Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 11 Part 2

Hwang Jung Eum

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 11 Part 2

————————————————————————
Sinopsis Lucky Romance Episode 11 Part 2

Bonui menuntaskan pekerjaannya dibawah tekanan dimana wajah Suho masih disana HHAAHAHAHAHAHAHAHHA.
Suho mencoba mengomentari meski kita tahu kalau ia sama sekali tidak fokus, dan kesudahannya menyampaikan kalau itu sudah bagus.
Suho rahasia menatap Bonui yang hanya beberapa senti disampingnya, Bonui melaksanakan hal yang sama.
Suho kehilangan nalar dan menutup matanya, ia mendekatkan wajahnya ke arah Bonui dan semakin bersahabat semakin dekat.
Bonui terbelalak dan ia cepat menyadari posisinya dan PLAK, ia memukul perut Suho dan Suho terjatuh ke kursinya dan terbawa beberapa meter kebelakang HAHAHAHAHAHAHAH.

Suho memegang kakinya (perasaan yang dipukul perut deh, apa ditendang juga ya? HAHHAHAHAHAHAHA).
Bonui menyampaikan itu ialah jawaban darinya dan Suho yang kesakitan bingung, Apa? Balasan apanya? Kita bahkan sudah berciuman dua kali.
Bonui tidak mengakuinya, dua kali? KAu bermimpi!
Suho tentu saja tidak terima itu disebut mimpi, Mimpi? Mimpi?! Gadis ini benar-benar… Kau tidak ingat? Saat itu kau mabuk dan kehilangan kontrol! Kau menarik dan menciumku!
Bonui menatap Suho dengan aneh dan kemudian ia mencoba mengingat, insiden malam itu di episode 2, ketika Bonui tiba-tiba menciumnya HAHHHAHAHAHHA (Aku sanggup mencicipi Jun Yeol sangat nervous disini LOL).

Bonui ingat, tapi ia tidak mengakuinya.
Suho bergumam, orang bilang saya akan mendengarkan bunyi bel ketika ciuman pertamaku, tapi saya tidak mendengarkan apapun.
Bonui terbelalak, ciuman pertamamu?
Keduanya saling menatap dan terdiam.
Suho berdiri dan mencoba menjauh dari Bonui, entah ia malu atau bagaimana HHAHAHAAHA.

Bonui menahannya, Bukankah cinta pertamamu Amy?
Suho kesal mendengarnya, Tidak! Dia bukan! Aku sudah menyampaikan ia bukan cinta petamaku. Semuanya ialah yang pertama bagiku. Aku menyatakan cintaku pertama kalinya, berpegangan tangan pertama kali dan berciuman pertama kali! EBLEBLEEELEBELBELEBELEBELELELENLEBEELEL (BUWHAHAHHAHAHA Bahasa alien muncul HAHHAHHA).
Suho setengah tertawa, setengah menangis, setengah malu, setengah senang menyampaikan pada Bonui untuk bertanggung jawab atas semua itu, lantaran Bonui ialah yang pertama baginya.
Bonui hanya sanggup menatap Suho dan terdiam.

Suho masuk ke kantornya dan menutup jendelanya. Ia kemudian berjongkok dengan tangan dilipat. Ia mencoba menyadarkan dirinya dengan menepuk pipinya sekeras mungkin HAHAHHAHHA. Its hard for you boy!

 

Suho tiba-tiba merasa panas dan melepaskan baju yang tergantung di lehernya, ia keluar dari kantornya untuk bicara lagi dengan Bonui. Tapi Bonui sengaja tidak mau mendengarkan dan menyampaikan ia akan pulang. Bonui mengambil tas dan meninggalkaj kantor.
Suho masih berdiri disana dan ia benar-benar merasa kesulitan, entah itu menahan diri atau apa, Suho memperlihatkan kalau ia menghadapi malam yang berat malam ini. Ia seolah berolahraga disana, bergantung dipegangan, mendongak ke atas dan berjongkok kebawah dengan wajah yang aduhh, gimana bilangnya ya LOL.
He want her so bad!

Sementara itu dua orang yang patah hati dihari yang sama sedang merenung di kawasan yang berbeda.
Gun Wook di kamarnya menatap cincin yang akan ia berikan pada Bonui sementara Seol Hee ada di bar, minum-minum untuk menenangkan pikirannya.
Ia teringat ketika Suho menanyakan padanya apakah itu cinta atau bukan. Seol Hee menatap telapak tangannya dimana Suho pernah mengobati lukanya dan bertanya-tanya kira-kira itu apa, kenapa itu sangat menyakitkan baginya.

Suho ada di kamarnya, ia menggantungkan foto-foto Bonui di dinding sambil menelpon Bonui.
Ia bertanya apakah Bonui tiba dirumah dengan selamat dan Bonui membenarkan.
IA menyampaikan kalau ia merindukan Bonui. Tidak ada jawaban.
Suho berkata lagi kalau ia merindukan Bonui.
Bonu terdiam, ia tidak menanggapi dan malah menciptakan seakan-akan signal Hp hilang dan mematikan ponselnya.

Suho sangat geram ada Bonui, ia seolah ingin meremas foto Bonui dan berkata, hingga kapan ia akan kesulitan bergelut dengan pertanyaan gampang ini?!
Suho menatap foto Bonui dan dengan deep voice-nya, Suho berkata, Cepat dan datanglah, Shim Bo Nui.

