Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 7 Part 1

Hwang Jung Eum

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 7 Part 1

AAAAAAAAAAAA….
Episode 7 yaitu episode yang mendebarkan!!!
 Di part awal hampir separuh episode yaitu pertengkaran Suho dan Bonui.
Sedih sih, tapi berakhir dengan manis.
Dan part berikutnya yaitu kegalauan Suho wacana ‘I wish you the best’.
Nggak nyangka kata-kata itu dapat bikin galau, HAHHAHAHHAHAH
Bagaimana kelanjutan kisah Yeoreum couple????????????
Silakan dibaca :))
Sinopsis Lucky Romance Episode 7

Setelah menjalani hari yang sulit dan berat, Bonui berjalan di rumah sakit menuju ruangan adiknya. Langkahnya terhenti ketika melihat seseorang yang ia kenali berdiri di ujung lorong rumah sakit, di depan pintu kamar rawat inap adiknya.
Suho ada disana. suho memalingkan wajahnya ke arah Bonui dan menatap gadis itu. Bonui berdiri membisu dan menatap Suho. Suho menahan nafasnya dan berjalan mendekati Bonui.
Bonui tidak punya energi untuk bicara atau bahkan ingin tau kenapa Suho disana. Pikirannya kosong. Ia tak ingin berdebat dan tetapkan berbalik arah meninggalkan Suho.

Bonui melewati meja perawat dan salah satu perawat yang dinas malam meihatnya dan bertanya kenapa Bonui ada disana malam-malam begini, sebab kondisi adiknya stabil hari ini.
Bonui tidak menjawab, ia hanya meminta perawat untuk tetap memperhatikan adiknya. Jika terjadi sesuatu mereka harus eksklusif menghubunginya.
Perawat tersenyum menyampaikan kalau ia selalu melaksanakan hal itu. Ia bertanya apakah Bonui tiba sebab khawatir.
Bonui meminta perawat menjaga adiknya. Meminta perawat menyampaikan padanya jikalau hal sekecil apapun terjadi. Perawat mengerti.
Suho yang semenjak tadi berdiri disana terus menatapnya dan mendengarkan. Setelah Bonui pergi beliau mengikuti Bonui dan perawat resah melihat kenapa ada laki-laki disana.
Suho mencoba memanggil Bonui tapi Bonui tidak mendengarkannya.

Bonui tiba di luar diikuti Suho dibelakangnya. Suho masih mengkhawatirkannya.
Hujan turun dengan deras. Bonui menatap dengan tatapan kosong dan tidak peduli ia akan basah, ia berjalan di tengah hujan.
Suho mencoba untuk menghentikannya, tapi Bonui keburu melangkah di tengah hujan. Suho menatapnya dengan verbal terbuka seolah ingin menyampaikan sesuatu, ia tetapkan kembali ke dalam rumah sakit.

Bonui berjalan di tengah hujan deras malam itu. Ia tidak peduli tubuhnya berair dan menatap ke arah langit, merenungi nasibnya.
Dalam hati ia berharap semua ini hanya mimpi, hanya mimpi buruk.
Bonui menangis di tengah hujan, menatap langit dan menutup matanya perlahan. Air matanya menetes.
Tiba-tiba sebuah payung biru memayunginya dari rintikan hujan yang jatuh dari langit.
Bonui membuka matanya dan berbalik.

AAAAAAAAAACCCCCCCCCCCCCCCCCCKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK
Suho berdiri di belakangnya, dengan tangan memegangi payung biru yang melindunginya dari hujan. Bonui menatapnya terdiam.
Suho bicara, meminta Bonui jangan mempedulikannya, cukup anggap beliau sebagai tiang lampu jalan.
Bonui terlalu lemah untuk bicara ataupun peduli, ia memalingkan wajahnya dan berjalan gontai.
Suho mengikutinya dengan terus memayungi Bonui (ACCCCCKK!!!!!!!!!!! Beda sih dari R88 tapiii tapiiiiiiiiii payung boooooooooooooooook!!!) T__T

Bonui terus berjalan dan kemudian menghentikan langkahnya, ia menatap Suho yang mengikutinya.
Suho dengan rambut basahnya yang sexy menyampaikan Bonui dapat menganggapnya sebagai tiang lampu jalan yang dapat bicara, ibarat waktu itu. Anggap saya ibarat tidang lampu jalan, saya dapat bicara, saya dapat berjalan dan memegangi payung untukmu. Kau tahu kan? Aku jenius. Aku punya banyak fungsi.
Bonui masih tak bicara, ia memalingkan wajahnya lagi dan terus berjalan.
Suho mengikutinya dengan terus memayungi Bonui padahal beliau sendiri basah. Keduanya terus berjalan hingga di sebuah kedai minum pinggir jalan. Bonui masuk ke dalam dan Suho masih diluar, ia menutup payungnya dan mendesah, sebetulnya apa sih masalahnya.

Sementara itu Gun Wook yang tidak ikut makan malam bersama Zeze Family ada di halte bis dengan wajah khawatir.
Ia menelpon Bonui tapi ponselnya tidak aktif. Ia terus menelpon sambil menunggu bus datang, tapi Bonui tidak pulang-pulang.
Gun Wook menghela nafas dan teringat kata-kata Bonui kalau ia harus tidur dengan laki-laki yang lahir di tahun macan.
Imajinasi Gun Wook mulai bermain ketika ia membayangkan Suho dan Bonui akan tidur berdua, bukannya Suho yang menyerang tapi Bonui duluan HAHHAHHAHAHAHAHHA.
Gun wook memukulkan kepalanya ke dinding halte dan menyampaikan kalau itu tak akan terjadi. Ia menyampaikan dirinya gila sebab memikirkan hal yang tidak-tidak.

