Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 12 – Part 1

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 12 – Part 1

Di episode 12 ini tim Nakhun berjaya nih, porsi Nakhun dan Khaning tidak mengecewakan banyak. OTP cuma diawal dan diakhir doank. Si Minnie juga porsinya banyak di episode ini. Kalau liat Nakhun sih kita masih sanggup senyam senyum ya, tapi kalau Minnie bawaannya pengen murka aja T___T 
Si Inn juga kenapa sih beliau itu masih belum sanggup meyakinkan hatinya?

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 12 Bagian 1

Masih di malam yang sama, ketika ulang tahun Inn di istana hutan, Inn diluar sendirian dan Minnie tiba mendekatinya. Mereka berdua ngobrol di luar.
Minnie membahas mengenai parfum yang digunakan Inn, alasannya belakangan Inn selalu memakai parfum itu. Ia mendekati Inn untuk mencium aromanya dan disini kita melihat Inn agak nggak nyaman gitu jadi, agak menjauh dari Minnie.
Minnie menyampaikan kalau aromanya aneh. Inn menyampaikan meski begitu aroma itu yaitu arima yang akan terus ia gunakan. Minnie merasa tidak damai dan bertanya apakah Inn menyukai aroma itu dan Inn menjawab kalau ia harus familiar dengan aroma itu.
Minnie terlihat kecewa dan menyampaikan bila Inn lama-lama terbiasa dengan aroma itu, Inn akan menyukainya. Inn membisu saja. Minnie meninggalkan Inn.
*Aku masih berfikir kalau Ini balasan Inn atas Khaning, alasannya parfum itu dari Khaning, kalau lama-lama Inn terbiasa dengan Khaning, maka Inn juga akan menyukainya seiring berlalunya waktu HAHAHAHA.

Malam semakin larut, Khaning masuk ke kamar Inn dan menemukan Inn sudah tidur. Khaning tiba-tiba menemukan wangsit bagus, ia ingin menjahili Inn.
Ia mengambil lipstik dan mulai menggambar di wajah Inn. Khaning sangat puas dan tertawa ketika menggambar alasannya wajah Inn sangat lucu.
LAma-lama Ia jadi ketiduran dan menyerupai biasa Khaning tidur sangat tidak tenang, tangannya bahkan memukul Inn dan menciptakan Inn terbangun. Inn tidak sadar kalau wajahnya di gambar dan ia menemukan lipstik di daerah tidur. Inn mengambil lipstik itu dan tampaknya ia punya wangsit yang sama dengan Khaning, menggambar di wajah Khaning.

Pagi harinya, Khaning dan Inn belum juga bangun, teman-teman yang lain bahkan sudah mandi dan cantik/ganteng, tapi suami istri itu masih belum juga keluar kamar. Teman-teman Khaning berusaha memanggil Inn dan Khaning.
Inn berdiri duluan dan keluar kamar tanpa tahu kalau wajahnya berantakan. Teman-teman yang melihat cukup kaget dan tak tahan untuk tidak tertawa, tapi mereka berusaha tidak ngakak. Inn resah dengan reaksi mereka, ia bahkan mengecek bajunya, apakah ada yang asing dan bertanya kenapa mereka tertawa.
Khaning keluar tak usang dan ia sudah tertawa aja di belakang begitu melihat Inn, Khaning ngakak banged alasannya Inn masih belum sadar kalau ia menggambar di wajah Inn.
Khaning sendiri juga tidak sadar kalau wajahnya juga di gambar oleh Inn, ia malah asik menertawakan Inn sementara Inn juga nggak tahan dan tertawa melihat wajah Khaning.
Teman-teman yang lain menertawakan keduanya dan mereka nggak sadar AHAHAHAHAHA.

Teman-teman Khaning berusaha memberi isyarat pada Khaning untuk melihat wajahnya sendiri.
Inn dan Khaning resah saling pandang dan kemudian melihat bayangan mereka di kaca, keduanya sama-sama kaget alasannya ternyata wajah mereka lucu HAHAHHAHAHAHAHA.
Minnie yang gres tiba kesal sekali melihat mereka berdua. Khaning dan Inn segera kabur masuk ke kamar, mereka pengen cepet-cepet masuk jadinya sama-sama di pintu dan nggak sanggup masuk alasannya terjepit HAHHAHAHAHAHHAHA.
Teman-teman yang lain menertawakan keduanya, kecuali Nakhun dan Minnie.

Saat sarapan, Khaning berusaha menjadi istri yang baik, ia memperlihatkan makanan untuk Inn, katanya ini sangat enak, ada jamurnya. Inn hanya menatap Khaning.
Minnie yang melihat hal itu segera mendekati mereka dan menyuruh Inn jangan memakan itu. Yang lain terkejut alasannya Minnie berani juga di depan Khaning. Teman-teman Khaning bahkan memanggilnya ‘nenek sihir’ LOL.
Minnie menatap Khaning dan bertanya apakah Khaning tidak tahu kalau Inn alergi jamur.
Khaning tentu saja tidak tahu, ia terdiam. Khaning kemudian berusaha mengambilkan makanan lainnya, sebuah roti dan Minnie menyampaikan kalau Inn juga tak sanggup memakan itu alasannya alergi tepung gandum.
Inn membisu saja. Khaning yang tidak tahu apa-apa jadi merasa nggak enak, ia berusaha terlihat baik-baik saja dan melanjutkan makannya. Tapi kemudian ia tak tahan lagi dan berlari keluar.
Nakhun yang gres tiba melihatnya dan mengejarnya. Inn menghela nafas dan mengejarnya juga. Minnie kelihatan terkejut.

