Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 3 Part 1

Hwang Jung Eum

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 3 Part 1

Sepertinya makin kesini ceritanya akan semakin berat, tapi tetap saja alasannya ialah ini Romance Comedy, komedinya tetap terasa XD
 Episode ahad kemudian diakhiri dengan kissu Suho dan Bonui yang mengagetkan dan juga Suho yang terperangkap di rumah Bonui.
Lalu apa yang akan terjadi??????????????

Sinopsis Lucky Romance Episode 1 Part 1

Episode 3 dimulai dengan kedatangan Gun Wook dengan buket bunga mawar ditangannya.
Gun Wook kelihatan sangat bahagia, ia berjalan dengan lompatan kecil menuju kamar Bonui dan dengan gayanya yang lucu ia mengetuk pintu 401, kamar Bonui, 401, saya sudah disini.

Sementara itu si penghuni kamar 401 sibuk mengurusi seseorang di kamarnya yang ga mau diam. Siapa?
Tentu saja Je Suho yang menolak untuk membisu sebentar jadi Bonui menutup mulutnya dengan tangannya supaya ia tidak berteriak atau bicara dengan keras.
Sambil menutup lisan Suho dengan WOW, sangat keras, Bonui berteriak pada Gun Wook kalau ia belum selesai berkemas-kemas dan meminta Gun Wook menunggunya di rumah.
Gun Wook menolak dan meminta Bonui cepat keluar kalau sudah selesai.

Bonui masih sibuk menutup lisan Suho dan Suho berusaha melepaskannya HAHHAHAHAHA. Bonui mencoba menjelaskan kalau orang yang menunggunya di luar ialah orang yang sangat penting dan ia berharap Suho tidak membuat keributan yang sanggup menjadikan kesalahpahaman.
Bonui menutup lisan Suho tapi Suho berusaha melepaskannya. Ini ibarat adegan di teaser ketika Bonui menutup lisan Suho dan Suho melepaskannya hingga kesudahannya laki-laki memang lebih besar lengan berkuasa dari perempuan dan Suho berhasil memelintir tangan Bonui dan melepaskannya. Suho benar-benar tidak mengerti situasi atau sengaka, saya nggak tahu, tapi komentarnya sesudah Bonui melepskan tangannya adalah, Ada sangat banyak kuman di tangan insan kau seharusnya tidak melaksanakan itu. BUWHAHHAHHAHAHAHAHHAHAA.
Bonui kesal sekali alasannya ialah ia bicara cukup keras dan Bonui berteriak dengan bunyi tertahannya, kembali mencoba menutup lisan Suho, Ini lebih penting dari pada sekedar terkena bakteri! Diamlah!

Suho kembali melepaskan diri dan kesal sekali alasannya ialah ia ditahan dalam rumah itu, ia menuju pintu tapi dengan sigap Bonui menghalanginya dan menjauhkannya dari pintu dengan memukul-mukul Suho HAHAHHAHAHAAHAH.
Setelah Suho agak damai dan tidak berontak lagi, Bonui mencoba menjelaskan kalau ada seorang laki-laki di luar sana yang menunggunya. Tapi Suho malah mengatakan, ya memang kenapa, bukankah kau menginginkan saya pergi? LOL. Ini Suho olos ato gimana? HAHHAHAHAHHA.
Bonui dengan gayanya yang lucu mencoba menjelaskan lagi kalau laki-laki itu tiba untuk mengajaknya kencan. Kalau ia melihat seorang laki-laki keluar dari rumah gadis yang akan ia ajak kencan, menurutmu apa yang ia pikirkan?!!!
Bonui saking kesalnya mengambil roll rambutnya dan membuangnya dengan paksa HHAHAHHAA.

Suho termangu sejenak dan bertanya, JAdi maksudmu, ia nanti akan salah paham?
Bonui dengan wajah memelas membenarkan.
Suho berkata lagi dengan terbata-bata, Dia pikir kita ada dalam sebuah hubungan ibarat itu?
Bonui yang sedang buru-buru senang alasannya ialah Suho kesudahannya mengerti, jadi ia harap Suho akan mau bersembunyi sebentar di kamar mandi.
Tapi Suho masih menolak dan mulai menjelaskan dengan panjang lebar, Shim Bonui shi. Itu bagus kau punya imajinasi liar, tapi itu terlalu primitif di zaman sekarang. Berfikir bahwa semua laki-laki dan perempuan jikalau bersama melaksanakan ‘itu’, itu sama saja kau menyamakan bahwa mereka sepanas dunia binatang (maksud Suho kalau Bonui pikir semua laki-laki dan perempuan bersama untuk melaksanakan ‘itu’, maka mereka sama aja dg binatang LOL).
Dan Suho mulai menjelaskan panjang lebar ihwal jenis-jenis hewan, ada mamalia dan lain sebagainya BUWHHAHAHAHAHAHHAHA.
Bonui jadi takut beneran sama SUho LOL.

