Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 15 Part 1

Hwang Jung Eum

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 15 Part 1

Rasanya gres kemarin saya excited lantaran teaser pertama Lucky Romance keluar dan ahad ini drama ini sudah akan berakhir T_______T
Begitulah, waktu cepat berlalu bila kita menyukai sesuatu. Benar-benar tidak terasa kita sudah mencapai penghujung dan akan berpisah dengan Bonui x Suho, Amy x Gary, Ryang Ha x Dal Nim, Zeze Family dan lain-lainnya huhuhuhuhhuhuhu.
Ending Episode 14 kemarin benar-benar menciptakan deg degan, kita tahu Je Suho kecelakaan, meski kita tahu beliau tidak mati, tapi yang kita khawatirkan ialah bagaimana Bonui akan menghadapinya.
apakah beliau tetap berada disisi Suho? atau meninggalkannya?

Sinopsis Lucky Romance Episode 15 Part 1

Episode 15 dimulai dengan adegan Suho yang berlari menemui Bonui sesudah Bonui menelponnya sambil menangis. Tidak jadi bertemu di restoran dan batal dengan rencananya untuk melamar Bonui, Suho masih dengan wajah tersenyum menemui gadis itu dengan buket bunga di tangannya.
Ia melihat Bonui duduk di dingklik taman dan ia memanggilnya. suho ada di seberang jalan. Bonui melihatnya dan berdiri, keduanya berseberangan dan wajah mereka tampak mereka sangat merindukan satu sama lain, padahal mereka gres saja bertemu kemarin.
Bonui berkaca-kaca menatap Suho dan menyampaikan dalam hati kalau perkataan shaman Koo tidak benar, lantaran Suho kini sedang tersenyum di hadapannya.

Suho dengan buket bunganya memang terlihat sangat senang dan tak sabar menunggu lampu hijau untuk menyeberang dan memeluk kekasihnya itu.
Saat lampu berkembang menjadi hijau, Suho dan Bonui sama-sama berlari untuk saling bertemu, tapi kemudian Suho menyadari ada kendaraan beroda empat yang melaju ke arah mereka.
Suho terkejut dan berlari dengan cepat menuju Bonui, mendorong gadis itu dan membiarkan dirinya tertabrak mobil.

Buket bunga yang ia bawa terbang ke udara.
Bonui terjatuh dan shock melihat Suho tertabrak di hadapannya.
Bonui panik dan mendekat, ia melihat Suho pingsan di tengah jalan, tepatnya ia hanya melihat tangan Suho yang berlumuran darah.
Bonui shock lantaran shaman Koo benar, ia ketakutan dan memutuskan menjauh dari daerah itu.
Bonui meninggalkan Suho.
*whyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy pacarmu kecelakaan dan kau lari???????????????????????? O_0

Bonui berlari meninggalkan daerah itu sambil menangis.
Ia menyampaikan dalam hati kalau semuanya karenanya dan salahnya, harusnya beliau tidak melaksanakan itu. Ia salah lantaran sudah jatuh cinta pada Suho, harusnya ia dilarang menyayangi Suho.
Bonui berhenti sesudah yakin cukup jauh dari sana untuk menghindari kesialan yang ia bawa pada SUho yang tergeletak di jalanan.
Ia menangis dan menangis.

Suho dirawat di rumah sakit. Ia masih tidak sadarkan diri.
Bonui hasilnya tiba ke rumah sakit dengan hati-hati bertanya kamar Je Suho pada perawat. Saat tahu Suho sedang tidak di kamarnya, Bonui memakai kesempatan itu untuk masuk dan ia menuliskan jimat ‘katak, ular’ di kertas dan meletakkannya dibawah bantal Suho.
Bonui tidak berlama-lama disana, ia keluar sempurna ketika Suho kembali dari check up-nya, Suho masih belum sadarkan diri, jadi beliau tidak tahu Bonui datang.
Bonui hanya menatapnya, ia bahkan tak sanggup bicara. Bonui sangat sedih, ia sangat ingin menemui Suho tapi ia tidak sanggup lantaran kesialannya. Atau lebih tepatya ia merasa bersalah?

Bonui kembali ke rumahnya malam itu dengan gontai.
Ia masih belum percaya diri dengan dirinya, dan ia juga tetap mengkhawatirkan banyak hal.
Ia masuk ke dalam rumahnya yang gelap dan terduduk di lantai, menatap foto suho yang ia pajang di dinding rumahnya.
Bonui menghabiskan malam dengan menangis, ia mencintainya tapi ia tak sanggup bersamanya.

