Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kuragehime Episode 2-1

Dorama

[Sinopsis] Kuragehime Episode 2-1

Aku sudah menonton ulang episode sebelumnya dan episode 2 ini saya menonton 2 kali, tapi saya rasa saya memang nggak salah, sebab Kuranosuke memang sama sekali belum menyebutkan namanya. Para penghuni Amamizukan selalu memanggilnya dengan ‘wanita itu’, bukan namanya, mereka juga entah kenapa nggak ingin tau sama nama Kuranosuke. Aku sendiri nggak mengerti HAHAHHAHAH

Aku sangat menyukai drama ini, entah kenapa menonton ulang terus nggak bosen, menghibur banged pokoknya^^

Sinopsis Princess Jellyfish Episode 1 Bagian 1

Episode 2 dimulai dengan Yoshimi yang berlari menemui teman-teman yang sedang menonton TV, ia membawa sebuah kertas yang berisi perintah dari Mejiro-san (manga-ka yang tinggal di Amamizu-kan tpi nggak pernah kelihatan).
Itu yaitu perintah semoga mereka menuntaskan manga ahad ini dan mereka pun mulai sibuk untuk membantu Mejir-san sebagai asisten. Mejiro-san itu mangaka BL klo ga salah dan Tsukimi dkk biasanya membantu dengan menjadi asisten.
Saat itu, Tsukimi melihat sebuah adegan dimana tokoh dalam manga berpelukan dan ia jadi ingat pelukan dengan Shu waktu itu. Ia mulai mendramatisir bagaimana perasaannya ketika itu dan yang lain nggak terlalu memperhatikan sebab mereka sibuk dengan halaman manga masing-masing.
Chieko kemudian bertanya ada apa dan Tsukimi ingin mengaku kalau adik Kuranosuke memeluknya, tapi ia tak sanggup mengatakannya.

Tiba-tiba Kuranosuke sudah tiba dibelakang Tsukimi dan melanjutkan perkatakan Tsukimi, ia memelukmu dengan sangat erat. Dan Tsukimi eksklusif berteriak dalam hatinya HHAHHAHAAHA.
Yang lain nggak peduli dengan isi pembicaraan Tsukimi dan Kuranosuke, mereka lebih peduli pada daging yang dibawa Kuranosuke dan Kuranosuke menyampaikan pada Tsukimi kenapa membesar-besarkan problem itu, padahal itu hanya sebuah pelukan saja.
Tsukimi sendiri tidak mengerti kenapa ia mengingat itu lagi, padahal itu yaitu pelukan dari seseorang yang menyampaikan kalau ia menjijikan. Tsukimi hingga mencoret manganya sendiri dan Chieko berusaha menghentikannya.
Tapi kemudian TSukimi sadar, mungkin Shu melakukannya sebab ia menangis ibarat orang bodoh, Shu memeluknya semoga jangan berbuat onar disana.
Jiji kemudian berkomentar kalau itu ibarat pelukan majikan pada peliharaannya semoga sanggup tenang. Tsikimi eksklusif menangis lucu mendengarnya dan memeluk Jiji-sama HHAHAHAHAHAHAHHA.

Kuranosuke hanya mendengarkan celotehan Tsukimi dan ia tak mengerti apa yang Tsukimi bicarakan. Tangan Kuranosuke terkena tinta sebab bawah umur pada heboh, jadi ia pergi ke dapur untuk basuh tangan. Hanya saja airnya nggak keluar dan begitu ia mengecek pipa, pipanya bocor dan air eksklusif keluar dan membasahi Kuranosuke.
Kuranosuke ganti baju di kamar Tsukimi, tentu saja ia nggak pake baju dan Tsukimi berusaha menutup matanya dibelakang.
Kuranosuke selari mengeringkan rambutnya, melihat lukisan ubur-ubur milik Tsukimi dan menyampaikan kalau Shu memberitahu alasan kenapa Tsukimi menangis waktu itu.
Jika di versi movie kehadiran Kuranosuke menganggu pelukan keduanya, maka di versi drama, Tsukimi sadra duluan dan sebab malu, ia pergi ke toilet. Waktu itulah Kuranosuke tiba dan menendang b*k*ng adiknya HAHHAHAHAHA, ia bertanya apa yang dilakukan Shu pada Tsukimi.
Shu mencoba menjelaskan kalau Kuranosuke salah paham, ia menyampaikan Tsukimi teringat mendiang ibunya ketika melihat ubur-ubur yang ada disana.
Kembali ke ketika sekarang, Kuranosuke menyampaikan kalau Tsukimi ternyata kesepian selama ini dan ia tahu bagaimana perasaan Tsukimi. Kuranosuke kemudian sibuk mengenakan baju sumbangan dari Tsukimi dan bahkan akan buka celana disana, untungnya Tsukimi menghentikannya dan segera kabur HAHAHAHAHHA.
Kuranosuke ini orangnya aneh, terang itu Tsukimi cewek, masa buka bukaan dihadapannya. Dan juga Kuranosuke ini normal lho, ia suka sama wanita, cuma ia hobi croosdressing aja XD