Bonui sesudah menutup telpon, ia berdoa mohon diberikan petunjuk apa yang harus ia lakukan, ia ingin mempercayai orang itu dan mengganggam tangannya, jadi tolong ia supaya ia sanggup mengontrol perasaannya.

Keesokan harinya, Bonui akan berangkat ke kantor ketika ia membuka pintu, ia mendengar Gun Wook juga akan membuka pintunya. Karena ia tidak ingin bertemu Gun wook, Bonui tetapkan meutup pintu kembali dan mendengarkan Gun wook pergi. Setelah yakin Gun Wook pergi, Bonui membuka pintunya dan terkejut melihat Gun Wook menunggunya di depan rumahnya. Bonui merasa tidak enak.
Keduanya diluar dan Bonui minta maaf lantaran semalam ia benar-benar sibuk, bukan ingin menghindari Gun Wook. Gun Wook mengeluarkan sunglass dan memasangkan pada Bonui. Ia menyampaikan kalau wartawan itu tiba lagi, ia tidak duduk kasus tapi Bonui akan kesulitan. DAn mereka melihat banyak wartawan yang mengintai.
Bonui berterima kasih lantaran Gun Wook mengkhawatirkannya, kemudian ia bertanya semalam gun Wook makan apa, lantaran di telpon Gun wook bilang ia punya masakan enak. Gun Wook berbohong dan menyampaikan ia makan toppokki, ia menghabiskan semuanya.
Bonui mengajaknya makan diluar lain kali dan keduanya berpisah didepan apartemen.

Gun Wook latihan pagi hari itu, hanya jogging disekitaran sungai.
Ia terlihat begitu putus asa lantaran ia terlihat baik-baik saja padahal hatinya sakit, semalam melihat Bonui bersama.
Ia melampiaskannya dengan berlari.

Petugas Won melihat laki-laki mencurigakan dengan masker di luar bangunan Zeze dan segera mengusirnya. Sepertinya laki-laki ini mencurigakan, wartawan bukan ya? BTW Pak Won cocok jadi sekuriti XD.
Petugas Won melihat ayah Suho diluar dan menganggapnya mencurigakan juga. Petugas Won mencegatnya diluar dan ayah Suho mencoba meyakinkan petugas Won kalau ia ayah Je Suho dan bahkan ingin memperlihatkan KTP-nya.
Tapi Petugas Won menyampaikan kalau ayah Jesuho itu akan tiba dengan mabuk di jam 11 malam keatas, jadi ia tidak percaya. Petugas won menuduh ayah Suho sebagai seseorang yang ingin berinvestasi atau semacamnya HAHHAHAHAHA. Ia menyuruh ayah Suho pergi lantaran bertemu dengan orang penting itu sangat sulit LOL.

Tiba-tiba Bonui tiba dan menyapa ayah Suho.
Ayah Suho melihat Bonui dan lantaran ada yang mengenalnya, ia merasa tidak ingin bertemu Suho lagi, dan meminta Bonui jangan menyampaikan kalau ia datang. Ayah Suho kemudian meninggalkan perusahaan.
Petugas Won bertanya apakah benar ia ayah Suho dan Bonui membenarkan. Petugas Won curiga, kenapa Bonui sanggup tahu.
Bonui menyampaikan lantaran ia karyawan di Zeze. Pak Won makin curiga dan menatap Bonui dengan menyipitkan mata.
Bonui sadar kalau ia mencurigakan tapi ia masih berusaha bersikap biasa kekekeke.

Suho tiba ke kantor dan tidak tahu ia berpapasan dengan ayahnya, lantaran ayah keluar dari pintu yang berbeda dengan pintu Suho masuk.
Bonui masuk ke dalam lift ketika Suho tiba dan berlari masuk ke lift yang sama. hening.
Keduanya tidak bicara. Bonui berdiri agak kedepan sementara Suho bersandar di dinding dibelakangnya, matanya terus tertuju pada Bonui. Hening, awakward.
Bonui tahu Suho menatapnya dibelakang. Suho tahu kalau Bonui tahu. Tapi tidak ada reaksi. Suho mendesah.

Suho: Bagaimana dengan skenario?
Bonui: Aku sudah membaginya dengan yang lain semalam.
Suho: Bagaimana dengan design?
Bonui: Itu akan selesai sore ini.
Suho: Bagaimana dengan kencan kita?
Bonui: Malam ini……..

Bonui keceplosan menjawab. Bonui berbalik ke belakang. Suho menatap langit-langit sambil menghentakkan giginya dengan lucu HAHHAHAHAHAHAA.
Boniui membisu saja, ia melihat Suho sekali lagi, Suho menatapnya dengan mainkan mulutnya. Bonui membisu lagi.
Pintu terbuka, Bonui keluar. Puas menarik hati Bonui, Suho keluar dari lift bergumam, ia bilang malam ini…..
HAHHAHHAHAHAHHA. Modus!

