Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 17 – Part 1

Pattie Ungsumalynn

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 17 – Part 1

Memasuki episode 17, dikala problem Inn sudah selesai, lanjut ke problem yang disebabkan oleh Khaning. Khaning beneran nggak cinta kayaknya sama Inn, ia selalu mencurigai Inn dan meski Inn sudah memohon pada Khaning jangan mengungkit perceraian di wawancara, Khaning masih melakukannya.
Semakin banyak orang yang kecewa pada Khaning, bahkan ibu Suri juga kecewa. Disini Nakhun juga sangat mengecewakan lantaran ia membisu saja sehabis Khaning melindunginya, nyebelin. Dan ibu Nakhun memakai kesempatan ini untuk memanfaatkan Khaning.

Sinopsis Princess Hours Thailand Epsidoe 17 Bagian 1

Episode 17 dimulai dengan Inn yang menemui raja untuk memberikan niatnya, ia akan merenovasi istana hutan. Raja cukup kaget dan bertanya alasan Inn, lantaran selama ini ia pikir Inn menyukai daerah itu. Inn menyampaikan alasannya lantaran istana itu terlihat bau tanah dan tidak modern, makanya ia ingin merenovasinya.
Raja tidak baiklah dengan hal itu. Inn bertanya apakah Raja punya memori indah di istana itu dan Raja menjawab kalau istana hutan ialah memori setiap putera mahkota Bhutin, bukan hanya dirinya, tapi Inn juga, lantaran istana hutan biasanya di wariskan pada setiap putera mahkota.
Inn menyampaikan ia tidak punya kenangan ibarat itu di istana hutan, ia pikir hanya Raja yang punya kenangan ibarat itu. Raja kesannya tidak sanggup membantah dan Inn melanjutkan ayahnya jangan khawatir, lantaran ia akan mencoba mempertahankan apa yang penting dan hanya mengubah beberapa daerah yang perlu diubah saja.
Menurut raja ini bukan waktunya untuk membahas hal itu, lantaran Inn masih punya hal lain yang harus ia pikirkan, ia bertanya apakah Inn sudah tahu siapa laki-laki yang keluar bersama puteri mahkota dan Inn menegaskan kalau Khaning keluar bersama ayahnya.
Raja tak percaya kalau Inn ternyata percaya akan hal itu. Inn menyampaikan kalau ia lebih mempercayai istrinya dari pada media.
Inn tidak ingin membahas hal itu lagi, dan ia menyampaikan kalau istana hutan ialah milik putera mahkota, dan kini itu ialah miliknya,  jadi menurutya itu terserah padanya apa yang harus ia lakukan mengenai istana hutan. Ia tiba menemui Raja hanya untuk memberitahu raja mengenai niatnya.

Inn meninggalkan ruang kerja raja dan raja resah bertanya pada sekretaris kerajaan kenapa Inn ingin menghancurkan istana hutan itu.
Sekretaris tidak tahu balasan pastinya, tapi putera mahkota pernah bertanya padanya mengenai sejarah istana hutan itu.
Raja benar-benar tidak sanggup mengerti apa yang difikirkan oleh puteranya sendiri.

Kabar mengenai hal itu tentu saja eksklusif hingga ke pendengaran ibu Nakhun dan ia tampak sangat kesal lantaran Inn akan menghancurkan daerah kenangannya bersama Raja.
Dayangnya menyampaikan kalau ia mendengar tiba-tiba saja Inn tiba dengan niat itu, mereka tidak tahu apa alasannya.
Ibu Nakhun menyampaikan membiarkan Inn memakai daerah itu tampaknya sudah menciptakan Inn berfikir kalau itu ialah miliknya dan ibu Nakhun memperlihatkan wajah seramnya, ia menyampaikan ia tak akan membiarkan Inn melaksanakan apa yang ia inginkan.