Bonui ga peduli dengan kata-kata Suho selanjutnya yang menyampaikan kalau orang biasa hanya akan menganggapnya sebagai tamu, kalau ia keluar dengan biasa LOL.
Bonui pusing sendiri dan ketika melihat Bonui berjongkok memegang kepalanya, Suho melangkah keluar tapi Bonui masih menahannya. HAHHAHAAHA.
Bonui menyampaikan ia tak peduli apa yang Suho pikir ihwal dirinya, tapi bagaimana pun ia membutuhkan laki-laki itu untuk tidur dengannya. Suho memainkan matanya. Bonui menghela nafas dan menjelaskan kalau ia butuh laki-laki itu untuk berkencan dengannya. Bonui memohon pada Suho supaya memberinya sedikit waktu untuk bersiap dan keluar kemudian Suho gres keluar.
Tapi Suho hanya menatapnya dengan tatapan menolak. Bonui masih berusaha tapi Suho beneran ga mau HAHHHAHA.
Dan hasilnya mereka berdua bertengkar lagi dalam kamar, yang satu mau keluar yang satu menahannya. YA Ampuuun.

Dan pada kesudahannya kita melihat Suho dan Bonui keluar dari rumah Bonui bersama-sama, lebih tepatnya Suho memaksa keluar dan Bonui menahannya tapi pintu sudah terbukand an Bonui jatuh.
Bonui pribadi melihat kesekelilingnya, tidak ada Gun Wook disana. Ia hanya melihat buket mawar yang dibawa Gun Wook ada di lantai. Bonui panik dan mengetuk kamar Gun Wook. Tidak ada jawaban, ia melihat kebawah dan tidak ada siapa-siapa. Bonui menghela nafas panjang dan terduduk lemas.
Suho sendiri tidak peduli akan hal itu. Ia sibuk menelpon Won Dae HAe tapi tak ada balasan dan tanpa rasa bersalah atau alasannya ialah ia merasa bersalah, ia berjalan meninggalkan Bonui yang masih sedih.
Bonui berdiri dan berkata kalau ini semua salah Suho.

Suho menatapnya.
Bonui menyampaikan hanya 5 menit, seharusnya Suho sanggup tetap membisu sebentar. Kau, apa kau tahu saya kehilangan kesempatan apa?
Suho dengan kejam berkata, saya tidak peduli.
Bonui terkejut. Suho bahkan makin menyebalkan ketika ia berkata, Karena kau batal kencan, bisakah saya menelpon bos-mu sekarang?
Bonui tidak tahan lagi, kau benar-benar keterlaluan!
Suho tak peduli, Kenapa kau menyampaikan itu dalam situasi ibarat ini? Jelaskan padaku dengan logis?
Bonui berteriak, Siapa yang peduli ihwal logika!!!!!! Jangan bicara ihwal kecerdikan padaku! Hidupku ini sangatlah tidak masuk akal.
Bonui menghela nafas kesal. Suho hanya memainkan matanya, ia tampaknya masih tidak mengerti kesalahannya. Bonui menyuruhnya pergi. Suho menyampaikan ia memang akan pergi.
Bonui masuk ke dalam rumah tanpa peduli pada Suho yang masih memintanya menelpon bos nya.

Sementara itu Gun Wook terlihat membawa sebuah dokumen dan bertemu seseorang.
Bonui sudah berpakaian cantik, pink.
Ia berlari keluar membawa buket mawarnya dan mencari Gun Wook kesana kemari tapi ia tidak sanggup menemukannya. IA ingat Suho yang berceloteh ihwal laki-laki perempuan dan hewan, Bonui kesal sekali dan menyumpahinya HAHHAHAHAHA.
Dan Suho yang kembali ke kantor terkejut alasannya ialah mendengar bunyi petir yang sangat keras di tengah cuaca cerah HAHHAHAHAHHAA.

Suho kembali ke Zeze dan tidak ada sepi. Salah satu pegawai menyampaikan semuanya ada di ruang rapat. Saat Suho masuk, mereka sedang menonton game IF dan mengeluarkan ide-ide mereka untuk ditambah ke dalam game itu. Saat mereka menyadari Suho disana mereka duduk di dingklik masing-masing dan mulai menyampaikan pendapat mereka. Suho kelihatan senang (meski ia ga senyum) melihat semuanya antusias dengan ini dan menyampaikan kalau mereka akan membuat game If menjadi Virtual Reality Game.
Suho tanpa duduk mulai menjelaskan planning mereka bagaimana membuat game ini menjadi game VR dengan cara bicaranya yang cepat HAHHAHAHA. Katanya memakai panoramik 360 lah, ini lah itu lah, untuk membuat VR yang sempurna. Bukan hanya detail  setiap olahraga yang penting,  tapi bagaimana realistisnya pengalaman pemain dari kehidupan kasatmata ialah hal yang paling penting. Dan rapat diakhiri dengan kata-kata khas JeSuho, Kalian tidak perlu bekerja terlalu keras, cukup melaksanakan pekerjaan kalian dengan baik. EAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.

