Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 19 – Part 2

Pattie Ungsumalynn

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 19 – Part 2


—————————————————————————————–

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 19 Part 2

Sepulang dari pantai, keduanya mencari daerah menginap. Khaning mengajak Inn ke rumah saudaranya, ia suka menginap disana ketika ia masih kecil, ia punya banyak teman disana.
Rumahnya kecil, tapi indah banged, asri.
Tapi hingga di rumah Inn malah bertanya mereka akan makan apa, HAHAHAHHAHAHA. Kayaknya udah kelaparan banged ya semalam nggak makan.

Kabar mengenai puteri dan putera mahkota yang menghilang tersebar di istana, Ratu mengetahuinya dan terlihat khawatir melapor pada raja.
Tapi Raja sama sekali tidak terlihat khawatir. Ratu malah galau apa yang harus mereka lakukan, alasannya putera mahkota dilarang melakukannya, polisi menyampaikan kalau pintu dikunci dari luar, bagaimana sanggup Inn kabur dari sana.
RAja menyampaikan kalau istana ini sudah sangat tua, ada banyak jalan rahasia. Sewaktu ia kecil dulu ia juga sangat nakal, lari kesana kemari. Ia yaitu raja Bhutin, dan yang sanggup ia lakukan hanya memberi waktu 3 hari pada puteranya, ia pikir itu terlalu singkat.
Ratu menyampaikan kalau mereka membiarkan putera mereka lari menyerupai ini, maka seumur hidupnya Inn akan diingat sebagai tersangka, ratu benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Raja alasannya membiarkan hal ini terjadi.
*Hooo raja yang membantu Inn kabur sepertinya.

Puteri Leelawadee memperlihatkan sesuatu pada sekretaris kerajaan dan pengawal Inn, ia menyampaikan kalau mereka hanya punya ini. Istana hutan yaitu daerah pribadi, pelayan bahkan tidak sanggup sembarangan kesana, ia meminta mereka menemukan pemilik ‘benda itu’. Sekretaris dan pengawal mengerti.
*Sepertinya itu komplemen yang ketinggalan di istana hutan ketika insiden pembakaran itu. Kalau di versi Korea ada cincin Chae Kyeong ya kalau nggak salah?

Khaning dan Inn makan mie rebus sebagai brunch mereka hari itu, kata Khaning hanya ada 3 bungkus disana, akan expire dalam 2 hari, tapi ia yakin mereka nggak akan sakit perut karenanya wkwkkwkwwkw.
Inn hanya sanggup tersenyum, ia bertanya bagaimana dengan makanan besok dan selanjutnya?
Khaning terkejut mendengar pertanyaan itu, alasannya artinya mereka akan tinggal usang disana.
Inn mengajak Khaning mencari makanan di luar. Khaning khawatir mereka tidak akan sanggup pergi bebas alasannya orang-orang akan mengenali mereka. Inn hanya tersenyum dan seperinya ia punya ide.

Khaning dan Inn keluar dengan menggunakan topeng kertas untuk menutupi wajah mereka, gambar pangeran dan puteri. Sepertinya mereka udah shopping duluan, baju mereka udah ganti wkwkkwkkw.
Keduanya menikmati kencan pertama mereka sesudah menjadi suami istri, keduanya terlihat sangat bahagia, berjalan di kota kecil itu menyerupai pasangan kekasih, makan bersama di balik topeng mereka.
Tapi begitu mereka melihat isu mengenai puteri dan putera mahkota yang menghilang, keduanya jadi kelihatan sangat sedih.

Di rumah, Khaning terlihat tidak bersemangat dan menatap topengnya, ia bertanya apakah mereka harus mengenakan itu sepanjang hidup mereka?
Inn duduk bersama Khaning dan menyampaikan kalau problem niscaya akan selesai satu per satu. Ia yakin istana akan menuntaskan problem ini sebentar lagi.
Khaning merasa tidak yummy alasannya ini salahnya dan meminta maaf pada Inn atas semua yang terjadi. Ini yaitu kesalahannya.
Inn menatap Khaning dan memeluknya dari belakang. Khaning terus meminta maaf dan Inn menyampaikan padanya jangan memikirkan hal itu lagi.
Inn menyandarkan wajahnya di pundak Khaning sambil terus memeluknya.

