Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 17 – Part 2

Pattie Ungsumalynn

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 17 – Part 2

————————————————————————————————
Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 17 Part 2


Ratu pergi ke kediaman puteri mahkota untuk bicara dengannya.
Khaning menemui Ratu dengan wajah sakit, tidak bersemangat. Ratu bertanya apa tolong-menolong hubungan antara Khaning dan Nakhun.
Khaning menjawab kalau mereka berdua hanya berteman. Ratu ingin Khaning berfikir dengan hati-hati sebelum menjawabnya, alasannya yakni ini yakni hal yang sangat penting.
Khaning menyampaikan kalau ia dan Nakhun benar-benar hanya berteman. Ratu meyakinkan lagi kalau Khaning benar-benar hanya menganggap Nakhun sebagai sobat dan Khaning membenarkan.
Ratree juga ikut membela Khaning menyampaikan kalau ia bisa menjadi saksi kalau keduanya hanya berteman.
Ratu risikonya percaya dan bertanya lagi, bagaimana dengan Nakhun? Apakah ia juga hanya menganggapmu teman?
Khaning tidak bisa menjawabnya. Ratu mengerti dan ia memerintahkan Ratree untuk tidak membiarkan Khaning dan Nakhun bertemu. Ratree mnegerti.
Ratu kemudian meninggalkan mereka. Khaning hanya bisa menghela nafas.

Raja, Nakhun dan Inn gres selesai bekerja dan Raja benar-benar sangat berbeda sikapnya pada Nakhun dan Inn.
Sekretrais memberikan kabar kalau kerjasama mereka dan Inggris sudah disetujui dan mereka mengundang Raja untuk tiba ke program penandatangan dokumen.
Raja sangat bahagia mendengarnya, ini yakni proyek yang ditangani Nakhun. Sekretaris menyampaikan kalau Raja sebaiknya pergi dengan Inn  tapi Raja sudah tetapkan ia akan membawa Nakhun bersamanya.
Sekretaris kelihatan tidak sepakat alasannya yakni ini event penting, ada baiknya tiba bersama putera mahkota. Tapi Raja menyampaikan kalau hal ini yakni hasil kerja Nakhun, tentu saja ia akan pergi bersama Nakhun. Kedua, Inn masih punya hal penting untuk dilakukan, mencari tahu siapa laki-laki yang bersama puteri malam itu.
Raja menyampaikan pada Inn, kalau Inn tidak bisa menjaga istrinya sendiri, Inn tidak akan bisa melaksanakan apapun.
Raja kemudian meninggalkan mereka sehabis meminta Nakhun berkemas-kemas sebelum mereka berangkat.

Inn dan Nakhun berjalan berdua dan Nakhun bertanya pada Inn kenapa Inn sama sekali tidak bicara tadi.
Inn menyampaikan kalau ia yakni putera mahkota disini, ia tak akan bicara banyak mengenai banyak sekali masalah.
Nakhun kesal pada Inn, seandainya kamu bisa menjaga hati istrimu ibarat kamu melaksanakan pekerjaanmu, ia tidak akan terluka ibarat ini.
Inn kesal mendengar Nakhun dan mendorongnya, Kau lah yang seharusnya menjaga hatimu, berfikirlah dengan baik, bukankah seorang pangeran harus bersikap begitu?
Nakhun membalas, seorang pangeran yang tidak pernah peduli akan hati istrinya, ia juga sama sekali tidak bersikap ibarat seorang pangeran seharusnya.
Inn dan Nakhun bertatapan saling membenci dan Ratu muncul disana. Inn menyadari hal itu dan meninggalkan Nakhun.

Nakhun dan Ratu berselisih.
Ratu memanggil Nakhun dan memintanya untuk berfikir dengan baik sebelum melaksanakan sesuatu, jangan berfikir untuk merebut posisi putera mahkota.
Ia juga mengingatkan Nakhun untuk berhenti melaksanakan sesuatu yang tidak pantas pada puteri mahkota.
Nakhun menyampaikan kalau ia tidak pernah ingin merebut posisi putera mahkota. Tapi perihal puteri, ia tidak bisa menghentikan perasaannya sendiri.
Ratu terkejut mendengarnya, apa kamu tahu apa yang sedang kamu katakan?
Nakhun membungkuk meminta maaf. Ia meninggalkan Ratu. Ratu kelihatan semakin khawatir.

