Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 13 – Part 1

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 13 – Part 1

Di Episode 13 ini, apa yang saya takutkan jadinya terjadi juga, foto kissu itu hingga di tangan Khaning. Khaning tentu saja shock ya, padahal sebelumnya mereka mesra berdua, nyebelin banged. Kakak Inn jadinya kembali ke istana, anggun banged. Sayangnya moment abang Inn dan Khaning nggak banyak ya, pengen mereka punya moment bersama^^

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 13 – Part 1

Episode 13 diawali dengan pertemuan ibu Nakhun dan Minnie. Ia memuji Minnie alasannya ialah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. TApi Minnie khawatir Inn akan lebih terluka lagi.
Ibu Nakhun meminta Minnie percaya padanya, alasannya ialah sesuai janjinya, bila Minnie percaya padanya maka Minnie akan mendapat semua yang ia inginkan. Karena ia orang yang akan melaksanakan semuanya, apapun yang ia katakan ia akan melakukannya.
Minnie masih terlihat kahwatir ketika ia meninggalkan ibu Nakhun, sempurna ketika Nakhun datang.
Nakhun tidak mengerti apa yang terjadi, ibunya tidak menjawab ketika ia bertanya, ibu hanya menyampaikan kalau kemenangan mereka semakin dekat.

Ibu menawarkan sesuatu pada Nakhun. Itu ialah foto Minnie dan Inn yang berciuman di Bangkok.
Nakhun kelihatan sangat murka pada Inn dan menyampaikan kalau Inn sangat tidak pantas untuk Khaning.

Sementara itu di istana, Khaning dan Inn sudah baikan. Inn bahkan mau menjadi model untuk lukisan Khaning. Tapi Khaning ternyata tidak melukis Inn, ia malah melukis pangeran dan puteri, ibarat biasanya, tapi kali ini pangerannya sudah mempunyai wajah, tentu saja wajah Inn^^
Khaning menikmati hal ini, apalagi melihat Inn menurut, Inn beneran capek alasannya ialah mereka sudah melaksanakan ini selama 2 jam HAHAHHAHAHAHA. IA menyampaikan ia tak punya waktu bermain ibarat ini, tapi Khaning menyampaikan kalau lukisannya nggak bagus ini semua salah Inn alasannya ialah bergerak terus.
Khaning memakai kesempatan ini untuk menarik hati Inn dengan menyuruhnya diam, kepala Inn agak kekiri, agak ke kanan, kebawah, keatas HAHHAHAHAHA. Inn beneran nurut semua yang dikatakan Khaning dan Khaning makin menikmati hal itu.

Saat mereka sedang asyik, seorang gadis tiba mendekati mereka, ia tersenyum melihat keduanya dan berkomentar kalau ia tidak tahu Inn orangnya jadi penurut begini.
Khaning dan Inn segera melihat siapa yang datang. Khaning tidak mengenalnya. Inn sendiri tersenyum melihat gadis itu dan memanggilnya ‘kakak’. Khaning berfikir keras dan jadinya mengerti kalau itu ialah abang perempuan Inn, dan pribadi memanggilnya puteri.
Kakak Inn menyapa Khaning dan menyampaikan kalau ia pribadi menemui mereka sebelum bertemu Ibu Suri, Raja dan Ratu.

Inn mendekati kakaknya dan Khaning panik, alasannya ialah dari sisi itu Inn sanggup melihat lukisannya. Khaning pribadi menutupi lukisannya. Inn curiga dan berusaha melihatnya, tapi abang Inn membantu Khaning dengan menahan Inn heheehehhe.
Ia menyuruh Khaning bergabung dengan mereka sehabis membereskan semua itu dan menarik Inn bersamanya, sementara Inn masih terus berusaha melihat lukisan Khaning dan Khaning hanya tertawa mengiyakan sambil menutupi lukisan dengan tubuhnya wkkkwkwkwkwk.

Kakak Inn berjulukan Puteri Leelawadee, ia gres pulang dari luar negeri dan menemui keluarganya, nenek sangat merindukannya. Ibu juga memeluk puterinya dan menyampaikan kalau puteri niscaya sudah bertemu dengan puteri mahkota. Puteri Leelawadee menyampaikan kalau puteri mahkota sangat cute dan menurutnya Khaning sangat cocok bersama Inn.
Tentu saja Inn membantah akan hal itu HAHHAHAHAHA. Khaning tiba kemudian dan hanya memandangi Inn.
Ibu Suri bertanya mengenai lukisan Khaning dan Khaning menyampaikan sebentar lagi selesai.

Keluarga kerajaan berkumpul dan Nakhun & ibunya bergabung menyapa puteri.
Outeri tidak tertarik pada ibu Nakhun, ia hanya tertarik menyapa Nakhun, ia memeluknya.
Nakhun menyampaikan puteri tak bilang padanya kalau akan pulang dan puteri juga menyampaikan kalau ia bahkan tak menyangka kalau Nakhun akan ada diistana ketika ia pulang.
Raja berkomentar pada puterinya, ia harap puteri akan tetap diistana dan jangan bepergian lagi. Puteri menyampaikan kalau ia tak sanggup menawarkan tanggapan pada ayahnya, alasannya ialah siapa tahu nanti ia akan pergi lagi.
Inn kelihatan iri dan berkomentar betapa menyenangkannya kakaknya sanggup pergi kemana pun yang kakaknya inginkan. Inn memang menyampaikan dengan senyuman tapi seolah menyinggung HAHAHHAHAH.

