Connect with us

Locafest.co.id

Sinopsis Love For A Thousand More Episode 8

Uncategorized

Sinopsis Love For A Thousand More Episode 8

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: NAVER tvcast

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Love for a Thousand More Episode 7

Mi Jo udah lebih tenang. Ia dan Joon Wo duduk bersama di atap. Joon Wo pernah bilang ada seorang perempuan yang pernah menyelamatkannya. Sebenarnya Joon Wo nggak pernah menceritakannya pada siapapun, kecuali pada Mi Jo. Karena Joon Wo merasa orang niscaya bakalan bilang kalo beliau gila. 

Joon Wo menatap wajah Mi Jo. Ia percaya padanya. Joon Wo berterima kasih. Mi Jo mengangguk sambil tersenyum kecil. Dan permainan pohon tempo hari, itu yaitu permainan bohong. Tapi Joon Wo serius. Ia menyukai Mi Jo

Joon Wo melepaskan kalung yang melingkar di lehernya. Ia memberikannya pada Mi Jo. Dari dulu ia ingin memberikannya pada orang yang ia suka. Alasannya tetap hidup. Mi Jo tertegun menatap cincin yang di kalung Joon Wo. Beberapa tahun yang kemudian Mi Jo menyampaikan sebuah cincin giok pada seorang anak lali-laki. 

Mi Jo bertanya apakah Joon Wo anak kecil waktu itu? Joon Wo nggak tahu apa yang dikatakan oleh Mi Jo. Mi Jo meminta maaf. Ia merasa terlalu lelah hari ini. Mi Jo main pergi gitu aja tanpa memperdulikan Joon Wo. Joon Wo tampak kebingungan dengan perubahan perilaku Mi Jo.
(Tidak peduli wacana masa lalu)
Flashback…

Mi Jo menggendong seorang anak laki-laki yang tengah terluka memasuki rumah sakit. Ia menidurkannya dan menatap wajahnya dalam-dalam. 
Flashback end…

Mi Jo duduk bersama teman-temannya. Ia mengeluh kenapa harus Joon Wo? Ia bahkan belum mengakui perasaannya pada Joon Wo. Temannya yang gendut menyampaikan kalo itu bukanlah hal yang buruk. Itu artinya mereka dapat hidup bersama-sama. Apa yang salah? Mi Jo menyampaikan kalo semua itu nggak mungkin. Mereka semua pada nanya kenapa enggak? Pria yang berkacamata menyampaikan kalo nggak duduk masalah selama mereka saling mencintai. Itu… Mi Jo menyampaikan kalo awalnya ia akan bahagia, tapi seiring berjalannya waktu…ia akan dtinggal sendirian. Mi Jo mengatakannya sambil membayangkan dirinya mengambil foto dengan seorang pria. Makin usang laki-laki itu makin renta sampai akibatnya Mi Jo mengambil foto sendiri alasannya yaitu laki-laki itu telah tiada.

Mi Jo berjalan dengan wajah murung. Joon Wo yang telah menantinya pribadi bangun dan menghampirinya begitu melihat beliau datang. Joon Wo bertanya Mi Jo dari mana aja. Joon Wo bertanya kapan konseling Mi Jo selesai? Joon Wo mengajaknya makan. Mi Jo menyampaikan kalo selesainya jam 1 malam. 

Joon Wo memperlihatkan untuk menonton film. Mi Jo dengan dinginnya berkata kalo beliau udah menontonnya. Joon Wo melarangnya berbohong. Mi Jo menyampaikan kalo beliau udah menonton semuanya. Joon Wo masih melarangnya bohong. Kalo gitu Joon Wo menawari Mi Jo minum. Mi Jo menyampaikan kalo beliau udah berhenti minum. Joon Wo kemudian ngajak jalan-jalan. Mi Jo bilang beliau lelah. Joon Wo kemudian merasa kalo Mi Jo nggak menyukainya. 

Mi Jo akan menyampaikan yang sejujurnya. Akan menyenangkan kalo Joon Wo menjauh darinya. Joon Wo pribadi kehilangan senyumnya. Kalo gitu ia ngajak Mi Jo main permainan pohon. Ia akan menunggunya. Joon Wo pribadi meninggalkan Mi Jo tanpa memberinya kesempatan untuk menolak. Mi Jo terdiam.

Joon Wo menunggu Mi Jo di bawah pohon sambil mendengarkan lagunya. Tiba-tiba Yeon Ji tiba dan menanyakan apa lagu mereka udah selesai? Joon Wo beetanya kenapa Yeon Ji ada di sana? Yeon Ji menyampaikan kalo ia di suruh Mi Jo Eonnie. Joon Wo kecewa mendengarnya. 

Yeon Ji nggak tahu loh ada kawasan kayak gini. Ia nanya ngapain Joon Wo disana, di pohon renta ini. Joon Wo narah alasannya yaitu Yeon Ji menyebut pohon tua. Pohon itu berarti baginya. Yeon Ji nanya pohonnya kenapa? Nggak ada, pungkas Joon Wo. Suasana di antara mereka jadi kikuk setelahnya. 

