Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 9 Part 2

Hwang Jung Eum

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 9 Part 2

————————————————————————————————
Sinopsis Lucky Romance Episode 9 Part 2

Bonui ada di rumahnya, sedang beres-beres rumah ketika Dal Nim menelpon. Dal Nim masih kecewa lantaran Bonui tidak ikut. Bonui meminta Dal Nim menyampaikan pada rekan kerja mereka kalau ia sakit perut jadi tidak sanggup ikut. Dal Nim bertanya bagaimana dengan CEO. Bonui yakin Suho tidak akan ikut, jadi percuma mengatakannya.
Dal Nim kesal dan menyampaikan ia akan membombardir ponsel Bonui dengan foto-foto mereka semoga Bonui merasa iri pada mereka.

Bonui hanya tersenyum. Setelah ia menutup telpon, seseorang menekan bel rumahnya.
Bonui keluar dan matanya terbelalak melihat siapa yang datang.

Dal Nim asih kecewa lantaran Bonui tidak ikut, padahal ia sudah menyiapkan garam dan kacang merah untuk pengusir sial.
Rekan Dal Nim memanggilnya dan Dal Nim berlari ke arah mereka, mereka siap berangkat workshop sesudah mengepak barang ke mobil.
Tiba-tiba Seol Hee tiba membawa sesuatu untuk mereka, buah yang ia kemas semalam. Dan lantaran mereka menerimanya, tanpa persetujuan, Seol Hee mengajak mereka berangkat bersama HHAHHHAHAHAHAHAHHA. Seol Hee pinter. XD XD

Bonui duduk di kendaraan beroda empat seseorang dengan tidak nyaman. Ia melirik ke dingklik sopir disampingnya, Suho menyetir disana. Dengan wajah sumringah mencoba menahan senyuman kebahagiaan lantaran berhasil membawa Bonui HAHHAHAHAHHAHAHAHA.
Handphone Bonui berbunyi dan ia mendapat telpon dari Gun Wook yang menanyakan apakah Bonui tidak dirumah. Bonui mencoba menjawab…

Lalu kita melihat flashback ketika Bonui membuka pintu rumahnya, Suho bangun disana dan eksklusif mengajaknya ikut wokshop. Bonui menyampaikan kalau Suho tidak pernah pergi sebelumnya dan ia membenarkan. Bonui juga menyampaikan tempatnya disekitaran danau dan Suho membenarkan ia benci air. LOL.
Bonui kan jadi makin galau dan bertanya, kemudian kenapa?
Suho menyampaikan kalau ia perlu menjaga karyawannya, karyawannya ini tidak sanggup pergi kemana pun kecuali saya ikut bersamanya. Lalu apa yang nisa saya lakukan, saya mengorbankan diriku untuk kepentingan karyawanku.
Bonui mengerti maksud Suho ialah dirinya, ia masih akan menolak tapi Suho mengajaknya pergi.
“ayo pergi, jangan khawatir, saya akan menjadi jimat keberuntunganmu.”
#EEEEEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa

Gun wook terlihat murung sesudah Bonui menceritakan hal itu.
Ia bahkan berbohong menyampaikan hanya ingin mengajak Bonui makan toppokki mirip biasa.
Bonui minta maaf dan akan makan lain kali, ia akan mentraktir.
Gun wook menutup telpon dengan sedih.

Suho yang menyetir bergumam kesal, kenapa beliau selalu ingin makan tteokbokki?
Tentu saja Bonui mendengarnya HAHHAHHAHHAHA.
Bonui mengeluarkan garam dari dalam tasnya dan meski Suho menyampaikan tunggu, tapi Bonui keburu menyirami garam disekeliling kursinya HAHHAHHAHHAHA.
Suho kesal sekali lantaran beliau gres saja mencuci kendaraan beroda empat LOL. Bonui ga peduli dan menyiramkan kacang merah juga HHAHAHAHHAHAHAHHAHH.
Bonui minta maaf lantaran ia nervous, mereka akan melaksanakan perjalanan panjang.

Suho masih sedikit kesal (meski beliau ga sanggup marah-marah juga lantaran beliau suka gadis asing itu), Kau punya jimat keberuntungan disampingmu. Aku berjanji tidak akan terjadi sesuatu pada kita selama beberapa jam kedepan, selama saya menyetir.
Bonui membisu saja, ia tidak sanggup mengabaikan garam dan kacang merah yang selalu beliau bawa.
Bonui dan Suho canggung, untuk menghilangkan kecanggungan, mereka sama-sama berfikir untuk memutar musik dan tangan mereka bersentuhan. Suho meregangkan tangannya.
Mereka sama-sama berfikir untuk mengambil minuman dan tangan mereka bersentuhan lagi. HAHHAHAHHAHHAHAHAHHAH.
Suho mengambil air mineral dan menyampaikan ia sanggup melakukannya sendiri. Makara ia mencoba membuka tutup botol dengan satu tangan, tentu saja tidak bisa, ia mau menggunakan gigi tapi ragu-ragu, hasilnya ia meminta Bonui membukakan untuknya.
HAHAHHAHAHHA. Canggung banged deh mereka LOL.

