Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 20 Jawaban – Part 1

Lakorn

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 20 Jawaban – Part 1

Banyak yang bertanya kenapa sinopsis episode 20 kok lama, itu dikarenakan subtitle episode 20 juga usang keluarnya. Aku sama sekali nggak sanggup bikin sinopsis drama thailand kalau nggak ada subtitle. Beda kalau drama korea atau jepang, bantai aja HAHAHHAHAHAHA.
Selain itu, saya sangat sangat sangat kecewa dengan ending drama ini alasannya ialah terasa memaksa sekali dan banyak hal yang berdasarkan saya kok jadi aneh. Kaprikornus saya butuh banyak waktu untuk memahaminya.

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 20 FINAL Part 1

Hari judgement kesudahannya tiba. Inn terlihat sudah bersiap-siap.
Pengawal pribadinya tiba memberitahu waktunya pada Inn. Inn kelihatan khawatir jadi pengawal memintanya jangan khawatir alasannya ialah pihak mereka sudah siap menghadapi semuanya. Mereka menemukan satu bukti penting pagi ini dan mereka sudah mengirimkannya ke dewan legislatif untuk diselidiki.
Inn mengerti. Ia menyampaikan selain image dari keluarga kerajaan, ia tidak mengkhawatirkan apapun.

Sementara itu di kediaman Lady Krissana, ia sedang berkemas-kemas untuk menghadiri pengadilan dewan legislatif mengenai problem pembakaran istana hutan. Mereka belum apa-apa sudah merayakannya. Hari yang mereka tunggu sudah tiba. Ibu Nakhun sangat puas dengan hal ini alasannya ialah keluarga kerajaan akan mencicipi penderitaan.
Ibu Nakhun menyampaikan kalau tahta harus diduduki oleh orang yang pantas, dan di Bhutin yang pantas menduduki tahta hanya puteranya Nakhun.
Khun Saiyood mengucapkan selamat pada Lady, alasannya ialah Lady kesudahannya berhasil.
Lady menyampaikan selanjutnya, ia dan Saiyood akan mengontrol istana barat. Saiyood kelihatan sangat senang.
Nakhun tidak ada disana, jadi ibu bertanya dimana Nakhun dan Saiyood menjawab kalau Nakhun sedang jalan-jalan sebelum kesana. Ibu Nakhun mengerti, ia meminta Khun Saiyood menunggu kabar baik darinya.
*LOL ngakak banged ini dua orang belum menang sudah merayakan duluan HAHAAHAH

Waktu yang ditunggu-tunggu sudah tiba, semua keluarga kerajaan berkumpul untuk mendengar keputusan parlemen. Ini adegannnya cukup panjang, jadi saya persingkat saja.
Disana selain keluarga kerajaan ada pihak dewan legislatif dan kepolisian juga. Mereka membahas mengenai kasus pembakaran istana hutan dimana tersangka utama ialah putera mahkota Inn. Sebelumnya keluarga kerajaan diminta mencari bukti sebelum keputusan dan pagi ini mereka menemukan bukti berpengaruh untuk menerangkan kalau Inn tidak bersalah. Ibu Nakhun kelihatan tidak hening mendengar itu.
Sekretaris kerajaan kemudian mengambil alih menyampaikan kalau istana hutan ialah kawasan pribadi untuk keluarga kerajaan dimana dayang dan pengawal tidak diperbolehkan masuk tanpa izin. Tim Investigasi menemukan sebuah bukti penting yang akan mengungkapkan semua, kalau Inn tidak bersalah dan ada tersangka baru.
Ibu Nakhun benar-benar kelihatan tidak tenang.

Lalu pengawal Inn membawakan bukti yang dimaksud, sebuah suplemen emas ditemukan di kawasan kejadian, dimana anggota kerajaan bukan pemilik suplemen itu, terutama itu bukan milik Inn. Ibu Nakhun terkejut melihat suplemen itu, ia sangat mengenalinya, tapi ia mencoba bersikap tenang.
Sekretaris kerajaan menduga kalau ada pihak yang terlibat dalam problem ini, pemilik suplemen itu yang masuk tanpa izin ke istana hutan. Karena mereka menemukan bukti baru, jadi mereka meminta pendapat dewan legislatif mengenai hal ini.
Pihak dewan legislatif berdiskusi mengenai problem itu dan mengambil keputusan kalau mereka harus menemukan pemilik suplemen itu, jadi keputusan hari ini akan ditunda hingga pemilik suplemen itu ditemukan, mereka melaksanakan invertigasi ulang.

