dibawa kembali ke rumah dan ia menyampaikan rumahnya yakni daerah yang paling nyaman baginya.
Kakek masih menolak bicara pada istrinya, ia berdiam diri bersahabat pintu.
Ibu Kahoko sibuk menanyakan apa yang diinginkan nenek, ia akan membuatnya. Ia juga sibuk mengipas nenek alasannya yakni cuaca panas.
Ibu Ito dan Tamaki di dapur, mereka masih murka pada Ibu Kahoko dan menciptakan ibu kesal. Ia menemui mereka dan menyuruh mereka bicara pada nenek. Tapi mereka menyampaikan mereka pikir mereka tak boleh melakukannya tanpa izin ibu KAhoko.
Ibu Kahoko jadi kesal dan menyampaikan terserah mereka mau bagaimana, tapi jangan buat nenek khawatir dengan problem Ito dan Mamoru.
Kedua adiknya berfikir kalau ibu Kahoko mulai bertindak seenaknya lagi dan mereka kembali langgar lisan di dapur. Kahoko menatap mereka dengan khawatir.

nenek kemudian memanggil Kahoko dan membisikkan sesuatu padanya. Kahoko mengerti, ia kelantai 2 dan membawa sebuah kotak. Ia memanggil bibi dan ibunya untuk melihat kotak ibu, nenek memintanya memperlihatkan itu pada mereka.
Para ibu berkumpul di dapur dan membuka kotak itu, isi kotak itu yakni barang-barang anak-anaknya sewaktu kecil, hadiah-hadiah yang mereka berikan untuk nenek.
Para ibu pribadi melupakan kalau mereka bertengkar dan excited melihat barang-barang itu. Kahoko senang melihat suasana ibarat itu dan menyampaikan itu yakni harta berharga nenek. Nenek menyampaikan padanya sewaktu kecil mereka bertiga yakni anak yang baik dan meski sering bertengkar mereka akan berbaikan dengan cepat. setiap melihat ketiganya tertawa, rasa lelah nenek akan menghilang.
Mereka bertiga terdiam. Kahoko menyampaikan mereka bertiga sangatlah beruntung alasannya yakni mempunyai saudara untuk bertengkar, sementara dirinya yakni anak satu-satunya dan tak pernah merasakannya meski ia mau, ia selalu merasa iri. Kahoko berharap mereka berbaikan dan memperlihatkan senyuman mereka pada nenek, alasannya yakni nenek menyukai senyuman anak-anaknya.

Waktu berlalu, Ibu Kahoko, Ibu Ito dan Tamaki-chan sudah berbaikan dan mereka berkumpul sambil melihat-lihat barang masa kecil mereka, mereka juga mengingat masa kemudian mereka dan tertawa dengan bahagia, alasannya yakni kenangan itu meski dulu mereka sedih tapi diceritakan sekarang, mereka malah tertawa. Nenek terbangun mendengar tawa mereka. Ibu Kahoko menyadarinya dan mereka mendekati nenek.
Nenek kemudian bertanya dimana Mamoru, Tamaki berbohong kalau Mamoru sedang sibuk dengan pekerjaannya. Nenek menatapnya dan ia tahu kalau mereka sedang bertengkar, nenek meminta maaf pada Tamaki, alasannya yakni dirinya Tamaki terlahir dengan tubuh yang lemah. Tentu saja Tamaki tidak ingin ibunya berkata begitu.
Pada ibu Ito, nenek bertanya bagaimana dengan Ito. Ibu Ito menyampaikan kalau Ito sudah kembali ke rumah dan ibu jangan khawatir. Tapi nenek malah meminta maaf pada ibu ITo, alasannya yakni dikala ibu Ito kecil ia terlalu sibuk dan kurang memperhatikannya. Ibu Ito menangis dan menyampaikan ibu tidak ibarat itu padanya.
Ibu Kahoko meminta nenek jangan meminta maaf padanya, tapi nenek menyampaikan ia paling keras pada ibu Kahoko, alasannya yakni itu ibu terlalu menyayangi Kahoko. Ibu terdiam.

