Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 10 – Part 1

Lakorn

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 10 – Part 1

Mengupload episode 10 ini butuh usaha banged, alasannya ialah jaringan di daerah saya beberapa hari ini parah banged, padahal gres ganti kartu nih, alasannya ialah 4G gres masuk wkwkwkkw, tapi masih aja lambat, ga tau kenapa.
Episode 10 ini cukup sweeet meski saya sempat khawatir dengan previewnya kemarin, tapi Inn sudah mulai kok ada rasa sama Khaning, jadi tolong-menolong ia udah mulai jaga jarak juga dari Minnie, cuma si Minnie ini nempel aja kerjaannya.

Btw mulai dari kini kayaknya saya bakalan buat sinopsis ini menjadi 2 part, biar gampang uploadnya hehehhhe^^

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 10 Bagian 1

3 sahabat Khaning sedang berkunjung ke rumah Khaning, lebih tepatnya, si Jazz ingin dipijat. Khanong bertugas melayani mereka.
Jazz menunjukkan wajah gila alasannya ialah ia terpesona melihat Khanong yang memijat kakinya.
2 temannya merinding melihat ekspresi Jazz dan mengingatkan kalau Khanong ialah ‘adik perempuan’ mereka HAHHAHAHAHA. Mereka tahu kalau Khanong ialah gay wkwkkwkwkw.
Khanong pribadi menatap mereka dan menyuruh mereka diam, jangan hingga ayah dan ibunya mendengar hal itu LOL.
Jazz menyuruh 2 temannya santai dan membiarkannya untuk membayangkan sesuatu, setidaknya ia sanggup berimajinasi. Ia bahkan terpesona dengan kulit Khanong yang mulus dan akan menyentuh Khanong, tentu saja Khanong menghindar, ia tak suka di sentuh wanita HAHAHAHHAHAHA.

Khanong kemudian menanyakan kakaknya, apakah sahabat kakaknya tahu bagaimana kabar Khaning. Teman-temannya menyampaikan mereka tidak tahu bagaimana kabar Khaning. Di kampus mereka tidak melihat Khaning sama sekali, bahkan tidak ada di sekitar putera mahkota Inn juga, mereka bertanya pada pengawal tapi pengawal tidak mau menjawab mereka. Ia mencoba menelpon tapi ponsel Khaning juga mati.
Ayah dan ibu keluar mendengar mereka membicarakan hal itu, ayah setuju, ia juga menelpon ke istana tapi tidak ada yang menjawabnya. Ibu sangat khawatir terjadi sesuatu dengan istana. Sebentar lagi ulang tahun ibu dan ia sangat berharap Khaning akan tiba merayakannya, kalau tidak ia akan sangat kesepian.
Ayah kemudian punya ide, bagaimana kalau mereka pergi ke istana mengunjungi Khaning. Mendengar hal itu, Khanong dan sahabat Khaning sangat bersemangat, mereka oke banged. Tapi ayah kemudian menyampaikan hanya ia dan ibu yang akan pergi HAHAHAHHAHAHA, yang lain kecewa.

Sementara itu Khaning di istana sibuk berguru atas perintah ratu. Ia sudah beberapa hari tidak ke kampus dan menghabiskan waktu berguru dan belajar.
Ia bahkan tidak diperbolehkan menelpon orang tuanya, HP-nya disita. Khaning benar-benar bosan dan merasa ini akan terjadi seumur hidupnya, hingga ia mati ia akan terperangkap di istana menyerupai ini. Para dayang khawatir melihat Khaning dan mereka menyampaikan tentu saja tidak akan selamanya begini.
Khaning menyampaikan besok ialah ulang tahun ibunya dan ia hanya ingin menelpon ibunya. Ratree menyampaikan pada Khaning untuk fokus belajar, kalau Khaning sanggup membaca semua buku dengan cepat, mungkin Ratu akan membiarkan Khaning pergi menemui orang tuanya.
Khaning menyampaikan kalau ia sanggup membaca semua ini maka dikehidupan selanjutnya ia tak perlu melakukannya lagi, alasannya ialah ia merasa sudah membaca sebanyak ia membaca di 2 kehidupan.
Tapi pada balasannya Khaning terpaksa membuka buku lagi dan melanjutkan pelajarannya.

