Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 15 Part 2

Hwang Jung Eum

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 15 Part 2

————————————————————————–
Sinopsis Lucky Romance Episode 15 Part 2

Seol Hee keluar untuk memulai menelpon nomor rumah sakit satu per satu, tapi sebelum itu ia enelpon Gun Wook terlebih dahulu.
Ia bertanya kapan meerka sanggup bertemu alasannya yakni besok Gun Wook akan berangkat ke Kanada, tapi gun wook menyampaikan tampaknya mereka akan sulit bertemu, lagi pula mereka sudah sering bertemu. Seol Hee sangat kecewa mendengarnya alasannya yakni bagaimana pun setidaknya mereka harus bertemu untuk perpisahan.
Gun wook menyampaikan bila ia sangat sibuk dan akan menutup telpon tapi Seol Hee menahannya dan bertanya perihal Bonui. Gun wook menyampaikan ia tidak tahu, kenapa seol Hee menanyakan Bonui. Disini Gun wook akal-akalan tak tahu Bonui menghiang.
Seol Hee menceritakan perihal Bonui yang menghilang dan tak sanggup dihubungi, Bonui hanya menelpon Dal nim sebelum pergi. Gun Wook hanya menjawab dengan ‘oohhhhh’ dan ini menciptakan Seol Hee curiga.
Ia yakin Gun Wook tahu dimana Bonui sekarang, makanya Gun wook tidak kaget sama sekali HAHAHHAHAHA. Gun Wook tertangkap dan menggunakan alasan lain untuk menutup telpon HAHHAAHHAHAHAHAAHAH. Gun wook ini kaya anak anak deh, bila mau akal-akalan harusnya total ya HHAHHAHAHA.

Gun wook masuk ke rumah sakit dimana Bo Ra dirawat dan melihat Bonui sedang bersih-bersih disana, ia melihat Bonui kelelahan dan menyapanya. Bonui menyampaikan pada Gun wook untuk masuk dan melihat Bo Ra, ia akan menuntaskan bersih-bersih sebentar lagi.
Gun wook menyuruhnya istirahat alasannya yakni Bonui kelihatan sangat lelah, Gun Wook menyentuh tangan Bonui, panas, ia menyentuh dahi Bonui dan sadar Bonui demam. Gun Wook akan memanggil perawat tapi Bonui menghentikanya. Ia menyampaikan ia akan sembuh sesudah istirahat sebentar.
Gun wook menghela nafas, ia bertanya apakah Bonui melaksanakan ini untuk menenangkan pikirannya, supaya ia tidak kepikiran akan sesuatu?
Bonui hanya tersenyum dan menyampaikan ia melakukannya alasannya yakni ia berterimakasih Bora sudah sadar kembali. Ia hanya membantu-bantu disana.
Gun wook tahu bila itu hanya sebagian kecil alasan Bonui, kemudian bagaimana denganmu? Bagaimana perasaanmu?
Bonui mengalihkan pembicaraan dengan menyampaikan pada Gun Wook untuk menemui Bora alasannya yakni besok Gun wook akan berangkat ke Kanada. Ia tidak membiarkan Gun wook bicara hal itu lagi dan memaksanya menemui Bora.

Malam harinya, Bonui demam.
Ia batuk-batuk dan tidak sanggup tidur dengan nyenyak.
btw Bonui tidur di lantai T__T

Gun wook masih di rumah sakit meski jam besuk sudah habis.
Ia duduk di dingklik taman rumah sakit dan mengkhawatirkan Bonui.
Ia karenanya memutuskan kembali ke mobil, ia melihat ponselnya dan ada 3 pesan dari Suho yang ingin bertemu dengannya.

