Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 3

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 3

Di Episode 3 ini, Khaning masih belum memberikan keputusannya apakah ia akan menikah atau tidak. Tapi erita sudah tersebar dan semuanya tahu kalau Khaning yakni calon puteri mahkota itu. Khaning tidak sanggup kabur lagi. Inn sendiri tidak mengerti kenapa Khaning oke dengan ijab kabul ini tapi ketika ia tahu alasan Khaning, ia jadinya memebrikan jawabannya atas ijab kabul kerajaan ini.

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 3

Keluarga Khaning mencoba melawan 3 rentenir yang tiba menagih hutang ke rumah mereka. Rentenir itu memukul ayah Khaning, melempar ibu Khaning, memukul Khanon dan memegang Khaning yang mencoba melawan mereka. Suasana benar-benar sangat kacau ketika itu.
Untung ketika itu sekretaris kerajaan segera tiba dan menghentikan mereka. Awalnya pada rentenir itu tidak peduli pada sekretaris kerajaan, tapi ketika pengawal mengeluarkan pistol mereka berhenti. sekretaris kerajaanmengatakan kalau ia bertanggung jawab untuk melindungi anggota keluarga kerajaan. Ia menyampaikan kalau Khaning yakni tunangan putera mahkota Bhutin. Rentenir itu tentu saja shock mendengarnya.
sekretaris kerajaan mengancam mereka untuk segera pergi kalau tidak ingin problem diperpanjang, jadinya para rentenir itu meninggalkan rumah Khaning.

Utusan kerajaan dan keluarga Khaning duduk di ruang tamu. Sekretaris kerajaan memberikan pesan dari Raja, bahwa mereka ingin tahu bagaimana keputusan Khaning mengenai ijab kabul ini.
Khaning masih bingung, ia tak tahu harus menjawab apa, ia melirik ayah dan ibunya, ia menyampaikan sekretaris kerajaan sudah melihat bagaimana keluarga mereka dan ia bertanya apakah sekretaris kerajaan masih ingin ia menikah dengan putera mahkota Inn.
sekretaris kerajaan menyampaikan keluarga Khaning tidak melaksanakan kesalahan, para rentenir itu yang keterlaluan.
Khaning kemudian memikirkan sesuatu dan bertanya, Jika saya oke menikah, apakah keluargaku akan selamat (dari hutang-hutang itu)?
sekretaris kerajaan menyampaikan Khaning tidak perlu khawatir dengan hal itu, sehabis Khaning menikah maka keluarga Khaning akan menjadi cuilan dari keluarga kerajaan, jadi semuanya akan baik-baik saja.
Khaning mencoba tersenyum kecil.

Malam itu, suasana di rumah Khaning heboh. Saat makan malam Khaning lagi lagi bertengkar dengan adiknya, ayah berteriak pada mereka untuk damai alasannya yakni ada orang di luar, tampaknya ada pengawal yang berjaga. Ternyata mereka meributkan siapa yang harus keluar, Khanon menolak dan Khaning terus menyuruh Khanon yang kesana.
Tiba-tiba sekretaris kerajaan masuk dan menciptakan mereka terkejut, semuanya berdiri. Mereka bertanya kenapa sekretaris kerajaan masuk dan sekretaris kerajaan menyampaikan alasannya yakni ia mendengar ribut-ribut di dalam jadi ia pikir terjadi tragedi menyerupai siang tadi HAHHAHAHAHA.
Tapi Khaning resah kenapa malam-malam sekretaris kerajaan datang, ia menebak mungkin alasannya yakni putera mahkota Inn menolak menikah dengannya. sekretaris kerajaan menyampaikan tidak, alasannya yakni putera mahkota tidak pernah menyampaikan ia tak akan menikah dengan Khaning alias menolak pernikahan.
Khaning kecewa mendengarnya LOL.
Sekretaris kerajaan jadinya jujur ia tiba untuk dipijat HAHAHAHA