Mi Jo tengah memandangi sebuah cincin giok. Ia bilang lupakan. Ia telah melaksanakan hal yang benar. Tiba-tiba terdengar Jason memanggil namanya. Jason melambai dari tempatnya. Mi Jo tersenyum melihatnya. Ia berdiri dan menghampirinya. 

Hari sudah malam ketika Jason dan Mi Jo jalan-jalan. Jason mengaku mendapat banyak uang dengan berjualan gelang kuno. Apa Mi Jo nggak tahu betapa kayanya dia? Jason nggak lagi membuang tutup yogurt. Mi Jo tersenyum mendengarnya. Jason juga menyampaikan nggak lagi menyisakan ramen. Dan apa Mi Jo tahu? Dia menghabiskan semua ayam goreng. Jason bertepuk tangan saking girangnya. 

Mi Jo bertanya apa Jason nggak penasaran? Jason menatap Mi Jo seolah bertanya kenapa? Mi Jo menanyakan masa lalunya. Orang menyerupai apa. Apa yang menciptakan Jason hidup abadi menyerupai itu? Kenapa ia dapat melupakan segalanya. Jason tersenyum mendengarkan pertanyaan Mi Jo. Itu alasannya yaitu motto-nya ‘harus tetap semangat’. Itu semua nggak penting baginya. Oh gitu? Kaprikornus itu yang membuatnya selalu bahagia. Ya gitu, deh! Tutur Jason. Mi Jo merasa iri. Ia ingin hidup menyerupai Jason juga dan melupakan semuanya. 

Mi Jo melihat Joon Wo bersama Yeon Ji dan Hyeong Sik. Hyeong Sik melambai padanya. Jason juga ikutan melambai sambil memanggil mereka Hip Hop brother. Joon Wo dan Mi Jo saling buang muka. 

Yeon Ji mengebali Jason sebagai sahabat eonnie. Kaprikornus beliau Jason??! Yeon Ji nggak percaya ketika melihatnya di kawasan Mi Jo eonnie kemarin. Jason tahu fia kan? Yeon Ji. 

Jason menangkap dari cara bicara mereka bertiga… Ada apa dengan mereka bertiga malam ini. Mereka bertiga terdiam. Jason menunjuk Joon Wo yang terlihat serius. Jason bertanya apa mereka terlibat cinta segitiga? Yeon Ji malah tanya apa terlihat begitu? Mi Jo dan Joon Wo saling curi pandang. Joon Wo yng udah nggak tahan menentukan untuk pergi. Mereka pada ngelihatin Joon Wo yang tampak abnormal malam itu. Yeon Ji tetapkan untuk mengikutinya. Mi Jo juga ikutan pamit pada Jason. 

Yang tersisa hanya Hyeong Sik dan Jason. Hyeong Sik protes. Apa-apaan, nih? Kok beliau di abaikan? Hyeong Sik mengungkapkan sebuah pepatah lama. ‘Aku sangat menyukai ini. Tak diharapkan oleh orang lain’ Jason Memperhatikan tiga orang yang saling mengejar. Sepertinya mereka yang lebih tampak sedang mengalami cinta segitiga. 

Yeon Ji meminta Joon Wo berhenti. Ia ingin bicara padanya. Yeon Ji mempercepat langkahnya dan berdiri dihadapan Joon Wo. Yeon Ji ingat sewaktu jalan bareng Joon Wo. Joon Wo melihat Mi Jo dengan Jason sedang bersama. Joon Wo nggak pernah melihat Mi Jo tersenyum kayak gitu sebelumnya. Yeon Ji menerka kalo Joon Wo…menyukai Mi Jo Eonnie. 

Joon wo merasa nggak harus menjawab pertanyaannya. Yeon Ji tampak kecewa mendengarnya. Ia ini apa? Sudah 3 tahun. Tiga tahun. Yeon Ji menyukainya semenjak pertama kali bertemu. Dan alasannya yaitu Joon Wo ia mulai menekuni dunia musik.  Tapi mereka disana gres sebulan. Kenapa harus dia? Kenapa Mi Jo dan bukannya dirinya? Yeon Ji merasa ia sama menyerupai Mi Jo. Bahkan Yeon Ji merasa dirinya lebih baik. Joon Wo terdiam. Ia nggak tahu mesti ngomong apa. Diam-diam Mi Jo memperhatikan mereka dari kejauhan. 

Mi Jo menemui Yeon Ji. Ia meminta maaf. Ia nggak dapat menepati janjinya. Yeon Ji bertanya-tanya alasannya yaitu inikah Joon Wo nggak menyukainya. Dia bahkan nggak pernah melihatnya. Kenapa Joon Wo mengabaikannya. Setelah ia pikir-pikir, orang yang Joon Wo perhatikan bukanlah dirinya. Jika Mi Jo benar-benar menyesal. 