Ibu Nakhun kemudian menemui Inn untuk membahas hal itu, betapa beraninya Inn akan menghancurkan daerah itu. Apa kamu tahu betapa Yang Mulia Raja menyukai daerah itu?
Inn menatap ibu Nakhun dengan tatapan curiga tapi ia tahu alasannya, Bukankah ini aneh, hanya ada 2 orang yang tidak baiklah dengan hal ini. Raja dan anda. Sepertinya daerah itu bukanlah daerah yang sederhana.
Ibu Nakhun kesal dan mencoba menjawab, Orang-orang tahu kalau daerah itu diwariskan pada setiap putera mahkota Bhutin. Itu artinya daerah itu sangatlah penting dalam sejarah Bhutin.
Inn menatap tajam, beberapa sejarah tidak layak untuk diingat. Hanya dengan memikirkan ada cerita tersembunyi di istana itu membuatku mual, hingga saya hampir memuntahkannya.
Ibu Nakhun benar-benar marah, apa yang kamu pikirkan?!
Inn tidak gentar, apa kamu pikir orang lain tidak tahu? Puteri Mahkota main mata dengan pangeran kedua hingga pangeran jatuh cinta padanya dan hampir berselingkuh dengan istri saudaranya sendiri?
Ibu Nakhun menatap Inn dengan sangat marah. Inn melanjutkan, Aku ingin tau kenapa putera mahkota sebelumnya meninggal lantaran kecelakaan, mungkin lantaran ia mengetahui perselingkuhan menjijikan itu, sampai-sampai ia tidka ingin hidup lagi.

Ibu Nakhun kehilangan kendali dan menampar Inn, ia berteriak Inn sama sekali tidak tahu apa-apa. Beraninya kamu bicara ibarat ini padaku!
Inn menyampaikan problem ini snagatlah gampang untuk ditebak, tidak peduli siapapun yang menghalangiku, saya akan menghancurkan daerah menjijikan itu dari Bhutin.
Inn meninggalkan ibu Nakhun yang kelihatan makin panas. Ia kembali pada niat jahatnya, ia menyampaikan kalau Inn tidak tahu kalau Inn sudah menggali kuburannya sendiri lantaran hal ini.
Ibu Nakhun benar-benar akan melaksanakan sesuatu pada Inn.

Ibu Nakhun menemui puteri mahkota untuk berterima kasih lantaran sudah melindungi Nakhun dengan tidak menyampaikan pada Raja kalau orang yang bersama Khaning malam itu ialah Nakhun.
Ia menyampaikan kalau puteri disalahkan begini niscaya berat baginya. Khaning menyampaikan kalau ia baik-baik saja.
Ibu menyampaikan ia bahagia melihat Nakhun dan Khaning berteman baik. Nakhun selama ini harus tinggal di luar istana, hanya saya yang ada disampingnya. Ketika kami di luar istana, saya banyak menghabiskan waktu bersamanya. Tapi tinggal di dalam istana ini berbeda. Sangat banyak peraturan. Semuanya harus sesuai dengan tradisi. Kehidupan pribadi? Saat saya menjadi puteri mahkota, saya sangat stress, sampai-sampai saya memikirkan saya ingin kabur sari sini.  Tapi saya tidak sanggup melakukannya kan? Aku bukanlah orang yang kuat, apa yang sanggup saya lakukan hanyalah bersabar demi puteraku. Saat saya diluar istana, saya merasa bersyukur. Memikirkan kembali mengenai hal itu, hidup dengan kebebasan sangatlah indah, untuk mengikuti impianmu, melupakan peraturan, menyayangi siapa yang saya cintai.
Khaning mendengarkan ibu Nakhun dengan serius, tampaknya ia berfikir kalau pikiran mereka sama. Sementara saya disini malah ketawa lantaran ibu Nakhun fake banged, kalau ia stress di istana dan bahagia dikala bebas, kenapa ia ujung-ujungnya kembali ke istana? HAHAAHAHAHAHA.

Ibu Nakhun melanjutkan, Putera mahkota sebelumnya sangat mencintaiku, karenanya saya sanggup bertahan. Tapi itu niscaya sulit menjadi dirimu, untuk hidup bersama seseorang yang sama sekali tidak mencintaimu. Aku niscaya tidak akan sanggup menghadapi semuanya. Kalau saya jadi kau, saya niscaya akan meminta cerai semenjak dulu. Apa kamu tahu kalau kamu itu sangat kuat? Aku mengagumimu untuk hal itu.
Khaning melamun dengan hal itu dikala Nakhun datang, ia permisi untuk pergi. Nakhun menatap kepergian Khaning dan bertanya pada ibunya apa yang mereka bicarakan.
Ibu Nakhun menyampaikan kalau ia sedang membantu Nakhun.