Cuaca sangat cerah, perjalanan masih jauh. Bonui membuka beling jendela kendaraan beroda empat dan menikmati udaranya. Suho melihat Bonui dan tangannya meraba sesuatu, ia mengeluarkan sunglass dan menyuruh Bonui memakainya, lantaran sinar matahari sangat terik dan lagi orang biasanya mengenakan sunglass ketika liburan HHAHAHAAHHA.
Bonui tersenyum dan mengambilnya, ia bertanya siapa yang mengatakannya. Suho menjawab, Han Ryang Ha. Dia tau semuanya yang harus diketahui ihwal having fun.
Bonui mengenakan kacamata dan terlihat bahagia. Bonui kemudian bertanya pada Suho, CEO Je, apa kamu menyukaiku?
Suho saking kagetnya hampir banting stir tapi ia masih sanggup menahan semoga kendaraan beroda empat bergerak dengan kondusif HAHHAHAHAHHHA.
Suho mulai sesak nafas dan bertanya, apa? kamu bilang apa?
Bonui bertanya lagi, tidak kan?
Suho masih shock berat, bahkan tak berani memandang Bonui, tiba-tiba kenapa kamu menanyakannya? Kau hampir menciptakan kita kecelakaan.
Bonui membuka sunglass-nya dan menutup jendela mobil. Ia berkata, bukankah ini aneh, kamu selalu muncul di depan pintu rumahku, ingin makan bersamaku padahal biasanya kamu jarang makan, kamu bahkan mempekerjakan bos Won sebagai staff keamanan, dan kamu bahkan ikut workshop lantaran aku.

Suho mencoba bersikap setenang mungkin, tapi ia terus menelan ludah dan bibirnya jadi kering HAHAHHAHAHAHA.
Bonui melanjutkan, dan kamu bahkan dengan sukarela mau menjadi jimat keberuntunganku.
Suho tentu saja membantah dan menyampaikan kalau Bonui salah. Ia meminta Bonui jangan asal menyimpulkan, baginya Bonui ialah bug. Bug dengan virus takhayul. HAHHHAHHAHHHAHA.
Ia bahkan mengatakan, Dan sebagai bos mu yang rasional dan bermoral, saya tidak sanggup mengabaikanmu begitu saja.

Bonui tersenyum mendengarnya, ia menyampaikan kalau ia tahu. Ini lantaran bos Won menyampaikan hal yang asing jadi ia terus kepikiran.
Suho malah ikutan kesal pada Bos won, kenapa beliau menyampaikan hal mirip itu?
Pura-pura mengomel tak percaya padahal beliau takut tertangkap tangan isi hatinya. TApi Suho menggunakan kesempatan itu untuk bertanya, kemudian bagaimana denganmu? Apa kamu menyukaiku atau kamu membenciku.
Suho sangat menantikan tanggapan Bonui. Bonui berfikir dan melihat reaksi Bonui, Suho menyuruhnya jangan memikirkannya, sudahlah! sudahlah! Itu ialah pertanyaan yang sederhana. Okay, kamu sanggup membenciku sebanyak yang kamu inginkan. Kita sanggup saling membenci secara terbuka. HAHHAHHAHAHAHAHHAHAAHA.
Suho merasa panas sesudah mengomel, menahan perasaan, ia membuka jendela dan perjalanan berlalu mirip itu.

Zeze family + Seol Hee tiba di lokasi workshop.
Seol Hee negomel lantaran mereka menyampaikan seluruh tim akan pergi, tapi kenyataannya Suho dan Bonui tidak ikut LOL.
Tiba-tiba Ryang Ha mengagetkan mereka, AKU DISINI!!!!! Welcome
Seol Hee tak punya banyak waktu untuk kaget dan eksklusif menanyakan apakah Suho datang. Ryang Ha berkata beliau tidak peduli Suho mau tiba atau tidak HAHHAHHAHAH.
Dal Nim terganggu melihat Ryang Ha disana dan bertanya kenapa beliau datang. Ryang Ha menyampaikan lantaran beliau ialah pemilik saham jadi beliau tiba untuk memberi training moral pada mereka HAHHHAHAHAH.

Tiba-tiba ada yang datang. Gun Wook. WOW. Kok sanggup beliau duluan hingga ya HHAHAHAHHAHA.
Ryang Ha ingin menyambut Gun Wook tapi Seung Hyun menabraknya, bahkan Seol hee juga LOL.
Mereka bertanya kenapa Gun wook disana, tentu saja mata Gun Wook eksklusif mencari Bonui. Gun Wook mengalihkan dengan bertanya kenapa Seol Hee disana, lantaran biasanya beliau tidak suka kawasan pedesaan. Dan Seol Hee menciptakan alasan kalau ia ingin mengenal lebih dekat orang-orang yang menciptakan game Gary LOL.

Zeze family akan masuk ke villa ketika sebuah kendaraan beroda empat datang. Suho dan Bonui keluar, Ryang Ha akan menyapa Suho dan Dal Nim dengan gesit menabrak Ryang Ha untuk menemui pujaan hatinya dan terkejut lantaran Bonui ada disana, beliau galau kenapa Bonui sanggup bersama Suho.
Suho sih menjawabnya gampang, ga perlu awkward2 segala, jadi beliau bilang lantaran Dal Nim mengharapkan semuanya hadir. Dal Nim sangat senang dan berterima kasih pada Suho, ia akan menyesuaikan kamar kembali. Ryang Ha juga ingin memesankan kamar untuk Suho jadi beliau dan Dal Nim buru-buru ke dalam villa dan lucunya mereka berdua bertengkar dan saling dorong HAHHAHHAHHAHAHHA. Aduh, kapan sih lovey dovey-nya XD

Sementara itu Bonui melihat Gun Wook disana dan terkejut, Seol Hee menyapa dan Bonui membungkuk. Ayam dan harimau saling pandang dengan tatapan mereka yang penuh arti HAHHAHHAHAH.
saya suka scene ini XD

Bonui dan Gun Wook bicara berdua, Bonui bertanya kenapa Gun wook disana dan Gun wook menjawab, memangnya saya tidak boleh? Bukankah If ialah game-ku juga?
Bonui menjelaskan kalau besok ialah siaran Gun wook, ia hanya khawatir terjadi sesuatu pada Gun wook.
Gun wook mendekati Bonui dan menyampaikan kalau ia akan meminta sekali lagi, lagi pula Gun wook tidak pernah sanggup sial lantaran Bonui, lantaran itu ia ingin Bonui tiba ke program TV nya besok.
Tapi Bonui tetap menolak dan Gun Wook kecewa, ia meninggalkan Bonui.

