Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 11 Part 1

Hwang Jung Eum

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 11 Part 1

Siap-siap oksigen guys! Oksigen! HAHHAHAHAHAH
Karena episode 11 terlalu manis, tidak baik bagi kesehatan wkwkkkwkwkw.
Sinopsis Lucky Romance Episode 11 Part 1

Episode 11 dimulai dengan Suho yang menahan Bonui untuk menjawab dengan jujur apa benar Bonui sama sekali tidak memiliki perasaan padanya.
Bonui menyampaikan kalau ia hanya bug dalam kepala Suho dan meminta Suho menangkap dan membunuh bug itu.
Bonui menepis tangan Suho dan meninggalkannya.
Da kali ditolak, Suho masih belum mengalah dan mengejarnya untuk bertanya lagi, ia menarik tangan Bonui dan terkejut melihat air mata gadis itu. Ya, Bonui menangis.
Bonui ketahuan, menangis menandakan kalau bahwasanya ia berbohong, Suho menatapnya tidak menyampaikan apapun dan Bonui akan pegi lagi tapi Suho menarik gadis itu dan mencium bibirnya.
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Ost yang mengirimgi adegan ini sangat sangat sangat pas!

Suho melepaskan ciumannya dan menatap Bonui, dengan suaranya yang dalam ia berkata, apakah ini yang harus saya lakukan?
Ia menyampaikan itu untuk memastikan apakah itu yang harus ia lakukan supaya Bonui mau mengakui perasaannya dan Suho kembali mencium gadis itu denganlebih dalam, menyentuh wajah Bonui dan kekkekekkekeke. AKHHH!!!!!! Hanya Suho yang bekerja LOL.
Bonui menutup matanya, tampaknya ia menikmati hal itu hingga kemudian Ia menolak Suho dan menjauh, ia menyampaikan Suho dihentikan melakukannya. TApi Suho menyampaikan its okay T__T
Bonui menyampaikan ia tidak ingin melakukannya tapi Suho tahu beliau berbohong.

“Pertama, kau menyampaikan kau tidak menyukaiku. kedua, kau akan meninggalkan saya jikalau memang itu maksudmu. Ketiga, tapi kau menangis. Itu artinya, kau berbohong, mirip orang bodoh.”
Suho menatap ke mata Bonui yang masih berkaca-kaca lantaran menangis.
KAli ini Bonui tidak menyanggahnya langsung, ia menyampaikan hatinya hingga sejauh ini tanpa ia sadari, ia mencoba menghentikan perasaannya, ia mencobanya tapi hatinya tidak mau mendengarkan.
Suho ingin menyampaikan sesuatu dengan menyentuh pipi Bonui, tapi Bonui menepisnya dan menyampaikan pada Suho untuk berhenti hingga disini.

Suho bertanya kenapa? KAu bahkan tidak sanggup menyembunyikan perasaanmu. Kau menangis bahkan sebelum kau pergi, kenapa?!
Bonui menjawab, saya akan menyukaimu dari jauh. Aku akan menyukaimu sepihak dan kemudian menakhirinya sendiri. Aku sanggup melakukannya.
Suho terlihat murka mendengarnya, Ini bahkan belum dimulai dan kau ingin mengakhirinya?
Bonui tidak menjawab, ia berterimakasih lantaran Suho sudah menyukainya.
Suho benar-benar kehilangan kata-kata, Kau ingin saya melaksanakan apa, hah? JIka kau ingin saya membuktikan perasaanku padamu, saya akan mencobanya. Jika maksudmu wacana takhayul, saya akan pergi bersamamu ke peramal.
Bonui menatap Suho, bisakah kau melaksanakan apapun untukku?
Tentu saja Suho menyanggupinya.
Bonui mengatakan, Lupakan apa yang terjadi hari ini. Pengakuanmu, ciuman itu. Semuanya.
Suho terkejut. Bonui menyampaikan ia akan menemui Suho di kantor besok. Bonui mengambil tas-nya yang terjatuh dan meninggalkan Suho dalam posisi yang sama, shock. Suho kali ini tidak sanggup menahan kepergian Bonui.

Suho kembali ke rumahnya dengan lemas.
Ia duduk dan bergumam kenapa semuanya sangat sulit, apakah ini akan berhasil atau tidak.
Ia berfikir.

Disebuah padang rumput, Suho menunggu dengan buket bunga di tangannya.
Bonui dengan dress putih menatap laki-laki itu dan tersenyum.
Bonui berlari menuju Suho yang membuka pelukannya untuknya. Bonui melompat ke dalam pelukan Suho, layaknya pasangan yang gres menikah, keduanya terlihat bahagia. Berpelukan sambil berputar, wajah mereka sangat sangat sangat bahagia.

Dalam narasinya Bonui berkata kalau ia melihat kebahagiaan di hadapannya. Haruskan saya menolak kebahagiaanku sendiri? Itu sangat hangat, saya merasa terlindungi. Aku merasa kondusif disana. Aku merasa bahagia.

“ITU BUKAN MILIKMU!”

Suara shaman Koo membangunkan Bonui dari mimpi indahnya. Bonui keringatan dan ia mendengar bunyi shaman Koo lagi, Kebahagiaan itu bukan untukmu!
Bonui menghela nafas panjang. Ia berfikir tapi tidak tahu apa yang ia pikirkan.

Ayah Suho sedang tidur di pondokan dan terbangun lantaran haus. Melihat ada ketel disampingnya, ia pribadi minum dan terkejut, ia memuntahkan airnya. Ibu Suho melihatnya dari jauh. Ayah bertanya air apa itu dan ibu menjawab itu air garam HAHHAHHAHHAHAHA. Ibu menyampaikan kalau ayah tidak pantas minum air HAHHAHAHAHA.
Saat ayah akan ke belakang, ternyata ibu sudah membatasi dengan garis merah dan ibu menyampaikan kalau ayah tidak pantas tinggal bersamanya, jangan melewati garis merah itu. Ayah resah LOL.
Ibu sedang mencuci ketika ayah bertanya dimana sendalnya dan ibu menyampaikan kalau beliau tak pantas menggunakan sendal HAHHAHAHA.
Ayah menyuruhnya berhenti, Ibu kesal dan melempar sendal pada Ayah.

