Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 19 – Part 1

Pattie Ungsumalynn

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 19 – Part 1

Akhirnya episode dimana ada banyak adegan OTP tiba juga, tapi kenapa terasa sangat menyakitkan?
Padahal ini yaitu momen yang ditunggu-tunggu, tapi sebab kita tahu keduanya akan berpisah, itu lebih terasa sebagai kebahagiaan yang sesaat. Selain itu, di episode 19 ini ada berbagai adegan mesra yang di cut oleh tim produksi, pengen rasanya lempar sesuatu, HAHHAHHAHAHA.

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 19 Part 1

Peristiwa pembakaran istana hutan menambah dilema bagi keluarga kerajaan. Pihak polisi tiba ke istana dan memperlihatkan foto kawasan kejadian pada Raja dan menyampaikan mengenai detail kejadian, dimana mereka menemukan bukti kalau tindakan pembakaran itu dilakukan dengan sengaja sebab mereka menemukan bensin tak jauh dari istana hutan. Berdasarkan bukti yang ada, putera mahkota menjadi tersangka utama kasus ini.
Sekretaris meminta pihak kepolisian untuk tidak menyampaikan hal menyerupai itu kalau belum ada bukti yang kuat. Tapi putera mahkota memang ada di sana ketika kejadian dan jejak kali putera mahkota ada di semua kawasan disana, tujuan pembakaran juga sanggup dihubungkan dengan undangan putera mahkota baru-baru ini untuk merenovasi istana hutan.
Ratu sangat khawatir akan hal ini. Raja menyampaikan ia mengetahui mengenai Inn dan Inn tidak akan melaksanakan hal-hal yang menyalahi aturan menyerupai ini.
Tapi pihak kepolisian mengatakan  berdasarkan investigasi, itu yaitu sebuah motif yang sanggup menciptakan Inn melaksanakan tindakan kriminal, meskipun mereka perlu melaksanakan penyelidikan lebih lanjut, tapi Inn akan berada dalam pengawasan polisi. Inn sanggup tinggal di istana hingga mereka menemukan bukti lainnya dan juga menunggu keputusan parlemen. Mereka akan menunjuk orang untuk mengawasi putera mahkota.

Ratu hampir menangis mendengar semua itu, puteranya akan disalahkan sebab kejadian ini, ia yakin kalau Inn dijebak, Inn tidak akan pernah melaksanakan hal menyerupai itu.
Raja juga berfikir hal yang sama, ia mulai merasa abnormal kenapa belakangan hal-hal serius terjadi secara kebetulan di istana.
Tapi mereka tidak sanggup melaksanakan apapun mengenai hal itu, yang sanggup mereka lakukan yaitu mencari bukti kalau Inn tidak bersalah, kalau tidak kepolisian dan dewan legislatif tidak akan mempercayai mereka.
Raja meminta sekretaris kerajaan memanggil orang dalam istana untuk melaksanakan penyelidikan menemukan bukti kalau Inn tidak bersalah.

Pengawal pribadi Inn tergesa-gesa ke kediaman puteri mahkota, menciptakan para dayang terkejut sebab laki-laki tidak boleh masuk ke kediaman puteri, tapi pengawal menyampaikan ia sudah menerima izin dari putera mahkota.
Ia meminta bicara berdua dengan Khaning, sebab ini dilema yang penting. Kaprikornus para dayang meninggalkan mereka.
Khaning terlihat sangat khawatir dan bertanya apa yang terjadi dengan Inn, apa Inn terluka dab bla bla bla.
Khaning menyampaikan mengenai istana hutan, ia yakin itu kesalahpahaman, Inn mustahil melaksanakan hal menyerupai itu. Pengawal menyampaikan ia tiba menemui Khaning sebab dilema ini. Ia menjelaskan pada Khaning kalau alasan kenapa Inn pergi ke sana malam itu yaitu sebab Khaning meminta bertemu dengan Inn.