Ia kemudian bertanya pada Khaning kenapa tiba-tiba Khaning ingin bertemu dengannya di istana hutan.
Khaning menyampaikan ia tidak mengirim pesan itu, pengawal Inn juga menyampaikan mungkin ada yang menggunakan ponselnya untuk menjebak Inn supaya Inn pergi ke sana.
Inn meminta Khaning mencoba mengingat lagi dimana Khaning meletakkan ponselnya ketika itu, mungkin Khaning melupakannya.
Khaning mencoba mengingat, sesudah ia pingsan waktu itu, ia terus di kamar. Ia menyalakan ponselnya lagi sesudah ia sadar, hari dimana dayang ibu Nakhun menemuinya untuk membawakan obat dari ibu Nakhun.
Medengar itu, Inn terkejut. Ia kini mengerti apa yang terjadi.

Inn keluar untuk menelpon seseorang, memberitahu kalau ini menyerupai yang mereka duga, semuanya berhubungan. Siapa yang akan menerima laba dari semua kasus yang terjadi, hanya 1 orang yang menerima keuntungan.

Dan tiba-tiba, secara random Inn sudah kembali ke kamar lagi dan siap-siap bermesraan dengan Khaning AHHAHAHAHAHA. Sumpah ini adegan tiba-tiba jadi agak random, ada baiknya tadi sebelum nelpon aja sekalian wkkkwkwkwkw.
Malam itu, Khaning dan Inn mencurahkan isi hati masing-masing, ini pertama kalinya sesudah mereka menikah.
Mereka saling menatap dan saling menyentuh, Khaning dan Inn berciuman, meski gelap banged dan nggak kelihatan HAHAHAHHAHAHA.
Tapi saya suka bab Inn mencium hidung Khaning, ia selalu melakukannya^^
Ya meski begitu doank, ini adegan romantis lah, saya bahkan galau bagaimana menceritakannya wkkwkkwkw.

Keesokan harinya, Khaning terbangun dengan senyuman di wajahnya, ia sangat bahagia.
Tapi ia kaget alasannya Inn tidak ada di sampingnya. Ia mencari Inn di luar dan memanggil Inn, tapi Inn tidak ada. Ia menemukan sebuah catatan dari Inn, yang menyampaikan kalau ia keluar untuk melaksanakan hal yang penting, ia meminta Khaning jangan khawatir, ia akan menjemput Khaning nanti. Ia juga meminta Khaning menciptakan cake kalau Khaning sanggup membuatnya.
Khaning galau dengan pesan Inn, terutama problem menciptakan cake, alasannya ia tak sanggup membuatnya wkwkwkkwkwkw.

Inn melaksanakan hal pentingnya, berbelanja di desa itu. Ia kelihatan sangat bahagia, senyuman tak lepas dari wajahnya.
Inn sedang merencanakan sesuatu.

Malam harinya, khaning menata meja ketika dua anak kecil tiba menemuinya dan memperlihatkan sebuah pesan dari Inn. Inn menyampaikan kalau keduanya yaitu orang terpercaya dan meminta Khaning mengikuti mereka.
Khaning bingung. Keduanya tersenyum dan memperlihatkan sapu tangan pada Khaning.

Kedua anak kecil itu membawa Khaning ke tepi pantai, dimana Khaning menutup matanya dengan sapu tangan dan tidak sanggup melihat apapun.
Inn sudah menunggu disana, ia sudah menyiapkan semua itu, sebuah daerah romantis dengan lampu-lampu. Saat Khaning datang, ia menyambut Khaning.
Khaning tidak mengerti apa yang terjadi dan ia ingin membuka epilog matanya, tapi Inn melarangnya, ia akan memberi instruksi kapan Khaning sanggup melepaskannya.
Khaning mengerti.

Inn kemudian berlutut di hadapan Khaning dan ia meminta Khaning melepas epilog matanya.
Khaning melepaskan epilog matanya perlahan dan terkejut melihat apa yang ada di hadapannya, lampu-lampu yang indah dan orang yang ia cintai berlutut di hadapannya. Khaning tersenyum bahagia.
Inn menatap Khaning dengan tulus, Khaning menyentuh wajah Inn. Inn bertanya, apakah kamu ingin menikah denganku?
Khaning terdiam, ia perlahan tersenyum. Inn berdiri di hadapan Khaning, Khaning tidak sanggup melepaskan matanya dari mata Inn.
Inn membelai Khaning, menyentuh wajahnya dan berkata, menikah dimana kita memahami satu sama lain, menikah dimana kita mengerti apa yang kita janjikan, saya berjanji dalam kesedihan dan kebahagiaan, saya akan selalu berada disisimu selamanya.

