Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 1

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 1

Lama sudah penantian ini, akibatnya kesampaian juga menonton Princess Hours Thailand. Rasa itu sempat memudar dan dihangatkan lagi alasannya yakni promosi halo entertaiment yang mengulpoad banyak momen OTP, jadinya ingin tau pengen cepat-cepat menonton.

Pada tanggal 24 april lalu, telah ditayangkan Princess Hours Thailand episode 00.
Tapi saya nggak menonton episode 00, alasannya yakni saya ingin eksklusif ke seriesnya, jadi kapan-kapan aja nonton BTS-nya HAHHAHAHAH.
Tanggal 25 kemarin, sudah ditayangkan episode 1 Princess Hours Thailand dan berdasarkan saya tidaklah buruk, saya enjoy menonton episode pertamanya.
Meski nggak ngerti mereka ngomong apa, saya ngakak banged.

Sinopsis ini saya re-upload alasannya yakni blog usang di hapus *lagi* alasannya yakni Goblin Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 1

Sebuah kendaraan beroda empat terlihat memasuki sebuah tempat yang indah. Indah banged. Itu yakni sebuah istana. Sebuah istana megah, berwarna putih ada ditengah-tengah lapangan yang luas. Untuk pemandangan pertama, istana di drama ini cool banged.
Mobil itu yakni kendaraan beroda empat sang putera mahkota, Putera Mahkota Inn (Ong Chai Inn). Ia gres saja pulang dari Inggris alasannya yakni kerajaan ingin ia kembali. Ia disambut oleh sekretaris kerajaan dan menyampaikan jikalau Raja, Ratu dan Ibu Suri sudah menunggunya.
Awalnya Inn ingin istirahat sebentar, tapi sekretaris menyampaikan itu inspirasi yang buruk alasannya yakni mereka sudah menunggu.

Sementara itu di dalam istana, Raja, Ratu dan Ibu Suri sedang membicarakan sesuatu dengan serius. Mereka membicarakan mengenai ijab kabul kerajaan.
Mereka harus segara mempersiapkan ijab kabul itu sesuai dengan tradisi yang ada. Dan mereka harus menepati kesepakatan raja sebelumnya pada sahabatnya. Sahabat yang setia bersama raja disaat-saat sulit.
Janji untuk menikahkan keturunan mereka.
Raja bertanya dimana keluarga sahabat raja terdahulu itu tinggal, tapi ibu suri menyampaikan mereka masih harus menemukan mereka.
Ratu khawatir rakyat biasa akan menikahi keluarga kerajaan, apakah cocok dan mereka juga belum mengenal keluarga sahabat raja itu.
Tapi Ibu suri menyampaikan kesepakatan yakni kesepakatan dan mereka harus menepatinya.

Ditengah pembicaraan. Inn tiba menyapa mereka. Raja menyampaikan jikalau Inn niscaya tahu alasan kenapa ia diminta kembali, ini mengenai pernikahannya.
Raja dan Ibu Suri bertanya bagaimana pendapat Inn ihwal itu. TApi Inn menyampaikan jikalau itu sudah diputuskan, jadi pendapatnya tidaklah penting.
Meski begitu Ibu suri ingin bertanya pendapat Inn. Raja menambahkan meski keputusan tidak akan berubah. Inn harus menikahi gadis pilihan kerajaan.

Inn yang sedang bad mood keluar istana menuju halaman dan merenung. Ia teringat sesuatu sebelum ia kembali ke Thailand.
Inn selama ini berguru di luar negeri, di Inggris bersama pacarnya, Minnie. Sebelum pulang, Minnie membantu mengemasi barang Inn.
Inn menyampaikan ia bahwasanya tidak ingin pulang, ia ingin bersama Minnie. Minnie hanya sanggup menghela nafas dan mendekatinya. Inn mengajaknya berfoto. Tapi ternyata ia rekaman bukan foto.
Minnie tertawa. Kemudian Inn jadi serius dan berkata, menikahlah denganku.
Minnie terkejut, ia mengambil ponsel Inn dan bicara serius padanya.

Minnie menyampaikan mereka masih muda, jalan mereka masih panjang, Ia juga masih ingin menggapai impiannya.
Kalau ia menikah, peraturan istana sangat ketat jadi ia tak akan sanggup melaksanakan apa yang ia ingin kan. Dan lagu pula olimpiade semakin dekat, ia ingin menjadi atlit panahan terbaik.
Kaprikornus ia menolak lamaran Inn. Inn membisu saja.
Minnie kemudian mengajak Inn berfoto, ketika itu ia mencium pipi Inn. Inn terkejut.
Minnie menatapnya dan meminta Inn menunggunya jikalau Inn benar-benar mencintainya.
Inn tidak menjawab. Minnie memeluknya. Inn merahasiakan mengenai rencana pernikahannya.