Keluarga kerajaan lega mendengar hal itu, alasannya ialah mereka yakin Inn tidak bersalah. Nakhun juga kelihatan tersenyum alasannya ialah ia tahu kebenaran semuanya. Yang berwajah masam cuma ibunya Nakhun HAHAHHAHAHAHA.

Ibu Nakhun kembali ke kediamannya dengan marah, ia bahkan melempar jubahnya. Nakhun mengikutinya dari belakang. Nakhun menahan ibunya supaya tidak mengamuk, tapi ibunya meronta.Khun saiyood tiba kemudian, bertanya apa yang terjadi.
Ibu Nakhun sangat murka pada dayangnya, ia bertanya dimana suplemen yang ia berikan pada dayang sebelumnya. Mendengar itu, Saiyood berlutut meminta maaf pada Ibu Nakhun alasannya ialah ia kehilangan suplemen itu, ia sudah usang ingin meminta maaf tapi ia belum menemukan waktu yang tepat. Ia ingin ibu Nakhun mengampuninya.
Ibu Nakhun benar-benar murka dan menampar Saiyood, Nakhun mencoba menghentikan ibunya.


Ibu Nakhun berteriak, bagaimana sanggup saya mengampunimu?! Tahtaku! Rencanaku! Semuanya berjalan dengan baik kecuali suplemen sialan itu! Aku seharusnya tidak memperlihatkan suplemen itu padamu!
Ibu Nakhun kalau murka sangat menyeramkan, ia menyerupai akan memakan Saiyood bulat-bulat dan akan membunuhnya, Nakhun mencoba sekuat tenaga mengentikan ibunya, meski tangan kirinya masih di gips.
Ibu Nakhun mengamuk, Nakhun mencoba menghentikannya, meminta ibunya berhenti. Tapi ibunya tetap ingin membunuh saiyood.
Nakhun meminta ibunya mendengarnya, untuk tidak menyalahkan siapapun, ia ingin ibunya mendapatkan kenyataan kalau ibunya lah yang menciptakan semua problem ini. Ia memohon pada ibunya untuk tidak menyalahkan siapapun.

Ibu Nakhun masih marah, saking emosinya, ia menangis.
Ibu menangis memanggil nama puteranya. Ibu menyampaikan kalau ia juga tidak ingin menjadi menyerupai ini, tapi semuanya sudah terlambat, mereka sudah gagal.
Ibu lemah, ia menangis dan Nakhun mencoba memeluknya. Ibu terduduk di lantai dan terus menangis.

Ibu Nakhun meminum obatnya supaya ia merasa lebih tenang. Setelah mereka cukup tenang, Sekretaris kerajaan datang. Ibu Nakhun benar-benar terlihat takut. Ibu menyampaikan melihat sekretaris kerajaan mengunjunginya menyerupai ini, tampaknya ada problem yang sangat penting.
Sekretaris kerajaan tahu kalau ibu Nakhun mengerti kenapa ia datang, ia menyampaikan kalau ia ingin bicara secara pribadi, jadi Saiyood meninggalkan mereka.
Setelah Saiyood pergi, ia mulai membicarakan problem putera mahkota Inn yang dituduh sebagai tersangka pembakaran istana hutan…
Tapi belum sempat sekretaris kerajaan menuntaskan kalimatnya, ibu Nakhun bangkit, alasannya ialah tersinggung sekretaris kerajaan seperti ingin menyampaikan kalau ia menjebak Inn.
Nakhun mencoba menenangkan ibunya.

