Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 4

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 4

Di Episode 4 ini, Khaning resmi masuk ke istana, sebelum ijab kabul kerajaan, ada banyak hal yang harus ia lakukan. Ia harus berlatih ini dan itu untuk menjadi puteri yang baik. Ia juga mempersiapkan pernikahannya. Tapi di hari pertama ia di istana, ia sudah menghilang dan menciptakan dayangnya panik. Pernikahan kerajaan sendiri dilakukan dengan glamor dan durasinya tidak mengecewakan panjang ^^

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 4

Khaning resmi memasuki istana hari itu. Tiba di pintu istana, ia disambut oleh sekretaris kerajaan.
Meski sudah pernah kesana, Khaning tetap terpesona melihat istana Bhutin itu. Sekretaris kerajaan memperkenalkan dayang Puteri MAhkota yang akan menjaganya, Khun Ratree, Dalha dan Cha Aem.  Khaning memberi salam pada mereka berdua, dua diantara mereka ialah yang ikut ke rumah Khaning pagi ini. Sementara yang satunya tinggal di istana untuk mempersiapkan kamar dan baju-baju Khaning.
Mereka berdua kemudian membawa Khaning masuk ke kamarnya.

Khaning terpesona melihat kemewahan kamarnya, ia tak percaya kalau ia akan tinggal disana. Khun Ratree menyampaikan kalau Khaning hanya akan tinggal di kamar itu hingga upcara pernikahan, alasannya ialah sehabis upacara pernikahan, Khaning akan pindah ke istana Barat dimana Putera Mahkota Inn tinggal. Khaning tidak tertarik pindah untuk tinggal dengan Inn HAHAHAHHAHA Tapi tradisinya ibarat itu, istana barat diperuntukkan untuk putera mahkota dan keluarganya.
Khaning mengerti.
Kemudian Khaning mulai tertarik melihat ke luar jendela, ada danau yang sangat indah disana. IA juga mencoba daerah tidurnya yang lembut. Khaning sangat menyukainya. Ia excited sendiri dan mulai mengambil tas-nya. Para dayang hanya tersenyum dan memintanya beristirahat. Mereka kemudian meninggalkan Khaning sendirian.
Bhutin ialah kerajaan bunga, dengan suhu udara 15 derajat celcius sepanjang tahun, ada banyak bunga yang tumbuh disana dan alasannya ialah itu simbol negara mereka ialah bunga. Kaprikornus tak heran hampir setiap pakaian kerajaan ada hiasan bunganya (aku gres nonton ep 00, ternyata disana dijelaskan HAHAHHHAHA).

waktu berlalu, para dayang masuk kembali ke kamar puteri mahkota, alasannya ialah ia harus bertemu dengan Ibu Suri, Raja dan RAtu. Tapi ketika mereka masuk, tidak ada siapa-siapa di kamar. DAyang panik dan mencari kesana kemari, tapi mereka tidak menemukan Khaning.
Raja, Ratu dan Inn sudah menunggu Khaning dan dayang melapor kalau Khaning menghilang. Mereka terkejut, apakah dayang sudah mencari dengan baik, mungkin puteri hanya jalan-jalan disekitar istana. Tapi dayang menyampaikan mereka tak sanggup menemukannya.

Khaning sendiri tidak tahan mengurung diri di kamar di daerah seindah ini, tentu saja ia keluar dan mulai melukis.
Saat ia asyik melukis, ia melihat seseorang sedang bekerja di kebun bunga, Khaning tertarik dan mendekati nenek itu, ia menyapanya. Khaning tidak tahu kalau nenek itu ialah ibu Suri.
Khaning mengobrol dengan nenek itu dan membantunya berkebun, tapi kemudian ia mengeluh kenapa istana meminta nenek bau tanah mengerjakan pekerjaan berat ibarat ini, mengurus kebun bunga sendirian.
Nenek cuma tertawa mendengarnya, ia menyampaikan ia menikmati hal ini, orang yang sudah berumur akan hidup panjang bila mereka punya sesuatu untuk dilakukan.