Inn sendirian dan berfikir, ada banyak duduk masalah yang ada di kepalanya, duduk masalah ayahnya, duduk masalah Khaning, duduk masalah perselingkuhan dan lain sebagainya.
Sekretaris kerajaan menemuinya, berfikir Inn murung alasannya yakni perilaku Raja tadi padanya. Ia mengkhawatirkan Inn. Ia menyampaikan kalau Inn memperlihatkan kemampuan tolong-menolong maka ia yakin raja akan mengerti kalau Inn selama ini berusaha yang terbaik.
Inn menyampaikan tak peduli seberapa baik dirinya dalam bekerja, ayahnya tidak akan pernah melihatnya lebih baik daripada Nakhun.
Sekretaris meminta Inn jangan berfikiran ibarat itu.

Inn menyampaikan kalau sekretaris sudah usang mengikuti Raja, jadi mustahil sekretaris tidak mengetahui mengenai hal ini.
Inn mengeluarkan amplop berisi foto ayahnya dan ibu Nakhun. sekretaris kerajaan melihat hal itu dan terkejut, ia menyampaikan kalau ini yakni foto lama, sudah usang sekali.
Sekretaris melihat foto itu dan ada foto ibu Nakhun baru-baru ini, yang diambil terakhir kali.
Inn menyampaikan melihat dari foto terakhir, tampaknya ia yakin kalau ayahnya tidak bisa melupakan masa lalu.
Sekretaris menyampaikan kalau itu hanya sebuah foto.
Suara Inn terdengar murung mengatakan, tapi saya tidak ingat kapan terakhir kali ayah mengambil foto ibu, atau mungkin ia tidak pernah melakukannya. Karena itu saya tidak terkejut kenapa ia lebih menyukai Nakhun dibanding aku.
Sekretaris sangat murung mendengar hal itu. Inn menyampaikan ia meminta sekretaris jangan menghalanginya untuk menghancurkan istana hutan. Ia kemudian meinggalkan sekretaris yang kelihatan sangat mengkhawatirkan Inn.

Khaning menemui ibu Nakhun.
Khaning bertanya kenapa ibu Nakhun memanggilnya.
Ibu Nakhun memberi isyarat pada dayangnya untuk bicara dan dayang menyampaikan sesautu perihal ‘Royal Pardon’ alias undangan maaf kerajaan, dimana itu yakni tradisi yang dilakukan oleh siapapun yang merasa melaksanakan kesalahan berat pada keluarga kerajaan, akan berlutut di hadapan Raja dan meminta pengampunan hingga Raja memaafkannya.
Khaning terkejut, ia gres mengetahui hal ini. Ia bertanya apakah ada orang yang sukses melakukannya dan dayang membisu saja, artinya belum ada yang sukses mendapat pengampunan raja.
Ibu Nakhun menyampaikan kalau hal ini memang sangat sulit, alasannya yakni ini memperlihatkan seberapa besar tekad yang dimiliki seseorang.
Khaning termenung mendengarnya.

Keluarga kerajaan sedang rapat mengenai proyek yang dipresentasikan oleh Nakhun dikala Khaning memaksa masuk ke dalam dan menciptakan semuanya terkejut.
Khaning eksklusif duduk berlutut di hadapan Raja dan menyampaikan kalau ia ingin meminta pengampunan Raja, jadi ia melaksanakan Royal Pardon.
Raja menghela nafas dan meminta Khaning kembali ke kediamannya tapi Khaning menolak hingga raja mengampuninya.
Raja jadi murka mendengarnya, apa kamu pikir saya akan mengampunimu dengan apa yang sudah kamu perbuat?! Kenapa kamu banyak sekali melaksanakan kesalahan?! Tentang interview itu dan perihal kejadian malam itu. Aku bertanya siapa laki-laki itu tapi kamu tidak menjawabku! Kau bahkan berbohong memakai nama ayahmu sebagai alasan. Alasan ibarat itu, kamu pikir semuanya akan mempercayaimu?
Ibu Suri menyuruh Raja untuk tenang.

Ratu bertanya bagaimana Khaning bisa tahu mengenai Royal Pardon ini, siapa yang menyampaikan mengenai ini pada Khaning.
Kakak Inn menyampaikan kalau orang terakhir yang melakukannya berlutut selama 3 hari. Khaning menyampaikan tidak peduli seberapa lama, ia akan tetap berlutut hingga Raja memaafkannya.
Raja marah, untuk kesalahanmu, bahkan 200 hari juga tidak akan cukup untuk memaafkanmu!
Raja meninggalkan semuanya diikuti dengan Ratu yang mengkhawatirkan Raja.
Ibu Suri juga sakit kepala karenanya, menyuruh Inn menghentikan puteri mahkota, ia tak mengerti kenapa Khaning menjadikan banyak duduk masalah belakangan ini.
Ibu Suri bahkan hampir jatuh alasannya yakni pusing dan puteri & Nakhun membantunya berdiri.
Puteri menyuruh Nakhun meninggalkan puteri berdua dengan Inn. Nakhun mengerti.

