Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 5

Lakorn

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 5

Diantara semua episode yang sudah tayang, saya rasa episode 5 yaitu episode terbaik hingga ketika ini. Aku ngakak banged sepanjang episode, wajah Pattie beneran bikin ngakak di episode ini. Inn mulai badung dan selalu menarik hati istrinya itu. Di episode ini juga banyak buka-bukaaan HAHAHAHHAHA.

Sinopsis Princess Hours Episode Thailand 5

Setelah program pernikahan, Inn dan Khaning menemui Ibu Suri, Raja dan Ratu secara pribadi untuk mendapatkan nasehat dari mereka.
Ratu memberi nasehat pada KHaning bahwa seorang istri harus menghormati suaminya, mereka meminta Khaning memberi hormat pada Inn. Khaning tentu saja dengan wajah tidak mau sementara Inn memperhatankan ekspresi wajahnya yang tersenyum.
Khaning menatap Inn dengan kesal dan mulai memberi hormat setengah hati. Sepertinya ada yang salah dengan posisi tangan Khaning atau bagaimana, Inn menatapnya tajam dan Khaning memperbaiki posisi tangannya sambil tersenyum.
Ibu suri tak peduli hal lain selain minta cicit XD Ia ingin Inn dan Khaning segera memiliki pangeran kecil.
Sementara raja berharap kalau mereka sanggup menerangi hidup masing-masing dan tentu saja negara mereka, Bhutin.
Inn dan Khaning memberi hormat pada mereka sehabis mendapatkan pesan dari ibu, ayah dan nenek.

Hari yang panjang belum berakhir. Khaning dan Inn sedang istirahat di kamar pengantin mereka.
Mereka duduk dalam diam, tidak menyampaikan sepatah kata-pun. Inn entah sengaja atau tidak, ia menatap ke arah Khaning, Khaning resah dan Inn gantian menatap ke daerah tidur dan menciptakan Khaning takut, ia deg degan. Inn tersenyum melihat ekspresi Khaning HAHAHAHAHAHAHA. Inn menarik hati nih XD
Khaning waspada, ia menutupi badannya dengan jubahnya BUWHHHAHAH.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, Inn menyuruh mereka masih. Ternyata itu ayah, ibu dan adik Khaning. Khaning sangat bahagia melihat mereka tapi ia berusaha tidak terlalu excited.
Inn meminta mereka masuk. Mereka memberi hormat pada Inn dan Inn sengaja meninggalkan mereka, biar keluarga Khaning sanggup bicara bebas.
Setelah memastikan inn pergi, Khaning eksklusif excited memanggil ayah dan ibunya, ia mendekati mereka dan memeluk mereka, Khaning sangat merindukan orang tuanya. Sementara adiknya sibuk melihat sana sini dan main-main dengan mahkota kakaknya.

Khaning merengek pada ibu dan ayahnya biar ia dibawa pulang, ia tidak ingin tinggal di istana, ia ingin pulang ke rumah. Tentu saja ayah menyampaikan Khaning tidak sanggup melaksanakan itu.
Ternyata selama ini saya salah nama adik Khaning HAHAHA, bukan Khanon tapi Khanong XD, ia tidak mengerti bagaimana posisi kakaknya, ia malah naik ke daerah tidur dan menarik hati Khaning mengingatkan kalau ibu suri ingin Khaning segera punya bayi. Ayah, Ibu dan Khaning menyuruh Khaning diam, jangan menarik hati kakaknya.
Ibu menyampaikan pada Khaning kalau Khaning bukan lagi puterinya ibarat dulu, Khaning harus menjadi istri yang baik. Ibu terus memegang tangan Khaning dan mulai menangis. Ayah kemudian mengambil tangan puterinya dan mengingatkan ibu yang katanya tadi tidak akan menangis.
Ayah memanggil Khaning dengan my little princess dan menyampaikan kalau ia gembira pada Khaning, kalau kakek masih hidup, kakek akan mencicipi hal yang sama. Khaning menangis. Ayah, ibu dan Khaning berpelukan.