Nenek kemudian melihat gambar yang dilukis Khaning dan memujinya, lukisan itu indah, ia sudah usang tinggal disana tapi tak tahu ada daerah ibarat itu. IA pikir Khaning punya talenta dan sanggup menjadi seniman suatu hari nanti. Tapi Khaning hanya menghela nafas, ia menyampaikan ia tak sanggup melakukannya lagi. Ia tampak sedih.
Nenek  berkata kalau seorang seniman sanggup hidup dimana saja, ia meminta Khaning jangan berfikir kalau dinding istana menghalangi impiannya. Khaning membisu saja, meski nenek menyampaikan hal ibarat itu, tentu saja akan sulit baginya.
Nenek mengerti Khaning memperlihatkan ekspresi sedih alasannya ialah merindukan keluarga dan teman-temannya, alasannya ialah KHaning masih muda dan harus mulai hidup di daerah ibarat ini.
Khaning menyampaikan kalau ia tidak pernah berpisah dengan keluarganya, mereka sangat bersahabat satu sama lain, tapi mulai hari ini ia harus hidup terpisah dari mereka dan ia merasa kesepian. Ia tak sanggup pergi kemanapun, bahkan tak sanggup pulang ke rumahnya bila ia ingin.
Nenek meminta KHaning untuk sabar dan meyakinkan diri, kalau ada masalah, Khaning sanggup berdiskusi dengannya.
Khaning mengerti, ia senang alasannya ialah ia punya sahabat yang sanggup diajak bicara.

Karena hari sudah siang, keduanya tetapkan kembali ke istana. Khaning membantu nenek membawa keranjang peralatan berkebunnya.
Keduanya mengobrol dalam perjalanan pulang, Khaning bahkan menyampaikan akan memijat nenek alasannya ialah ia berakal memijat, keahlian ayahnya turun padanya.
Tapi kemudian Khaning terkejut melihat ratu dan Inn mendekati mereka dan ia mencoba melindungi nenek, ia meminta nenek bangkit di belakangnya HAHAHHAHA.
Ratu tentu saja murka pada Khaning yang menghilang. Khaning menyampaikan ia tak melaksanakan apapun,  Ia hanya pergi menggambar di kebun dan melihat nenek yang berkebun, ia hanya membantu nenek dan meminta ratu jangan menyalahkan nenek HAHAHHA

Ratu dan Inn hanya menatap Khaning dan nenek tak tahan lagi, ia tertawa dan ingin pergi tapi Khaning menghalanginya. Ratu kesudahannya memanggil nenek dengan Ibu Suri dan Khaning shock.
Inn juga mendekati neneknya dan bertanya apakah nenek lelah berkebun. Nenek menyampaikan ia tak apa-apa dan berbisik kalau tampaknya istana kini jadi lebih hidup. nenek menyukai Khaning.
Khaning benar-benar merasa tak lezat dan kesudahannya menyapa Ibu Suri dan memberi hormat.

Raja, Ratu, Ibu Suri, Inn dan KHaning sedang bersama. Khaning benar-benar merasa tak damai alasannya ialah tampaknya ia sudah tak sopan pada keluarga kerajaan. Khaning mencoba menjelaskan alasannya ialah ia tak tahu apa-apa. Ratu kelihatan masih tidak suka dengan Khaning.
Ibu SUri menyampaikan ia minta maaf alasannya ialah tidak menyampaikan apa-apa pada Khaning, alasannya ialah ia merasa senang, ia diperlakukan ibarat orang biasa, jadi ia menikmatinya, berjalan di kebun dengan cucunya yang manis. Khaning hanya sanggup tersenyum kecil.
Khaning masih tidak terbiasa dengan bahasa sopan, jadi ia masih lupa mengakhiri katanya dengan ‘yang mulia’ bila Raja, Ratu atau IBu Suri bicara padanya.

