Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 7 Part 2

Hwang Jung Eum

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 7 Part 2

———————————————————————————
Sinopsis Lucky Romance Episode 7 Part 2

Suho dan Bonui bicara di luar, mereka akan memulai pembicaraan ketika Seol Hee tiba dan memanggil Suho. Bonui menyapanya.
Seol Hee juga menyapa Bonui dan bertanya perihal kencannya semalam. Suho membisu saja melirik-lirik Bonui menunggu reaksinya, HHAHAAHAHHA. Seol Hee menyampaikan kalau Gary menunggunya semalaman. Bonui menyampaikan ia sudah bertemu dengan Gary pagi ini.
Suho bertanya apakah Seol Hee gres pulang meeting dan Seol Hee menyampaikan ia tiba menyerupai yang dijanjikan, mereka akad bertemu hari ini. Ia mengajak Suho minum kopi alasannya ia ingin menyampaikan sesuatu.
Suho memutar matanya, Seol Hee bertanya, kamu lupa? Kita berjanji sehabis event itu.
Bonui yang merasa ia tak seharusnya disana akan permisi, Suho menyerupai akan memanggil namanya tapi pintu kantor terbuka dan Ryang Ha keluar sehabis dikejar Dal Nim HAHHAHAHHAHAH

Ryang Ha menyapa Seol Hee sebagai ‘Suho first love’ dan menyapa Bonui sebagai ‘Suho lucky charm’ HAHHHAHAHHAHAHAHHAH.
Suho menyuruh Ryang Ha diam, YA!
Seol Hee menikmati panggilannya dan mengatakan, Mr. Je, kamu terlalu kejam pada cinta pertamamu.
Seol Hee mencoba bersikap imut begitu HAHHAHA, Suho bengong HAHAHHAHA.
Bonui masih disana ketika Suho mengatakan, Ayo menciptakan ini official, beliau bukan cinta pertamaku, dan beliau bukan keberuntunganku.
Ryang Ha memeluk Suho dan menyampaikan tentu saja Suho tak akan mengakuinya, tapi beliau (Seolhee) ialah cinta pertama Suho. Seol Hee tersenyum senang.
Suho bete banged dan meninggalkan mereka, Seol Hee mengikutinya. Ryang Ha masih memanggil Bonui dengan our lucky charm LOl.

Suho kesal dan berbalik menarik Ryang Ha dari sana HAHHAHAHAHAHA.
Ryang Ha berkata kesal, memangnya kenapa, kamu perhatikan saja cinta pertamamu, betapa enaknya kamu mempunyai keduanya.
Suho menyuruhnya berhenti dan mendorong serta memukulnya LOLOLOLOLOLO.
Ryang Ha lucu banged, please banyakain scene beliau sama Suho XD

Ibu Suho di restoran Young il ajusshi dan mereka berbicara. Saat ibu menyampaikan kalau perusahaan anaknya ialah Zeze Factory dan ankanya ialah Je Suho, Young Il ajusshi akal-akalan terkejut dan tidak tahu, meski katanya beliau sering mengantar ayam kesana.
Young Il ajushi menyampaikan mereka membesarkan anak dengan baik. Ibu bertanya bagaimana dengan anak Young Il ajushi dan ajushi berkata beliau tidak punya anak, beliau bercerai sehabis bisnisnya gagal.
Ajushi berkata dulu ia pikir ada baiknya ia tak punya anak, tapi sehabis ia tua, ia merasa murung akan hal itu.
Ibu benar-benar bersikap anggun di hadapan Young Il ajushi, bahkan kagetnya juga anggun HAHHAHAAHA.

Suho dan Seol Hee duduk berdua di dingklik taman. Suho tampak bosan tapi ia tak sanggup pergi begitu saja hHAHAHAHHAHA.
Seol Hee menyampaikan ia akan mulai bicara sekarang. Suho protes kenapa butuh waktu usang bagi Seol Hee untuk bicara, orang-orang yang melihat akan berfikir mereka syuting drama atau sesuatu HAHHAHAHAHH. (memang kan? LOL).
Seol Hee hanya tersenyum.

Flashback ketika Seol Hee masih menjadi mahasiswa, ia ketiduran ketika belajar.
Suho tiba mendekatinya dan melihatnya tertidur. Suho duduk dengan hati-hati disamping Seol Hee semoga tidak membangunkannya.
Ia melihat Seol Hee tampaknya kecapean alasannya mencar ilmu rumus-rumus untuk menuntaskan kiprah akhirnya.
Suho kemudian rahasia mengerjakannya dalam waktu singkat dan selesai, ia meninggalkan Seol Hee dengan manis sehabis menawarkan kemejanya padanya.
Saat Seol Hee bangun, ia terkejut melihat semuanya sudah selesai.