Khaning menangis di luar, Ia merasa sedih alasannya ia tidak tahu apa-apa perihal Inn dimana Minnie malah tahu semuanya.
Nakhun menyuruh Khaning berhenti menangis dan memeluknya. Ia menyampaikan kalau Khaning sudah tidak tahan lagi maka beri tahu dirinya. Khaning terus menangis di pelukan Nakhun.
Inn yang mencari Khaning melihat hal itu dan segera memisahkan keduanya. Inn murka pada Nakhun alasannya sebelumnya ia sudah mengingatkan Nakhun jangan melaksanakan hal menyerupai ini pada Khaning alasannya Khaning yaitu puteri mahkota.
Inn kemudian menarik Khaning dari sana. Nakhun tak sanggup berbuat apa-apa.

Inn membawa Khaning ke kamar dan Khaning murka pada Inn, kenapa Inn melaksanakan hal itu dan menyalahkan Nakhun.
Inn menyampaikan pada Khaning kalau pelukan terakhir kali waktu itu sudah cukup, ia tak ingin melihat hal yang sama lagi.
Khaning menyampaikan kalau Nakhun hanya mengkhawtairkannya saja, tak ada maksud apapun. Tapi berdasarkan Inn Nakhun selalu mencari cara untuk sanggup bersahabat Khaning.
Khaning kesal mendengarnya, Bagaimana denganmu? Kau juga selalu mencari cara biar sanggup berdekatan dengan Minnie?! Jika kamu sanggup bersahabat dengan Minnie, saya juga sanggup bersahabat dengan Nakhun!

Inn tidak suka mendengar hal itu dan menarik Khaning berusaha menciumnya. Khaning melepaskan diri dan menampar Inn. Inn belum mengalah dan menciumnya lagi, Khaning lagi-lagi menamparnya, Inn menciumnya lagi.
Khaning kesal dan memukulnya, kali ini Inn berhasil mendapat tangan Khaning. Khaning menyuruh Inn melepaskannya, ia meronta.
Inn kemudian menariknya, menjatuhkannya ke daerah tidur.

Inn menatap Khaning dan menyentuh keningnya, ia menyampaikan pada Khaning untuk tidak melaksanakan hal menyerupai itu lagi. Ia tidak suka. Ia cemburu.
Inn menyentuh hidung Khaning dengan manis dan hal itu menciptakan Khaning terkejut, tentu saja, Ia tidak pernah berfikir kalau Inn akan cemburu padanya.
Inn menyentuh kepala Khaning dan akan menciumnya, wajah mereka semakin dekat, Khaning hampir menutup matanya, tapi kemudian Inn tidak jadi menciumnya. UGGGGGGGGGGGGGGHHHH.
Ia berdiri dan meninggalkan Khaning yang masih shock. Ia berdiri dan dengan wajah resah menatap kepergian Inn.

Beberapa hari kemudian di istana, Raja terlihat sakit, padahal ia harus menghadiri sebuah pertemuan di Bangkok. Sekretaris menyarankan biar Inn menggantikan Raja dalam pertemuan itu. Ratu setuju, Inn dan Khaning sanggup pergi bersama dan ini akan menjadi pertama kalinya Puteri dan Putera mahkota menghadiri program bersama.
Inn membisu saja, pikirannya kemana-mana. RAja menyuruh Inn fokus alasannya mereka sedang bekerja. Inn menyampaikan pada Raja kalau ia akan pergi sendiri, alasannya belakangan kondisi kesehatan puteri tidak baik.

Dan begitulah, pada kesudahannya Inn berangkat sendirian ke Bangkok. Di hari keberangkatannya, Khaning sebetulnya ingin mengantar kepergian Inn, tapi Inn dingin padanya, ia bahkan tidak bicara sepatah katapun pada Khaning dan hanya melewatinya begitu saja.
Khaning terlihat sedih.

di Bangkok, Inn menghadiri pertemuan itu.
Sementara di istana, Khaning juga sibuk, ia latihan bersama Nakhun untuk menyambut tamu dari luar negeri yang akan tiba ke Bhutin.
Ia latihan menyapa, latihan menciptakan teh dan lain sebagainya.
Tapi tentu saja, ketika sendirian, ia merindukan Inn. Dan begitu juga dengan Inn, tampaknya ia ingin menghubungi Khaning tapi ia mengurungkan niatnya, atau beliau menunggu Khaning yang menghubunginya?
Sementara Khaning juga terlihat menunggu Inn menghubunginya.