Ratu kemudian meminta Khun Ratree memperlihatkan schedule puteri mahkota padanya. Khun Ratree memperlihatkan pada RAtu dan Ratu mengeceknya, kemudian memperlihatkan pada Khaning.
Khaning melihat schedulenya dan shock bukan main, alasannya ialah schedulenya sangat penuh dan itu akan dimulai besok. Khaning tentu saja tak sanggup menyampaikan apa-apa.
Inn kemudian bangkit dan permisi untuk membawa calon istrinya pergi dari saja. Ia menarik Khaning yang nggak mau pergi dan masih membungkuk dan membungkuk. Inn benar-benar deh, kasian Khaning.
Ratu benar-benar khawatir pada Khaning dan Inn.

Inn membawa Khaning ke kamar. Ia menyampaikan pada Khaning untuk bersikap ibarat sebagaimana puteri mahkota seharusnya.
Khaning membalas kalau ini ialah hari pertamanya di istana, bagaimana ia tahu perilaku seorang puteri mahkota.
Inn tidak peduli dan mengingatkan Khaning kalau Khaning ialah tunangannya yang sebentar lagi akan menjadi puteri mahkota.
Khaning kesal sekali, tapi ia tak sanggup emembalas. Inn meninggalkannya dan Khaning terlihat ibarat akan menangis.
Khaningd di kamarnya hanya bangkit menatap ke luar jendela, ia tak berulah lagi. Ia benar-benar merasa kesepian. Ia menangis.

Keesokan harinya, training puteri mahkota dimulai.
Khaning dihadapkan pada setumpukan buku setebal kamus dan itu membuatnya kelelahan  alasannya ialah ia harus membacanya, ia mengantuk.
Khun Ratree gundah padahal Khaning tidur seharian kenapa Khaning masih mengantuk. Khaning menyalahkan Khun Ratree alasannya ialah memberinya pil tidur. Khun Ratree tidak mengerti.
Khaning memperlihatkan buku-buku itu dan menyampaikan kalau buku-buku itu ialah pil tidur baginya BUWHHAHAHAHAHHA.

Khaning kemudian mencoba bersikap manis meminta istirahat tapi Khun Ratree tidak membiarkannya, alasannya ialah mash banyak yang harus Khaning pelajari. Khaning kecewa, ia kesal dan tak punya pilihan selain membacanya. Tapi kemudian ia menciptakan alasan lagi aklau ia mempelajari sejarah Bhutin semenjak SD, ia tak perlu membacanya lagi alasannya ialah ia mengingatnya. Khun Ratree kemudian meminta Khaning menceritakannya tapi Khun Ratree tidak ingat sama sekali. HAHAAHHAHA.
Khaing kecewa ia tak sanggup menciptakan alasan lagi. Ia memutuskannya membaca lagi.

Saat ia akan mulai, tiba-tiba ia mendengar bunyi biola yang indah. Khaning menyukai bunyi itu. Para dayang dibelakang Khaning tersenyum dan menyampaikan sudah usang mereka tidak mendengarkan bunyi itu. Khun Ratree setuju. Khaning ingin tau dan ingin melihat, tapi ujung-ujungnya ia kabur dan para dayang mengejarnya, Khun Ratree hanya sanggup geleng-geleng.

Yang memainkan biola itu ialah Inn. Inn memainkannya dengan penuh perasaan. Khaning tiba kesana dengan berlari dan dayang mengikutinya memintanya jangan berlari.
Inn menghentikan permainannya dan bertanya kenapa Khaning kesana, bukannya ia sedang ada kelas?
Khaning menciptakan alasan itu alasannya ialah Inn memainkan biola, sangat ribut dan mengganggu konsentrasinya. Khaning menyampaikan kalau musik membantu kerja otak, menciptakan ingatan lebih baik, bila putera mahkota memainkan musik untuk puteri mahkota, puteri mahkota niscaya akan sanggup berguru dengan baik.
Khaning menarik hati Inn dan bertanya apakah Inn memainkan biola itu untuk Minnie. Inn membantah dengan cepat menyampaikan ia tak memainkan itu untuk Minnie (mereka menyebut Minnie dengan ‘dia’ sebagai orang ketiga).
Inn kesal dan menginggalkan Khaning. Khaning menyampaikan ia tak ada niat mendengarnya tapi bunyi biola Inn masuk begitu saja ke telinganya.
Khaning berteriak dan bahkan akan memukul Inn, Inn tak peduli dan meninggalkannya. Dayang meminta Khaning jangan bersikap ibarat itu HAHAHAHA.