Kembali ke masa sekarang, Seol Hee menyampaikan ia kabur dari dirinya, bukan dari Suho. Itu semua ia lakukan alasannya ia takut, kalau ia akan terus memakai Suho.
Seol Hee menyampaikan ia tidak mendekati Suho alasannya tesisnya, ia hanya ingin tau dengan siapa yang dipilih ayahnya dari pada saudaranya.
Suho bertanya, Oppa?
Seol Hee membenarkan, oppa nya tidak sepintar Suho, tapi beliau selalu dikenal sebagai anak yang cerdas. Ada kecelakaan dan mengakibatkan ayahnya kehilangan anak dan muridnya, ibunya depresi berat alasannya hal itu. Dan ia sebagai adiknya merasa bertanggungjawab dan mengambil jurusan fisika yang ia sama sekali tidak tertarik. Seol Hee menyampaikan kalau itu klise.
Suho bertanya kenapa Seol Hee tidak menyampaikan hal ini padanya sebbelumnya.
Seol Hee menjawab mungkin ia menyimpannya untuk disampaikan pada hari ini. Ia juga menyampaikan akalu tesisnya, ia membatalkannya, meski Suho sudah kembali ke Korea.

Suho menghela nafas, ia menatap SeolHee.
Seol Hee menyampaikan ia tidak meminta Suho memaafkannya, ia hanya ingin Suho mengerti. Tahun 2004 beliau masih gadis yang egois dan tidak dewasa.
Suho menatap Seol Hee dan menyampaikan itu tahun 2005, bukan 2004.
Seol Hee terkejut menatapnya, itu artinya Suho masih mengingat dengan terperinci semuanya.
Suho berdiri dan meninggalkan Seol Hee yang masih tak percaya kalau Suho masih mengingat semuanya. Ia tersenyum.

Seol Hee tentu saja senang sehabis menuntaskan kesalahpahamannya dan ia berniat membuka chapter gres bersama Suho. Ia sangat excited akan hal ini.
Tiba-tiba ada yang tiba ke kantornya, itu Dal Nim yang membawakannya free pass masuk kantor dan tentu saja Seol Hee sangat senang.
Sementara itu Dal Nim terlihat cemberut dan tidak senang, bahkan ia menahan tali freepass itu HAHAHAHAHAHHAHA.
Dal Nim kasian banged ya, seandainya beliau tahu mata Suho tuh sama Bonui T__T

Suho ada di kantornya, ia membuka laci dan melihat miniatur sepeda disana, yang dulu ia buang ke laci meja lol.
Suho mengambilnya, ia berfikir sejenak dan tersenyum meletakkannya kembali di atas meja. Senyumannya manis banged XD
Kemudian ia tertarik dengan tumbuhan kaktus yang ada dimejanya, ia gundah alasannya seingatnya ia tidak menaruh tumbuhan di kantornya.
Suho membawa kaktus keluar dan bertanya pada para karyawan siapa yang meletakkan kaktus diruangannya.
Pegawai menyampaikan itu dari Bonui, untuk memblok gelombang elektromagnetik dan bla bla bla.
suho tidak mendengarkan, ia sibuk melihat ke meja para pegawainya, mencari kaktus yang diberikan Bonui. Kemudian ia bertanya dimana Bonui.

Bonui rapat berdua dengan Hyeon Bin di ruang rapat ketika Suho tiba kesana diam-diam.
Suho bertanya mereka sedang apa dan Hyun Bin menjelaskan kalau Bonui menulis titik kritis game mereka dan sedang menjelaskan padanya.
Suho ingin bertanya sesuatu pada Bonui dan ia ingin Bonui menjawab, tapi kemudian Suho tidak jadi mengatakannya, ia menyuruh Hyun Bin keluar HAHHHAHAHAAHHA.

Hyun Bin keluar dan Suho mendekati Bonui perlahan, akal-akalan sibuk dengan hal lain, membolak balik buku dan alhasil Bonui memanggilnya dan Suho memotong, Apa kamu ingin menyampaikan kalau kamu akan berhenti? Tadi dokter menelpon dan menyampaikan keadaan Bora sangat baik.
Bonui menyampaikan kalau ia tahu, alasannya ia juga menelpon setiap 10 menit.
Suho mulai mengomel lagi, kemudian kenapa kamu terus menyampaikan sesuatu perihal energi buruk dan keberuntungan yang jelek, huh, padahal kamu tau beliau baik-baik saja?
Bonui menjawab singkat, alasannya hal itu ada.
Suho menatapnya tak percaya dan mengingatkan Bonui perihal peramal yang mereka temui ketika kencan waktu itu.