Kahoko sedang menciptakan onigiri di dapur dikala Nenek dan anak-anaknya bicara. Nenek menyampaikan apa yang paling penting bukanlah cinta dengan memperlihatkan kebebasan atau tidak, hanya saja jangan merebut kebebasan Kahoko untuk memikirkan dirinya sendiri (Intinya biarkan anak menciptakan keputusan untuk dirinya sendiri).
Ibu Kahoko menangis dan menatap Kahoko  yang ada di dapur. Tiba-tiba nenek sesak lagi dan ibu memintanya berhenti bicara. Tapi nenek masih mempunyai hal yang ingin ia katakan.
Nenek berkata, semenjak pertama kali tiba ke rumah ini, keadaan selalu menyulitkan baginya, jadi ia lega dikala ia berfikir ia tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi besok dan seterusnya. Tapi kamu tahu, tahun depan, dan tahun depannya lagi, saya ingin mengadakan pesta ulang tahun bersama semuanya lagi.
Anak-anaknya yang menangis serentak menyampaikan kalau mereka akan melakukannya lagi.
Ibu Kahoko kemudian mengajak adik-adiknya untuk menyanyi, mereka selalu melakukannya di hari ulang tahun nenek, jadi mereka serentak menyanyi. Awalnya mereka menyanyikan lagu happy birthday, tapi ternyata bukan lagu itu. Mereka menyanyikan sebuah lagu yang biasa mereka nyanyikan untuk ibu sambil menangis.
Nenek juga terharu mendengarnya dan bertanya apakah ia sudah  melaksanakan tugasnya sebagai ibu dengan baik dan ibu Kahoko membenarkan kalau ibu sudah melakukannya.
Nenek juga bertanya apakah ia yakni ibu yang baik. Tamaki menyampaikan kalau nenek yakni ibu terbaik di dunia ini.
Nenek menangis sambil meminta maaf, meski anak-anaknya memintanya jangan meminta maaf, tapi nenek terus meminta maaf.
Semuanya menangis dikala itu, termasuk kakek yang masih duduk bersahabat pintu, ia belakang layar menangis.
(Ini adegan sedih bangeeeeeeeeeeeed!!!!!!!!!! Habis berapa tissu saia? T____T)

Malam harinya, Hajime berkunjung ke rumah nenek Kahoko. Ia kesudahannya menuntaskan lukisannya. Ia membawanya untuk diperlihatkan ke nenek. Lukisan yang ia buat yakni lukisan wajah semua keluarga nenek. Lukisannya sederhana, tapi ibarat kata Kahoko, lukisan Hajime sanggup menciptakan kita mencicipi sesuatu didalamnya.
Hajime menyampaikan ia berterima kasih pada Kahoko alasannya yakni ia kesudahannya sanggup menemukan apa yang ingin ia lukis. Mulai kini ia ingin melukis gambar yang mengekspresikan orang-orang yang hidup dengan kekuatan mereka. Gambar yang mengandung cinta didalamnya.
Nenek memperhatikan gambar itu dan menyampaikan kalau gambar itu tidak bagus. KAhoko dan Hajime terkejut, Hajime bertanya bab mana yang tidak bagus, ia akan memperbaikinya.
Nenek menyampaikan itu alasannya yakni Hajime-kun tidak ada di lukisan itu. Hajime terkejut.
Nenek meminta Hajime untuk menjadi bab dari keluarga mereka dan melindungi Kahoko. Hajime mengangguk dan menyampaikan ia akan melakukannya.
Kahoko menyampaikan tapi mereka masih belum tahu apakah mama akan memperlihatkan restu atau tidak. Kahoko menceritakan bagaimana mama akan tetapkan hubungan ibu dan anak jikalau Kahoko menikah dengan Hajime.
Nenek berkata, saya yakin ada banyak kesulitan dalam hidup ini, tapi jangan pernah berfikir untuk tetapkan hubungan darah dengan keluargamu alasannya yakni hal itu, kamu mengerti? Aku tetapkan hubungan dengan keluargaku dan fakta dimana saya tidak sanggup melihat wajah orang tuaku dikala mereka meninggal dunia, yakni satu-satunya penyesalanku seumur hidupku.
Kahoko mengangguk dan ia mengerti.

