Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 16 – Part 1

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 16 – Part 1

 

Masa-masa dimana kesudahannya Inn mendapat simpati saya dimulai, dan diawali pula dengan masa-masa dimana saya mulai membenci Khaning HAHAHHAHAHAHA.
Khaning mulai dipengaruhi oleh Nakhun untuk mengungkit mengenai perceraian, sementara duduk kasus gres muncul lagi alasannya foto Khaning berselingkuh menyebar luas di SNS.

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 16 Bagian 1

Inn menemui ayahnya untuk memberika laporan hasil kerja selama ayahnya berlibur, tapi Raja tidak puas. Ia murka pada Inn alasannya tidak bisa mengerjakan kiprah sederhana, bagaimana ia bisa mempercayakan negara Bhutin pada Inn jikalau Inn tidak kompeten ibarat ini.
Raja benar-benar tidak puas dengan Inn dan Inn juga tidak membalas, ia membisu saja.

Khaning masuk ke kamar Inn untuk memajang hasil fotonya dan Inn, kencan malam itu. Ia sudah membingkainya dengan anggun dan meletakkan di meja akrab daerah tidur.
Karena Inn tidak ada, Khaning usil melihat-lihat buku dan sebuah kotak di sana. Ia membukanya dan terkejut melihat kotak itu berisi foto Minnie dan sebuah pin.
Khaning hanya bisa mendesah melihat benda itu, disimpan dalam kotak dengan baik, di letakkan disamping daerah tidur, itu sudah memperlihatkan kalau hal itu ialah barang berharga bagi Inn.

Khaning kembali ke kamarnya dan memukuli boneka Inn. Khaning sangat kesal dan meninju-ninju boneka Inn.
Khaning lelah dan duduk, menatap boneka Inn dan bicara padanya, ia senang alasannya Inn mengambil foto dirinya memakai kamera Inn, tapi ia kecewa alasannya Inn masih menyimpan foto-foto lama, foto-foto Minnie.
Khaning berkata, kamu sudah mengambil foto baru, tapi kamu masih menyimpan foto lama, bahu-membahu apa maumu?!
Khaning berteriak kesal pada boneka Inn. Khaning menganggap Inn belum bisa merelakan Minnie meski sudah membuka hati untuknya.

Keesokan harinya di sekolah, Minnie menemui Inn.
Inn bertanya apakah tangan Minnie baik-baik saja dan Minnie menyampaikan kalau ia sudah baikan. Minnie berencana untuk kembali latihan panahan, ia akan kembali menjadi atlet dan berencana ikut berpartisipasi pada kompetisi tahun depan. Setidaknya itu ialah satu hal yang tersisa untuknya.
Inn senang mendengar Minnie sudah kembali ibarat dulu. Minnie meminta Inn menyemangatinya dan Inn menyampaikan kalau ia yakin Minnie niscaya bisa melakukannya.
Minnie berkaca-kaca.
Inn kemudian mengeluarkan kotak daerah ia menyimpan foto Minnie selama ini, ia ingin mengembalikannya pada Minnie.
Minnie bertanya apa maksudnya ini. Ia melihat pin hati dengan sebuah panah, selama ini mereka menganggap panah itu ialah perasaan Minnie dan hati itu ialah hati Inn, perasaan mereka berdua yang menyatu.
Minnie menangis, jikalau Inn mengembalikan ini padanya maka ini hanya berarti satu hal. Inn tidak menjawab, alasannya Minnie sudah tahu jawabannya, kalau Inn sudah tidak lagi menyayangi Minnie.
Minnie mengerti dan ia meminta sebuah pelukan perpisahan. Minnie memeluk Inn dan menangis, ia kesudahannya bisa merelakan cintanya.

Dan hal itu dilihat oleh Khaning yang lewat disana, Khaning sedang mencari Inn untuk pulang bersama.
Tentu saja Khaning pribadi salah paham. Khaning hanya bisa termangu hingga Nakhun tiba dan Khaning mencoba terlihat baik-baik saja.
Ia meminta Nakhun mengantarnya pulang, ia tidak ingin bertemu Inn hari ini.
Nakhun melihat hal itu dan tentu saja ia mengerti maksud Khaning, jadi ia baiklah untuk membawa Khaning pulang.