Latihan Khaning sebagai puteri mahkota dimulai lagi. Khaning mencoba berjalan dengan anggun, dengan sebuah buku di kepalanya. TApi tentu saja ia tak sanggup melaksanakan dengan baik, ia menjatuhkan bukunya. Inn yang lewat disana hanya melihatnya. Khaning tersenyum padanya, Inn tak peduli dan meninggalkannya.

Khaning masih terus berguru sejarah Bhutin, ia mencoba menciptakan matanya terjaga dan sakit kepala alasannya ialah kebanyakan membaca. Tapi ia melakukannya dengan baik dan kesudahannya ia selesai membaca semua buku. Para dayang memberinya tepuk tangan.
Khaning juga latihan menari, dengan terus saja menginjak jari guru tarinya. Ia menari sangat kaku HAHAHAHHA.
Ia juga latihan merangkai bunga dan latihan menyapa rakyat. Disela-sela itu ia makan masakan istana yang kelihatannya enak-enak, setiap masakan selalu dihiasi dengan bunga.
Kalau sedang tidak belajar, ia kadang menghabiskan waktu bersama Inn dimana Inn membaca dan ia makan. Ia juga memperlihatkan masakan pada Inn untuk mencobanya, meski Inn kemudian mual karenanya.
Mereka kelihatan sudah agak bersahabat HAHAHHAHAHA.

Khaning berhasil berjalan dengan buku diatas kepalanya, para dayang senang melihatnya. Inn juga melihat hal itu dan ketika Khaning melihat inn disana ia menjatuhkan bukunya.
Inn hanya menatapnya dan meninggalkannya. Khaning kesal dan memanggilnya pangeran gila HAHHAHAHA, tapi kemudian ia sadar para dayang mendengarnya dan ia menutup mulutnya HAHHAHAH.

Salah satu hal wajib yang dilakukan calon puteri mahkota ialah menciptakan parfum. Dimana calon puteri mahkota sebelum pernikahannya harus mengekstrak parfum sendiri yang akan dberikan kepada putera mahkota, dimana parfum itu hanya milik putera mahkota dan akan digunakan seumur hidupnya.
Khun Ratree menjelaskan hal itu dengan menyampaikan ‘Lady scent’, dimana parfum tersebut merupakan aroma dari puetri mahkota sendiri. Maksud Khun Ratree ialah aroma pilihan puteri mahkota tapi Khaning salah mengira, ia pikir mereka akan menciptakan parfum dari aroma badannya dan ia pribadi mencium badannya dan memikirkan Inn akan punya aroma tampaknya menciptakan ia merinding HAHAHHAHAHAHHAHA.
Tentu saja Khun Ratree menyampaikan bukan itu, dan menjelaskan Khaning harus menciptakan parfum dengan aroma pilihannya sendiri untuk Inn. Khaning mengerti dan menyampaikan kalau para dayang niscaya punya aroma sendiri juga.

Dayang menyampaikan mereka belum menikah jadi mereka tidak menggunakannya.  Khaning sambil mencoba ekstrak yang ada disana bertanya apakah mereka dihentikan menikah. Khun Ratree menjelaskan kalau mereka boleh menikah, tapi sehabis itu mereka harus meninggalkan istana. Dia dan 2 dayang khaning sendiri sudah tetapkan kalau mereka akan melayani istana seumur hidup mereka.
Khaning bertanya apa itu artinya selama ini dan selanjutnya mereka akan terus tinggal di istana ini. Khun Ratree membenarkan. Khaning menyampaikan kehidupan para dayang itu sungguh sangat membosankan HAHAHHAH.
Para dayang cuma tertawa, alasannya ialah mereka menikmatinya.