Ryang Ha ke rumah sakit malam itu, membawa koper dan tas Suho. Ia menyampaikan bila barang itu diantar ke cafe-nya. Suho menghela nafas.
Ryang Ha juga menyampaikan Won Dae Hee sudah tertangkap di hari Suho kecelakaan dan ia dengan Bonui menemuinya hari itu. Suho mendesah mendengarya, ia berfikir mungkin itu juga alasan Bonui meninggalkannya.
Ryang Ha merasa murka sekali pada pak Won, alasannya yakni pak Won menyampaikan bila ia juga ditipu dan tidak tahu menahu mengenai virus itu, Ryang Ha tentu saja tidak percaya dan ia menyampaikan akan menuntut pak Won, tapi Suho dengan lemah menyuruhnya berdamai saja.
Ryang Ha tidak setuju, alasannya yakni kerugian mereka sangat besar alasannya yakni problem itu. Ia akan menuntut ganti rugi 10 kali lipat.
Ryang Ha menyampaikan ia akan menabung dan membelikan Suho rumah.

Suho menyampaikan pada Ryang Ha untuk melupakannya, alasannya yakni pak Won juga tak punya apa-apa, jadi berhenti menuntutnya, tidak ada gunanya.
Lagipula kini problem IF sudah tenang, jadi jangan menciptakan problem lagi. Ryang Ha masih saja kesal, ia meyakinkan akan menuntut perusahaan rusia itu juga.
Suho hanya menjawab lemah. Ryang Ha putus asa melihat sahabatnya kehilangan semangat hidup dan menyuruhnya bersemangat, ia bahkan mengedip. Suho hanya tersenyum kecil.
Suho tiba-tiba menerima telpon, energi kehidupannya kembali. Ia dengan serius menjawab, ya, Jesuho disini.

Malam itu Suho ke rumah Gun Wook.
Gun wook sudah siap berangkat besok, semua barangnya sudah di kemas. Ia menyuruh Suho masuk dan mendesah mengenai Suho yang mengirim berbagai SMS. Suho menyampaikan itu alasannya yakni Gun Wook tidak menjawab telponnya.
Gun wook menyampaikan bila Bonui baik-baik saja. Suho terdiam. Gun wook bertanya, bukankah itu yang ingin kamu ketahui?
Suho bertanya dimana Bonui. Gun wook tidak menjawab dan berkata, bukankah saya sudah menyampaikan jangan menciptakan noona menangis? Aku tidak pernah menyampaikan tidak pada perempuan yang menangis. Aku melaksanakan apa yang dimintanya supaya beliau sanggup berhenti menangis. Tapi tanpa dirimu, beliau bersikap seperti beliau baik-baik saja. Aku rasa beliau lebih sering menangis di dalam.

Suho bengong mendengarnya.
Gun wook menyampaikan Suho harus pergi menemui Bonui, temui beliau dan lakukan sesuatu.
Suho masih terdiam, ia tidak menyampaikan apapun, tapi matanya memperlihatkan betapa sakitnya ia.
Setelah ia keluar dari rumah Gun Wook, Suho memikirkan sesuatu.

Zeze family berencana akan menjenguk Suho di rumah sakit, tapi mereka gundah kapan mereka sanggup menjenguknya dan apakah mereka boleh menjenguknya, alasannya yakni well, tahu sendiri Suho orangnya menyerupai apa.
Mereka berencana menelpon untuk bertanya tapi yang lain menyampaikan Suho niscaya menyuruh mereka tidak datang.
karenanya mereka memutuskan untuk menjenguk tanpa memberitahu ketika Ryang Ha masuk dan menyampaikan pada semuanya bila Suho sudah keluar dari rumah sakit.
Zeze family sangat lega mendengarnya. Mereka yakin Bonui merawatnya dengan baik. Ryang Ha agak tidak suka mendengar nama Bonui aahhahaha, dan memberi instruksi pada Dal Nim supaya keluar.

Dal Nim dan Ryang Ha bicara berdua di luar, Ryang Ha bertanya apakah Dal nim masih belum menerima kabar dari Bonui.
Dal Nim menyampaikan Bonui tidka sanggup dihubungi, tidak menjawab telpon, tidak menjawab sms, tidak membalas email dan dirumah juga tidak ada. Ia pikir Bonui sudah membulatkan pikirannya.
Ryang Ha sangat khawatir alasannya yakni kini Suho membutuhkan Bonui disisinya. Ia merasa ada yang abnormal ketika Suho bersikeras keluar rumah sakit padahal beliau belum sembuh total, bahkan sesudah pak Won ditangkap beliau minta berdamai saja.
Dal Nim menghela nafas dan menyampaikan ia akan terus mencoba menghubungi Bonui, jadi bab menjaga Suho ia serahkan pada Ryang Ha.