Bonui menyampaikan baik itu peramal ataupun kaktus, apakah itu bekeja atau tidak, itu ialah sesuatu dimana ia tergantung pada hal itu. Apakah itu segitu buruknya?
Suho mendesah panjang dan lemas, menyampaikan kalau itu ialah hal yang buruk. Suho saking frustasinya meyakinkan Bonui kalau takhyul itu tidak ada, beliau duduk di meja dan mencoba menjelaskan perihal reality dan fenomena HAHHAHAHAHAHAH.
Bonui mengerti kalau Suho menganggap cara berfikirnya penuh dengan error, alasannya standar Suho berbeda, ia membahas mengenai Suho yang takut hantu dan hal-hal mistis dimalam hari HAHHAHAHHAHHHAHA. Tapi yang Bonui percayai ialah yang ia percayai, ia tidak akan menulis nama dengan tinta merah.
Suho beneran putus asa HAHAHHAHAHAHA.

Ia masih berusaha meyakinkan Bonui. Suho dengan putus asa mengambil sebuah buku dan pena merah, ia ingin memperlihatkan bagaimana sains menunjukan banyak hal. Ia ingin menciptakan Bonui percaya kalau apa yang Bonui yakini itu salah.
Suho menciptakan hipotesisnya perihal ketidakberuntungan kalau kamu menulis namamu dengan tinta merah. Suho menulis namanya dan tak mendengarkan ketika Bonui menyuruhnya berhenti.
Suho memperlihatkan tulisannya dan bertanya, apakah sesuatu yang buruk terjadi sekarang? Gedung ini tidak roboh kan? Dan saya kena serangan jantung?
Ouchhhhh! Suho memegang jantungnya seolah beliau kena serangan jantung. Dan kemudian ia menyampaikan kalau ia baik-baik saja, jantungnya sangat sehat.

Suho juga menyampaikan kalau ia akan menulis nama orang tuanya. Dan Bonui merebut buku itu sambil menyampaikan beliau tak boleh melakukannya.
Bonui mengecek Suho sudah menulis nama ayahnya disana (omg).
Bonui marah, kamu ini kenapa sih? kamu dilarang melaksanakan hal ini.
suho membalas, memangnya kenapa? Ayahku, Je mul Po, beliau ialah orang yang enerjik. Dia sangat sehat. Lihat saja, tidak akan terjadi apapun padanya (OMG, feeling saya ga yummy nih T__T)
Bonui makin marah, Apa kamu tahu bagaimana rasa tersiksanya perasaanmu kalau orangtuamu meninggal alasannya dirimu?
Suho terdiam, ia dengan hati-hati bertanya, apakah orang tuamu…meninggal karenamu?
Bonui tidak menjawab, ia hanya meyakinkan Suho semoga tidak melaksanakan hal menyerupai ini lagi.

Bonui meninggalkan Suho sendirian.
Suho ingin emnjelaskan kalau ia hanya ingin mencoba membuktikan.
Suho mendesah, kesal sekali alasannya ia hanya memperburuk hubungannya dengan Bonui.
Ia mengusap wajahnya.

Ayah Suho sedang berjalan disekitaran rumah dan melihat koran bekas di samping rumah, ia mengomel siapa yang membuangnya dan ketika berbalik, kakinya memijak sesautu, ia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke dalam gerobak dan terguling OMGGGG!!!!!!!!!!!!
SUHO YAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!!!!!!!!!

Bonui sedang berjalan diluar ketika ia mendapatkan telpon dari ibu Suho dan ia terkejut dengan apa yang dikatakan ibu Suho.
Mereka sudah berada dalam taksi di adegan selanjutnya, ibu mengomel kenapa suaminya sanggup jatuh disana. Ibu menyampaikan kalau ia sangat shock mendengarnya.
Bonui meyakinkan ibu kalau suaminya akan baik-baik saja. Bonui bertanya kenapa ibu tidak menelpon Suho saja. Tapi ibu menyampaikan mereka tak boleh menelpon Suho.
Ia sudah menahan berkali-kali untuk menelponnya dan alhasil menelpon Bonui.
Ibu berterima kasih alasannya Bonui mau membantunya, ia berjanji akan menyampaikan hal baik perihal Bonui pada Suho. Bonui menyampaikan tidak perlu, lagian ia senang sanggup membantu.
Bonui menatap keluar jendela taksi dan ingat catatan Suho tadi, ia menulis nama ayahnya, dan belum selesai menulis nama ibunya. Bonui menghela nafas.