Semua karyawan kagum banged sama Suho yang jenius. Mereka memujinya sesudah Suho keluar alasannya ialah ia memikirkan untuk membuat game VR dari game ibarat IF. Tapi mereka sedikit khawatir alasannya ialah mereka belum berpengalaman membuat VR sebelumnya. Dan kemudian tiba-tiba bapak yang gendut mengeluarkan sesuatu LOL. Dan saya yakin ini iklan produk HAHHAHAAAH.

Suho kembali ke kantornya diikuti oleh Dal Nim yang berterimakasih pada Suho. Suho bingung, apa?
Dal Nim menyampaikan untuk hal-hal baik di Zeze dan juga untuk temannya. Dal Nim mengatakan, Meskipun Bonui sedikit aneh, tapi ia baik.
Suho tidak setuju, saya pikir temanmu itu lebih dari pada ‘sedikit aneh’.
Dal Nim mencoba menjelaskan, itu alasannya ialah ia berada dalam banyak situasi yang berat.
Suho masbodoh bangeeed, Aku tidak peduli ia asing atu ada dalam situasi yang berat, kita hanya perlu membeli ide-nya.
DAl Nim mengerti dan ia keluar sesudah menyampaikan ia akan membuat surat kontraknya.

Suho yang ditinggalkan sendiri masih jengkel dan memainkan dagu bawahnya HAHHAHAHHA. Ia menghembuskan nafas panjang.

Suho ada di cafe Ryang Ha. Rencananya sih istirahat tapi ia sibuk menelpon Won Dae Hae, tapi nomernya masih tidak aktif. Ia kesal dan melempar Hp-nya ke meja.
Tapi ia masih kepikiran dan melirik HP nya dengan lucu. Kemudian ia kembali mengecek nomer, Shim Bonui. Suho ragu-ragu banged dan kesudahannya kembali melempar Hp nya LOL.

1 detik kemudian Ryang Ha melempar sebuah dokumen di meja yang sama, ia kelihatan sedang ada duduk masalah dan mengomel. Sepertinya ada duduk masalah dalam rapat pemegang saham. Ryang Ha mulai menjelaskan panjang lebar hal-hal yang saya nggak ngerti, tapi pada dasarnya mereka nggak percaya kalau Suho akan membuat game dalam 3 ahad dan tapi Ryang Ha sudah mengatasi mereka dan menyampaikan kalau Suho sedang membuat game gres yang hebat. Ryang Ha meminta Suho jangan khawatir.
Suho menghembuskan nafas dengan menggembungkan mulutnya HAHAHAHHA. Begitu banyak duduk masalah dan ia jadi bingung.

Ryang Ha bertanya apakah ia sudah bertemu dengan pak won atau belum, Suho kesal alasannya ialah ia belum sanggup menghubungi pak Won. Ryang Ha kemudian bertanya ihwal karyawan pak Won dan Suho geleng-geleng HAHHAHAAHA.
Ryang Ha menebak kalau mereka meminta bayaran mahal untuk menjual game IF, tentu saja, kalau ia jadi mereka ia juga akan melaksanakan hal yang sama.
Suho menyampaikan bukan begitu, ia menyampaikan kalau Bonui tidak punya kecerdikan sehat, tidak rasional. HAHAHHAHAHHA.
Ryang Ha curiga dan menebak, Kau melakukannya lagi kan? Kau memandang rendah pada orang-orang dan bicara dengan nada cepat? Dan kemudian kau memintanya menjelaskan secara logika??
HAHHAHAHAHAHHA. Ryang HA sudah menebaknya, dan ia pusing sendiri dan Suho hanya sanggup membuka mulutnya alasannya ialah itu benar tapi menurutnya itu tidaklah asing LOL.

Ryang Ha bertanya lagi, Hey, kau melakukannya sejauh apa? Apa kali ini kau membicarakan ihwal lubang hitam dan menjelaskannya secara fisika atau kau menjelaskan secara biologi ihwal DNA dan sebagainya?
Suho membisu saja LOL, sambil sedikit melirik-lirik ke arah Ryang Ha yang menebak benar. Ia ingat apa yang dikatakannya pada Bonui hari ini, ihwal perkembangbiakan insan HAHHAHAHAHAHAHAHHAHA.
Ryang HA sudah menebak akan hal itu dan menyampaikan harusnya Suho membawa Dal Nim bersamanya. Suho mencoba kabur dari ceramahan Ryang Ha tapi Ryang Ha ingin tau apa yang dikatakan Suho pada Bonui kali ini LOL.
Dan keduanya kejar-kejaran ketika seorang reporter ingin mewawancarai Suho.

perempuan itu ingin mewawancarai Suho ihwal tragedi pingsan-nya ia ketika persentasi, tapi Suho tentu saja menolak. Namanya juga reporter suka maksa, banged ck.
Ryang Ha mencoba menghalanginya dan Suho berjalan masuk. Ia menyampaikan pada penjaga bahwa mereka tidak mendapatkan kunjungan siapapun dalam 3 minggu. Penjaga mengerti.