Ryang Ha lagi-lagi mencari kesempatan dalam kesempimtan HAHAHHAHAHA.
Ia mendorong Dal Nim ke dinding dan menyampaikan ia bahkan tidak tahu siapa yang ia harus jaga. Ia ingin menjaga Dal Nim.
Dal Nim bahwasanya menikmati ini, sanggup dilihat dari wajah tersenyumnya, tapi ia tarik ulur terus, dan menyampaikan bila karyawan lain sanggup melihat mereka, ia kemudian pergi meninggalkan Ryang Ha meski Ryang Ha menyampaikan bila itu tidak apa-apa HAHHAHAHAHHAHAHAHA/.

Di rumah sakit daerah Bora dirawat, Bonui sedang melaksanakan aktifitas biasanya, dan tampaknya rasa rindunya sudah mencapai puncaknya, ia mulai membayangkan Suho selalu ada dihadapannya, didekatnya, dengan mengenakan pakaian yang sama ketika kecelakaan.
Suho ada disana, menatapnya dengan tatapan killernya *aduuuhhh ganteng sumpah* tapi hanya beberapa detik dan menghilang.
Bonui merasa beliau harus mencari udara segar dan ia duduk di dingklik taman rumah sakit.

Tapi disana bayangan Suho kembali muncul dan duduk disampingnya. Bayangan Suho menatapnya dengan senyuman.
Bonui tersenyum padanya dan menyapanya, ia minta maaf alasannya yakni tidak sanggup berada disisi Suho. Ia minta maaf alasannya yakni tidak sanggup menjadi orang yang lebih baik lagi. Ia berterima kasih alasannya yakni mengizinkannya melihat Suho dalam bentuk menyerupai ini (hanya bayangannya saja). Ia menyampaikan kenangan terakhirnya bersama Suho sangat mengerikan dan menciptakan pikirannya kacau. Ia berterimakasih alasannya yakni ia sanggup melihat Suho dalam keadaan baik-baik saja menyerupai ini.
Bayangan Suho tersenyum padanya sebelum menghilang.

Bonui kembali ke rumah sakit dan kamera memperlihatkan kita bahwa Suho ada disana, ia mendengarkan semuanya.
Suho hanya terdiam.

Bonui sedang berjalan-jalan di taman ketika Suho memanggil namanya.
Bonui terkejut dan berbalik, Suho ada disana. Bonui terdiam. Matanya mulai berkaca-kaca.
Suho menyampaikan ia tiba bukan untuk meminta Bonui kembali, bukan untuk menganggunya juga, Ia tiba untuk mengucapkan selamat tinggal. Ia menyampaikan ia akan putus dengan Bonui.
Bonui menangis, Suho tersenyum. Suho melangkah mendekatinya, Kenapa kamu tiba-tiba menghilang? bila kamu ingin putus, kamu seharusnya mengatakannya padaku. Kau benar-benar tidak punya tata krama.
Bonui menunduk.

Suho berkata, kamu menyampaikan kenangan terakhir yakni yang terpenting, kamu ingat kan?
Bonui menatap Suho. Suho melanjutkan, Mati kita putus…dengan benar, Ini akan menjadi kenangan terakhir kita.

Bonui dan Suho berjalan bersama, Suho beberapa langkah didepan.
Suho memastikan Bonui masih di belakangnya dan mengajaknya berjalan bantu-membantu menyerupai ini hingga ujung jalan ini. Dan keduanya terus berjalan dalam kesunyian (ini OSt-nya pas banged T____T).
Karena mereka berjanji berjalan hingga ujung jalan, jadi mereka terus berjalan dan berjalan tanpa bicara. Bonui di belakang terus menatap punggung Suho.
Saat mereka melewati sebuah kolam kecil, Suho mengulurkan tangannya untuk membantu Bonui. dan sesudah itu, Suho sendiri lah yang melepaskan genggaman tangannya pertama kali, Bonui menatapnya.