Yeon Ji memintanya menyampaikan sesuatu. Apa yang sebetulnya terjadi dan gimana perasaannya. Mi Jo harus menyampaikan sesuatu. Mi Jo meminta maaf lagi. Dia merasa masih nggak tahu caranya membuka hatinya buat orang lain. Kalo beliau melanjutkan kekerabatan dengan Joon Wo, niscaya akan ada uyang tersakiti. Mi Jo udah memikirkannya. Ia merasa semuanya akan baik-baik aja kalo beliau pergi. 

Yeon Ji bangun dan mau meninggalkan Mi Jo. Mi Jo menyampaikan kalo ia ngerti kalo Yeon Ji nggak dapat maafin dia. Tapi Yeon Ji nggak boleh lupa, ia udah mengatakannya pada Yeon Ji. Dia yaitu gadis yang baik. 

Mi Jo duduk di atap. Joon Wo tiba dan ia berniat pergi. Joon Wo menghadangnya. Kenapa Mi Jo terus menghindarinya. Mi Jo mengelak, enggak kok. Apanya yang enggak? Mi Jo kini sedang menghindarinya. Mi Jo masih bilang enggak. Ia pergi ninggalin Joon Wo. 

Joon Wo minta Mi Jo mengatakannya kalo beliau nggak menyukainya. Dengan begitu ia dapat menjauh darinya. Mi Jo berbalik dan berkata ‘ya’ dengan tegas. Ia sudah mengatakannya. Ia nggak menyukainya. Apa Joon Wo nggak ngerti? 

Joon Wo malah merasa Mi Jo sedang berbohong. Tapi ia benar-benar akan menjauh darinya. Joon Wo nggak ingin seseorang yang munafik menyerupai Mi Jo. Joon Wo meletakkan bawaannya dan meninggalkan Mi Jo. Mi Jo terdiam. Ia melihat apa yang ditinggalkan oleh Joon Wo. Itu yaitu lagu ciptaan Joon Wo.

Setelah hari itu, Mi Jo selalu mendengarkan lagu itu kemanapun ia pergi. Sama menyerupai Mi Jo, Joon Wo juga selalu mendengarkan lagu itu kemana-mana. Hingga suatu hari mereka berada berseberangan di antara zebra cross. Mi Jo udah mau nyapa tapi Joon Wo lebuh menentukan berbalik dan nggak mau melihat Mi Jo. Mi Jo mau menyusulnya dan nggak melihat kendaraan beroda empat dari arah lain. Mobil itu menabraknya. Joon Wo pribadi melempar headphone-nya dan berlari menuju Mi Jo. Mi Jo udah nggak sadarkan diri. Ia menyebut Mi Jo udah gila. Kenapa? Kenapa beliau melakukannya. 

Pengendara kendaraan beroda empat itu keluar dari mobilnya dan menghampiri Mi Jo. Ia minta Mi Jo membuka matanya. Dia mengenali Mi Jo dan bertanya apa ia baik-baik aja? Mi Jo membuka matanya dan seketika lukanya sembuh. Orang yang menabraknya terkejut menyaksikannya. Mi Jo nggak tahu harus berbuat apa. Lebih-lebih Joon Wo juga menyaksikan hal itu. Akhirnya ia hanya dapat memejamkan matanya kembali. Berharap semuanya nggak pernah terjadi.
Bersambung…
Komentar:
Sedih pas lihat Mi Jo akibatnya menjauhi Joon Wo alasannya yaitu masa lalu. Joon Wo sendiri malah nggak ngerti kenapa Mi Jo tiba-tiba menjaga jarak dengan dia. Ngerti sih sama apa yang dipukirin Mi Jo tapi melihat pas beliau kecelakaan, secara nggak pribadi ngasih tahu kalo mereka masih saling menyimpan perasaan satu sama lain. 
Dan Yeon Ji, meski itu berat buat dia, tapi seenggaknya kini beliau udah tahu kalo Joon Wo sama sekali nggak dapat membalas perasaannya. Yang namanya di tolak emang nyakitin awalnya tapi lama-lama beliau niscaya dapat ngerti bahwa di tolak lebih baik daripada digantungin. Kan dapat TP TP lagi.
Penasaran sama apa yang bakal dipikirin sama Joon Wo sehabis bencana itu. 

Continue Reading

More in Uncategorized

  • Uncategorized

    Biodata Jung Yoo Jin

    By

    Biodata bintang film Hwang Sun Ah di Moorim School Biodata Jung Yoo Jin DETAIL PROFIL JUNG...

  • Uncategorized

    Biodata Han Ye Seul

    By

    Biodata bintang film Go Hye Rim di Madame Antoine Biodata Han Ye Seul DETAIL PROFIL HAN...

  • Uncategorized

    Biodata Sung Joon

    By

    Biodata pemeran Choi Soo Hyun di Madame Antoine Biodata Sung Joon DETAIL PROFIL SUNG JOON: Nama...

  • Uncategorized

    Biodata Jung Jin Woon

    By

    Biodata pemeran Choi Seung Chan di Madame Antoine Biodata Jung Jin Woon DETAIL PROFIL JUNG JIN...

  • Uncategorized

    Biodata Jang Na Ra

    By

    Biodata Jang Na Ra (Pemeran Drama One More Happy Ending) Demam drama Korea sampai ketika ini...

To Top