Ayah dan ibu Khaning benar-benar tiba ke istana untuk menemui Khaning, mereka sedang bicara pada Ibu Suri dan Ratu.
Ayah menyampaikan mereka tak sanggup menghubungi Khaning, jadi mereka tiba untuk menanyakan kabarnya. Ibu juga bersemangat mengenai ulang tahunnya, alasannya ialah setiap tahun mereka berempat akan merayakan bersama.
Ratu menyampaikan kalau Khaning sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri ‘social party’ bersama Inn, jadi Khaning tidak sanggup kemana-mana, Khaning harus berguru alasannya ialah masih banyak hal yang tidak ia tahu.
Tapi ibu tetap berusaha meyakinkan ratu, hanya beberapa hari saja ia ingin membawa Khaning pulang, alasannya ialah ulang tahunnya. Tapi Ratu tetap menolak, ia tidak mengizinkan Khaning keluar istana.
Ibu masih berusaha, tapi balasannya ayah menghentikannya, ia menyampaikan kalau puteri mereka kini ialah seorang puteri dan bukan Khaning lagi, puteri punya tanggung jawabnya sendiri, kalau Khaning tidak sanggup mengatasi ini, Khaning tidak akan sanggup bekerja untuk negara.
Ayah berusaha menahan kesedihannya, sementara ibu menangis. Ia sangat merindukan puterinya.
Inn gres pulang dari sekolah, dan lewat sana, ia rahasia mendengarkan pembicaraan mereka.

Khaning masih belajar, tapi ia tak sanggup konsentrasi. Ia mendengar kabar kedatangan orang tuanya, tapi ia tak boleh menemui mereka, itu membuatnya sedih. Ia menyampaikan kalau orang-orang di istana ini tidak punya hati sama sekali. Ia menangis.
Saat itu Inn masuk ke ruangan dan mendengarkan hal itu. Ia hanya sanggup menghela nafas, ia memikirkan sesuatu.

3 sahabat Khaning mendapat telpon dari ibu yang menceritakan apa yang terjadi, 3 temannya sangat sedih alasannya ialah Khaning tidak sanggup pulang ke rumah ketika ulang tahun ibunya.
Nakhun yang lewat sana melihat mereka dan menyapa, tiba-tiba sahabat Khaning mendapatkan inspirasi cemerlang, dan berteriak alasannya ialah mereka punya Nakhun yang mungkin sanggup membantu.

Ternyata mereka memakai Nakhun untuk mengantarkan rekaman video, 3 sahabat Khaning menunjukkan semangat pada Khaning untuk tidak mengalah dan melaksanakan yang terbaik. Mereka meminta khaning menjaga kesehatannya dan kalau persoalan putera mahkota, Khaning hening saja, mereka akan menjaga putera mahkota (agar menjauh dari minnie mouse kali HAHAHAAHHA).
Teman-temannya sangat ribut menunjukkan semangat pada Khaning dan untuk pertama kalinya Khaning tertawa. Ia berterima kasih pada Nakhun. Nakhun menyampaikan ia segera ke istana sehabis sahabat Khaning menceritakan apa yang terjadi.
Khaning menyampaikan ia sangat merindukan ibunya dan bertanya pada Nakhun apakah Nakhun punya cara biar ia sanggup pulang ke rumah. Ia meminta Nakhun membantunya dan Nakhun menyanggupinya. Khaning lega alasannya ialah ia punya Nakhun, satu-satunya orang diistana yang mengerti akan dirinya.
Inn kebetulan atau tidak lewat disana dan mendengarkan percaapan mereka, tapi Inn tidak berniat bergabung, ia hanya lewat saja dan Nakhun menyampaikan mungkin Inn sanggup membantu.