Bonui mengikutinya lantaran khawatir dan Suho melihatnya dari jauh.

Zeze family bersiap untuk have fun dengan menaiki motor beroda empat (seperti yang di YOF Afrika, namanya apa ya T____T mianhae tiba-tiba saya lupa namanya).
Suho sendiri bermain dengan kamera dan asyik merekam. Tentu saja tujuannya merekam Bonui dan ia sibuk tersenyum sendiri. Tapi kemudian ia gres menyadari sesuatu ketika ia menggerakkan kameranya, kalau Bonui terus memandangi Gun wook dan Gun wook juga melaksanakan hal yang sama.
Suho terganggu melihatnya. Ia kesal dan cemburu, ia menendang kursi yang ada disana HAHHAHAHA.

Semuanya naik di motor masing-masing. Mereka sudah mengenakan helm dan excited. Satu-satunya yang tidak excited ialah Suho yang malah mirip orang galau ‘ngapain gue disini’ HAHHAHHAHAHAH.
Dia bahkan memukulkan helmnya ke stir, menatap kosong kesana kemari LOL.
Mereka akan berangkat tapi Bonui menghalangi mereka, ia ingin menyiram garam dulu ke motor2 mereka. Suho sudah kehabisan energi lantaran cemburu dan Bosan, menyuruh Bonui cepat melakukannya HAHHAHAHAHAH.

Seol Hee masih melarang Gun wook naik motor tapi Gun wook tentu saja tidak mau mendengarkan, jadi Seol Hee hanya sanggup menciptakan Gun wook menyakinkan beliau kalau beliau tidak akan terluka nanti.
Suho masih sangat bosan dan bahkan mulai menciumi helm-nya HAHHAHAHAHAHHA. Gun Wook mengajaknya taruhan, siapa yang duluan hingga boleh meminta sesuatu. Suho tentu saja tidak tertarik sama sekali, lantaran ia tidak ingin meminta apapun dari Gun Wook LOL.
Gun wook menganggap tantangannya di terima.
Suho meniup helmnya, merapikan pininya dan menggunakan helmnya.
Sementara Bonui tak jauh dari mereka excited akan permainan ini.

Zeze family berangkat memasuki race dan Suho start terakhir lantaran ia sangat gugup atau lantaran ia kurang sanggup mengendarai bike LOL.
Para Zeze family menikmati race mereka, mereka mengendarai dengan baik kecuali Suho yang bahkan motornya sempat mogok di tengah jalan HAHHAHAHAHAAAHAHHA.
Seol Hee sendiri tidak ikutan dan ia mengawasi melalui kamera yang dipasang di bike Gary.
Yang tiba d garis finish pertama adalag Ji Hoon dan diikuti yang lain.

Tiba-tiba Bonui tiba sudah berbadan dua, eh maksudnya sudah membonceng seseorang yang tak lain dan tak bukan ialah Suho HAHAHHAHAHAHAHAAHA.
Suho menikmati di bonceng Bonui dengan tangan gaya feminin di pundak Bonui dan wajah senyum bahagianya yang menikmati suasana, bahkan setelha motor berhenti, butuh waktu beberapa detik beliau gres menyadari kalau mereka hingga dan ia kembali ke pikiran normalnya. Suho segera turun dari motor Bonui.

Begitu turun Suho meminta SIM Bonui dan mulai mengomeli Bonui mengenai caranya mengemudi.
Bonui membalas Suho dengan menyampaikan Suho menjatuhkan motornya tadi dan SUho membalas kalau motornya tidak berfungsi, bukannya beliau yang tidak arif HAHHAHAHA.
Bonui tidak mengalah kali ini dan mengomeli Suho mengenai motor juga punya jiwa, makanya beliau rusak lantaran Suho terus mengomel sepanjang jalan HAHHAHAHHAHA. Suho melongo dan bertanya, kamu sedang mengkritikku?
Bonui tersenyum, perbandingan ingatan dan imajinasimu sempurna. Bonui kemudian berlari meninggalkan Suho dan bergabung dengan karyawan lainnya.
Suho malah tidak matah dan tersenyum, menganggap itu kebanggaan HAHAHHAHAHA.

Keduanya tidak menyadari kalau sedari tadi Seol hee melihat pertengkaran kecil mereka.

Gun Wook tiba terakhir dan Seol Hee protes kenapa beliau sanggup jadi yang terakhir. Gun Wook menyampaikan beliau mencari Bonui, apakah Bonui sudah tiba. Seol hee menunjuk ke arah Bonui dan yang lain.
TApi Gun Wook fokus pada Suho yang sudah hingga dan ia menjadi kesal lantaran kalah.
Suho menatapnya dengan senyuman lucu banged, menahan tawa sambil menutup mulutnya, lantaran senang HHAHAHAHAH. Padahal tadinya beliau paling ga niat main.