Ayah tiba-tiba merubah nada bicaranya menjadi lebih cool meski ia menyampaikan kalau lain kali sekretaris kerajaan harus tiba di jam kerja HAHAHHAHA. Saat ayah akan menyiapkan alat-alatnya, sekretaris kerajaan menahannya, menyampaikan kalau Ratu ingin segera berteu dengan Khaning.
Makara ia bertanya pada Khaning apakah Khaning bersedia ke Bhutin besok menemui ratu, tentu saja harus berangkat bersama Inn.
Khaning terkejut, meski ia tahu cepat atau lambat ia niscaya akan diajak ke kerajaan, tapi ia tak menyangka waktunya yakni besok.

Malam yang sama, Nakhun dan ibunya tiba di rumah mereka, mereka menyewa rumah yang tidak mengecewakan besar meski kata ibunya itu kecil. Tapi ia tak problem alasannya yakni sebentar lagi mereka akan pindah ke istana.
Tapi Nakhun menyampaikan kalau rumah ini sudah cukup besar bagi mereka berdua. Meski begitu ibu tampak tidak puas.
Kita beralih ke ring tinju, ada 2 orang sedang latihan tinju disana. Dan ibu Nakhun menelpon salah satu dari mereka. Orang itu mengenali ibu dan ibu menyampaikan ia ingin meminta bantuan. Orang itu menyampaikan ia akan melaksanakan apa saja.
Keduanya kelihatan memikirkan rencaa jahat.

Malam itu Khaning tidak sanggup tidur. Ia menatap kalung dari kakeknya dan merasa resah akan pernikahanya.
Ayah mengetuk pintu kamarnya dan Khaning segera akal-akalan tertidur lelap. Karena tak ada jawaban, ayah masuk dan menatap puterinya yang tertidur. Ayah menyampaikan apapun keputusan Khaning, Khaning tidak usah khawatir alasannya yakni mereka berempat akan berusaha melaluinya bersama-sama.
Ibu juga masuk ke kamar Khaning  dan menyampaikan pada ayah biarkan Khaning memikirkan keputusannya sendiri. Meskipun khaning masih 19 tahun, mereka harus menghormati keputusan Khaning nantinya. Ibu meyakinkan ayah smeuanya akan baik-baik saja. Ibu membelai rambut puterinya. Ibu menangis menyampaikan ia tahu puterinya punya cita-cita sendiri dan sekaligus ingin membantu ayah dan ibu, tapi kehidupan Khaning yakni milik Khaning sendiri, tak peduli apapun keputusan Khaning, mereka sanggup melaluinya bersama.
Ibu mencium puterinya.
Setelah ayah dan ibu meninggalkan kamarnya, Khaning membuka matanya, ia terlihat murung dan kembali berfikir.
*BTW itu Khaning nangis nggak sih? download videonya ngga HD jadi ga terang HAHAHHAHA.

Keesokan harinya, Khaning terbangun. Ia tampak tidak bersemangat. Ia pribadi mengambil cemilan biskuit-nya dan mulai makan satu per satu sambil menyampaikan iya, tidak, iya, tidak, iya, tidak (kalau di dorama biasanya pake kelopak bunga ya hehhehehe).
Dan tiba di biskuit terakhir, Khaning shock alasannya yakni jawabannya yakni ‘iya’. Tapi ia kemudian membelah biskuit jadi dua, ia membuang cuilan ‘iya’ dan memakan cuilan ‘tidak’ HAHHAAHHAHAHAHA. Lah emang itu membantu ya mbak? HAHHAHHA
Khaning kemudian memutuskan jawabannya yakni tidak. Ia memanggil ibunya dan menyampaikan ia tak akan menikah dengan puetra mahkota.