Ibu berlari ke rumahnya dan memanggil suaminya.
Ayah Suho terlihat baik-baik saja malahan sibuk menciptakan jus crap lagi.
Tapi ibu masih khawatir dan melihat kepala ayah yang dibalut handuk, bertanya apakah beliau baik-baik saja atau tidak. Ayah menyuruhnya berhenti alasannya ia baik-baik saja.
Bonui yang melihat ayah baik-baik saja berjongkok lemas, ia menangis dan menyampaikan syukur sekali, ia bersyukur ayah baik-baik saja.
Ibu dan ayah terkejut melihat Bonui yang menangis lemas.

Ibu memaksa Bonui untuk makan bersama mereka meski Bonui menyampaikan kalau beliau tidak lapar.
Ibu menyukai Bonui alasannya hatinya sangat baik dan halus, tidak menyerupai anak muda zaman sekarang, ibu menyampaikan beliau sudah tahu semenjak awal alasannya Bonui percaya pada jimat itu HAHHAHAHAHA.
Ayah emngambilkan semangkuk sup untuk Bonui, Bonui berterima kasih dan bersyukur ayah baik-baik saja, ia senang alasannya Suho tidak akan khawatir. Ibu makin terpesona alasannya Bonui sangat loyal HHAHAHAH. Aku suka ini LOL.

Ibu memakai kesempatan itu untuk bertanya perihal Suho tapi ayah menyuruhnya berhenti menyerupai biasa.
Ibu kesal alasannya ia ingin tahu perihal anaknya LOL. Ia bertanya menyerupai apa Suho di perusahaan dan Bonui tersenyum, menjawab dengan malu-malu (nah lho), kalau Suho sangat keren. OMG!!!!!!!!!!!!!!!!
Ayah dan Ibu menatap Bonui dengan terkejut. Aku juga HAHAHA.
Bonui menjelaskan itu alasannya Suho jenious, jadi tentu saja beliau terlihat bagus disemua hal yang ia kerjakan. Meskipun ia tidak memperlihatkannya, tapi Suho benar-benar memperhatikan karyawannya. Saat mereka menciptakan kesalahan Suho juga akan membantu mereka.
Ayah dan ibu hanya mendengarkan tidak percaya, no comment HHAHAAHAHA.
Bonui menyampaikan kalau sebentar lagi ia akan keluar dari perusahaan, ia mengangkat telpon ibu tadi untuk memberitahuanya.
Ibu kecewa mendengarnya karean Suho membutuhkan karyawan bertalenta menyerupai Bonui. Bonui hanya tersenyum.

Suho ada di rumahnya, mencoba mengerjakan sesuatu yang bekerjasama dengan IF di laptopnya, ketika ia menyadari dirinya tidak konsentrasi dan mencicipi ada Bonui disana.
Ia melihat ke bawah dan Bonui tertidur menyerupai waktu itu, Suho shock dan mengangkat kakinya. Tentu saja itu hanya bayangannya saja dan ia terdiam. Ia mencoba posisi duduk yang yummy tapi pikirannya tetap pada Bonui.
Suho tidak tenang.

Bonui ada di rumahnya, gelap. Ia tidak menghidupkan lamu dan duduk termenung.
Tiba-tiba cahaya keluar dari sebuah ruangan, ia membayangkan adiknya mencar ilmu di kamar, di meja belajarnya dan menoleh padanya, menyampaikan ia lapar, ingin makan ramyun atau ttoppokki.
Bora mendekatinya dan bertanya kenapa wajah kakaknya terlihat sangat stress. Ia menyampaikan kakaknya harus tersenyum menyerupai dirinya dan Bora tersenyum manis pada kakaknya.
Bonui tersenyum dan ruangan menjadi gelap kembali.
Bonui menghela nafas dan menyampaikan ia harusnya berada disamping adiknya, di ketika terakhir adiknya.

Suho tiba ke kantor keesokan harinya dan ia tidak ke ruangannya, tapi lebih tertarik menuju meja Bonui yang kosong. Suho bertanya ada apa dengan meja Bonui dan mereka menjawab pagi-pagi sekali Bonui mengemasi semua barang-barangnya. Bonui menyampaikan ia minta maaf perihal semuanya.
Suho terkejut mendengarnya. Hyun Bin juga menyampaikan kalau Bonui menyampaikan pada semuanya untuk melaksanakan yang terbaik.
Suho terkejut mendengarnya, menyadari itu benar-benar kata perpisahan. Suho bertanya dimana Dal Nim dan mereka menjawab Dal Nim membantu Bonui pindahan.