Raja dan Sekretaris memperhatikan Inn dari jauh. Sekretaris menyampaikan jikalau inn tampak murung hari itu, mereka berfikir jikalau itu alasannya yakni ijab kabul Inn yang mendadak ini.
Raja menyampaikan Inn harus mengerti jikalau itu yakni kewajibannya. Suatu hari Inn akan menggantikannya jadi Inn harus mulai banyak berguru bahwa ketika ia menjadi raja, ia tak sanggup mementingkan perasaan sendiri.
Raja kelihatannya sakit gitu, Sekretaris memintanya untuk beristirahat.
Aku rasa ini alasan kenapa ijab kabul Inn dipercepat. Well, di versi Korea juga gitu sih.

Sementara itu di rumah tokoh utama perempuan kita, Khaning, kita melihat Khaning sedang menggambar. Ia punya harapan menjadi pelukis ternama menyerupai Van Gogh.
Khaning tinggal bersama ayahnya, yang membuka bisnis pijat tradisional. Ayahnya sangat baik, bahkan sering memebrikan pijat gratis pada pelanggannya.
Ibunya yakni ibu rumah tangga biasa, ibu sering memarahi ayahnya alasannya yakni menawarkan pijat gratis. Meski begitu, ibu tidak pernah berniat menceraikan ayahnya.
Adik Khaning, Khanon, lakik banged, suka membentuk otot tapi jikalau teriak kayak waria AHHAHAHAHHAH.

Khaning suka berkhayal dan melukis pangeran impiannya. Pangeran tanpa wajah.
Khanon sering mengejeknya alasannya yakni itu. Bahkan hari itu Khanon tiba ke kamar kakaknya dan merebut gambar kakaknya yang berkhayal ihwal pangeran lagi. Khanon lari ke luar dan Khaning mengejarnya.
Ayah dan ibu sedang bertengkar alasannya yakni hutang, gegara ayah tidak sanggup bayaran dari pekerjaannya alasannya yakni ayah selalu memberi pijat gratis LOL.
Khanon memperlihatkan gambar itu pada ibunya. Ibu menyampaikan semenjak kecil ia sering melihat Khaning melukis pangeran tanpa wajah, ibu ingin tau ingin melihat wajah pangeran itu. Ayah juga setuju, ia penasaran. Khanon sendiri mengejeknya, katanya nunggu Khaning menikah dulu gres nanti pangerannya ada wajahnya.
Khaning kesal sekali pada adiknya itu.

Ayah membela puterinya dan memarahi Khanon, ujung-ujungnya sih ia ingin menyuruh Khanon mencarikan resep untuk minyak urutnya. Ia murka ketika Khaning dan Khanon menyampaikan jikalau itu hanya minyak kelapa biasa. Ayah terus membicarakan hebatnya minyak urut specialnya dan ibu kesal mendengarnya. Ia menyalakan TV.
Ada info mengenai putera mahkota Inn. Ibu memujinya alasannya yakni ia tampan, sementara Khaning tidak tertarik.
Ayah menyampaikan semua keluarga kerajaan memang menyerupai itu, sangat tampan, termasuk dirinya. Semuanya bingung. Ayah menceritakan jikalau ia bab dari keluarga kerajaan. Ia menyampaikan kakek Khaning dulunya sahabat raja dan pengawal setia raja.
Tapi anak-anaknya tidak percaya sama sekali, alasannya yakni mereka sangat miskin hingga sekarang, ayah bahkan tidak punya keluarga.
Ayah kesal sekali alasannya yakni tidak ada yang percaya padanya. Ibu tersenyum alasannya yakni ayah selalu badmood setiap membicarakan persoalan itu, alasannya yakni tidak ada yang percaya padanya.

Raja bertemu dengan seseorang, orang yang diminta mencari tahu mengenai keluarga sahabat raja.
Orang itu menyampaikan keluarga mereka tidak punya anak maupun cucu yang seumuran putera mahkota Inn. Raja kemudian khawatir jikalau begitu ijab kabul tidak sanggup dilakukan. Ia bertanya apakah orang itu punya solusinya.
Orang itu menyampaikan ia mengetahui jikalau pengawal raja terdahulu punya seorang anak yang kabur dari rumah, dan anak itu punya nama belakang yang berbeda. Ia punya seorang puteri yang seusia putera mahkota.
Ia memperlihatkan foto gadis itu dan itu yakni Khaning.
Tapi orang itu menyampaikan jikalau Raja mau, mereka sanggup menyangkalnya, alasannya yakni nama belakang ayah anak itu berbeda dengan pengawal raja alasannya yakni kabur dari rumah.
Raja kemudian bertanya bagaimana pendapat orang itu, dan ia menyampaikan jikalau menurutnya, kesepakatan yakni kesepakatan dan mereka harus melakukannya.