Nakhun menemui ibunya, ia tahu ibunya yang menyuruh Khaning melaksanakan hal itu.
Ibu Nakhun menyampaikan ia hanya menawarkan saran pada Khaning, keputusannya ada di tangan Khaning apakah ia akan melakukannya atau tidak.
Nakhun menyampaikan kalau Royal Pardon sangatlah sulit, Khaning tidak akan bisa melaluinya.
Ibu Nakhun tidak peduli akan hal itu. Ia ingin Nakhun jangan menyalahkannya, alasannya yakni itu yakni Keputusan Khaning yang ingin melakukannya.

Khaning masih berlutut hingga malam. Wajahnya sudah pucat dan berkeringat dingin.

Ratree kasihan melihatnya dan ia menemui ibu suri untuk meminta bantuan, ia bahkan hingga berlutut di hadapan ibu Suri semoga ibu suri membiarkannya memberi makan Khaning.
Ibu Suri menyampaikan hanya beberapa orang yang mengetahui mengenai Royal Pardon ini, dan tidak ada yang berani melakukannya, alasannya yakni tidak ada yang bisa menghentikannya kecuali Raja memaafkan yang bersangkutan.
Intinya yakni Ibu Suri tidak bisa melaksanakan apapun mengenai hal ini.

Makan malam keluarga kerajaan malam itu tanpa puteri mahkota. Ada pemandangan lucu nih di meja makan, semuanya nggak selera makan kecuali ibu Nakhun  yang makan dengan cukup lahap, saya ngakak melihat ia sendirian yang makan sementara yang lain nggak menyentuh masakan sama sekali HAHAHAHAAHHA.
Raja menyampaikan pada ibu suri kalau masakan mereka malam ini tampak enak tapi ibu Suri menyampaikan ia tidak bisa makan. Raja merasa semuanya mogok makan alasannya yakni duduk masalah puteri dan ia mengingatkan kalau mereka tidak bisa memaksanya memaafkan puteri dengan cara begini, alasannya yakni semuanya tahu bagaimana undangan maaf kerajaan itu berlaku, apa kesalahan puteri dan seberapa berat hal itu, semuanya tahu dengan baik. Raja menyampaikan bila puteri tidak memberitahunya siapa yang bersamanya malam itu, ia tidak akan memaafkan puteri mahkota.

 

Semuanya terdiam. Nakhun jadi merasa sangat bersalah akan hal ini (akhirnya pak, kirain mau jadi pengecut membisu terus) dan angkat bicara, malam itu, orang yang bersama puteri mahkota yakni aku.
Semuanya shock mendengar hal itu, terutama ibu Nakhun yang shock alasannya yakni Nakhun mengaku dan ibu Suri yang sama sekali tidak menyangka.
Ibu Nakhun murka pada Nakhun, apa yang kamu katakan?!
Mereka mulai curiga kalau Nakhun tidak mengikuti puteri malam itu, dengan perasaan hanya sebatas teman. Raja meminta Nakhun menjawab pertanyaannya, apakah ia punya perasaan khusus pada puteri mahkota?
Ibu Nakhun menyampaikan mustahil Nakhun punya perasaan ibarat itu. Ia bahkan meyakinkan Nakhun untuk menjawab tidak.
Tapi Nakhun sudah membulatkan tekadnya untuk mengaku, Aku menyayangi puteri mahkota dengan sepenuh hatiku.

Mendengar hal itu ibu Suri lemas dan hampir pingsan alasannya yakni ia tak menyangka akan hal ini.
Puteri Leelawadee juga cukup kaget dengan hal ini dan mengkhawatirkan Inn. Raja hanya bisa terdiam. Ratu sudah menduga semenjak awal tapi ia juga agak shock alasannya yakni Nakhun mengaku.
Nakhun yang sudah mengaku meninggalkan meja makan menuju ke daerah Khaning berlutut.