Bonui minum soju di kedai pinggir jalan. Suho juga duduk tak jauh darinya, makan.
Ia terus memperhatikan Bonui sambil makan dan Bonui tak peduli, terus meminum sojunya.
Ada sekelompok laki-laki disana yang selesai makan-makan, tapi salah satu laki-laki menolak pulang dan menyuruh yang lain pulang duluan. Ia melaksanakan itu sebab ingin menarik hati Bonui, seorang gadis yang minum sendirian.
Suho tentu saja waspada melihat laki-laki itu mengajak Bonui minum bersama. Bonui sih tidak risih, beliau cuma bilang apakah ahjushi itu yakin dapat menangani dirinya.

Bonui dalam mabuknya bicara pada ahjushi itu, Aku… Shim Bonui yaitu gadis paling tidak beruntung di dunia ini. Jika kau ada didekatku, kau mungkin akan mati.
Suho menatap Bonui yang bicara pada ajusshi itu.
Bonui kemudian bertanya apakah laki-laki itu berzodiak harimau, kalau benar maka ia akan tidur bersama laki-laki itu.
Pria itu bergumam kalau Bonui gadis yang mudah.
Suho terus menatap keduanya.

Pria itu mulai melaksanakan aksinya dengan mengajak gadis mabuk untuk ikut dengannya dan Suho dengan sigap berdiri dan akal-akalan ingin bicara dengan laki-laki itu.
Ia menarik laki-laki itu keluar. Pria itu tentu saja kesal pada Suho yang mengganggunya, ia bertanya siapa Suho dan apa masalahnya.
Suho dengan hening menjawab kalau beliau yaitu JeSuho, si jenius HAHHAHAHHAHHAHA.
Pria itu tentu saja resah LOL. Suho menyampaikan lupakan itu dan mulai menasehati laki-laki itu, kalau ingin menarik hati Bonui setidaknya laki-laki itu melaksanakan persiapan matang, Suho menunjuk ID perusahaan yang digunakan laki-laki itu dan juga cincin kawinnya HAHHAHAHA.
Pria itu shock dan melihat ID dan cincinya HAHHHAHAAH.

Suho dengan hening berniat menelpon manajer perusahaan laki-laki itu dan laki-laki itu ketakutan. Ia menyampaikan ia akan pergi dan tidak jadi menarik hati Bonui. Suho sih memang berharap itu HAHHAHAHAHA.
Ia menyuruh laki-laki itu pergi dengan tenang, kalau dapat lari. LOL.
Pria itu pergi dengan ketakutan.
Suho mendesah dan melihat Bonui di dalam tenda, Ia dengan lucu memperlihatkan rasa gemas dan kesalnya pada Bonui yang gampang sekali untuk diajak. Aughhh, imut banged HAHHAHAHAHHHAHHAHA.

Suho kembali ke dalam tenda ketika Bonui bergumam kemana perginya si macan, niscaya beliau takut padanya. Bonui tertawa mengejek macan bahkan lebih penakut dari kucing. Dan Bonui mulai menciptakan bunyi miaw miaw miaw HAHHAHAHHAAHA. OMG! Makara inget miaw-nya dukSun T__T
Bonui masih mencari harimau, kemana si harimau dan matanya tertuju pada Suho yang berdiri disampingnya, si harimau.
Suho menatapnya dan menyuruhnya berhenti melaksanakan hal yang tidak masuk nalar ini.
Bonui tertawa, apa hubungannya denganmu?
Bonui akan mengambil minumannya dan Suho merampasnya, Bonui kesal dan Suho berteriak, dia-kan tidak mati!

Bonui melongo dan menatap Suho. Suho masih memegang tangannya. Suho berkata, saya sudah mengeceknya sendiri, adikmu baik-baik saja.
Bonui bertanya, Lalu haruskan kita menari untuk merayakannya? Dia masih belum bangun.
Suho menyampaikan bukan itu maksudnya. Bonui tidak peduli, ia menarik tangannya dan mengambil tasnya, ia meninggalkan Suho.
Suho menatap kepergian Bonui. Suho menghela nafas dan kehilangan kata-kata, ia mengusap wajahnya dan mengambil payungnya lagi, kemudian mengikuti Bonui.

Bonui terus berjalan dan Suho mengejarnya dengan payungnya.
Bonui kesal sekali dan menepis payung Suho. Bonui meminta Suho meninggalkannya sendirian. Jika kau ingin membatuku, seharusnya kau membantuku ketika saya sedang membutuhkan bantuan. Apa gunanya kau melaksanakan hal ibarat ini? Hah?
Suho menatap Bonui. Bonui terus bicara, Bukankah saya sudah memohon padamu? Aku memohon padamu untuk membantuku sekali saja! Jika kau membantuku ketika itu….
Suho memotong, Lalu apa yang akan berubah? Kau masih belum tahu? Takhayul yang kau percayai ini kini sudah berakhir! Ini sudah tengah malam dan tidak ada bulan purnama. Makara tolonglah berfikir dengan pantas!
Bonui berteriak meminta Suho berhenti.