Suho duduk di kursinya, menutup matanya sambil tersenyum dan terus bergumam malam ini….
Ia sudah membayangkan apa yang akan mereka lakukan sambil tersenyum ketika ia mendapatkan pesan.
Suho membuak pesan dari ibunya, yang mengirimkan selca dari rumah Suho. Ibu Suho ada dirumahnya.
Awalnya Suho ingin mengabaikan mirip biasa, tapi ia menyadari sesuatu, ia memperbesar foto ibunya dan itu benar-benar dirumahnya.
Kemudian ia teringat semalam ia memasang foto Bonui di dinding. Suho shock dan secepat kulat keluar dari kantornya.

Suho berlari sekencang-kencangnya untuk kembali ke rumah, ia melewati cafe Ryang Ha dan singgah sebentar. Ryang Ha bermain gitar, Suho sesak nafas bertanya, Kau memperlihatkan password rumahku pada ibu?
Ryang Ha membenarkan.
Suho kesal sekali dan ia mengangkan sesuatu di cafe Ryang Ha, HAHHAHHHAHA, Itu ialah pembatas cafe yang beratnya luar biasa.
Suho kemudian meninggalkan Ryang Ha dan berlari keluar sementara Ryang Ha berteriak, bukankah kau menggantinya?
Ryang Ha mendekati pembatas cafe-nya dan mencoba mengangkatnya juga, tapi sangat berat dan ia tak sanggup melakukannya HAHAHHAHAHA.

Suho melompat semua yang sanggup di lompat dan ia menuju kawasan parkir sepedanya. Lupa membawa kunci, ia berusaha membuka gemboknya dengan tangan dan tentu saja tak bisa. Ia melompat lagi dan melayang, berlari ke jalanan besar, tak peduli tangga, ia melayang diatasnya HAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHHA.
Kebetulan ada taksi yang gres tiba dan Suho tanpa mengerem terus berlari menyuruh perempuan yang gres turu dari taksi itu minggir dan ia masuk melompat kedalam taksi, menutup pintu dan WUSH!!!!
HAHHAHAHAHAHHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHAH.
EPIC EPIC EPIC EPIC!!!!
 Scene favorite saya hari ini untuk belahan terlucu XD XD

Suho tiba di rumah dan eksklusif menuju kamarnya untuk mengamankan barang bukti, tapi ibu ternyata dibawah dan Suho mengomel pada ibunya untuk tidak tiba membereskan rumanya, lantaran rumahnay sangat higienis dan nyaman.
Ibu hanya tersenyum dan menyampaikan ia tiba sekalian mengisi kulkas Suho dengan makanan. Ia gres akan bersih-bersih sesudah minum teh ini.
Suho terus memandang ke atas, ke kamarnya dan menyampaikan pada ibu bahwa ib tak perlu melakukannya.
Ibu tersenyum penuh arti dan menyampaikan kalau ia akan pergi sekarang.

Ibu menyampaikan lain kali ia akan sering ke rumah Suho kalau itu artinya ia sanggup melihat wajah Suho mirip ini. Suho kesal dan memintanya jangan tiba lagi.
Ibu menuntuh, kalau tidak mau ia tiba maka setidaknya pulanglah kerumah. Apa kau tidak akan melihat wajah ayahmu selamanya? Dia tidak sanggup tidur beberapa hari ini. Berikanlah ia kesempatan, Suho ya
Suho menyampaikan kalau ia akan mengganti passwordnya, Ryang Ha juga tidak akan tahu jadi jangan bertanya padanya.
Ia menarik ibunya untuk keluar bersamanya.

Bonui dan Ibu Suho bertemu di sebuah cafe.
Ibu menyampaikan sesudah difikir-fikir ia tidak tahu apa-apa wacana Bonui sementara Bonui banyak tahu tentangnya, jadi ia ingin bertanya pada Bonui.
Bonui hanya tersenyum, apa ibu yakin kalau ia harus tahu wacana dirinya, lantaran mereka juga tidak begitu dekat. Ibu tidak peduli. Ia bertanya wacana orang renta Bonui dan Bonui menjawab orang tuanya sudah meninggal dunia 10 tahun yang lalu. Ibu mengangguk.
Ibu bertanya lagi, bagaimana dengan saudaramu?
Bonui berkata ia punya 1 adik perempuan, tapi sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.
Ibu bertanya, jadi kau bertanggung jawab atas semuanya?
Bonui membenarkan. Ibu terlihat terkejut dan memperlihatkan wajah ‘waduh, berat nih kalau gini’. Ibu menghela nafas.

Ibu kemudian bertanya mengenai kuliah  Bonui, ibu pikir Bonui niscaya lulusan dari universitas populer lantaran sanggup bekerja di Zeze. Tapi Bonui menyampaikan ia tidak selesai kuliah.
Ibu membuka mulutnya tak percaya lantaran kualifikasi Bonui benar-benar dibawah standarnya selama ini.
Kemudian bertanya dengan hati-hati, apakah kau dan Suho sering bertemu akhir-akhir ini? (maksudnya bersahabat kaya kencan gitu).
Bonui menyampaikan tidak, tidak akan pernah. Ia seolah tahu ibu mengkhawatirkan hal itu dan menyakinkan ibu kalau ia dan Suho tidak dalam kekerabatan mirip itu.