Ibu berdiri dan marah, Apa kau pikir bertengkar dengan penjaga belum cukup, hah? Apa kau harus melakukannya, menciptakan Suho terlihat jelek di restoran dimana karyawannya sering makan?
Ayah berfikir dan gres ingat apa yang ia lakukan ketika mabuk di restoran Young Il ajushhi.
Ibu berkata, kau bahkan tidak pantas bernafas hari ini.
Ayah kemudian membalas, kemudian bagaimana denganmu? Rumor apa yang kau coba buat dengan sering mengunjungi laki-laki itu, hah?
Ibu menyampaikan kalau ayah sangat menjengkelkan, apakah kau tidak punya hati? Dia orang yang pernah menghabiskan demam isu panas di lingkungan kita, saya hanya senang bertemu dengannya lagi. Itu mengingatkanku masa kemudian dan menciptakan saya bertanya-tanya kapan saya menjadi renta mirip ini.
Ayah tidak percaya dan menyampaikan kalau ibu hanya bertindak polos. Bagaimana pun ibu dan laki-laki itu ialah laki-laki dan perempuan dan ayah tidak percaya tidak ada apapun diantara mereka.

Ibu kesal dan membelalakkan matanya, ayah menantang, kenapa? kau ingin kabur bersamanya dengan menggunakan kereta api yang kau lewatkan ketika itu?
Ibu makin kesal. Ayah belum selesai, kau berkata saya tidak pantas? Kau dan aku, kita berdua sama-sama tidak pantas diperlakukan sebagai orang renta oleh Suho. Kau bahkan tidak tahu kalau kau mengganggu Suho dengan excited berada disekitarnya. Kau pikirkanlah dengan baik.
Ayah kesal dan mengambil celananya untuk pergi dari sana. Ibu kesal setengah mati dan melemparkan gayung padanya.
*nah? Makara dulu ibu Suho sempat mau kawin lari dengan Young Il ya, tapi ketinggalan kereta api? WOW. O_0

Pagi itu suster ke kamar Bora untuk membuka jendela dan tersenyum lantaran cuaca sangat cerah.
Ia menyapa Bora dan kemudian terkejut, shock.
Bora membuka matanya. WOWOOWOOWOOWOWOOWOW.

Suho ke kantor dengan lemas pagi itu, di sambut dengan excited oleh Ryang Ha yang bahkan menyiapkan guntingan kertas untuk merayakan kencan Suho. Bukannya kencan yang ia tanya, ia malah bertanya wacana steak disana, sangat yummy bukan HAHHAHAHHA.
Suho berjalan dengan lemas, bahkan tasnya jatuh kebawah seolah diseret saking lemasnya. Ryang Ha sih yakin dan menyampaikan kalau ia sanggup menghitung daerah itu sebagai salah satu daerah untuk memenangkan hati wanita. Karena orang yang tidak pernah kencan sekalipun atau orang yang jelek dalam hal berkencan sekalipun dengan restoran legendaris itu sanggup memenangkan hati wanita. LOL. Ryang Ha terus saja berceloteh tanpa melihat ekspresi Suho yang benar benar lemas.
Suho menghentikan langkahnya, cemberut. Ryang Ha kesal dan melemparkan potongan kertas, Ya! Kau mengacaukannya! Kau mengacaukannya kan?!

Suho menyampaikan kalau mereka tidak pergi ke sana.
Ryang Ha meminta kejelasan, beliau menolakmu?
Suho berteriak kalau mereka tidak pergi kesana! Ia bahkan tidak sempat menyampaikan perasaannya, jadi artinya ia belum ditolak. Ia mencoba menjelaskan hal itu pada Ryang Ha tanpa sadar kalau tindakannya justru menciptakan Suho tampak mirip seorang laki-laki yang dicampakkan HAHHAHHAH.
Ryang Ha hanya sanggup sepakat dan kemudian Suho marah-marah lantaran Ryang Ha mengotori kantornya dengan kertas, ia menyuruh Ryang Ha membersihkan dan memungut itu HAHHAHAHAHHAHA.
Saking kesalnya, Suho bahkan memukul daerah potongan kertas yang dibawa Ryang HA HAHAHAHAHAHAA.
Ryang Ha menatap kepergian sahabatnya itu dan berkata, beliau dicampakkan. Dia benar-benar dicampakkan.

Suho masuk ke kantornya dengan lemas dan beberapa ketika kemudian Bonui mengikutinya, tanpa melihat dan memperhatikan atau memikirkan keadaan Suho, Bonui menyampaikan kalau beliau ingin bicara.
Suho memang terlihat masih kesal, tapi well, gimana ya, namanya juga cinta, ia mendesah dan menutup jendela kantornya, Bagaimana? Apa kau sudah memikirkannya semalaman dan menyadari kalau kau melaksanakan kesalahan? Tidak apa-apa, saya akan memberimu kesempatan.
Bonui menyampaikan ia benar-benar minta maaf dan ia tahu ia tidak seharusnya meminta ini pada Suho…
Bonui sesak nafas dan mirip tergesa-gesa. Suho heran, kenapa?
Bonui meminta Suho menjadi jimat keberuntungannya sekali lagi.
Suho pribadi tahu, kau menerima telpon dari rumah sakit?
Bonui menyampaikan kalau Bora membuka matanya. Bonui terlihat senang dan lega.
Suho tentu saja lega mendengarnya, ia tersenyum dan pribadi melupakan kekesalannya. Keduanya tersenyum lega.

Bonui dan Suho di depan kamar rawat Bora.. Bonui menyampaikan ia tidak ingin menjadi orang yangs erakah lantaran itu menakutkan, ia pikir cukup baginya melihat Bora sekali saja, tapi bagaimanapun sesudah ia mendengar Bora membuka matanya ia ingin melihatnya. Ia menyampaikan ketika mendapatkan panggilan telpon, yang ada dipikirannya ketika itu ialah SUho.
Suho menyampaikan kalau ia pernah bilang Bonui sanggup tiba padanya jikalau ia merindukan Bora, jadi ini tidak problem baginya. 
Suho mengulurkan tangannya mengajaknya masuk. Tapi Bonui malah mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, benang merah. Bonui menyampaikan hari ini mereka akan menggunakan benang merah, pengusir setan dan kesialan. Ia pikir ini akan baik untuk Bora juga.
Suho hanya menatap Bonui dan kali ini ia tidak mau menolak dengan pikiran realistisnya lagi. Ia mendesah dan mencoba tersenyum tapi kemudian menciptakan wajah menyebalkan HAHAHHAHAHAHAHHAHA. Sebenarnya Suho ingin menyampaikan sesuatu yang realistis mirip biasanya, tapi ia menahannya dan mencoba mengerti. Bonui hanya menatapnya, merasa tak enak.
Suho meminta benangnya, sini ayo berikan. Kenapa? Kau ingin mengikatnya di jari kelingking?

HAHHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHHA.
Dan benar saja, itu benang merah diikatkan di jari kelingking mereka lol!
Bonui menemui adiknya dan menyapanya dengan senyuman. Bora membuka matanya dan sudah sanggup menggerakkan sedikit kepalanya, tapi ia masih lemah, belum sanggup bicara dan tampaknya juga penglihatannya masih belum jelas. Ia belum terlalu sanggup merespon.
Suho yang berdiri disana batuk batuk batuk batuk HHAHAHHHAHAHA. Minta di kenalin ke adik ipar bang? HAHHAHAHAHHAHA.

Bonui mengerti dan memperkenalkan Suho pada Bora sebagai CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Suho pribadi menatap Bonui dengan tatapan tidak setuju.
Saat Bonui bicara dengan adiknya, Suho ingin memperbaiki perkenalan ini, ia menyampaikan ada yang salah dengan perkenalan ini, Suho memutuskan menyapa Bora sendiri, Annyeong, saya ialah laki-laki yang disukai kakakmu. Aku punya banyak pertanyaan yang ingin saya tanyakan padamu, kenapa kakakmu ini sangat menciptakan frustasi? atau apakah beliau menjadi begini akhir-akhir ini? Aku sangat ingin tau akan hal itu.
Bonui meminta Suho berhenti tapi Suho menolak lantaran beliau sedang bicara dengan adik ipar HAHHAHAHA. Ia bahkan menarik dingklik Bonui menjauh dan berjongkok bicara dengan Bora.

Suho menyampaikan kalau abang Bora sudah berusaha dengan keras untuk menyelamatkannya. Dia bahkan melaksanakan banyak hal yang orang-orang tidak pernah bayangkan.
Suho bahkan geleng-geleng dan pusing mau menjelaskan bagaimana lantaran itu benar-benar luar biasa, tak terbayangkan.
Karena itu ia minta  Bora berdiri dan katakan pada kakaknya untuk berbahagia, katakan padanya untuk mengasihi apa yang ia cintai, contohnya jikalau beliau memiliki seseorang yang beliau sukai, katakan padanya untuk menggenggam tangan laki-laki itu. HHAHHAAHHAHAHAHHA modus nih jesuho XD
Bonui hanya membisu mendengarkan. Suho merasa sedikit aib atau bagaimana, ia menggaruk-garuk lehernya dan akhirnya mengatakan, saya akan menemuimu lagi nanti ^^ cieeeeeeee

Suho dan Bonui berjalan di luar rumah sakit, mereka masih belum melepaskan benang merah yang terikat dijari kelingking mereka. Suho berjalan duluan dan Bonui di belakang menatapnya dengan senyuman.
Suho berhenti dan berbalik, Bonui segera akal-akalan akan melepaskan benang di jari kelingkingnya. Suho menatapnya, menyerahlah.
Bonui terkejut dan menatap Suho. Suho berkata lagi, menyerahlah, jangan memaksakan dirimu. Menyerah dan datanglah padaku.
Bonui mendesah dan ingin menatakan sesuatu, tapi Suho memotongnya, coba pikirkan baik-baik, sesudah kita berciuman semalam, Bora membuka matanya, bukankah ini menandakan bagus? Kau menyukai hal-hal mirip ini kan?
Bonui menjawab, tapi kau tidak percaya hal-hal mirip ini.
Suho membenarkan, saya tidak percaya. Tapi saya sanggup mengerti dirimu.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACCK!!!!!!

Suho melanjutkan, Aku mengerti kau membutuhkan sesuatu untuk diandalkan meski itu tidak masuk akal. Aku juga akan mulai melaksanakan hal mirip itu.
Suho mengeluarkan sesuatu dari sakunya, awwwww, itu kalung harimau emas ^^
Suho menyampaikan kalau ketika masih kecil, ia sangat bosan di kelas matematika lantaran ia selalu sanggup menjawab semua pertanyaan ketika pertanyaan itu diberikan, tapi ia harus menunggu bawah umur lain menyelesaikannya.
Bonui bingung, ia hanya membisu dan menatap Suho.
Suho berkata ia pikir Bonui juga sama, Bonui butuh waktu untuk berfikir.
Bonui terdiam.

Suho berjalan mendekati Bonui, mengambil tangannya dan menyerahkan kalung itu. Kau tahu? Tak peduli berapa usang waktu yang dibutuhkan, balasan tentap harus diberikan. Saat kau menemukan balasan dihatimu, datanglah padaku.
Bonui menatap Suh, ia masih belum menyampaikan apapun. Suho tersenyum dan mengajaknya pergi. Bonui masih membisu tapi benang merah mengharuskan beliau mengikuti Suho. Dan diam-diam, Bonui tersenyum dibelakang.
ACKKK!! Udah bilang aja lo sukaaa! OMGG!!! Gemessss!!! Si Suho keren banged, beliau ga nyrah tapi mendekati perlahan dan menunggu aihhh!!!!!

Seol Hee ada di salon, ia tampaknya akan memotong rambutnya. Ia teringat kalau Suho menyampaikan ia menyukai Bonui dan tampaknya ia akan memotong rambutnya menjadi pendek LOL.
Sebelum beliau memotongnya, Seol Hee mendapatkan telpon dari Gun Wook yang bertanya ia harus menentukan diamond atau emerald. Seol Hee kaget.