Khaning pribadi berlari ke arah Inn dan mulai memegang tangan Inn menyampaikan kalau besok ialah ulang tahun ibunya dan ia ingin Inn membantunya untuk sanggup pulang ke rumah.
Inn membisu saja, Khaning terus menyampaikan please please dan please, memohon pada Inn. Nakhun juga meminta Inn membantu Khaning.
Inn masih tidak menjawab, Khaning terus memohon sambil sedikit menggoyangkan tangannya, tapi Inn benar-benar nggak menjawab dan malah meninggalkan mereka.
Khaning jadi kesal dan berteriak, Crazy prince! Ini hanya persoalan kecil, kenapa kamu tidak mau membantuku? Besok ialah ulang tahun ibuku! Kau mungkin tidak merasakan apapun, kan? Karena kamu sudah terbiasa di istana ini! Tapi saya tidak biasa dengan hal menyerupai ini!
Inn tidak menjawab, tidak berbalik, ia meninggalkan Khaning dan Nakhun. Khaning sangat kecewa.

Nakhun sedih melihat Khaning dan menemui Raja dan Ratu secara pribadi untuk memohon. Tapi Ratu tetap menolak. Menurut Ratu itu sudah kiprah seorang puteri mahkota untuk tidak mementingkan kepentingan pribadinya. Nakhun balasannya tidak sanggup menyampaikan apapun lagi.
Khaning menangis alasannya ialah Ratu terus menolak, bahkan sehabis Nakhun memohon padanya. Nakhun meminta maaf alasannya ialah ia tak sanggup membantu Khaning.

 

Khaning benar-benar sedih, Nakhun tak tahan melihatnya dan ingin menggenggam tangan Khaning, tapi ia mengembalikan kesadarannya, ia tak sanggup melaksanakan hal itu, jadi ia mengurungkan niatnya.
Inn masih saja terlihat disekitar mereka dan melihat Khaning menangis disamping Nakhun.
Inn tidak pernah melihat Khaning menangis menyerupai itu, jadi kali ini ia tidak tahan lagi.
*pada awalnya ia memang niat membantu Khaning sih, dilihat dari ekspresi wajahnya, tapi tadinya ia masih ragu.

Inn menemui Raja dan Ratu, Raja agak kaget alasannya ialah tak biasanya Inn menemuinya ketika larut malam. Inn menyampaikan pada Raja dan Ratu untuk membiarkan puteri pulang alasannya ialah ulang tahun ibunya. Ratu menghela nafas dan menyampaikan kalau bukan alasannya ialah ia berhati dingin, tapi ia ingin puteri siap menjadi Ratu selanjutnya. Peraturan tetaplah peraturan dan mereka harus mengikuti hal itu.
Inn tahu benar mengenai peraturan itu, di masa kemudian ia selalu mengikuti apa yang diperintahkan ayah dan ibunya, bahkan kalau itu hal yang tidak ia setujui, tapi kali ini ia benar-benar memohon untuk membiarkan puteri pulang ke rumahnya.
RAja dan Ratu saling menatap dan menyampaikan pada Inn untuk berhenti membahas hal ini. Raja dan Ratu akan pergi.

Inn berdiri dan berkata, Aku sangat memohon kali ini, alasannya ialah saya belum pernah melaksanakan sesuatu untuk istriku. Tolong biarkan saya melaksanakan sesuatu untuknya sebagai seorang suami yang baik.
Inn benar-benar serius, ia bahkan hingga membungkuk pada orang tuanya. Ayah dan ibu hanya saling menatap melihat Inn yang tidak menyerupai biasanya.

Keesokan harinya, Khaning balasannya diperbolehkan pulang ke rumah orang tuanya. Ayah dan ibu menyambutnya dengan haru, mereka bertiga berpelukan. Inn tentu saja ikut bersama Khaning.
Ayah berterimakasih pada Inn alasannya ialah sudah membawa Khaning pulang ke rumah, alasannya ialah kalau tidak ibu akan menangis dan menangis terus.
Khaning kesal dan menyampaikan pada ayahnya kenapa harus berterimakasih pada Inn, alasannya ialah Inn tidak melaksanakan apapun. IA meminta ayahnya berterimakasih pada Nakhun, alasannya ialah Nakhun yang membantunya.
Awwwwwwww Inn membisu saja, Khaning tidak tahu kalau Inn yang sudah berhasil meyakinkan Raja dan Ratu untuk membiarkan Khaning pulang (peluk Inn Chu )
Inn tidak menyampaikan apapun, ia tak membantah atau berkata apa-apa, tapi ia terlihat agak kecewa sih.