Keesokan harinya, Suho hasilnya sadar dan hal pertama yang ia ucapkan ketika membuka mata ialah ‘Bonui-shi’.
Seol Hee ada disampingnya dan bertanya apakah beliau sudah sadar sekarang. Suho tidak menjawab, ia teringat tragedi semalam dan bertanya dimana Bonui. Suho akan bangkit tapi Seol Hee menyuruhnya untuk tetap berbaring lantaran tubuh Suho belum kuat, bahkan kecelakaan itu, suatu keajaiban hanya tangan Suho yang patah. Suho berbaring kembali lantaran ia tak berpengaruh untuk bangkit sendiri.
Suho bertanya kapan Seol Hee tiba dan Seol Hee menyampaikan semalam. Suho kembali mencoba duduk dan bertanya apakah Seol Hee melihat Bonui. Seol Hee tidak menjawab dan mengomeli Suho yang terus saja berusaha duduk padahal ia sakit.
Suho tidak mendengarkan, ia menyampaikan ketika ia tertabrak ia bersama Bonui, niscaya Bonui tiba bersamanya ke rumah sakit.

Suho terus mengkhawatirkan Bonui dan Seol Hee hasilnya menyampaikan kalau Bonui lah yang menelponnya semalam. Ia menyampaikan Bonui tidak sanggup menjaga Suho makanya ia tiba menggantikannya. Seol Hee ingin tau apa yang terjadi dengan mereka berdua.
Suho kaget mendengarnya, ia sudah tahu kalau sesuatu terjadi, apa yang paling ia khawatirkan terjadi.
Seol Hee menyampaikan ia harus pergi sebentar untuk interview Gun Wook, ia akan segera kembali.
Suho menyampaikan ia baik-baik saja tapi Seol Hee meyakinkan ia akan kembali nanti. Ia senang Suho hasilnya sadarkan diri. Suho menatapnya dan berterimakasih. Seol Hee kemudian meninggalkan Suho sendirian.

Setelah Seol Hee keluar, meski badannya masih sakit semua, Suho berusaha bangkit dan mencari sesuatu di lemari.
Ia tak peduli pada badannya yang belum sembuh total, ia mengambil pakaiannya semalam dan mencari Hp-nya, ia eksklusif menelpon Bonui. Nomer Bonui tidak aktif.
Suho tahu ini akan terjadi, dan memutuskan untuk keluar, ia gres saja bersusah payah untuk berjalan keluar ketika orang tuanya tiba dengan khawatir.

Ayah sangat khawatir pada Suho dan eksklusif meraba-raba tubuh Suho, bertanya apakah ia baik-baik saja. Ayah memastikan selain tangan tidak ada yang terluka. Suho sangat terkejut melihat ayahnya yang tak biasanya. Ibu menyuruh ayah berhenti menyentuh Suho lantaran SUho masih belum pulih. Ayah mengembalikan kesadarannya. Ia menunduk gelisah. Suho menatap ayahnya dengan bingung.

Suho sudah kembali duduk di daerah tidurnya dan ibu bertanya apa yang terjadi, ia dengan Suho tertabrak ketika akan menyelamatkan seseorang, tapi Suho menyampaikan itu tidak benar, ia tertabrak ketika menyeberang jalan. Ibu bersyukur atas hal itu dan mulai menyampaikan kekhawatirannya, sementara mata Suho melirik-lirik ayahnya.
Suho menyampaikan ia baik-baik saja dan meminta orang tuanya pulang. Ibu protes, mereka gres tiba dan eksklusif disuruh pulang, HAHHAHAHHA.
Suho menyampaikan ia sanggup sendirian, tentu saja ibu tidak setuju. Ibu mengingatkan ketika Suho ke Amerika dulu, Suho juga menyampaikan hal yang sama, meskipun profesor merawatnya dengan baik, harusnya ia ikut bersama Suho lantaran Suho masih kecil waktu itu.  Suho meminta ibunya jangan mengungkit masa lalu. Tapi Ibu menyampaikan kekhawatirannya, ia pikir dulu lantaran Suho jenius, Suho akan gampang menyesuaikan diri disana dan melakukannya dengan baik.
Suho membisu saja. Ibu meminta maaf lantaran membiarkan Suho sendirian waktu itu, ia juga minta maaf lantaran ia meminta Suho hanya menghapal perkalian pada ketika itu.