Gun Wook di toko perhiasan, wow, ia akan membeli cincin untuk Bonui. Seol Hee tiba kesana, ia tidak jadi memotong rambutnya.
Gun Wook resah menentukan diamond yang kelihatan terlalu glamor dan emerald yang terlalu sederhana meskipun itu kerikil kelahirannya.
Ternyata Seol Hee masih belum tahu HAHHAHAHHAHA, ia kaget dan bertanya apakah Gun wook akan menyatakan perasaan pada Bonui.
Gun Wook tersenyum dan menyampaikan biasanya para gadis yang melekat padanya jadi ia tidak tahu bagaimana rasanya menyukai seorang gadis, dan beliau tidak sengaja sudah mengakui perasaannya, kali ini ia ingin melakukannya sebaik mungkin.
Seol Hee mencicipi ancaman pada atlitnya dan mengajaknya bicara diluar, ia menarik Gun Wook.

Seol Hee mengingatkan Gun wook kalau Gun Wook hanya 3 ahad lagi di Korea. Tapi Gun Wook menyampaikan beliau sama dengan Seol Hee yang mengharapkan Suho. Ia bertanya apakah semuanya berjalan lancar.
Seol Hee menyampaikan Suho sedang melihat ke lain tempat, itu hanya sementara dan Suho akan kembali padanya.
Gun wook tersenyum lantaran Seol Hee sangat percaya diri. Seol Hee menyampaikan rasa percaya diri ialah satu-satunya yang ia miliki sekarang.
Seol Hee juga bertanya kekerabatan Gun wook dan Bonui. Gun wook menyampaikan tentu saja, ini pertama kali ia membeli cincin untuk seorang gadis.
Seol Hee kelihatan berfikir dan menyampaikan kalau ia akan mendukung Gun Wook, ia tidak suka kekalahan jadi Gun Wook harus sanggup mendapatkan Bonui.
Gun wook senang mendengarnya, Seol Hee menyampaikan ia akan membantu Gun Wook menentukan cincin, mereka akan menentukan diamond lantaran tidak ada gadis yang tidak suka diamond.
Well, kalau Gun Wook berhasil kan ada untungnya juga sama Seol Hee yak LOL.

Young Il ahjushi tiba ke kantor Zeze mengantarkan pesanan ayam Zeze family. Ji Hoon pribadi mendekatinya dan bertanya kalau ajushi ialah kostumer pertama smart watch. Young Il ajushi membenarkan. Ji Hoon meyakinkan lagi kalau presdir Coconut Company bahkan membungkuk pada ajushi. Zeze family terkejut dan mulai berkumpul mengelilingi ajusshi, mereka tak percaya.
Ji Hoon kemudian sadar nama restoran ayam ajusshi ialah 01 Fried Chicken, ia pikir 01 diambil dari angka biner, tapi ternyata dari si jenius generasi pertama programer game, Ahn Young Il (nama ajushi Young Il, 01 sanggup dibaca Yong Il juga).
Ji Hoon bahkan memperlihatkan artikel mengenai ahjusshi di internet dan bertanya, ini ajusshi bukan?
Yang lain terkejut.

Bonui dan Suho gres kembali dari rumah sakit dan mendengarkan dan melihat karyawan Zeze yang ribut disekitar Young Il ahjusshi.
Ahjushi menyampaikan itu lebih dari 20 tahun yang lalu, itu bukan problem besar. Ahjushi kemudian melihat Suho dan menyapanya membungkuk.
Suho menyampaikan kalau ia gres akan menemui ahjushi tapi ahjushi menyampaikan tidak perlu, ia memperlihatkan ayam pesanan pada yang lain dan akan meninggalkan mereka ketika Hyeon Bin menahannya, katanya hanya 1 menit saja.

Hyeon Bin menyampaikan problem yang tidak sanggup ia selesaikan, instruksi kode html gitu.
Yang lain melihat sambil makan ayam sementara Suho manyun dengan mulutnya hehhehehehehe. kiyeowo.
Ahjushi mencoba melihat masalahnya dan menyampaikan masalahnya ada di interface parameter, ia meminta Hyeon Bin mengecek XML parameters-nya.
Semuanya kagum pada ahjushi. Ahjushi merasa aib dan menyampaikan kalau CEO Je niscaya lebih tahu wacana hal ini.
Suho hanya membisu dan memainkan mulutnya.
OMG!!!!! Aku minta maaf banged, ekspresi Suho tuh lucu-lucu tapi saya kesulitan mendeskripsikannya gimana HAHHAHA

Suho dan Young Il ahjusshi bicara berdua di cafe Ryang Ha, sementara Ryang Ha mengawasi mereka dengan boneka lucu sebagai epilog wajahnya LOL.
Suho memperlihatkan sejumlah uang pada Ahjushi sebagai ganti rugi kerusakan yang dibentuk ayahnya, tapi ahjushi menolak lantaran ia bahkan tidak mengganti apapun, tapi Suho tetap merasa tidak yummy dan ahjushi menyampaikan mulai sekarang, sebagai gantinya Suho dkk sanggup sering-sering makan di restorannya, itu lebih baik.
Karena ahjushi terus menolak, Suho tidak sanggup terus memaksa. Ia kemudian mengalihkan pembicaraan dengan bagaimana ahjushi sanggup mengenal ibunya.

Ahjushi menyampaikan ketika kuliah, setiap tahun ia selalu melaksanakan kegiatan amal, mirip mengajarkan komputer atau memperbaiki dengan gratis. Disanalah ia mengenal ibu Suho.
Kemudian Suho bertanya kenapa ayahnya sanggup melaksanakan hal itu pada ahjushi. Ahjushi menyampaikan ia juga tidak tahu kenapa.
Suho merasa tidak yummy dan meminta maaf, ahjushi memintanya jangan minta maaf terus, lantaran beliau juga jadi tidak nyaman jikalau Suho terus merasa bersalah mirip itu, lantaran mereka akan sering bertemu.