Yang lain sedang mengepel lantai dan mereka terkejut sebab butuh 200.000 yen untuk memperbaiki pipa air itu. Mereka menuntut Kuranosuke yang membayarnya, sebab ia yang merusaknya. Kuranosuke merasa nggak bersalah sebab ia cuma ingin basuh tangan tapi pipanya ternyata bocor.
Mayaya memperhatikan Kuranosuke yang menggunakan pakaian milik Tsukimi dan Kuranosuke mengamankan dadanya, takut tertangkap lembap HAHHAHHAAHHA.
Jiji khawatir, mereka nggak sanggup masak kalau nggak ada air dan Chieko menyampaikan mereka harus memperbaikinya secepat mungkin. Makara mereka patungan, dan mengeluarkan tabungan masing-masing.
Sayangnya walaupun dijumlahkan, nggak nyampe 5000 yen HAHAHHAAHAHA.
Kuranosuke shock banged melihat mereka nggak punya simpanan. Tsukimi menyampaikan mereka tidak punya penghasilan lain selain uang kiriman dari rumah diakhir bulan.

Kuranosuke protes sebab mereka hanya otaku dan kemudian ingat kalau otaku biasanya niscaya punya koleksi, jadi Kuranosuke masuk ke salah stau kamar, kamar Chieko dan menemukan banyak boneka bawah umur khas Jepang disana. Kuranosuke berfikir mereka harus menjual itu dan mengambil salah satu boneka. Chieko eksklusif berteriak menolak, sebab bineka itu, Sakurako sudah ibarat keluarga baginya HAHAHHAHAHAAHHAHA.
Yang lain juga mencoba menahan Kuranosuke untuk mengambil barang kesayangan mereka. HAHAHAHAA

Tapi memang nggak ada cara lain, jadi mereka terpaksa mengumpulkan barang dengan berat hati dan membuka stand untuk jualan. Lebih tepatnya, Kuranosuke yang jualan sementara yang lain meringkuk ketakuan dibelakang, sebab mereka tak biasa dengan orang ramai. Sayangnya barang itu abnormal semuanya jadi nggak ada yang tertarik.
Kemudian ada anak muda yang lewat dan mulai menggosipkan mereka, terutama Banba si kribo. Yang lain jadi nggak tahan lagi tetap disana dan memutuskan untuk kabur. Kuranosuke berhasil menahan Tsukimi untuk tetao tinggal disana hHAHAAHAHA.
Kemudian tiba-tiba ada pasangan ibu dan anak yang tertarik dengan boneka ubur-ubur buatan TSukimi dan membelinya. Remaja lain melihat boneka itu dan berdasarkan mereka itu lucu, jadi mereka juga membelinya.
Kuranosuke kemudian menemukan ilham lainnya dan meminta TSukimi menciptakan design yang lebih banyak. Ia juga berfikir sangat disayangkan kalau hanya dijual di stand, ia berniat menjualnya di internet.