Keduanya duduk beristirahat di dingklik taman, ketika Suho membeli minuman, Bonui menciptakan sebuah buket dari bunga liar.
Keduanya duduk dan terdiam. Bonui yang pertama memulai percakapan, Apakah kamu merasa sangat kesakitan?
Suho menjawab, sedikit. Bagaimana dengan Bora?
Bonui menyampaikan Bora sudah jauh lebih baik sekarang. Kau tidak melewatkan makan belakangan ini kan?
Suho tersenyum kecil, iya.
Bonui bertanya lagi, apa kau… tidur dengan nyenyak juga?
Suho mengangguk. Bonui menahan hatinya dan ikut mengangguk. Ia mengajak Suho kembali.

Bonui berjalan meninggalkan Suho. Suho masih duduk disana dan mengambil bunga yang diikat Bonui, bunga ini… bolehkan saya mengambilnya?
Bonui tidak menjawab.
Suho juga terdiam. Ia tidak menapa Bonui, hanya menunduk dan tampaknya ia menahan hatinya.

Keduanya kembali berjalan, Suho memegang bunga itu.
Bonui kemudian berhenti dan menyampaikan bila mereka sudah tiba di ujung jalan ini. Suho membenarkan, mari kita berpisah jalan sekarang.
Suho berbalik, ia melangkah mendekati Bonui yang tidak sanggup menatap Suho.
Suho berkata, Kau bilang semua orang yang kamu cintai meninggalkanmu kan? Tapi saya tidak.
Bonui terdiam, air matanya mulai terlihat lagi. Ia masih tidak sanggup menatap Suho. Bonui hanya menatap lurus.
Suho melanjutkan, jadi, carilah aku. Entah setahun atau 10 tahun dari sekarang, itu tidak masalah. Bersemangatlah. Datang dan temuilah aku.

Bonui masih bengong dengan tatapan kosongnya, air matanya hampir menetes. Suho menatapnya dan tak tahan lagi, karenanya ia menarik Bonui ke dalam pelukannya. awwwwwwwwwwwwwwwwww
Suho memeluk Bonui dengan erat. Awwwww, saya suka Suho meletakkan pipinya di kepala Bonui T__T
Suho berkata, annyeong…
Ia melepaskan pelukannya dan berjalan meninggalkan Bonui.

Bonui menangis. Ia tidak berbalik. Hanya menangis dan berkata, selamat tinggal. selamat tinggal….

1 tahun kemudian.

Pagi yang cerah.
Daebak Soft.
Alarm berbunyi, seseorang tidur disana, Je Suho.
Ia mengeliat di sofa, alasannya yakni begadang semalam ia malas bangun.
Ia mencoba mencari ponselnya tapi ia malah terjatuh ke lantai HAHHAHAHAHA.
Ia mencari lagi dan menemukan ponselnya yang berbunyi, dengan cepat ia mematikan alarm dan kembali tidur.

Suho di Daebak Soft, kita melihat ada kaktus disana, ini menyerupai kaktus dukungan Bonui.
Suho menguap berdiri pagi itu, mencoba membuka tirai jendela, tapi rusak HAHAHHAHA.
Ia membereskan kantor, kantung tidurnyan, buku-buku yang acak-acakan di meja, ia juga menyapu seluruh kantor. Lelah, ia duduk istirahat sebentar di kursi yang ternyata rusak HAHAHAHA, ia hampir jatuh LOL.
Kemudian ia gres membersihkan dirinya, sikat gigi. Ia bahkan keluar mengangkat telpon meski masih sikat gigi HAHAHHAHA.

Ryang Ha menyampaikan ia akan tiba ke rumah Suho. Tapi Suho menyampaikan ia dikantor.
Ryang Ha kesal dan mulai mengomeli Suho kenapa beliau mengibap di kantor lagi padahal beliau punya rumah.
Suho tidak mendengarkan dan menyuruh Ryang Ha cepat kekantor membawakannya dokumen itu.