Ahjushi kemudian menyampaikan kalau bahwasanya ia ialah fans Suho, ketika ia melihat game pertama Suho 7 tahun lalu, ia merasa tersentuh, semenjak itu ia selalu mengikuti showcase game gres Suho (OOOOOOOOOOOOO, jadi itu alasannya, hmmm).
Young Il ahjushi lucu banged, beliau tersenyum malu-malu dan menyampaikan ia mirip fans perempuan HAHHAHHA.
Suho juga tersenyum kekekkekeke. Suho bertanya kenapa ahjushi menjalankan restoran padahal beliau masih punya skill bagus sebagai programer.
Ahjushi menyampaikan ketika ia seusia Suho, itu ialah masa emasnya, semua yang ia lakukan berhasil, ia menerima banyak sponsor, pokoknya itu ialah masa jayanya, tapi sesudah ia menyadarinya, ia sendirian ketika itu. Ia menyampaikan mengenai istri mana yang mau seumur hidupnya hanya menatap punggung suaminya. Young Il ahjushi menyesal lantaran membiarkan istrinya pergi ketika itu.
Suho menunduk dan menciptakan mulutnya cemberut, Ahjushi menyampaikan kalau Suho dihentikan mirip itu, Suho harus menggenggam dengan erat, tangan orang yang berharga baginya.

Ahjushi tiba-tiba tertawa dan menyampaikan ia menyampaikan hal yang tak masuk nalar begini, harusnya Suho lebih tahu. Ahjushi jadi aib sendiri.
Suho menyampaikan ini pertama kalinya, ahjushi ialah orang sampaumur pertama yang menyampaikan hal mirip ini padanya.
ahjushi menyampaikan tampaknya ia melewati batas lantaran Suho ialah anak temannya.
Ahjushi akan pergi dan Suho menyampaikan ia akan mengunjungi ahjushi lain kali bersama Bonui. Ahjushi tersenyum dan mengambil minumannya meninggalkan Suho.

Setelah ahjushi pergi, Ryang Ha mendekatinya dan menarik hati Suho dengan bantal boneka diwajahnya, Makara kau akan makan ayam bersama Bonui? Aigo yaaa, kau benar-benar hewan (beast).
Suho hanya menatapnya dengan mata sipit dan kemudian ponselnya berdering, ibu menelpon, Suho menolak panggilannya.
Suho menatap Ryang Ha, Apa? Kenapa?
Ryang Ha tidak tahan untuk todak tersenyum menggoda, ketika kau dicampakkan, kau bahkan tidak menyadarinya.
Ryang Ha ketawa ngakak. Suho kesal banged pake banged, ia memukuli boneka Ryang Ha dengan kesal.
Ryang Ha terus menggodanya, Shim Bonui I love you, i love you shim bonui, i love you HAHHAHAHAHAHA.
Suho makin kesal dan memukul dan memukul, akhirnya ia mengambil boneka dan membuangnya HHAHAHAHAHA.
Ryang Ha benar-benar menikmati menarik hati Suho. Well, kalau saya punya sahabat kayak Suho kayaknya bakalan saya godain juga LOL.

Ibu ada di halaman memandangi album usang Suho.
Itu foto usang Suho ketika ia dikenal sebagai si jenius JeSuho.
Ibu bicara sendiri dengan foto anaknya, kau merasa kelelahan kan? tersenyumlah, tersenyumlah ketika kau merasa dirimu beruntung.

Bonui ada di kamar mandi. Ia berfikir dan mengambil kalung donasi Suho. Bonui ingat kata-kata Suho bahwa bagaimanapun balasan harus tetap diberikan dan ia ingin Bonui tiba sendiri padanya sesudah menemukan jawabannya, atas pernyataan cintanya.
Bonui kemudian akan mencoba menggunakan kalung itu ketika Seol Hee tiba-tiba masuk ke kamar mandi dan keduanya saling menyapa.

Bonui memuji Seol Hee yang bagus dan Seol Hee yang sedang menggunakan lipstiknya sengaja menyampaikan kira-kira Suho atau tidak. Pura-pura keceplosan, Seol hee menyampaikan kalau kepalanya selalu dipenuhi dengan Suho akhir-akhir ini.
Ia bahkan tersenyum menatap Bonui dan menyampaikan ia tidak sengaja sering keceplosan, mungkin lantaran itu orang menyampaikan kau tidak sanggup menyembunyikan perasaanmu.
Bonui terdiam. Ia hanya sanggup tersenyum perih.
Setelah Seol Hee pergi, Bonui hanya sanggup mendesah panjang.

Bonui, Dal Nim, Dae Kwon dan Seol Hee sedang rapat dan mereka memperlihatkan sesuatu pada Seol Hee, kalau Seol Hee sepakat adegan pesta Gary mirip itu, maka mereka akan segera menciptakan betanya.
Seol Hee mulai protes wacana beberapa hal, lebih tepatnya ia ingin mereka menubahnya, Ia ingun jumlah perempuan di hadapan Gary dikurangi lantaran itu akan terlihat mirip Gary ialah payboy dan ia mulai protes wacana ini dan itu dan ini itu. Ia bahkan menyampaikan kalau Bonui tidak kompetenn, well, Seol Hee tidak secara pribadi mengatakannya, tapi pada dasarnya beliau kecewa pada Bonui padahal beliau berharap banyak. ck.
Dal Nim merasa kesal mendengarnya dan menyampaikan kalau Gary sudah setuju. Tapi Seol Hee membalas kalau Gary akan sepakat dengan semua yang dilakukan Bonui.
Well, Bonui tidak sanggup bilang apa-apa, jadi ia minta Seol Hee menyampaikan apa-apa saja yang perlu mereka ubah.

Setelah rapat selesai, Dal Nim menarik Bonui keluar untuk bicara berdua, ia bertanya apakah Bonui melaksanakan sesuatu yang menciptakan Seol Hee murka atau bagaimana.
Bonui menyampaikan itu hanya klien yang memperlihatkan pendapat pada mereka, bukan lantaran ia dan Seol Hee ada masalah.
Dal Nim masih curiga lantaran Seol hee terlalu detail bahkan untuk hal kecil, ia yakin Seol Hee mempersulit Bonui. Dal Nim mengira ini lantaran Bonui sudah menolak Gary, lantaran itu Seol Hee balas dendam LOL.
Tentu saja Bonui membantah.