Nenek kemudian ingin Kahoko mengambil sesuatu dalam tasnya. Sebuah kotak cincin, ia ingin Kahoko membukanya.
Kahoko melihat sebuah cincin yang anggun disana dan nenek menyampaikan ibu mertuanya memperlihatkan itu padanya dikala ia kesudahannya menerimanya sebagai menantu keluarga mereka.
Ia ingin Kahoko mengambil itu, awalnya Kahoko menolak alasannya yakni itu yakni benda berharga milik nenek. Tapi nenek menyampaikan ia mempunyai seruan pada Kahoko.  Ia ingin mulai kini Kahoko melindungi rumah ini dan keluarga mereka menggantikannya.
Kahoko menangis dan bertanya kenapa neneknya menyampaikan hal ibarat itu.
Nenek menyampaikan jikalau itu Kahoko, ia yakin semuanya akan baik-baik saja, alasannya yakni Kahoko yakni satu-satunya yang mengasihi keluarga mereka lebih dari siapapun.
Nenek menyentuh wajah Kahoko dan Kahoko meminta neneknya jangan menyampaikan hal ibarat itu. Kahoko menyakinkan nenek akan hidup lebih usang lagi.
Nenek tersenyum dan berkata, Sesuatu yang menua akan meninggalkan dunia ini lebih cepat.
Kahoko meminta nenek berhenti. Nenek melanjutkan, apapun yang terjadi, tidurlah dengan baik, makan dengan baik dan jangan melepaskan tangan orang yang kamu cintai.
Kahoko dan Hajime menangis mendengar hal itu. Nenek menggenggam tangan Kahoko dan menangis, Kahoko, tolong jaga semuanya. Aku meninggalkan kiprah itu padamu sekarang.
Kahoko menangis dan mengangguk, ia mengerti. Nenek senang mendengarnya dan ia berterima kasih. Nenek kesudahannya sanggup menutup matanya dengan tenang.
Kahoko menyampaikan ia mengasihi neneknya.

Sore itu, rumah nenek sedang berduka. Suasana rumah juga terlihat sedih.
Semalam nenek menghembuskan nafas terakhirya. Keluarga mengelilinginya pagi itu. Mamoru juga datang. ITo ada di luar, tidak berani masuk.
Kakek menatap ke taman kecil mereka, tiba-tiba ia terganggu dengan rumput  yang ada disana dan berusaha mencabutnya. Kahoko menemuinya dan meminta kakek membiarkan hal itu, ia ingin kakek berada di sisi nenek. Tapi kakek menyampaikan ia akan melakukannya sehabis mencabut rumbut itu. Kahoko tetap memaksanya untuk masuk ke rumah.
Kakek kesudahannya menuruti Kahoko. Ia menatap wajah istrinya dan menyentuh tangannya yang dingin. Kakek berterima kasih pada istrinya yang sudah menemaninya hingga dikala terakhir. Ia juga menyampaikan ia mengasihi nenek.
Ia memanggil nama nenek dan berterima kasih berkali-kali, hal itu menciptakan yang ada disana meneteskan air mata kembali.
Narasi ayah Kahoko menyampaikan kakek kesudahannya menyampaikan hal yang tidak sanggup ia katakan semasa nenek masih hidup, yaitu saya mencintaimu.
Ibu Kahoko menangis sedih dan untuk pertama kalinya ayah kesudahannya tidak berkhayal dan mengenggam tangan istrinya.
Kahoko sama sekali tidak menangis dikala itu, Hajime ingin menggenggam tangan Kahoko, tapi ia tak sanggup melakukannya.

Hajime membawa Kahoko ke ruang seni untuk makan, alasannya yakni seharian Kahoko belum makan. Kahoko kehilangan semangatnya, ia bahkan tidak menyampaikan apapun dan tidak memperlihatkan ekspresi apapun sehabis janjkematian neneknya.
Hajime mencoba bersikap biasa dan mengajak Kahoko makan. Tapi Kahoko menolak. Hajime mengingatkan Kahoko pesan neneknya, tak peduli situasi apapun, Kahoko harus makan.
Kahoko menyampaikan ini yakni pertama kalinya baginya, Ia tidak tahu kehilangan orang yang berharga baginya membuatnya kehilangan seluruh tenaganya ibarat ini. Telinganya, matanya, semua indera di tubuhnya seolah menghilang meninggalkan dirinya.
Kahoko terduduk, matanya berkaca-kaca dan menyampaikan jikalau keadaan terus ibarat ini ia tak akan sanggup memikirkan mengenai janji nikah mereka. Ia juga tidak punya rasa percaya diri sedikitpun sanggup melindungi keluarga mereka ibarat yang neneknya harapkan.
Kahoko menangis. Hajime termangu menatapnya.