Bonui sesak nafas, ia terlihat menangis. Suho terdiam. Suho berjalan beberapa langkah mendekati Bonui, Bagaimana jikalau kau terlibat dengan orang-orang gila itu dan merekam videomu, apa yang akan kau lakukan hah?
Bonui terkejut, ia menatap Suho, Bagaimana kau mengetahuinya?
Suho menatap Bonui tanpa berkedip. Bonui menemukan jawabannya, Polisi itu, apakah kau yang memanggil mereka?
Suho mencoba menjelaskan kalau itu yang terbaik yang dapat ia lakukan. Suho mencoba menyentuh Bonui tapi Bonui menepisnya dan berteriak, KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU?! Kau pikir kau siapa? Memangnya kenapa? Memangnya apa yang salah jikalau mereka merekamku?!

Suho terdiam. Bonui terus murka dan kesal, Hidup seseorang dipertaruhkan untuk hal ini, saya dapat menyelamatkan Bora dengan melaksanakan hal ini.
Suho melongo menatap Bonui. Bonui menatapnya dengan mata berkaca-kaca ditengah hujan. Suho tidak mengalihkan pandangannya, ia menarik tangan Bonui untuk mengikutinya.
Bonui berusaha melepaskannya, tapi Suho tidak melepaskannya dengan mudah, Ayo pergi, matahari masih belum muncul. Aku akan mengabulkan keinginanmu.
Bonui berusaha melepaskan tangannya dan ia menepis dengan sangat keras.

Tangan Bonui terlepas.
Suho menatapnya, Aku yaitu harimau, kau tahu?
Bonui menatapnya.
Suho kembali menarik tangan Bonui untuk mengikutinya.

Seol Hee tiba ke apartemen Gun Wook untuk mengecek keadaan Gun wook dan ia terkejut melihat Gun wook tertidur di depan pintu rumah Bonui.
Seol Hee berusaha membangunkannya. Gun wook terbangun dan memanggilnya noona, ia menerka itu Bonui.
Di rumah, Seol Hee sangat mengkhawatirkannya dan mengajaknya ke sauna sebab Gun wook dapat sakit kelamaan di luar. Gun wook menyampaikan itu bukan problem besar.
Seol Hee sedikit kesal sebab ia tiba ke sana sehabis Gun wook menelponnya dengan bunyi parau, tapi ketika ia tiba ternyata Gun wook malah tidur di depan rumah Bonui.
Gun wook membisu saja dan mengajak Seol Hee minum bir bersama.

Gun wook akan mengambil minuman ketika Seol Hee tiba-tiba bertanya, apa kau menyukai Bonui-shi?
Gun wook menghentikan langkahnya, Aku? Bonui noona? Aku masih belum tahu bagaimana tipe gadis yang saya suka?
Gun wook menatap keluar jendela dan menyampaikan kini sudah larut malam dan hujan lebat, beliau hanya khawatir.
Seol Hee mengerti apalagi Bonui tidak mengangkat telponnya.
Seol Hee berfikir, beliau tidak dapat dihubungi dan beliau tidak pulang ke rumah, tampaknya beliau bersama pacarnya, saya yakin.

Suho masih menarik Bonui dengan paksa dan Bonui meminta Suho melepaskannya, sebab kini sudah tidak ada gunanya.
Suho kesal dan menarik Bonui ke dinding, Dengarkan saya baik-baik! Pertama, adikmu akan mati jikalau kau tidak tidur dengan laki-laki berzodiak harimau. Kedua, kau tidak melaksanakan hal gila itu. Ketiga, adikmu masih hidup. Kesimpulan dari takhayul ini yaitu salah. Shm Bonui, jadi tolong keluarlah dari delusimu dan lihatlah kenyataan.
Bonui hanya membisu mendengarkan, sehabis Suho selesai, Bonui bicara, Kenyataan? Kau ingin mengetahui bagaimana kenyataan dalam hidupku? Semua orang yang saya cintai meninggalkanku. Orangtuaku meninggal ketika saya berusia 16 tahun. Di dunia ini hanya ada saya dan Bora, tapi saya harus merelakan beliau pergi sekarang. Lalu apa yang harus saya lakukan?

Suho terdiam. Bonui berkaca-kaca lagi, Aku sangat takut. Aku berharap saya lebih dulu mati daripada dia. Setiap hari bagiku ibarat berjalan diatas es yang tipis. Aku tidak tahu kapan itu akan roboh, jadi setiap detik bagiku sangatlah menyakitkan. Ini yaitu kenyataan hidupku, Kau tahu?
Suho hanya diam, tapi ia tidak mengalihkan pandangannya. Bonui melanjutkan, Hari ini beliau masih hidup? Itu dapat saja hari ini atau besok, kalau tidak besok maka lusa.
Suho bertanya, kenapa kau berfikir ibarat itu?
Bonui mengatakan, saya akan menyampaikan sebenarnya, hal yang saya katakan padamu yaitu bohong, ketika saya menyampaikan semuanya sebab dirimu. Aku ingin menghindari perasaan bersalah ibarat itu. Karena itu yaitu salahku.