Sementara itu laki-laki yang ditolak muncul di belakang mereka, mendekati mereka perlahan-lahan HAHHHAAHHAA.
Saat Bonui dan Dal Nim masih mengobrol, Suho ikutan, apakah kalian masih punya banyak hal yang harus di modifikasi?
Bonui menyampaikan tidak banyak, ia akan menyelesaikannya hari ini.
Dal Nim ikutan menjawab kalau ia akan berusaha menyelesaikannya, tapi ia ingat nasehat Ryang Ha dan Dal Nim mulai menjadi gadis yang masbodoh lagi HAHHAHAHAHA. Bonui bahkan bingung, LOL. Dal Nim masbodoh meninggalkan Suho dan Bonui.

Bonui mengikuti Dal Nim dan Suho mengikutinya. Lucunya Bonui berjalan lurus dan tidak nyaman dengan Suho yang berjalan mundur sambil menatapnya OMGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!! MATI GUE KALO DIGITUIN AHHAHAHHAHAHA.
Suho tidak melepaskan pandangannya sedikitpun, ia terus menatap Bonui yang menunduk dan tidak nyaman dipandang begitu. Akhirnya ia menyuruh Suho berjalan lurus HAHHAHA, Suho menurutinya.
Bonui kembali berjalan dengan gugup, Suho berjalan beberapa langkah didepannya dan Suho berhenti, ia kembali di saping Bonui dan berbisik, KAu melakukannya dengan baik. Aku besar hati padamu. (OMGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!! OKSIGEN MANA OKSIGEEEEEEEENNNNN T__T)
Suho mengatakannya smabil tersenyum, setengah menarik hati Bonui yang sudah deg degan LOL.
Suho tertawa kecil melihat reaksi gadis itu dan meninggalkannya dengan senyuman di wajahnya. OMG!!!!! Maaf guys, lama-lama sanggup gila gw ngerecap LR ini, Suho adorable bagedddddd huhuhuhu.

Gun wook sudah mempersiapkan semuanya, ia membeli wine dan menentukan musik untuk nanti malam, ia akan menyatakan cintanya dengan suasana yang romantis.
Ia juga sudah membeli cincinnya tentu saja, saya berharap banyak dengan cincin pilihan Seol Hee, tapi ternyata ga sebagus yang saya kira HHAHAHHAHA atau cuma aku?
Gun wook mengirim pesan pada Bonui untuk makan malam di rumahnya, tapi Bonui menyampaikan ia tidak sanggup lantaran harus bekerja. Gun Wook akhirnya menelpon dan mengajak Bonui untuk datang, pokoknya ia akan menunggu. Bonui menyampaikan ia benar-benar tidak bisa.
Suho keluar dari ruangannya untuk pulang dan Bonui melihatnya, ia segera menutup telponnya.

Suho keluar dengan santai ketika Bonui menyapanya, apakah kau akan pulang sekarang?
Suho tidak menjawab, ia lebih tertarik dengan balasan Bonui, apa kau masih belum menemukan jawabannya, saya masih tidak mengerti, lantaran saya yakin kau tahu jawabannya. Ini wacana yes or no dan jawabannya ialah yes. Jawaban apakah kau menyukaiku, yes. 0 dan 1 jawabannya, yes. Kopi atau teh, jawabannya yes. Apapun itu jawabannya yes.(Intinya apapun pertanyaannya Suho mau Bonui jawab, YES LOL).
Bonui hanya menatapnya dan akhirnya berkata, bukankah saya sudah menyampaikan padamu, jawabanku ialah ‘no’.
Suho segera memotong ‘salah!’. Jawabanmu salah. Okay, saya akan menunggu.
Suho keluar dengan kecewa dan Bonui hanya sanggup menghela nafas.
(LOL. HAHAHHA, Suho pengen jawabannya secepat mungkin, kalau Bonui jawab NO, beliau bakalan bilang kalau beliau menunggu HAHAHAHAHAHA. Pokoknya beliau maunya balasan Yes. kekekkeke. Lucuk).

Suho keluar dari kantor dengan memegang adanya, ia masih deg degan atau gimana LOL.
Tiba-tiba ia kaget melihat Seol Hee menunggu didekat sepedanya, ia mengingatkan kalau itu miliknya. Seol Hee tahu dan kesal lantaran Suho bahkan tidak mengerti, ia menunggu Suho lantaran ia merindukannya.
Suho membisu saja. Seol hee bete lantaran Suho tidak tiba ke rapat. Suho menyampaikan beliau tidak mengurus cuilan itu lagi, jadi beliau tidak perlu datang. Seol Hee sok manja-manja gitu menyampaikan kalau beliau perawatan lah sebelum kesana dan bla bla bla. Aduk, saya jadi makin ga suka sama Seol Hee T__T
Suho bertanya apakah ada yang harus ia tahu ketika rapat tadi, contohnya hal yang penting. Seol Hee dengan serius menyampaikan ada dan Suho bertanya ada apa.
Seol Hee dengan manja menyampaikan kalau beliau lapar dan mengajak Suho makan malam bersamanya.
Suho mendesah kesal.

Keduanya makan malam di restoran sushi.
Pesanan mereka tiba dan Suho mulai memakan Sushi-nya. Ia ingat ketika ia dan Bonui makan sushi berdua dan mengingatnya menciptakan Suho tersenyum.
Seol Hee mengira senyuman itu untuknya dan mengatakan, jadi kau ingat? Saat kau 18 tahun, kau memaksakan dirimu makan Sushi yang saya bawa.
Suho sambil makan terlihat tak peduli, benarkah?
Seol Hee terkejut, kau tidak ingat? Itu hari dimana untuk pertama kalinya kau menceritakan wacana ayahmu padaku.
Suho berkata, oh, hari itu?
Suho kemudian tidak peduli lagi dan memanggil pelayan, ia minta dibungkuskan satu.

Seol Hee menatap Suho dengan kecewa, JeSuho, kau melupakannya? Kenapa? Kau selalu mengingat semuanya lebih baik dari aku. Itu ialah hari dimana kau membuka hatimu padaku untuk pertama kalinya. Itu ialah hari dimana saya menjadi orang yang Istimewa bagimu. Aku membicarakan wacana hari itu tapi kau…..
Suho membisu saja, ia menyentuh tangan Seol Hee, Amy…..

krik. krik. krik. krik.

