Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 15 – Part 1

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 15 – Part 1

Episode 15 ini mulai banyak romantisnya, seneng banged kesudahannya Inn sedikit mengerti rasa kesepian Khaning. Tapi tetep aja si Inn menciptakan istrinya ragu. Tapi Khaning orangnya memang gampang badmood dan gampang baperan juga. Padahal saya pikir masalahnya akan berakhir di. episode 15 ini, ternyata…..

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 15

Episode 15 dimulai dengan adegan selesai pementasan dimana Inn dan Khaning berciuman, semuanya menikmati pementasan dan merasa kalau itu romantis, hanya Nakhun yang tidak tersenyum.
TApi kemudian terjadi sesuatu di selesai pementasan, dimana Minnie tiba-tiba muncul dengan pisau dan bunuh diri disana. Semuanya terkejut, Minnie pingsan, Inn menolongnya dan Khaning panik menutup mulutnya.
Penonton juga shock, sementara ibu Nakhun tersenyum menang.
Inn berteriak pada semuanya untuk segera memanggil ambulance.

3 teman khaning yang selesai menonton pertunjukan jadi khawatir, mereka bertanya-tanya apakah Minnie beneran ingin mati. Mereka bahkan menyampaikan kalau Minnie sangat berusaha untuk dicintai dan ia menghargainya.
Teman Khaning yang pakai beling mata sangat kesal mendengar mereka, ia menyampaikan kalau orang ingin mati tidak akan melaksanakan hal menyerupai ini.
Dan ketiganya malah mengambil kesimpulan kalau itu hanya sebuah akting HAHAAAHAHA.

Minnie di rumah sakit, pamannya terlihat menyesal. Begitu Minnie terbangun, ia pribadi meminta maaf, ia tak menyangka ibu Nakhun akan memberi Minnie pisau, ia meminta maaf alasannya yaitu menciptakan Minnie begitu tersakiti.
Minnie menyampaikan kalau sakit di badannya bukanlah masalah, tapi sakit di hatinya sangat menyakitkan. Minnie menangis, ia masih belum dapat melepaskan Inn.
Pamannya memeluknya dan meminta maaf. Minnie menangis lagi.

Di istana, Inn kelihatan sangat khawatir, Khaning melihatnya. Ia duduk di erat Inn dan bertanya bagaimana keadaan Minnie.
Inn menyampaikan kalau Minnie sudah sadar dan ia akan menjenguknya di rumah sakit.
Khaning tidak dapat menyampaikan apa-apa, ia juga tidak menahan Inn. Ia sangat khawatir.

Di rumah Khaning, Khanong menyidik gosip mengenai Minnie yang bunuh diri. Ibu menyampaikan jikalau apa yang dilakukan pangeran menyerupai gosip yang beredar, menurutnya pangeran tidak pantas melakukannya. Ayah menyampaikan kalau itu hanya gosip, pangeran mustahil melakukannya (Kayaknya sih mendua).
Khanong menyampaikan kalau di twitter orang-orang bergosip, Minnie yaitu mantan pacar Inn. Sepertinya Khanong memanggil Inn dengan bahasa tidak sopan lagi, dan menciptakan ayah murka biar Khanong jangan keseringan menggunakan bahasa gaul.
Ibu kesal alasannya yaitu keduanya bertengkar alasannya yaitu duduk masalah yang tidak penting sama sekali.

Inn menemui Minnie di rumah sakit. Inn bertanya kenapa Minnie melaksanakan itu dan Minnie menyampaikan kalau ia bahkan tidak percaya kenapa ia melaksanakan hal menyerupai ini. Ia menyampaikan kalau ia hanya ingin Inn tahu kalau ia sangat menyayangi Inn.
Minnie menyentuh tangan Inn dan bertanya apakah Inn dapat melihat cintanya.
Inn membisu saja. Minnie bertanya lagi bagaimana dengan perasaan Inn, apakah Inn masih miliknya?
Inn menyentuh tangan Minnie dan menyampaikan kalau ia peduli pada Minnie, Minnie senang mendengarnya. Inn menyampaikan ia tidak ingin Minnie melaksanakan hal menyerupai ini, alasannya yaitu apa yang Minnie lakukan tidak akan mengubah apapun.
Inn melepaskan tangan Minnie dan menyampaikan semoga Minnie cepat sembuh, Inn meninggalkan Minnie. Minnie menangis sedih, Inn benar-benar sudah berubah.