Suho menatap ibunya dan menyerupai ingin menyampaikan sesuatu, ibu siap mendengarkan tapi Suho mengurungkan niatnya dan menyampaikan kalau ia belum mati, lagi pula ia hanya patah lengan saja.
Ayah yang sedari tadi membisu dan bahkan tidak berani menatap wajah anaknya, hasilnya mengajak ibu pulang, lantaran Suho baik-baik saja.
Ayah kemudian gugup menyampaikan pada puteranya untuk hati-hati ketika menyeberang jalan, harusnya lihat kiri kanan dulu. Suho menatap ayahnya.
Saat ayah akan pergi, Suho memanggil ayahnya dan meminta ayahnya tidak menjual pertambakan ikan mereka. Ibu terkejut mendengarnya.
Ayah menyampaikan yang ada disana hanya air dan air, tidak ada alasannya untuk tinggal disana lagi.
Suho mengatakan, tapi ayah menyukainya. Kau sanggup tetap memilikinya.

Ayah dan ibu terkejut mendengar hal itu dari verbal Suho yang biasanya sangat dingin.
Suho menunduk. ayah menatap puteranya itu dan tidak tahan ingin meneteskan air mata, lantaran malu ia segera keluar. Ibu tersenyum melihat Suho dan keluar mengejar suaminya.
Ayah dan ibu berjalan di lorong rumah sakit dan ibu sangat senang lantaran hati Suho hasilnya luluh sedikit.
Ayah berjalan cepat dan menghapus air matanya, ibu melihat dan bertanya, kau menangis?
tentu saja ayah tidak mengakuinya HAHHAAHAHHAHA.
Ibu benar-benar senang hari itu.

Suho kembali termenung di rumah sakit. Ia masih mengkhawatirkan Bonui dan memutuskan menelponnya lagi. Tapi nomer Bonui masih tidak aktif, hasilnya SUho memutuskan meninggalkan pesan suara.
Suho meninggalkan pesan bunyi dengan nada seperti ia baik-baik saja, ia juga mencoba bersikap biasa seolah beliau tidak khawatir dan juga mneggunakan aegyo. Ia menyampaikan kalau ia hanya mengalami luka yang saaaaaangat kecil, ia tidak ingin menciptakan ‘my chicken girl’ khawatir. Ia meminta Bonui segera tiba ke rumah sakit dan menuliskan jimat untuknya. Suho menyampaikan ia merindukan Bonui.
Heol. akting junyeol benarbenar jjang, ia dengan wajah sangat khawatir, terlihat sangat sangat khawatir mencoba bersikap biasa-biasa saja. Ia menyerupai akan menangis ketika merekam pesan bunyi itu T__________T
Suho benar-benar khawatir dan gotong royong tahu kalau Bonui akan meninggalkannya.

Bonui ada di rumah sakit daerah Bora di rawat.
Ia keluar dan mengecek panggilan telpon. Ada banyak missed call dari Suho. Dan ada dari Dal Nim juga (huh? Suho nggak jadi ngirim pesan suaranya ya? T__T).
Bonui memutuskan menelpon Dal Nim. Dal Nim diseberang menjawab dengan ceria dan bertanya wacana bagaimana lamaran Suho, apakah Suho memberinya cincin atau bagaimana. Dal Nim benar-benar cemburu pada Bonui.
Tapi Bonui menelpon bukan untuk itu, ia meminta DAl Nim membereskan mejanya di Zeze, dan membuang semua garam dan jimatnya.
Tentu saja DAl nim terkejut. Bonui mengingatkan kalau kontraknya sudah berakhir. Tapi Dal Nim tetap merasa ada yang tidak beres lantaran terang tadi ia bertanya wacana lamaran Suho, kenapa tiba-tiba Bonui membahas mengenai kontrak.
Bonui menyampaikan ia akan keluar dari Zeze. Dal Nim masih tidak mengerti dan mengajak Bonui bertemu, tapi Bonui menolak dan menyampaikan ia akan menceritakan semuanya ada Dal Nim nanti, untuk ketika ini, ia meminta Dal nim membereskan mejanya. Bonui menutup telponnya dan kembali ke kamar Bora.