Ibu kemudian menyuruh Khaning jangan menangis, sebab make up nya sanggup rusak, ia tak mau puterinya menjadi panda di hari baik ibarat ini.
Sementara itu Khanong mulai menarik hati kakaknya lagi, ia memanggil kakaknya ‘Ning’ no ningning ne ning na (sepertinya gitu) yang artinya sini tiduran disini HAHHAHHAHAHA. Khaning beneran kesal pada adiknya.
Ayah memarahi Khaning yang tiduran di daerah tidur pengantin gres padahal yang punya belum tidur disana.
Ayah dan ibu karenanya meninggalkan Khaning dengan berat hati, ayah sih yang nggak mau pergi tapi ibu memaksanya. Khaning sedih sebab mereka akan pergi sementara Khanong terus menarik hati kakaknya hingga kakaknya harus menjewer indera pendengaran Khanong.

Setelah orang tuanya pergi, Inn tidak ada di kamar, Khaning berniat keluar untuk melihat kepergian keluarganya, tapi begitu ia membuka pintu, para dayangnya tiba dan menyampaikan Khaning dihentikan meninggalkan kamar hingga besok pagi, begitulah tradisinnya. Khaning tentu saja panik, Ratree mencoba menutup pintu sambil tersenyum dan Khaning menahannya, mereka tarik menarik gagang pintu tapi tentu saja Khaning kalah HAHAHHAHAHHA.
Khaning khawatir sebab ia akan menghabiskan malam bersama Inn berdua saja. Inn tadi sebetulnya nggak keluar kamar tapi ia di kamar mandi ketika meninggalkan Khaning dan keluarganya bicara. Khaning melihat-lihat ke pintu kamar mandi dan resah apa yang harus ia lakukan kalau Inn nanti keluar.

Dan hal yang dilakukan Khaning yaitu akal-akalan tidur. HAHHAHAH
Inn selesai mandi dan kembali ke daerah tidur, ia melihat Khaning berbaring dan mencoba membangunkannya, ia menyuruh Khaning mandi sebab Khaning tak sanggup eksklusif tidur begitu.
Khaning tak bereaksi. Inn menyuruhnya mandi lagi. Khaning tetap membisu seakan-akan ia tertidur lelap.
In tahu kalau Khaning hanya akal-akalan saja, ia sengaja mendekatkan wajahnya ke indera pendengaran Khaning dan berbisik pelan, kamu tidak mau pergi?
Khaning shock dan eksklusif memukulkan bantal ke wajah Inn HAHHAHAHHAHAHHA. Inn kesakitan, Khaning terus memukul Inn hingga ia terjatuh dari daerah tidur.

Khaning sudah tidak mengenakan jubahnya, jadi dada atasnya terbuka dan Inn menatapnya, Khaning segera menutup dadanya dengan bantal. Inn beneran kesal pada Khaning dan ia hanya sanggup menggeleng.
Khaning mencoba mencari topik pembicaraan dan hal yang sanggup ia lakukan yaitu menuduh Inn sebetulnya tadi tidak mandi, ia tak yakin kalau Inn tadi mandi, Ia bahkan mengeceknya dengan mendekatkan wajahnya untuk mencium aroma Inn apakah beneran mandi atau tidak. Inn sengaja mendekatkan wajahnya juga AHAHAHAHA dan tentu saja Khaning panik dan menjauh.
Khaning lucu banged, ia malah melompat ke daerah tidur dan mencoba merangkak ke sisi lainnya, tentu saja dengan masih melindungi dadanya dengan bantal.

Karena Khaning ibarat itu Inn mulai menggodanya lagi, ia menyuruh Khaning mandi. Khaning menolak. Inn mendekat pada Khaning dan berkata, kamu mau pergi atau tidak?
Khaning mencoba menjauh tapi Inn semakin medekat, Inn menikmati reaksi Khaning dan bertanya lagi, pergi atau tidak? oatau kamu mau aku….
Inn terus mendekat dan mendekat, Khaning mundur menjauh dan mulai panik, pada karenanya Khaning hingga ke ujung daerah tidur dan terjatuh, Inn terjatuh bersamanya, sempurna di atasnya.