Khaning sibuk melihat ekstrak-ekstrak yang ada disana dan mencoba satu per satu, bahkan ia juga memecahkan botolnya LOL
Mereka kemudian mulai untuk menciptakan parfum, ekstrak yang ada disana berasal dari aneka macam bunga, ada melati, albizia, white champa, mawar, lavender, lily dan lain sebagainya. Kalau mau aroma flora obat juga ada, atau aroma pohon dan lain sebagainya.
Khaning gundah alasannya ialah ada banyak aroma jadi ia tak tahu harus menentukan yang mana.
Khun Ratree memberi saran biar Khaning memikirkan putera mahkota Inn ketika memilihnya, alasannya ialah Inn akan memakai aroma itu seumur hidupnya.
Khaning berfikir dan bertanya, kalian punya aroma anjing?
BUWHHAHAHAHAHAHHAHA. Dayang meminta Khaning tidak seharusnya menyampaikan hal ibarat itu.
Khaning kemudian berfikir lagi dan tampaknya ia punya ide. Ia bahkan ytertawa sendiri, ia sudah menemukan parfum apa yang akan ia buat. Ia tidak mengatakannya pada para dayang dan menciptakan mereka khawatir.

Sementara itu ibu Nakhun bertemu dengan seseorang ketika Na Khun akan berangkat ke sekolah. Orang itu tampaknya menyukai Nakhun. Ibu menyampaikan sebetulnya ia ingin melakukannya sehabis Nakhun sedikit lebih dewasa, tapi ia merasa kini ialah kesempatan yang baik untuk memulai misinya.
Ibu memanggil orang itu untuk menanyakan mengenai Khaning, ia bertanya ‘kenapa harus gadis ini’ sambil memperlihatkan foto Khaning. Orang itu tersenyum dan bersiap menjelaskan.
*Hmmmmmm, awalnya saya pikir ibu Nakhun bertanya kenapa istana menentukan Khaning sebagai puteri mahkota, tapi tampaknya bukan, ibu tampaknya punya planning dan itu melibatkan Khaning, ia ingin memakai Khaning, jadi ia bertanya pada orang itu kenapa mereka harus memakai Khaning, Tebakan saya aja sih, tapi kita tahu nanti Khaning menolak melakukannya, atau ia akan melakukannya meski ia tak tau ia di manfaatkan, dalam versi Korea contohnya ketika Chae Kyeong mengumumkan ia ingin bercerai ketika wawancara?

Ratu membantu Raja merapikan pakaiannya dan ketika Raja akan memakai parfumnya, Raja berkomentar kalau parfumnya hampir habis. Ini ialah parfum yang hanya miliknya. Inn menatap keduanya. Ibu meminta Inn jangan iri pada ayahnya, alasannya ialah Inn akan mendapatkannya dalam beberapa hari lagi. Inn mengerti, meski ia iri dengan parfum itu ia juga tak excited mengenai pernikahannya.
Sekretaris kerajaan masuk dan memperlihatkan sesuatu pada raja, ia menyampaikan sehabis pernikahan, putera mahkota punya banyak hal untuk dilakukan.
Raja menyampaikan pada Inn harus siap dengan tugasnya. Inn tidak menjawab. Raja meminta Sekretrais keluar dan ia bicara sebagai seorang ayah pada Inn, ia bertanya apakah Inn mengerti mengenai tugasnya atau tidak. Seorang raja yang baik harus bertanggungjawab terhadap rakyatnya, menjaga puteri mahkota dan kerajaan keseluruhan. DAn tentu saja hal paling penting ialah Inn harus punya image yang baik di mata rakyat, jadi Inn dihentikan menciptakan kesalahan yang merusak imagenya. IA bertanya apakah Inn mengerti. Inn hanya menatap ayahnya, ia tidak menjawab.
Ia kemudian bangkit dan meninggalkan mereka. Raja murka pada Inn dan memintanya kembali. RAja tiba-tiba pusing dan ratu khawatir pada kesehatan raja.

Inn kembali memainkan biolanya yang suaranya menyedihkan.
Khaning yang lewat disana menatapnya. Khaning tampaknya tahu kalau Inn sedang bersedih akan sesuatu.