Ibu cukup kaget, saya pikir Suho menyukaimu.
Bonui menyampaikan kalau ia tidak mencicipi hal yang sama. Ia sudah menyampaikan pada Suho kalau ia tidak sanggup mendapatkan perasaan Suho.
Bukannya senang, ibu terkejut mendengarnya, Bonui shi, kau kira kau siapa berani menolak anakku!
Bonui terkejut, nde?
Ibu kesal dan mengajak Bonui ikut dengannya.
*mami kereeeeeeen, awalnya saya kira ia ga suka, tapi kalau anaknya suka ya mau gimana ya mami hhehehheheh

Ibu mengajak Bonui berbelanja kosmetik cieeeeeeeeeeeeeee, menantu dan mertua heheehehhehehe.
Mereka menikmai shopping mereka di toko kosmetik, tapi Bonui tidak mau menerimanya.
Ibu memaksa Bonui menerimanya, ia sanggup menggunakan make up anggun dan pergi kencan dengan Suho.
Bonui mencoba menjelaskan kalau ia dan Suho tidak dalam kekerabatan mirip itu, tapi ibu tak percaya, Lalu kenapa ia memajang fotomu di dinding kamarnya?
Bonui terdiam. Ibu menyampaikan Bonui juga pernah berkata kalau Suho itu keren. Ibu hati-hati bertanya, kau tidak sanggup melihat ia sebagai seorang pria?
Bonui tidak menjawab. Ibu melihat ekspresi Bonui dan tetapkan ia tidak akan memaksa, tapi ia tetap memperlihatkan peralatan make up itu, lantaran mereka pergi ke peramal yang sama artinya mereka teman. anggap saja itu hadiah dari teman.
Bonui kesudahannya menerimanya dan berterima kasih.
Ibu kemudian mulai menyampaikan tujuan lainnya, ia ingin Bonui melaksanakan sesuatu untuknya.

Suho ada di kantor bersama Ryang Ha yang menikmati mesin pemijat. Ia tertawa ngakak mengetahui seorang Je Suho menempelkan foto Bonui di dinding kamarnya.
Suho kesal, memangnya saya dihentikan melakukannya?
Ryang Ha berkata ia sangat berharap ibu Suho melihat hal itu. Sayang sekali.
Suho kesal tapi kemudian ia tersenyum nakal. Ryang Ha memanggilnya ‘byeontae’ lantaran Suho terus mengejar Bonui meski Bonui menolaknya berkali-kali, harusnya Suho patah hati kini LOL. *well, ga sanggup dibilang nlak juga sih kalau si cwe bilang ia juga suka tapi ga sanggup LOL
Ryang Ha speachless lantaran Suho menikmati kesakitan akan dicampakkan HAHHAHAHA.

Suho mengibaratkan ini bukan mirip menunggu kereta api yang tida akan pernah tiba ke stasiun, tapi menunggu ketera api yang akan segera tiba. DAn ini sangat mendebarkan.
Ryang Ha bengong menatap Suho yang mulai menggunakan peribahasa dan ia menyampaikan ia harus ke kamar mandi lantaran ingin muntah HAHAHAHAHAHAHHAHAHHAHAHHA.
Ryang Ha mengomel, Ya! Apa kini kau menulis novel?! Kau bahkan tidak berguru literatur.
Suho tentu saja menyampaikan tidak, ini ialah feelingnya. Ia mengibaratkan perasaannya kini mirip gunung merapi yang magmanya panas di dalam hatinya, bergemuruh, mendidih seakan-akan akan meledak.
Ryang Ha bangun mendekati Suho dan menggoyang badannya, KAU SIAPA? KAU BUKAN JE SUHO KAN?!
HAHHAHAHAHHA, dikira kerasukan apa LOL.

Tiba-tiba ponsel Suho berdering, dan keduanya bengong mematung.
Itu dari Bonui dan keduanya heboh tak karuan, Ryang Ha menyuruh Suho hening dan menjawab sekalem mungkin dengan deep voice-nya LOL.
Suho menjawab kalem, Ya, Je Suho disini. Oke.
Suho mematikan ponselnya dengan cepat sesudah percakapan singkat itu.

Ryang Ha menilik ekspresi Suho, Suho membisu saja.
Ryang Ha menebak ia dicampakkan lagi, di tolak lagi, ia menyampaikan perasaan apanya, whaever lah. LOL.
Suho sendiri memegang dahinya dan mendesah, dan berkata, ia mengajakku makan siang bersama besok.
Keduanya berdiri dan berteriak mirip anak kecil HAHHAHAHAHHAHAHAHA.
I love this bromance so much!!!

Bonui di rumahnya menutup telpon sesudah pembicaraan itu. Ia meletakkan ponselnya di meja dan kita melihat sebuah jimat bertuliskan Jesuho disana.
Bonui berdoa biar besok kesialan dijauhkan dari mereka.

Batas merah di rumah keluarga Suho masih berlaku HAHAHHAHA.
Ibu meletakkan sepatu ayah dan emngajaknya pergi bersama hari ini.
Ayah tidak mengerti lantaran ini tak bisanya. Ibu menyuruhnya jangan banyak tanya dan hanya ikut dengannya, pokoknya semuanay ayah hanya boleh menjawab iya iya dan iya.
Ia bahkan mengancam kalau ayah tidak ikut ia akan meminta cerai HAHAHHAHAHHA.