Khaning makin panik dengan posisi mereka, wajah mereka sangat dekat.
Inn mencoba bangun tapi ia berhenti ketika menatap wajah Khaning, keduanya sempat melongo beberapa ketika dan Khaning memalingkan wajahnya, ia menyuruh Inn pergi sebab ia akan mandi.
Khaning mendorong Inn menjauh dan berusaha berdiri dengan gaun pengantinnya yang beneran berat. Ia mengingatkan Inn  untuk tidak mengintipnya.
Khaning tidak tahu kalau Inn merubah ekspresinya, untuk sesaat, Inn merasa nervous dan ia berteriak ia tidak akan mengintip Khaning.
Inn merasa agak merinding, ia sedikit tersenyum.
EAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!

Hari sudah larut. Khaning tidak sanggup tidur. Ia tidur di paling ujung. Sementara Inn terlihat tidur dengan tenang, posisi tegap dengan tangan di perut HAHAHHAHHA. 100% Inn nggak tidur itu kalau saya liat XD

Pagi harinya, para dayang senyum malu-malu membangunkan pasangan pengantin baru.
Mereka mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Mereka excited sendiri membayangkan apa yang terjadi.
Tiba-tiba Khaning keluar dari kamarnya dengan wajah gres bangun tidur rambut berantakan, ia membawa selimut bersamanya dan berteriak mencari ayah dan ibunya sebab ia lapar. Para dayang terkejut sebab Khaning keluar sendirian dan bertanya dimana putera mahkota. Khaning menyampaikan ia tidak tahu, ia malah menanyakan dimana orang tuanya.

Tiba-tiba Inn keluar dari kamar yang satunya dan Khaning bingung, bertanya kenapa Inn keluar dari kamar itu, apa yang ia lakukan.
Inn mengingat insiden semalam, Khaning tidurnya tak sanggup tenang, kaki dan tangannya kemana-mana, menarik selimut sehingga Inn kedinginan, makanya Inn memutuskan tidur di kamar lainnya HAHHAHAHHAAHA.
Tapi Inn tidak mengatakannya, ia menyampaikan pada Khaning kalau itu bukan urusan Khaning.

Khun Ratree menyampaikan pada Inn dan Khaning kalau mereka akan melaksanakan upacara Lady Scent pagi ini, jadi ia kesana untuk menjemput mereka dan melaksanakan persiapan.
Inn menyampaikan ia dan Khaning akan mengurusnya sendiri jadi para dayang sanggup melaksanakan hal lain.
Khaning tidak mengerti apa itu upacara lady scent, jadi ia sibuk menguap dan menguap.

Ternyata upacara Lady Scent itu yaitu mandi kembang bersama, dimana ketika itu sang istri akan mengeluarkan parfum buatannya yang akan digunakan suami, jadi pada dasarnya ini pertama kalinya sang suami akan menggunakan parfum buatannya yang akan digunakan selamanya.
Para dayang menyiapkan air dan menyirami kembang ke dalam kolam mandi, ketika Inn masuk, mereka pergi. Inn membuka baju disana dan wow, badannya elok HAHHAHAHHAH.
Inn kemudian masuk ke kolam mandi, menunggu istrinya.

Khaning tampaknya masih belum mengerti, ia masuk bersama dayang dan terkejut melihat inn sudah di kolam mandi. Dayang bertanya apakah Khaning siap dan tentu saja Khaning menyampaikan kalau ia belum siap LOL.
Ratree menjelaskan pada Khaning kalau ini yaitu tradisi di Bhutin, jadi Khaning harus melakukannya. Khaning beneran khawatir dan ia bertanya apakah ia boleh masuk ke kolam menggunakan jubah mandinya, lagi pula tak perlu tanpa pakaian.
Inn yang sudah menunggu jadi kesal dan menyuruh Khaning cepat masuk, ia punya banyak hal yang harus ia lakukan sehabis ini.
Ia meminta para dayang pergi dan mereka pergi sementara Khaning memohon pada dayangnya untuk tidak meninggalkannya sendirian HAHAHAHAHA.