Malam harinya, Khaning menghilang lagi. Inn masih belum pulang alasannya ia terus mencari Khaning, bisa gawat kalau ia pulang sendiri, sementara Khaning tidak bisa dihubungi.
Pengawal juga terus mencari Khaning, tapi kemudian mereka mendapat telpon dari istana.

Ternyata Khaning dan Nakhun sudah kembali ke istana dan ratu memergoki mereka pulang berdua. Ratu murka pada Nakhun alasannya ia berani membawa pulang puteri mahkota tanpa putera mahkota. Karena tentu saja kalau ada yang melihat dan isu ini tersebar, maka akan menjadi materi gosip.
Nakhun meminta maaf, alasannya ini ialah kesalahannya, dan ia tidak tahu kalau ini akan menjadi duduk kasus besar. Sementara itu Khaning merasa tidak yummy dan membisu saja. Ratu juga memarahi Khaning alasannya Khaning harsnya tahu sudah menjadi peraturan di istana kalau ia dihentikan terlihat berduaan selain putera mahkota. Ratu murka alasannya Khanings udah cukup usang di istana dan berguru peraturan istana tapi Khaning masih saja tidak mengerti, apalagi ini ialah hal yang seharusnya Khaning tahu. Bersikap ibarat ini, Khaning tidak akan cocok menjadi Ratu. Khaning membisu saja.
Ratu kemudian menyuruh Nakhun untuk pulang dan Nakhun permisi.
Saat ia tiba di pintu, kebetulan Inn masuk. Keduanya saling menatap dengan penuh kebencian.

Inn menghormat pada ibunya dan duduk.
Ratu bertanya kenapa Inn membiarkan puteri pulang bersama Nakhun. Apa yang Inn lakukan hingga tidak bisa menjaga istrinya.
Inn menjawab singkat, meminta ratu untuk menanyakan alasannya pada Khaning.
Ratu tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga mereka dan menyuruh keduanya untuk menuntaskan duduk kasus mereka sendiri sebelum interview selanjutnya. Karena ia tidak ingin timbul duduk kasus lainnya, image dari kerajaan mereka ada ditangan mereka berdua, alasannya interview selanjutnya ialah interview yang akan disiarkan secara langsung.

sehabis ratu pergi, Khaning masih bad mood dan akan pergi tapi Inn menghalanginya, ia menahan Khaning, Khaning menyuruh Inn melepaskannya.
Inn murka pada Khaning alasannya ia sengaja posting di IG menyampaikan ia akan menunggu Khaning, tapi Khaning malah pulang duluan bersama Nakhun. Ia tidak mengerti kenapa Khaning seperti sengaja membuatnya murka alasannya bersama Nakhun.
Khaning kesal pada Inn, ia menyampaikan kalau itu alasannya ia tidak ingin menunggu hingga urusan Inn dan Minnie selesai. Karena itu tampaknya urusan yang penting.
Inn terdiam. Ia melepaskan Khaning dan membenarkan kalau itu ialah urusan penting. Khaning sudah menduganya dan menyampaikan pada kesudahannya ia tetaplah menjadi orang yang tidak penting bagi Inn. Karena itu ia pulang bersama seseorang yang menyadari kalau dirinya ialah orang yang penting. Nakhun tidak pernah membuatnya sedih.
Khaning terlihat murung + murka dan Inn terlihat terluka. Khaning berkata ia pernah berfikir kalau ia harus menanggung semuanya untuk bersama Inn di istana ini, tapi semakin usang ia makin tidak tahan dengan semua ini.
Khaning meninggalkan Inn yang masih terdiam.
*Kata orang sih, orang yang pernah membuatmu murung ialah orang yang pernah membuatmu bahagia. Inget itu.

Malam itu, Khaning dan Inn di kamar masing-masing.
Khaning membuka instagramnya dan melihat foto yang ia ambil bersama Inn ketika kencan mereka kemarin. Khaning terlihat galau, ia murung sekaligus marah, kenapa Inn melaksanakan ini padanya.
Sementara Inn juga menatap ponselnya, ia mengirim pesan melalui instagram pada Khaning, ia meminta maaf.