Hajime kemudian berdiri dan mematikan lampu. Kahoko terkejut.
Hajime tiba-tiba mencari Kahoko dan bertanya beliau ada dimana, Hajime terus memanggil nama Kahoko dan Kahoko bingung, ia menyampaikan kalau ia ada disana.
Tapi Hajime terus mencari-cari Kahoko. Kahoko resah alasannya yakni Hajime jadi aneh, ia mendekati Hajime dan memegang tangannya menyampaikan ia ada disana.
Hajime menyampaikan Kahoko yang ia cari yakni Kahoko yang membuatnya jatuh cinta. Kahoko yang selalu penuh dengan energi, bersemangat, senang ibarat orang kurang cendekia dan Kahoko yang selalu memikirkan orang yang ia cintai. Ia bertanya kemana Kahoko yang itu pergi?
Kahoko termangu menatap Hajime. Hajime menyampaikan ia tahu melindungi keluarga ibarat yang diminta neneknya tidaklah semudah itu, tapi jikalau Itu Kahoko, Kahoko yang dicintai nenek, ia yakin Kahoko sanggup melakukannya. Meski benih yang ditanam tidak tumbuh besok, ia percaya sehabis sebulan atau setahun dari sekarang, bunga akan muncul dari benih itu suatu hari nanti.
Ia menggenggam tangan Kahoko dan meminta Kahoko terus berusaha, tolong-menolong dengannya melaksanakan seruan nenek. Ia juga menyampaikan disaat ibarat inilah mereka berdua harus menikah.
Kahoko tidak mengerti maksud Hajime. Hajime menyampaikan kalau sumpah janji nikah yakni disaat sakit dan sehat, jadi ia pikir sebuah janji nikah yakni sesuatu yang sanggup mereka lakukan kapan saja, dalam situasi apapun pasangan harus saling mencintai. Makara alasannya yakni itu, disituasi ibarat ini, dikala semuanya terasa buruk, dari pada menyerah, akan lebih baik mereka melaksanakan sebaliknya, menghargai situasi ini dan menikah.

Hajime benar-benar yakin akan kata-katanya, Hajime kelihatan sangat serius. Kahoko cukup tersentuh dan ia oke dengan kata-kata Hajime.
Karena Kahoko setuju, Hajime menarik Kahoko dan mereka berdiri berhadapan dibawah sinar rembulan yang masuk di sela-sela jendela ruang seni itu.
Hajime gugup dan meminta Kahoko mengulangi apa yang ia akan katakan, Dalam keadaan sakit maupun sehat, saya bersumpah saya akan selalu mencintaimu.
Kahoko mengikuti Hajime, dalam keadaan sakit maupun sehat, saya bersumpah akan selalu mencintaimu.
DAn segel janji janji nikah yakni sebuah kissu. Makara Hajime mendekat selangkah pada Kahoko, tinggi tubuh mereka berdua sangat cute dan Hajime bersiap mencium Kahoko. Keadaan semakin romantis dikala bibir mereka akan bertemu, hingga sobat Hajime menghancurkan situasiny AHAHHAHAHHAHAHA. Aku udah feeling sih bakal begini wkkwkkwkw.