Keesokan harinya, Ratree melihat sesuatu di internet dan kelihatan sangat Khawatir, ia terus menghela nafas.

Khaning masuk ke kamar Inn untuk membangunkannya, alasannya ialah Inn belum bangun juga, padahal mereka akan ke kampus.
Ia mencoba membangunkan Inn tapi Inn tidak bangun, jadi ia naik ke daerah tidur Inn dan melihat Inn tidur nyenyak. Khaning berkomentar kalau ia gres tahu menjadi putera mahkota itu ternyata sangat melelahkan, ia gres tahu akan hal itu ketika Inn tidak di rumah.
Khaning menatap Inn dan mendekat padanya, inn ternyata nggak tidur dan menyadari hal itu, jadi ia berbalik sambil menutup wajahnya dan meminta Khaning membiarkannya tidur sebentar lagi. Khaning kesal mendengarnya hingga Inn menyampaikan kalau mereka berdua sangat lelah dengan semua ini, jadi mari istirahat sebentar lagi.
Khaning tersenyum mendengarnya dan menyampaikan kalau ia akan membiarkan Inn tidur sebentar lagi dan ia akan menunggu di luar, dan mereka sanggup ke kampus bersama-sama. Ia bahkan menyuruh Inn bersemangat dan bertepuk tangan di akrab indera pendengaran Inn HAHAHHAHAHA.

Khaning sangat ribut jadi Inn berbalik dan memegang tangan Khaning dan menarik Khaning untuk ikut tidur bersamanya. IA menyampaikan ia ingin tidur sebentar lagi.
Inn menarik Khaning mendekat padanya dan memeluknya. Khaning membisu saja dan menatap wajah Inn yang cukup akrab dengannya. Ia kemudian tersenyum dan ikut tidur bersama Inn.

Ratu tiba-tiba masuk ke kamar Inn dan melihat keduanya. RAtu kelihatan sangat marah.
Khaning panik dan segera bangun menjauh dari Inn dan merapikan wajahnya. Inn duduk dan resah apa yang terjadi, tapi tampaknya ini sangat serius.
Ratu meminta Inn segera menemui Raja dalam 5 menit.

Ternyata isu mengenai Inn dan Minnie kencan berdua di Bangkok sudah menyebar ke media. Tapi fotonya hanya foto mereka pegangan tangan, bukan yang bab kissu.
RAja tentu saja sangat murka pada Inn, ia sudah mempercayakan kiprah ini pada Inn sebagai penggantinya, bagaimana Inn sanggup melaksanakan hal serius ibarat ini. Ratu khawatir alasannya ialah ini akan mensugesti status Inn sebagai putera mahkota. Kakak Inn juga khawatir dan meyakinkan kalau tidak ada apa-apa antara Inn dan gadis itu.
Raja menyampaikan meski tidak ada apa-apa diantara mereka, tapi isu sudah tersebar dan publik percaya akan hal itu. RAja bertanya siapa perempuan itu dan Inn menyampaikan kalau gadis itu hanya temannya. TApi Raja tak percaya, kalau cuma sobat kenapa si gadis sanggup muncul di daerah dimana Inn ada.
Ibu Suri lebih mengkhawatirkan puteri, apakah puteri sudah tahu akan hal ini. RAtu menyampaikan kalau puteri belum tahu, melihat bagaimana mereka pagi ini.
Raja menyampaikan kalau Inn harus menuntaskan duduk masalah ini sendiri dan memberi tahu puteri mengenai hal ini sendiri. Dan lagi ia memerintahkan keduanya untuk tidak keluar istana sementara waktu.
Inn membisu saja.

Khaning masih menunggu Inn yang menemui Raja, Khaning benar-benar belum tahu mengenai isu itu, ia senyam senyum menunggu Inn.
Tapi ia kemudian mengambil ponselnya alasannya ialah bosan dan terkejut melihat isu yang tersebar.
Inn tiba mendekati Khaning dan Khaning hanya menatapnya dengan tatapan tak percaya.
Khaning berlari meninggalkan Inn tanpa sepatah katapun, Inn berusaha memanggilnya, Khaning tidak peduli.

Berita dengan cepat tersebar di SNS dan TV mengenai kencan belakang layar Inn dan Minnie, tentu saja identitas Minnie pribadi dibahas sebagai salah satu atlet Bhutin, bahkan mereka tahu kalau keduanya sudah menjalin kekerabatan semenjak Inn sekolah di luar negeri.  TApi tentu saja media menyampaikan kalau mereka hanya sobat dan tak ada yang serius.
Tapi wartawan tidak mengalah dan mulai mendatangi kampus untuk menunggu Inn atau Minnie atau Khaning. Minnie yang dalam perjalanan ke kampus pribadi dibajiri wartawan dengan pertanyaan mengenai Inn, apa kekerabatan mereka, bagaimana mereka bertemu, kenapa Minnie ada disana dan lain sebagainya. Minnie berusaha kabur dari kejaran wartawan.