Keesokan harinya, Khaning curhat pada P’Ratree.
IA yakin semua orang kecewa pada tindakannya kemarin. Ratree meminta Khaning jangan terlalu memikirkannya, alasannya semua orang menyemangati Khaning.
Tapi Khaning tetap saja terlihat sedih. Ratree duduk disamping Khaning dan bertanya apakah terjadi sesuatu antara Khaning dan Inn. Ratree menyampaikan kalau Khaning bisa menceritakan padanya jikalau terjadi masalah.
Khaning menatap Ratree dan bertanya, menurutmu, apakah saya pantas menjadi Ratu? Bagaimana saya bisa tinggal di istana ini sementara Putera Mahkota masih mencitai gadis lain?
Ratree hanya bisa menghela nafas dan memeluk Khaning. Khaning memeluk Ratree dengan erat, ia menangis lagi.

Inn sendiri merenung di istana hutan mengenai masalahnya dan Khaning.
Kakaknya, puteri Leelawadee tiba menyapa adiknya yang sedang galau itu. Ia bertanya apa bagusnya daerah itu, kenapa semua pangeran Bhutin selalu kesana kalau sedang bersedih?
Inn bingung, pangeran mana lagi?
Kakak menjawab ayah mereka juga sering kesana kalau sedang bersedih, nenek yang menceritakan padanya. Puteri berfikir kalau Inn ibarat dengan ayah mereka ketika ia kecil.
Inn tidak begitu suka dimirip-miripkan dengan ayahnya. Ia bangkit dan kembali befikir, kakaknya bertanya apa duduk kasus Inn, apakah Inn tidak mau menceritakan padanya.
Inn menyampaikan kalau masalahnya ada pada dirinya sendiri. Ia tidak tahu bagaimana menciptakan puteri mengerti akan perasaannya yang bahu-membahu (NGOMONG DONKKKK ).

Puteri bertanya, Tunjukkan perasaanmu, apakah itu terlalu sulit?
Inn menyampaikan kalau ia sudah mencobanya, tapi itu terlalu sulit bagi orang sepertinya. Sejak kecil ia sudah dilatih untuk tidak memperlihatkan perasaan yang sebenarnya, jangan sensitif, jangan terlihat lemah dan jangan menyerah.
Puteri menyampaikan itu alasannya Inn berfikir ibarat ini, makanya sulit bagi Inn menunjukkannya, semakin Inn menginginkan Khaning, maka Inn harus mencoba untuk memperlihatkan perasaannya pada Khaning, alasannya kalau tidak Inn bisa kehilangan Khaning suatu hari nanti.
Puteri ingin Inn memikirkan hal itu baik-baik. Inn termangu melihat kakaknya meninggalkannya.
*Hmmmmm, kok saya jadi simpati pada Inn ya. Sebenarnya di versi Korea juga mulai tahap ini juga saya simpati sama Shin dan jadi benci sama Chae Kyeong HAHAHHHAHAHAHA.

 

Inn masuk ke ruang gelap dimana ia biasanya mencetak foto.
Kita melihat foto-foto Minnie disana sudah berganti menjadi foto Khaning awwwwww.
Inn kemudian melihat ke lemari dan menemukan kamera usang disana, juga film lama. Ia memutuskan menghabiskan waktu mencuci foto di film usang itu dan hasilnya sangat mengejutkan.
Ternyata film usang itu berisi foto Ayahnya dan Ibu Nakhun ketika pacaran dulu.

Khaning bersama Nakhun berdoa di gereja. Khaning berterima kasih alasannya Nakhun selalu ada disisinya, kalau Nakhun tidak ada ia tidak tahu akan bertahan hingga dimana.
Ibu Nakhun masuk kesana dan tidak suka melihat anaknya bersama Khaning. Tapi Kemudian Inn masuk dan bahkan tidak menyapa ibu Nakhun, melewatinya begitu saja menciptakan ibu Nakhun berkomentar, meskipun Inn adakah putera mahkota, itu bukan sikap seorang anak muda pada yang lebih tua.
Inn menatap ibu Nakhun dengan tajam, ia menyampaikan ibu Nakhun ialah orang sampaumur yang tidak berperilaku baik tapi tetap ingin di hormati.
Mendengar ibunya dihina, Nakhun murka dan menyuruh Inn menjaga mulutnya,  Khaning khawatir mereka bertengkar lagi dan berusaha menghentikan Nakhun.

