Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 18 – Part 1

Pattie Ungsumalynn

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 18 – Part 1

Di episode ini kebusukan ibu Nakhun kelihatan banged, di episode sebelumnya mungkin alasannya beliau juga jarang disorot kali ya, di episode ini screentime ibu Nakhun bahkan lebih banyak dari Khaning, mukanya nyebelin banged HHAHAHAHAHA.
Padahal aslinya orangnya asik lho, saya nonton ep 00 waktu itu beliau orangnya asik banged hehehhehehe. TApi aktingnya memang keren sih, menciptakan kita membencinya XD

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 18 Part 1

Malam itu, Raja masih belum memaafkan puteri mahkota atas kebohongannya dan Inn yang tidak tahan melihat Khaning masih berlutut meminta maaf dan pucat, jadinya menemui ayahnya dan berlutut di hadapan Raja biar raja memaafkan puteri mahkota.
seorang putera mahkota berlutut ibarat itu tentu saja menciptakan semuanya kaget, termasuk ibu Suri, Ratu dan abang Inn.
Raja sangat murka pada Inn dan meminta Inn berhenti melaksanakan hal ini, ia ingin Inn serius dan jangan main-main mengenai hal ini. Ia tak mengerti kenapa Inn begini bahkan sehabis tahu perasaan Nakhun pada Khaning, kenapa Inn tidak melaksanakan apapun dan malah membisu selama ini.
Ia tidak mengerti kenapa Inn membiarkan dilema menjadi besar ibarat ini.
Ratu membela Inn dan berkata apa yang raja harap Inn lakukan, alasannya ini dilema hati, tidak dapat dihalangi siapapun.
Puteri meminta ayahnya untuk tenang.

Inn menyampaikan kalau ia ingin menuntaskan dilema satu per satu. Ia tidak tahan alasannya puteri sangat sakit kini ini, ia meminta RAja mempertimbangkan puteri.
Mendengar itu Raja makin murka pada Inn, berani-beraninya Inn meminta hal ibarat itu padanya. Ibu Suri yang semenjak tadi membisu saja tak tahan lagi melihat keduanya dan menyuruh mereka berhenti.
Ia menyampaikan pada Raja untuk memaafkan puteri, menurutnya puteri hanya gadis muda yang bertindak tidak berfikir jauh kedepan, yang dilakukan puteri tidak seburuk itu. IBu Suri juga meminta Inn berdiri. Ibu Suri menyampaikan kalau ini ialah dilema internal keluarga mereka, dan ia bicara bukan sebagai keluarga kerajaan disini, tapi sebagai seorang ibu dan nenek, jadi ia ingin mereka mendengarkannya.
Ibu Suri kemudian pergi bersama puteri yang mengantarnya ke kamar alasannya ia sangat lelah.
Raja hanya dapat diam, dan menatap Inn dengan tatapan masih murka dan meninggalkan Inn.  Inn membisu saja.

Raja menemui Khaning yang masih berlutut, diikuti oleh Inn dibelakang.
Raja berkata kalau ia sudah bertanya beberapa kali pada Khaning tapi Khaning tidak mau menjawab siapa laki-laki itu. Khaning dengan lemas menyampaikan kalau Nakhun hanya berteman dengannya, tidak lebih dari itu. Seorang teman, ia tidak dapat menciptakan temannya dalam kesulitan.
Raja masih tidak suka dengan alasan Khaning, alasannya Khaning melindungi temannya tapi menciptakan dilema besar dalam istana.
Khaning mengerti kalau ia salah dan ia meminta raja mengampuninya. Ia memohon berkali-kali biar raja mengampuninya.
Raja hanya dapat mendesah dan menyuruh Inn untuk membawa Khaning ke kamarnya, alasannya ia jadinya memaafkan Khaning.

Khaning lega alasannya jadinya ia dimaafkan. Ia mencoba untuk berdiri tapi ia terlalu lemah dan pingsan.
Inn dengan cepat berlari ke arahnya, ia sangat khawatir dan memanggil-manggil nama Khaning. Ia meminta Khaning untuk bersabar.