Bonui menatap adiknya yang tertidur dan menyampaikan kalau tragedi ini sama dengan 2 tahun lalu.
2 tahun kemudian ia mengulur waktu sedikit dan ia menciptakan Bora terluka. Dan kemarin ia ingin menghabiskan waktu bersama Suho dan menjadi serakah sedikit, dan ia menciptakan Suho terluka.
(Akkkhhhh, Boni aaaaaaa, kau tau ga sih yang menciptakan Suho terluka bukan lantaran hantaman kendaraan beroda empat tapi krn kau pergiiiiiiiiiiiiiiiiiiii T_____________T)

Dal Nim yang kehilangan semangat pergi ke cafe Ryang Ha. Ryang Ha yang melihatnya tiba menjadi gugup dan menyampaikan pada dirinya sendiri untuk tidak murahan dan bahkan latihan menyapa dengan gaya biasanya tapi berakhir dengan aegyo HAHAHHAHAHHAAHAHA/. Dal Nim heran ada apa dengan Ryang Ha hari ini HAHAHHAHAHA, wassoyeong, LOL.
Dal Nim kemudian menceritakan keluh kesahnya wacana kecacatan Bonui yang kemarin masih bersemangat bagaikan bunga di ekspresi dominan semi, tapi hari ini malah memintanya membereskan meja lantaran ia akan meninggalkan perusahaan. Ryang Ha terkejut mendengarnya. Dal Nim menyampaikan yang lebih aneh lagi Bonui memintanya membuang semua barang-barang jimat dan garam yang biasanya di pakai Bonui.
Ia merasa ada yang tidak beres makanya ia menemui Ryang Ha siapa tahu Ryang Ha ada kabar dari Suho.

sayangnya Ryang Ha tidak fokus dengan apa yang diceritakan Dal Nim lantaran ternyata selama menyampaikan keluh kesahnya, wajah mereka main bersahabat dan makin bersahabat dan makin bersahabat sehingga Ryang Ha kehilangan fokusnya dan bahkan mengalihkan pembicaraan menyampaikan kalau jari Dal Nim bahkan kelihatan bagus HAHHAHAHHAHAHAHAHAHA.
Keduanya kembali ke dunia aktual dan Dal Nim bersikap biasa lagi sesudah agak menjauh sedikit, menyampaikan wacana Suho yang melamar Bonui dan Bonui yang sangat bersemangat kemarin. Ia bertanya-tanya apakah semuanya tidak lancar atau bagaimana.
Ryang Ha lebih shock lagi lantaran gres tahu Suho akan melamar Bonui tanpa diskusi padanya, well, biasanya Suho selalu diskusi hal apapun dengan Ryang Ha AAHAHAHHAHAHA.
Dal Nim menyipitkan matanya lantaran ia pikir mereka bestfriend atau guardian angel-nya Suho tapi ternyata bahkan hal penting ini tidak disampaikan pada Ryang Ha ahahhaahhahhha.
Dal Nim mengingatkan Ryang Ha untuk memberitahunya kalau Suho menelpon dan ia meninggalkan Ryang Ha.

Ryang Ha belum siap berpisah jadi Ryang Ha berbohong kalau Suho mengirim pesan dan Dal nim berlari mendekatinya lagi dengan bersemangat menanyakan apa yang Suho katakan.
Tapi Ryang Ha menyampaikan itu hanya spam message yang berbunyi ‘Jangan pergi’. HAHHAHAHAHAHAHHHAHA.
Dal Nim tahu maksud Ryang Ha jadi beliau malu-malu sedikit dan meninggalkan Ryang Ha dengan imut. Saat Dal Nim akan pergi lagi, Ryang Ha menyampaikan ada pesan lagi dan Dal Nim mendekatinya dengan manja YAWLOOOOO.
Kata Ryang Ha ini pesan spam lagi yang berbunyi ‘Apa yang akan kau lakukan sesudah pulang kerja’. HAHHAHHAHAHHAHAHAH. Ryang Ha mengomentari kalau pesannya tidak sopan LOL
Dal Nim udah menahan senyumnya dan Ryang Ha sok innocent bertanya apa yang akan Dal NIm lakukan sepulang kerja. JIAAAAAAAAAAAAAAAH!!!!!!!! AKh GW SUKA GAYA PDKT RYANG HA HHAHAHHAHAHHAHAHAHAAHAHA

Seol Hee dan Gun Wook sedang diwawancarai media. Seol Hee menjawab beberapa pertanyaan wacana Gun Wook dan Gun wook juga menjawab beberapa pertanyaan wacana dirinya dan game IF.
Game IF akan segera rilis lagi dalam waktu bersahabat dan beliau masih menjadi modelnya, Gun wook menyampaikan mereka membantunya mencari ayahnya dan lagi ia suka suasana bekerja sama dengan Zeze. Harapannya ialah CEO Je segera kembali ke Zeze.
Seol Hee tersenyum mendengar hal itu.