Suho mengenakan pakaiannya dengan rapi, mengikat dasinya sendiri.
Ia bersiap akan pergi ke suatu daerah dengan tas-nya.
kemana?

Suho dan Ryang Ha yang memulai perusahaan gres mereka sedang bertemu para investor.
Para investor mempertanyakan Suho yang hiatus selama setahun, meski Ryang Ha menjelaskan bila Suho menciptakan antivirus untuk ransomware pada ketika itu, para investor tetap ragu. Karena industri game berkembang pesat ketika ini, hiatus satu tahun akan mempengaruhi kinerja, meskipun Suho Jenius.
Ryang Ha mencoba meyakinkan dan meminta mereka melihat game Suho terlebih dahulu dan mereka akan mengirimkan hasil yang diinginkan investor. Tapi Suho dengan percaya diri menyampaikan mereka sanggup melihat anjuran sebelum mereka menciptakan keputusan.
Para investor tertawa, kamu tidak perlu investasi terlebih dahulu?
Suho menyampaikan mereka sanggup melihat proposalnya, bila mereka menyukainya, maka mereka harus memperlihatkan dana 100%.
Investor terkejut, 100%?
Suho tersenyum, semuanya bernilai, 0 atau 1.
HAHHAHAHAHHAHAHAHA

Ryang Ha dan Suho keluar dari rapat dan Ryang Ha yakin Suho niscaya punya sesuatu, senjata rahasia. Tapi Suho menyampaikan ia tidak punya.
Ryang Ha mulai khawatir, kemudian kenapa kamu menyampaikan akan menciptakan video demo dalam waktu 3 minggu?
Suho yakin beliau sanggup melakukannya bila mereka melaksanakan pekerjaan dengan benar.
Ryang Ha tidak yakin, tim pengembangan Zeze saja kewalahan apalagi tim Suho. Suho tersinggung, memangnya apa yang salah dengan tim ku?

Lalu kita melihat tim Suho di Daebak Software.
Salah satunya yakni Young Il Ahjusshi, meski beliau masih berbakat, penglihatannya sudah mulai berkurang jadi beliau harus menggunakan beling mata untuk melihat komputer.
Sementara itu anggota tim-nya yang satu lagi, dari pada bekerja, beliau lebih tertarik untuk makan HAHHAHAHA, pak Won Dae Hee. HAHHAHAHA.

Suho kembali ke kantor bersama Ryang Ha dan Young Il ahjushi menyambutnya. Suho lagi-lagi mengomel dan menyampaikan pada Young Il ahjushi untuk bicara santai padanya, tapi Young Il ahjushi menolak, alasannya yakni ia akan menjadi fans selamanya, ia tidak akan bicara santai.
Ryang Ha masih dendam dengan pak Won, ia menatap pak Won yang makan dan menyinggungnya, biaya makan siang kita adala 7 dolar, tapi kamu gres saja makan makanan seharga 20 dolar. Kau membayar tangsuyuk dengan kartu kredit perusahaan kan?
Pak won menyampaikan Ryang Ha dihentikan pelit begitu, itu akan menciptakan keberuntungannya lenyap. Bonui selalu menyampaikan bila kita harus gemar memberi dan selalu memberi.
Mendengar nama Bonui, Suho bengong tapi tidak ada lisan sedih.

Ryang Ha masih kesal pada pak Won, ajushi ayo kita jujur, Suho seharusnya menganggapmu sebagai musuhnya selamanya, tapi apa kamu harus memesan tangsuyuk 2 hari sekali?!
Pak Won masih tidak mengerti, ia menyampaikan Suho saja tidak marah, kenapa kamu yang sewot?
Ryang Ha berteriak bila beliau yakni pemegang saham diperusahaan kecil mereka, ia sudah menghabiskan banyak uang untuk itu. HAHAHAHHAH.
Pak Won hanya diam, dan menyampaikan pada Ryang Ha untuk memarahinya. Ryang Ha sudah kehilangan selera marah, ia menyampaikan besok pak won tidak akan sanggup makan siang, pak Won mendesah.