Suho terus mengunyah dan mengunyah menatap Seol Hee yang semenjak tadi membisu saja. Itu semua hanya bayangan Seol Hee. HAHAHHAHAHHAHAHA. Kirain yawlooo.
Seol Hee kemudian mencoba bersikap biasa, kenapa kau memesan lagi? untuk Ryang Ha?
Suho menjawab dengan tidak ragu, Untuk Bonui, beliau bekerja hingga larut malam. Dia harus makan.
Seol Hee terdiam. Ia mencoba bersikap biasa, Je Suho kau sudah banyak berubah. Kau bahkan mengkhawatirkan makan malam karyawanmu.
Suho menjawab, bukankah saya sudah menyampaikan sebelumnya, beliau lebih dari sekedar karyawan bagiku.
Seol Hee tidak menyerah, kau hanya penasaran… lantaran beliau berbeda. Kau tertarik padanya lantaran beliau unik. Aku tahu dirimu. Kau akan berjuang dengan problem selama 3 hari 3 malam jikalau kau tidak sanggup menyelesaikannya. Itu sama dengan ini.

Suho membisu saja. Ia menatap Seol Hee, kenapa kau menjadi temanku? Kau kembali meski saya menyampaikan padamu untuk tidak kembali.
Seol Hee menjawab, saya sudah menyampaikan padamu, saya ingin tau tentangmu. Aku ingin mengetahui bagaimana perjaka jenius itu sekarang, kau terlihat ketakutan mirip angsa di daerah asing. Bagaiman saya sanggup meninggalkanmu sendirian?
Suho berfikir, itu… apakah kau pikir itu cinta?
Seol Hee menatap Suho, apakah itu pertanyaan untukku? atau kau ingin sebuah konfirmasi?
Suho menyampaikan ia pikir Seol Hee mungkin tahu, itu lah yang ia rasakan wacana Shim Bonui. (JLEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEBB)

Suho tidak mengerti situasinya sekarang, ia bahkan tidak melihat perubahan wajah Seol Hee.
Suho terus bicara, Aku tidak sanggup meninggalkannya sendirian, saya tidak ingin beliau menangis, saya tidak ingin beliau menderita dan saya tidak ingin beliau tidak bahagia. Aku ingin menciptakan semuanya mungkin untuknya. (awwwwwwwwww)
Seol Hee memaksakan diri untuk tersenyum. Ia berkaca-kaca. Seol Hee tidak menyampaikan apapun. Aku harap Seol Hee menyadari tidak ada ruang baginya lagi di hati Suho.

Gun wook di rumah, gagal makan malam bersama Bonui, ia memutuskan menyiapkan makan malam untuk Bonui.
Ia menyebarkan sandwich. KYAAAAAAAAAAA!!! Kayaknya yummy deh.
Aku pengen lemari es-nya, kereeeeen XD XD

Dal Nim bersama anjing kecilnya di luar, rupanya ia janjian bertemu dengna Ryang Ha. Dal Nim meminum minumannya ketika Ryang Ha bertanya nama anjing DAl Nim dan memutuskan menggodanya dengan menyentuh leher Dal Nim ketika minum HAHHAHAHAHAHA.
Dal Nim kesal dan menyuruh anjingnya menggonggong pada Ryang Ha HAHAHHAHA.
Ryang Ha menyuruhnya cepat bicara lantaran ia akan ke club. Dal Nim menyampaikan semenjak hari itu semuanya tidak berjalan sesuai yang ia harapkan, lantaran hubungannya dan Suho masih biasa saja, jadi ia ingin Ryang Ha sedikit membantu mendekatkannya dan Suho LOL.
Dal Nim menceritakan maksudnya dengan nada yang lucu dan berakhir dengan nyanyian. Ryang Ha hanya bergumam kalau Dal Nim tidak tahu bus yang akan ia tumpangi sudah meninggalkannya HAHHAHAHAHAHA.

Dal Nim terus saja berimajinasi lucu dan Ryang Ha terus mengeluh menciptakan Dal Nim kesal. Dal Nim menyampaikan lagi kalau Ryang Ha bukan sahabat Suho, ia tak sudi menemui Ryang Ha.
Ryang Ha membalas, kalau kau memperlakukan saya mirip ini, kau akan kehilangan informasi penting.
Dal Nim tidak yakin itu penting atau tidak sebelum ia mendengar apa informasinya kekkeekkekekke.
Ryang Ha mulai menyampaikan kalau ia ialah sahabat Suho dan satu-satunya guardian angel-nya, dengan sekali panggilan ia sanggup menciptakan Suho duduk disampng Dal Nim dalam 30 menit dan tentu saja itu menciptakan Dal Nim makin ingin Ryang Ha melaksanakan sesuatu, lantaran itu lah maksudnya. Ia berjanji akan melakuakan semuanya untuk Ryang HA LOL.
Ryang Ha menyuruh Dal Nim melepaskan kacamata, kawat gigi dan diet, sesudah itu ia gres akan melakukannya. Dal Nim kali ini sepakat banged HHAHAHAHAHA.
*awas Ryang Ha, sekali Dal Nim makin bagus kau ga akan sanggup lepas dari beliau HAHHAHAAHAH

Bonui masih di kantor malam itu. Kleuar dari kamar mandi, beliau mendengar bunyi seseorang bersiul menyanyikan lagu sad fate.
Bonui tampaknya tahu aklau itu Suho, jadi beliau mengikutinya hingga ke atap.
Melihat Suho berdiri disana, Bonui bertanya apa yang dilakukannya disana malam-malam.
suho memperlihatkan kuliner yang ia bawa.

Keduanya duduk dan Bonui mulai memakan sushinya. Suho tersenyum melihat Bonui makan dan bertanya apakah itu enak, apakah Bonui betreima kasih dan Bonui mengiyakan.
Suho berkata, kau harusnya tiba padaku sekarag, tapi kau tidak memperlihatkan signal apapun.
Karena suho berceloteh, Bonui meletakkan makanannya dan Suho menyampaikan sepakat oke oke, beliau tidak akan membahasnya lagi HHAHAHAHHA. Suho nih bakalan takluk banged sama Bonui kalo mereka pacaran XD.
Suho menyampaikan kalau ia akan menunggu.
Bonui membahas hal lain, jangan bersiul di malam hari, itu akan membawa kesialan.
Suho menyuruhnya berhenti menyampaikan takhayul mirip itu. Bonui melirik. Suho mencari alasan, saya sengaja melakukannya. HAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHA.