Seol Hee dan Gun Wook berjalan berdua dan Seol Hee bertanya apakah tanggapan Gun Wook melaksanakan wawancara itu lantaran Bonui, lantaran Gun Wook harusnya sanggup menolak wawancara itu, tapi malah melakukannya, bahkan mengajaknya padahal beliau bukan biro Gun wook lagi.
Gun wook menyampaikan Bonui menciptakan game IF untuk Bo Ra, CEO Je tahu hal itu dan melindunginya hingga akhir, tentu ia harus melaksanakan sesuatu juga. Seol Hee tersenyum dan mengejek Gun Wook, lantaran beliau menyerupai keluarga bagimu kan?
Gun Wook balik bertanya, kemudian bagaimana denganmu? Bukankah saya berhenti dari IM Sport supaya mereka berhenti menuntut Suho? Bukankah itu lantaran kau menyukainya?
Seol Hee membantah dan menjelaskan kalau itu murni lantaran persahabatan hehehhehehe.

Kemudian Seol Hee bertanya mengenai Bonui dan Suho, ia bertanya apakag Gun Wook tahu sesuatu, ada apa dengan mereka belakangan ini lantaran ia merasa ada yang aneh.
Seol Hee menjelaskan kalau Suho kecelakaan dan Bonui memintanya menjaga Suho dan menilik kondisinya lantaran ia tidak sanggup tiba kesana, ia menyampaikan Bonui bahkan menangis ketika itu. Karena bonui tampak begitu putus asa jadi ia tidak sempat bertanya. Tapi ia tetap merasa ini tidak benar.
Gun wook terkejut ketika tahu Suho kecelakaan tapi Seol Hee menyampaikan kalau itu hanya kecelakaan ringan. Seol Hee bertanya-tanya apakah Suho dan Bonui bertengkar dan Gun Wook menyampaikan ia tidak tahu, Suho dan Bonui akan mengurus urusan mereka sendiri.
Seol Hee menyampaikan ia mengkhawatirkan mereka dan bertanya-tanya apakah dirinya sudah terlalu lengket pada mereka.
Gun Wook berjalan dengan wajah khawatir yang ia sembunyikan dari Seol Hee.

Gun Wook berlari ke apartemen sambil mencoba mengubungi Bonui dan terkejut melihat di depan kamar Bonui ada banyak barang yang sudah dikemas.
Ia masuk ke rumah dan melihat Bonui sedang beres-beres, sebagian besar barang sudah di pindahkan ke kardus. Gun Wook bertanya kenapa Bonui pindah padahal dulu Bonui menyampaikan ia akan menunggu Bora bangkit dan mereka akan tinggal bersama di rumah ini.
Tapi Bonui menyampaikan kalau ia harus melakukannya. Gun Wook menyampaikan apakah lantaran CEO Je? Aku dengar dari Amy kalau kau menyuruhnya menjaga CEO Je di rumah sakit.
Bonui menyampaikan karenanya Suho kehilangan uang dan ketenaran, dan bahkan kini terluka.
Gun Wook marah, kenapa semuanya karenamu? Itu bukan salahmu!
Gun Wook menyampaikan ia percaya wacana jimat keberuntungan tapi itu hanya simbol keberuntungan dan kesialan yang terjadi juga bukan lantaran salah Bonui.

Bonui menatap Gun wook dan menyampaikan Suho terluka lantaran menyelamarkannya, sempurna di depan matanya.
Bonui menghela nafas dan menyampaikan lebih baik baginya jauh dari Suho dari pada melihatnya terluka menyerupai itu. Ia juga melakukannya demi Bora. Bonui yakin ia sanggup melakukannya.
Gun wook terdiam. Bonui kembali berkemas. Akhirnya Gun Wook menyampaikan kalau Bonui boleh pergi, ia akan mengantar Bonui.
Bonui tersenyum lantaran Gun wook mengerti.

Suho sedang tertidur ketika Ryang Ha masuk ke kamar sambil menangis dan membangunkannya. Ryang Ha sangat khawatir pada Suho ketika ia mendengar kabar Suho kecelakaan dan mulai melihat luka wajah Suho dan tangan Suho yang patah, ia bertanya apa yang terjadi.
Ia mengomeli Suho yang seharusnya menyetir hatu-hati, lihat kiri kanan, membuka mata lebar-lebar dan berhenti kalau lampu merah, ia bahkan menyampaikan akan menangkap pelakunya dan memukulnya hingga mati HHHAHAAHHA. Ryang Ha ribut banged, sambil menangis pula, Suho harus menutup telinganya lantaran terlalu berisik dan memintanya berhenti.
Ryang Ha menyeka air matanya, ia bahkan terkejut lantaran ia menangis LOL. Suho menyampaikan itu lantaran Ryang Ha sudah renta HAHAHHAHAHHA.