Inn mengejar dan menahannya, ia bertanya apa yang tolong-menolong Nakhun lakukan?
Ia mengingatkan Nakhun kalau mereka berdua bisa kena duduk masalah bila Nakhun mengaku begini.
Nakhun menyampaikan ini lebih baik daripada membiarkan Khaning menangung semua masalah. Inn mengingatkan kalau semuanya akan semakin sulit bila berakhir ibarat ini tapi Nakhun tidak peduli, ia ingin Khaning tahu kalau semuanya sudah berakhir.

Khaning sangat lemas di daerah ia berlutut dan ia makin pucat.
Nakhun tiba mendekatinya diikuti Inn yang melihat keduanya.
Nakhun ikut berlutut dan menatap Khaning, ia memegang tangan Khaning menyampaikan kalau semuanya sudah berakhir. Ia sudah menyampaikan kebenarannya pada semuanya.
Khaning terkejut, apa maksudmu?
Nakhun menyampaikan ia sudah menyampaikan kalau ia yakni orang yang bersama Khaning malam itu. Ia menyampaikan ia tak bisa melihat Khaning menderita ibarat ini alasannya yakni dirinya.
Khaning dengan lemah menatap Nakhun dan menyampaikan kalau Nakhun salah paham. Ia melaksanakan ini bukan untuk Nakhun, Ia ingin Raja memaafkan apa yang telah ia lakukan, alasannya yakni ia tidak ingin putera mahkota salah paham dengan apa yang terjadi malam itu.
Nakhun terkejut. Inn termenung menatap dan mendengarkan semuanya.
Khaning mengingatkan Nakhun kalau ia tidak pernah menganggap Nakhun lebih dari teman.
Ibu Nakhun tiba menemui mereka dan meminta Nakhun mengikutinya.
Nakhun menatap Khaning dengan tatapan terluka, meski ia tahu kalau ia tidak punya daerah special di hati Khaning selama ini.

Ibu Nakhun sangat murka pada NAkhun, ia bertanya apa yang tolong-menolong Nakhun pikirkan dengan menyampaikan hal ibarat itu dihadapan semuanya, atau Nakhun menyampaikan itu semua tanpa berfikir.
Nakhun membisu saja, ibu murka alasannya yakni semuanya sudah berakhir, tahta yang Nakhun inginkan kini sudah menghilang dari hadapan mereka. Nakhun menatap ibunya dengan tajam dan menyampaikan kalau ia tidak pernah menginginkan tahta dan ia menyayangi Khaning dengan tulus.
Ibunya tidak ingin mendengar kata itu dari Nakhun dan ia mulai menangis menyadarkan Nakhun untuk tetap pada tujuan utama mereka semenjak awal, ia meminta Nakhun memikirkan apa yang penting dan tidak, bila Nakhun menjadi putera mahkota, Nakhun bisa mendapat segalanya, bahkan yang lebih baik dari Khaning. Nakhun bisa mendapat semua perempuan di dunia ini.
Nakhun menangis dan menyampaikan satu-satunya yang ia inginkan hanya Khaning, ia hanya menginginkan siapa yang ia cintai.

Ibu kesal mendengar hal itu, Apa gunanya cinta untukmu? Apa yang cinta bisa lakukan untukmu? Apa yang ingin saya berikan padamu yakni tahta.
Nakhun tidak tahan lagi dan menyampaikan kalau ia tidak menginginkan hal itu! Itu yakni cita-cita ibu, saya tidak menginginkan hal itu! Bukan aku! Itu yakni milik orang lain, itu yakni keserakahan.
Ibu marah, Lalu bagaimana denganmu yang menginginkan puteri mahkota?! Bukankah ia milik orang lain?!
Nakhun menangis, saya yang menemukannya pertama kali. Aku menemukannya sebelum Inn. Cintaku dimulai sebelum semua ini.
Ibu benar-benar galau bagaimana menyadarkan anaknya, Apa kamu tidak mendengar apa yang dikatakan olehnya? Dia tidak mencintaimu. Nakhun! Dia tidak mencintaimu!

Nakhun menyampaikan ia mendengar hal itu dan ia mengerti. Tapi ia tidak akan ibarat ibunya.
Ibu terkejut, Apa?
Nakhun berkata, saya tidak akan mengabaikan cintaku. Jika Khaning tidak mencintaiku, saya akan mencoba mengerti dan meninggalkan daerah ini. Tapi saya tidak akan membiarkan obsesimu menyakiti lebih banyak orang lagi.
Ibu terkejut mendengar hal itu dan menampar Nakhun.
Ibu menangis. Nakhun menatap ibunya dan meninggalkan ibunya.
IBu terus memanggil nama Nakhun dan memintanya untuk kembali.
Nakhun tidak mendengarkan dan meninggalkan ibunya.