Melihat Nakhun dan Khaning, Inn berkomentar lagi, tampaknya di istana ini orang-orang berperilaku tidak baik dalam banyak hal, sebuah hubungan yang seharusnya tidak terjadi tapi tetap terjadi. Inn menyinggung ibu Nakhun dengan perkataan itu, sebuah fakta yang gres saja ia tahu kalau Ibu Nakhun dulu punya hubungan dengan ayahnya.
Khaning yang tidak tahu apa-apa tentu saja murka pada Inn alasannya menyampaikan hal ibarat itu. Sementara itu Inn terus menyinggung ibu Nakhun dengan sengaja menatap Ibu Nakhun sambil mengatakan, kamu niscaya tahu dengan baik siapa yang melaksanakan hal itu.
Inn meninggalkan mereka bertiga. Ibu Nakhun terlihat gemetar, alasannya ia tahu betul siapa yang Inn bicarakan, sementara Khaning kecewa dengan sikap Inn berlari keluar ke arah pintu yang berbeda, Nakhun mengejarnya.

Inn ada di kamarnya menatap foto ayahnya dan ibu Nakhun. Ia sangat murka dan menggenggam foto itu kemudian merobeknya, Inn terlihat sangat emosi dan tampaknya ia ingin menangis sambil menggertakkan giginya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.
*kalau di versi Korea kayaknya Shin tahu hubungan ayah dan ibu Yul itu sudah lama, bukan baru2 ibarat di versi ini, jadi rasa sakit Shin kayaknya lebih dalam alasannya ia menyimpannya dalam hati usang banged, iya kan? Aku lupa, udah usang ga nonton Goong HAHAHAHHA.

Malam harinya, Nakhun dan Khaning jalan-jalan di luar istana memakai mobil, alasannya Khaning sangat sedih, jadi Nakhun membawanya keluar. Mereka berhenti di daerah sepi. Khaning bertanya apakah Nakhun masih punya balon, alasannya ia sudah tidak tahan ingin meneriakkan perasaannya ketika ini.
Nakhun menyampaikan sebaiknya Khaning berteriak lepas, alasannya menurutnya perasaan Khaning ketika ini, tidak ada balon yang bisa menampungnya.
Khaning terdiam. Ia kemudian melangkah keluar kendaraan beroda empat dan mulai berteriak sekencang-kencangnya, Aku ingin meninggalkan daerah ini!! Aku tidak ingin tinggal disini! Aku ingin pergi! Kenapa putera mahkota Inn sangat kejam padaku?! Kenapa kamu sangat kejam padaku?! KENAPA?!
Nakhun keluar dari kendaraan beroda empat dan mendekatinya, melihat Khaning begitu terluka, Nakhun menyampaikan kalau ia hanya butuh satu kata dari Khaning, maka ia bersedia membawa Khaning kemanapun.
Khaning menangis alasannya ia tidak bisa melaksanakan hal itu. Melihat gadis yang ia cintai sangat rapuh, Nakhun memeluk Khaning. Khaning menangis di pelukan Nakhun.

Keduanya tidak menyadari kalau mereka rahasia diikuti semenjak tadi, ibu Nakhun sengaja mengambil foto Khaning dan Nakhun yang berpelukan.
Ia mulai tersenyum seram alasannya ia punya planning lainnya.

Dan tentu saja keesokan harinya foto itu mulai menyebar di sosial media, mengenai puteri mahkota yang terlihat bersama laki-laki lain, berselingkuh.
Sekolah Khaning heboh pagi itu, terutama 3 teman Khaning yang shock melihat foto itu, alasannya wajah Khaning terperinci sekali, sementara wajah si laki-laki tidak jelas, jadi tidak ada yang tahu kalau itu ialah Nakhun.