Dalam drama-drama korea, kalau duduk kasus kencan biasanya cewek yang sibuk mengurus baju, jadi mari kita lihat JeSuho yang sibuk mengurus baju untuk kencannya kali ini.
Ia menentukan baju untuk kencan sambil tersenyum senang dan tentu saja berdendang XD
Ia menggunakan baju ini dan itu, mengecek yang mana yang cocok, bahkan ada baju gres juga yang belum dilepas labelnya, ia menilik lipatan matanya dan bahkan merasa kulitnya kulitnya kusam akhir-akhir ini. I juga mandi dua kali saking senangnya HAHHAHAHAHHAHAHAHHAHA.
Suho kebingungan akan menggunakan apa, kamarnya berserakan dengan baju-bajunya HAHHAHAHA.

Bonui menunggu Suho di kawasan mereka janjian, begitu melihat Bonui, Suho segera berlari dengan wajah cerah menuju Bonui.
Bonui ingin menyampaikan sesuatu, tapi Suho terlalu excited lantaran senang dan tak mendengarkan, ia sibuk menyampaikan kalau kini ia kesudahannya mengerti teori relatifitas. Ia menyampaikan semenjak semalam hingga pagi ini, setiap menit terasa satu jam baginya. Tapi satu jam ia mengemudi ke kawasan ini malah terasa satu menit baginya. Suho beneran senang banged, wajahnya cerah dan menyampaikan kini sesudah melihat wajah Bonui, ia merasa waktunya terhenti.
Bonui merasa tidak lezat hati dan akan menyampaikan sesuatu, tapi Suho mengajaknya masuk ketika tiba-tiba terdengar bunyi ibu memanggilnya.

Suho terkejut.
Ibu tiba bersama ayahnya. Ia melirik Bonui. Bonui mengalihkan pandangannya.
Bonui menyampaikan hari ini ia harap Suho mempunyai waktu yang baik bersama keluarganya.
Bonui akan pergi tapi iu menahannya,ia mengajak Bonui ikut makan bersama mereka.
Awalnya Bonui ingin menolak tapi IBu memberi kode memohon padanya dan Bonui tidak sanggup melaksanakan apapun.

Mereka berepmpat duduk di meja yang sama, dengan sangat sangat sangat tidak nyaman.
Ibu mencoba membuka pembicaraan dengan menyampaikan ini pertama kalinya keluarga mereka berkumpul, terakhir kali ialah ketika Suho berusia 11 tahun, mereka melaksanakan pesta BBQ sebelum Suho ke Amerika.
Suho membisu saja, ia bahkan tidak memandangi kedua orang tuanya, ia hanya memandangi meja dengan pandangan kosong.
Karena tak ada tanggapan, ibu memberi kode pada Bonui untuk ikut bicara dan Bonui mulai dengan awkward menyampaikan ini sudah 20 tahun.
Ibu memukul paha ayah dan ayah mengatakan, ya benar (matta, mirip yang ibu katakan di rumah tadi).
Ibu menyampaikan sambil memandang Suho, lantaran mereka sudah berkumpul mirip ini ia harap semua kesalahpahaman dan kesalahan dimaafkan.

Suho tidak merespon sama sekali. Ibu memukul ayah lagi dan ayah kembali menjawab, ya benar.
Ibu menjelaskan lagi kalau ayah Suho sudah berhenti minum alkohol. Ibu kembali memukul ayah. Ayah menjadi kesal dan menyuruh ibu berhenti.
Ayah tak tahan lagi dan bertanya pada Suho, bekerjsama apa masalahmu? Kau melihat dengan matamu seakan kau tidak suka dan dengan tangan bersilang mirip itu. Apa kau ayahku atau apa?
Suho malas berdebat dan menyuruh mereka berhenti. Ia berdiri tapi ibu menahannya, Suho ya, ini sudah 20 tahun.

Ayah tidak peduli, pergi! sana pergi! Kau pikir hingga kapan orangtua-mu harus memohon padamu hah?
Suho kesal sekali mendengarnya. Ibu menyuruh ayah berhenti lantaran Bonui disini. Bonui membisu saja, ia merasa tidak enak.
Suho yang akan pergi menahan diri dan bertanya pada ayahnya, Kenapa kau melaksanakan itu? Kenapa kau membuangku ke bahari ketika saya masih berusia 7 tahun?
Ayah menjawab, itu bagaimana kau akan berguru berenang, kau bahkan tidak sanggup berenang. Kenapa kau menyalahkanku?
Suho bertanya lagi, apa kau bahkan tahu semenjak ketika itu saya bahkan tidak sanggup mendekati air?
Ayah terdiam.

Suho melanjutkan, Apa kau pernah peduli dengan saya yang bahkan tidak sanggup mencium aroma lautan? Kau pindah ke tempat-tempat bersahabat bahari dan bertanya padaku kenapa saya tidak mengunjungi kalian?
Ayah masih saja membantah dan berkata, Kaprikornus kenapa? Apa kau berharap saya berlutut dan memohon padamu? Aigoo, ia ingin menang melawan orang tuanya hanya lantaran ia pikir ia lebih pintar. Kau selalu mirip itu semenjak kau kecil, kau bicara seakan-akan kau tahu semuanya. KAu sangat arogan.
Suho menatap ayahnya, matanya merah dan berkaca-kaca, Saat itu saya hanya anak-anak. Aku takut bahari dan kegelapan. Aku hanya anak kecil yang takut kalau disentuh oleh orang tidak dikenal yang tertawa dan melihatku. Kalian berdua tidak pernah berfikir kalau saya hanyalah anak kecil ketika itu.
Suho kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu. Bonui khawatir dan mengejar Suho sesudah membungkuk pada ayah dan ibu.