Para karyawan Zeze sedang merencanakan sesuatu untuk Suho sementara Suho tak disana.
Ryang Ha sendiri mengomel sambil memasak daging, lantaran tiba-tiba beliau jadi tukang masak disana.
Bonui dan Gun wook masih belum baikan jadi mereka hanya saling lirik.
Suho kemudian tiba dan Seol Hee menyampaikan kursi didekatnya, tapi Suho menolak dan lebih menentukan duduk dekat Dal Nim. Ia tidak minum alkohol jadi ia meminta soda.
Karena semuanya sudah berkumpul disana, mereka akan main permainan kejujuran (turth or dare).  Tentu saja permainan kejujuran membutuhkan botol dan mereka mulai memutar botol.
Dilihat dari ekspresi Seol hee, beliau berharap kalau beliau yang dipilih tapi Dae Kwon menghentikannya tepat di Bonui, sengaja kayaknya HAHHAHAHA. Seol Hee tampak cemberut.

Ji Hoon menyampaikan kalau Bonui harus minum jikan 3 detik tidak sanggup menjawab. Bonui mengerti.
DAe Kwon berkata, Zeze Factory bahwasanya tidak begitu bagus.
Bonui : Tidak.
Suho tersenyum manis.
Seung Hyun, CEO Je berkepribadian jahat/mudah marah.
Bonui : Ndeeeeeee (iya)
HAHHAHAHHAHAHA Suho kehilangan kata-kata LOL.
Dal Nim: Akhir-akhir ini kamu bahagia.
Bonui: Iya.
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO. Suho haus, pengen minum.
Salah seorang karyawan, lupa namanya: Kau sedang berkencan dengan seseorang.
Bonui terkejut. suho masih minum perlahan,lahan,lahan,lahan HAHHAHAHAHA.
Bonui menjawab tidak.

Giliran Seol Hee bertanya: Kau sedang naksir seseorang.
Bonui menatap Seol Hee. Seol Hee tersenyum, reaksi Bonui menciptakan mereka berfikir kalau Bonui memang punya. Sementara itu minuman Suho ga habis-habis HAHHAHAHHAHAHAHHA.
Bonui menatap ke arah Suho yang masih dengan gelasnya tapi beliau ga minum, Suho mencoba melihat ke arah lain. Bonui menjawab tidak ada, beliau tidak tertarik dengan siapapun lantaran beliau tidak punya waktu dengan hal mirip itu. OMGG
Dan Suho eksklusif menghabiskan minumannya dalam sekali teguk HAHHAHAHHAHAHAHAHAHAHHAA. Aduh, saya kasian sih, tapi ini lucu sumpah HAHAHHAAHAHAHA.

Ryang Ha kemudian tiba meminta Suho menggantikannya, lantaran ia tiba kesana bukan untuk memanggang daging HAHHAHHAHAH.
Suho sudah tidak mood lagi dan bangun mengajak Ryang Ha menjauh. Bonui entah kenapa kelihatan merasa bersalah pada Suho.
Dae Kwon meminta Bonui menyampaikan hal yang sebenarnya, Kau pacaran dengan CEO kan?
DAEBAK! Makara mereka curiga? HAHHAHAAHHAHAH.

Gun Wook menatap Bonui. Bonui tentu saja membantah lantaran beliau sama sekali tidak pacaran dengan Suho. Ia meminta mereka jangan membiarakan hal yang tak masuk akal.
Dan ternyata mereka menentukan Bonui tadi lantaran mereka taruhan Bonui pacaran dengan Suho atau tidak. Seperti biasa Seung Hyun menang HHAHAHAHHAHA. Kapan sih beliau kalah.
Dal Nim menyuruh mereka berhenti taruhan mirip itu, sementara yang lain membayar ke yang menang HAHAHHAHA.
Gun wook terlihat tersenyum sekilas sementara Bonui terlihat tidak enak.

Malam harinya, Suho berjalan sendirian dan Seol Hee tiba menghampirinya, kamu sedang apa?
Suho menjawab dengan nada suaranya yang dalam, kalau ia hanya sedang berjalan-jalan.
Seol Hee bertanya apakah Suho baik-baik saja, lantaran di Amerika dulu ia bahkan tak sanggup berjalan didekat air. Seol Hee melihat sebuah bak kecil didekat mereka. Suho menyampaikan kalau itu sudah bertahun-tahun lalu.
Seol Hee memujinya sudah remaja sekarang.
Suho terus berjalan dan menyampaikan kalau beliau bukan anak kecil mirip diingatan Seol Hee lagi, beliau sudah 30 tahun sekarang.
Seol Hee bertanya lagi, kemudian kenapa kamu masih sendirian?
Suho menatap Seol Hee. Seol Hee menyampaikan Ryang Ha yang bilang padanya, beliau sudah mengajarkan semuanya pada Suho, kecuali bagaimana cara menghadapi wanita.
Suho menutup matanya dan menggeleng.

Seol Hee maju ke hadapan Suho, bagaimana denganku?
Suho menatapnya. Seol Hee berkata kalau Ia ialah satu-satunya untuk Suho. Benarkan?
Suho tidak menjawab, ia membisu saja dan matanya terus menatap Seol Hee.
*aih, Suho kalau sama Seol Hee remaja banged, suaranya juga deep, beda kalau sama Bonui. Dan masalahnya saya suka Suho yang serius begini aaaacckkk.

Gun Wook menelpon ibunya dan ibunya murka lantaran Gun wook mencari ayahnya di siaran TV. Meski Gun wook menjelaskan, ibunya tidak mengizinkan beliau mencari ayahnya. Bonui ada disana dan melihat kegalauan hati Gun wook dan tetapkan untuk menyapanya.
Bonui duduk di ayunan disamping Gun wook dan bertanya apakah ibu Gun wook murka besar. Gun wook hanya tersenyum menyampaikan ini ialah siaran pertamanya tentu saja ibunya khawatir ihwal ini dan itu.
Bonui menghela nafas dan bertanya, besok, jam berapa saya harus datang?
Gun wook terkejut, noona?