Khaning sangat senang mendengar hal itu. Ia tersenyum dan menjawab, Aku berjanji, dalam kesedihan maupun kebahagiaan, saya akan selalu berada disisimu.
Inn sangat senang dan memeluk Khaning dengan erat, Khaning membalas pelukan Inn. PAra anak kecil menyiramkan bunga pada keduanya.
Malam itu, malam paling membahagiakan bagi keduanya, mereka risikonya memberikan perasaan mereka yang sebenarnya.
*Akan lebih baiklah kalau kissu mereka nggak di cut, alasannya dari stills yang beredar, Khaning yang duluan mencium Inn HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, kenapa mereka cut adegan penting begitu -__-

Keesokan harinya, pengawal menemukan sepeda motor Inn, dan yakin Inn dan Khaning ada diseitar sana.
Mereka dengan cepat menemukan Khaning dan Inn yang menghabiskan malam di pinggir pantai.
Khaning dan Inn panik melihat mereka. Khaning dan Inn tahu mereka akan dipisahkan, jadi mereka terus berpegangan tangan dan saling mendekat.
Inn menyampaikan pada Khaning untuk mengingat, apapun yang terjadi, ia mengasihi Khaning.
Pengawal pribadi Inn menyampaikan kalau ia diperintahkan untuk membawa Inn kembali ke Bhutin dan memisahkan Inn dan Khaning alasannya itu yaitu peraturan dari deportasi puteri mahkota.
Inn memohon pada pengawalnya untuk tidak melakukannya, tapi pengawal tidak sanggup melakukannya, alasannya itu yaitu tugasnya. Inn menyampaikan ia butuh waktu tapi pengawal meminta maaf.
*kayaknya pengawal Inn beneran ga tau Inn disini ya? Dia jadi tegas gini apa alasannya ada pihak kepolisian yang ditugaskan menjaga Inn disana? Hmmmm, Kaprikornus yang di telpon Inn semalam siapa? Kakaknya?

Para pengawal mulai memisahkan Khaning dan inn.
Khaning dan Inn tidak mau dipisahkan, mereka tetap mencoba berpegangan tangan. Khaning terus memanggil nama Inn dan Inn memanggil nama Khaning, para pengawal memisahkan mereka tapi tangan mereka masih menyatu.
Sampai risikonya tangan keduanya terlepas, Khaning menangis, dibawa oleh pengawal masuk ke mobil.
Khaning meronta meminta di lepaskan, ia terus memanggil nama Inn.

Inn tidak sanggup berbuat apapun. Ia hanya sanggup menuruti pengawal untuk masuk ke kendaraan beroda empat lainnya.
Ia bahkan melewati kendaraan beroda empat Khaning dimana Khaning di dalam terus meneriakkan nama Inn dan menangis melihat inn hanya melewatinya.
Inn tidak sanggup berbuat apapun, Inn menatap ke arah kendaraan beroda empat Khaning dengan mata penuh luka.
Pengawal meminta Inn tidak membuatnya dalam masalah, alasannya kalau Inn terus menolak begini, mereka akan menerima masalah.
Inn mengerti dan masuk ke mobilnya.

Mobil Khaning dan Inn melaju menuju arah yang berbeda.
Mereka akan berpisah di perempatan.
Tapi tiba-tiba kendaraan beroda empat Inn berhenti dan Inn berlari keluar mobil. Pengawal risikonya menyuruh kendaraan beroda empat Khaning berhenti dan membiarkan mereka.
Khaning keluar dari mobilnya dan berlari ke arah Inn. Inn dan Khaning berpelukan di perempatan itu.
Mereka berdua benar-benar tidak ingin dipisahkan.
Seolah ini yaitu pelukan terakhir mereka, mereka berpelukan sangat erat. Inn berkata, Khaning, ingatlah ini, meskipun kita tidak sanggup bersama menyerupai yang dijanjikan, saya akan selalu mencintaimu, selamanya. Aku akan mencintaimu selamanya.
Khaning menyampaikan ia akan mengasihi Inn selamanya juga.
Keduanya mencicipi perasaan masing-masing, dalam pelukan hangat itu, ada cinta yang dalam, air mata dan hati yang terluka.

Khaning dan Inn risikonya berpisah.
Topeng Inn masih tergantung di lehernya, ia menatap topeng Inn, ia menangis menyampaikan kalau mereka tidak akan sanggup bertemu lagi, ia meminta Inn menjaga diri dan ia menyampaikan kalau ia akan selalu mengasihi Inn, meskipun mereka tidak sanggup bersama.
Khaning ingin menggunakan topeng Inn tapi ia terkejut melihat sebuah goresan pena disana, itu yaitu goresan pena dari Inn.
‘Aku akan selalu ada di sisimu’.
Khaning menangis lagi, memeluk topeng Inn.