Dan begitulah Kuranosuke menjadi pengawas mereka untuk menciptakan bermacam-macam boneka ubur-ubur. Tsukimi bertugas menciptakan design, Chieko dan Banba bertugas menjahir, Mayaya mengisi busa dalam bonekanya sementara Jiji bertugas mengupload ke website.
Kuranosuke benar-benar bersemangat dengan hal itu, ia bahkan melarang mereka tidur sebelum menciptakan sebanyak 100 buah. Mereka begadang semalaman dan pagi harinya, boneka yang mereka jual di internet sudah sold out. Mereka cukup terkejut sebab boneka itu populer, mereka bahkan mendapat uang 50ribu yen dari menjual boneka-boneka itu.
Tapi untuk biaya perbaikam pipa air, mereka harus menciptakan setidaknya 300 boneka lagi dan yang lain eksklusif pingsan sebab kelelahan HAHAHAHHAHAHA.
Toba-tiba Chieko tiba dan menyampaikan kalau mereka tak perlu melaksanakan itu, sebab ia sudah menjual Sakurako dengan harga 150rbu yen. Yang lain merasa tak yummy sebab tahu Chieko sangat menyukai Sakurako. Chieko menyampaikan ia sangat suka melihat orang yang bekerja keras dan ia tersentuh melihat semuanya.
Jiji menyampaikan ini pertama kalinya mereka menghasilkan uang dengan sesuatu yang mereka buat dan semuanya kelihatan bahagia dan tersenyum.
Kuranosuke bahagia melihat problem sudah teratasi, ia kemudian meninggalkan Amamizu-kan untuk mandi dan tidur. Chieko melihat kepergian Kuranosuke dan menyampaikan kalau tampaknya sekali-kali mereka harus mendengarkan perkataan ‘wanita trendi’ itu.
Banba tak setuju, menurutnya Kuranosuke bersikap baik untuk sanggup bersahabat dengan mereka. Mayaya setuju, jikalau mereka mempercayai Kuranosuke, Kuranosuke sanggup saja mengendalikan mereka.
Tsukimi sendiri hanya termangu mendengarkan mereka dan berfikir.

Kuranosuke kembali ke rumah sambil mengendap-endap, tapi ketika tahu ayah tak dirumah, ia lega dan mulai bersikap biasa.
Shu ada di ruang tamu dan protes sebab Kuranosuke masih berkeliaran dengan pakaian ibarat itu.
Ayah mereka pergi ke luar kota dan Kuranosuke bertanya kenapa Shu tidak ikut. Shu menyampaikan kalau ia punya kiprah lain, ia harus ikut rapat untuk planning pembangunan kota Amamizu.
Kuranosuke tidak tahu apa itu dan Shu memberikan proposalnya pada Kuranosuke. Shu terkejut melihatnya dan eksklusif mengkhawatirkan Amamizu-kan. Shu menyampaikan kalau pemerintah akan membangun hotel di sana. Kuranosuke terkejut.
Shu kemudian mulai membicarakan mengenai Tsukimi, ia bertanya apa pendapat Tsukimi tentangnya sesudah kejadian itu, apakah Tsukimi bertanya tentangnya atau bagaimana. Shu sudah malu-malu duluan, tapi begitu ia melihat ke arah Kuranosuke, Kuranosuke sudah menghilang AHHAHAHHAHAHAHAH. Malah ibunya Shu yang berdiri disana XD

Penghuni Amamizu-kan sedang pesta Sukiyaki ketika Kuranosuke tiba dan menyampaikan ini bukan saatnya untuk makan. Ia menyuruh mereka meletakkan masakan dan semuanya menurut. Kuranosuke kemudian membuka proyek pembangunan kota Amamizu itu dan menyampaikan kalau kawasan ini nantinya akan dibangun sebuah hotel, apakah mereka tak keberatan dengan hal itu. Yang lain hanya membisu dan Kuranosuke tak mengerti kenapa mereka tidak terkejut, ia mengingatkan kalau Amamizu-kan akan menghilang.
Akhirnya Banba dan Mayaya tertawa dan menyampaikan tidak apa-apa. Tsukimi menyampaikan itu masih dalam tahap perencanaan dan niscaya ada yang menolak nantinya. Yang lain juga nggak begitu kelihatan khawatir sebab mereka tak berencana pindah.
Tiba-tiba Chieko meminta maaf pada semuanya, bekerjsama ada yang ia rahasiakan. Ia menyampaikan kalau beberapa hari yang kemudian ibunya menelpon dan menyampaikan akan menjual Amamizu-kan (Ibu Chieko yaitu pemilik Amamizu-kan).
Semuanya tentu saja terkejut dan bertanya kenapa Chieko membisu saja. Alasan Chieko sih mudah, sebab ia lupa HAHAHHAHAHAHA.

Kuranosuke menyampaikan kalau semua yang tinggal disana yaitu otaku, apa yang akan mereka lakukan kalau Amamizu-kan lenyap? Apakah mereka akan baik-baik saja jikalau tak tinggal bersama?
Yang lain termangu dan kemudian berkata kalau mereka ingin tinggal bahu-membahu dan tak punya pikirna untuk tinggal bersama orang lain. Kuranosuke menyampaikan ketika ini ada pertemuan di balai kota dan ia ingin mereka semuanya pergi ke sana untuk memberikan pendapat alias menolak pembangunan kota.
Yang lain termangu lagi, sebab mereka tak suka keramaian apalagi perkumpulan ibarat itu. Tapi kemudian Jiji-san mulai bicara dan mengajak semuanya untuk pergi, mereka harus melindungi rumah mereka.
Yang lain tersentuh dan baiklah untuk pergi.