Bonui bertanya, kamu akan kembali malam ini kan?
Bonui menyampaikan ia akan kembali besok pagi. Gun wook mengajakanya kembali malam ini tapi Bonui menyampaikan ia setidaknya harus menginap semalam. Lagi pula kalau mereka pergi bahu-membahu takutnya ada informasi yang tidak-tidak, jadi memang lebih lezat pergi terpisah.
Gun wook oke dan berterimakasih pada Bonui, kini ia merasa sedikit lebih lega.

Seol Hee dan Suho masih berjalan bahu-membahu ketika tiba-tiba ada ngengat yang terbang di sekitar Seol Hee dan ia berteriak ketakutan, melekat pada Suho, lebih tepatnya pegangan pada Suho. Suho berusaha mengusir ngengat itu.
Suho menyampaikan ngengatnya sudah tidak ada dan sesudah memastikan beberapa kali kalau Suho tidak berbohong, Seol Hee berkata hal yang paling ia benci di dunia ini ialah ngengat. Itu sebabnya beliau benci pedesaan.
Seol Hee masih menggenggam baju Suho dengan erat dan suho berkata, kemudian kenapa kamu datang?
Suho melihat ngengat hinggap dikepala Seol Hee dan Suho menyuruhnya diam. seol Hee sudah ketakutan dan berteriak.

Gun wook dan Bonui ada tidak jauh dari sana. Suara teriakan Seol hee terdengar dan Bonui melihat mereka berdua.
Suho mengusir ngengat dengan meniupnya dan kalau dari jauh itu terlihat mirip beliau mencium kening Seol Hee (atau saya yg berfikiran terlalu jauh ya HAHAHHA).
Bonui menolak melihat mereka dan menunduk, ekspresinya berubah, Gun wook menyadari hal itu.

Sementara Seol hee dan Suho masih nempel dan Suho menikmati menarik hati Seol Hee dengan akal-akalan terkejut ada ngengat lagi.
Keduanya benar-benar terlihat mirip pasangan kekasih huhuhuhuhuhuhu.
Bonui merasa tidak lezat berada disana, jadi ia tetapkan segera masuk dan mengucapkan salam pada Gun Wook, semoga berhati-hati ketika pulang. Bonui berlari ke dalam.

Seol Hee dan Gun wook kembali ke Seoul.
Seol hee sibuk dengan ponselnya dan mengingatkan Gun wook untuk tampil mirip biasa dan ia yang akan mengurus di balik layarnya.
Gun wook akan menanyakan sesuatu ihwal Seol Hee dan Suho tadi, tapi Seol hee moodnya sedang buruk, jadi Gun wook tetapkan tidak bertanya dan hanya tersenyum.

Bonui kembali ke tempat berkumpul dan kaget Dal Nim tidur di rerumputan lantaran mabuk, sementara para laki-laki masih sibuk dengan planning mereka.
Bonui membawa Dal Nim ke kamar dan eh, tampaknya Ryang Ha tidur disampang Dal Nim HAHHAHAHAHHAHA OMG!!!!
Bonui tidak tahu, ia menatap Dal Nim dan menghela nafas, Dal Nim a, apa yang harus saya lakukan? Hatiku rasanya aneh.
Tiba-tiba Seung hyun tiba dan mengajak Dal Nim keluar.

 Suho tiba ke tempat berkumpul juga dan para karyawan laki-laki bersiap mendekati Suho dan mereka menggendong Suho, masing-masing di dua tangan dan dua kaki sehingga Suho sulit melepaskan diri.

Bonui dan Seung Hyun melihat dari jendela kamar dan menyampaikan kalau para karyawan laki-laki tidak takut konsekuensinya, mereka berniat menceburkan CEO JE ke bak renang hari ini.
Bonui yang mendengarnya terkejut, ia segera berlari ke luar. Bonui berlari menuju bak renang dan teringat kata-kata Suho, ia hampir mati lantaran diceburkan ke bahari ketika kecil dulu.
Bonui terus berlari dan bergumam kalau mereka tidak bioleh melakukannya.

Para karyawan tiba di bak renang dan meski Suho menyampaikan tidak dan tidak, tapi mereka tidak peduli dan BYUR!!!! Mereka melemparkan Suho ke dalam bak OMG!!!!!
Karena kolamnya dangkal, Suho tidak karam tapi sia shock dan sesak nafas. Bonui membantu Suho naik ke atas. Suho batuk-batuk dan sesak.
Bonui kesal lantaran mereka menyampaikan ini untuk candaan, ia berkata, kalian mau mencoba membunuhnya?!
Mereka beralasan kalau kolamnya dangkal.

Suho tidak ingin memperlihatkan kelemahannya dan meninggalkan mereka. Bonui bertanya apakah Suho baik-baik saja dan mencoba membantunya, Suho menepis tangan Bonui dan memintanya jangan berlebihan.
Bonui mengikuti kemana Suho pergi. Suho masih shock dan sesak.
sementara itu para pegawai masih menganggap kalau mereka tidak bersalah, lagian ini workshop dan biasanya memang ada sesi mengerjai dlsb.

Suho sudah cukup jauh dari para karyawannya, ia duduk di rumput dan batuk-batuk, sesak nafas.
Bonui berjongkok didekatnya, menatapnya dengan kahwatir.
Suho menyuruhnya oergi, ia akan baik-baik saja sesudah tidur nanti. Ia minta Bonui jangan menciptakan keributan dan jangan biarkan karyawannya tahu, lantaran ia benci akan hal itu.
Bonui khawatir dan mengajaknya ke rumah sakit. Suho menepis tangan Bonui dan menyampaikan ia baik-baik saja.
Bonui kesal mendengarnya, ia berteriak, KAu ini kenapa sih??!!!