Raja terlihat gelisah di ruangannya. Sekretrais kemudian tiba mengabarkan kalau Inn sudah tiba di istana.
Pengawal membawa Inn masuk.
Inn terlihat sangat rapuh.
Sekretaris dan pengawal meninggalkan mereka berdua.
Raja berjalan mendekati Inn dan menatap puteranya, ia menyentuh Inn dan bertanya apa Inn baik-baik saja, Inn membisu saja. Ia menyampaikan pada Inn kalau besok sore mereka akan tahu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.
Inn mengerti. Ia berterima kasih pada Raja, alasannya membiarkannya bertemu dengan puteri untuk terakhir kalinya.
Raja menyampaikan hanya itu yang sanggup ia lakukan untuk Inn. Raja bertanya bagaimana dengan puteri?
Inn menyampaikan kalau Khaning harus sanggup mendapatkan semuanya. Raja menyentuh pundak puteranya.

Raja menyampaikan kalau besok keputusan DPR akan diumumkan, ia menyampaikan kalau ia mempercayai Inn sepenuhnya. Ia yakin semua ini akan segera berakhir.
Inn menatap ayahnya. Ia mencoba untuk terlihat tabah meski ia begitu terluka dengan semua yang terjadi.
Raja mencoba menenangkan Inn, ia tahu Inn ketika ini sangat sakit.

-The End-

Komentar:

Huwaaaa, risikonya Raja memperlihatkan kalau ia ayah yang baik, bukan cuma raja yang mengikuti aturan. Aku senang ia yang membantu Inn untuk bertemu dengan Khaning. Ia tahu kalau Inn sangat mengasihi puteri mahkota, tapi mereka tak sanggup melaksanakan apapun alasannya problem sudah sejauh ini.
Khaning dikeluarkan dari istana, tampaknya penurunan jabatan dengan tidak hormat gitu, dan konsekuensinya, ia tidak akan boleh bertemu dengan Inn lagi selamanya.
tentu saja keduanya sangat murung akan kenyataan itu, tapi semoga cepat selesai deh.

Aku khawatir nih alasannya di episode 19 ini semuanya belum selesai, artinya masih panjang masalahnya di episode 20 nanti, mana durasi cuma 30 menit, terus bagaimana dengan kemesraan OTP kita? Apakah mereka akan men-cut dan cut semuanya lagi? KITA BUTUH KEMESRAAN!!!!!! Setelah semua yang menyakitkan terjadi, asa durasi OTP dikurangi lagi wkwkwkwkwkwkkw.
Padahal kalau 21 episode manis juga ini, jadi sanggup ditambah momen mesranya, saya low expectation aja untuk episode 20, syukur kalau ada kiss-nya, HAHAAAHAHHAHA. Sepertinya sih ending sama dengan dugaan, di pantai yang sama LOL

Sebenarnya saya agak kesal dengan episode ini, alasannya berbagai scene yang di cut, padahal mereka pake scene itu sebagai stills untuk promosi, kalau kita nggak tahu sih nggak problem ya, ini dirilis official tapi di cut HAHAHAHAHHAHA. JAHAT!
Durasi mengenai DPR juga kelamaan, kebanyakan ngomong, nggak eksklusif ke pada dasarnya aja, makanya di sini saya menceritakan pada dasarnya aja HAHAHAHA.
Selain itu banyak pengulangan kalimat, gimana ya, kurang efisien, kayak kehabisan kata-kata gitu. Terutama adegan Inn dan Khaning HAHHAHAHAHAHA.

Tapi episode ini saya suka sih, risikonya OTP memberikan perasaan masing-masing.
Padahal mereka udah nikah, eh si Inn ngajak nikah lagi, wkwkkkwkkwkw. Harusnya nanti tuh, di ending XD
Adegan perpisahan mereka memang murung banged, terutama pas Khaning dan inn ditarik pengawal, ketika berlari dari kendaraan beroda empat dan saling berpelukan, aduhhhhh, terasa banged memang XD
Kalau di versi Korea, adegan mereka pelukan begini pas Shin mau dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan kalau nggak salah.

Aduh nggak terasa tinggal 1 episode lagi. Huwaaaaa.
Aku pikir saya nggak akan selesai menulis sinopsis ini, ternyata masih lancar hingga episode 19 ini, semoga episode 20-nya juga lancar.
Meski berjuang mendapatkan subtitle dan lain sebagainya, protes sana sini, problem ini dan itu, tapi tetep aja kalau udah suka ya niscaya nonton aja terus wkwkwkwwk.

Continue Reading

More in Pattie Ungsumalynn

To Top