Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 12 – Part 2

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 12 – Part 2

—————————————————————————————

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 12 – Part 2


Keesokan harinya, Nakhun mengirim pesan pada Khaning, meminta maaf pada Khaning mengenai kejadian itu, sebab itu hanya kisah lama. Khaning membalas Nakhun tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.
Khaning masih berusaha mengirim pesan pada Inn, tapi Inn masih tidak membalasnya, meski Inn jelas-jelas membaca pesan itu. Khaning benar-benar kesepian.
Nakhun kemudian tiba menemui Khaning dan berusaha menghibur Khaning, menyampaikan kalau inn mungkin sibuk makanya tidak sempat membalasnya.
Nakhun bertanya apakah Khaning duka tidak sanggup ikut bersama Inn, dan Khaning menyampaikan bukan begitu, ia hanya merasa bosan di istana setiap hari.
Nakhun tersenyum dan mengajak Khaning jalan-jalan, tapi Khaning menyampaikan percuma Nakhun bilang begitu, mereka tak sanggup keluar istana. Nakhun menyampaikan ada banyak kawasan bagus di istana, mereka sanggup pergi kesana. Akhirnya Khaning setuju.

Khaning dan Nakhun jalan-jalan berdua disekitar istana. Nakhun membicarakan mengenai ayahnya yang sering mengajaknya bermain disekitaran sana.
Nakhun terus bicara sementara Khaning kelihatannya pikirannya masih pada Inn, ia tak mendengarkan Nakhun jadi Nakhun harus memanggilnya dulu dan mengingatkan kalau ia sedang membicarakan matahari terbenam disana sangat cantik. Ia bertanya apakah Khaning mau kesana.
Khaning beneran kelihatan tak bersemangat, tapi sebab ia juga tak punya kerjaan balasannya ia mengikuti Nakhun. Keduanya berjalan-jalan disekitaran istana, terlihat menyenangkan.

Khaning dan Inn singgah di kawasan menciptakan parfum.  Nakhun menyampaikan kalau Inn sudah punya parfum pribadinya yang dibentuk oleh Khaning tapi Khaning menyampaikan kalau Inn tidak menyukai parfum buatannya sebab aromanya aneh. Nakhun tertawa.
Nakhun berkata kalau itu dia, apapun aromanya, ia akan terus memakainya. Ratree dan 2 dayang lain juga ada disana dan mereka menyampaikan kalau Inn selalu menggunakan parfum itu setiap hari, Inn tidak pernah komplain.
Tentu saja Khaning tidak percaya sebab Inn niscaya terpaksa memakainya. Khaning kemudian bertanya apakah Nakhun ingin mencium aroma parfum buatannya dan ia mengambilkan parfum itu dan Nakhun mencium aromanya.
Khaning bertanya apakah Nakhun menyukainya dan Nakhun menyampaikan kalau aroma itu milik Inn, ia tak boleh memakainya.
Mendengar itu Khaning punya wangsit dan mulai menciptakan parfum aroma lain untuk Nakhun. Nakhun tersenyum melihatnya. Tapi Ratree mengingatkan Khaning kalau Khaning dihentikan mengembangkan orang lain parfum, selain untuk suaminya. Meski Khaning bersikeras, nakhun menolak, Nakhun baiklah dengan Ratree sebab kalau orang lain melihat ini, mereka sanggup salah paham. Nakhun menyampaikan kalau ia senang ia punya aroma parfum sendiri dan ada yang mengembangkan untuknya, itu cukup baginya. Ia mengembalikan parfum itu pada Khaning.
Khaning mengerti.

Keesokan harinya, Khaning masih menunggu pesan dari Inn, tapi Inn benar-benar kejam sebab ia tak juga membalas pesan Khaning.
Khaning bahkan saking kangennya sudah punya sebuah boneka dengan wajah Inn disana. Khaning kesal menatap boneka itu dan berkata, Kau tahu, kamu membaca pesanku tapi tidak memalasnya, itu lebih menyakitkan dari pada kamu tidak membacanya.
Khaning kemudian mendapat telpon dan ia pikir itu dari Inn, sayang sekali itu dari Nakhun dan Khaning seikit kecewa. Nakhun menelpon untuk mengajak Khaning kesuatu kawasan sebab ia tahu Kahning bosan di istana.

Nakhun mengajak Khaning ke sebuah danau di istana. Khaning menyukai kawasan itu, sangat indah.
Nakhun menyampaikan ia selalu tiba kesana ketika ia merasa sedih, ini ibarat kawasan rahasia baginya.
Kahning mengerti, ini sama ibarat Inn yang selalu ke rumah hutan kalau ia sedang sedih/gelisah.
Khaning iri pada mereka yang punya kawasan menyendiri kalau sedang sedih, sementara ia tidak punya.
Nakhun kemudian menyampaikan kawasan itu untuk Khaning, Khaning terkejut tapi kemudian tersenyum. Ia berterima kasih pada Nakhun dan Nakhun tersenyum padanya.
Keduanya menikmati pemandangan danau itu, tanpa tahu ibu Nakhun sedang memperhatian mereka.