Inn menyuruh Khaning cepat masuk. Khaning mengerti situasinya bagaimana pun ia harus melaksanakan ini, jadi ia setuju, tapi Inn harus menutup matanya. Inn malas berdebat dan karenanya menutup matanya.
Setelah yakin Inn menutup mata dengan benar, Khaning membuka bajunya dan masuk perlahan ke kolam mandi, tentu saja ia berada di posisi laing jauh dari Inn HAHHAHAAHHA.

Setelah Khaning masuk, Inn membuka matanya dan ia mulai medekati Khaning sementara Khaning berteriak menyuruhnya menjauh.
Inn mulai menarik hati Khaning, kita harus melaksanakan ini. Dari mana kita harus mulai, depan atau belakang?
Khaning makin panik dan berteriak, apa yang kamu lakukan?! sana, keluar!
Khaning memukuli Inn dan Inn tertawa di buatnya, ia memegang tangan Khaning dan menahannya, ia karenanya menjelaskan maksudnya yaitu melumuri tubuhnya dengan parfum, dari depan atau belakang. HAHHAHAAHAHAHA.
Khaning terdiam, ia aib sebab ia salah paham HAHAHHAAHA.

Inn bertanya apakah parfum buatan Khaning aromanya elok atau tidak, ia ragu Khaning akan membuatnya parfum dengan aroma wangi wkkwkwkwkw. Khaning kesal.
Ia menyuruh Khaning segera melakukannya. Khaning karenanya mengambil parfumnya dan menaruh di tangannya, untuk dioleskan ke tubuh Inn.
Tapi Khaning melakukannya dengan lama, sebab ia ragu menyentuh tubuh Inn, Inn kesal dan karenanya memegang tangan Khaning dan menarik Khaning mendekat padanya, hingga tangan Khaning karenanya melekat ke dadanya.
Dan well, Khaning karenanya melakukannya, adegan yang cukup lama, keduanya bahkan cukup menikmati hal itu hingga mereka tatapan wkwkwkkw.

Inn kemudian mencicipi sesuatu di air dan menarik sesuatu disana, ternyata Khaning masuk ke kolam menggunakan kain, ia ketahuan. Khaning membela diri menyampaikan memangnya siapa yang berani melepaskan seluruh pakaian.
Inn tersinggung dan bertanya, jadi kamu ingin saya sendirian yang melepaskan semua pakaian?
Khaning terkejut, ia menatap Inn dan panik, Jangan bilang kamu benar-benar melepas semua pakaianmu?
Inn membisu saja, Khaning menyadari sesuatu, Ughhh, sana menjauh, owww apa ini yang menyentuh kakiku?!!
Khaning panik dan menendang Inn untuk menjauh, Khaning terus melakukannya, Inn kesakitan dan menyuruh Khaning berhenti BUWHAHHAHAHAHAHAHAAHHAHAHA.

Inn tidak tahan lagi dan karenanya berdiri. Khaning shock dan menutup matanya.
Inn menatap Khaning dengan kesal dan geleng-geleng, ia keluar dari kolam mandi.
Khaning berteriak apakah Inn sudah menggunakan pakaiannya dan Inn menyampaikan kalau ia bugil WKWKKWKWWKWKWKW. Khaning berteriak dan masih menutup matanya, ia merengek sebab ia tak seharusnya menerima pengalaman ibarat ini.
HAHAAHHAHAHAAHAHA.
Sakit perut gw ketawa ngakak di adegan ini XD

Waktu sarapan tiba. Inn dan Khaning menuju meja makan dimana Ibu Suri, Raja dan Ratu sudah menunggu.
Saat mereka datang, Ibu Suri bertanya bagaimana dengan upacara Lady Scent-nya, apakah berjalan dengan lancar. Inn tersenyum dan membenarkan. Nenek mencium aroma Inn dan merasa kalau aromanya terasa familiar.
Khaning menyampaikan kalau itu yaitu aroma kelapa. HAHAHHHAHHAHA OMG! cocok lah ya, jangan-jangan anyir minyak urut XD