Ryang Ha bertanya dimana Bonui, Suho membisu saja.
Ryang Ha tidak mengerti apa yang terjadi, ia dengar Suho melamar Bonui, tapi kenapa malah kecelakaan, dan bahkan Bonui berhenti bekerja.
Suho terkejut dan bangun, beliau berhenti dari perusahaan?
Ryang Ha membenarkan, ia menyampaikan Bonui menelpon Dal Nim memintanya membersihkan meja kerjanya.
suho yang mendengarnya eksklusif turun dari daerah tidur dengan susah payah dan meminta kunci mobil. Ryang Ha malah memberikannya, kemudian sadar Suho akan menyetir dengan keadaan menyerupai itu, ia pun menghentikan dan mengejarnya.

Tapi tentu saja Suho sanggup kabur dengan gampang dari Ryang Ha dan ia tiba di daerah parkir mencari kendaraan beroda empat Ryang Ha,
Suho sangat khawatir dan berlari masuk ke dalam mobil. Ia tidak peduli ia harus menyetir sebelah tangan, ia benar-benar harus menemukan Bonui sebelum Bonui menghilang.
Suho melaju dengan mobilnya dan hampir saja menabrak pasien rumah sakit itu. Ia menenangkan dirinya terlebih dahulu untuk tidak terlalu tergesa-gesa dan melanjutkan perjalanannya.

Bonui bersama Gun Wook di mobil, Gun wook akan mengantar Bonui ke daerah barunya.
Suho ada di kendaraan beroda empat melaju dengan kecepatan penuh dan WUSSSSSSSSSSSSSH!!!!!!!!! Kedua kendaraan beroda empat berselisih di jalan, andwwwwwwwwwwwwweeeeeeeeeeee.
Mereka sama-sama tidak menyadarinya T______________T

Suho berlari ke apartemen Bonui dan menekan bel. Tidak ada jawaban. Ia mencoba membuka pintu, tidak terkunci. Suho sudah mencicipi firasat buruknya begitu ia membuka pintu.
Suho masuk ke dalam dan rumah Bonui sudah kosong. Tidak ada siapa-siapa disana.
Suho terdiam. Matanya berkaca-kaca. Suho mencoba hening dan meninggalkan apartemen itu.

Suho ke rumah sakit dimana Bora dirawat.
Kamar Bo Ra sudah kosong, beliau tidak ada disana lagi.
Perawat Lee masuk dan terkejut melihat Suho disana.
Suho bertanya kemana Bora, tapi perawat Lee menyampaikan ia tidak tahu. Suho menatapnya dan bertanya kemana Bonui.
Perawat Lee hasilnya menyampaikan pagi-pagi sekali Bonui mengeluarkan Bora dari rumah sakit mereka.

Lalu kita  melihat falshback ketika Bonui berpamitan pada perawat Lee, ia menitip pesan pada perawat Lee biar tidak menyampaikan kemana ia pindah.
Ia mengingatkan perawat Lee pada Suho yang sering tiba bersamanya, ia yakin Suho akan terus mencarinya, jadi ia ingin perawat Lee merahasiakannya.
Perawat Lee terkejut dan bertanya ada apa dengan mereka, apakah terjadi sesuatu.
Bonui hanya tersenyum dan menyampaikan memang ada sesuatu, makanya ia minta perawat Lee tidak menyampaikan apa-apa. Ia yakin Suho akan terus mencari perawat Lee, lantaran Suho orang yang tidak tahu kata menyerah.

Suho mendengarkan hal itu. Ia tidak terlihat kaget, tampaknya ia sudah tahu kalau ini akan terjadi. Ia berjalan ke luar rumah sakit tanpa ekspresi dan kemudian mengingat percakapan terakhirnya di telpon dengan Bonui.
Saat itu Bonui menangis dan meminta Suho menemuinya lantaran ia merindukannya, meminta Suho menyampaikan kalau semuanya baik-baik saja.
Suho terlihat murka dan berjalan menuju suatu tempat.