Kita beralih ke scene Gun wook yang bertemu dengan seorang ahjushi, dimana Gun Wook membawa sebuah amplop yang sudah terbuka.
Lalu kita melihat flashback ke masa kemudian GUn wook, ketika ia memenangkan sebuah pertandingan, ahjushi itu menemuinya dan menyampaikan kalau ia ialah sahabat ayah Gun Wook. Gun Wook hanya tersenyum dan menyampaikan kalau ayahnya ada disana, ia menunjuk pada ibu dan ayah tirinya.
Ahjushi itu menyampaikan kalau Gun wook niscaya tahu apa yang ia katakan, alasannya ialah ia membicarakan ayah kandung Gun wook, Choi Ho. Ia sudah mengirim surat pada Gun Wook semenjak 3 bulan lalu, tapi selalu saja dikembalikan, makanya ia hingga tiba sendiri mencari Gun Wook.
Gun Wook menyampaikan kalau ahjushi itu menemui orang yang salah, alasannya ialah ia dan ayahnya sudah 13 tahun tidak bertemu. Pria itu tetap memaksa, Ia menyerahkan sebuah amplop tebal, meski Gun Wook menolak ia tetap memaksa dan menyampaikan jikalau Gun wook melihatnya maka Gun wook akan tahu perasaan ayahnya sesungguhnya.
Gun wook kesudahannya mengambil amplop itu, tapi kemudian membuangnya ke kawasan sampah.

Tapi ternyata belakang layar ia mengambil-nya kembali, begitu tiba di rumah, ia mengunci kamarnya dan membuka tasnya diam-diam.
Isi didalamnya ialah VCD dan Gun Wook memutarnya. Itu ialah CD pertandingannya.

Kembali ke masa sekarang, ahjushi itu menjelaskan kalau ia tiba sendiri ke pertandingan Gun wook alasannya ialah ayahnya memintanya untuk merekam semua pertandingan Gun Wook, ia ingin sekali melihat wajah puteranya. Ia sudah melakukannya semenjak 2003 semenjak ayahnya mengundurkan diri dari perusahaan.
Gun wook tidak terlalu mengerti alasannya ialah ia dan ibunya ke kanada tahun 2001 dan orang tuanya bercerai tahun 2004, ketika itu ayahnya masih bekerja di perusahaan. Ia masih sangat ingat akan hal itu, alasannya ialah itu ialah animo olimpiade, dimana semua orang bersuka cita tapi dirinya bersedih.
Ahjushi itu menyampaikan mungkin ayah Gun Wook tidak tahu harus menyampaikan apa pada puteranya. Saat itu banyak ayah yang menjual propertinya untuk mendukung kehidupan keluarganya di luar negeri. Begitu juga ayah Gun wook.
Gun wook merenung sendirian. Ia menghela nafas panjang.

Suho masih di kantornya ketika larut malam. Ia membandingkan game IF buatan Daebak Soft dan yang sudah ia perbaharui. Mungkin alasannya ialah ia setengah ngantuk atau banyak pikiran, ia berhalusinasi melihat bayangan Bonui di dalam game itu yang memukul ke arahnya, kemudian bayangan 1st kiss muncul di benaknya dan membuatnya kaget setengah mati HAHHAHHHAHAHAAHA. Hal ini pun ia jelaskan dengan bahasa aneh, Kenapa bug mengakibatkan kerusakan di saraf simpatikku?
Suho menggila bicara sendirian HAHHAHAHAHHAH. Ia sesak nafas tiba-tiba hanya alasannya ialah bayangan 1st kiss itu dan ia bahkan menyuruh jantungnya untuk tenang. Tenanglah. Apa yang salah dengan adrenalin ku?!
Ia memutuskan untuk mematikan game IF HAHHAHHAHAHHA.
Masih sesak nafas, ia mendapatkan telpon dan terkejut.

Seorang laki-laki ingin menerobos masuk ke dalam kantor tapi pak penjaga tidak membiarkannya masuk dan bapak itu marah-marah. Ia mengatakan  pada bapak itu apakah bapak tidak mengenaliku? JeSuho itu, dari ujung rambut ke ujung kaki, saya yang membuatnya!
Tapi pak satpam tidak mendengarkan dan menarik laki-laki itu, laki-laki itu mengamuk dan menendang sesuatu. Suho muncul dan menyuruh penjaga melepaskannya. Pria tadi ialah ayah Suho. Suho membisu saja ketika ayahnya mengomel menyampaikan kenapa ia tidak menyapa, menyampaikan kenapa Suho tidak hormat padanya, menyampaikan Suho sombong dan lain sebagainya. Suho membisu saja.
Ayahnya terus menyampaikan kalau Suho semenjak dulu sangat lemah, selalu mengurung diri dengan buku-buku dan kini menjadi headline di isu dan terkenal.
Suho masih dalam posisi yang sama, tanpa ekspresi berkata, Cukup lakukan satu hal, jikalau kau bersikeras bahwa saya ialah anakmu, ambil uangnya. Jika kau bersikeras bahwa saya bukan anakmu, hapus saya dari kartu keluarga.