Bonui mengundang Dal Nim ke rumahnya menciptakan Dal Nim  gundah alasannya selama ini Bonui tidak memperbolehkannya masuk ke rumahnya.
Bonui tersenyum dan menyampaikan ia ingin makan siang bersama Dal Nim.
Dal Nim bertanya apakah Bonui benar akan keluar dari perusahaan, kemudian bagaimana dengan biaya rumah sakit Bora. Bonui menyampaikan ia sanggup mengatasinya. Dal Nim kecewa alasannya Bonui masih punya honor untuk beberapa bulan berikutnya harusnya beliau jangan keluar.
Ia bertanya lagi apakah CEO Je menciptakan Bonui tidak nyaman. Bonui tersenyum dan menyampaikan bukan begitu.
Ia mengeluarkan amplop biru dan meminta Dal Nim memberikannya pada Suho. Dal Nim awalnya menolak tapi Bonui terus memintanya, alasannya ia ingin minta maaf pada Suho.

Dal Nim menawarkan surat Bonui pada Suho. Suho hanya menatapnya dan ketika ia akan mengambilnya, ia mengulurkan niatnya dan bertanya apakah Bonui menyampaikan sesuatu yang lain atau sesuatu yang abnormal yang tidak biasa beliau katakan.
Dal Nim menyampaikan mereka hanya makan bersama dan berharap beliau berhasil dalam dietnya. Suho masih stress berat dengan kata ‘kongganghaseyo’ dan ia menanyakan lagi, apakah beliau kata ‘kongganghaseyo’ / wish you the best?
Dal Nim bingung, ia mengangguk dan membenarkan, ia bertanya bagaimana Suho tahu.
Suho terdiam, ia berfikir, jadi itu benar-benar kata selamat tinggal.

Gun Wook ada di rumah sakit bersama Bonui. Gun Wook mengajak Bonui masuk melihat Bora tapi ia menolak alasannya tidak mau menularkan energi jahat.
Gun wook menyampaikan kalau itu tidak apa-apa, lagipula Bora akan segera bangun. Tapi Bonui tetap menolak, alasannya ia tidak mau keberuntungannya yang buruk menceakai Bora lagi. Ia meminta Gun wook masuk dan melihat Bora, ia akan menemui dokter.

Gun wook masuk ke kamar rawat inap Bora dan memperkenalkan dirinya, Puku Oppa.
Gun wook merasa kesulitan bicara sendiri dan ia berusaha bicara pada Bo Ra untuk membuka matanya dan melihat betapa tampannya dirinya.
Kalau Bo Ra membuka mata maka Bonui akan sanggup hidup dengan baik.

Bonui bicara pada dokter Bo Ra dan dokter terkejut alasannya Bonui mengubah pemikirannya.
Bonui menyampaikan ia akan ada disisi Bora disaat terakhirnya, meski ia tak tahu hingga kapan itu.
Dokter cukup kaget alasannya ia mengira Bonui tidak akan membiarkan adiknya keluar dari rumah sakit.
Bonui menyadari kalau ia terlalu serakah, ia berterima kasih atas semuanya selama ini.

Gun wook menemui Bonui sehabis dokter pergi.
Sepertinya Bonui tidak menyampaikan situasi Bora pada Gun wook, Gun wook mengira Bora akan bangun.
Gun wook menyampaikan Bora terlihat sangat bagus sekarang, seperi Bonui. Ia akan segera bangkit dan mereka akan bantu-membantu lagi. Bonui pada alhasil menyelamatkan hidup Bora.
Bonui menyampaikan kalau itu akan sangat bagus kalau ia sanggup melakukannya.
Gun wook menyampaikan kalau Bo Ra bangkit ia akan menyampaikan pada Bora untuk memperlakukan Bonui dengan baik. Bonui berterima kasih dan menawarkan pelukan pada Gun wook.
Ia menyampaikan ia sangat senang Bun wook kembali ke dalam kehidupannya.
Gun Wook membalas dengan menyampaikan kalau ia sangat senang sanggup bertemu dengan Bonui lagi.
Bonui mengingatkan Gun wook untuk bekerja sebagai model IF dengan baik. Gun wook menyampaikan demi Bonui ia akan bekerja dengan baik meski ia tak menyukai orang itu. Lagian beliau profesional, ia bekerja lebih usang dari Bonui.