Suho merasa kesal dan gusar, Kenapa itu semua yaitu salahmu?
Bonui membalas, hingga matipun kau tidak akan mengerti. Makara saya mohon pergilah. Berhenti mengikutiku.
Bonui mengambil tasnya dan meninggalkan Suho.
Suho merasa kesal dan mulai menggeutu sendiri, Kau meninggalkan saya lagi. Oke. Aku juga. Ini ibarat mengetuk pintu rumah orang mati. Aku menghabiskan waktuku! Aku pergi sekarang. Aku pergi!
Suho yang kesal sekali sebab kata-katanya tidak di dengarkan melihat keperguan Bonui. Dan ia juga pergi ke arah sebaliknya.

Hanya beberapa langkah, Suho menghentikan langkahnya.
Ia kesal sekali sebab ia sangat mengkhawatirkan Bonui.
Ia mengusap wajahnya dan rambutnya, Ia kesal dengan hatinya yang tidak dapat untuk tidak memikirkan gadis itu.
karenanya ia kembali ke jalan yang dimabil Bonui, ia mengikutinya hanya hingga menemukan kalau ia kehilangan Bonui.
Suho melihat kesana kemari dan resah akan pergi ke arah yang mana. Ia mendesah sebab mengkhawatirkan Bonui.
Tiba-tiba ia mendengar bunyi gumaman seseorang, sedang bernyanyi.
Suho mengenali bunyi itu dan tetapkan berjalan ke arahnya.

Bonui bergumam lagu sad fate sambil duduk di jalanan taman.
Suho berjalan perlahan-lahan mendekatnya. Suho menatap Bonui yang setengah mabuk bergumam sad fate, berjongkok dengan tangan dilutut dan dagunya bersandar di tangannya.
Suho perlahan berjongkok di hadapan Bonui.
Ia menatap gadis itu dengan tatapannya yang (ADUUUUUUUUUUUUUHHHHHHHHHHHHHHHHHH SESAK NAFAS!!! OKSIGEN, MANA TABUNG OKSIGEN XD XD XD)!!!!

Suho dengan suaranya yang dalam berkata, Shim Bonui, ayo pulang ke rumah.
Bonui menghentikan gumamannya, Aku benci rumah. saya tidak dapat pulang ke rumah. saya tidak dapat melihat daerah tidur Bora, meja Bora, semua barang-barang Bora. saya tidak dapat melihat semua itu.
Suho menghela nafas, ia menatap sambil mendengarkan Bonui dan kemudian ia melaksanakan hal yang sama dengan Bonui, menyilangkan tangannya di lutut dan menjatuhkan kepalanya di lengannya, menatap Bonui dengan penuh cinta. assseeeeeeeeeeeekkkk.
Tatapan itu tidak berlangsung lama, kemudian kita melihat Suho menggendong Bonui di punggungnya, membawanya pulang.
Sementara Bonui terus menggumamkan lagu Sad Fate.

Gun wook di rumahnya gres selesai mandi dan melihat boneka burung hantu putih yang diberikan Bonui padanya sebagai jimat.
Gun wook menyampaikan pada boneka itu kalau beliau didiskualifikasi sebab tidak dapat menemukan ayahnya dan juga Bonui.
Gun wook membalikkan wajah Boneka ke dinding. Ia kesal ibarat anak kecil, kemudian bicara lagi pada boneka itu kalau beliau tetap akan meminta dukungan dan menghadapkan wajah boneka ke luar jendela. HAHHAHAHHA.

Suho hampir patah pinggang membawa Bonui ke rumahnya HAHAAHAHAHAHA.
Ia menjatuhkan Bonui ke sofa tapi malah jatuh ke lantai. Ia ingin memperbaiki posisi tidur Bonui tapi resah harus ngapain.
Suho berfikir dan menemukan jawabannya, pertama-tama ia harus mengambil selimut.

Suho sibuk sendiri di kamarnya mengambil selimut dan handuk dan bantal. HAHHAHAHAHAH. Ia keliatan ibarat terburu-buru atau lebih tepatnya nervous kali ya, jadi beliau resah harus bagaimana.
Kemudian ia berfikir lagi akan aneh kalau ia memperlihatkan selimutnya pada Bonui, jadi ia tetapkan mengambil selimut gres di lemari hehehheheeheh.
Dan begitu ia tiba di luar, ia terhenti menatap Bonui yang sedang tidur, resah mau ngapain.
Suho menyelimuti Bonui dengan baik. Kemudian matanya tertuju pada tangan Bonui yang bergerak dalam tidurnya. Entah Suho ingin memasukkan tangan Bonui ke selimut atau tertarik pada tangan halus Bonui, mwolla deh ya, tangannya perlahan mendekati tangan Bonui, sempurna ketika beberapa cm sebelum menyentuhnya, ponsel Suho berbunyi, Suho kaget dan segera mengambil ponselnya di saku, menjauhi Bonui untuk mengangkat telpon.

Suho mengangkat ponselnya, yang menelpon yaitu Ryang Ha, setengah mabuk bertanya Suho dimana, apakah dirumah atau tidak. Ia menyampaikan kalau tim Suho (zeze family) bersikeras ingin main ke rumah Suho.
Suho terkejut, ia menatap Bonui yang tidur di lantai dan berkata kalau Ryang Ha dilarang membawa mereka kesana.
Ryang Ha menyampaikan ia tahu tidak ada siapapun yang boleh ke rumah Suho selain dirinya, tapi pegawai Suho terus merengek sebab Suho tidak berkumpul dengan mereka di hari senang ibarat ini.
Suho mencoba mengancam semoga mereka tidak ke rumah dengan menyampaikan kalau ia melihat mereka malam ini maka mereka akan membayar padanya, tererah itu bekerja lembur atau memotong honor mereka. HAHHAHAHAHAHAHA.