Hari wawancara tiba. Inn dan Khaning ada di ruang tunggu membaca daftar pertanyaan.
Khaning menerima pesan dari Nakhun yang menyampaikan kalau ini ialah kesempatan terakhir Khaning, jikalau Khaning menyampaikan pada mereka mengenai perasaannya yang sebenarnya, orang-orang akan simpati padanya.
Khaning menghela nafas dan berfikir. Ia menatap Inn yang serius membaca dan mengajaknya bicara, ia bertanya apakah Inn punya impian?
Inn menyampaikan ia punya, tapi itu tidak ada artinya. Inn menyuruh Khaning untuk berhenti memikirkan mengenai impiannya.
Khaning kesal dan bertanya, kenapa?
Inn mengatakan, bagaimanapun kita harus selalu bersama, apapun impianmu, itu tidak akan terwujud. Kau harus menyadari kalau ijab kabul kita ini akan mengubah kehidupan kita selamanya.
Khaning tidak baiklah akan hal itu dan ia tidak akan mengakui apapun itu, lantaran mereka juga tidak akan tinggal bersamanya ibarat ini selamanya. Kita menikah dan kita sanggup bercerai.
Inn menatap Khaning, saya tahu, kamu memikirkan hal itu selama ini. Kau tidak ingin tinggal disini. Tapi dikala saya menyampaikan kalau ‘pernikahan kita akan mengubah hidup kita selamanya’, itu maksudnya adalah, apakah kita akan tetap bersama atau bercerai, pada kenyataannya kita pernah menikah dan itu akan mengubah kehidupan kita selanjutnya dan selamanya. Jika kamu masih memikirkan mengenai perceraian, saya sanggup menciptakan itu menjadi kenyataan.

Pembicaraan mereka terganggu dikala sekretaris kerajaan memanggil mereka lantaran waktu wawancara sudah tiba. Inn bangun dan menatap Kahning yang masih kesal, Percayalah padaku kali ini saja, kita akan melaksanakan wawancara langsung, saya tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan, tapi saya memohon padamu jangan bicara mengenai perceraian dalam wawancara ini.
Khaning membisu saja.

Khaning dan Inn masuk ke daerah wawancara dimana wartawan sudah menunggu. Mereka melaksanakan wawancara dengan baik hingga pertanyaan penting ditanyakan lantaran rakyat ingin tahu mengenai kehidupan pasangan Bhutin, mereka bertanya mengenai pewaris selanjutnya, apa yang putera dan puteri mahkota rencanakan, pada dasarnya sih kapan mereka akan punya keturunan.
Inn menjawab menyampaikan kalau mereka mungkin akan menunggu sehabis kelulusan nanti. Inn mencoba menjawab dengan santai tapi wajah Khaning selama wawancara beneran berkerut.
Reporter tampaknya excited ingin melihat little prince/princess (AKU JUGAK AHHAHAHHA).
Mereka kemudian menanyakan kehidupan pasangan sehabis menikah. Inn menggenggam tangan Khaning dan menyampaikan kalau ia menyayangi puteri mahkota dengan seluruh hatinya.
Reporter bertanya, meskipun kalian gres saja dipertemukan?
Inn menjawab, Di pertemuan pertama kami, saya sendiri tidak percaya, rasanya itu sangat tidak mungkin.
Khaning menatap Inn. Inn juga menatap Khaning dengan senyuman di wajahnya.
Reporter menyampaikan kalau itu sangatlah romantis.

Mereka kemudian beralih pada Khaning, menanyakan pendapat Khaning.
Khaning menjawab dengan gugup dan kata perceraian keluar dari mulutnya.
Reporter tentu saja kaget lantaran tiba-tiba ada kata ‘perceraian’ muncul dan reporter lain juga bersiap dengan kamera mereka.
Reporter bertanya, kamu menyampaikan ‘perceraian’ kan?
Khaning panik, tidak, saya tidak mengatakannya, saya tidak bermaksud begitu.
Inn terlihat kecewa pada Kahning, tapi ia mencoba bersikap biasa, ia berkata, Seperti yang kalian tahu, awalnya puteri hanyalah mahasiswa biasa,  yang tiba-tiba harus menghabiskan waktunya di istana, ia merasa sangat resah selama beberapa waktu.
Reporter tidak mengerti apa hubungannya perceraian dengan klarifikasi itu.

Khaning melamun dan menatap Inn. Tapi Khaning masih saja tidak mengerti apa yang sudah ia lakukan sanggup berakibat fatal dan ia masih saja mengungkit mengenai perceraian, menyampaikan kadang kala ia dan Inn membicarakan mengenai hal itu.
Inn mencoba menggenggam tangan Khaning lebih besar lengan berkuasa seolah menyampaikan padanya supaya membiarkan ia menjelaskan semuanya dan Khaning membisu saja.
Inn menyampaikan kalau Khaning cukup besar lengan berkuasa untuk bertahan dengan segala kesulitan dan bersabar di istana. IA menatap Khaning menyampaikan kalau Khaning tahu cita-cita dan kebebasan hanya ada di luar istana.
Khaning hanya sanggup menatap Inn dikala Inn menatapnya dengan matanya yang lembut.
Inn menyampaikan pada semuanya, ia ingin mereka tetap menyemangati Khaning untuk sanggup melewati segala situsi sulit yang ia hadapi.
Inn menutup wawancara dengan berterima kasih pada semuanya.