Sekretaris kerajaan kemudian melanjutkan kalimatnya, kalau mereka juga melaksanakan inverstigasi pada hal lain, yang berbagi gambar dan video mengenai puteri mahkota, mereka sudah mengumpulkan semua dan mengembalikan bukti pada Nakhun. Kaprikornus hal ini tidak akan menghipnotis image Nakhun kedepannya. Nakhun berterimakasih pada Sekretaris kerajaan. Ia menyampaikan kalau ia tidak ingin puteri mendapatkan problem lagi alasannya ialah hal itu.
Karena problem ini sudah memperlihatkan titik terangnya, dan siapa pelakunya sudah ketahuan, perdana menteri dan dewan legislatif ingin problem ini menjadi problem internal kerajaan, jadi tidak akan disebar keluar. Kaprikornus mereka ingin ibu Nakhun bekerja sama supaya tidak keluar istana sebelum problem ini selesai, termasuk Khun Saiyood.
Ibu Nakhun masih sangat kesal dan murka pada sekretaris kerajaan yang berani memperlihatkan perintah padanya, ia menyampaikan kalau Inn lah yang bersalah dan menyuruh mereka untuk mengontrol putera mahkota sebelum berani memerintahnya.
Nakhun benar-benar kesal pada ibunya, ia kesudahannya meninggikan suaranya meminta ibunya berhenti. Ia menyampaikan mereka harusnya berterimakasih pada sekretaris kerajaan, alasannya ialah ia mengerti apa yang diinginkan sekretaris kerajaan ialah hal baik untuk mereka.
Ibu Nakhun tidak mengerti kenapa Nakhun malah membela musuh mereka.

Kaprikornus saya nangkepnya gini, pihak kerajaan ingin ini jadi problem internal, jangan tersebar keluar, alasannya ialah kalau tersebar keluar image Nakhun dan Lady akan jelek, alasannya ialah ingin merebut tahta. Kaprikornus mereka ingin Nakhun dan ibunya bekerja sama jangan hingga hal ini bocor ke publik, demi kebaikan mereka juga sih.
Ibu Nakhun benar-benar sesuatu banged. Dia nggak terima kalah, udah manis mereka nggak dieksekusi penjara alasannya ialah kesalahan mereka.

Malam harinya, Raja ada di ruang kerjanya dan Ratu tiba menemuinya, alasannya ialah Raja bekerja hingga larut malam. Raja menyampaikan sehabis keputusan besok, mereka masih punya hal lain yang harus dilakukan, jadi ia menyiapkan dokumennya.
Ratu menyampaikan mengenai hasil keputusan besok, ia harap tidak ada kesalahan. Raja menatap istrinya, meminta maaf dengan apa yang terjadi.
Ratu bertanya kenapa Raja berfikir kalau ini ialah salahnya hingga harus meminta maaf menyerupai itu.
Raja hanya diam. Ratu menggenggam tangan Raja dan menyampaikan kalau mereka semuanya mencar ilmu dari problem ini, terutama Inn. Ia melihat Inn bersikap cukup umur belakangan ini.
Raja berkata, kita, sebelum kita tahu mana yang benar dan yang salah, kita menghabiskan banyak waktu untuk itu. Tapi bagi orang lain, mungkin menghabiskan selruh hidupnya untuk mengetahuinya.

Keesokan harinya, keluarga kerajaan minus Ibu Nakhun dan Nakhun berkumpul lagi untuk mendengarkan keputusan parlemen. Karena Inn tersangka, jadi ia tak ada disana.
Mereka memulai pembuktiannya disana, bukti suplemen di keluarkan, mereka memanggil dayang Khaning, Ratree, Dahla dan Cha Im, ketiganya ditanya apakah mereka pernah melihat suplemen itu dan ketiganya menyampaikan kalau itu ialah milik Khun saiyood. Mereka tahu alasannya ialah Saiyood selalu mengenakannya.
Inn kemudian masuk ke ruangan untuk ditanyai mengenai alasannya kenapa Inn tiba ke istana hutan malam itu. Inn menyampaikan kalau ia menerima pesan dari Khaning memintanya bertemu.
Sekretaris menyampaikan kalau mereka sudah mengecek, Khaning tidak mengirim pesan itu pada Inn. Untuk membuktikannya, mereka mengecek CCTV dan kelihatan Saiyood menyentuh HP kHaning di hari kejadian, dimana ia menemui puteri untuk memperlihatkan tonik.
Ibu Suri kelihatan cukup kaget melihat Saiyood terlibat dalam problem ini.