Tapi ternyata informasi sudah tersebar, media sudah mengetahui siapa tunangan putera mahkota dan banyak wartawan yang berkumpul di depan rumah Khaning. OMG.
Ayah, ibu dan Khanon berjaga di depan gerbang, menghindari wartawan masuk ke rumah, para wartawan sangat ingin tau dengan wajah calon puteri mahkota itu. Ayah berusaha menahan mereka menyampaikan kalau puterinya gadis yang baik, mereka akan membiarkan Khaning diwawancarai nanti. Tapi para wartawan terus berdesakan meminta interview. Ibu, ayah dan Khanon berusaha menutup gerbang.

Khaning yang tidak menemukan ibunya di rumah berjalan keluar rumah, masih dengan wajah mengantuk dan rambut berserakan ia menyampaikan ia tak akan menikah.
Para wartawan melihat Khaning dan mulai bergerombolan masuk ke halaman rumah untuk memotret Khaning. Khaning shock melihat hal itu dan meminta mereka jangan memotret. Ayah, ibu dan Khanon juga berusaha menahan, tapi mereka terdesak. Khaning segera lari ke rumah.
Pada jadinya ayah, ibu dan Khanon berhasil menutup gerbang rumah mereka.

Khaning menangis di ruang tamu. Khanon excited masuk ke rumah menemui kakaknya, menyampaikan puteri Ning mereka kini sangat terkenal. Khaning menyampaikan ia tak akan menikah.
TV kemudian menyiarkan informasi mengenai calon menantu kerajaan dan Khanon menyampaikan kalau Khaning sudah tak sanggup membantah lagi alasannya yakni wajah Khaning sudah ada di TV.
Khaning kesal dan tak mengerti apa maksud Khanon hingga ia melihat ke TV dan wajahnya sudah menyebar se-Thailand. Wajah calon puteri mahkota yang gres bangkit tidur HAHHAHAHAHHAAHHAHA.

Khaning menangis *tapi lucu* alasannya yakni ia sangat buruk di foto itu. Khaning merengek alasannya yakni pada jadinya ia tak punya pilihan.
Ayah dan ibu masuk dan melihat Khaning yang menangis, mereka malah tersenyum senang alasannya yakni Khaning oke menikah. Khaning terus menangis lucu alasannya yakni hanya ia yang murung dengan ijab kabul ini.

Inn ada di rumah dan melihat informasi pagi itu. Tapi ia tak menyampaikan apa-apa dan hanya menghela nafas.

Sementara itu Minnie yang sedang latihan juga melihat informasi pagi itu, Inn yang akan menikah dengan rakyat biasa berjulukan Khaning, Minnie terkejut dan tentu saja ia tidak menyukai informasi itu.

Pagi itu, wartawan juga sudah berkumpul di halaman sekolah, mereka di larang masuk ke gedung jadi mereka hanya menunggu di luar.
Khaning tiba di sekolah memakai epilog kepala untuk menyembunyikan diri, tapi ia tak sengaja menabrak salah satu wartawan dan epilog kepalanya lepas. Para wartawan mengenalinya dan mulai mengelilinginya, mereka ingin meminta interview.
Khaning berusaha kabur dari sana, tapi para wartawan mengejarnya.

Sementara itu 3 sahabat Khaning juga mengetahui hal itu dan mereka merasa kesal alasannya yakni kHaning tidak menyampaikan apa-apa pada mereka, padahal mereka berteman.
Mereka bertiga beneran kesal alasannya yakni Khaning yang jadinya akan mendapat putera mahkota dan mereka mulai pindah hati ke sahabat puetra mahkota HAHAHAHA
Khaning yang masih melarikan diri dari kejaran wartawan lewat disana dan meminta temannya membantunya, tapi temannya tidak mempedulikannya, mereka hambar pada Khaning. Bahkan sahabat yang pakai beling mata juga sama, ia mengajak mereka ke kelas dan ketiganya meninggalkan Khaning.
Khaning tak punya waktu menjelaskan alasannya yakni wartawan menemukannya, Khaning kabur lagi.