Inn menggendong Khaning ke kamarnya, ia meminta dayang memanggil dokter segera. Ia melepaskan sepatu Khaning dan merawatnya.
Inn menatap wajah istrinya yang sakit, ia membelai rambut Khaning dan mengecup kening Khaning dengan penuh kasih sayang *EAAAAAAAAAAAAA.
Inn tampak terluka alasannya Khaning menderita, ia menatap Khaning dan berharap Khaning baik-baik saja. Inn menempelkan kepalanya ke kepala Khaning dan menutup matanya.
AWWWWWWWW SUKAAAAAAAAAAAAAK!!!

Ratu menemui sekretaris kerjaan di ruangan Raja dan bertanya dimana Raja. Sekretaris kerajaan tampak ragu menjawab dan Ratu bertanya lagi.
Sekretaris kerajaan jadinya menyampaikan kalau raja ada di istana hutan. Ratu terkejut dan mulai khawatir, sekretaris kerajaan tampaknya tahu apa yang ratu khawatirkan.
Ratu meminta sekretaris kerajaan memanggil lady Krissana menemuinya. Sekretaris mengerti.
Ratu khawatir kalau Raja dan Lady berdua di istana hutan.

Raja ada di istana hutan untuk berfikir. Ia menatap sebuah foto, foto kakaknya dan ibu Nakhun.
Ia teringat kenangan masa lalu, ketika ia ke istana hutan, ia melihat lady bersama kakaknya cukup bersahabat dan ia menjadi tidak tenang. Saat itu, kakaknya memperkenalkan lady padanya, kakaknya tidak tahu kalau ia dan lady punya hubungan.

 

Kakaknya gres mengenal Lady alasannya ia tertarik, Lady cukup bakir dan mereka bertemu membicarakan dilema politik, ia bahkan memuji kecantikan Lady.
Tapi Lady tidak berbohong, meminta maaf pada Raja (saat itu pangeran ke-2) alasannya ia tiba tanpa pemberitahuan, menciptakan kakaknya (putera mahkota) tahu kalau ternyata keduanya saling mengenal. Lady menyampaikan kalau ia dan Raja berguru bersama.
Kakak raja agak sedikit iri alasannya Raja mengenal gadis elok dan berbakat ibarat Lady tapi tidak mengenalkan padanya.
Raja hanya terdiam, ia mulai merasa tidak lezat alasannya kekerabatan keduanya, alasannya ia menyukai Lady.

Saat kakaknya mengantar Lady ke mobil, Raja hanya menatap dari jauh. Setelah lady pergi, kakaknya menemuinya dan Raja menyampaikan pada kakaknya kalau kakaknya dilarang main-main dengan Lady ibarat pada gadis lainnya dan lagi ia mengingatlan lady sudah punya orang yang beliau sukai.
Tapi kakaknya menyampaikan ia tidak main-main dengan lady, kali ini ia benar-benar menyukainya, ia bahkan menyampaikan kalau ia sudah bertemu dengan ratu-nya. Raja terkejut mendengarnya, kakaknya bahkan menyampaikan tak peduli lady pacaran dengan siapa, tapi ia ialah putera mahkota Bhutin, dan tidak ada yang dapat menolaknya.
Intinya, kalau seorang putera mahkota mengirimkan lamaran, nggak ada yang dapat menolaknya, meski si gadis menyayangi orang lain.
Itu ialah sebuah kebenaran dan Raja tidak dapat membantah. Sepertinya begitulah jadinya lady menikah dengan abang Raja.
Tapi kenapa nggak ada adegan yang lady harusnya bilang kalau beliau menentukan siapa yang lebih mahir ya, alasannya di versi korea kan ibu Yul bilang beliau sengaja menentukan putera mahkota alasannya masa depannya lebih terjamin.

Kembali ke Raja di istana hutan, ia bergumam pada kakaknya kalau dosa dari generasi mereka jadinya terjadi pada bawah umur mereka yang menyayangi gadis yang sama, si puteri mahkota.