RAja bertanya pada sekretaris kerajaan mengenai schedule Inn dan Khaning hari ini. Sekretaris kerajaan menjawab sebab Inn dan Khaning niscaya lelah dengan upacara kemarin, jadi ia mengosongkan jadwal mereka hari ini.
Ratu bertanya apa planning Inn hari ini, Inn sanggup membawa Khaning jalan-jalan di kota, ia yakin Khaning niscaya menyukainya. Khaning udah ecited aja, tapi Inn malah menyampaikan kalau ia berencana membaca buku sendirian sepanjang hari.
Nenek kecewa mendengarnya. Raja menjelaskan maksud mereka yaitu kalau Inn membawa Khaning jalan-jalan di kota, artinya Inn sanggup bertemu rakyat biasa disana dan mendekatkan diri, ia ingin Inn jangan memikirkan dirinya sendiri.
Inn minta maaf dan menyampaikan kalau ini bukan keegoisannya, kalau ia egois maka ia tidak akan menepati janji kakeknya ibarat ini.
Ibu Suri khawatir melihat keduanya dan meminta mereka untuk tidak sabung ekspresi ibarat ini, kenapa ayah dan anak tidak sanggup mengobrol dengan baik.
Inn bad mood dan meninggalkan meja makan. Khaning bingung, pada karenanya ia memutuskan mengikuti Inn dan permisi pada mereka.
Ratu dan Ibu Suri benar-benar khawatir dengan pasangan pengantin gres ini. DAyang melapor keadaan pada mereka dan menyampaikan puteri tidak keluar dari kamarnya seharian dan putera mahkota juga terus di ruangan membacanya sepanjang hari.

Malam harinya, ibu Nakhun kembali menelpon orang untuk bertanya bagaimana planning mereka. Ia melihat-lihat foto ibu, ayah dan adik Khaning. Mereka akan menggunakan itu untuk planning kali ini.

Khanong bersama temannya sedang di cafe dan ia merasa kalau temannya banyak fanclub sebab dari tadi banyak perempuan disana yang mengambil foto. TApi temannya menyampaikan itu fanclub Khanong.
Khanong tentusa saja tak percaya. Tiba-tiba ada perempuan yang memanggilnya pangeran dan minta foto. Khanong bingung. Temannya mengingatkan Khanong kalau kakaknya yaitu seorang puteri dan tentu saja ia kini pangeran. Tapi Khanong membantah dan menjelaskan pada mereka kalau ia bukan pangeran. Ia meminta temannya membantunya.
Temannya malah berteriak kalau ingin foto dengan pangeran ia mempersilakannya HAHAAHAHAHHA.
Para perempuan berbondong-bondong kesana minta foto pada Khanong HAHAHAHHAHAHAHA.
Tapi disini kita jadi tahu kalau Khanong beneran terarik pada laki-laki bukan perempuan HAHAAHHAHAHHA.

Pelanggan ayah Khaning makin banyak semenjak Khaning menikah dengan putera mahkota. Ayah sangat sibuk dan Khanong membantunya, tapi Khanong merasa bosan dan menyampaikan kalau ia tidak ingin membantu ayah lagi sebab lelah. Ayahnya menyampaikan kalau bisnis mereka lancar, apa yang Khanong lakukan, sebab Khaning yang biasanya membantu disini, ia jadi kewalahan.
Khanong jadi agak kesal, ayah kemudian menyampaikan pelanggan selanjutnya yaitu pelanggan yang niscaya disukai Khanong, jadi ia meminta Khanong tetap tinggal.
Khanong hanya sanggup menghela nafas dan tiba-tiba ada laki-laki yang gagah masuk, Khanong terpesona HAHHAHHAHAHAAHAHAA. TApi ayah malah bilang bukan laki-laki itu, laki-laki itu gilirannya nanti. Dan seorang perempuan masuk, ayah yakin itu tipe Khanong, tapi Khanong jadi tidak bersemangat HAHAHHAHA.