Terjadi pertemuan mendadak di istana, mengenai rakyat yang meminta penggantian putera mahkota. Khaning yang kebetulan lewat sana, belakang layar mendengarkan dan ia terkejut.
Ratu terkejut alasannya yaitu kebenaran belum terungkap bagaimana mereka sudah menyalahkan putera mahkota menyerupai ini.
Hal ini masih di diskusikan dan belum ada keputusan, tapi keadaan ini sangat membahayakan posisi Inn.
Raja mengerti akan hal itu dan ia tak keberatan dengan keputusan apapun yang dibuat. Ratu terkejut alasannya yaitu suaminya tidak dapat melaksanakan apapun. Raja menyampaikan menjadi seorang raja butuh pertolongan rakyat, kalau rakyat tidak yakin dengan putera mahkota, mereka tak dapat melaksanakan apapun.
Khaning sangat khawatir mendengarnya. Inn tidak menyampaikan apapun dan meninggalkan mereka. Khaning khawatir melihat Inn dan memutuskan mengejarnya.

Khaning menahan Inn dengan memegang tangannya, meminta Inn tenang.
Inn meminta Khaning meninggalkannya sendirian untuk sementara waktu.
Khaning kesudahannya melepaskan tangan inn. Inn meninggalkannya, Khaning menatapnya sangat khawatir.

Ibu Nakhun di kediamannya tersenyum puas melihat gosip mengenai Inn dan bagaimana rakyat meminta penggantian putera mahkota.
Ibu Nakhun menyampaikan tidak disangka sebuah pisau dapat menggulingkan tahta, ia puas alasannya yaitu sebentar lagi Nakhun akan mendapakan tahtanya kembali.

Raja sedang bekerja dan puteri Leelawadee masih berusaha meyakinkan ayahnya untuk istirahat bekerja. Raja menyampaikan sedang ada duduk masalah dengan putera mahkota, bagaimana ia dapat berlibur disaat menyerupai ini.
Puteri menyampaikan kalau Inn seharusnya mendapat pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Puetri berusaha meyakinkan ayahnya lagi dan akhirnta Raja oke untuk liburan seminggu bersama puteri.

Ibu Suri, Ratu, Ibu Nakhun, Inn dan Nakhun sedang membicarakan mengenai Raja yang memutuskan untuk liburan selama seminggu. Selama raja liburan, maka kiprah raja akan dilakukan oleh Inn dan NAkhun. Inn dan Nakhun mengerti.
Ibu Nakhun senang mendengar itu, ia yakin putera nya akan melaksanakan pekerjaan dengan baik. RAtu kelihatan sangat kesal dengan senyuman kemenangan ibu Nakun sementara Inn tidak dapat menatap keduanya.

Selama kepergian raja, Inn melaksanakan tugasnya menyidik dokumen-dokumen dan menandatanganinya.
Sementara Khaning sangat kesepian di rumah alasannya yaitu Inn sangat sibuk, ia bahkan ketiduran di ruang tamu menunggu Inn, sambil memeluk bantal dengan gambar wajah Inn.
Inn yang pulang malamnya, menyelimutinya dan mencium keningnya. Khaning ternyata tidak tidur, begitu Inn pergi, ia terbangun.
Ia memeluk bantal Inn dengan lembut, ia sangat merindukan suaminya.