IBu Nakhun tiba menemui Ratu atas seruan Ratu dan kelihatannya Ratu agak lega alasannya ibu Nakhun tidak bersama Raja.
Ratu menyampaikan mengenai dilema belakangan ini, seharusnya ibu Nakhun membicarakan dengannya. Tapi ibu Nakhun tidak mengerti dilema apa yang dibicarakan Ratu.
Ratu menyampaikan ia tidak tahu apa yang diajarkan ibu Nakhun pada anaknya, mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak, harusnya Nakhun mengontrol mengenai apa yang ia inginkan. Tentu saja mereka membicarakan dilema Nakhun yang menyukai puteri mahkota.
IBu Nakhun tampak kesal, ia mengingatkan Nakhun gres 20 tahun, masa dimana remaja lebih memakai hati mereka daripada otak mereka.

 

Ratu menantang ibu Nakhun mengatakan, bila kamu tidak dikendalikan semenjak remaja, ketika remaja kamu akan tumbuh menjadi seseorang yang memakai hati dari pada otak, bukankah begitu? Menggunakan hati terlalu banyak, kamu harus hati-hati alasannya itu dapat saja merusak moral. Apa kamu ingin Nakhun menjadi orang ibarat itu?
ibu Nakhun benar-benar murka dan menunjukkan wajah kesalnya yang benar-benar mengesalkan LOL
Ratu bahkan berkata kalau ibu Nakhun tidak dapat mengurus anaknya, ia dapat melakukanya, alasannya ia sudah mengenal Nakhun semenjak kecil. Ibu Nakhun makin panas mendengar hal itu dan mengatakan, kalau begitu biarkan saya membantu putera mahkota Inn mengurus negeri ini, bukankah itu inspirasi yang bagus, Ratu? Dua pangeran Bhutin akan menjadi sempurna.
Ratu dan Ibu Nakhun saling menatap penuh dengan dendam.

Ibu Nakhun meninggalkan Ratu dan kembali ke kediamannya. Ia menatap foto mendiang putera mahkota dengan penuh rasa marah, menyampaikan kalau semua ini salah suaminya, menciptakan ia dan puteranya ada dalam dilema ibarat ini.

Sementara itu Nakhun malam itu terlihat sangat murka dan ia mengendarai mobil, mengalami kecelakaan.

Khaning masih belum sadar semenjak pingsan waktu itu, Inn setia menemaninya, Ia terus memegangi tangan Khaning dan tidak tidur sedikitpun menunggu Khaning bangun.
 Ia bertanya-tanya kenapa puteri tidur sangat usang dan tidak bangun. Ratree menyampaikan kalau puteri sangat lemah, jadi butuh banyak istirahat.

Inn menyampaikan pada Ratree, sehabis puteri sadar, ia meminta mereka tidak menyampaikan mengenai isu Nakhun, alasannya ia yakin Khaning niscaya akan khawtair dan tidak dapat beristirahat dengan tenang. Ia meminta Ratree menjaga Khaning.
Ratree mengerti dan meminta Inn istirahat alasannya Inn belum tidur semenjak semalam. Ia akan memberitahu Inn kalau Khaning sudah terbangun nanti.

Di rumah sakit, Ibu Nakhun sangat mengkhawatirkan anaknya.  Setelah Nakhun sadar, ia pribadi membelai wajah anaknya itu. Ia bertanya apakah Nakhun terluka.
Nakhun menyampaikan kalau ia baik-baik saja. IBu bahagia mendengarnya.
Nakhun kelihatan berfikir dan menyampaikan pada ibunya, haruskan mereka kembali ke Inggris.
Ibu tentu saja terkejut mendengarnya dan meminta Nakhun jangan goyah hanya alasannya dilema ibarat ini. Nakhun menyampaikan kalau ia hanya mengakui semuanya. Ibunya tidak suka Nakhun menyampaikan hal ibarat itu, kamu dilarang mengakui semuanya, saya tidak akan membiarkannya! Kita sudah hingga sejauh ini, saya akan menciptakan tahta itu menjadi milikmu. Jangan khawatir anakku, saya masih punya jalan lain untuk melakukannya.