Ayah Suho melepas jaketnya dan melempar ke arah Suho dengan marah. Kau anak kurang ajar! Apa kau membual bahwa kau sangat hebat? Kau memandang rendah aku?! Kau hanya membuat sebuah perusahaan game dan kau merasa kau lebih ahli dariku, bukan?! Kau ialah penjahat sosial! Kau membuat anak kecil menembakkan senjata dan membunuh mereka! Kau membuat mereka menjadi bodoh! Kau membuat game bodoh! Kau lebih baik memberi makan ikan di peternakanku, dari pada menghasilkan hal ibarat ini dari bawah umur itu! Itu lebih baik bagi masyarakat! Aigoooo, ini semua salahku. Aku sudah melaksanakan hal berbahaya bagi negaraku! Ini semua salahku!!!
Ayah Suho terus mengamuk dan menceramahi anaknya yang menurutnya sudah merusak masa depan bangsa dengan membuat game dan meracuni bawah umur untuk bermain game dan lain sebagainya. Ia menyalahkan dirinya sendiri alasannya ialah Suho menjadi ibarat itu.
Ayah bahkan hingga terlentang di sana dan menyalahkan dirinya sendiri.
Sementara Suho hanya diam. Ia tidak bergerak dan menatap dengan tatapan kosong yang menyakitkan ke arah ayahnya. Ia mengepalkan tangannya.

Flashback ke masa kecil Je Suho. Ia tinggal di desa nelayan bersama ayahnya. Saat ayahnya ke laut, ia asyik bermain sendiri dengan perkalian, bermain dengan rumus-rumus sulit sehingga dinding rumah dan lantai penuh dengan rumus-rumus.
Saat ayahnya pulang ia menjelaskan pada ayahnya ia menemukan hal gres yang menyenangkan dan menjelaskan pada ayahnya ihwal sebuah rumus.
Tapi kemudian anak desa seusianya tiba dan mengajaknya bermain di maritim tapi mereka mengejek alasannya ialah SUho tidak sanggup berenang.
Ayah Suho tiba-tiba mengajaknya ke maritim dan Suho menangis alasannya ialah menolak mencar ilmu berenang. Ayah menyampaikan kalau Suho tidak sanggup ia akan terus di bully, tapi Suho menyampaikan kalau ia takut air dan ia tak apa jikalau tak punya sahabat alasannya ialah ia sanggup bermain sendiri.
Ayah tetap memaksa dan menceburkannya ke laut. Suho sesak nafas, ia tak sanggup berenang dan berusaha mengapung, ia karam perlahan-lahan.
(Jadi ingat Amachan, kan dipaksa didorong juga biar ga takut air T__________T).

Kembali ke masa sekarang.
Suho gemetaran mengingat trauma masa kecilnya.
Ia duduk di tangga sendirian, sunyi dambil bergumam perkalian. Ia kelihatan sangat ketakutan.
Perkalian ialah hal yang sanggup membuatnya tenang.

Bonui masih menunggu Gun Wook didepan apartemennya, Ia duka sekali alasannya ialah Gun Wook kelihatan tidak akan pulang malam ini. Ia menghela nafas dan merenungi nasibnya yang jelek. Ia menyampaikan kenapa kehidupannya selalu ibarat animo dingin. Saat masih bersedih, tiba-tiba terdengar bunyi Gun Wook menyapa. Bonui kaget dan segera berdiri. Ia terlihat sangat duka alasannya ialah merasa bersalah. Gun Woon bertanya kenapa Bonui di luar, apakah menunggunya.
Bonui mengangguk. Gun Wook senang mendengarnya. Ia minta maaf alasannya ialah ia ada urusan mendadak jadi meninggalkan Bonui. Bonui terkejut dan memastikan Gun wook tidak pergi alasannya ialah mendengar keributan di kamarnya HAHHAHAHAHA.
Setelah ia memastikan Gun Wook tidak mendengar apa-apa Bonui sangat senang, apalagi ketika Gun wook dengan penuh perhatian menunjukkan jaket padanya alasannya ialah diluar sangat dingin. Bonui tentu saja tidak tahan untuk tidak tersenyum. Harimau yang diberikan padanya sangat baik dan menggoda  HAHHAHHAHHHA.
Gun Wook kemudian mengajak Bonui jalan-jalan sebentar.

Keduanya berjalan di bawah sakura yang sedang mekar dengan indahnya XD
Romantis banged.
Gun Wook mengomentari korea sangat indah apalagi di kawasan ibarat ini dan Bonui beranya apakah ia tinggal di luar negeri sebelumnya.
Gun wook menatap bonui, tatapan Gun wook seolah ingin Bonui menyadari siapa dirinya tapi Bonui malah berfikir hal lain, tentu saja ihwal Gun Wook yang ialah harimau dan ia butuh tubuhnya HAHHAHAHHAAHA.
Apalagi ketika Gun wook terus menatapnya dan mendekatkan wajah pada Bonui, Bonui melangkah ke belakang dan hampir jatuh, Gun wook menangkapnya tanpa melepaskan pandangan.Bonui makin excited dan bahkan menutup matanya ketika wajah Gun Wook semakin mendekat HAHHAHHAHA.
Padahal Gun Wook hanya mau meniup kelopak sakura di wajah Bonui dan mengambil kelopak yang lain di kepala Bonui wkkwkwkwkkwkw.
Bonui tertegun.