Parlemen menyampaikan kalau urusan itu seharusnya tidak dilakukan oleh Saiyood apalagi mengatasnamakan perintah Lady (mengantar tonik), mereka bertanya-tanya siapa yang memerintahkan Saiyood melaksanakan itu.
Mereka kemudian membahas mengenai penyebar video dan foto yang mengakibatkan problem pada putera dan puteri mahkota, mereka sudah mengirim ke dewan legislatif untuk ditindak lanjuti.
Untuk ketika ini, kiprah dewan legislatif ialah mengumumkan pada masyarakat kalau dewan legislatif hanya mengurusi problem pembakaran istana hutan, jadi Inn dibebaskan dari segala tuduhan. Keluarga kerajaan sangat bahagia mendengar hal itu, Inn dinyatakan tidak bersalah.
Mengenai problem Lady, Nakhun dan Saiyood, dewan legislatif meminta keluarga kerajaan untuk ikut ambil cuilan mengambil keputusan dan hal itu sanggup disampaikan nanti melalui sekretaris kerajaan.
Kaprikornus untuk kasus pembakaran istana hutan sudah selesai.
*sebenarnya saya resah banged dengan pengadilan di drama ini, saya nggak tahu apakah pengadilan di negara kerajaan begini, tapi panjang banged ceritanya dan berdasarkan saya kok jadi buang-buang waktu gitu (butuh kemesraan otp) HAHHAAHAHAHA. Dan masalahnya juga nggak jelas, di adegan ini, mereka nggak bilang kalau Lady itu bersalah atas kasus ini. Tapi saya nangkepnya sih alasannya ialah mereka mengakibatkan ini problem internal, jadi keluarga kerajaan ikut ambil cuilan bagaimana menghukum Lady, Nakhun dan Saiyood.

Raja di ruangan kerjanya, memikirkan mengenai apa yang harus ia lakukan pada Nakhun dan ibunya. Ratu kemudian masuk dan tahu kekahwatiran Raja.
Raja bertanya apa yang harus ia lakukan mengenai problem ini, ia meminta pendapat Ratu.
Ratu menyampaikan ia ingin keputusannya adil, tapi tetap menjaga kehormatan Nakhun dan ibunya. Nakhun dan ibunya ialah keluarga akrab mereka, tapi kalau hukumannya terlalu lemah, itu juga tidak baik. Menurutnya Ibu Nakhun memang tidka punya hati melaksanakan semua ini, tapi kalau mereka melihat dari sisi lainnya,  ia hanya seorang ibu yang sangat mengasihi puteranya. Meski yang ia lakukan bukan hal baik,  tapi semuanya alasannya ialah cinta. Orang selalu melaksanakan hal yang salah kalau bekerjasama dengan cinta.
Raja tersenyum mendengar pendapat Ratu.
Ia berdiri dan menggenggam tangan Ratu, ia mengerti apa yang Ratu maksud, ia berterima kasih atas kebaikan Ratu padanya selama ini.
Ratu tersenyum dan meminta suaminya menjaga kesehatan.

Di kediaman ibu Nakhun, Saiyood ditangkap.
Pihak pengadilan juga membacakan keputusan mengenai sanksi Nakhun dan ibunya yaitu istana kediaman mereka akan ditutup, tampaknya posisi Nakhun dan ibunya juga dicabut (sebelumnya kan nama mereka dipulihkan jadi boleh tinggal diistana).
Dan keduanya harus meninggalkan Bhutin sesegera mungkin.
Ibu Nakhun sangat shock, ia mulai gemetar dan memanggil puteranya.

Nakhun segera tiba untuk menenangkan ibunya. Mereka memperlihatkan dokumen keputusan itu pada Nakhun.

 

Nakhun membaca sendiri keputusan kerajaan, dimana kerajaan memperlihatkan sebuah rumah di Boston untuk ia dan ibunya, mereka harus pindah kesana. Kerajaan akan memperlihatkan tunjangan pada Nakhun hingga Nakhun menuntaskan sekolahnya.
Ibu Nakhun yang mendengarkan hal itu eksklusif sesak nafas, Nakhun menenangkan ibunya. Saiyood mengkhawatirkan Ibu Nakhun tapi ia tidak dilepaskan oleh mereka dan menyeretnya keluar.
Ibu Nakhun sakit kepala dan pingsan alasannya ialah shock. Nakhun  terkejut dan mengkhawatirkan ibunya, ia berteriak pada pengawal untuk meminta pertolongan, tapi tidak ada yang datang. Nakhun terus memanggil ibunya.
*sedih juga sih cuilan ini, kasian Nakhun-nya T____T Kenapa nggak ada yang tiba HUWAAAAAAAAAAAAAAAAA

Setelah semua problem selesai dengan baik, kesudahannya upcara penyerahan tahta dilaksanakan.
Raja menyerahkan tahtanya pada Inn, Inn resmi menjadi Raja Bhutin. semua keluarga kerajaan sangat bahagia melihat Inn kesudahannya mendapatkan tahtanya.

Continue Reading

More in Lakorn

To Top