-The End-

Komentar:

Whoaaaaaaa, adegan terakhir tidak mengecewakan menyayat hati.
Mamanya Nakhun obsesinya terlalu tinggi ya, selama ini Nakhun sepakat oke aja, ia menuruti apa yang ibunya inginkan, tapi semenjak bertemu Khaning dan mencicipi cinta yang tolong-menolong ia perlahan berubah, ia tidak bisa melihat orang yang ia cintai menderita, apalagi alasannya yakni ibunya.
Kalau ibu Nakhun sangat menyayangi anaknya, harusnya ia berhenti sih. Tapi Nakhun masih belum tahu duduk masalah mengenai perselingkuhan ibunya dan Raja kan ya?
Aku rasa itu yang akan menciptakan Nakhun sadar kalau apa yang ia lakukan pada Inn sama dengan apa yang dilakukan ibunya pada Ratu.

Aku cukup kaget dikala Khaning menyampaikan kalau ia meminta maaf / Royal Pardon itu untuk Inn, semoga Inn tidak salah paham dengan yang terjadi malam itu. Awwwww.
Inn tatapannya agak tersentuh sih, tapi mungkin alasannya yakni Inn kurang ekspresif jadi nggak begitu kelihatan HAHAHAHAHAHA.
Kadang sebel sih  melihat verbal Inn yang masbodoh banged.
Tapi Episode 16 dan 17 saya suka banged wajah menderita Inn alasannya yakni tahu duduk masalah ayahnya dan ibu Nakhun.
Inn memang perlu agak terlihat menderita sehabis apa yang ia lakukan dengan Minnie dulu wkwkwkwkkw.

Nakhun menyampaikan kalau ia yang pertama bertemu dengan Khaning sebelum semua ini terjadi, kayaknya di versi ini sehabis Khaning di jodohin deh gres mereka ketemu, saya jadi bingung. Kalau di versi Korea memang mereka ketemu kayaknya sebelum Chae Kyeong tahu ia dijodohin. Atau saya yang lupa? HAHAHHA
Di versi Korea juga Yul bilangnya kalau orang yang seharusnya menikah dengan Chae Kyeong yakni dirinya, alasannya yakni ia dulu calon putera mahkota, kalau disini kenapa nggak dimasukin ya, atau saya yang salah baca subya wkwkwkwkw.

Di lihat dari preview episode selanjutnya sih kayaknya bakalan banyak adegan ratu dan ibu Nakhun ya.
Kemesraan OTP dan kebersamaan mereka makin usang makin berkurang wkwkkwkw tapi semoga duduk masalah semuanya selesai di episode 18, alasannya yakni saya pengen banged liat OTP mesra di episode 19 dan 20. Tidak bisakah berikan fanservice di 2 episode terkhir.
Agak menyakitkan alasannya yakni semakin kesini makin serius aja wkwkkkwkwkw. Aku kan pengen liat Khaning dan Inn mesra. Plis jangan cuma 15 menit terakhir episode 20, bakalan makin kesal akunya HAHAHHAHAA.
Aku berharap sangat banyak dari ending versi Thailand ini, alasannya yakni scara mereka me-remake jadi berharap lebih dari ending versi Korea. Kalau contohnya endingnya lebih jelek dan kurang memuaskan, wah, parah banged sih, alasannya yakni nggak bisa menciptakan sesuatu lebih mesra gitu.
Aku sih nebak adegan endingnya yang dipantai kissu di pandang dari jauh HAHAAHAHAHA. Bakalan kecewa saia wkwkkwkwkw.

Oia, kemarin kayaknya ada yang nanya di beberapa sinopsis Princess Hours ‘nggak ada gambarnya’ maksudnya apa? Nggak ada screencapturenya?
Perasaan ada kok, saya juga cek di browser lain juga ada. Mungkin jaringan kali ya. Rasanya dari dulu baik-baik aja sih, alasannya yakni saya masih memakai produk google juga untuk upload gambarnya. Hmmm.

Episode 17 ini benaran banyak ngomongnya, ada banyak kalimat hingga saya kesulitan menulis HAHAHHAHAHA.
Aku nggak akan menciptakan preview episode selanjutnya, harap maklum alasannya yakni sedang sibuk, bentar lagi lebaran, hehhehehehe^^
Mohon maaf lahir bathin readers^^
Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan

Continue Reading

More in Pattie Ungsumalynn

To Top