Gun wook menikmati ekspresi Bonui, Kenapa Shim Bonui? Apakah kau sedang syuting movie?
Bonui kembali ke dunia nyata, ia menatap Gun Wook tertegun HAHAHHAHA.
Bonui menyadari sesuatu, bagaimana kau sanggup tahu namaku?
Gun Wook kecewa, ia tak tahan lagi, Hanchi Suchi Sechi Nechi, pukkupang, pukkupang! Ya, saya ialah Gun Wook, Choi Gun Wook.
Bonui bingung, ia mencoba mengingat.

Lalu kita melihat masa kecil Bonui dan Gun wook. Mereka tingga di gedung yang sama, tapi itu masih ibarat rumah, bukan apartemen, dimana Bonui tinggal di alantai 2 dan Gun Wook kecil di lantai 1.
Mereka berdua sering bermain di halaman. Keduanya sering kabur berdua kalau ibu menyuruh masuk tapi mereka masih ingin main.

Bonui kesudahannya mengingat siapa Gun Wook, dan ia terkejut. Gun wook senang Bonui mengingatnya dan ia menyanyikan pukkupang lagi HAHAHA, Bonui malah ngikut meski ia masih bingung.
Kemudian Bonui bertanya, bukankah kau pindah ke kanada?
Gun Wook membenarkan, ia gres saja kembali dan mengecek ke lingkungan kawasan tinggal lamanya, ternyata Bonui masih disana, ia sangat senang. Ia menyampaikan ini takdir.
Gun Wook memeluk Bonui dan memanggilnya Noona, ia menyampaikan kalau ia ialah Puku, Choi Gun Wook.
Bonui masih membuka matanya lebar, ia masih shock dan dalam hati berkata, If this was meant to be, I’m doomed. LOL.

Bonui melepaskan pelukan Gun wook, ia masih kecewa, Kenapa kau tidak mengatakannya semenjak awal?
Gun wook ngambek, saya kecewa alasannya ialah kau tidak mengenaliku.
Bonui hampir saja kelepasan ingin menyumpah, alasannya ialah ia tahu kalau Gun wook ialah Puku GunWook, maka ia bukan harimau HAHHAHAA. Kau seharusnya tidak menarik hati noona-mu ini.
Gun wook malah menganggap itu lelucon, bukankah saya selalu menggodamu semenjak kita masih kecil?
Bonui kesudahannya memukul Sun Wook, Beraninya kau berbohong ihwal usiamu!
Bonui memukuli dan memukuli Gun wook yang terus menghindar. Hhehehehehhehehe.

Gun wook kemudian menyampaikan kalau ia ingin menanyakan banyak hal pada Bonui. Gun Wook bertanya ihwal orang renta Bonui dan juga Bora.  Gun wook ingin tau ihwal Bora, umurnya sudah berapa, 19? 20?
Bonui terdiam. Ia mencoba mencari cara menjelaskannya. Akhirnya ia menyampaikan kalau orang tuanya meninggal dunia 10 tahun lalu.
Gun wook terkejut mendengarnya. Bonui jujur menyampaikan kalau adiknya Bora di rumah sakit, ia sakit.
Gun wook duka mendengarnya. Ia tak tahu harus bicara apa ketika Bonui tersenyum menyampaikan kalau ia senang bertemu Gun Wook kembali.
Tapi kemudian ia menyampaikan kalau ia ada urusan lain dan harus pergi. Gun wook menahannya tapi Bonui memaksa alasannya ialah ini ialah urusan penting.

Bonui berlari meninggalkan Gun wook, dan sesudah agak jauh ia berhenti dan mengomel sendiri betapa memalukannya dirinya HAHHAHAHAHA.
Bonui menyampaikan kalau gun wook hanya 2 tahun lebih muda darinya, dan menghitung Shio, ia tahu Gun Wook ialah shio ayam dan Bonui sangat kecewa.
Ia menatap langit dan menghela nafas, ia harus memulai perburuan harimaunya lagi.

Pagi yang cerah, Je Suho mengayuh sepedanya menuju Zeze factory dengan banyak pikiran dalam kepalanya. BAhkan ketika bersepeda ke kantor pagi-pagi uyang ada dipikiran Suho bukan menikmati cuaca cerah tapi memikirkan game-nya.
Banyak pertanyaan dalam otaknya. Apakah Genius 2 sanggup rilis. Jawabannya tidak.
Dapatkah planning gres diumumkan dalam 3 minggu? No.
Apakah kami punya planning khusus? Yes. IF.
Apakah kami sanggup tanda tangan kontrak mengenai copyrights? No. Muncul wajah Boni Boni yang jadi masalahnya hahahahhaha. I’m doomed.