Suho ada di kantornya membaca surat Bonui. Bonui menyampaikan dalam suratnya ia ingin mengucapkan selamat tinggal dengan baik. Terima kasih untuk semuanya dan saya minta maaf telah mengakibatkan masalah. Kau orang yang sangat sabar, itu semuanya kesalahanku. Aku ialah sumber ketidakberuntungan dan saya membawa nasib buruk padamu juga. Tapi kamu ialah orang pertama yang menawarkan payung padaku. Kau membuatku tetap hangat hari itu. Aku akan menghargai smeua ingatan itu. I wish all the best for you.
Surat bonui diakhiri dengan kata yang selama ini Suho ingin tahu artinya, ‘kongganghaseyo’.
Kali ini ia yakin kalau itu ucapan selamat tinggal untuknya.
Suho menghela nafas berat. Ia meletakkan suratnya dan segera berlari keluar.

Suho berlari di lantai satu dan Bos Won menghentikannya.
Suho sedang terburu-buru dan Bos Won terus menanyakan Bonui, meminta bayaran 5 kotak air yang ia antarkan waktu itu.
Suho tak mengerti dan tak peduli, Bos Won bahkan meminta bayaran padanya alasannya beliau bos disana HAHHAHAHAHHA.
Suho kesal sekali dan memutuskan meninggalkan Bos Won, memintanya mencari Shim Bonui untuk mengurus hutangnya.
Bos won kesal dan terus berteriak padanya.

Bonui ada dalam bus, handphone-nya bergetar, tapi ia tidak berniat melihat siapa yang menelpon apalagi mengangkatnya.
Suho yang menelponnya, mengendarai kendaraan beroda empat birunya dan terus berusaha menelpon tapi tidak ada jawaban.
Kali ini tidak ada lampu merah yang menghalagi (ups), tapi takdir menciptakan mereka berdua berselisih jalan, kendaraan beroda empat biru Suho dan bus hijau Bonui.

Suho tiba di apartemen Bonui dan berlari keluar dari mobilnya.
Ia mengertuk pintu rumah Bonui berkali-kali dengan keras sambil memanggil namanya.
Gun wook keluar dari apartemennya dan menyampaikan Bonui tidak dirumah, tadi beliau pergi.
Suho bertanya kapan dan Gun wook menjelaskan kalau tadi mereka keluar bantu-membantu tapi Bonui tidak ikut pulang jadi beliau pulang sendiri.

Suho bertanya, kamu membiarkannya pergi begitu saja? Kemana beliau bilang beliau akan pergi? Apakah beliau menawarkan clue?
Gun wook tidak menjawab, kamu ini kenapa? Melihat hubunganmu dengannya, tidak kah saya merasa kamu terlalu overracting sekarang? Apa kamu melihat wajahnya? Dia sangat pucat, bagaimana sanggup kamu membiarkannya pergi begitu saja?
Suho kesal, itu tidak penting sekarang!
Gun wook tak mengerti, beliau tertawa dan bicara padaku tadi. Kami bahkan menjenguk Bora bersama-sama.

Suho berkata, apa kamu pikir seseorang yang ingin mati akan menyampaikan semuanya padamu?
Gun Wook makin bingung, kenapa noona ingin bunuh diri? Dia hanya perlu menunggu Bora terbangun sekarang. Dia bahkan melaksanakan itu denganmu!
Suho menjawab dengan cepat, tidak ada. tidak ada yang terjadi malam itu! Dia, beliau kini benar-benar yakin adiknya akan mati.
Gun Wook terkejut mendengarnya. Ia segera berlari dan membanting pintu. suho mengikuti di belakang.

Di rumah sakit, Bora dipindahkan ke dalam ambulance.
Bonui menatap dari jauh dan berdoa. sehabis ambulance pergi, ia berjalan meninggalkan rumah sakit.
Tepat ketika Suho dan Gun wook tiba di rumah sakit dan berlari ke dalam.

Mereka menanyakan pada perawat kemana Bonui membawa bOra tapi perawat tidak mau mengatakannya.
Perawat menyampaikan ia hanya sanggup menyebarkan info pribadi pasien pada wali mereka. Dan lagi Bonui memintanya tidak menyampaikan pada siapapun.
Suho sibuk menelpon Bonui sementara Gun Wook terus meyakinkan kalau beliau ialah keluarga Bora dan tadi beliau juga gres menjenguk Bora.
Suho kemudian bertanya dimana Bonui dan perawat menyampaikan kalau Bonui menyampaikan padanya kalau itu ialah daerah dengan pemandangan yang indah. Disana mereka akan menghabiskan waktu terakhir mereka bersama.
Suho dan Gun wook berlari keluar sehabis mendengarnya.

Bonui ada di pinggir sungai.
Ia menatap kosong ke arah sungai dan berjalan. Ia melepaskan tasnya dan berjalan tanpa memikirkan apapun, ke arah sungai.