Khaning di istana juga melihat foto itu tersebar dan ia gundah untuk menghadapinya. Inn medekatinya sekaligus menggodanya, menyampaikan kalau puteri mahkota pergi keluar tengah malam bersama seorang laki-laki yang bukan suaminya. Ia bertanya pada Khaning apa yang orang lain akan pikirkan perihal hal ini? Kau juga memikirkan hal yang sama bukan, apa artinya ini?
Khaning kesal, tapi ia tidak bisa menjawab, alasannya tentu saja orang-orang akan berfikir kalau ia berselingkuh.
Inn bertanya siapa laki-laki itu. Khaning kesal alasannya Inn tahu orangnya tapi masih bertanya. Inn sengaja mendekatkan wajahnya ke arah Khaning dan menyampaikan ia ingin mendengarnya pribadi dari lisan Khaning.
Khaning makin kesal dan bangkit menghindar, Aku pergi dengan Nakhun, ia mengkhawatirkan saya dan mengikutiku, tidak lebih dari itu. Kau tidak percaya padaku kan
Inn tidak terlalu peduli alasannya ia juga tahu semenjak awal kalau itu ialah Nakhun, Inn berkata, apakah saya percaya atau tidak padamu, itu bukan hal penting, hal ini sudah menyebar sejauh ini, kamu harus mempersiapkan jawabanmu pada Yang Mulia.

Dan benar saja, dayang kemudian menemui keduanya, menyampaikan kalau Raja ingin bertemu dengan Khaning.
Khaning mengerti ia harus menuntaskan duduk kasus ini dan ia akan pergi tapi Inn menghalanginya, ia menyuruh Khaning tinggal dan ia yang akan menemui Raja.
Khaning menghentikannya dan bertanya, jikalau kamu tidak mempercayaiku, kenapa kamu perlu melindungiku? Aku yang menciptakan duduk kasus ini, saya akan menyelesaikannya sendiri.
Khaning akan melangkah pergi tapi Inn menahan tangannya, Inn menatap Khaning dengan kesal, apa yang akan kamu katakan? Mengatakan hal bahu-membahu kalau laki-laki itu ialah Nakhun? Jika kamu melaksanakan itu, Nakhun dan saya akan mendapat masalah.
Khaning kesal alasannya Inn pada kesudahannya hanya mengkhawatirkan dirinya sendiri, Kau hanya mengkhawatirkan perihal itu? Jangan khawatir, saya akan mengatasi semuanya sendiri.
Khaning menepiskan tangan Inn dan meninggalkan Inn yang menatap Khaning dengan khawatir.

Ibu Suri, Raja, Ratu dan Puteri berkumpul untuk bertanya pada puteri mahkota apa yang bahu-membahu terjadi.
Ibu Suri menganggap ini mungkin salah paham dan berfikir positif kalau laki-laki itu ialah Inn. Tapi Khaning menyampaikan kalau itu bukan Inn dan menciptakan semuanya khawatir.
Ratu bertanya siapa laki-laki itu dan Khaning dengan hati-hati menjawab kalau laki-laki itu ialah ayahnya, ayah tiba untuk mengunjunginya jadi ia tiba menemuinya.
Puteri bertanya kenapa Khaning bertemu di luar ibarat itu. Khaning mencoba menjawab kalau ada banyak peraturan di istana, ia sedang ada duduk kasus jadi ingin bertemu dengan ayahnya, tapi alasannya ayahnya datangnya lama, jadi ia kesana menemuinya sendiri.
Ratu kecewa meski Khaning tahu peraturan istana tapi Khaning tetap melaksanakan hal itu, seorang puteri mahkota dihentikan keluar malam sendirian dan Khaning masih melanggarnya. Aku sudah mengajarkan banyak hal padamu, apakah semua itu tertinggal di kepalamu?
Khaning membisu saja. Nenek sendiri lega alasannya hal bahu-membahu tidak sesuai dengan yang diberitakan. Ia meminta Khaning jangan melaksanakan hal ibarat ini lagi lain kali.
Raja juga mempercayai puteri mahkota, jadi ia meminta sekretaris kerajaan merilis pernyataan kalau laki-laki itu ialah ayah sang puteri mahkota.

RAja murka pada Inn alasannya belakangan berbagai masalah, pertama perihal Inn dan kini puteri mahkota.
Inn meminta maaf alasannya duduk kasus puteri mahkota. Raja meminta Inn menjaga istrinya dan jangan biarkan maslah ibarat ini terjadi lagi. Jika tidak maka ia tak bisa menawarkan posisi putera mahkota pada Inn lagi.
Inn membisu saja ketika Raja meninggalkannya.
Kasian banged liat Inn, sumpah T__T

Inn kemudian menghubungi pengawalnya untuk mencari tahu siapa penyebar isu itu secepatnya.

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top