Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 14 – Part 1

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 14 – Part 1

Padahal ahad kemudian saya sudah menulis dengan terperinci kalau saya akan terlambat menciptakan sinopsis episode 14 dan 15, tapi masih tetep aja ya banyak yang nanya HAHAHHAHAHA.
Aku juga nggak nonton dan gres nonton ketika menciptakan sinopsis ini, meski spoiler udah bertebaran dimana-mana sih LOL.
Di Episode 14 ini permasalahan Khaning dan Inn semakin menjadi, Khaning bahkan hingga minta diceraikan. Meski Inn menolak tapi alasan Inn itu malah menciptakan Khaning semakin kesal T__T

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 14 Bagian 1

Khaning tampaknya memang menghilang dan Nakhun yang menemukannya pertama kali, Khaning ada di istana hutan.
Nakhun terlihat Khawatir dan duduk disamping Khaning bertanya kemana saja dia. Khaning menyampaikan ia pergi ke banyak tempat, ia mengingat kembali kenangan sebelum ia menjadi puteri mahkota dan menyadari kalau selama waktu berlalu, dirinya jadi banyak berubah. Ia bukanlah dirinya yang dulu lagi.
Hal ini menciptakan Khaning duka dan menangis. Nakhun menatapnya, mencoba menghapus air mata Khaning yang mengalir di pipinya. Khaning sedikit kaget alasannya yakni Nakhun menyentuhnya dan ia mencoba menghindar, menepis tangan Nakhun, tapi Nakhun tidak mau, dan malah menyentuh pipinya yang lain.

Inn ternyata tiba ke daerah yang sama dan melihat hal itu, ia panik dan segera menjauhkan Nakhun dari Khaning, Ia melempar Nakhun. Khaning mencoba menahan Inn. Nakhun terlihat murka pada Inn. Inn mengingatkan Nakhun, tadi ia sudah mengingatkan kalau Nakhun melihat puteri, maka Nakhun harus membawanya kembali ke istana.
Khaning mencoba membela Nakhun dan menyampaikan kalau Nakhun gres saja tiba. Inn menepis tangan Khaning yang memegang lengannya dan bertanya apa yang gres saja ia lihat. Kau ingin saya mempercayainya?
Khaning menatap Inn dengan tatapan tak percaya alasannya yakni Inn meragukannya.

Nakhun yang mendengar hal itu menjadi kesal, ia mendekati Inn dan berkata, Aku tak tahu apa yang kamu lihat dan yang kamu pikirkan, tapi meskipun saya benar melaksanakan apa yang kamu pikirkan itu, Itu yakni hakku.
Inn jadi kesal dan  memukul Nakhun. Inn memukul Nakhun 2 kali, Khaning mencoba menghentikan Inn tapi Inn menepisnya. Nakhun juga nggak mau kalah dan memukul Inn hingga terjatuh.
Khaning mencoba menghentikan keduanya dan mengingatkan Nakhun kalau Nakhun tidak punya hak melaksanakan hal itu. Nakhun terkejut.
Khaning juga menatap Inn dengan tatapan kecewa alasannya yakni perilaku Inn, dan Khaning memutuskan meninggalkan mereka berdua.
Inn mengejarnya meninggalkan Nakhun yang masih shock.

Nakhun kembali ke istana dan terlihat sangat sedih, ia menangis. Ibunya melihat Nakhun yang terluka dan kilatan dendam kembali terlihat di matanya.
Ia menyentuh tangan puteranya dan menyampaikan ia tahu apa yang selama ini ia lakukan untuk Nakhun, antara tahta yang seharusnya milik Nakhun dan gadis yang tak pernah menyayangi Nakhun, mana yang akan ia pilih?
Nakhun membisu menatap ibunya. Ia tak bisa menjawab.

Khaning kembali ke istana, ia masih sangat murka dan Inn mengejarnya. Inn mencoba menghentikan Khaning dan memegang tangannya. Khaning menyuruh Inn melepaskannya, tapi tentu saja Inn tidak mau dan Khaning berusaha melepaskannya sendiri.
Inn menebak Khaning murka alasannya yakni foto itu dan menyuruh Khaning melupakannya. Khaning kesal dan berkata, melupakannya? meskipun suamiku berciuman dengan perempuan lain?
Khaning melepaskan tangannya dari genggaman Inn dan Inn menyampaikan kalau itu bukan hal yang sebenarnya, apa yang terlihat di foto itu. Khaning tentu saja tidak percaya dan bertanya, kemudian apa yang sebenarnya?
Inn meminta Khaning berhenti membicarakan orang lain. Khaning bertanya, apakah Minnie itu orang lain diantara mereka?
Inn menyampaikan kalau Minnie hanyalah masa lalu. Tapi Khaning tidak percaya dan meninggalkan Inn. Inn menahannya lagi.