Ryang Ha masih bicara dalam mabuknya menyampaikan kalau Suho akan menciptakan situasi makin awkward kalau menanggapi dengan serius.
Suho tak punya cara lain selain mengeluarkan jurus ampuhnya. Ia menyampaikan pada Ryang Ha, Aku minta tolong padamu, Hyung.
Ryang Ha terkejut bukan main, kau… memanggilku…
Suho segera menutup ponselnya HAHHAHHAHAHAHAHAHAHAA.

Suho kemudian berjalan mendekati Bonui dengan handuk di tangannya.
Ia berjongkok dan menatap gadis itu. Bonui tertidur pulas.
Suho mencoba mengelap bekas air hujan di pipi Bonui dan mengambilkan bantal untuknya.
Kemudian ia merasa hari yang sulitnya akan segera berakhir, ia duduk di bangku dan mendesah. Tapi ia menatap Bonui yang tertidur lagi.
Tidak puas menatap dari jauh, Suho mendekatinya, ia menatap dengan jarak yang cukup dekat.

Suho mendekatkan wajahnya dan menatap wajah Bonui.
Ia kemudian mendesah, bertanya-tanya ibarat apa kehidupan yang dilalui Bonui.
Innocent Suho hanya menatapnya tanpa berfikir yang aneh-aneh HAHHHAHAHAHAHAHA.
Ia ingin tau dengan Bonui, itu saja.
Dan malam berlalu begitu saja.

Matahari bersinar dengan cerah keesokan harinya, sinar mentari menembus jendela beling rumah Suho.
Bonui terbangun sebab silaunya. Ia masih setengah sadar ketika ia merasa ada yang aneh, kemudian ia melihat kesampingnya dan saking terkejutnya ia tak bergerak.
JeSuho tertidur disamping Bonui. Suho perlahan terlihat membuka matanya dan mata keduanya bertemu. Mereka bertatapan beberapa detik dan karenanya sadar akan situasinya.
Dengan sigap mereka berdiri dan Suho menjatuhkan diri ke sofa saking  kagetnya. HAHHAHAHAH

Bonui bertanya ini ada dimana.
Suho dengan gayanya yang sok cool menjawab kalau ini yaitu rumahnya.
Bonui terkejut bagaimana ia dapat ke sana dan Suho mulai menasehatinya untuk mengecek kadar alkoholnya, siapa tau gegara banyak minum beliau kena dementia HHAHAHHAHA. Karena setiap kali Bonui mabuk beliau selalu lupa apa yang terjadi.
Suho masih bersikap sok cool ketika ia bangun dan meregangkan tangannya, menyampaikan kalau ia tidur dengan nyenyak.

Bonui masih berfikir da karenanya mengingat kejadian semalam, bagaimana ia bertemu dengan Suho dan bagaimana mereka menghabiskan malam bersama dalam pertengkaran.
Suho mengambil air putih dan dengan kaku berjalan ke arah Bonui. Dengan satu  tangan disaku celana, ia memperlihatkan segelas air pada bonui, dengan gaya cool tapi nggak cool HAHHAHAHAHAHAHAHA.
Bonui tidak tertarik dengan hal itu, ia bertanya, Bagaimana kau tau beliau ada dirumah sakit itu?

Suho menatap Bonui yang menatapnya tak berkedip.
Tak tahan, Suho tetapkan meminum air putihnya sendiri, dengan lucu, sambil berputar HAHAHHAHAHHAHHA.
Setelah menenangkan dirinya ia menjawab, Jawaban ibarat apa yang harus saya katakan semoga kau berhenti melaksanakan inspirasi kurang arif itu?
Bonui terdiam. Suho mengatakan, kemarin kau bilang kalau tidak hari ini besok, kalau tidak lusa, apa kau benar-benar berfikir itu problem waktu?
Bonui mendesah, ia tak ingin membahas itu dan meminta maaf pada Suho sebab menjadikan Suho terlibat problem lagi dengannya. Ia menyampaikan ia tak tahu kenapa ia terus merepotkan Suho.

Suho menyampaikan kalau ia baik-baik saja tapi Bonui menyampaikan mustahil Suho baik-baik saja, niscaya Suho merasa kesal, terkejut dan frustasi.
Suho menyampaikan meski Bonui kadang tidak masuk akal, tapi beliau tahu diri. LOL. Suho membenarkan sebab Bonui beliau kesal dan frustasi.
suho masih ingin menyampaikan sesuatu tapi Bonui memotongnya, Terima kasih untuk semuanya. Ia berjanji hal ibarat ini tidak akan terjadi lagi.
Suho terdiam. Bonui membungkuk dan menyampaikan ‘kongganghaseyo’ / I wish your the best / saya berharap yang terbaik bagimu.
suho melongo dan tak berkata apa-apa, ia ingin tapi Bonui keburu pergi. Suho membatu beberapa saat.