Bonui berteriak, kalau kamu sakit katakan kamu sakit. Kenapa kamu menyembunyikan dan berpura-pura kalau kamu baik-baik saja?
Suho menatap Bonui. Ia tak menyangka Bonui akan menyampaikan hal itu.
Bonui tidak menghindari tatapannya, Kenapa kamu mencoba untuk menghadapinya sendiri? Kau menyampaikan payung padaku, menjadi jimatku dan bahkan menyampaikan saya pelukan. Makara tolong biarkan saya melaksanakan hal yang sama untukmu.
Suho membisu saja, ia menatap kedalam mata ikhlas Bonui.

Suho sudah ada dalam mobil, berselimut. Bonui tiba membawa minuman dan Suho menentukan air putih. Bonui membanti Suho membuka tutupnya.
Bonui bersiap mengemudi dan mengatur beling spion depan. Suho meliriknya khawatir, katanya ia harus mengecek SIM Bonui dulu LOL. Bonui memintanya berheti menyampaikan hal itu ketika ini.
Suho yang sakit masih mengkhawatirkan Bonui dan menyampaikan kalau ini terjadi lantaran traumanya, tidak ada hubungannya dengan kesialan Bonui.

Bonui menghela nafas dan menyampaikan sesuatu ihwal ayah Suho. Bonui menyampaikan ia menyuruh Suho menjadi anak baik dan ribut disekitar Suho mengenai orang tuanya, padahal beliau tidak tahu apa-apa. Bonui minta maaf.
Suho yang bicara dalam sakitnya menyampaikan ketika ia berusia 11 tahun, ia berguru di luar negeri. jadi ia tinggal bersama ayahnya selama 10 tahun. Bahkan tanpa insiden itupun, beliau dan ayahnya tidak menghabiskan banyak waktu bersama.
Bonui bertanya apakah beliau ke luar negeri sendirian ketika usia 11 tahun. Suho menyampaikan semuanya sama saja, di dunia ini tidak ada yang mengerti dirinya. Ia bahkan mengibaratkan dirinya mirip kera di kebun binatang, orang-orang melihatnya dengan kekaguman, mirip sebuah objek.
Bonui mendesah mendengarnya. Suho menyampaikan kalau itu tidak buruk, ia tidak suka berdebat dengan orang lain yang tersenyum didepanmu dan bicara jelek dibelakangmu.
Bonui menyampaikan Suho niscaya sangat kesepian, mirip anak kecil yang terkunci sendirian dalam gua yang gelap, Suho niscaya sangat ketakutan.

 

Suho menatap Bonui dan ia menyampaikan kalau ia baik-baik saja, kenapa Bonui malah menyampaikan beliau dikunci dalam gua.
Bonui menyampaikan awalnya ia menduga Suho dilahirkan dengan semua keberuntungan di dunia ini. Karena ia pintar, kompeten, charming dan bahkan orang tuanya juga sehat. Karena itu beliau pikir Suho sangat berbeda dengannya.
Suho tersenyum mendengarnya, Bonui juga.
Tiba-tiba Suho merasa mual dan keluar dari dalam mobil. Bonui mengikutinya dan menepuk punggung Suho meski Suho menyuruhnya masuk. Bonui menyampaikan dulu beliau juga muntah di hadapan Suho, tentu saja ini bukan apa-apa.
Suho terawa mendengarnya. Bonui senang Suho tertawa lagi, kamu merasa baikan kan?

Suho duduk di pinggir jalan dan menyampaikan kalau beliau tidak seharusnya memperlihatkan kelemahannya ini pada Bonui. Tapi Bonui menyampaikan kehidupan seseorang memang mirip itu.
Suho tersenyum dan Bonui menyampaikan kalau kini mereka impas.
Suho mual lagi dan Bonui terus menepuk punggungnya.

Suho tiduran di sofa rumahnya. Ia sudah minum obat lantaran ada bungkus obat di meja. Bonui masih disana, mengambil handuk lembap dan mengelap keringat Suho.
Ia menatap laki-laki lemah yang tertidur itu. Bonui mengambil tangan Suho dan menuliskan sesuatu disana.
Bonui berkata hatinya sangat sakit, tapi ia tidak tahu kemana hatinya berbohong. Suho sudah melaksanakan banyak ha untuknya tapi ia hanya sanggup melaksanakan ini untuk Suho.
Bonui menuntaskan tulisannya, Katak, Ular.

Suho masih tertidur dan Bonui menatapnya dengan sedikit senyuman di wajahnya.
Bonui berkata, mengenai pertanyaanmu sebelumnya, saya tidak membencimu, kamu ialah orang yang baik, bagaimana mungkin saya membencimu? Tak peduli apa yang dikatakan orang lain, bagiku kamu sangat erat dan orang yang sangat baik. Aku juga berharap saya sanggup menjadi orang yang mirip itu untukmu. Tapi saya tidak sanggup dan saya tidak boleh.
Bonui mendekatkan wajahnya dan berkata lagi, jadi, tolong jangan sakit lagi.

Bonui akan pulang.
Ia bangun dan berbalik, tiba-tiba suho menghentikannya dengan memegang tangannya. Bonui terkejut, Suho mendengar semuanya.
Suho dengan mata masih tertutup berkata, Jangan pergi. Tinggallah disampingku.
Bonui terkejut, ia berbalik perlahan dan Suho membuka matanya perlahan-lahan.
Keduanya saling menatap.

Epilog.