Tapi lucunya, yang pergi hanya berempat dan Jiji-san nggak ikut HAHAHHAHHAAHAH. Mereka sadar pas dipintu masuk dan Tsukimi ingat ini yaitu waktu Jiji nonton drama LOL.
Di dalam sangat ramai, mereka jadi gugup dan takut, jadi mereka memutuskan untuk tidak ikut dan akan pulang. Tapi pihak pembangunan kota sudah ada dibelakang mereka dan menyampaikan program akan segera di mulai, mereka harus masuk. Tsukimi melihat ke kawasan duduk kosong dan shock sebab SHu ada disana.
Bapak itu harus menutup pintu jadi ia mendorong mereka masuk. Yang lain tak mau duduk disamping orang asing dan mendorong Tsukimi untuk duduk duluan. Tsukimi dan Tsukimi duduk sempurna disamping Shu, lebih tepatya ia jatuh di meja dan Shu hingga kaget melihatnya.

Tsukimi deg degan banged, jantungnya tak mau berhenti. Setelah ia merasa damai sedikit ia menyapa Shu tapi dengan bunyi keciiiiiil banged, jadi Shu tidak mendengarnya dengan jelas. Shu sendiri nggak mengenal Tsukimi dan malah bertanya pada mereka kenapa Tsukimi nggak ikut HAHHAHAHAHA.
Tsukimi ingin menjelaskan siapa dirinya, tapi lampu tiba-tiba mati, sebab program akan dimulai.
Inari-san yaitu perwakilan dari pihak pembangunan kembali kota Amamizu dan ia berdiri di panggung untuk memulai presentasinya. Anak-anak Amamizu-kan tidak menyukainya dan memanggilnya penyihir wanita, Banba dan Mayaya mulai bergosip ketika Inari bicara dan itu menciptakan Inari kesal.
Inari kemudian mencoba bersikap manis dan menyuruh mereka diam, kalau ada yang mau dikatakan, mereka sanggup bicara. Tapi  tentu saja Mayaya dan Banba membisu saja, sementara Inari terus menyuruh mereka bicara dengan gaya bicaranya yang memaksa dan kesal, tapi tentu saja nggak kelihatan HAHAHAHAHA.
Karena takut dan juga malu dengan pandangan orang-orang, bawah umur Amamizukan memutuskan kabur dari kawasan itu, termasuk Tsukimi.

Hari hujan deras dan mereka berempat berlari ngos-ngosan. Mereka kesla sekali sebab perempuan jahat itu mempermalukan mereka disana. Chieko sendiri menyalahkan Mayaya dan BAnba, itu sebab mereka berdua bicara ketika Inari sedang bicara.
Chieko kemudian sadar kalau ia melupakan payungnya di balai kota dan Tsukimi menunjukkan diri untuk mengambilnya.

Inari yaitu perempuan berwajah dua, ia kelihatan baik tapi bekerjsama ia ular berbisa. Ia bahagia sebab dalam pertemuan hari ini, Koibuchi Junior alias Shu hadir. Inari memang mengincar Shu semenjak awal, sebab Shu yaitu anak dari konglomerat Koibuchi. Ia berniat merayu Shu semoga proyek pembangunan kota lancar. Intinya sih, kalau Shu sudah ada di tangannya dan menjadi pendukungnya, ia yakin warga Amamizukan lain tidak akan menolak pembangunan kota. Sepertinya sih keluarga Koibuchi yaitu keluarga kuat disana, keluarga paling kaya dan bekerja di pemerintahan. Kalau nggak salah ayahnya akan mencalonkan diri menjadi walikota selanjutnya, atau sudah jadi ya? HAHAAHHAHA.

Tsukimi berlari menembus hujan menuju balai kota untuk mengambil payung Chieko, tapi dalam pikirannya, ia memikirkan Shu yang ketika itu sama sekali tidak memandangnya dan hanya fokus pada perempuan bagus dipanggung, yaitu Inari-san.
Tsukimi menyadari kalau ia sangat kecewa dengan hal itu. Dan begitu Tsukimi tiba di balai desa, ia terkejut melihat Shu membukakan payung untuk Inari. Ia melihat keduanya berjalan dibawah payung yang sama. Tsukimi patah hati.