Bonui mengejar Suho dan menyentuhnya dan Suho menepis tangan Bonui. Bonui minta maaf, harusnya ia menyampaikan hal ini pada Suho, tapi ibu menyampaikan kalau Suho tidak akan tiba kalau ia mengatakannya.
Suho membenarkan, harusnya Suho menyampaikan itu padanya. Bonui menyampaikan ini ialah permulaan, lantaran Suho menyampaikan wacana apa yang ia pendam selama ini, rasa sakitnya ketika ia masih anak-anak.
Suho kesal mendengar Bonui, kau pikir kini saya paling murka lantaran siapa? Itu kau, Bonui-shi. Aku tahu saya mengikutimu lantaran saya menyukaimu, tapi apa kau pikir kau boleh memperlakukanku semaumu? Apa kau pikir benar melaksanakan hal mirip ini?
Bonui menyampaikan kalau ia merasa sedih untuk Suho. Fakta bahwa hati Suho sangat keras itu menciptakan hatinya sakit.

Suho tetap tidak terima, apa itu artinya kau boleh berbohong?
Bonui membalas, Aku bilang padamu saya akan mengatakannya.
Suho bengong tak percaya. Bonui menghela nafas dan berkata, Itu benar kalau ayahmu sangat keras dan bernafsu padamu. Tapi disini kau lah yang bersikap tidak sepantasnya. Apa salahnya dengan membuka hati dan mengulurkan tangan terlebih dahulu? Seperti itulah cinta. Jika kau bahkan tidak tahu itu…..
Suho memotong, Jadi, disini saya lagi yang bersalah.

Bonui terdiam. Suho menahan amarahnya, ia menutup mata dan mengambil nafas. Suho berkata, Aku tidak tahu kalau kau berfikir saya orang yang mirip itu, semenjak pagi saya excited. Aku pikir kita akan menuntaskan duduk kasus dengan cara yang sama, tapi tampaknya saya salah. Aku minta maaf alasannya ialah sudah mengganggumu selama ini.

Suho kemudian berjalan meninggalkan Bonui sendirian.
Suho benar-benar kecewa dengan tindakan Bonui kali ini.
Ia seolah tidak sanggup memaafkan Bonui dan terus berjalan hingga punggungnya menghilang dari hadapan Bonui dan Suho menghentikan langkahnya. Ia mengambil nafas dalam dan benar-benar meninggalkan kawasan itu.
Sementara itu Bonui tidak sanggup menyampaikan apapun atau bahkan menahannya lagi.
Bonui meneteskan air mata.

Epilog.

Di malam romantis Suho dan Bonui, ketika Suho mengakui kalau semuanya ia lakukan pertama kali dengan Bonui, legalisasi cinta, pegangan tangan dan ciuman, sesudah itu Suho masuk ke kantornya dengan sangat awkward.
Bonui terduduk di bangkunya sesudah itu. Ada perasaan lega dalam hatinya. Ia meletakkan kepalanya di atas meja dan ia tersenyum senang lantaran ciumannya dan Suho ialah ciuman pertama Suho.

Komentar:

AACACCCCCCCCCCCCCCCCCKKK!!!1
Ini episode super banged, tapi episode 12 lebih super!!!!! HAHAHHAHAHAHA.
Begini deh kalau udah kecanduan sama drama, sesudah episode tayang, ingin tau sama episode selanjutnya, sesudah tayang, ingin tau dan ingin tau dan ingin tau lagi, gitu aja terus hingga tamat HAHHAHAHAHAHA.
DAn andweeeeeeeeeeeee, tinggal 5 Episode lagi huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhu.

Oke kita mulai komentar dari mana ya?
Kissu? HAHHAHAHHAHAHAH
Karena ga tahan saya kasi spoiler ahad kemudian dan tampaknya ahad ini juga, kenapa? SWEEEEEEEEEEET BANGEDD!!!!
Kissu Bonui Suho saya ulang entah berapa kali lantaran saya merasa cocok banged BGM-nya, tiba-tiba jadi suka banged sama lagu Junsu HAHHAHHA.
Jujur saja, OST dan BGM Lucky Romance bukanlah BGM atau OST selera aku, yang biasa saya sukai, jadi saya tidak terlalu masuk dalam BGM dan OST LR ini. Jika kalian bertanya BGM atau OST mirip apa yang saya sukai maka untuk drama yang sedang tayang sekarang, saya menentukan AOHY. Itu ialah tipe OSt dan musik yang saya suka.
Kaprikornus jujur saja saya merasa aneh lantaran Lucky Romance menggunakan OSt dan BGM yang unik . Tapi semakin usang saya kesudahannya sanggup masuk ke dalam OST nya.
Dan kissu Suho-Bonui benar-benar WAH banged!!! Kiss nya enggak HOT tapi feelnya terasa.