Sementara itu, epilog kepala Khaning (syal/jilbab) yang terjatuh di lantai ditemukan oleh seseorang. Prince Nakhun. Awwwwwwwwwww. GANTENG!!!!
Seseorang sedang ebrsih-bersih di lantai atas dan debunya mengenai bajunya, jadi ia berhenti untuk membersihkan bajunya. Ia membuka blazernya untuk membersihkan debu ketika Khaning lewat disana dan melihat hal itu.
Ia kemudian tiba-tiba merebut blazer Nakhun dan meminjamnya, lebih tepatnya ia memaksa Nakhun melindunginya dengan menutupi wajah mereka berdua dengan blazer, mereka berlindung dibawah blazer itu.
Khaning meminta Nakhun diam. Nakhun tidak mengerti tapi ia menuruti Khaning.

Hal itu berhasil, para wartawan tidak mengenalinya, dikira ada 2 orang yang lagi pacaran mesra dibawah blazer HAAHHAHAHHA.
Khaning jadinya sanggup damai alasannya yakni para wartawan tidak menemukannya. Ia berterima kasih pada Nakhun dan gres menyadari wajah Nakhun sangat akrab dengannya. Khaning menatapnya beberapa detik dan mengomentari kulit Nakhun sangat bagus HAHAHAHAHAHAHA. Khaning bahkan menyentuh wajah Nakhun, Nakhun cuma sanggup tersenyum.
Setelah memastikan wartawan tidak ada disana, Khaning lega. Ia menerka kalau Nakhun mungkin aktor, alasannya yakni sangat tampan LOL.
Khaning akan pergi tapi Nakhun melihat wartawan lagi dan menarik Khaning ke dalam pelukannya. Omooo omo omo omooo!!!!
Khaning terkejut, tapi ia membisu saja.

Setelah semuanya aman, Khaning berterima kasih lagi. Nakhun memperkenalkan namanya, ia tersenyum manis pada Khaning. Khaning mengulurkan jari telunjuknya dan meminta Nakhun melaksanakan hal yang sama dengan isyarat.
Jari telunjuk Nakhun hampir menyentuh jari telunjuk Khaning, tapi tiba-tiba Khaning malah menarik tangannya dan melambai pada Nakhun. Ia melihat syal-nya disana dan mengambilnya. Ia berterimakasih pada Nakhun dan dengan segera meninggalkannya.
Nakhun resah dengan Khaning, tapi ia tersenyum menatap kepergian gadis itu.

Sepulang sekolah, Khaning tidak main-main dulu dan pribadi pulang, ia khawatir wartawan mengejarnya.
Tiba-tiba kendaraan beroda empat Inn lewat dan berhenti di dekatnya. Khaning terkejut.
Inn bertanya apakah Khaning tahu kalau hari ini ia harus tiba ke istana. Khaning tidak menjawab. Khaning kelihatan masih khawatir wartawan mengejarnya jadi ia tak terlalu menghiraukan apa yang dikatakan Inn.
Inn menyampaikan ia tak tahu kenapa khaning oke menikahinya, tapi baginya ia oke alasannya yakni ia harus memenuhi kesepakatan kakeknya. Khaning membisu saja ketika Inn bertanya lagi apa alasan Khaning.
Pengawal Inn keluar dari kendaraan beroda empat sehabis diberi aba-aba, ia meminta Khaning masuk ke mobil. Khaning menyampaikan ia belum memberitahu ayah dan ibunya, tapi pengawal menyampaikan tidak perlu mengkhawatirkan hal itu alasannya yakni mereka akan mengurusnya.
Khaning akhirnyatak sanggup menolak dan masuk ke mobil.

Khaning malah kelihatan senang masuk ke kendaraan beroda empat Inn, ia menatap Inn sambil tersenyum HAHAHHA (kok beda dari eskpresinya pas diluar tadi ya HAHHAHAHA).
Inn sih nggak peduli ya, ia menyuruh pengawalnya menjalankan mobil.
Sementara itu Nakhun melihat hal itu, ia tersenyum. Mobil Inn lewat di hadapan Nakhun dan Nakhun tersenyum melihatnya.
Inn terkejut alasannya yakni ia melihat Nakhun disana, tapi kemudian ia tampak tersenyum kecil.