Sementara itu ibu Nakhun puas dengan hal ini, alasannya ialah efeknya ternyata lebih besar dari yang mereka bayangkan. Ia menelpon Phakin untuk mengucapkan terimakasih, alasannya ialah tak usang lagi isu jelek Inn tak akan sanggup dibendung oleh kerajaan. Seiring berlalunya waktu, pangeran dan puteri akan dibenci oleh rakyat, dan itulah harapannya.
Nakhun ada disana mendengarkan ibunya bicara di telpon dan ia sangat khawatir. Ibu memperhatikan mulut NAkhun dan ibu kelihatan kesal alasannya ialah ia tahu kalau NAkhun mengkahwatirkan Khaning.
Ia menyampaikan pada Nakhun kalau Nakhun menjadi putera mahkota, akan ada banyak gadis yang mengantri untuk Nakhun, sebaiknya Nakhun melupakan Khaning.
Tentu saja Nakhun tidak sanggup membantah, tapi hatinya juga menyampaikan kalau ia tak akan sanggup melupakan Khaning, alasannya ialah hanya Khaning yang ada di hatinya.

Minnie stress dengan isu yang sudah beredar dan ia ada di gym pamannya, melaksanakan yoga. Phakin tiba mendekatinya. Minnie menyampaikan big news ibarat ini, ia sebaiknya tidak keluar, alasannya ialah kalau ia keluar maka orang-orang akan menyalahkannya.
Phakin mengingatkan Minnie, kalau Minnie bersembunyi ibarat ini, orang-orang hanya akan menganggap Minnie sebagai selir/selingkuhan, tapi kalau Minnie memperlihatkan diri di publik tanpa malu, maka orang-orang akan mengakui kalau Minnie ialah cinta sejati Inn.
Minnie terdiam, ia berfikir.

Dan keesokan harinya, Minnie tiba ke kampus tanpa aib atau bersembunyi, ia berjalan dengan penuh percaya diri meski semua orang menatapnya sambil bergosip, ia tak peduli.
Minnie bertemu dengan 3 serangkat sobat Khaning dan melabraknya, Mereka murka pada Minnie dan menyuruh Minnie berhenti berusaha menangkap Inn, apakah Minnie segitu inginnya menjadi puteri mahkota hingga merebut suami orang. Mereka menyampaikan orang ibarat Minnie hanya sanggup menjadi puteri dalam drama TV, tidak di dunia nyata. Mereka mengancam Minnie untuk berhenti mendekati Inn.
Minnie menyampaikan kalau ini bukan urusan mereka bertiga, ini ialah masalahnya dan Inn.
Si beling mata kesal mendengar Minnie dan mendorongnya hingga Minnie jatuh ke lantai. 2 sobat yang lain shock, alasannya ialah biasanya si kacamata paling kalem diantara mereka.
Si beling mata menyampaikan pada Minnie untuk tidak menciptakan Khaning sedih lagi, kalau Minnie tetap melakukannya, mereka sanggup berbuat berangasan pada Minnie.
Hooooo, si beling mata mengesankan, 2 temannya bahkan kagum padanya wkwkkww. Minnie membisu saja. Teman Inn tiba menolong Minnie. Minnie kelihatan sangat kesal dan hampir menangis.

RAja bertemu dengan sekretaris, sekretaris menyampaikan kalau mereka tak sanggup menghentikan isu yang menyebar. Raja resah apa yang harus mereka lakukan untuk mengatasi duduk masalah ini.
Sekretaris punya ide, kampus Khaning dan inn akan mengadakan program photo exhibition dan ia menyarankan Khaning dan Inn untuk pergi kesana berdua. Mungkin ini sanggup sedikit mengurangi gosip mengenai Inn dan Minnie. Raja berfikir dan ia tampaknya setuju.

Minnie di gym pamannya, ia menangis. Phakin kesal melihat Minnie menjadi lemah ibarat itu.
IA bertanya apa yang Minnie dapatkan dengan menangis ibarat ini, air mata hanya untuk mereka yang kalah.
Paman Minnie memaksa Minnie untuk melepaskan emosinya dengan bertarung melawannya. Tapi Minnie benar-benar kehilangan semangatnya dan ia bahkan tidak melawan, menciptakan pamannya kesal dan bahkan mendorong Minnie dan memukulnya.
Ia menyampaikan bila itu dirinya, kalau ia kalah, maka ia akan meninggalkan sebuah ingatan yang tidak terlupakan.
Ia menyuruh Minnie untuk bangkit. Minnie memperlihatkan wajah dendamnya yang amat sangat. Akhirnya ia berdiri kembali.
Zzzzzzzzzzzz, paman macam apa ini? Kenapa segitunya sama ponakan sendiri, mendukung untuk berbuat jahat -__-

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top