Ibu Suri dan KHaning jalan-jalan berdua, kHaning bertanya kenapa Ibu Suri mengajaknya jalan-jalan dan ibu Suri menyampaikan ketika ia melihat Khaning ia tahu Khaning merasa kesepian.
Khaning tidak membantah, alasannya yaitu ia memang kesepian, Inn sangat sibuk belakangan ini. Ibu Suri bertanya apakah Khaning merindukan Inn dan Khaning membisu saja, ia tidak menjawab. ibu Suri tertawa.
Ibu Suri ternyata membawa Khaning ke daerah dimana Inn menyendiri. Khaning melihat Inn erat riam kecil dan Khaning senang sekali. Ibu Suri menyuruh Khaning menemui Inn dan Khaning berlari kecil menemui Inn.

Inn kelihatan memikirkan banyak hal dan tak menyadari kehadiran Khaning disana. Khaning berusaha mengejutkan Inn dan Inn cukup kaget Khaning menemukannya disana. Ibu Suri senang menatap keduanya.
Khaning dan Inn bicara berdua, Khaning menyampaikan ia tahu kalau Inn sangat sibuk menggantikan Raja belakangan ini dan Inn mungkin sangat stress alasannya yaitu hal itu. Khaning menyampaikan bersama-sama Inn dapat mengatakan/curhat padanya, alasannya yaitu ia juga ingin membantu Inn.
Inn tidak menyampaikan apapun dan menciptakan Khaning kesal, kalau kamu tidak menyampaikan apapun, maka saya akan terus bicara. Inn tetap membisu saja. Khaning mulai lagi, saya tidak akan bertanya seberapa besar kamu menyayangi Minnie. Inn kesudahannya bereaksi dan menatap Khaning, tapi ia tetap tak bicara.
Khaning menyampaikan ia selalu ingin tau kenapa Inn menikah dengannya, meskipun suatu hari Inn akan kembali pada Minnie. Dan ia berharap hal itu tidak akan pernah terjadi.

Khaning menunduk sedih menyampaikan kekhawatirannya, Inn menatap Khaning dan memegang pundak Khaning, untuk menghadap padanya.
Khaning menatap Inn dan Inn berkata, itu tidak akan pernah berjadi. Putera mahkota yang mempunyai catatan bercerai dilarang menjadi raja.  Kau harus tetap menyerupai ini bersamaku selamanya.
Khaning terkejut mendengarnya, ia kelihatan kesal dan melepaskan bahunya dari tangan Inn dan berkata, kamu hanya memikirkan hal ini?
Inn mengingatkan Khaning kalau ia yaitu putera mahkota, ada banyak hal yang harus ia urus.
Khaning jadi sebal melihatnya, bukannya memperbaiki suasana, malah keduanya jadi awkward.
Inn menyampaikan untuk ketika ini lebih baik ia tidak memikirkan hal ini. Lebih sering ia memikirkannya maka Khaning akan lebih tersakiti.
Khaning sedih sekali, ia bahkan tidak mau menatap Inn lagi, ia hampir menangis. Sementara Inn juga tidak menyampaikan apapun lagi.
Khaning kesal alasannya yaitu Inn hanya memikirkan mengenai jabatannya dan tidak memikirkan perasaannya, pada dasarnya sih perasaan Inn padanya masih kurang jelas kalau tanggapan Inn begitu.

Ibu Suri, Inn dan Khaning kembali ke istana, ketiganya terlihat bahagia.
Nakhun meluhat mereka bertiga dan memberi salam, Nakhun bertanya kemana saja mereka dan Nenek menyampaikan kalau ia melihat puetri kesepian dan mengajaknya jalan-jalan, dan kemudian inn bergabung dengan mereka. Ia mengajak Nakhun lain kali untuk jalan-jalan.
Nakhun tersenyum dan menanyakan apakah Khaning baik-baik saja dan Khaning mengangguk, Inn tiba-tiba malah meletakkan tangannya di pundak Khaning dan menyampaikan kalau Khaning bersamanya, Khaning tidak akan kesepian HAHAHAHAHHAHA.
Nakhun tidak suka hal itu tapi ia tetap berusaha tersenyum.
Mereka kemudian masuk ke dalam istana, tapi Nakhun menghentikan langkahnya dan kelihatan kalau ia merasa ia tak punya daerah diantara mereka.