Teman Hajime masuk ke ruangan dan menyalakan lampu, mereka shock melihat Hajime dan Kahoko di dalam. Hajime dan Kahoko juga terkejut, dan batal kissu T___T
Teman Hajime meminta maaf alasannya yakni sudah menganggu, meski Hajime menyampaikan tak apa-apa, mereka tak lezat dan tetapkan keluar meninggalkan keduanya HAHAHAHAHAH.
Kahoko masih deg degan dan ia menyentuh bibirnya. Suasana jadi awkward diantara mereka berdua. Mereka berdua saling pandang dan tak tahu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Kahoko sendiri kemudian menunduk dan tampaknya ia tersenyum.
Hajime jadi gugup sendiri dan tetapkan menggenggam tangan Kahoko dan berlutut di hadapannya AWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWW!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hajime menatap Kahoko dan berkata, Ayo kita menikah, Nemoto Kahoko-san.
Kahoko menatap Hajime dan menyampaikan hal yang sama, ayo kita menikah, Mugino Hajime-san.
Keduanya saling pandang dan tersenyum bahagia.

-The End-

Komentar:

Ughhhhhh meski udah feeling bakalan diganggu momen itu, tapi tetap aja kesal kenapa kaya drama-drama lainnya, pas mau kissu ada yang tiba LOL
Makara dendam sama teman-teman Hajime, meski mereka nggak salah apa-apa sih. Cuma itu bibir mereka hampir bersentuhan dan kesudahannya nggak jadi HAHAHAHHAHAHAHA.
Karena OTP ini momen romantisnya sanggup dibilang diikit banged, jadi beneran butuh sesuatu yang romantis. Ya meskipun momen mereka nggak romantis juga bikin baper sih, termasuk pelukan di awal episode yang sukses bikin saya heboh sendiri dikala menontonnya HAHHAHAHAHAHA.

Ryoma itu lebih renta 2 tahun dari Mitsuki, padahal kalau seumuran bakalan saya ship HAHAHHAHAHAHA. Apakah alasannya yakni itu nggak ada adegan kissu ya? Masa sih?
TApi saya shipper Mitsuki dan Sakaguchi Kentaro sih, cuma memang kalau udah nonton drama, lupakan ship pertama sejenak ya wkwkkwkwkwkww.
Lagian Mitsuki itu di drama ini imut bangeeeeeeeeeeeeeeed!!!!! Keren banged memang aktinya bagus!
Chemistry-nya dan Ryoma juga menyebar kemana-mana hAHHAHAHAAHA.

Diantara episode 1-9, episode 9 ini yakni yang paling sedih. Meski di episode 8 kemarin saya juga menangis, tapi nggak sebanding dengan tangisan yang keluar di episode 9 ini. Beneran deh, sedih banged!
Aku nggak menyangka penulisnya akan menciptakan nenek meninggal dunia, alasannya yakni saya pikir ini drama yang segar nggak akan ada yang meninggal, tapi penulis ternyata memang kejam T___T.
Tapi berkat itu juga Kahoko jadi lebih cukup umur dan tampaknya ibu akan mendapatkan hubungan mereka sehabis ini.

Aku sangat menyukai cara para ibu kesudahannya berbaikan dengan melihat benda-benda yang ibu mereka simpan, benda-benda berharagnya, milik anak-anaknya.
Aku juga menyukai benda-benda lama, ibarat buku dikala SD yang hingga kini masih tersusun rapi, kadang kalau membuka kembali buku-buku itu bikin kangen, terutama halaman belakang buku yang biasanya nggak pernah kosong, penuh dengan coretan iseng, gambar, bahkan curhatan. Ketawa sendiri kalau membacanya lagi ehheheheheheh.
Tapi memang bener sih, seiring berlalunya waktu, kita akan banyak melupakan sesuatu, dan yang niscaya akan kita ingat yakni kenangan yang membahagiakan dan kenangan menyedihkan, kita jarang melupakan dua kenangan itu, niscaya akan selalu ingat.
Coba deh ingat-ingat masa kecil, niscaya yang diingat yakni sesuatu yang menyenangkan atau menyedihkan, hal-hal sederhana keseharian jarang diingat. Kecuali kalau punya diari, mungkin bakalan ingat dikala kita menulis itu apa yang terjadi HAHAHAHAHA.

Wah nggak terasa tinggal 1 episode lagi.
Aku sudah menonton episode 10 sih, tapi nggak mau spoiler dulu.
Awalnya saya kecewa dengan endingnya lho, tapi ternyata sehabis ditonton baik-baik, endingnya cukup menyentuh ehhhehhee

Continue Reading

More in Dorama

To Top