Dan saya gres tahu kalau jarak istana dan daerah sekolah Khaning dkk itu jauh banged HAHHAHAH!!!!
Masa mereka pulang pake pesawat O_0
Ternyata selama ini Inn pulang pergi naek pesawat HAHAHHAHAHA.
Khanin sudah ada dalam pesawat itu, ia terpesona melihat kemewahan di  dalamnya. Ia bertanya apakah Inn setiap hari naik pesawat ini, pulang pergi dari rumah ke sekolah?
Inn tidak menjawab, yang menjawab yakni pengawal Inn yang menyampaikan itu yakni kegiatan sehari-hari putera mahkota. Khaning kagum merasa kalau itu keren.

Khaning jadinya duduk dan mulai main-main dengan daerah duduk menyerupai merendahkan dan menaikkan sandarannya. Inn tampak kesal dengan Khaning yang menyerupai orang pertama kali naik pesawat.
Ia jadinya menyuruh Khaning untuk diam, jangan bermain-main. Khaning cemberut dan menyampaikan kalau ini pertama kalinya ia naik pesawat.
Khaning kemudian mulai bertanya bagaimana Bhutin itu, apakah indah, apakah banyak daerah wisatanya, berapa jam mereka akan hingga disana, apakah ia boleh tidur, apakah mereka jalan kaki ke istana atau dijemput oleh mobil,  dan bla bla bla.
Inn sangat kesal alasannya yakni Khaning tidak sanggup diam, ia mengingatkan Khaning kalau seharusnya hal yang ditanyakan Khaning yakni apa yang harus Khaning lalukan di istana.
Khaning menyampaikan ia tahu itu, makanya kini ia pergi kesana.
Inn malas berdebat dengan Khaning dan memasang headphone-nya. Khaning menatapnya dengan kesal. Bagaimanapun Khaning tidak sanggup menyukai pangeran bermulut tajam itu.

Khaning dan Inn tiba di istana. Inn keluar dari kendaraan beroda empat dan Khaning meminta Inn menunggunya. Inn tak peduli dan masuk ke dalam duluan HAHHAHAHA.
Khaning tampaknya mabuk, kepalanya pusing. sekretaris kerajaan menyambutnya. Ia meminta salah satu dayang menemani Khaning hingga Khaning merasa baikan, gres kemudian bertemu dengan Ratu.
Khaning menyampaikan tidak perlu, ia pribadi menyentuh kepalanya, memijat kepalanya dan meminkan kepalanya semoga ia merasa baikan, menciptakan semua dayang dan pengawal disana kaget HAHHAHAHA. Well, Khaning bersikap tidak feminin sih ya.
Khaning sudah merasa baikan dan menyampaikan mereka sanggup menemui ratu sekarang. Dayang memperlihatkan jalan padanya.

Khaning terpesona dengan istana, sangat indah, ada banyak bunga disana, pemandangannya sangat manis di dalam istana. Khaning menyukainya.
Sebagai gadis biasa, Khaning pribadi mengambil ponselnya dan mengabadikan pemandangan indah itu. Ia bahkan mengajak dayang yang bersamanya untuk selfie HAHAHAHHAHAHA.
Mereka hingga tidak sadar kalau Ratu sudah ada disana. Begitu para dayang sadar, mereka panik dan pribadi memberi hormat. Khaning juga memberi salam, gaya biasa.