Young Il ahjushi bertanya perihal pertemuan dengan investor hari ini.
Suho menyampaikan mereka butuh anjuran baru, sesuatu yang sangat diinginkan tapi tak gampang didapatkan.
Pak Won berteriak mendengar kata ‘proposal’, aigoooo saya harus menyampaikan bahwa Bonui yakni orang terbaik untuk pekerjaan itu. Setiap kali beliau melaksanakan presentasi untuk perusaanku, perusahaan lain sangat ingin merekrutnya.
Suho yang mendengarnya hanya tersenyum manis *omooo omooo omoooooo, beliau senyum
pak won menyampaikan bila Suho juga melakukannya dan Suho hanya tersenyum.
pak won bergumam bila ia harap Bonui ada disini, kira-kira beliau kemana?
Young Il Ahjushi hanya tersenyum kecil. Suho tersenyum lebar, nah lho.

Bonui sendiri sibuk dengan kehidupan barunya.
Sepertinya ia membantu di sentra perawatan, atau itu panti jompo bukan ya?
Selesai membantu disana, Bonui pulang ke rumah daerah ia tinggal kini dan disambut oleh adik kecilnya yang kini sudah keluar dari rumah sakit, Bora belum sanggup berjalan jadi beliau masih menggunakan kursi roda.
Bonui sangat senang bertemu adiknya dan bertanya apakah beliau sudah menuntaskan PR nya.
Bora mengeluh alasannya yakni kakaknya menanyakan PR padahal gres melihat wajahnya.

Bonui menyampaikan Bora harus berguru supaya sanggup lulus ujian masuk SMA.
Bora menyampaikan ia akan mengerjakannya nanti malam. Bonui menyipitkan mata menyampaikan bila Bora niscaya melaksanakan panggilan video lagi dengan Gun Wook.
Bora tersenyum, bagaimana kamu sanggup tahu?
Bonui menasehati Bora alasannya yakni Gun wook harus istirahat dan latihan tenis. Tapi Bora menyampaikan Gun Wook oppa memperbolehkannya menelpon kapan saja.
Bonui kemudian menyampaikan akan memperlihatkan adiknya pelajaran dan mulai mendorong kursi roda dengan kecepatan penuh. Keduanya terlihat sangat bahagia.

Bora dan Bonui berjalan-jalan berdua.
Bonui berhenti di pinggir jalan taman dan melihat sesuatu di tanah dan berjongkok.
Bonra bertanya apakah kakaknya baik-baik saja, melihat kakaknya tersenyum dengan alasan yang abnormal beliau merasa ada sesuatu.
Bonui hanya tersenyum dan mengalihkan pembicaraan, ia menyampaikan beberapa hari lagi akan ada bintang jatuh. Ia mengajak Bora menciptakan permohonan bersama-sama.
Bora menyampaikan kakaknya harus berpengaruh alasannya yakni ia punya banyak permohonan. Bonui menyampaikan tidak ada yang tidak sanggup ia lakukan demi Bora.

Malam harinya Bonui duduk di halaman dan menatap bintang di langit.
Ia teringat kejutan Suho padanya di atap rumahnya setahun lalu. Suho yang menyampaikan perihal bintang dan meminta Bonui jangan bergantung pada bintang tapi bergantungpadanya, ia akan melindungi Bonui.
Mengingat hal itu, air mata Bonui tiba-tiba menetes. Ia menangis.

Malam itu Suho bekerja di kantor lagi, ia lembur lagi.
Ia hampir tertidur kemudian terbangun. Ia menatap kaktus di mejanya dan tersenyum manis.
Ia menemukan semangatnya lagi dan meregangkan tubuhnya untuk memulai pekerjaannya kembali.