Suho masih terkejut dengan perilaku Bonui yang sangat sopan tadi.
Ia melipat kain dan membereskan ruangannya sambil bertanya-tanya kenapa Bonui melaksanakan itu, bahkan membungkuk. Ia merasa ada sesuatu yang salah.
Ia bahkan berfikir itu penyakit takhayul LOL.
Suho terus beres-beres dan bicara, harusnya jikalau Bonui berterimakasih beliau dapat bersikap lebih baik padanya. Tapi kenapa malah tiba-tiba mendoakan yang terbaik baginya? Menurutnya ini tidak masuk akal.
Suho terus bergumam Bonui dan Bonui si gadis aneh sambil terus beres-beres.
Dan ketika ia sudah selesai dan puas, ia gres menyadari kalau ia memindahkan semua barangnya ke sisi sofa, menumpukkannya disana.
Suho shock dengan dirinya sendiri yang kehilangan konsentrasi HAHHAHAHAHAHA.
Ia kemudian mengatur semuanya ke posisi semula LOL.
baby Suhorangi <3

Bonui pagi itu eksklusif ke rumah peramal. Meski disana ditulis peramal sedang tidak ada sebab berdoa, Bonui terus saja mengetuk pintu dan jendelanya.
Ia juga menelpon tapi nomer pak peramal nggak aktif.
Bonui menghela nafas, ia menangis dan menyampaikan kalau peramal harus memberitahukan apa yang harus ia lakukan selanjutnya, sebab ia tidka tahu harus bagaimana.

Ibu Suho sibuk menyidik wajahnya di kaca. Ia khawatir dengan kerutan di wajahnya yang semakin banyak. Ia terus bicara dan bicara tapi tidak ada tanggapan dan melihat suaminya tidur mengorok di hadapannya.
Ia menatap suaminya dan menyampaikan kalau rambut putih suaminya juga makin banyak.
Ibu ingin mengentuh rambut suaminya dengan lembut tapi ayah Suho berbalik dan malah kentut ke arahnya HAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHHAHAHAAHHAH.
Ibu Suho sangat sangat kesal dan menendang pantat suaminya LOLOLOLOLOLOLOL.

Pagi itu Gun Wook menunggu Bonui keluar dari rumahnya, tapi ia sudah menunggu beberapa jam, Bonui tidak keluar-keluar.
Ia kesal sekali dan tetapkan akan pergi tapi ia tetap kepikiran. Ia akan mengetuk pintu rumah Bonui dengan keras tapi mengurungkan niatnya dan mengetuk pelan. Ia memanggil Bonui dan mendengarkan dari pintu, tidak ada bunyi disana.
Gun wook resah sekali kenapa Bonui belum pulang. Ia tetapkan pergi berolahraga dan begitu tiba diluar ia masih mencari-cari Bonui, tapi ia tak melihatnya.
Sampai karenanya ia melihat Bonui dan menyapanya, tapi Bonui tidak mendengar dan terus berjalan, Gun wook harus memanggilnya dua kali gres Bonui sadar itu Wun Wook.
Bonui tak punya tenaga untuk bicara jadi ia hanya menjawab singkat pertanyaan Gun Wook wacana bagaimana adiknya. Saat Gun wook bertanya dimana beliau tidur semalam, Bonui tidak menjawab.
Gun Wook eksklusif menyimpulkan dan menyuruh Bonui masuk sebab wajahnya terlihat kelelahan.

Gun Wook berolahraga ditaman sambil masih ingin tau kemana Bonui semalam.
Ia melatih ototnya sambil terus bicara sendiri mengenai Bonui, dengan siapa beliau semalam HAHHHAHAHAHAHA. Bahkan bawah umur yang main disana menatapnya dengan aneh LOL.
Gun Wook masih berfikir itu tak mungkin semalam Suho dan Bonui tidur bersama, sebab ia percaya Suho tidak akan mau melakukannya kalau pikirannya masih normal LOL.
Tapi ia ragu juga, sebab Bonui bagus dan Suho juga seorang pria.
Gun wook kesal sekali AHAHAHAHAHAH, ia menjatuhkan dirinya ke tanah dan bawah umur mengelilinginya. Ia duduk sambil menyumpah kesal, bawah umur berlarian LOL.
Gun wook a kau juga ga tau kalau kau sudah jatuh cinta, huh?

Dal Nim dan Seung Yeon membeli kopi di cafe Ryang Ha. Ryang Ha bersemangat hari itu dan bahkan memanggil Dal Nim dengan ‘Dal-kkong’ HAHHAHHAHHAHA.
Ia menarik hati DalNim dan menyampaikan kalau wajahnya bisul sekali. Dal Nim mengecek wajahnya.
Ryang Ha bertanya apakah kemarin Dal Nim meninggalkan sesuatu. Dal Nim kesal dan menyampaikan tidak ada.
Ia akan pergi ketika Ryang Ha mengeluarkan sebuah buku, ia menyampaikan kalau ia menemukannya kemarin.