Inn mendapat telpon dari Minnie dan Minnie ternyata mengunjungi Inn.
Inn dan Minnie bertemu, dan bertanya kenapa Minnie ada disana. Minnie hanya tersenyum dan tidak menjawab, ia menarik tangan Inn untuk ikut bersamanya.
Sementara dihari yang sama di istana, Khaning, Nakhun dan Ibu Suri menyambut tamu dari luar negeri dan Khaning melaksanakan dengan baik, melayani tamu, menjelaskan ini dan itu. Ia terlihat baik-baik saja. Tapi ketika ia sendiri ia galau lagi.
Khaning ternyata selalu mengirim pesan pada Inn tapi Inn tidak pernah membalasnya. Khaning terlihat sangat sedih dan Nakhun menyadari hal itu.

Sementara itu si orang yang dinantikan kabarnya malah asik kencan dengan mantan pacarnya.
Minnie dan Inn kabur bersama dan menikmati perjalanan mereka di Bangkok, kencan mereka sederhana tapi sweet, sayangnya saya kesal banged T_________T
Minnie beneran touchy banged dan Inn juga nggak menghindar dan malah menikmatinya.
Saat malam, ada wartawan yang melihat mereka dan mengambil foto mereka (aneh banged tiba-tiba ada wartawan disana HAHHHAHA).
Minnie dan Inn kabur dan bersembunyi di suatu tempat. Setelah yakin kalau wartawan itu tak menemukan mereka, mereka sedikit tenang. Tapi posisi mereka sangat dekat, Inn memeluk Minnie. Minnie memakai kesempatan itu untuk mencium Inn tapi kali ini Inn menghindar dan menciptakan Minnie terkejut.
Inn kemudian mengajak Minnie kembali.

Minnie dan Inn kembali ke hotel dimana para pengawal sibuk mencari putera mahkota.
Inn sudah tiba disana dan mendengar itu ia harus berpisah dengan Minnie. Inn akan pergi meninggalkan Minnie tapi Minnie menarik tangan Inn dan menciumnya. UGGGGGGGGGGGGGHHHHHHH, ini si Minnie jurusnya memang bibirnya ya -__-
Inn juga nggak menghindar sama sekali -____-
Minnie bertanya pada Inn apakah mereka masih sama menyerupai dulu, Inn tidak menjawab dan akan meninggalkan Minnie dan Minnie berkata kalau ia tetap sama menyerupai dulu.
Inn tidak menyampaikan apapun dan meninggalkan Minnie. Minnie terlihat sangat terpukul.
Sementara itu seseorang berhasil mengambil foto mereka berdua yang berciuman, orang suruhan ibu Nakhun paling, si Minnie juga tahu kayaknya.

Inn masuk ke kamarnya dan berfikir.
Inn mengingat kenangannya dan Minnie, dan bagaimana Khaning masuk dalam kehidupannya dan menciptakan beliau memikirkan Khaning juga.
YAwloooo Inn masih ragu antara dua perempuan ini LOL. Inn kelihatannya resah dengan perasaannya sendiri.
LOL. Sumpah deh Inn, lu tuh udah nikah lho, bukan pacaran sama Khaning, kalau masih pacaran sih oke-oke aja, kalau udah nikah ya tanggung jawab donk -__-

Hari berikutnya, Khaning masih berusaha menghubungi Inn tapi Inn masih tidak menjawab.
Nakhun tiba menemuinya dan bertanya apakah Kahning lelah sehabis program kemarin. Khaning menyampaikan ia baik-baik saja dan berterimakasih alasannya Nakhun ada bersamanya sepanjang waktu. Khaning merasa kesal dan membandingkan Inn dan Nakhun, Inn tidak pernah ada disaat ia membutuhkannya.
Nakhun tersenyum dan menyampaikan ia tak melaksanakan banyak hal, tapi Khaning menyampaikan baginya apa yang dilakukan Nakhun sangat membantunya. Ia tidak pernah bertemu dengan seseorang yang rela melaksanakan apasaja tanpa imbalan apapun, Nakhun sangat baik padanya.
Nakhun bertanya apakah Kahning berfikir ia melakukannya tanpa menginginkan apapun?
Khaning membenarkan.
Nakhun kemudian berkata, kadang-kadang, sesuatu yang terlihat tanpa alasan sebetulnya punya alasannya sendiri.

 

Khaning tidak mengerti apa maksud Nakhun. Nakhun hanya tersenyum dan menatap Khaning dengan serius, Sebenarnya, orang yang awalnya akan menikah denganmu bukanlah Inn. Jika ayahku tidak meninggal dunia, kamu akan menjadi puteri mahkota-ku.
Khaning terdiam. Nakhun tiba-tiba menggenggam tangan Khaning dan Khaning terkejut. Tapi Khaning berusaha melepaskan tangannya.
Ratree yang tiba melihat hal itu dan kaget juga, ia segera mendekati mereka, memanggil Khaning yang harus mengikuti pelajarannya bersama Ratu.
Khaning mengerti dan permisi, meninggalkan Nakhun.
Nkahun hanya sanggup menatap kepergian Khaning.

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top