Khaning mencoba melepaskan diri, tapi Inn terlalu besar lengan berkuasa memegang tangannya, Inn menyampaikan kalau Khaning dilarang menjauh darinya.
Khaning tidak peduli dan menyuruh Inn melepaskannya alasannya yakni kini ia mengerti kalau tidak ada orang yang berarti bagi Inn. Inn terkejut mendengar hal itu. Khaning berusaha melepaskan diri lagi tapi Inn makin besar lengan berkuasa menahannya. Khaning benar-benar membenci Inn ketika ini dan berusaha keras melepaskan diri, tapi Inn menariknya makin mendekat dan balasannya memeluk Khaning.
Inn mencoba memberikan perasaannya melalui pelukan itu, tapi tentu saja Khaning tidak mengerti.
Khaning menyampaikan pada Inn lebih baik mereka bercerai saja, alasannya yakni meski 1 atau 2 tahun, Inn tidak akan pernah mencintainya. Khaning menangis.
Tapi Inn menolak, ia tidak akan pernah menceraikan Khaning.
Khaning tidak mengerti kenapa Inn melaksanakan ini padanya, ia bertanya apakah Inn akan terus memaksanya menyerupai ini?

Inn balasannya melepaskan tangan Khaning. Inn mencba menatap Khaning angsung ke matanya dan menunjukkan hatinya. Tapi Khaning terlalu sakit hati dan akan meninggalkan Inn. Inn mengejarnya dan memeluk Khaning dari belakang dengan lembut. Khaning terkejut.
Inn berkata, KAu masuk dalam kehidupanku dan menciptakan hidupku berantakan. Dan kini saya sudah terbiasa dengan semua itu. Jika kamu menghilang begitu saja, Aku tidak akan utuh lagi.
Khaning gundah apa maksud Inn, ia berusaha menatap Inn, tapi tentu saja tak bisa alasannya yakni Inn ada di belakangnya. Khaning tidak menyampaikan apapun, Inn tidak melepaskan pelukannya, ia menyandarkan wajahnya ke kepala Khaning sambil menutup matanya, berharap Khaning mengerti perasaannya.

Ibu Nakhun bertemu dengan Ibu Suri, Raja, Ratu dan Puteri Leelawadee. Ia ingin mengundang mereka ke program pertunjukan universitas itu sebagai tamu istimewa. Ibu Suri sangat sepakat alasannya yakni ia ingin melihat Inn berperan diatas panggung.
TApi Ratu menyampaikan kalau Raja tampaknya belum tahu siapa gadis yang dipasangkan dengan Inn dan Raja bertanya siapa. Ratu menyampaikan beliau yakni sahabat putera mahkota Inn yang sedang digosipkan dengan Inn dan puteri menyampaikan kalau itu akan menjadi dilema besar, mereka mustahil akan membiarkan hal itu, mengingat keadaan sekarang.
RAja bertanya apakah ibu Nakhun bisa mengganti pemain film wanitanya dan Ibu Nakhun benar-benar terlihat sangat kesal alasannya yakni ia juga tidak bisa menolak hal itu, apalagi ketika Ratu menyampaikan Ibu Nakhun kini yakni anggota kerajaan, jadi ibu Nakhun harus bisa menjaga nama baik Bhutin, kalau tetap memakai gadis itu, harusnya Ibu Nakhun mengerti apa yang akan terjadi.
Ibu Suri sendiri menyampaikan kalau mencari penggantinya bukanlah masalah, alasannya yakni mereka punya puteri mahkota, ia pikir akan sangat baik kalau Khaning yang menjadi pasangan Inn. Tentu saja yang lain sangat setuju, Ibu Nakhun tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya.

Ibu Nakhun kembali ke kediamannya dengan sangat emosi, alasannya yakni RAtu menantangnya tadi dan bahkan mempermalukannya di depan raja. Ia sesak nafas saking kesalnya.
Tapi menurutnya ini yakni hal yang baik, alasannya yakni kemenangan mereka akan jadi membosankan kalau sesuai rencana. Ibu Nakhun kembali menunjukkan dendam mendalam pada tatapannya.