Khaning yang tidak tahu apa-apa tentu saja bingung, ia tidak merasa menciptakan kesepakatan dengan Inn, ia tinggal di istana dan menunggu selama ini.
Pengawal menyampaikan ia melihat dengan terang kalau Khaning yaitu pengirim pesan pada Inn untuk bertemu melalui LINE.
Khaning makin galau dan mengecek ponselnya, ia tidak menemukan pesan apapun, Pengawal juga mengeceknya dan tidak ada pesan disana yang meminta bertemu Inn di istana hutan.
Pengawal menyampaikan yang sanggup memegang ponsel Khaning niscaya orang yang akrab dengannya. Ia meminta Khaning mengingat dimana Khaning meninggalkan ponselnya.
Khaning berfikir dan ia yakin ia selalu membawa ponselnya dan tidak pernah meninggalkannya.
Pengawal mengerti, ia meminta Khaning memberitahunya kalau Khaning mengingat sesuatu.

Di rumah keluarga Khaning, Khanong panik mengenai informasi Inn yang memperabukan istana hutan.
ayah dan ibu juga kelihatan sangat khawatir.

Pihak Lady Krissana juga menonton informasi itu di TV dan merasa puas sebab sebenta lagi hari kemenangan mereka akan tiba.

Puteri Leelawadee juga melaksanakan sesuatu mengenai dilema ini, ia memanggil sekretaris kerajaan, menyampaikan kalau tim pemeriksaan dari New York akan tiba besok. Katanya pihak itu yaitu temannya dan yang ada di pihak mereka hanya sekretaris dan pengawal pribadi Inn.
Ia mengingatkan kalau ini yaitu diam-diam mereka, mereka tidak punya banyak waktu untuk membantu Inn.
*Hmmmmmm, tampaknya puteri melaksanakan penyelidikan sendiri. Menarik, sebab tiba-tiba kok abang Inn kayak senyum gitu ya?

Nakhun juga melihat informasi mengenai Inn di rumah sakit.
Nakhun terlihat khawatir. Ia kemudian menerima telpon dari ibunya, dan menyerupai dugaannya ini perbuatan ibunya.
Ibunya terlihat puas dengan informasi yang menyebar dan menyampaikan kalau ini yaitu hadiah sebab Nakhun akan keluar dari rumah sakit besok. Ia akan mengirimkan kendaraan beroda empat menjemput Nakhun.
Nakhun masih ingin bicara tapi ibunya menutup telpon dengan cepat. Nakhun mengerutkan keningnya, ia tak menyangka ibunya hingga melaksanakan semua ini.

Keesokan harinya, pihak dewan legislatif tiba untuk memperlihatkan keputusan mengenai puteri mahkota. Inn dan Raja ada disana mendengarkan keputusannya.
Mereka awalnya membicarakan dilema pembakaran itu, tapi tidak ada bukti berpengaruh kalau Inn yaitu pelaku utama, jadi pihak kerajaan menolak mengakibatkan Inn tersangka. sekretaris kerajaan yakin kalau ada pihak lain yang mengkambing hitamkan Inn.
Karena pihak kerajaan meminta waktu, jadi dewan legislatif memberi izin selama 72 jam untuk mengambarkan Inn tidak bersalah, meski begitu Inn masih tetap dalam pengawasan pihak kepolisian.
Intinya gitu deh, saya nggak ngerti dilema beginian, jadi saya menulis gimana mudahnya aja *mianhae

Kemudian mereka beralih pada dilema selanjutnya, yaitu mengenai puteri mahkota. Kasus puteri mahkota ini tidak pernah terjadi di Bhutin sebelumnya, jadi ini akan mencoreng nama baik Bhutin, dan rakyat serta dewan legislatif juga mengkhawatirkan hal itu.
Berdasarkan aturan di Bhutin, maka jabatan puteri mahkota akan dicabut, puteri mahkota akan dikeluarkan dari istana, dimana sehabis dikeluarkan, akan ada larangan nahwa puteri mahkota tidak boleh bertemu dengan putera mahkota lagi (untuk selamanya, kayaknya sih begitu).

Dan begitulah, keputusan dewan legislatif dan sudah disetujui oleh raja, puteri mahkota akan dikeluarkan dari istana besok.
Mereka memberitahu pengumuman itu eksklusif ke kediaman puteri mahkota.
Khaning hanya sanggup membisu saja sementara para dayang tampak khawatir.