Khaning bertemu dengan Ratu untuk pertama kalinya, mereka duduk untuk bicara. Suasana sangat canggung. Khaning berusaha memperlihatkan wajah tersenyumnya sementara ratu kelihatan sangat dingin.
Ratu menyampaikan kalau Khaning niscaya lelah. Khaning membenarkan, tapi ia kesulitan untuk bicara bahasa sopan, ia bahkan tak tahu harus memanggil ratu bagaimana, hingga dayang menyampaikan panggilan bergotong-royong HAHAHAHHAHA.
Ratu hendak mulai bicara lagi tapi LINE Khaning berbunyi terus, tiba-tiba banyak pesan masuk HAHAHHAHAHA. Ratu benar-benar kesal dibuatnya.Khaning dengan cepat mematikan ponselnya.
Setelah semuanya tenang, pembicaraan dilanjutkan.

Ratu bertanya Khaning mencar ilmu apa disekolah (jurusan kali ya) dan Khaning menjawab ia mencar ilmu seni. Ratu juga bertanya mengenai keluarga Khaning dan Khaning menjawab ayahnya membuka rumah pijat dan ia membantu disana kalau ia libur.
Ratu kemudian menanyakan mengenai pendapat Khaning wacana ijab kabul ini. Ratu menyuruh dayang meninggalkan mereka berdua saja. Ratu bertanya lagi, kali ini pertanyaan yang ingin ia tanyakan sebenarnya, apa keputusan Khaning wacana ijab kabul ini?
Khaning resah ingin menjawab bagaimana, ia menyampaikan kalau ia masih belum yakin, tapi jikalau ia menikah, apakah keadaan keluarganya akan membaik?
Ratu tersinggung alasannya yakni Khaning berani membicarakan problem uang dengannya.
Khaning menyampaikan itu alasannya yakni keadaan keluarganya kini sangat sulit. Makara jikalau ia menikah maka ia sanggup membantu keluarganya.
Ratu mengambil kesimpulan, artinya kamu tidak menyayangi puteraku? (Lah, gimana cinta, kenal aja gres mom, HAHAAAH). Ratu menyampaikan kalau Khaning menyetujui ini alasannya yakni uang.
Khaning menyampaikan ia gres bertemu dengan Inn sekitar seminggu yang lalu, jikalau ia menyampaikan ia menyukai Inn, Ratu niscaya tahu kalau ia berbohong.

 

Ratu menyampaikan mereka sanggup berhenti membahas itu. Tentang keluarga Khaning, jikalau Khaning menikah, maka keluarganya niscaya akan lebih baik. Tapi ia memberikan waktu untuk Khaning memikirkan kembali keputusannya. Pada ketika itu, ada banyak hal yang perlu mereka lakukan, apalagi sehabis Khaning masuk ke istana.
Khaning mengangguk meski ia masih kurang paham.
Ratu menjelaskan kalau Khaning harus masuk ke istana sebelum upcara ijab kabul dan mencar ilmu mengenai bagaimana menjadi puteri mahkota yang baik. Dan sehabis menikah, Khaning sanggup melanjutkan sekolahnya bersama putera mahkota, tapi Khaning hanya akan mempelajari beberapa pelajaran saja. Khaning bingung.
Ratu melanjutkan kalau Khaning punya banyak hal untuk dipelajari untuk menjadi ratu selanjutnya, dan itu sangatlah complicated, mereka akan mengikuti tradisi istana. Khaning akan mulai mencar ilmu di istana, akan ada tutor untuknya nanti.
Khaning bertanya apakah ia sanggup bertemu dengan keluarganya. Ratu menyampaikan sehabis menikah perempuan akan menjadi anggota keluarga sang suami, jadi Khaning akan tinggal di istana dan bukan anggota keluarga, keluarganya yang kini lagi.

Malam harinya, Ibu Suri, Ratu dan Raja membicarakan problem puetri mahkota. Ratu menyampaikan ia mengerti Khaning masih muda tapi ia pikir Khaning tidak cocok tinggal di istana, ia mempertimbangkan perilaku Khaning ketika menemuinya tadi. Ia yakin Khaning tidak sesuai untuk Inn. Ia khawatir.
Ibu suri menyampaikan meski perilaku Khaning tidak cukup bagus, ia mendengar dari sekretaris kerajaan bahwa keluarga Khaning sedang mengalami masa sulit, ia Khaning yakni orang yang penuh terimakasih, ia merelakan hidupnya untuk membantu keluarganya.
Ibu suri sanggup melihat dari mata Khaning kalau ia pikir gadis itu akan membawa kebahagiaan dalam keluarga mereka dan menciptakan istana lebih hidup (lah, kapan nenek ketemu? o_0)
Nenek menyukai Khaning.
Sementara itu Inn mendengarkan pembicaraan mereka diam-diam.