Sementara itu Inn bertemu dengan neneknya, Ibu suri.
Nenek ingin bertanya pendapat Inn mengenai ijab kabul ini, alasannya yakni kemarin Inn belum menjawab pertanyaannya.
Inn menyampaikan sebagai cucu nenek, tentu ia akan menolak, tapi sebagai putera mahkota, ia harus menunaikan kesepakatan itu.
Nenek menyukai jawabannya. Inn kemudian ingin tau dengan sahabat bersahabat kakeknya itu, kenapa ia menciptakan kesepakatan menyerupai itu.
Nenek menyampaikan ia yakni satu-satunya sahabat bersahabat kakek ketika itu. Dan mereka kini sedang membalas pengawal raja terdahulu, sesuai kesepakatan raja pada sahabatnya.
Inn mengerti. Nenek mendekatinya dan menyampaikan jikalau keputusan ada di tangan Inn, apakah ia ingin menepati kesepakatan itu atau tidak.

Putera mahkota Inn akan mulai bersekolah di Thailand.
Sekolah yang Inn pilih yakni sekolah yang sama dengan 3 sahabatnya. Dan kebetulan itu sekolah Khaning dan kawan-kawannya.
Dua sahabat Khaning, yakni fans putera mahkota. Mereka sibuk membicarakan ketampanan putera mahkota dan bla bla bla. Sementara KHaning dan satu sahabat lainnya tidak tertarik sama sekali.
Temannya bahkan sibuk memotret dan heboh ketika Inn tiba ke sekolah mereka dan menyapa teman-temannya, ia bahkan hafal nama teman-teman putera mahkota.
Sumpah deh udah kaya liat idol aja.

Khaning dan sahabat beling mata tak mengerti tampannya dari mana si putera mahkota itu. Khaning yang melihat info semalam juga bingung, ia pikir putera mahkota biasa saja, tidak attractive sama sekali.
Tapi dua temannya tidak peduli pada mereka dan asik memuji putera mahkota itu. Bahkan ketika mereka melihat Inn, keduanya eksklusif histeris banged. Khaning geleng-geleng memnyuruh mereka diam.
Karena Khaning tidak excited sama sekali, mereka mengejek pangeran Khaning yang bahkan tidak punya wajah. Khaning kesal dan menjelaskan yang ia lihat dari pangerannya bukan wajahnya tapi hatinya. Ia yakin pangerannya 100 kali lebih ganteng dari Inn.
Salah satu dari sahabat Khaning yang mendengarnya shock dan tak sengaja menyemburkan Air mengenai Khaning. Khaning berfikir ia sengaja dan Khaning ingin balas dendam. Ia memasukkan air ke dalam mulutnya dan bersiap menyemburkannya.

3 temannya lari dan bersembunyi di kamar mandi laki-laki alasannya yakni kamar mandi perempuan rusak. Khaning tahu dan segera masuk ke sana.
Ia mengecek pintu kamar mandi, ada 3 pintu yang terkunci. Kaprikornus ia pikir mereka masing-masing disalah satu pintu tolilet itu. Khaning bersiap menunggu di luar dengan air di mulutnya.
Saat salah satu pintu terbuka, Khaning tanpa ragu eksklusif menyemburkan air ke wajah orang itu.
1 detik kemudian Khaning shock alasannya yakni orang itu bukan temannya, tapi putera mahkota Inn.

Kaning panik bukan main, ia mulai menjelaskan jikalau tadi ia sikat gigi dengan higienis dan mulutnya juga bersih. Inn membisu saja.
Teman-temannya gundah dengan apa yang terjadi dan keluar dari kamar mandi.
Mereka shock melihat inn menjadi korban Khaning. Khaning tidak tahu harus bagaimana.
Temannya bukannya membantu malah kabur meninggalkan Khaning. Khaning bukannya minta maaf malah ikutan kabur HAHAHAHHAHA.

3 sahabat Khaning yang kabur bersembunyi di balik loker, sementara Khaning gundah mau kemana, temannya mencoba memanggilnya. Saat Khaning akan pergi, In dengan cepat memegang tangan Khaning dan menghentikannya. Khaning shock.
Inn tampak sangat marah, Khaning mencoba bersikap baik dan menyampaikan wajah Inn basah, ia mengambil sapu tangan dan mengelap wajah Inn.