Keesokan harinya, Khaning dan Inn berangkat ke kampus. Mereka berjalan berdua, menyerupai biasa Inn ada di depan, jadi ketika Inn berhenti, Khaning tidak memperhatikan dan menabrak Inn. Khaning kesal alasannya yakni Inn selalu begini.
Mata Inn terpaku pada sesuatu dan Khaning gundah kenapa Inn tidak lanjut berjalan. Khaning mengikuti arah mata Inn dan shock melihat poster stage play sudah diganti dengan Inn dan dirinya. Apalagi mereka juga melihat poster Inn x Minnie sebelumnya dibawa keluar.
Khaning cukup kaget, tapi Inn kelihatan biasa aja.

Minnie hari itu tiba ke kampus dan gundah melihat orang-orang berkumpul di hadapan poster dan terkejut melihat Inn dan Khaning di poster itu.
Mahasiswa yang lain memuji Khaning sangat manis dan sangat harmonis dengan Inn, menciptakan Minnie jadi kesal dan panas, ia meninggalkan daerah itu.

Minnie ada di loker menunggu Inn, tampaknya ia menghubungi Inn untuk menemuinya.
Minnie kelihatan sangat menderita, begitu Inn tiba , ia menyampaikan kenapa mereka sangat keterlaluan padanya. Ia hanya ingin satu panggung dengan Inn tapi kenapa meeka tidak membiarkannya.
Inn menyampaikan kalau ini hanyalah peran. Minnie memegang tangan Inn dan menyampaikan kalau ini bukan hanya tugas baginya, ini yakni hal yang Inn sukai dan ingin Inn lakukan, ini yakni cita-cita Inn, dan ia ingin menjadi bab dari cita-cita Inn.
Minnie menangis dan meletakkan tangan Inn di pipinya. Inn membisu saja, ia perlahan menarik tangannya dan melepaskannya. Minnie terkejut dan menggeleng.

Minnie berkata, kamu mengizinkan gadis itu untuk berpartisipasi dalam impianmu, itu artinya kamu sudah jatuh cinta padanya, bukan?
Inn membisu saja, melihat reaksi Inn, Minnie menggeleng. Inn meminta maaf, Inn akan meninggalkan Minnie tapi Minnie tidak mau dan memeluk Inn dari belakang.
Minnie menangis menyampaikan ia tak mau mendengarkan usul maaf Inn. Ia ingin Inn tetap mempunyai perasaan yang sama padanya, menyerupai dulu. Minnie terus memangis dan memohon pada Inn.
Tapi Inn tidak bisa kali ini, ia melepaskan pelukan Minnie dan meninggalkan Minnie tanpa menoleh kebelakang, sedangkan Minnie terus menangis dan menangis memanggil Inn.
*BAGUUUUUSSSSSSSSSSSSS!!! AHHAHAHAHAAHAH XD

Khaning dan Inn berlatih untuk pementasan itu. Mereka mulai dengan adegan pertemuan puteri dan pangeran, sutradara menyampaikan ia ingin menunjukkan adegan yang manis pada pertemuan pertama mereka, menyerupai pertemuan pertama bekerjsama puteri dan pangeran.
Khaning berfikir dan mengingat pertemuan pertama ia dan Inn yakni ketika ia menyemburkan air ke wajah Inn HAHAHAAHAHA. Inn menatap Khaning dengan kesal alasannya yakni membocorkan hal itu dan sutradara tidak percaya (wajahnya agak gimanaaaa gitu wkkwwkwk) dan gundah akan mulai dari adegan yang mana LOL.
Mereka terus bolak balik naskah dan Inn menyampaikan sarannya, bagaimana kalau mereka mulai dengan adegan cinta.
Mendengar hal itu, Khaning panik dan tentu saja menolak. Tapi Inn sudah nggak sabar lagi HAHAHAHAHAHAHA.

Inn dan Khaning mulai latihan adegan romantis. Khaning sangat kaku, Inn menariknya mendekatinya, menguncinya dalam pelukannya dan mencoba menciumnya perlahan.
Sutradara terbawa suasana adegan ini dan bahkan memonyongkan bibirnya HAHHAHHAHAA.
Inn makin mendekatkan wajahnya untuk mencium Khaning, Khaning semakin panik dan pada balasannya ia memalingkan wajahnya, menciptakan sutradara sangat kecewa alasannya yakni mereka hampir hingga ke adegan inti tapi malah nggak jadi wkwkwkwkkwkw.
Minnie rahasia melihat mereka latihan dan ia menangis.