Keesokan harinya, Bonui sedang berkemas-kemas ketika adiknya mendekatinya dan bertanya apakah kakaknya segitu bahagianya?
Bonui tersenyum. Bora bertanya apakah beliau gugup dan Bonui menjawab ia sangat gugup.
Bora melihat pakaian kakaknya, dari atas hingga bawah sudah oke, ia menyuruh Bonui segera pergi, alasannya yakni ‘dia’ niscaya sedang menunggu Bonui.
Bonui tersenyum dan pamitan dengan adiknya.

Suho ada di kantor, ia juga sedang bersiap.
Pakain rapi, dompet baiklah dan tas sudah ditangan. Tapi ia kembali untuk mengambil sesuatu diatas meja.
sebuah hadiah?
Suho menatapnya dan tersenyum.

Bonui melangkah dengan senang hari itu. Ia tak sanggup berhenti tersenyum. Ia akan bertemu dengan si ‘dia’.
Sementara Suho juga tak sanggup menghilangkan senyuman dari wajahnya. Ia akan menemui seseorang, pemilik kado darinya.

Epilog.

Saat Suho mengucapkan selamat tinggal pada Bonui, ketika mereka akan putus, kita melihat dari sis Suho.
Bahwa ketika ia meninggalkan Bonui bahwasanya ia menangis, OMOOOO!!!
Je suho menangis ketika ia memutuskan putus dengan gadis yang sangat ia cintai itu. Dia sangat mencinati Shim Bonui.

The End

Komentar:

kYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Omggggggggggggggggggggg
Huft. Tarik nafas. Keluarkan. Tarik nafas. keluarkan.

saya sanggup menyampaikan ini episode yang paling menciptakan saya putus asa selama Lucky Romance tayang.
Bayangkan saja separuh lebih dari episode ini yakni episode galau bagi Suho. Kelihatan banged dari raut wajahnya, ia terlihat baik-baik saja, tapi ia tidak baik.
Ia terlihat tidak memikirkanya tapi ia sangat memikirkan Bonui yang meninggalkannya. Ia tahu betul ini akan terjadi, alasannya yakni itu ia takut. Dan karenanya terjadi.

Jujur saja, saya sangat emosi pada Bonui di episode ini.
Oke, beliau shock melihat Suho tertabrak di hadapannya, dan ini pertanda bila peramal Koo ada benarnya, ia shock alasannya yakni berfikir ia membawa kesialan, tapi maaf ya Bonui, KAMU TIDAK SEHARUSNYA MENINGGALKAN SESEORANG YANG KECELAKAAN SEPERTI ITU! DIA BUKAN ORANG ASING! DIA PACARMU YANG SELALU ADA UNTUKMU!!!!!!!!!!!
AAAAAAAAAAAKKKKKKKKKHHHHHHH, saya benar benar sangat emosi ketika bab itu. Oke lah beliau nggak mau dekat-dekat alasannya yakni takut Suho kena sial atau bagaimana, tapi seseorang kecelakaan dan beliau lari T_______T
Atau hanya saya yang merasa sangat kesal menyerupai ini?

Aku sama dengan Ryang Ha dan Dal Nim dalam percakapan mereka berdua.
Suho mencontai Bonui dan Bonui menyayangi Suho, tidak sanggup kah mereka berdua bersama, atau tetap memutuskan bersama dan saling mendukung? huh?
Dan saya suka bab Ryang Ha yang menyampaikan bila bonui tidak memikikan perasaan yang ditinggalkan.
I mean, baiklah suho terluka alasannya yakni menyelamatkannya dan ia sanggup merasa bersalah, tapi apakah beliau tidak mengingat apa yang selama ini Suho lakukan untuknya?
Kalau bukan alasannya yakni Suho, saya tidak yakin bonui sanggup bertahan sejauh ini bahkan melihat adiknya tersenyum menyerupai itu. Ingat beliau pernah berfikir akan mengakhiri hidup bersama adiknya. aigooooooooo