Ibu Nakhun tidak menyukai Nakhun erat dengan Kahning, ketika Nakhun kembali ke rumah, ia mengajak Nakhun bicara.
Ibu bertanya pada Nakhun kalau seseorang menyampaikan sesuatu yang penting pada Nakhun tapi ibu tak menyukainya, apa Nakhun masih tetap akan mengambilnya, dan Nakhun menjawab tentu saja tidak.
Ibu bertanya lagi, kalau hal penting itu yaitu sesuatu yang sangat kamu inginkan tapi ibu tak membiarkanmu memilikinya, apa kamu akan tetap mengambilnya?
Nakhun terdiam, ia menunduk dan balasannya menyampaikan ia tak akan mengambilnya. Ibu menyukai jawaban Nakhun dan memeluknya, ia tahu kalau puteranya sangat mencintainya.

Hari berikutnya, Khaning benar-benar bosan di istana, kali ini ia bahkan meminta 3 dayangnya untuk berpose lucu dan ia melukis mereka, tapi ia tetap tak bersemangat.
Ternyata hari itu yaitu hari kepulangan Inn, dan Inn sudah masuk ke dalam, dibelakang para dayang dan dayang nggak tahu Inn disana.
Khaning yang melihat Inn menyuruh Inn berhenti dan para dayang berfikir kalau Khaning bicara pada mereka LOL. Tapi pada balasannya mereka sadar kalau Kahning tidak bicara pada mereka ketika Khaning membahas mengenai Inn yang tak pernah menelponnya.
Inn menatap para dayang dengan satu tatapan dan dayang mengerti kalau Inn meminta mereka pergi.

Inn berjalan mendekati Khaning dan berkata, suamimu pulang ke rumah, kamu niscaya merasa senang kan?
Khaning mencoba cuek. Inn melanjutkan, Aku tahu. Kau sedang menungguku disini.
Khaning menatap Inn dengan kesal dan ber ‘cih’ kemudian meninggalkan Inn, seolah ia sedang berusaha marah. Inn mengikutinya dari belakang ketika Khaning naik tangga, Khaning mempercepat langkahnya dan masuk ke kamarnya, ia mengunci pintu. Di kamar, Khaning nervous banged LOL, sebab ia tertangkap tangan sedang menunggu.

 

Inn di depan pintu kamar Khaning mencoba mengetuk, tapi Khaning tidak membukanya. Inn balasannya berkata, lain kali, kita pergi bersama-sama.
Mendengar hal itu, kemarahan Khaning eksklusif memudar. Ia tersenyum senang, ia mendengar langkah kaki Inn berjalan menjauh dan ia membuka pintu, ia berlari ke arah Inn dan memeluk Inn dari belakang.
Ia meminta Inn berjanji padanya, Inn menjawab dengan menyentuh tangan Khaning dan tersenyum. Inn berjanji. Awwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww.
Hal itu dilihat oleh Nakhun.

Keesokan harinya, Khaning sedang main ponsel ketika Inn tiba mendekatinya dan duduk disampingnya. Suasana agak canggung, tapi kita sanggup melihat masing-masing tersenyum dalam hati #EEEAAAA.
Khaning bertanya lagi untuk meyakinkan, apakah Inn benar-benar berjanji padanya mengenai dilema kemarin. Inn tersenyum dan dengan yakin menyampaikan kalau ia janji.
Khaning senang mendengarnya. Khaning mencoba mengalihkan pembicaraan kawasan apa saja yang dikunjungi Inn dan Inn menunjukkan ponselnya, Inn menciptakan akun instagram dan mengupload foto disana. Khaning terkejut sebab Inn menciptakan akun IG, padahal dulunya Inn tidak ingin membuatnya. Inn menyampaikan kalau insan harus berguru untuk berubah ke arah yang lebih baik HAHAHHAHAH.
Khaning kemudian mengecek username Inn dan mengejeknya sebab username Inn yaitu @inndyyy_
Inn kesal dan mengambil ponselnya kembali. Khaning juga mengambil ponselnya dan meminta pertemanan pada Inn. Dan Inn menerimanya awwww. Khaning yaitu satu-satunya follower dan following Inn ^^
Inn kemudian mengubah pembicaraan mengenai parfum, ia menyampaikan parfumnya sudah habis dan itu yaitu kiprah Khaning untuk membuatkannya lagi dan Khaning mengerti, ia akan mengambilkannya. Khaning bahkan berusaha terlihat anggun di hadapan Inn HAHHAHAHAHAHA.