Ayah dan ibu mempersilahkan Inn dan Khaning untuk masuk ke kamar Khaning. Kamar Khaning yang sederhana dan mata Inn menangkap sesuatu yang menciptakan keningnya berkerut. Ada gambar orang berotot disana HAHAHAHAHAHAH. Khaning segera mengambil gambar itu untuk menyembunyikannya, Khanong kemudian segera mendekati Khaning dan mengamankan gambar miliknya itu wkwkkwkwkkw. Khanong menyampaikan anggun sekali Khaning tiba bersama Inn, alasannya ialah kalau Inn tidak ikut ia tidak akan membersihkan kamar Khaning. Khaning kesal dan mencubit adiknya itu.

Ibu mempersilahkan Inn untuk istirahat dan Inn melihat-lihat sekitaran kamar. Khaning menyampaikan Inn tak punya pilihan lain, kalau Inn tak mau tinggal disana, Inn sanggup tidur di ruangan pijat ayahnya. Khaning menakuti Inn dengan menyampaikan ada gecko besar disana (gecko apa ya? HAHAHAHA).
Ibu menyuruh Khaning jangan menarik hati Inn. Ibu meminta Inn untuk nyaman di rumah mereka, ia akan pergi membelikan kuliner untuk Inn. Khaning ingin ikut tapi ibu menyuruh Khaning menemani Inn disana. Ayah setuju.
Khanong kemudian gres nyambung dan  menyampaikan kalau ia juga akan pergi bersama ibu, HAHHAHAHHA, mereka berniat meninggalkan Inn dan Khaning berdua saja kwkwkwkkwkwkw.
Ayah lucu banged, ia bahkan membungkuk hormat pada Inn, padahal menantu, nggak boleh ya bersikap biasa aja, asal sopan HAHAHHAHA.

Inn dan Khaning tinggal berdua di kamar. Inn melihat-lihat sekitaran kamar sementara Khaning masih terlihat kesal dan agak bosan.
Ia bertanya apa Inn yakin sanggup tinggal dikamarnya.
Inn nggak menjawab dan kemudian iklan HAHAHAHAHAAHHA.

Makan malam keluarga Khaning dan menantu mereka Inn, untuk pertama kalinya.
Khaning tak sabar untuk makan duluan tapi ibu menghentikannya, alasannya ialah Inn harus merasakan duluan. Khaning kesal sekali, tapi ini kan rumahku, kenapa saya dihentikan makan duluan?
Ayah menyampaikan kalau Inn ialah putera mahkota dan Khaning membalas kalau ia ialah puteri mahkota HAHHAHAAHAHA.
Ibu menyampaikan ini ialah ulang tahunnya dan ia ingin Inn mencicipin duluan, alasannya ialah ia ingin ucapan selamat dari Inn.
Khaning balasannya tak sanggup membalas lagi.

Inn mengucapkan selamat pada ibu dan berharap ibu selalu bahagia. Inn bersiap menyumpit kuliner dan mengambil satu, Khaning shock alasannya ialah ia berencana akan makan yang itu. AHAAHHAHAHAHA. Ayah menyuruh Khaning berhent, tapi Khaning tak sanggup mengalihkan pandangannya dari kuliner itu, ia kesal.
Inn kemudian mulai melaksanakan sesuatu, seolah ia ingin menyuapi Khaning (atau ia memang niat), ia meniup kuliner dan Khaning mulai bersiap menerimanya, ayah bergumam kalau Inn manly sekali HAHAHAHHAHAHAH.
Khaning senyam senyum menunggu Inn menyuapinya, tapi ternyata Inn malah makan sendiri HAHAHHAHAHAHAHHAHA. Khaning kecewa banged.
Khanong malah teriak, Ah! Bagus sekali, menjadi suami Khaning memang harus menyerupai ini.
HAHAHAHAHAHA Ayah dan ibu ikutan tertawa sementara Khaning masih membuka mulutnya dan mengunyah angin wkkwkwkwkkw.