Aku tidak menyangka Bonui akan menolak dengan cara mirip itu.
Aku tahu Bonui akan menolak, tapi saya tidak menyangka ia akan mengakui perasaannya. Mungkin banyak yang menyampaikan kalau Suho sangat keren lantaran ia masih mengejar Bonui meski di tolak dan ia percaya diri. Ya, itu keren. Tapi saya merasa itu lantaran semenjak awal Bonui mengakui kalau ia memang menyukai Suho tapi ia tidak bisa. Karena itu Suho juga menjadi percaya diri dan yakin akan sanggup menciptakan Bonui menerimanya.
saya menyukai kekerabatan Boho couple yang mirip ini. Dan cara Suho mendekati Bonui benar-benar sweet. Aku kagum lantaran Bonui masih sanggup berpengaruh menahan perasaannya, didekati dengan cara manis mirip itu, lantaran kita tahu bonui juga suka kan, beda kisah kalau Bonui tidak suka. Kalau saya sih eksklusif meledak ya. Bayangin aja, wajah didekati gitu awwwww, terus pas jalan mata si pemuda cuma liatin kau dengan manis dan bahkan menyemangati, malam-malam bawa masakan karen tau kau lebur AAAKKKKKKKKKKKKKKHHH!!!
Je Suho for my real life, odinni??????

Bora bangun!!!
KYAAAAAAAAAAAAAA!!!
Uri little puppy Bora kesudahannya terbangun. Setelah ciuman dengan macan, Bora membuka matanya. Meski masih sulit berkomeunikasi dan masih belum sadar otak sepenuhnya lantaran 2 tahun koma, ini benar-benar sebuah keajaiban. Aku senang Suho tersenyum nrimo ketika mendengarkan kabar itu meski ia masih agak murka pada Bonui dan saya suka cara Suho mendekati Bora. saya rasa mereka berdua akan menjadi saudara ipar yang lucu kalau mereka bertengkar memperebutkan Bonui nanti.
Aku rasa Bora akan benar-benar bangun kalau Suho dan Bonui making love hHAHAHAHAHAHAHHA, tapi masa sih ya, nggak sanggup sembuh perlahan aja? Antara rela dan tak rela melihat adegan ranjang Suho HAHHAHAAHA. Padahal lihat Park Do Kyung biasa aja LOL.
Aku sudah membayangkan ending drama ini bersama Bora. ayah dan ibu tidak akan kesepian lagi, kalau Bonui dan Suho menikah, Bora sanggup dijaga oleh ayah dan ibu yang selalu merasa kesepian, dan lagi saya pikir Bora akan sanggup melawan kekeraskepalaan ayah Suho.
OMG!! Kok udah ngomongin ending aja HAHHAHA.

Benang merah ialah takdir.
Aku suka Bonui menggunakan benang merah kali ini, tapi akan lebih manis kalau mereka bersentuhan ya?
Atau saya salah, manisan mereka pake benang merah ya?
Kira-kira takdir Suho dan Bonui terhubung begini nggak ya, ecieeeeeeeeeeee.
Aku sih yakin ini drama bakalan happy ending se happy happynya, lantaran penulis drama ini berbeda, saya merasa ia benar-benar berbeda dalam memperlihatkan duduk kasus cinta pasangan utama. Aku tidak sanggup mendeskripsikannya dengan jelas, tapi saya rasa kalian mungkin tahu perbedaannya.
Galau nggak terlalu galau, dan saya suka belahan Suho yang mengejar Bonui 3 kali dan belahan Bonui yang melawan ketika Suho menyampaikan untuk emninggalkannya ketika ia terjatuh di kolam di episode ahad lalu.

Aku tidak mengharapkan ada birth secret dalam drama ini.
Karena saya ingin Suho benar-benar anak ayah dan ibunya.
Aku senang ternyata Young il ajusshi tidak mencurigakan mirip yang saya pikirkan. Ternyata ia fans Suho, pantas ia tiba ke showcase Genius II, tapi kok ekspresinya ketika itu berbeda ya?
Tapi lucu sih Young Il ajushi ini, malu-malu gimana gitu didepan Suho mana ia bilang ia kaya fans cewek HAHAHHAHAHA.
Tapi kenapa ayah Suho emngatakan wacana istrinya yang ketinggalan kereta ya? Apa benar dulu ibu Suho akan kawin lari dengan Young Il ajushi?
Tapi saya lihat ibu Suho tetap cinta suami kok, meski bertengkra mulu tapi hingga kini mereka tetap bersama, itu hebat.

Ryang HA dalam bahaya! HAHAHHAAHHA.
Aku yakin Dal Nim akan menjadi sangat anggun begitu ia melepas kacamata dan behel-nya. Ryang Ha bakalan suka sama ia dan kita tahu Dal Nim nggak ada hati pada Ryang Ha. Kaprikornus ingin tau deh kapan Dal nim akan berubah. Aku pengen liat Ryang Ha mengejar Dal Nim dan merasa cemburu juga. Kira-kira kalau ia jatuh cinta 11 12 sama Suho nggak ya?
Tapi Ryang Ha ini kalau ia nggak ada saya nggak tahu deh nasib Suho HAHAHAHHHA.
Ryang Ha ini keren banged, sanggup mengatasi Suho, ia nggak mau-malu mau bilang Suho ini dan itu.
Aku ingin tau sih kapan mereka pertama berkenalan. Kira-kira akan diceritakan atau tidak ya?