Minnie pulang bersama pamannya. Ia menyampaikan kalau ia kalah dan pamannya tertawa, alasannya yakni itu tidak membanggakan sama sekali.
Minnie berkata kalau ia latihan keras, ia melaksanakan semuanya tapi semua orang tiba-tiba menyalahkannya, bahkan orang-orang lupa kalau ia pernah disini.
Pamannya menghapus air matanya dan berkata bila Minnie tidak ingin dilupakan, maka Minnie harus berusaha lebih keras lagi, bukan hanya menangis, bila ingin maju, maka harus berjuang.

Khaning sendiri latihan dengan keras untuk adegannya di pementasan itu, tapi Khaning memang lamban soal hal beginian. Ia bahkan tidak bisa menari dengan baik, badannya sangat kaku, bahkan tiaranya hingga jatuh. Ia lupa dialog, padahal sudah dituliskan di lengannya, ia juga lupa urutan adegan dan bahkan lupa meninggalkan sepatunya ketika pukul 12 malam.
Sementara itu, Ibu Suri menonton latihan puteri mahkota dan asik tertawa alasannya yakni Khaning sangat lucu, ia bahkan berfikir kalau ini yakni drama komedi, ia sangat menikmatinya HAHAHAHAHAH.
Khaning cemberut alasannya yakni nenek menggodanya lagi. Dayang juga gundah apa yang harus mereka lakukan, alasannya yakni Khaning sudah latihan selama satu ahad tapi belum bisa mengingat apapun.
Khaning menghela nafas dan menyampaikan itu alasannya yakni ia tidak dilahirkan untuk menjadi artis. Ini terlalu sulit baginya. Ibu Suri menyuruhnya mencoba lagi, alasannya yakni semuanya akan baik-baik saja. Ia akan tiba melihat Khaning latihan setiap hari alasannya yakni ini sangat lucu.

Khaning menyampaikan bila ia punya setengah kemampuan Inn, ia niscaya akan bisa mengingat semuanya.
Nenek menyampaikan setiap orang diciptakan dengan kemampuan yang berbeda-beda, kalau Inn bertanding melukis dengan Khaning, Inn juga tak akan bisa menang melawan Khaning.
Tiba-tiba nenek jadi ingat, dimana Inn dan Khaning menyampaikan Inn sibuk dengan jadwalnya jadi ia tak ingin mengganggu Inn.
Khaning terlihat sangat duka alasannya yakni hal itu.

Inn sendiri sedang mengirim pesan ke grup chat teman-temannya, mungkin ia mengkhawatirkan Minnie tapi ia tak ingin chat pribadi. Sayang sekali nggak ada subtitlenya, Inn mengirim pesan apa.
Nenek kemudian tiba menemuinya dan bertanya apa yang sedang Inn lakukan. Karena Inn menyampaikan ia tak sedang sibuk, nenek membawanya untuk melihat sesuatu.
Nenek meminta Inn melihat ke suatu daerah dan bertanya apa yang Inn lihat disana. Disana kita melihat Khaning sedang latihan dansa bersahabat air mancur.
Dan Inn menjawab yang ia lihat yakni air mancur HAHAHAHHAAHAHAHHA.
Nenek kecewa dan menyampaikan kalau itulah dilema Inn, hati menginginkan sesuatu tapi Inn selalu melaksanakan hal lain. Nenek meminta Inn melihat puteri yang latihan begitu keras meskipun ia tak cukup bagus. Nenek ingin Inn membantu Khaning, pertunjukannya akan menjadi tepat bila mereka berdua berusaha bersama.
Inn menyampaikan meskipun pertunjukan ini berjalan lancar, tidak akan ada yang menyadarinya, terutama ayahnya.
nenek menyampaikan bila Raja tidak menyadarinya, beliau tak akan berencana tiba ke sana. Nenek ingin Inn menganggap ini kesempatan bagus, menunjukkan pada ayahnya, melaksanakan hal yang ia sukai dihadapan ayahnya, alasannya yakni ini yakni momen yang langka. Nenek menyampaikan hanya dengan memikirkannya, ia sudah merasa senang.
Inn mengerti.

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top