Saat program workshop dimana mereka naik motor, Suho yang memang tidak sanggup naik motor itu mengalami kesulitan lantaran motornya mogok dan bahkan keluar jalur.
Ia berusaha mengembalikan motornya ke jalur, sayangnya ia tidak berpengaruh dan merasa kesal, ia menendang motornya dan mulai berteriak mencari seseorang disana. Tapi sepi.
Suho menatap ke langit dan mulai berkata, Jika takdir itu memang ada, tolong kirimkan saya bantuan.
Suho kemudian tertawa sendiri, Gosh, ini mirip virus, saya mendapatkan hal ini dari Bonui.

Suho tang tidak percaya dengan hal semacam itu mulai membuka Hp untuk meminta bantuan, tapi tiba-tiba ia mendengar bunyi motor mendekat dan membelalakkan matanya.
Shim Bonui tiba melewati jalan itu dan berhenti dengan khawatir bertanya apakah Suho baik-baik saja.
Suho masih membelalakkan matanya, ia tidak percaya takdir ada dan kini ada dihadapanya. Suho melongo menatap Bonui.

The End!

Komentar:

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
‘Kajimallayo, yeoppeiseulke!’
Akh!!!
Setelah kemarin Suho membunuh dengan kata-kata ‘Lets go home’, kali ini Suho kembali memikat hati dengan ‘Dont go, stay with me.’
ADUUUUUUUUUH!!!!! Ini Je Suho beneran bikin para perempuan klepek-klepek deh.
Charming nya seseorang keluar dari tubuhnya dan menciptakan semuanya menjadi indah dimata.
Katanya sih Jun Yeol itu kaya blackhole, sekali masuk keluarnya susah. Benar!

Aku sangat menyukai episode kali ini, KYAAAAAAAAA!!!
Tapi saya kasihan melihat Suho terus senyam senyum sendiri lantaran Bonui. Seolah-olah beliau gila sendiri. Dan sesudah saya pikir-pikir lagi saya melaksanakan hal yang sama ‘kadang-kadang’ kalau kegilaan ihwal Jun yeol kumat HAHAHHHAAHAH. Makara bahwasanya fangirl junyeol tuh 11 12 sama Je Suho HAHHAHAHA.
Tapi meski keliahatan kaya baby kalau sedang jatuh cinta, Suho ini jantan banged! HAHHAHAHAH. Manly.
Ya, beliau masih sedikit agak cuek-cuke sayang sih, tapi saya suka bagaimana beliau menjadi manly disaat yang diharapkan dan saya suka ketika beliau selalu mencari alasan bagaimana caranya untuk selalu bersama Bonui.
Orang yang ga biasa makan jadi sering makan demi bersama gadis yang ia sukai.
Kalau Bonui nggak sadar juga ga tau deh HAHHAHAHHA.

Cara Suho biar sanggup selalu bersama Bonui sih ada kesan agak sedikit memaksa ya. Tapi kalau Bonui nggak mau juga beliau sanggup menolak dengan baik, tapi hasilnya beliau ikut juga LOL. Mungkin lantaran Suho memang sudah membantunya.
Aku ga tau sih, tapi kalau contohnya Bonui nggak sadar Suho menyukainya itu kebangetan. HAHHAHAHAHHAAAH. Mungkin lantaran selama ini di otak Bonui cuma ada Bora dan pekerjaannya jadi beliau kurang peka ya.
Tapi saya senang di episode ini Bonui mulai memperlihatkan reaksi dengan memikirkan Suho juga kekkekkekekekke.
Meskipun dalam hal ini, dilihat bagaimana Suho dan Bonui, masih mirip cinta sebelah pihak dari Suho, lantaran Bonui masih belum sadar sepenuhnya, tapi ia tahu hatinya ada yang aneh.

Melihat Suho cemburu pada Gary sangat lucu HAHHAHAHAHHAHA.
Suho ini nggak punya kerjaan atau gimana ya, masa menghabiskan waktu mengacak wajah Gary di game saking keselnya. HAHHHAHAHA.
Karena pegawai laki-laki bilang perempuan sukanya sama yang ganteng dan pegawai perempuan bilang gary paling tampan, jadi beliau bawaannya kesal. Apalagi tahu kekerabatan Bonui dan Gary yang dekat HAHAHHAHAHA.
Aku suka ibu Suho dan Bonui juga semakin dekat 🙂
Ini membuktikan baik bagi calon menantu. Kalau ibunya tahu anakanya naksir Bonui kira-kira ibu girang nggak ya?
Aku senang tidak ada mami yang jahat yang menghalangi cinta disini XD

Sangat ingin tau dengan Young Il. Ada apa dengannya?
Masa sih secret birth Je Suho?
Tapi perilaku ibu Suho ke Young Il ini berbeda dan lagi kenapa ayah kelihatan terkejut dan nggak suka ibu bicara dengan Young Il ya?
saya nggak pikir ayah cemburu sih, niscaya ada sesuatu. Tapi saya harap sesuatu ini tidak seburuk yang saya bayangkan LOL.

Suho belum mengalah untuk menyadarkan Bonui mengenai hal yang bersifat takhayul itu dan ia menjadi agak kesal lantaran Bonui terus menganggap semuanya karean kesalahannya, lantaran kesialan yang ia bawa.
Aku senang Suho meskipun beliau mencoba meyakinkan Bonui kalau itu bukan salahnya, dan meski Bonui tetap merasa kesialannya ialah salah satu penyebab hal malang yang teradi pada orang disekitarnya, tapi Suho berusaha untuk membantunya. Ia membuktikan dengan caranya sendiri, bagaimana orang yang Bonui anggap ‘sial lantaran dirinya’ ternyata sanggup jadi ‘beruntung lantaran dirinya juga’.
Dan saya menyukai cara Suho dan bagaimana ia melakukannya. Maksud saya ialah Suho ingin menyampaikan kalau kalau orang berada didekat Bonui, bukan hanya kesialan yang tiba tapi keberuntungan juga sanggup datang. JAdi Bonui sama dengan yang lainnya, hanya gadis normal biasa, bukan pembawa sial.
Suho ini cintanya pokoknya beda deh, dan saya suka caranya.