Raja menyampaikan Ratu kelihatan sangat khawatir.
Ratu menyampaikan ia memang khawatir pada putera mahkota, alasannya yakni Inn berubah semenjak mencar ilmu di Inggris.
Raja menyampaikan Inn jadi belin pemberontak. Ratu berkata bukan itu maksudnya. Ibu suri mengataka kalau menurutnya itu bagus, alasannya yakni Inn jadi lebih percaya diri. Ia menyampaikan Raja dan Ratu berfikir telalu banyak.

Inn kemudian tiba menemui mereka dan menyampaikan keputusannya. Kalau ia siap untuk memenuhi kesepakatan kakeknya. Ia bersedia menikah dengan Khaning.
Ibu suri senang mendengarnya, begitu juga raja dan ratu. Inn kelihatan tersenyum lapang dada kali ini.
*eaaaaaaa apakah sehabis mendengar kalau Khaning mengorbankan diri masuk istana untuk keluarga?

Waktu berlalu. Hari keberangkatan puteri mahkota ke istana.
TV sudah menyiarkan informasi mengenai hal itu. Khaning masih di rumahnya, ia menatap foto keluarganya dan ia teringat pembicaraannya dan ibu. Ibu menangis menyampaikan jikalau Khaning tidak ingin menikah, maka Khaning tidak perlu melakukannya. Mereka akan mencari cara menuntaskan problem mereka. Ibu bahkan memperlihatkan Khaning sekolah di luar negeri alasannya yakni Khaning selalu ingin melakukannya.
Khaning terlihat sangat sedih. Ini yakni hari terakhirnya di rumah mereka. Gaun sudah ada dihadapannya, gaun yang akan ia pakai ke istana.

Khaning duduk dan menangis. Ibu masuk ke kamar dan bertanya kenapa Khaning belum bersiap, ini saatnya berangkat.
Khaning bertanya pada ibunya apakah ia harus pergi? Ia tinggal di rumah mereka semenjak pertama ia dilahirkan, Ia pikir ia tak akan sanggup tidur di istana.
Ibu menggenggam tangan puterinya dan menyampaikan cepat atau lambat, perempuan akan menikah, itu yakni hal normal. Meskipun Khaning tidak pergi sekarang, Khaning akan pergi suatu hari nanti. Ia meminta puterinya jangan terlalu khawatir. Ia yakin jikalau khaning pergi, masa depan Khaning akan lebih baik.
Khaning menangis dan memeluk ibunya. *sobs i feel you girl T__T

Di luar, para wartawan berkumpul.
Sekretaris kerajaan ada disana untuk menjemput Khaning dan beberapa pengawal. Sekretaris kerajaan bicara dengan ayah sambil menunggu Khaning keluar dari rumah.
Khaning jadinya berjalan keluar dari rumahnya dengan gaun pinknya, bersama ibu, Khanon dan dayang. Para wartawan sibuk memotret puteri mahkota.
Khaning menggenggam tangan ayahnya dan menyampaikan kalau ia akan pergi. Ayah memanggil puterinya dengan ‘my princess’ dan memintanya menjaga diri. Ia memeluk ayahnya.
Khanon juga tiba-tiba jadi manja dan memanggil Khaning dengan my princess, ia memeluk kakaknya.