Tapi video sudah tersebar sebelum di edit, ada yang sengaja merekamnya dan tersebar di internet.
Raja sangat murka mengenai hal ini, ia tak mengerti pikiran puteri, bagaimana sanggup ia membicarakan mengenai perceraian di wawancara ibarat itu. Raja jadi curiga kalau Khaning akan menghancurkan kerajaan dengan bersikap ibarat ini.
Kakak Inn menyuruh raja untuk tenang, ia berfikir Khaning niscaya tidak sengaja atau tidak punya niat jelek sama sekali, mungkin lantaran terlalu excited jadi kata itu tergelincir di mulutnya.
Raja tentu saja tidak percaya hal penting ibarat itu tidak disengaja.
Mereka resah apa yang bergotong-royong terjadi disini. Ibu Suri bahkan sakit kepala lantaran problem ini.

Selesai wawancara, Inn menatap keluar istana untuk menenangkan pikirannya. Inn terluka.
Khaning menatapnya dari belakang. Ia tahu Inn niscaya kecewa padanya.
Sekretaris kerajaan kemudian tiba menyampaikan Raja ingin menemui mereka berdua.
Khaning dan Inn hanya saling menatap, Inn meninggalkan Khaning dan jalan duluan, Inn sangat kecewa pada Khaning.

Khaning dan Inn menemui Raja, Khaning meminta maaf lantaran sudah melaksanakan hal yang salah, ia menangis.
Raja meminta Khaning jujur apa yang bergotong-royong Khaning pikirkan, apakah hal ini ada hubungannya dengan laki-laki yang bersama Khaning malam itu dan Khaning tentu saja membantah.
Raja meminta Khaning menyampaikan siapa laki-laki itu, tapi Khaning terus terisak menyampaikan ia tak sanggup memberitahu mereka.
Raja kesal mendengarnya, Kau tahu kan? JIka kebenaran terungkap kalau kamu melaksanakan perselingkuhan, kamu akan diturunkan dari posisimu dan meninggalkan istana secara tidak terhormat!
Khaning menyampaikan kalau ia tidak berselingkuh. Raja benar-benar pusing lantaran Khaning menolak untuk mengaku. Tapi bagaimana pun kebenaran akan terungkap suatu hari nanti dan jikalau hal itu terjadi, ia harap Khaning jangan menyalahkannya kalau ia menjadi sangat murka dan tidak memaafkan Khaning.
Khaning hanya sanggup terus menangis.
Inn dan Ratu disana hanya sanggup membisu saja, lantaran bagaimanapun mereka tidak sanggup membela Khaning.

Setelah Khaning dan Inn pergi, Raja masih murka dan tidak mengerti ada apa dengan Kahning dan Inn. Kenapa keduanya selalu mengakibatkan masalah. Ia bahkan berfikir ia tak sanggup memperlihatkan jabatan raja pada Inn kalau terus begini.
Mendengar itu, Ratu tentu saja Khawatir dan menyampaikan ia yakin Inn akan berguru banyak sehabis problem ini.
Raja menyampaikan kalau Inn sama sekali tidka punya kualifikasi menjadi putera mahkota, bahkan Nakhun jauh lebih baik darinya.
Ratu murka mendengar hal itu, Apakah kamu akan mendukung Nakhun untuk menjadi putera mahkota?
Raja menyampaikan kalau ia boleh berkata jujur, Nakhun lebih cocok menjadi Raja dibanding Inn.
Ratu sangat kecewa mendengarnya, Apakah ini lantaran kamu masih punya perasaan pada Lady Krissana?
Raja terkejut mendengarnya, Apa yang kamu bicarakan?
Ratu menatap Raja, Apa kamu pikir saya tidak tahu? saya tidak akan pernah mendapatkan hal ini, Jika seseorang merebut posisi putera mahkota dari puteraku, saya bersumpah saya akan melaksanakan yang terbaik untuk melindunginya.
Ratu kemudian meninggalkan raja dan raja hanya terdiam.

 

Continue Reading

More in Pattie Ungsumalynn

To Top