Karena makan malam sudah dibuka oleh Inn, jadi mereka kini boleh makan. Mereka bersemangat dan rebutan makanan, semuanya tampak bahagia. Inn tampak terkejut melihat keluarga Khaning yang heboh di meja makan, mereka makan sambil tertawa, berebut makanan, ngobrol, pokoknya rame banged.
Inn hingga ikutan tertawa bersama mereka. Suasana makan yang sangat berbeda dengan di istana.

Malam harinya, Khaning merasa sangat nyaman tidur di daerah tidurnya sehabis sekian lama, ia sangat merindukan daerah tidurnya.
Tiba-tiba Inn tiba dan tiduran di sampingnya, menciptakan Khaning terkejut, ia bertanya apa yang dilakukan Inn.
Inn sih santai aja, seolah ia biasa aja dan menjawab kalau ia akan tidur. Khaning tidak oke dan menyuruh Inn tidur di daerah lain. Inn menyampaikan kalau di kamar Khaning cuma ada 1 daerah tidur, jadi dimana lagi ia akan tidur.
Ia juga protes pada Khaning, ia sudah sangat berusaha menciptakan Khaning sanggup pulang ke rumah, tapi Khaning masih terus komplain padanya.
Khaning tidak membahas itu dan menyampaikan siapa suruh Inn ikut pulang bersamanya.

Khaning berusaha memunggungi Inn, tapi daerah tidur Khaning sempit banged, jadi mau tak mau mereka tetap bersentuhan.
Inn menyampaikan kalau itu ialah peraturannya, seorang puteri tak sanggup meninggalkan istana kecuali pangeran ikut bersamanya.
Khaning mengerutkan keningnya. Ia masih berusaha menjauhkan jarak dari Inn, tapi Inn malah bangkit dan bertopang pada tangannya, menatap Khaning sambil sedikit tersenyum.
Khaning resah kenapa Inn tersenyum menyerupai itu padanya.
Khaning berusaha untuk masbodoh tapi ia salting juga di tatap lama-lama dan malah senyam senyum sendiri wkkwkwkwkw.

Inn tidak mengalihkan posisinya dan bertanya apakah keluarga Khaning selalu menyerupai hari ini setiap hari.
Khaning masih memunggungi Inn meski wajahnya menghadap Inn dan ia tak mengerti apa maksud Inn. Inn menyampaikan selalu senang setiap hari.
Khaning kemudian meluruskan badannya sambil tersenyum senang menyampaikan kalau keluarganya memang menyerupai itu setiap hari.
Beberapa detik kemudian Khaning gres sadar kalau wajahnya sangat bersahabat dengan wajah Inn. Inn bahkan tidak menjauh dan hanya terus menatap Khaning. Keduanya terdiam.
Tiba-tiba Inn mendekatkan wajahnya ke arah Khaning dan Khaning panik, ia menutup matanya dan mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Inn tersenyum melihat reaksi Khaning, Inn merebahkan dirinya dan bersiap tidur dengan satu tangan memeluk Khaning.
Khaning tidak sanggup bergerak, ia juga tak menghindar.
Wajah inn sangat bersahabat dengan wajahnya, Inn sudah menutup matanya, Hanya Khaning yang masih membuka mata dan ia rahasia menatap Inn. Khaning tersenyum.

Dan malam semakin larut. Pada balasannya yang nggak sanggup tidur ialah pihak pria HAHAAHHAHHAHAA.
Khaning sudah terlelap dengan tangannya yang memeluk Inn, sementara Inn masih terbangun. Ia menatap Khaning dalam keheningan malam. wajah mereka cukup bersahabat sehingga Inn jadi terbawa suasana.
Ia mendekatkan wajahnya ke arah Khaning dan akan mencium kening gadis itu, tapi Inn mengembalikan kesadarannya dan tidak jadi melakukannya.
Ia mulai sadar akan situasinya yang cukup buruk, ia tak sanggup bergerak sama sekali alasannya ialah Khaning memeluknya. Inn mulai berkeringat dan tampaknya ia nggak tidur semalaman HAHAHHAHAHAHAHAHA.
KYAAAAAAAAAAAA Ini adegan sweet juga ternyata, meski spoiler dimana-mana wkkkkwkwkwkw.

 

Continue Reading

More in Lakorn

To Top