Tapi ketika Khaning akan pergi, Ratree tiba memberitahukan Khaning kalau ibu suri memanggilnya. Khaning terkejut kenapa tiba-tiba, ia takut ada dilema lagi.
Tapi ternyata ada drama korea gres yang rilis dan Ibu Suri memanggil Khaning untuk menonton bersama HAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA. *Jadi ingat dulu di Princess Hours Ibu Suri nonton My Lovely Samsoon sambil ngakak XD
Inn tertawa mendengarnya, ia menyampaikan pada Khaning untuk pergi, ia akan mengambil parfumnya sendiri. Khaning mengerti dan meninggalkan Inn, tapi Khaning berjalan sambil masih melihat ke belakang, Inn tersenyum melihatnya XD
*Inn ini jarang senyum, jadi sekali senyum rasanya berharga banged XD

Nakhun tiba ke kediaman Inn dan Khaning, sempurna ketika Inn turun dengan botol parfum di tangannya. Nakhun melihat hal itu. Khaning sendiri kembali ke kediamannya sebab beliau lupa membawa snack, dan ia terkejut melihat Inn memegang botol parfum yang ia buat untuk Nakhun.
Khaning terkejut dan meminta Inn jangan khawatir, ia tak tahu kalau ia tak boleh mengembangkan parfum untuk orang lain, tapi ia sudah terlajur membuatnya. Inn terlihat kesal sih, ia menatap Nakhun sambil menyerahkan parfum itu pada Khaning, ia menyampaikan pada Khaning kalau ia tak maslaah dengan hal itu.
Inn meninggalkan Khaning, Khaning berusaha memanggilnya, tapi Inn tidak mendengarkan.

Nakhun akan kembali ke kediamannya ketika Inn memanggilnya.
Keduanya bicara, saling menatap, Inn bertanya apakah Nakhun sangat menginginkan parfum itu?
Nakhun membenarkan, dengan alasan kalau ia menyadari betapa berharganya itu.
Inn menyampaikan pada Nakhun kalau Nakhun tidak akan pernah mendapatkannya, tidak akan pernah.
Inn meninggalkan Nakhun dan Nakhun menatapnya dengan tatapan dendam, Nakhun benar-benar kesal pada Inn.
*hmmmmmm, ini mereka ngomongin parfum sekalian refers nya ke Khaning nih XD

Inn masih murka di kamarnya. Khaning belakang layar membuka pintu dan melihat apa yang dilakukan Inn.
Inn membaca buku. Para dayang gemas melihat Khaning dan mendorong Khaning masuk, Khaning shock. Ia tak sanggup kabur sebab dayang mengunci pintu. Inn membisu saja.
Khaning balasannya mendekati Inn dan menjelaskan wacana parfum itu, ia membuatnya hanya sebagai hadiah saja, ia tak punya tujuan lain, apalagi menciptakan Inn marah.
Inn menutup bukunya dengan keras dan Khaning makin khawatir sebab Inn masih marah.

Inn akan pergi dan Khaning berlari menahannya, meminta Inn jangan murka lagi padanya. Inn membisu saja, Khaning kemudian bertanya, apa kamu cemburu? Kau cemburu?
Khaning malah kesenangan sebab Inn membisu saja, Khaning menggoyangkan badannya dengan manja dan Inn jadi kesal, cemburu? saya tidak cemburu! Kau sanggup melaksanakan apapun yang kamu inginkan.
Khaning masih merasa Inn murka dan meminta Inn jangan murka lagi, ia menyampaikan jari kelingkingnya, mungkin supaya Inn berjanji jangan murka padanya. tapi Inn membisu saja, Khaning kesal dan menyuruh Inn tersenyum, ia bahkan menarik pipi Inn untuk menciptakan wajah Inn tersenyum HAHHAAHAHA. Kata si Khaning sih, senyuman ibarat ini sanggup membuatmu jauh lebih tampan.