Hari ijab kabul kerajaan. Seluruh istana sibuk. Para permintaan sudah hadir, dari seluruh negeri. Bahkan dari luar negeri.
Khanon sudah ada disana dengan stelan jas-nya, mencoba bersikap ibarat keluarga kerajaan tapi ujung-ujungnya ia selfie disana sini HAHAHHAHAHA.
Berita ijab kabul Inn dan Khaning sudah menyebar di aneka macam media.

Khaning ada di kamarnya, dihias dengan gaun pengantin putih yang cantik. Dengan tiara indah dan bunga sebagai tanda kerajaan Bhutin juga dengan indah menghiasi kepalanya.
Khaning sangat cantik.

Inn di kamarnya sudah berpakaian ijab kabul kerajaan lengkap. Ia menatap dirinya di cermin. IA menerima pesan dari Minnie yang menyampaikan kalau ia tak sanggup tiba ke ijab kabul Inn, ia mendoakan kebahagiaan Inn dan di simpulan ia menyampaikan ia tak berubah dan akan selalu menunggu Inn (HOEK!!!! I hate this kind of girl).
Inn mencoba menelponnya, tapi Minnie tidak menjawab, dan waktunya juga sudah tiba, untuk pernikahannya.

Pernikahan di mulai. Inn berjalan memasuki aula ijab kabul dikawal oleh para pengawalnya.
Saat Inn masuk, seluruh permintaan bangkit dan bertepuk tangan.
Inn bangkit dan memberi hormat pada mereka, ia menunggu pengantinnya masuk.
Pintu terbuka, Khaning dengan gaun putihnya dan buket bunga tak biasa berjalan memasuki ruangan. Khaning sangat manis menciptakan ibu  terhari.
Khaning mencoba tersenyum ketika ia berjalan dengan hato-hati. Inn menatapnya, ia terkejut alasannya ialah Khaning trelihat cantik.
Ayah kemudian tiba dan memperlihatkan tangannya. Khaning mengyambutnya. Mereka berjalan berdua menuju Inn yang sudah menunggu di ujung. Para permintaan bertepuk tangan.
Semuanya terlihat elegan hingga Khaning tersandung dan hampir jatuh, Inn memalingkan wajhanya, ia tahu Khaning akan menciptakan setidaknya satu kesalahan LOL

Mereka tiba di hadapan Inn. Khaning terlihat sedih. Mereka berhenti sebentar, seolah ayah tidak mau menyerahkan tangan puterinya pada Inn alasannya ialah melihat Khaning memperlihatkan wajah sedih.
Tapi AKhirnya ayah memperlihatkan tangan Khaning pada Inn, dan Inn menyambutnya. Ayah menatap Inn dengan serius dan meminta Inn untuk menjaga Khaning. Inn mengangguk.
Inn kemudian bersiap membawa Khaning tapi Khaning membisu saja, ia tidak melangkah, awalnya saya kira Khaning menolak, tapi ternyata alasannya ialah ia khawtair ia akan jatuh. Ia masih belum mahir mengenakan high heels, dan ia berusaha melangkah perlahan dan pada akhirnya, ia terjatuh lagi, untung Inn menahannya.
Inn berbisik pada Khaning meminta Khaning hati-hati, Khaning mengeluh ia sudah berusaha, tapi dress nya terlalu panjang dan ia kesulitan berjalan.

Inn dan Khaning terus berjalan menaiki tangga dimana Raja, Ratu dan Ibu Suri ada disana. Sepertinya mereka yang akan menjadi saksi, kalau di kita penghulunya lah gitu ya.
Mereka kesudahannya tiba di hadapan Raja dan membungkuk memberi salam. Sekretaris kerajaan mengambil buket bunga Khaning.
Raja menyampaikan cinta akan mekar ibarat bunga, sebelum itu berkembang, mereka membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang, begitu juga dengan cinta, mereka berdua harus jujur, memaafkan dan menghormati satu sama lain, saling peduli, baik dalam keadaan senang maupun susah. Raja berharap mereka berdua mengingat hal itu dan saling menyayangi selamanya.
Inn dan Khaning memberi hormat lagi pada Raja. Ibu suri memperlihatkan sesuatu pada mereka. Sepertinya jubah kerajaan (?) yang terperinci dalam ijab kabul ini, Inn memasangkan itu di pundak Khaning, keduanya sempat saling menatap dan gugup beberapa detik.