Epilogue.

Malam itu, ketika Bonui tertidur, Suho terus mendekatkan wajahnya ke arah Bonui, ingin melihatnya lebih dekat.
Ia memutuskan untuk berbaring disampingnya, sampil benatap gadis itu. Tidak puas, ia mendekat dan semakin mendekat. Ia menentukan posisi yang yummy untuk berbaring sambil menatapnya. Ia meletakkan tangannya di lehernya 🙂
Suho lama-lama tertidur dan alhasil ia terlelap. Tangannya terjatuh ke lantai dan jari kelingkingnya menyentuh jari Bonui.

Di rumah sakit, sentuhan jari menawarkan reaksi pada Bora.
Bora bergerak, jarinya.
WOOWWOOWOWOOWOWOWOWO.

The End

Komentar :

WOOWOWOWOOWOWOOWOWWO.
Hanya dengan sentuhan jari lhooo,hanya dengan sentuhan jari dan Bora memperlihatkan reaksi WOW!
Tapi pas kiss kenapa tidak? HAHHHAAHHA
Wah, kalau mereka tidur bareng tampaknya Bora beneran akan bangkit XD
Tapi kapan?
Aku selalu suka bab Epilog dari drama ini, selalu ada hal yang mengejutkan. saya harap mereka mempertahankan epilog-nya. Tapi tampaknya di Episode 8 tidak ada epilog, huhuhuhuhuhu.

Rasanya deg-degan banged melihat Suho memandangi Bonui ketika ia tidur.
Ia benar-benar masih bayi macan kalau urusan cinta, beneran kaya anak-anak, jeniusnya pribadi hilang alasannya beliau awkward banged T____T
Kadang kasian juga sih melihatnya. Dia mencoba mendapatkan perhatian Bonui dengan caranya sendiri dan caranya ini menciptakan kesal kadang-kadang. Aku tahu beliau menyukai Bonui tapi beliau tidak menyadarinya. Dia berusaha mendapatkan perhatian gadis itu dengan cara yang salah.
Tapi saya suka beliau memperlihatkan sisi dewasanya terkadang. Seperti ketika beliau membantu Bonui ketika Bonui hampir saja melukai dirinya sendiri, atau mengkhawatirkannya setiap saat.

Tapi drama ini benar-benar sesuatu.
apakah mereka sengaja memasukkan beberapa scene yang menyerupai dengan Reply 1988 sehingga membuka luka lama?
Adegan payungan sih ada disetiap drama kan ya, bukan disetiap drama sih, tapi alasannya Ryu Jun yeol yang melakukannya, jadi ingat adegan payungan jam 2 subuh di R88 HAAHHAHAHAHHA.
‘Iljiktanyeo’-nya Jung Hwan di upgrade menjadi ‘Jibe Gaja’ KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!
Apa cuma saya yang teriak ga terperinci mendengar bunyi Suho ketika beliau menyampaikan ‘Jibe gaja’ AAAAAAAAACCK!!!!!
Dan juga ada adegan menatap ketika tidur, bedanya di R88 Jung Hwan tidur duluan gres menatap, disini menatap dulu gres tidur. HAHAHAHHHAAHHA.
Ini penulis tim jung hwan atau bukan, tapi saya menyukai perasaan ini.
Bring back the old feeling, alasannya saya selamanya tim jung hwan HAHAHHAHAHAHAHH.

Aku menyukai bagaimana Bonui berubah dalam semalam.
Meskipun malam kemarin beliau membenci Suho, tapi keesokan harinya ia kembali menjadi Bonui yang biasanya.
Dia ialah gadis yang manis, tapi hidupnya cukup berat menciptakan beliau kadang butuh waktu dimana beliau melampiaskan semuanya. Aku rasa ada gunanya Suho mengganggunya alasannya dengan begitu beliau sanggup melampiaskan beberapa hal dengan murka padanya. Tapi kasian Suho-nya ya hahhahahahahaha.
Aku ingin tau kapan Bonui akan mulai menyukai Suho dan kapan beliau akan sadar kalau in teraksinya dan Suho sanggup menciptakan Bora bangun, alasannya intinya mereka belum tahu kalau itu benar-benar bereaksi.
Aku kasian sama cinta sepihaknya Suho, lucu sih, tapi kadang menciptakan beliau menyerupai orang kurang berakal HAHAHHAHAHAHA.