Inn memegang tangan Khaning dan mengingatkan Khaning kalau ia tak marah.
Khaning menyampaikan ia tahu Inn marah, sebab tergambar terperinci di wajahnya. Inn makin kesal.
Khaning menjelaskan kalau ia tahu aturannya begitu semenjak awal, beliau tak akan membuatnya. Ada 5000 peraturan di istana dan peraturan parfum itu mungkin no.3761 sementara ia hanya membaca 30 peraturan saja HAHAHHAHAHAHA.
Inn malas berdebat dengan Khaning lagi jadi ia akan pergi, tapi Khaning memegang tangannya dan menahannya, meminta Inn memaafkannya. Ia menggoyang-goyangkan tangan Inn dengan manja.
Inn balasannya menatap Khaning lagi, kalau begitu kamu akan tidur disini malam ini?
Khaning terdiam. Tapi kemudian ia menjawab, kalau kamu memaafkanku saya akan pergi (Khaning nggak punya niat tidur di kamar Inn).
Inn tiba-tiba menarik Khaning ke pelukannya, ia mulai menarik hati Khaning lagi, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Khaning dan Khaning jadi panik dan berusaha melepaskan diri. Khaning menyadari kalau kawasan itu berbahaya dan menyampaikan kalau Inn nggak mau memaafkannya malam ini ia akan lanjut minta maaf besok, Khaning kemudian kabur HAHAHHAHA.
Tapi tentu saja ia tak bisa, sebab pintu dikunci dari luar oleh para dayang. Khaning panik dan meminta dayang membuka pintu. Inn tersenyum melihatnya.

Dan pada akhirnya, mau tak mau Khaning harus menghabiskan malam di kamar Inn. Khaning sudah tiduran dan Inn bersiap tiduran juga. Khaning berusaha mengamankan wilayahnya.
Inn sengaja memeluk boneka Khaning yang menjadi pembatas mereka dan bergeser mendekat ke arah Khaning. Khaning panik dan bergeser menjauh. Inn tidak mengalah dan mendekat lagi, bahkan akan tidur menghadap ke Khaning, Khaning menyerangnya dengan boneka Inn, menyuruhnya menjauh darinya. Ia mengingatkan Inn batas mereka di kawasan tidur.
Inn sengaja menciptakan boneka Khaning melewati batas dan Khaning memukulnya, Inn tak peduli dan terus melewati batas dan Khaning terus memukulnya.
Pada balasannya mereka bermain lempar-lemparan boneka, saling memukul dan tersenyum sepanjang malam.
Khaning tentu saja kalah melawan Inn.

-The End-

Komentar:

CIEEHHHHHH!!!!!
Perang bantal nih yeeee
Inn udah mulai jujur nih ya, nggak nahan-nahan lagi, meski ada beberapa belahan yang dianya masih jaim.
Tapi saya kaget sebab sebagai syarat dimaafkan, khaning harus tidur disana, nggak nyangka Inn bakal bilang begitu, HAHAHAHAHA.
Padahal kalau mereka tidur bareng Inn juga ga sanggup ngapa-ngapain. Tapi Khaning emang cute banged sih, siapa coba yang nggak akan jatuh cinta sama beliau hehhehheheeh.

Nakhun juga udah mulai berani nih menyampaikan perasaan pada Khaning, tapi untung Khaning masih menyadari posisinya sebagai istri Inn dan beliau juga kayaknya nggak menganggap Nakhun lebih dari teman. Tapi tampaknya sih Khaning tahu kalau Nakhun mungkin ada rasa sama dia. Aku takut kalau Ratu tahu kedekatan Nakhun dan Kahning, takutnya beliau nyalahin Khaning, tanpa tahu gimana anaknya diluar sana.
Inn nyebelin banged sumpah, kenapa beliau mau-mau aja kencan sama Minnie gitu, masa hatinya masih bimbang sih, terperinci beliau cemburu sama Nakhun tapi hatinya masih sama Minnie kan aneh. Inn pinter tapi agak bego kalau soal cinta atau gimana sih HAHAAHHAHAHA.
Minnie ini juga, udah nyerah aja, laki orang masa mau diembat, beliau itu bagus banyak yang suka, kenapa harus Inn sih -__-

Aku berharap penulis segera mengakhiri kissu Minnie ini, gila aja tiap beliau muncul kok kerjaannya nyosor aja.
Kalau kita dikasi kissu real OTP sih nggak masalah, masa Minnie jatahnya lebih banyak dari Khaning, kan rasanya gila gitu.
Aku baca komentar-komentar sih udah ada yang banyak drop ini drama gegara porsi Minnie lebih banyak HAHAHHHAA.
Kayaknya di versi Korea Min Hyo Rin meski jahat masih bermartabat gitu, jadi meski beliau ngejar-ngejar Shin, masih terasa beliau itu bukan perempuan rendahan gitu. Kalau Minnie gue angkat tangan deh HAHAHHAHAHAHA.

Pemandangan Bhutin memang bagus banged deh, semoga lebih sering syuting diluarnya untuk selanjutnya, saya suka pemandangan disekitar istana. Meski ini drama pre-produce sih HAHAHHAHAHA.
Aku suka remake thailand ini sebab mereka nggak setengah-setengah, kemewahannya juga terasa banged. Meski masih banyak kekurangan disana sini kalau dibandingkan dengan versi aslinya, tapi versi ini nggak mengecewakan kok, cukup menghibur. Karena Khaning cute banged XD
Inn juga bikin baper sih, meski nyebelin XD

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top