Flashback.
kemarin malam sehabis menelpon Suho, Ryang Ha menyampaikan pada zeze family kalau mereka tidak dapat ke rumah Suho dan mengajak mereka minum ke daerah lain saja.
Saat itu Dal Nim sibuk menulis disebuah buku sambil tertawa sendiri. Temannya menarik tangannya dan memaksanya ikut sehingga ia menjatuhkan bukunya.
Ryang Ha hampir jatuh sebab buku itu dan memungutnya. Buku diary berjudul ‘J’s story’ HHAHHAHAHHAAHA

Dal Nim shock bukan main melihat diary-nya ada di tangan Ryang Ha, Ryang Ha asik sekali menggodanya bahkan membacanya HAHHAHAHAHAH.
‘Dia mengecam ibarat petir. Seorang kolega yang ia percayai mengkhianatinya dan ia harus menghadapinya sendirian.”
Dal Nim masih berusaha mengambil dairy-nya dari tangan Ryang Ha dan memintanya jangan membacanya hahhahhahahaha.
Ryang Ha tak peduli dan malah memuji kalau tulisannya sangat bagus, makanya game Zeze punya kisah yang bagus.
Dal Nim menyampaikan kalau itu bukan miliknya dan Ryang Ha membalas, kalau ini bukan milikmu kemudian kenapa kau mencoba mengambilnya dariku?
HAHAHHAHHAHAHA

Dal Nim masihh berusaha mengambilnya dengan tangannya yang pendek dan kesulitan sebab ia tak dapat masuk LOL.
Ryang Ha menikmati hal ini dengan membacakan puisi selanjutnya LOL.
‘Saat siang berganti malam, kau hanya bekerja. Kau yaitu workaholic. Akan sangat bagus jikalau saja saya dapat memijat bahumu.’
Ryang Ha merinding membacanya HHAHAHAHAHHAHHA. Aku juga LOL. Dal Nim makin kesal dan mencoba memanjat tapi Ryang Ha menahan tangannya.
Ia membaca kalimat lagi, saya cukup puas dengan menyukainya.
Dal Nim makin takut dan dengan ganas ia merebut diary-nya, Ryang Ha menahan dan keduanya slaing tarik menarik diary LOL. Dal Nim menyampaikan ia akan memperlihatkan pada pemiliknya, Ryang Ha menyampaikan ia juga LOL.
karenanya Dal Nim berhasil merebut dan segera kabur dari sana.

Ryang Ha berkata, semua orang menyukai Je Suho. Semua gadis di dunia ini menyukainya.
TRUEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!
Aku dapat lihat yang nonton Lucky Romance jadi jatuh cinta sama Jun Yeol HAHHAHHAHAHA.
Bahkan yang dulu benci banged sama beliau ‘you know why’ kini malah nggak tahan sebab jatuh cinta HAHHAHAHAHAHAHA.

D-100.
Zeze family harus menciptakan beta tester dalam 3 bulan.
Mereka mulai mengeluh ini dan itu sebab mereka niscaya sibuk dan kejar sasaran juga.
salah satu pegawai bertanya kenapa CEO dan Bonui belum datang, ia curiga ada sesuatu dengan mereka sebab makan malam kemarin keduanya juga tidak datang.
Dal Nim kelihatan ga tenang. Tapi salah satu pegawai menyampaikan CEO sudah tiba semenjak tadi, hanya saja beliau tidak di kantornya.

Suho sibuk menunggu Bonui di daerah dimana ia dapat melihat ke pintu masuk.
Ia tak hening sebab bonui belum juga muncul padahal ia yakin sekali semalam Bonui tidur dengan nyenyak. Ia tak peduli atau tak menyadari pegawai kemudian lalang membungkuk padanya sedangkan ia sibuk mencondongkan badannya untuk melihat ke luar  jendela kaca, melihat apakah Bonui tiba atau tidak HHAHAHHAHA.
Sadar kalau beliau CEO disana, Suho tetapkan kembali ke kantornya sambil mengomel kalau Bonui menciptakan seorang CEO menunggunya. Ia menyampaikan akan memberinya pelajaran kalau Bonui tidak bekerja hari ini wkkwwkkwkwkwkw.
Sambil menekan tombol lift, ia latihan mengomeli Bonui dengan lucu, Kau terlambat! Kau malas!
Mianhae, ga dapat memasukkan ekspresi gaya bahasa Suho, tapi lucu banged latihan ngomelin agak bergumam XD

Pintu lift terbuka, Gun wook keluar dari dalam dan keduanya saling menatap. Suho tahu hari ini Gun wook ada meeting, tapi Gun Wook menyampaikan kalau ia tiba untuk bertemu JeSuho. Suho bingung.
Keduanya bicara berdua di atap, saling menatap dengan aneh, terutama cara Suho menatap Gun Wook hahhaha, tatapan ngajak berantem.
Gun Wook memulai percakapan dan bertanya dimana Suho semalam. Suho tentu saja tidak mengerti maksud pertanyaannya, ngapain coba tiba-tiba nanya dimana kau semalam, orang mereka juga ga dekat-dekat banged HAHHAHHAHA..
suho menatap Gun Wook dengan mengerutkan kening. Gun wook bertanya lagi, semalam dimana dan dengan siapa dirimu?

Suho balik bertanya, kenapa kau ingin tau wacana hal itu?
Gun wook kesal sebab Suho tak menjawab dengan mudah, beliau juga jadi malas bertanya pertanyaan yang sama tiga kali LOL.
Suho masih mencoba bersikap kalau beliau tidak peduli dan Gun wook bertanya eksklusif ke intinya, Kemarin malam kau bersama Bonui noona?
Suho tertawa mengejek. Gun wook menjelaskan kalau ia yaitu adik Bonui, seseorang ibarat adiknya. Tentu saja sebagai seorang adik beliau harus tahu.
Suho membalas, sebagai seorang adik kenapa kau tidak bertanya eksklusif pada Bonui? Aku tidak ingin mengekpos problem pribadi karyawaku ke luar.