Tapi wajah In sangat bersahabat dengannya dan ketika itu Khaning malah sempat-sempatnya berkahayal, Inn menyampaikan tak ada yang pernah melaksanakan itu padanya dan Khaning yakni gadis pertama yang melakukannya. Inn akan mencium Khaning.
Khaning menutup matanya dan mulai memonyongkan bibirnya HAHAHHAHAHAA.

Inn kesal melihat Khaning, ia menepis tangan Khaning dan membuang sapu tangannya.
Inn menyampaikan jikalau disini bukan Taman Kanak-kanak tapi universitas. Ia meminta Khaning bersikap sebagai mahasiswi bukan anak-anak.
Khaning kesal mendengarnya.
Teman-teman In tiba dan bertanya ada apa. Inn tidak menjawab dan meninggalkan mereka.
Khaning yang kesal berteriak, Apa kamu pikir alasannya yakni kamu putera mahkota, kamu sanggup seenaknya?!! Di rumahku ibuku juga memangilku puteri!

Teman Khaning dan sahabat Inn kaget alasannya yakni KHaning berani melawan. Inn menghentikan langkahnya dan berbalik. Ia melepaskan blazernya dan melemparkan pada Khaning, menyuruh Khaning membuangnya.
Inn meninggalkanya dengan kesal. Temannya mengejarnya. Khaning kesal bukan main. ia melempar blazer itu.

Tiba-tiba ada yang bergetar di blazer itu, ponsel Inn. Dan Khaning tak sengaja mengangkatnya.
Khaning mendengarkan, ada bunyi perempuan disana. Itu Minnie.
Inn menyadari ponselnya hilang dan segera kembali ke tempat Khaning tadi.
Khaning sedang mendengarkan ketika Inn tiba dan mengambil ponsel itu dari Khaning dan Khaning shock alasannya yakni gadis di telpon membicarakan lamaran, ia minta maaf atas lamaran itu.
Inn tidak menyampaikan apapun dan meninggalkan Khaning.
Khaning masih shock mengetahui putera mahkota melamar seseorang. Gosip jikalau putera mahkota akan menikah itu ternyata benar. Ia eksklusif menutup mulutnya alasannya yakni ini topik berbahaya.

Pulang sekolah, In menunggu Khaning.
Khaning melihat In disana dan ia ingin kabur, tapi In berhasil menghentikannya.
Inn menyampaikan Khaning suka mengangkat telpon orang lain, bagi Khaning itu mungkin hanya materi gosip tapi baginya itu sangat penting.
Khaning akan membalas tapi Inn meletakkan jarinya di bibir Khaning. Inn menyampaikan jikalau Khaning dilarang bicara terlalu banyak.
Inn meninggalkan Khaning. Khaning kesal alasannya yakni Inn mengancamnya. Inn menyampaikan jikalau itu bukan ancaman, tapi jikalau tidak percaya coba saja menyebarkannya.

Seseorang terlihat mencari sebuah lokasi rumah dengan GPS dan ketika menemukan rumah yang dimaksud, wajahnya berkerut.
Dia yakni salah satu pengawal putera mahkota, ia eksklusif menelpon In dan memberitahukan alamat itu.
In tampak memikirkan sesuatu, tampaknya ia masih kahwatir jikalau Khaning akan membongkar rahasianya.

Keesokan harinya, Khaning di rumahnya sedang bersih-bersih rumah, ia diluar membersihkan beling jendela dan bahkan mulai berkhayal lagi.
Ia menggambar wajah pangeran impiannya di kaca, tentu saja tanpa wajah, alias punggungnya doank dan mulai bicara pada beling itu. Ia menganggap pangeran pujaan hatinya tidak menyebalkan menyerupai seorang pangeran yang ia kenal HAHHAHAHA.
Khaning bahkan hingga mencium beling itu seolah ia mencium pangeran pujaan hatinya dan ketika ia membuka mata ia shock melihat Inn sudah ada di hadapannya.

Khaning panik dan eksklusif menghapus gambarnya. Inn menatapnya dan berjalan menjauhinya, Inn gundah kenapa ia harus bermasalah dengan gadis menyerupai Khaning dan Khaning sendiri masih menghapus gambarnya dan kesal kenapa Inn ada di rumahnya.
Inn kemudian berbalik dan memanggilnya si pembuat masalah. Khaning kesal alasannya yakni ia punya nama. Ia bertanya apa Khaning bekerja disini dan minta dipanggilkan bosnya.
Khaning bingung, ia menyampaikan jikalau bos yakni ayahnya dan Khaning akan memanggil ayahnya.
Inn tampak terkejut dan akibatnya menyampaikan tak perlu.