Saatnya tiba, Khaning melangkah perlahan menuju kendaraan beroda empat itu, jikalau ia masuk maka ia tak akan sanggup keluar lagi. Ia menatap ayah dan ibu. Ayah dan ibu mengangguk menahan air mata mereka.
Khaning jadinya masuk ke mobil. Pintu di tutup.
Mobil Khaning bersiap berangkat. Ayah, ibu dan Khanon melambai di luar.
Khaning menatap mereka, ia mennagis dan melambaikan tangan. Mobil berangkat meninggalkan rumah keluarga Khaning.

-The End-

Komentar:
Awwwwwwwwwwww murung banged!!!!
Adegan terakhir sukses menciptakan saya meneteskan air mata + adegan Khaning dan ibunya.
Aku rasa versi ini lebih murung dari versi Korea untuk cuilan yang ini ya.
Well, perempuan memang akan menikah dan menjadi cuilan keluarga suami, artinya menikah ke keluarga si suami jadi akan meninggalkan rumah (meski ada juga yang suami menikah ke keluarga istri).
Kadang saya iri banged sama pemuda yang nggak harus meninggalkan keluarganya T________T

Khaning yang galau menikah atau tidak memang lucu banged. Apalagi ketika ia keluar dengan wajah ngantuk dan difoto oleh wartawan, kemudian ia menangis alasannya yakni mukanya buruk banged. Aku sih resah ya darimana wartawan tahu kalau calon puteri mahkota yakni Khaning. Perasaan istana belum menciptakan pengumuman, alasannya yakni kan Khaning belum memberikan keputusannya juga. Gara-gara itu Khaning nggak sanggup kabur lagi ya, LOL.
Ternyata perilaku teman-teman Khaning sama dengan versi Korea, mereka kesal alasannya yakni Khaning tidak menyampaikan pada mereka kalau ia lah si calon puteri mahkota itu, awalnya saya pikir mereka akan excited dan ga ngambek HAHAHHAHA.

Nakhun jadinya bertemu dengan Khaning dan pertemuan mereka so sweet bangeeeeeeeeeed!!!!!
Nggak ada pake buka celana ya di versi ini, cuma menemukan syal Khaning aja. Dan Khaning sembunyi di pelukan Na Khun itu the sweetest thing di episode ini XD XD
Nakhun memang tampan banged, Khaning aja bilang kulitnya bagus HAHHAHAHA
Tapi ngapain si Khaning memperlihatkan jarinya ya kalau jadinya nggak disentuh juga HAHAHHAHAHAH.

Inn tampaknya oke alasannya yakni sudah tahu alasan Khaning kali ya. Sepertinya sih ia juga ingin tau kenapa Khaning mau, awalnya ia mungkin berfikir alasannya yakni title ‘puteri mahkota’ aja makanya Khaning mau. Tapi mengetahui kalau Khaning juga bergotong-royong nggak mau, tapi demi keluarganya jadinya Inn memberikan kalau ia bersedia.
Nenek pinter menebak kalau Khaning akan membawa angin gres bagi keluarga kerajaan yang kaku. Tapi di episode ini kenapa nggak ada adegan nenek ketemu Khaning ya, saya jadinya resah pas nenek bilang ia melihat di mata khaning dan bla bla bla.
Di versi korea sih neneknya ingin tau banged jadi ia tiba ketika Chae Kyeong bicara dengan ratu HAHAHAHAHA.

Udah 3 episode tayang, rasanya makin ingin tau dengan episode selanjutnya.
Sampai ketika ini sih subtitle-nya lancar ya, ada akun di youtube yang nge-sub tidak mengecewakan cepat. Jadinya saya download dan menonton online, jadi kerjaan ada 2, buat koleksi dan bikin sinopsis HAHAHHAHA.
Aku pengen adegan adeknya Khaning dibanyakin, tapi kayaknya sulit ya, sehabis ini Khaning bakalan masuk istana dan scene keluarganya akan makin sedikit. Aku harap di istana Khaning jangan jadi crybaby, semoga bukan ia yang menyesuaikan kehidupan disana tapi mereka yang harus terbiasa dengan Khaning HAHAHHAH.

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top