Kalau ngomongin kesal sih, saya kesal sekali HAHHAHAHAHAHAHHAHAHA.
Namanya juga film ya. Tapi bener deh, saya merasa selama ini Suho selalu menjadi orang yang mengejar Bonui. Bukan alasannya yakni Bonui tidak menyayangi Suho ya, tapi bila ada problem apa gitu selalu Suho yang berusaha mendekatkan diri. Bonui pernah sih ya, pas mereka bertengkar, tapi hanya sekali itu.
Jdi saya benar-benar berharap penulis menciptakan Bonui kali ini yang bertindak. saya berharap ada plot twist Bonui mengejar Suho selama 1 tahun yang berlalu itu.
saya tidak ingin Suho terus yang mendekat, Bonui juga harus mendekat dengan cintanya.
saya suka bab Suho yang menyampaikan pada Bonui untuk tiba padanya, jadi pastikan Bonui yang tiba kali ini, pleaseeeeeeeeeeeeeeeee.

Ryang Ha dan Dal nim benar-benar pengobat hati di episode ini.
saya suka scene mereka berdua sangat banyak di episode ini dan alasannya yakni problem Suho dan Bonui keduanya menjadi sangat erat huhuhuhuhuhuhuhu.
Ryang Ha ternyata tipe yang modus HHAHAHAHAHHAHA, saya suka bagaimana caranya mendekati Dal Nim dengan cara yang tidak biasa dan Dal Nim juga merespon dengan caranya sendiri.
Keduanya udah sama-sama suka tuh, tinggal pengakuannya HAHHAHAHHAAHHA.
Aku ingin tau bagaimana keduanya sesudah 1 tahun berlalu. Jangan bilang bila mereka sudah punya anak HAHAHAHAHHAHAAHAHAHA.

saya suka melihat Suho tidak mengalah dan tetap percaya diri dengan dirinya.
Ia memulai perusahaan gres dengan seadanya dan bahkan dengan timnya yang seadanya, bahkan Ryang ha ragu akan tim Suho HAHAHAHHAHAHAAHHAH.
Tapi saya suka bab beliau tidak memohon-mohon pada investor, tapi memperlihatkan kepercayaan dirinya dan keyakinannya bila ia bisa. Tentu saja Ryang ha yang pusing.
Dan Ryang Ha kayaknya uangnya banyak banged ya, beliau memegang saham di Zeze dan bahkan membantu Suho juga kali ini. Wow. Dal Nim niscaya akan sangat senang nanti kekekkekkeke.
BTW scene Ryang Ha yang karenanya tau Suho masuk rumah sakit itu lucu banged, beliau tau dari siapa ya? HAHAHHAAH

Persahabatan Amy dan Suho saya menyukainya.
Kalau bukan Bonui tampaknya pacar Suho akan cemburu melihat keduanya, ditambah lagi amy manis booooooo ^^
Tapi saya senang mereka saling membuka hati kembali ke persahabatan mereka dari pada meneruskan kesalahpahaman masa lalu.
Amy juga ikhlas membantu Suho mencari Bonui. Dan sanggup nggak sih Gary dan Amy ada love line HAHHAHAHAAHA.
Mereka berdua juga sangat cocok :))

karenanya hati Suho dan ayahnya memperlihatkan interaksi ayah dan anak.
Keduanya tidak erat tapi masih awkward, ya ada juga sih hubungan ayah dan anak yang menyerupai itu.
Tapi saya senang tidak ada birth secret’ dalam drama ini, ibu juga baik, meski awalnya saya kira beliau selalu meminta uang pada anaknya yang kaya, ternyata ditabung buat biaya menikah Suho, kan keren XD Malahan ibu meminta anaknya menikah animo gugur, bila begitu sahkan deh omma! HAHAAHHAHA. Biar di episode terakhir kita melihat Je triplets LOL.

Tidak terasa drama ini sudah akan berakhir T______________________T
Rasanya gres kemarin saya menulis episode pertama, kini sudah menulis episode 15 saja :’)
Lucky Romance mungkin bukan the best drama, tapi akan meninggalkan kesan di hati.
saya menyukai ceritanya yang ringan 🙂

Zeze Family in Action XD

Continue Reading

More in Hwang Jung Eum

To Top