Kuranosuke menunggu Tsukimi di Amamizukan sambil bertanya pada Kurara/Clara kenapa Tsukimi belum pulang juga, sebab yang lain sudah tiba di rumah.
Tiba-tiba Tsukimi membuka pintu, badannya lembap kuyup. Kuranosuke menyapanya dan bertanya kenapa Tsukimi bahsah kuyup begitu. Tsukimi tak menjawab dan hanya berjalan menuju kamarnya, kemudian mengunci pintu.
Kuranosuke heran melihat Tsukimi dan bertanya apakah terjadi sesuatu di balai kota tadi?
Yang lain menyampaikan Tsukimi menunjukkan diri mengambil payung Chieko. Kuranosuke kemudian bertanya apakah mereka sudah protes di pertemuan tadi dan yang lain mulai mencari alasan untuk menghindari pertanyaan itu.
Melihat perilaku mereka, Kuranosuke sudah tahu kalau tadi mereka membisu saja. Ia bertanya kenapa mereka tak bicara?
Banba bergumam kenapa bukan Kuranosuke saja yang bicara. Kuranosuke mengingatkan kalau ia tak tinggal di Amamizukan, tentu saja pendapatnya nggak akan didengar.

Kuranosuke khawatir melihat mereka dan juga Tsukimi. Ia mencoba mengetuk kamar TSukimi tapi Tsukimi membisu saja. Tsukimi masih shock dengan apa yang ia lihat tadi dan ia bahkan tiduran di lantai sebab shock. Ia tak peduli Kuranosuke yang terus mengetuk kamarnya.
Kuranosuke kesal sebab Tsukimi tidak membuka pintu. Ia kemudian mulai menjauh dari pintu, dan berlari menuju pintu Tsukimi, untuk mendobraknya dengan kakinya, sayang banged, pintunya terlalu keras dan Kuranosuke malah kesakitan HAHAHHAAHAHAHAHAHA.
Karena diluar ribut banged dengan Kuranosuke yang berteriak kesakitan dan yang lain yang mengkhawatirkan Kuranosuke, Tsukimi kesudahannya membuka pintu dan bertanya apa yang mereka lakukan.

Shu dan Inari tiba di suatu tempat, bar?
Shu bekerjsama hanya mengantar Inari, sebab Inari tidak punya payung. Tapi tentu saja itu strategi Inari untuk bersahabat dengan Shu. ia bahkan sengaja membersihkan jas Shu yang terkena air hujan.
Kemudian entah itu akting atau beneran, seseorang menelponnya dan membatalkan janji. Inari sengaja bicara dengan nada keras dan manja, mengeluh apa yang harus ia lakukan, sebab pesanananya tak sanggup dibatalkan.
Shu mengerutkan kening mendengar hal itu. Inari sendiri menyampaikan pada orang dibalik telpon kalau ia akan mengajak orang lain saja dan mata Inari eksklusif tertuju pada Shu/
Shu shock dan berusaha kabur, tapi Inari berhasil menahannya HAHAHHHAAHHA.

Kuranosuke sendiri memarahi bawah umur Amamizukan sebab mereka tak mau melaksanakan sesuatu demi Amamizukan, padahal ini yaitu rumah mereka. Saking marahnya, Kuranosuke mengeluarkan bunyi prianya dan Chieko menyadari itu, tapi Kuranosuke tak peduli.
Kuranosuke kemudian menyampaikan kalau ia akan pulang dan selama ia pulang, ia ingin mereka mandi dan mengganti pakaian lusuh mereka, ia akan melaksanakan sesuatu pada mereka.
Mayaya selesai mandi dan ketika ia berjalan di lorong, ia melihat sesuatu di lantai, itu yaitu boneka Tuan Ryoho-nya yang berharga dan boneka itu diikat benang, tentu saja oleh Kuranosuke, semoga Mayaya mengikuti boneka itu dan masuk ke sebuah ruangan.
Yang lain melihat Mayaya masuk ke ruangan itu dan terkejut mendengar mayaya berteriak-teriak di dalam ruangan itu.
Karena khawatir, mereka saling menyuruh untuk membuka pintu, tapi tak ada yang berani. Tsukimi jadi korban sebab ia yaitu maknae disana.
Saat Tsukimi membuka pintu, Tsukimi melihat ke dalam dan menutupnya lagi. Yang lain bertanya ada apa di dalam?
Tsukimi menyampaikan tampaknya ada orang asing disana.
Yang lain tentu saja terkejut sebab itu yaitu ruang kimono milik Chieko, tak mungkin ada orang asing disana. Makara mereka berempat membuka pintu.