Kemudian mereka saling berhadapan dan memasangkan cincin ijab kabul di jari masing-masing.
Khaning kemudian memberi hormat pada Inn. Inn menyampaikan sumpahnya, Aku diharapan atas nama Raja, ratu dan rakyat Bhutin, bahwa saya akan jujur pada istriku, mulai dari kini hingga janjkematian memisahkan kami.
Khaning terpesona dengan sumpah Inn hingga ia lupa kalau ini ialah gilirannya, Inn harus memberi kode-kode dulu supaya Khaning bicara HAHHAHAHAH.
Tapi Khaning membisu saja, ia terlihat panik, tampaknya ia lupa sumpahnya. Tapi kemudian ia kesudahannya berkata, Aku bersumpah dihadapan raja, ratu dan rakyat Bhutin, bahwa saya akan jujur pada suamiku, dari kini hingga janjkematian memisahkan kami.

Mereka kemudian kembali berhadapan dengan raja yang mendoakan kebahagiaan mereka, semoga tuhan memperlihatkan kebahagiaan bagi mereka dan keluarga mereka senang selamanya. Raja menyampaikan pada Khaning mulai dari kini Khaning bukan lagi tunangan kerajaan, tapi permaisuri kerajaan. Keduanya memberi hormat pada Raja. Sekretaris kerajaan kembali memperlihatkan buket bungan pada Khaning.
Keduanya berbalik ke arah undangan, Inn memegang tangan Khaning. Semuanya bertepuk yangan dan memberi selamat.

Minnie menonton ijab kabul itu di rumahnya. Ia terlihat sangat kesal dan sedih. IA mematikan TV.

Khaning dan Inn kemudian berjalan keluar gereja dan disirami kelopak bunga oleh mereka yang ada disana. Keluarga Khaning terharu. Keluarga kerajaan senang melihat keduanya.
Inn dan Khaning tampak bahagia.
Inn kemudian menyampaikan pada Khaning kalau ia tahu. Khaning bertanya apanya?
Inn sambil tersenyum mengejek menyampaikan kalau Khaning menciptakan catatan di tangannya.
Khaning menatap Inn dan melihat ke telapak tangannya penuh dengan catatan HAHAHAHA, takut lupa ya.

kHaning kesal alasannya ialah ia ketahuan. Inn hanya tersenyum. Keduanya kembali tersenyum seolah tak terjadi apa-apa di hadapan semuanya.
Pernikahan berakhir ketika Khaning melempar buket bunganya, meski kita tak melihat siapa yang berhasil mendapatkannya.

-The End-

Komentar:
Awwww di episode 5 Khaning bakalan di cuekin di kelas oleh teman-temannya, tapi bukannya tadi teman-temannya excited melihat ijab kabul kerajaan ya? KAyaknya mereka nonton TV sih, bukan tiba ke gereja daerah Inn dan Khaning menikah. LOL.
Khaning menciptakan kesalahan di pernikahannya, ia menulis panjang banged di tangan tapi bukannya kata-kata yang harus ia ucapkan itu dikit ya, saya aja hapal, masa harus ditulis?
Atau alasannya ialah memang mengantisipasi takut lupa itu ya. HAHHAHAHAHA.
Ia malah terpesona dengan sumpah Inn ehhehehhehee.