Suho memarkir sepedanya di depan kantor ketika ia mendengar bunyi seeorang menyapanya. Dari ekspresi Suho kita tahu ia mengenali bunyi itu, ia butuh waktu beberapa detik sebelim berdiri dan melihat siapa yang menyapanya.
Itu ialah Seol Hee. seol Hee melangkah mendekatinya tapi Suho melewatinya begitu saja. Seol Hee memegang tangannya tapi Suho menepisnya, Kau siapa?
Seol Hee terkejut mendengarnya, Aku Seol Hee, Amy. Apa kau tidak mengingatku?
Suho mencoba mengingat dan menyampaikan ia tidak ingat. Seol Hee terluka, ia menyampaikan ini memang sudah 10 tahun, tapi tetap saja, dulu mereka sangat dekat.

Suho menatapnya tajam, jadi maksudmu, apakah ada sesuatu yang terjadi diantara kita yang perlu diingat? Atau mungkin ada sesuatu yang buruk terjadi. Aku ialah tipe yang cepat melupakan ingatan menyakitkan.
Suho meninggalkan Seol Hee sendirian tanpa melihat kebelakang, dengan langkahnya yang niscaya membuat Seol Hee masih terkejut alasannya ialah ia tak menyangka Suho akan melaksanakan hal itu. Ia kesal sekali dan berfikir mungkin ia mendekatinya terlalu elegan dan harusnya lebih dekat lagi.

Suho berjalan dengan langkah niscaya dan wajah kesal hanya hingga Seol Hee tidak sanggup melihatnya lagi, ia menghentikan langkahnya dan menghembuskan nafas dalam.
Ia masih sesak nafas, aktingnya bagus dihadapan gadis itu, meski begitu gadis itu bukan seseorang yang sanggup ia lupakan begitu saja, tentu saja ia ingat, tentu saja ia mengenalinya.
Suho menunduk, alasannya ialah kenangan masa lalunya membuatnya ibarat ini.

Seseorang menyentuh punggungnya, ia terdiam. Seseorang memukulnya lagi dan Suho kesal sekali, ia berteriak, Aku tidak mengenalimu!
Ia berbalik dan ternyata itu bukan Seol Hee, melainkan orang yang ia cari Won Dae Hae dari Daebak Soft.
Pak won sih bilang tentu saja Suho tidak mengenalinya, ia tiba juga alasannya ialah Suho mengirim pesan padanya. PAk Won memperkenalkan dirinya.

Won Dae Hee dan Suho duduk di cafe Ryang Ha. Suho mem’Game software Copyright Transfer Contract yang dibawa pak Won.
Suho membacanya lagi dan menatap pak Won, saya ingin saya mempekerjakan Shim Bonui?
Pak won membenarkan. Suho menjelaskan, kami hanya membeli outline dari game Daebak Soft, kami sanggup memberi kompensasi padamu.
Pak won memotong sambil memuntahkan kerikil es ke gelasnya HAHAHHAHAAHA, tidak, kalian tdak sanggup tanpa Bonui. Kau akan menghabiskan waktu dan uangmu tanpa dia.
Suho tersenyum kecil, meremehkan, Mr. Won, saya ialah Je Suho.
Pak Won menatap dengan polos, Aku tahu, saya ialah orang yang mengirimku pesan. Zeze FActory CEO, Je Suho.
BUWHAHHAHAHHAHAHHAHAHHAHAHAH.

Suho terdiam, ia mengerti pak Won tidak mengerti apa yang ia maksudkan jadi ia mencoba membahas yang lain dan pak Won memotong lagi, Aku tahu kau niscaya punya rencana, tapi dari pengalamanku, saya tahu industri IT itu bukan main-main. Tanpa developer yang berpengalaman, kau akan kehilangan kendali dengan ini.
Suho mencoba menjelaskan kalau Zeze  sanggup mengaturnya, tapi pak Won terus memaksa dan mulai menjelaskan panjang lebar kalau contohnya saja ia ialah laki-laki jahat, yang tanda tangan kontrak dan kabur dengan uang. Ia mengatakannya alasannya ialah ia peduli. Makanya ia menunjukkan Bonui padanya, ia yakin akan menjadi daebak.

Suho menghela nafas panjang. Ia bersandar dan menutup matanya berfikir ihwal Bonui dan jikalau Bonui yang ada dipikirannya maka yang ada hanya kenangan buruk, ketika ia disekap di rumah Bonui dan muntahan (btw kissu ga masuk? berarti kau menikmatinya donk HAHAHAHAHAHAHHAAHHAHHAHAH0.
Suho tertawa sendiri sambil geleng-geleng, ia masih tidak setuju. IA bertanya, bagaimana jikalau saya tidak oke dengan hal itu?
Pak Won berfikr dan menyampaikan komitmen tidak tercapai ya mereka nggak jadi jual IF.
Suho kesal sekali, mau nggak mau ia harus mendapatkan ini alasannya ialah ia sangat membutuhkan IF.