Nakhun bertanya apakah ibarat yang terakhir kali ibunya lakukan, merilis fotonya dan Khaning, sebaiknya ibunya tidak melaksanakan hal ibarat itu lagi. Ia mengingatkan ibunya kalau ia tidak menginginkan tahta sama sekali, ia hanya menyayangi puteri mahkota, dan tidka ingin puteri mahkota mendapat masalah. ia meminta ibunya jangan menjadikannya alasan untuk mendapat tahta itu.
Ibunya sangat kesal pada Nakhun, alasannya Nakhun sudah berubah. Ibu menyampaikan ia tidak akan menyerah, ia akan melaksanakan semua yang ia bisa, ia yakin suatu hari Nakhun akan berterima kasih padanya.
Ibu meninggalkan Nakhun dan Nakhun hanya dapat menatap ibunya yang sudah buta alasannya tahta.
*model rambut mamanya Nakhun ini kayak keong HAHAHAHAHAHAHA

Ibu Nakhun kembali ke kediamannya, ia sesak nafas dan menangis. Ia gemetaran untuk meminum obatnya dan dayangnya tiba membawakan minuman.
Dayang meminta ibu Nakhun untuk beristirahat alasannya ibu Nakhun kelihatan tidak baik.
Ibu nakhun bertanya apakah ia seorang ibu yang baik?
Dayang tidak dapat menjawab. Ibu Nakhun menyampaikan kalau Nakhun sangat menyayangi puteri, selama puteri masih disana, Nakhun tidak akan dapat memilikinya. Jika Nakhun tidak menginginkan tahta, dan hanya menginginkan puteri, maka ia akan melaksanakan sesuatu untuk itu.
Dayang menyampaikan kalau ibu Nakhun melaksanakan itu, maka putera mahkota akan mendapat tahta.
Ibu Nakhun menyampaikan ia tak akan membiarkan itu terjadi, ia sudah punya rencana berikutnya, dimana Nakhun masih dapat mendapat apa yang ia inginkan dan begitu juga dengan keinginannya. Tapi rencana ini sangat berbahaya. Dayang menyampaikan ia siap melakukannya.

Inn sedang berjalan bersama pengawal lain ketika pengawal pribadinya tiba untuk melapor dan meminta pengawal lain meninggalkan mereka berdua.
Pengawal melaporkan kalau pelaku insiden belakangan ini ialah orang yang sama, ia sudah memerintahkan untuk mencari tahu sumber utamanya. Inn meminta pengawal jangan menyampaikan apapun pada puteri.
Pengawal mengingatkan dilema utamanya ialah dewan legislatif tidak akan tinggal membisu mengenai dilema ini. Inn menyampaikan alasannya itu mereka harus cepat menangkap pelakunya. Pengawal mengerti.

Khaning sudah terbangun dari tidurnya, tapi ia masih lemas.
Ia mengambil ponselnya dan akan pergi ke suatu tempat, tapi RAtree melarangnya.
Khaning sudah mendengar mengenai isu kecelakaan Nakhun, ia bertanya kenapa tidak ada yang menyampaikan padanya. Ia akan pergi untuk menemui Nakhun.
Ratree khawatir dan meminta Khaning tenang, ia mengajak Khaning duduk dan bicara. Ia menyampaikan Nakhun baik-baik saja dan akan kembali ke istana dalam 3-4 hari kedepan. Masalahnya ialah Khaning tidak diperbolehkan menemui Nakhun. Khaning terkejut dan bertanya kenapa? Kenapa saya dilarang menemui Nakhun? (BAKA! BABO?! MAsih nggak ngerti kenapa? Ngerti kenapa Ingfa kesel banged sama Khaning di episode ini tsk tsk tsk).

Ratree meminta Khaning hening dan menyampaikan kalau video Khaning dan Nakhun sudah tersebar lagi dan Khaning tidak mengerti video yang mana lagi, ia yakin ini sebuah kesalahpahaman, siapa tahu itu bukan mereka. Ia meminta Ratree menunjukkan padanya.
Ratree khawtair dan bertanya apakah Khaning yakin ingin melihatnya. Tapi KHaning memohon padanya, jadinya Ratree menunjukkan video itu.
Itu ialah video dimana ia dan Nakhun berpelukan, tapi kali ini versi terangnya, dimana wajah Nakhun terlihat jelas.
Khaning terkejut dan bertanya siapa yang melaksanakan ini dan untuk apa mereka melakukannya?

Continue Reading

More in Pattie Ungsumalynn

To Top