Kaprikornus sebelumnya saya menonton episode 00, ibarat yang saya bahas sedikit diatas, Bhutin itu ternyata sebuah negara dimana cuaca disana dingin sepanjang tahun, suhu 15 derajat celcius, makanya pakaian disana tidak mengecewakan tebal. Mereka benar-benar mencari lokasi syuting yang cocok dengan Bhutin dalam bayangan sang produser. Saat syuting adegan pernikahan, cuaca ketika itu sekitar 34 derajat celcius kalau saya nggak salah ingat, tapi mereka harus akal-akalan disana 15 derajat celcius, jadi ketika syuting itu mereka beneran kepanasan. RAja, ratu dan ibu suri bahkan mengenakan baju 3 lapis, bayangin panasnya.
Pattie bahkan ketika break harus melepaskan baju pengantinnya dan ia keringatan terus saking panasnya. Adegan ijab kabul kabarnya cukup sulit dilakukan alasannya ialah cuacanya panas banged.
Aku suka banged mbak Jeab beneran total dengan drama ini, ketika menceritakannya ia sangat excited, bagaimana mereka menemukan daerah dan bagaimana mereka memikirkan Bhutin itu negara yang bagaimana.
Awalnya saya pikir di Thailand keluarga kerajaan memang memakai bunga di pakaian raja ratu putera mahkota dll, ternyata memang disini konsepnya Bhutin itu negara bunga, makanya di setiap baju baik keluarga kerajaan, dayang dan pengawal itu ada bunganya.

Raja menyampaikan image sangat penting bagi putera mahkota kan ya, tampaknya ibu Nakhun ini berencana merusak image Inn dan memperlihatkan kalau Nakhun lebih pantas menjadi penerus. Karena intinya yang dulu akan jadi putera mahkota ialah Nakhun, bukan inn, tapi alasannya ialah ayah Nakhun meninggal, jadinya ayah Inn naik tahta dan Inn secara otomatis mengambil posisi itu.
Nakhun tahu niat ibunya, bagi Nakhun kebahagiaa ibu ialah kebahagiaannya, makanya meski ia baik, ia tak sanggup membantah ibunya, alasannya ialah satu-satunya keluarganya ialah ibunya.
Aku pas nonton ep 00 bintang film ibu Nakhun ini manis banged lho, ia sendiri bilang kalau karakternya disini sangat jahat. Di ep 00 kita lihat kalau ia orangnya banyak senyumnya dan bahkan manis banged pas nggak sabar kapan syuting selesai alasannya ialah ia ingin segera makan masakan di hadapannya.

Nah, di ep 00 sendiri saya gres ngerti kalau orang yang ditelpon ibu Nakhun di episode kemarin itu ialah paman Minnie. JAdi dulu paman Minnie dan ibu Nakhun itu temen baik, dan ia akan melaksanakan semuanya untuk ibu Nakhun makanya karakternya penting banged disini nantinya. Dan ibarat yang saya katakan, awalnya mereka ingin memakai Khaning tapi alasannya ialah Khaning tidak terpengaruh, mereka memakai Minnie untuk melancarkan agresi mereka.
PAman Minnie di ep 00 lucu banged, ia bilang awalnya kiprah putera mahkota akan diserahkan padanya, tapi ia menolak dan menolak. Jeab malah bilang kalau paman itu bohong HAHAHAHHAHA.
Keduanya kayaknya sahabat baik sih. Oia, Jeab itu produsernya drama ini ^^

BTW kok saya jadi bahas ep 00 sih HAHAHAHAHAH.
Di Episode 4 ini yang menarik berdasarkan saya ialah PArfum. Unik ya, keluarga kerajaan punya parfumnya sendiri-sendiri, dimana sang istri akan menentukan apa yang akan digunakan suami seumur hidupnya. Kayaknya romantis gitu.
Aku ingin tau aroma apa yang jadinya dipilih oleh Khaning. Aku harap aromanya jangan yang aneh-aneh HAHAHHAHAHA, mengingat wangsit pertamanya ialah aroma anjing LOL
Khaning masih suka menarik hati Inn dengan Minnie, kapan itu akan berakhir? Karena nantinya ia akan cemburu pada Minnie kan ya?
Nggak sabar pengen liat Inn mulai jatuh cinta pada Khaning.

Tapi di episode ini, kalau nggak salah istana daerah Khaning latihan kan beda dari istana daerah Inn tinggal, maksudnya masih satu istana tapi beda ruang gitu, agak jauh. TApi Inn kok sering lewat sana ya? Apakah alasannya ialah ia ingin tau pada Khaning? Hhehehehhehe.
Adddddddduuuh makin usang makin penasaran. Aku suka banged ini drama sub-nya cepet banged^^
Aku suka nonton di youtube channelnya ingfakirata :))

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top