Suho pergi ke rumah peramal Koo. Ia masuk tanpa permisi dan eksklusif bertanya wacana Bonui, apa yang gotong royong peramal katakan pada Bonui hari itu. Ia menyampaikan ia harus tahu apa yang peramal katakan pada Bonui, ia harus tahu bagaimana cra menghilangkan kutukan itu, itu sebabnya ia datang.
Peramal Koo menyampaikan diam-diam besar dilarang dibongkar. Ia hanya menyampaikan apa yang ia lihat dan ia dengar, kemana kau akan melangkah sesudah mendengar apa yang ia katakan, itu tergantung padamu (Intinya beliau cuma menyampaikan ini dan itu, langkah yang akan kita pilih ya tergantung kita).
Suho tersenyum sinis, apa yang kau lihat? apa yang kau dengar? apa saya akan mati kalau bersamanya? apakah itu takdirku? siapa yang memilih itu?

Peramal Koo menyampaikan kalau ia juga menyesal pada Bonui. Ia hanya tak sanggup mengabaikan gadis itu. Itu ialah karmanya. Ia tidak pernah mendoakan sesuatu yang jelek akan terjadi padanya. Ia hanya ingin Bonui hidup.
Suho murka dan meninggikan suaranya, Kalau kau ingin beliau hidup, kau seharusnya memperlihatkan jalan untuk hidup padanya! Tapi saya menyampaikan padanya kalau beliau penyebab kesialan dan masalah. Kau masih ingin beliau hidup? Jangan mempermainkan hati sesseorang dengan teori sampah itu. Kata-kata cerobohmu menciptakan hidupnya berada di tepi jurang. Gadis itu, ialah segalanya bagiku.
Suho keluar dari rumah peramal Koo dengan marah. Peramal Koo hanya melamun menatapnya.

Suho kembali ke rumah sakit.
Ia menghela nafas panjang lantaran ia tak sanggup menemukan Bonui hari ini.
Kemudian matanya terpaku pada sesuatu di balik bantalnya. Ia melihat kertas yang ditinggalkan Bonui, jimat katak ular, untuk kesemmbuhan.
Suho membacanya dan kembali menghela nafas. Ia pusing memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya untuk menciptakan gadis itu lebih percaya diri.

Bonui dan Bo Ra di rumah sakit yang baru.
Bonui membantu Bora mengelap badannya.
Bonui minta maaf pada Bora lantaran Bora niscaya terkejut beliau ada di daerah gres ketika membuka matanya. Ia menyampaikan kalau udara disana sangat bagus untuk penyemuhan Bora dan mereka akan berguru berjalan bersama-sama begitu Bora merasa lebih baik lagi nanti.
Bora menatao kakaknya dan tampaknya ia tahu ada yang salah, ia bertanya apakah kakakanya baik-baik saja.
Bonui tersenyum dan tentu saja ia menyampaikan ia baik-baik saja, ia merasa menyerupai akan terbang ke langit. Melihat Bora menyerupai ini, ia sudah bahagia.

Bonui memang tersenyum penuh kebahagiaan di hadapan adiknya,
Tapi ketika ia sendirian di luar, ia terlihat merindukan seseorang. Tentu saja, ia tersenyum melihat pasangan renta yang ke rumah sakit sambil bergandengan tangan, ia terlihat sedikit iri dengan mereka.
Hati Bonui kosong, tanpa Suho.

Dal Nim sedang memebreskan meja Bonui ketika yang lain menggosip wacana Bonui dan Suho. Yoon Bal berkomentar, kalau prianya pengangguran harusnya perempuan bekerja, terus apa yang akan mereka makan kalau dua duanya pengangguran?
Dae Kwon menyampaikan ia pikir keduanya sudah senang sanggup bersama-sama, lantaran mereka berdua terlihat tidak sanggup dipisahkan.
Hyunbin setuju, hanya dengan bersama-sama, terasa menyerupai nirwana bagi mereka. Cinta ialah hal yang baik. Dan Hyun Bin melirik Seung Hyun HAHHAHAHAHHA.
Dae Kwon menebak Suho dan Bonui membuka perusahaan gres bersama-sama. Dan tiba-tiba Zeze family mulai menciptakan taruhan lagi HAHAHHAHAHAHAHA.
Dal Nim yang semenjak tadi membisu hasilnya berteriak menyuruh mereka berhenti. Ia menyampaikan kalau ia teman Bonui dan ia menciptakan semua catatan taruhan mereka, bila mereka melaksanakan sesuatu yang salah lagi, ia akan memastikan mereka dipecat HAHHHAHHAHAHAH.
Yang lain galau ada apa dengannya dan menebak beliau puber HAHHAHAHAHA.