Suho akan pergi tapi Gun wook menahannya, kau bilang apa? Noona, kini dia…..
Gun wook menghentikan perkataannya, ia menatap Suho dari bawah ke atas dan menyampaikan kalau Bonui kini punya situasi yang darurat, sebab itu beliau terobsesi dengan hal-hal yang dikatakan peramal padanya.
Gun Wook bahkan mulai mengomeli Suho, Jesuho shi, sebagai laki-laki dilarang menyampaikan baiklah pada semua yang ia inginkan.
Suho menyampaikan kalau ia sudah tahu Bonui melakukannya demi adik perempuannya. Gun Wook tak percaya Bonui menceritakan wacana Bora pada Suho.
Suho berkata, Kau bicara seakan-akan kau yaitu orang yang paling tahu wacana Bonui di dunia ini, saya tahu cukup baik juga. Dan kami akan mengatasi problem diantara kami dengan cara kami sendiri.

Gun wook tertawa tidak percaya sebab Suho memakai kata ‘diantara kami’.
Gun wook menatap Suho. Suho menatapnya juga dari ujung kaku ke ujung kepala. Ia menyampaikan kalau ia sedikit kecewa, sebab Gun wook tertarik dengan privasi tetangganya.
Ia menyampaikan kalau kini Gun wook terlihat ibarat anak kecil yang ribut, dan itu akan merugikan aksara game mereka HAHHAHAHAHHAHAHA.
Suho kemudian pergi dengan gaya coolnya, tapi dibalik itu ia tersenyum sebab berhasil menciptakan Gun Wook kesal HAHAHAHHAHAAHHAHAHAHHA.

Sementara itu ibu Suho pergi ke restoran ayam tuan Young Il dan mebuat Young Il ahjushi terkejut.
Ibu memanggilnya Young Il Oppa dan ibu beneran lucu.
Aduh, ingin tau kekerabatan mereka HHAHAHAHA.

Suho masih tidak dapat duduk dengan tenang.
Dia berjalan kesana kemari di kantornya, ketika Ryang Ha tiba ke kantornya.
Ryang Ha bertanya sedang apa beliau dan Suho menjawab singkat, berfikir, sambil terus berjalan diruangannya.
Ryang Ha mengikuti Suho dari belakang dan bertanya apakah tidak ada sesuatu yang ingin dikatakan Suho padanya. Ryang Ha menanyakan 2 kali tapi karean Suho tidak menjawab ia kesal, saya bosan, saya pergi.
Suho kemudian berkata, ‘aku berharap yang terbaik bagimu’.
Ryang Ha menerka Suho menyampaikan padanya, beliau kesal dan menyuruh Suho mengkhwatirkan dirinya sendiri.
Suho tanpa melihat Ryang ha bertanya, menurutmu itu artinya apa?

Ryang Ha berhenti dan tersenyum pada Suho. Suho berbalik dan menatap Ryang Ha, kenapa beliau menyampaikan sesuatu ibarat itu?
Ryang Ha menyampaikan kalau ini yaitu ekspresi yang positif, ia menyampaikan itu berarti selamat tinggal, bye bye, sayonara.
Suho tidak suka balasan Ryang Ha, ia memasang ekspresi tidak sukanya HAHHAHAHAAHAHAH.
Ryang Ha bertanya, apakah beliau mendoakan yang terbaik bagimu? HAHAHA, kau dibuang! Kau benar-benar dibuang olehnya.
Ryang Ha tertawa puas sambil menari HAHHAHHAHHAHA. Suho kesal sekali dan menendang Ryang Ha LOL.
Ia mendorong Ryang Ha keluar dari kantornya dan Ryang Ha menahannya sebab ia aib kalau karyawan melihat beliau diperlakukan ibarat itu BUWHAHHAHAHAHAHHA.

Ryang Ha keluar dari kantor Suho dan ia melihat Dal Nim di meja kerjanya mencoba menyembunyikan diri.
Ryang Ha melewatinya sambil bernyanyi, the dish-like round moon (Dal = moon = bulan).
Ryang Ha terus menyanyi meski yang lain bilang mereka sedang kerja, Ryang Ha mendekati Dal Nim dan menggodanya HAHHAHAHHA, sempurna ketika Bonui datang.

Bonui menyapa semuanya dan minta maaf sebab ia terlambat.
Suho yang ada di kantor tentu saja mendengar bunyi Bonui dan mengintip dari jendelanya.
Bonui bertanya pada Ryang Ha apakah Suho sudah tiba dan Ryang Ha menyampaikan sambil tertawa kalau Suho sedang menangis, tapi kemudian ia mengoreksinya, menyampaikan Suho sedang berfikir LOL.

Suho selesai mengintip dan menyampaikan kalau Bonui kelihatan baik-baik saja.
Suho akan mencoba untuk keluar dari kantor dengan ‘alami’, tapi sebelum itu ia mengambil ponselnya dan kacaan lewat sama HAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHHA.
Mengecek rambut apakah sudah rapi LOL.
Suho kemudian keluar dengan gaya biasa dan memanggil Bonui, menyampaikan kalau ia ingin bicara dengannya.

Bersambung ke Part 2

Continue Reading

More in Hwang Jung Eum

To Top