Kesalahpahaman Seol Hee dan Suho selesai hanya dengan sekali curhatan. LOL.
saya pikir mereka akan drag plot hingga beberapa episode. Aku senang kalau ternyata Seol Hee tidak sejahat yang saya pikirkan pertama kali. You know what I mean.
Ternyata beliau juga punya luka masa kemudian dan melaksanakan bukan alasannya keinginannya.
Aku suka bab flashback mereka, ternyata Suho lah yang mengerjakan tesis Seol Hee tanpa diminta. Aku pikir Seol Hee benar-benar menggunakannya untuk membuatkan tesisnya HHAHAHHAHAHAHA.
Suho remaja benar-benar imut, beliau beneran suka sama Seol Hee. Dan Seol Hee meninggalkannya untuk dirinya sendiri.
Memang sih ya, kalau ada orang yang berakal segalanya di sekitar kita apalagi bersahabat dengan kita, lama-lama kita jadi malas. well, nggak semuanya sih, tapi pengalaman ketika kuliah gitu, kadang orang menjadi malas hanya alasannya 1 orang sanggup mengerjakan, jadi mikirnya ah, besok kan tinggal nyontek -___-

Gun Wook makin usang makin manis XD
Tapi beliau juga ternyata masih tidak menyadari perasaannya, mwoyaaaa. saya pikir beliau sadar semenjak awal kalau beliau menyukai Bonui. HAHAHHAHAHAH.
Dia khawatir banged Bonui tidur bareng Suho malam itu, sampai-sampai ketika latihannya beliau kepikiran dan terus bicara sendiri kekekekekekkeekke.
Tapi bisakah Gun Wook dan Seol Hee jadian aja?
Mereka cocok banged hHAHAHHAHAHAHAHHA.

Bonui aaa, please jangan melaksanakan hal kurang berakal T_________T
Beneran ga sih beliau niat bunuh diri, enggak kan ya. Soalnya di preview ep 8 Bonui masih baik-baik saja. HAHHAAHAHAHA. Kalau beliau bunuh diri dramanya tamat donk T__T
Bonui memang sangat putus asa dengan masalahnya, saya harap Suho sanggup menenangkannya dan jangan terus membicarakan mengenai hal-hal yang masuk akal, tapi cobalah mengerti dirinya, maka kamu akan sanggup masuk ke dalam hatinya 🙂
Tapi saya senang Bonui mengakui ia tersentuh dengan  Suho malam itu, pertama kalinya ada yang menyebarkan payung dengannya. XD XD XD

 

BTW kekerabatan Ibu Suho dan Ahjusshi Young Il apa sih?
Masa hanya cinta pertama?
Sepertinya ahjusshi ini punya andil besar dalam masalalu Suho, tapi apaaaaaaaaa?
Aku berharap beliau tidak jahat, itu saja. Tapi saya sanggup melihat beliau mengamati perkembangan Suho sih ya.

Suho menyerupai Jung Hwan?
Aniyaaaaaaaaaaaaaaa.
ada beberapa sisi yang mungkin kalian mencicipi mirip, tentu saja, alasannya yang main ialah Ryu Jun Yeol. Tapi Jung Hwan benar-benar berbeda dengan Suho.
Aku menyukai bagaimana beliau tidak ragu-ragu dan tidak mengalah meyakinkan Bonui.
Adegan awal episode ketika beliau mengikuti Bonui dengan payungnya terasa bangeeeeeeeeeeeddddd.
Dia memayungi gadis itu meskipun beliau tahu Bonui sedang tidak ingin diganggu, menemaninya semalaman, meski beliau keal alasannya Bonui tidak mengerti juga meski ia menjelaskan beberapa kali perihal tidak ada yang namanya takhyul, tapi beliau tetap mengkhawatirkannya dan menemaninya. Ya, bagaimana sanggup kamu meninggalkan seprang gadis kecil diluar malam-malam begini?
Saat beliau menarik Bonui dan menyampaikan beliau ialah harimau, saya kirain mereka bakalan bobo bareng HAHHHAAHAHHAHA. Dasar.

 

Dan semoga ending drama ini bahagia.
Aku menginginkan ending yang senang dan sangat bahagiaaaaaaaaaaaa.
Bisakah ibu Suho mendapatkan cucu KYAAAAAAAAAAA!!!!!
Aku suka kekerabatan ibu Suho dan Bonui berkembang dengan baik. Ibu Suho sudah menyukai calon menantu dan saya merasa kalau Bonui akan menjadi penghubung Suho dan orang tuanya. Aku menebak Suho akan sering pulang ke rumah alasannya Bonui sering disana. Pleaseeeee saya pengen luat kekerabatan awkward ayah dan anak dan menjadi kekerabatan yang hangat :))

Continue Reading

More in Hwang Jung Eum

To Top