Khaning kesal sekali disuruh-suruh dan murka pada Inn, mentang-mentang putera mahkota seenaknya saja main suruh-suruh.
Saking kesalnya, Khaning melemparkan kaos kaki pada Inn.
Inn berbalik dan menatapnya, Khaning tiba-tiba jadi takut. Inn mengambil kaos kaki Khaning dan Khaning pikir Inn akan balas dendam. Khaning bersiap dengan penyemprotnya, kalau-kalau Inn menyerangnya.

Inn kesal dan meninggalkan Khaning yang sangat aneh. Inn naik ke motornya. Saat ia pergi, sekretaris raja melihatnya dengan bingung. Ia mengenali Inn.
Sementara Khaning marah-marah di halaman rumahnya, menyuruh Inn jangan tiba lagi ke tempat kekuasaannya.
Ia menyemprot halaman rumahnya untuk mensterilkan udara.
Sekretaris raja melihatnya. Ia cukup kaget Khaning dan Inn sudah saling mengenal. Ia tersenyum.

Sementara itu di lain tempat, seorang perempuan mendapatkan telpon dari Thailand.
Dia yakni istri putera mahkota sebelumnya.  Ia mendengar kabar dari Thailand mengenai Inn yang akan menikah.
Ia bicara pada puteranya, pangeran Nakhun, jikalau kini yakni giliran mereka. Karena Inn akan menikah niscaya sesuatu terjadi di Istana.
Khun tidak mengerti. Ibu menyampaikan mereka harus kembali ke Thailand sesegera mungkin.

-THE END-

Komentar:

Menurut saya episode 1 Princess Hours versi thailand ini cukup menarik dan tidak mengecewakan. Aku suka banged sama Khaning, orangnya ceria dan asik, ia tidak takut apapun tapi kadang panikan juga orangnya. Pattieung imut banged yak HAHHAAHHA.
Untuk putera mahkota In sendiri disini ada uniknya, saya merasa Tao cocok banged, aktingnya oke, ia terlihat dingin, tapi bahwasanya perhatian dan terlihat menyerupai orang yang memegang beban berat di pundaknya. Kaprikornus pas banged nih kiprahnya untuk dia. Awalnya saya sempat ragu lho, apakah Tao sanggup memerankan dengan baik.

Aku rasa episode 1 asik banged alasannya yakni mereka menciptakan banyak perbedaan tapi tetap natural. Seperti Inn yang ternyata bersekolah di luar negeri selama ini dengan Minnie, Khaning si calon puteri mahkota ternyata bukan calon awal menyerupai di versi Korea, pekerjaan ayah Khaning, adik Khaning yang tampan, para tokoh bukan siswa Sekolah Menengan Atas melainkan anak kuliahan, cara Khaning tahu mengenai Inn yang melamar Minnie yang diversi ini saya suka alasannya yakni ia mendengarkan lewat telpon, alasannya yakni jikalau contohnya dilamar di sekolah ancaman juga ya HAHHAHHAHA.

Khaning semenjak kecil punya pangerannya sendiri, yang selalu kelihatan punggungnya, ia tak pernah menggambar wajahnya. Hal ini menciptakan saya berfikir jikalau Khaning pernah bertemu dengan salah satu pangeran ketika masih kecil. Mungkin dibawa kakeknya?
Tapi dari dongeng disini sih ayah meninggalkan rumah ketika masih muda, mungkin Khaning tidak pernah bertemu kakeknya. Tapi niscaya seru jikalau ternyata pangeran harapan Khaning memang salah satu dari 2 pangeran itu, saya sih pengennya si Inn ya HAHAHAHAHAHA.

Inn yang tiba ke rumah Khaning juga bahwasanya agak aneh sih berdasarkan aku.
Anehnya tuh gini,  awalnya saya pikir ia tiba kesana untuk mengancam Khaning lagi. Tapi kenapa ketika ketemu Khaning ia malah nggak ngomong apa-apa. Malah berfikir Khaning kerja disana dan ketika ia tahu Khaning tinggal disana, Inn kelihatan mencurigakan. Jangan-jangan ia sudah tahu jikalau itu rumah calon puteri mahkota? HAHHAHAHAHA. Kaprikornus ia tau ia bakalan menikah dengan Khaning?
Padahal kan saya pengen liat ekspresi Inn ketika melihat foto calon istrinya HAHHAHAHAH.
Meskipun foto di versi ini foto normal, bukan foto buruk LOL.

Overall, episode 1 menciptakan saya ingin tau dengan episode berikutnya ^^

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top