Suho menyampaikan kalau ia menentukan ‘sad fate’ jadi Bonui akan mengikutinya jikalau mendengarkannya.
Bonui bertanya, kenapa?
Suho dengan yakin menjelaskan, kau akan mengikuti melodi dari lagu yang kau sukai, apalagi kalau itu dari orang yang kau sukai dan kau menemukan orang yang kau sukai membawakanmu sesuatu yang enak.
Suho bahkan malu-malu menahan ketawa menyampaikan hal itu HAHHAHAHAHAHHA. Ia menyampaikan kalau itu terdengar bagus LOL, memuji diri sendiri wkwkkwkwkw.

Bonui diam, beliau tidak bereaksi. Suho melihatnya dan menyampaikan kalau kenangan terakhir sangat penting, ketika seseorang mengalami kecelakaan, mereka akan mengingat dan tergantung pada hal-hal yang besar lengan berkuasa di ketika terakhir mereka sebelum mengalami itu.
Bonui menatapnya. Suho tersenyum, saya akan menciptakan semua kenangan yang menyakitkan bagimu mejadi kenangan yang indah. Kau akan tersenyum ketika kau mengingatnya. (awwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww).
Bonui hanya menatap Suho dan kemudian menyampaikan bagaimanapun bersiul di malam hari itu tidak boleh. Suho kesal sekali, maksudnya tidak tersampaikan lantaran takhayul yang dipercayai Bonui, ia mulai menciptakan wajah jengkelnya yang lucu.

Bonui mengingatkan terakhir kali Suho menulis dengan tinta merah, ayahnya terluka. Bonui tidak sepakat kalau Suho melakuakn sesuatu mirip itu meski kemungkinannya kecil. Suho kehabisan kata-kata melawan takhayul HAHHHAHAHA.
Suho menyampaikan kalau itu hanya kebetulan, kenapa Bonui tidak sanggup menghubungkan lantaran dan akibatnya, itu membuatnya kesal lantaran Bonui terlalu percaya takhayul.
Bonui menatap Suho dan mengubah pembicaraan, apakah kau sudah menghubungi ayahmu?
Suho menatap Bonui, Bonui menatapnya dan menghindari pandangan Suho. Suho menatap ke arah lain dan berdiri menjauh dari sana. Bonui mengikutinya.

Suho berdiri menatap pemandangan malam gedung-gedung dan Bonui berdiri disampingnya.
Bonui menyampaikan ayah Suho niscaya menyesal, lantaran beliau mengasihi Suho. Dia mengasihi Suho tapi tidak tahu bagaimana cara menunjukkannya.
Suho bertanya, Apakah kau pernah berfikir itu akan lebih gampang jikalau ayahmu bukanlah ayah kandungmu?
Bonui tidak menjawab, ia menyampaikan kalau Suho sanggup membicarakan hal itu dengan ayahnya. Kau sanggup menyampaikan padanya betapa menyakitkannya selama ini. Dia tidak akan tahu jikalau kau tidak memberitahunya.

Suho menggeleng. Ia menyampaikan ia dan ayahnya sangat mirip, mereka berdua sangat keras kepala, egois dan tidak tahu bagaimana caranya minta maaf. Jika mereka bertengkar dengan seseorang, mereka menentukan tidak akan bertemu dengan orang itu lagi. Ia mengibaratkan dengan magnet yang slaing tolak menolak jikalau kutubnya sama, itu sebabnya lebih baik bagi mereka untuk tetap menjaga jarak.
Bonui tidak setuju, lantaran mereka keluarga. Suho menyampaikan sangat jelek lantaran mereka keluarga.
Bonui memanggil Suho dengan ‘CEO’ untuk menegurnya dan Suho berusaha mengalihkan pembicaraan kembali ke problem pengukuhan cintanya, ia menyampaikan jikalau mereka mulai berkencan Bonui dihentikan memanggilnya dengan CEO (daepyonnim).
Ia mengajak Bonui turun dan berkedip padanya.
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!!

Gun Wook ada di bawah, mencoba membangunkan petugas Won untuk meminta izin naik ke kantor Bonui.
Pertugas Won berdiri sesudah beberapa kali dipanggil dan ia menyampaikan kalau Bonui bekerja hingga larut malam, malam ini. Ia tahu Gun Wook membawakan bekal untuk Bonui. Gun Wook tersenyum dan meminta Petugas Won merahasiakannya.

Di kantor, Bonui kembali bekerja, tapi ia tidak hening lantaran Suho bertopang dagu menatapnya tanpa berkedip.
Bonui mengakhiri rasa tidak tenangnya dan meminta Suho menatap ke layar komputer bukan padanya. Bonui benar-benar merasa nggak yummy lantaran tatapan Suho aben dirinya HAHHAHAHAHAH *sebenarnya bukan saya yang ditatap tapi kok saya terbakar ya huhuhuhu*
Suho akhirnya memutuskan mengembalikan pikirannya dan menuruti Bonui untuk menatap ke layar, tapi ia tidak mengalah dengan gampang dan malah mendekat dan hampir menempelkan wajahnya ke wajah Bonui.

Bonui makin tidak hening lantaran maksudnya memang bukan itu, Kau.. sedang apa?
Suho mencoba menahan diri dan dengan gagap menyampaikan kalau Bonui menyuruhnya melihat layar dan kini ia sedang melihat layar.
Bonui benar-benar tidak hening dengan hal ini, tapi ia memutuskan mengabaikan dan terus bekerja meski jarak wajah Suho hanya beberapa senti dari wajahnya.
OMOO. PANASSSSSSSSSSSS!!!

Gun Wook tiba di ketika yang tidak sempurna dan melihat hal itu dari luar OMGGG!!!!
Yang ia lihat ialah Suho dan Bonui tertawa berdua dengan wajah yang sangat bersahabat dan itu membuatnya kesal. Ia menatap bekal yang ia bawa dan menatap ke dalam kantor lagi.
Ia memutuskan untuk pergi dari sana dengan kecewa.

Bersambung ke Part 2

Continue Reading

More in Hwang Jung Eum

To Top