Adegan di tempat workshop ialah puncaknya episode 9 HAHHAHAHAH.
Aku menunggu detik demi detik kapan kita akan melihat adegan di tempat workshop itu lantaran spoiler sudah bertebaran sebelum drama tayang HAAHHAHHA.
Dan tentu saja tidak mengecewakan. Sangat lucu melihat Suho disini tidak sanggup mengendarai motor itu / kesulitan mengendarainya, sementara di YOF Africa beliau sanggup mengendarai dengan baik. Aku ga tau ini parody YOF atau bukan, tapi ketika motor Suho mogok dan keluar jalur, saya jadi ingat Bogum melaksanakan hal yang sama ketika mereka naik motor HAHHHAHHAHAHHAHA.
Sebenarnya drama ini banyak parody sih, terutama R88 lagi. Awalnya saya nggak berfikir ketika Suho dan Gary sama-sama ke rumah Bonui itu sebagai parody, lantaran itu berbeda dengan adegan ep 18 R88. Tapi banyak yang bilang mereka jadi teringat r88.

Ternyata bos Won lebih peka dari Bonui HAHHAHAHHAHA.
Akhirnya ada juga dari pihak Bonui yang menyadari perasaan Suho LOL.
Aku suka bos Won menyampaikan tanpa ragu kalau ada sesuatu diantara Bonui dan Suho dan lantaran hal itu Bonui jadi kepikiran.
Aku suka adegan di kendaraan beroda empat ketika Bonui bertanya apakah Suho menyukainy AHHAHAHAHHAHA. Hampir kecelakaan gara-gara Suho kehilangan kendali.
Sepertinya sih Bonui mengharapkan tanggapan Suho menyampaikan suka kali ya, kalau dilihat dari ekspresinya, lantaran ketika Suho membantah, Bonui kelihatan agak kecewa meski ia menyampaikan kalau ia tahu itu.
DAn saya suka lantaran SUho balik bertanya HAHHAHAAHAHAH. sayangnya Bonui agak ragu gitu LOL.

Gary ini baik banged, tapi kasian juga.
Aku tahu beliau mengasihi Bonui, meski beliau masih belum mengaku. saya tahu beliau juga tidak percaya pada Bonui yang menyampaikan kalau Bonui pembawa sial, makanya beliau biasa aja di dekat Bonui.
Ibunya kok benci banged sama ayahnya ya T___T
Kan kasihan Gary-nya T_____T
Tapi untung saja Bonui oke disaat terakhir. Karena bagi Gun wook, Bonui ialah satu-satunya yang mendukungnya. Karena ibunya juga tak suka pada ayahnya, beliau juga ga ada sobat curhat. Bonui satu-satunya yang mengerti dirinya T_T

Adddduhhhh, si Amy pas takut sama ngengat imut banged!!!
Aku suka beliau tidak dibentuk menjadi bitchy character yang you know lah ya, antagonis yang nyuri kesempatan dalam kesempitan. Tapi Amy lebih ke percaya diri dengan dirinya kalau Suho tuh suka sama dia, tapi beliau nggak jadi sly fox gitu nempel-nempel.
Aku suka ketika beliau kesal Suho ga duduk disampingnya, ketika botol ga menunjuk ke arahnya HAHHAHAH.
Trus ketika mereka jalan berdua ditepi kolah, Suho dengan deep voice-nya, kalau sama Any beliau ngomong gitu dan keduanya cocok berteman emang.
Pas adegan ngenagt juga saya suka, Suho suka menarik hati juga ternyata HAHHAHAHAAHA. Dan sesaat saya menikmati adegan mereka yang itu, lupa sama Bonui yang ngeliah. Tapi mereka manis lhooooo

Aku senang Bonui tau stress berat Suho dan kali ini Suho tidak menghadapinya sendiri. Selama ini ia selalu menghadapi traumanya sendirian dan dengan pertolongan obat. DAn good job buat penulis yang menciptakan abjad Bonui, saya suka Bonui tidak pergi ketika Suho menyuruhnya pergi, sama dengan ketika Suho tidak pergi meski Bonui memintanya pergi.
Aku suka Bonui menasehati Suho semoga tidak menahannya sendirian dan akal-akalan baik ketika semuanya tidak abik-baik saja. Dan saya suka lantaran Suho tidak melawan KYAAAAAAAAAAAAAAA!!! Suho ini tatapannya lagi jatuh cinta, lagi sedih, lagi marah, lagi galau, lagi menderita, kok semuanya saya suka ya HAHHAHAHHAHHA.
DAn mereka impas, memperlihatkan kelemahan, saling merawat dan mengasihi. Oke, ini couple udah cocok lahir bathin sih, tinggal direstui sama yang maha kuasa atau tidak XD

DAn apa yang akan terjadi di episode selanjutnya sesudah Suho meminta Bonui tidak pergi? Karena kita tahu Bonui ada akad dengan Gary?
Aku ga akan spoiler disini, lantaran saya butuh Spoiler di post selanjutnya KYAAAAAAAAA!!!
*sesak nafas*
 BTW kayaknya banyak yang kena demam Jesuho ya, hahhhahahaahahah. Lucu deh lantaran saya baca banyak komentar yang beneran jadi suka Jun Yeol gara-gara Jesuho XD
Hati-hati aja sih, lantaran oppa satu ini sekali suka susah keluarnya XD

Continue Reading

More in Hwang Jung Eum

To Top