BTW  soal amy, saya mulai sangat kesal padanya. Aku tidak suka seorang gadis yang menyombongkan hubungannya di hadapan gadis lain yang jelas-jelas ia tahu ada kekerabatan dengan orang yang ia sukai. Dan lagi Gun Wook benar, rasa percaya diri Seol Hee ini memang sangat tinggi dan menurutku malah terlalu tinggi,
Sebenarnya saya sedih juga sih, tapi lebih banyak kesalnya. Dia selalu mencoba meyakinkan Suho kalau cinta Suho pada Bonui hanya delusi bla bla bla bla, hellooo siapa looo!!!
Tapi saya senang Suho nggak terpengaruh dan malah bertanya sebaliknya. Ia nggas egan bilang kalau Bonui spesial, ia suka Bonui dan mencicipi perasaan yang sama dengan Seol hee, kalau ia selalu memperhatikan gadis itu, mengkhawatirkannya dan merindukannya.
Nah, disini saya jadi kasian pada Seol Hee juga HAHHAHAHAHAHAHHAHAAHAHA.
Makanya sebaiknya mereka berdua memang menjaga jarak sih menurutku, lantaran Suho nggak peka dan Seol Hee sakit hati terus kalau mereka sering ketemu.

Gun Wook aaaa, peluk peluk peluk.
Aku cuma berharap ia tidak bermetamorfosis antagonis. Tapi saya kasihan banged melihat ia galau dan patah hati. Tapi ya mau gimana, hati Bonui hanya untuk Suho.
Tidak bisakah kita membuka lembaran cinta yang gres dengan Gun wook dan Seol Hee. Kan dua-duanya patah hati tuh, siapa tau saling melengkapi dan jadian HAHHAHHAHA.
Mungkin nggak ya? LOL.

Kalau ngomongin facial expressionnya Suho aduh,,, saya udah deh, Ryu JUn Yeol keren banged. Bukan lantaran saya bias sih, tapi aktingnya memang TOP banged. Kadang ia kaya anak-anak, kadang dewasa, manly, keren, kadang ia kaya baby, kadang ia lucu dan lain-lain.
Bahkan saya pernah melihat komentar kalau wajah junyeol itu meme-rable HAHAHHAHHAHAH
Kayaknya kita perlu kakao atau line emoticon dengan wajah JeSuho HAHHAHHA.
Dan lantaran Suho sering menggunakan facial expression yang beragam, jujur saja, saya menjadi kesulitan merecap. Aku biasa memasukkan bahasaku sendiri dalam mendeskripsikan bagaimana tindakan si tokoh, gimana ekspresi wajahnya dan lain-lain dan saya benar-benar kesulitan mencari bahasa yang sempurna untuk mengungkapkan ekspresi Suho HAHAHAHHAHAHAHAHA.
Kadang ketika sedang menulis saya termenung sendiri, ini bagusnya diceritain gimana ya HAHAHAHAHHA. Curcol.

Okeh, jadi bekerjsama disini yang salah siapa ya? Apakah Ayah atau Suho atau kedua-duanya?
Masalahnya sih kalau berdasarkan saya keduanya keras kepala dan sulit untuk menyatukannya. Aku nggal tahu siapa yang bakalan duluan mengalah. Ayah Suho ini sulit untuk mengungkapkan isi hatinya dan berujung pada kemarahan. Sementara Suho bekerjsama ingin pengertian dari orang tuanya.
Selama ini tidak ada yang tahu mengenai ketakutannya, mungkin mereka tahu tapi tidak berbuat apa-apa, mirip ia menyampaikan kalau orang tuanya tau ia takut air (ibunya tau kan ya?) tapi mereka malah sering pindah rumah ke bersahabat laut. Tapi kenapa ayahnya kaget ya? Apakah ia tidak tahu? hmmmmm.
Bonui memang akan menjadi penghubung keluarga ini, tapi saya rasa akan sangat sulit dalam melakukannya, lantaran kalau semuanya sama-sama keras, tidak akan sanggup menyatu.
Aku tahu ayah Suho salah dan Suho juga salah kalau melawan.
Well, saya belum berpengalaman jadi duduk kasus mirip ini sulit bagitu T__T

Tapi saya mengerti kenapa Suho kecewa pada Bonui, lantaran ini terlihat mirip ia memanfaatkan Suho, hanya lantaran Suho menyukainya dan selalu disekitarnya, memintanya tiba dan berbohong tentu sangat menyakitkan. Mengingat betapa excitednya Suho akan kencan ini.
Aku mengerti ia murka mirip itu dan Bonui, please kejar Suhoooo. Suho bahkan melakukannya tiga kali, jadi kenapa kau tidak melakukannya?
Karena Bonui dan Suho sama-sama membutuhkan. Mereka perfect satu sama lain, saya mulai sanggup mencicipi cinta mereka dan belakangan Boni sudah kelihatan lebih muda dari Suho hehehehhehehheheh.

Continue Reading

More in Hwang Jung Eum

To Top