Sementara itu Boni Boni ada di rumahnya, memakai teropong untuk melihat keadaan Bo Ra di rumah sakit. Ternyata dari atap apartemen itu, kalau memakai teropong sanggup melihat ke kamar Bo Ra.
Bonui kemudian panik melihat ada yang membawa Bo Ra keluar dari kamarnya dan ia berlari ke rumah sakit. Bonui menangis menanyakan pada perawat dimana adiknya dan perawat menenangkannya kalau adiknya hanya melaksanakan tes seperi biasa. Bonui menyampaikan kalau tes nya harusnya besok dan perawat menyampaikan dokter mengganti jadwalnya menjadi hari ini.
Bonui terlihat lega sekali dan ia menunduk, perawat disana kasihan melihatnya.

Bora sudah keluar dari tes-nya dan Bonui berlari mendekatinya, tapi ia tidak melihat ke arah wajah adiknya, ia memeluk suster yang merawat adiknya dan suster menyampaikan lihatlah wajah Bora dari dekat. Tapi Bonui menolak, ia memunggungi Bo Ra. Suster menyampaikan tidak apa-apa, cinta Bonui pada Bora sangatlah besar, tidak akan ada ketidakberuntungan yang akan tiba hanya alasannya ialah Bonui melihatnya. Bora juga perlu tahu kalau kakaknya mendukungnya untuk sadar kembali.
Bonui hanya tersenyum pahit. Ia menghapus air matanya. Kemudian suster menunjukkan sesuatu padanya.

Itu ialah tagihan rumah sakit adiknya.
Bonui ada di taman rumah sakit menatap tagihan itu yang belum sanggup ia bayar. Ia mendesah panjang tapi mengingatkan pada dirinya kalau ia dihentikan mendesah.

Suho ada di kantor, memegang surat kontrak itu. Ia tampaknya masih memikirkan apakah ia harus mempekerjakan Bonui atau tidak. IA berjalan kesana kemari HAHHAHAHAHA.
Kemudian sebuah miniatur sepeda terjatuh dan Suho mengingat kenangan masa lalunya bersama Seol Hee.
Ia dan Seol Hee cukup dekat dulu, Seol Hee ialah orang yang mengajarinya naik sepeda. Dan ketika ia sudah bisa, ia dengan senang menuju rumah Seol Hee sambil membawa buket bunga, tentu saja ketika itu Suho kelihatan sedang kasmaran banged.
Ia mengetuk rumah Seol Hee tapi tak ada jawaban. Saat ia menyentuh gagang pintu, ptintu tidak dikunci. Suho masuk ke dalam. Kosong. Tidak ada siapa-sapa. Bahkan barang-barang sudah diangkut semuanya.

Suho ditinggalkan begitu saja tanpa kabar. TAnpa perpisahan. Itu lah yang membuat Suho kesal pada Seol Hee.
suho mengambil miniatur sepeda itu dan memasukkannya ke dalam laci mejanya.
Ia kemudian meminta DAl Nim menemuinya.

Dal Nim menemui Bonui untuk menyakinkan Bonui supaya mau bekerja di Zeze. Tapi Bonui menolak, ia tidak mau kalau di zeze. Dal Nim mengerti alasan kenapa Bonui tidak mau, tapi jikalau bekerja disana ia akan digaji penuh dan lagi hanya 3 bulan, Bonui sanggup membayar tagihan rumah sakit dengan itu. Hanya 3 bulan dan Dal Nim ingin Bonui menahannya.
Bonui menghela nafas, ia menyampaikan terakhir kali ia mencoba masuk Zeze, hal buruk terjadi pada adiknya. Karena itu ia tidak ingin.

Bonui teringat hari dimana ia akan tes untuk menjadi karyawan di zeze, adiknya menyampaikan padanya untuk tidak pergi, alasannya ialah bermimpi dan ia mencicipi firasat buruk sama ibarat ketika ayah dan ibu mereka meninggal.
Bonui menyampaikan kalau itu alasannya ialah Bora lebih nervous dari dirinya, makanya hingga bermimpi buruk. Bonui sama sekali tidak mencicipi firasat apa-apa, jadi ia tetap pergi dan meminta adiknya cepat ke sekolah, mereka akan bertemu di perpustakaan jam 3.
Saat tes, Hp Bonui bergetar tapi Bonui sibuk mencari bug jadi ia tidak mengangkatnya.

Hari itu hujan deras. Bora masih mengkhawatirkan kakaknya. JAdi pulang sekolah ia menelpon dan alasannya ialah Bonui tidak mengangkatnya, ia mengirim pesan sambil menyeberang jalan dan ketika itu payungnya terbang. Bora akan mengambil payung ketika sebuah kendaraan beroda empat melintas dan menabraknya.

Bonui meminta maaf pada Dal Nim. Ia tidak akan pernah bekerja di Zeze.

Continue Reading

More in Hwang Jung Eum

To Top