Mereka berempat masuk ke dalam kamar dan terkejut dengan apa yang ada di hadapan mereka.
Disana ada seorang gadis tak dikenal dan Kuranosuke. Gadis itu yaitu Mayaya yang sudah didandani oleh Kuranosuke. Awalnya mereka ragu kalau perempuan modis itu yaitu Mayaya, tapi Mayaya masih dengan gayanya yang khas.
Kuranosuke kemudian bersemangat untuk mendandani mereka semuanya.
Dan begitulah, para Amars Amamizukan mulai berdandan modis banged, kecuali Chieko yang masih dengan kimononya. Ia agak protes sih kenapa hanya ia yang masih berpakaian sama.
Kuranosuke menjelaskan gaya berpakaian Chieko sudah bagus dengan kimono. Jika Chieko ada diantara anak Amamizukan yang tidak dandan, Chieko kelihatan sama dengan mereka, seorang otaku. Tapi jikalau Chieko ada diantara anak Amamizukan yang berdandan, Chieko berkembang menjadi perempuan kaya yang mengenakan kimono, meski pakaiannya sama AHHAHAAHHA. Intinya, image Chieko akan berubah kalau gaya bawah umur lain diubah, jadi Chieko nggak perlu dandan LOL.

Kuranosuke menjelaskan mereka hanya butuh 1 set pakaian untuk sebuah perubahan yang dramatis. Ia tidak memaksa mereka untuk mengubah gaya mereka, tapi ia hanya ingin mereka tahu kalau mereka tak akan sanggup melawab musuh dengan tampil apa adanya. Fakta memang menyedihkan, tapi itu benar bahwa di zaman kini ini masyarakat menilai sesuatu dari penampilannya. Tampil trendi yaitu senjata bawah umur Amamizukan untuk melawan musuh.
Tsukimi tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kuranosuke dan Kuranosuke menyampaikan ia akan mencegah lenyapnya Amamizukan.
Tsukimi bertanya bagaimana Kuranosuke akan melakukannya dan Kuranosuke berfikir sejenak dan menyampaikan ia belum menemukan caranya HAHAHAHAHAHA.
Banba kesal dan mulai menyerang Kuranosuke dengan kepalanya, Kuranosuke eksklusif sanggup menangkapnya dan bawah umur Amamizukan mulai bercanda dengan Kuranosuke.
Tsukimi tersenyum melihatnya. Tsukimi kemudian menyadari kalau tadi ia duka banged, tapi kini melihat teman-temannya teryawa, ia melupakan kesedihannya.

Shu ada di kafe bersama Inari, mereka mengobrol mengenai pembangunan kota dan bla bla bla.
Kemudian ada yang menelpon Shu dan Shu harus meninggalkan kawasan duduknya sebentar. Setelah Shu pergi, INari yang manis berkembang menjadi Inari yang berwajah kesal sebab Shu sama sekali tidak menyentuh alkoholnya. Inari sengaja memesan alkohol semoga Shu minum dan mabuk.
Karena planning itu gagal, ia terpaksa menggunakan planning andalannya dan itu menciptakan sekretarisnya takut. Aku pkir Inari akan menggunakan obat tidur atau sesuatu ibarat itu, ternyata ia malah mengeluarkan sebuah kalung hipnotis dan menghipnotis Shu HAHAHAHAHA.
Lucunya, Shu benar-benar tidur hanya dengan beberapa detik mantranya, hingga Inari juga shock melihatnya XD

Inari dan sekretarisnya membawa Shu ke kamar hotel dengan susah payah, si sekretaris tak percaya kalau Inari berguru hipnotis untuk misinya AHHAAHAHA.
Ia sendiri khawatir Inari akan melaksanakan sesuatu yang gawat jadi ia mengingatkan Inari jangan melaksanakan sesuatu yang berlebihan.
Setelah sekretarisnya keluar, Inari mulai membuka bajunya dan tidur bersahabat Shu.
Keesokan harinya, Shu terbangun dari tidurnya dan shock melihat Inari ada disampingnya. Inari sendiri senyam senyum dan mencium Shu, Shu shock banged dan eksklusif mendorong Inari sehingga Inari jatuh dari kawasan tidur HAHAHAHAAAHHAHA.
Shu eksklusif kabur, ia mengambil pakaiannya dan meninggalkan Inari yang shock dengan perlakukan Shu HAHAHAAHAHA.

Continue Reading

More in Dorama

To Top