Inn sendiri ada di ruangannya di istana utama, ia stress mengenai semua dilema yang ada.
Untuk pertama kalinya kita melihat Inn berteriak sekencang-kencangnya sebab ia tidak sanggup melaksanakan apa-apa untuk melindungi orang yang ia cintai.
Inn benar-benar tampak terluka.
*pengen deh meluk Inn, aktingnya Tao keren banged di adegan ini huhuhuhuhuhuhu.

Malam harinya, Khaning ada di luar, menatap langit malam dan menangis. Ia meminta maaf dan meminta maaf pada Inn atas apa yang sudah ia lakukan.
seseorang memperhatikan Khaning dari belakang dan Khaning tidak menyadari ketika orang berpakaian serba hitam mendekatinya dan membekapnya.

Orang itu membawa Khaning dengan paksa, Khaning meronta dan mencoba berteriak tapi orang itu menenangkannya.
Orang itu membuka epilog wajahnya dan ternyata itu yaitu Inn. Khaning terkejut sekaligus senang melihat Inn ada di hadapannya, sehabis kejadian itu Khaning dan Inn tidak boleh bertemu, jadi Khaning sangat merindukan Inn.
Khaning bahkan tidak percaya kalau Inn benar-benar ada di hadapannya, ia menyentuh wajah Inn. Inn menatapnya.
Khaning menangis di pelukan Inn dan meminta maaf pada Inn. Inn mencoba menenangkan Khaning dan menyampaikan semuanya baik-baik saja. Khaning terus menangis memeluk Inn dengan sangat erat, seolah takut kehilangan Inn.

Khaning terus meminta maaf jadi Inn meminta Khaning berhenti menyampaikan hal itu. Ia menyentuh wajah Khaning yang menangis dan menatap ke dalam mata gadis yang ia cintai itu. Inn mengecup kening Khaning. Khaning menutup matanya dan mencicipi ketulusan Inn.
Inn menyampaikan ia tiba untuk membawa Khaning pergi dari sana, Khaning terkejut, tapi ia menuruti Inn.

Inn dan Khaning menghabiskan malam di sepeda motor berdua.
Inn membawa kabur Khaning dari istana.
Khaning bertanya kemana mereka akan pergi dan Inn menjawab kemana saja, ia akan membawa kemanapun yang Khaning inginkan. Khaning tersenyum dan menyampaikan ia akan memikirkannya.
Khaning dan inn terlihat senang malam itu. Inn menyentuh tangan Khaning yang memeluknya dari belakang, keduanya menikmati dinginnya malam di atas sepeda motor, pergi sejauh yang mereka inginkan.

Pagi harinya, Inn dan Khaning tiba di tepi pantai. Khaning masih tertidur di punggung Inn. Inn tersenyum dan mencoba membangunkannya.
Khaning membuka matanya dan terkejut melihat dimana mereka berada, sebuah pantai yang indah. Khaning sangat menyukainya, ia membuka helm-nya dan segera berlari ke pantai.
Inn menatapnya sambil tersenyum. Khaning menikmati angin pantai pagi itu dan menyampaikan kalau Inn membawanya ke kawasan yang benar.
Inn agak menyombong mengatakan, tentu saja, saya kan pangeranmu. *EAAAAAAAAAAAA.

Inn berjalan mendekati Khaning. Khaning tersenyum dan mengatakan, Ya, Yang Mulia. Tapi saya tidak hanya tidur. Aku tidur sambil menyemangatimu.
Inn tersenyum dan keduanya saling pandang dengan senyuman di wajah mereka.
Inn memeluk Khaning dari belakang, keduanya menikmati pemandangan pagi itu dalam diam. Keduanya sangat bahagia.
*MEREKA SKIP KISSING SCENE DI ADEGAN INI!!!!!!!!!!!!!!!!!!! AAAAAAAACCKKKKKKKK!!!!!!! WHY? WHY? WHY? WHY? WHY? WHY? WHY?!!!!

Continue Reading

More in Pattie Ungsumalynn

To Top