Dal Nim sedang termenung sedih ketika Ryang Ha tiba membawakan minuman, tapi ia tak ingin diganggu.
Ryang Ha bertanya apa yang ia pikirkan dan Dal Nim menyampaikan ia memikirkan Bonui. Ryang Ha memanggil Bonui sebagai gadis yang tidak punya hati HAHAHHAHAHHA, Dal Nim tentu saja marah.
Ryang Ha menyampaikan hal ini terjadi dua kali pada Suho, keduanya pergi tanpa kabar dan tidak memikirkan bagaimana frustasinya orang yang ditinggalkan (BENER!).
Dal Nim bertanya, apakah CEO Je sangat menderita?
Ryang Ha menyampaikan Suho makan dan tidur dengan baik, tapi itu malah membuatnya semakin khawatir.

Dal Nim terdiam. Ryang Ha menyampaikan kalau ia bertemu Bonui, ia harus menyampaikan sesuatu padanya.
Dal Nim menyampaikan kalau Bonui juga niscaya patah hati meninggalkan Suho menyerupai itu. Bonui sangat menyuka Suho dan Bonui memutuskan untuk menyimpannya perasaannya untuk dirinya sendiri, ia yakin Bonui juga terluka.
Ryang Ha masih tak setuju, Kalau begitu kenapa beliau memutuskannya kalau beliau akan patah hati?
Dal Nim ternyata juga tak mengerti cuilan itu, itu lah maksudku, tidak bisakah mereka saling mencintai?

Ryang Ha juga berfikiran sama, tidak sanggup kah mereka saling mencintai? Seperti ini menyerupai ini?
Dan modusnya Ryang Ha malah menggenggam tangan Dal Nim dan bertanya, tidak bisakah kita saling menyayangi menyerupai ini?
HHAHHAHHAAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHHAHHAAHHAHAHA
Ryang Ha memang jagonya mencari kesempatan dalam kesempitan kekkeekekeek

Suho tidak hanya berdiam diri saja di rumah sakit, ia masih berusaha mencari Bonui. Ia mengumpulkan semua data rumah sakit, entah di Seoul atau Korea, nggak tau deh, tapi beliau menelpon ke tiap rumah sakit satu persatu, menanyakan apakah ada pasien berjulukan Shim Bo Ra.
Sayangnya sudah beberapa lembar daftar telponnya, ia tidak sanggup menemukannya. Ia masih berusaha menelpon ketika Seol Hee tiba berkunjung dan Suho dengan cepat menyembunyikan kertasnya.
Ia protes lantaran Seol Hee terus tiba dan Seol Hee menjawab, suka suka saya donk HAHHAHAHAAHHA.

Seol Hee bertanya apakah Suho sudah mendapat telpon dari Bonui, Suho membisu saja. Seol Hee menghela nafas dan melihat kertas itu disamping Suho, Seol Hee merebutnya. Suho berusaha mengambilnya kembali, tapi Seol Hee sudah keburu membacanya.
Ia melihat daftar rumah sakit disana, dan hasilnya tahu kalau Suho mencari Bonui. Suho menyampaikan kalau Bonui pergi bersama adiknya, lantaran adiknya sakit ia yakin mereka ada disalah satu rumah sakit.
Seol Hee terkejut mendengarnya, ia melihat daftar rumah sakit itu dan berkata, Ya, kau akan menelpon semuanya? Ada 300 lebih rumah sakit disini?
Seol Hee hanya sanggup menyampaikan kalau Suho sangat gigih, kemudian ia bergumam ketika ia menghilang Suho harusnya mencarinya juga hHAHAHAHAHAHHA.

Suho menatap Seol Hee menyipitkan matanya.
Seol Hee menyampaikan ia hanya bercanda HAHHAHAHAHA. Ia sedikit kesal lantaran semenjak Suho bersama Bonui, Suho tidak tahu cara bercanda LOL.
Suho meminta kertasnya tapi Seol hee tidak memberikannya. Ia mengambil beberapa lembar dan menyampaikan kalau ia akan menelpon cuilan itu. Suho tidak mau dibantu tapi Seol Hee menyampaikan ia tidak melakukannya dengan gratis, ia ingin Suho membayarnya 10 sen per telpon, lantaran ia penganguran HAHHAHHA.
Seol Hee menyampaikan ia akan mendapat 10 dolar untuk ini dan ia bersemangat. Suho hanya menunduk dan terlihat tersentuh. aaaaaaahh, suka deh sama mereka berdua, temenan kaya gini kan seru.

Continue Reading

More in Hwang Jung Eum

To Top