Nakhun menemui ibunya, tentu saja wacana rencana mereka. Ibu menyampaikan angin yang damai akan diikuti dengan badai. YAng perlu NAkhun lakukan sekaranga dalah melaksanakan yang terbaik, memperlihatkan pada rakyat kalau ia pantas menjadi no 1.
Nakhun meminta ibunya untuk tidak menciptakan raja tidak nyaman alasannya yaitu raja sedang sakit. Ibu memuji puteranya alasannya yaitu mengkhawatirkan Raja. Ibu menyampaikan kalau raja sangat besar hati pada niat Nakhun.
Nakhun kelihatan tidak mengerti tapi ia tidak bertanya sama sekali maksudnya apa.

Raja istirahat di istana hutan bersama puteri Leelawadee, puteri protes pada ayahnya alasannya yaitu ayahnya masih saja membaca, padahal maksud liburan ini yaitu supaya ayahnya dapat istirahat. Ayah menyampaikan ketika ia membaca sebuah buku hingga selesai tanpa bekerja, baginya itulah yang disebut bersantai.
Tapi puteri melarangnya dan mengajak ayah berjalan. Ayah setuju. Mereka jalan-jalan disekitaran istana hutan dan menyampaikan kalau mereka sudah usang tidak jalan-jalan menyerupai ini, terakhir kali yaitu sesudah ayahnya menjadi putera mahkota. Saat itu Inn masih sangat kecil, mereka kesana satu keluarga.
Puteri menyampaikan kalau ini yaitu daerah favorite Inn, Inn sering kesana bermain sendirian dan puteri memperlihatkan ruangan yang biasa dipakai Inn. Puteri menyampaikan kalau itu yaitu hobi Inn yang sebenarnya. Mereka melihat gambar-gambar yang dipotret Inn. AYah menyampaikan kalau Inn sungguh anak berbakat.
Puteri menyampaikan kalau ayah niscaya butuh banyak waktu melihar foto-foto itu, jadi ia memutuskan meninggalkan ayah sendirian disana.

Saat Raja sedang melihat-lihat foto diruangan itu, ia mengambil kamera lamanya, Ternyata dulu Raja juga suka memotret dan menimbulkan daerah itu sebagai daerah rahasianya juga.
Disana kita melihat kenangan usang sang Raja, kalau dulu ternyata ia punya hubungan dengan ibu Nakhun, sebuah hubungan rahasia. Mereka sering bertemu belakang layar disana dan pacaran disana.

RAja mengambil kamera lamanya dan membawanya keluar untuk memotret dan ketika itu, tiba-tiba ia melihat ibu Nakun dibalik lensa kamerannya.
Keduanya saling tersenyum. Awalnya sih pembicaraan mereka dapat saja, Raja yang menanyakan bagaimana keadaan istana dan ibu yang menjawab kalau Nakhun bekerja dengan baik. RAja senang alasannya yaitu ibu Nakhun melahirkan anak yang berbakat.
Kemudian pembicaraan berubah ketika ibu Nakhun berkata kalau ia tidak menerka Raja akan tiba ke daerah ini lagi. Ibu Nakhun mendekati raja dan bertanya, semuanya masih sama kan, Yang Mulia?
Raja hanya tersenyum kecil. Ibu Nakhun melihat kamera itu dan akan mengambilnya, tapi ia menggunakan kesempatan itu untuk menyentuh tangan raja dan raja cukup kaget. Ibu menyampaikan kalau kamera ini masih mengingatkan pada kenangan indah mereka. Raja menyampaikan ia sudah usang tidak memakainya.
Ibu Nakhun memotret Raja dan keduanya kelihatan menimati kebersamaan mereka.

PUteri kembali untuk melihat ayahnya dan melihat keduanya, ia kemudian memanggil ayahnya. Puteri kelihatan tidak suka dengan ibu Nakhun. Ibu Nakhun memperlihatkan kamera pada Raja dan menyampaikan ia senang melihat Raja sudah kelihatan sehat dan meninggalkan mereka.



Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top