Di luar, ibu mengurus pelanggan lainnya dengan menjual minyak urut pada mereka, . Tapi tiba-tiba rentenir yang waktu itu tiba dan ibu panik, ia segera memanggil suaminya.
Ayah dan ibu sudah ketakutan tapi ternyata rentenir itu tiba minta di urut HAHAHAAHHAHA, ia menyampaikan pada ayah untuk melupakan insiden masa kemudian dan ia bahkan menganggap ayah seorang sobat kini XD
Ayah menggunakan kesempatan itu menyampaikan ia tidak akan melaksanakan dengan gratis sebab ia sedang sibuk. Rentenir malah menyuruh anak buahnya untuk membantu ayah dan menyampaikan kalau ayah butuh bantuan, panggil saja dirinya LOL
Dan begitulah ayah karenanya mendapatkan sobat XD

Hari itu yaitu hari dimana Inn dan Khaning akan kembali ke sekolah sehabis mereka menikah.
Mereka berdua sarapan di ruang makan, hanya berdua. Saat akan makan, Inn menerima telpon dari Minnie, ia menyuruh para dayang meninggalkan mereka sebelum ia mengangkatnya. Melihat reaksi Inn, Khaning tahu kalau itu Minnie. Inn menjawab telpon dengan menjauh dari Khaning dan Khaning merasa tersinggung, ia kesal. Setelah Inn menutup telponnya, Khaning menyampaikan mungkin itu telpon dari gadis yang dilamar Inn.
Inn mengingatkan Khaning dengan siapapun ia bicara itu bukan urusan Khaning. Tidak ada hubungannya dengan Khaning.
Khaning kesal mendengarnya, ia menyampaikan Inn sangat keterlaluan padanya, IA sedang duduk disini bagaimana Inn sanggup mengangkat telpon dari perempuan lain.

Inn bertanya apa yang sebetulnya Khaning inginkan? Bukankah kamu menerima apa yang kamu inginkan?
Khaning bingung, apa yang saya dapatkan?
Inn berkata, apa kamu pikir saya tidak tahu wacana keluargamu? Alasan kenapa kamu menikah denganku yaitu sebab uang, bukan?
Khaning menatap inn dengan kesal. Inn menyampaikan Khaning terlihat polos tapi sebetulnya penuh trik.
Khaning tidak tahan lagi, Aku gres menyadari, putera mahkota Bhutin yang dihormati oleh orang-orang, suka memandang rendah orang lain. Aku seharusnya tidak melepaskan impianku untuk menikah dengan orang sepertimu. Menghabiskan waktuku bersama orang yang tidak sanggup menghargai orang lain. Kau tidak akan pernah mengerti sebab kamu berada di atas langit, terlalu tinggi hingga kamu tidak sanggup melihat orang di bawahmu. Itu benar saya melaksanakan semuanya demi uang, kemudian kenapa? Apa kamu akan membisu saja melihat orang tuamu kesulitan? Kau benar-benar bajingan!
In hanya membisu saja mendengarkan Khaning, Khaning hampir menangis dan meninggalkan Inn sendirian. Inn menatap kepergiannya.

Khaning dan Inn di pesawat pribadi menuju ke sekolah. Mereka membisu saja di pesawat. Inn menyampaikan kalau ia akan naik motornya ke sekolah dan menyuruh Khaning sendirian yang naik mobil. Khaning kesal dan bertanya sebetulnya kenapa Inn menyetujui kesepakatan nikah ini?!

sampe di sekolah tiba-tiba rambut khaning jadi pendek HAHAHAHHAHAHA

Putera dan puteri mahkota tiba di sekolah, semuanya heboh mengambil foto Inn. Khaning juga cukup terkenal ada yang minta foto darinya.
Inn berjalan mendekati Khaning dan memperlihatkan helmnya pada Khaning. Khaning bingung, ia bertanya kenapa, tapi Inn tidak menjawab, ia hanya menatap Khaning sebentar dan meninggalkannya.
Khaning kesal dan berteriak, apa kamu pikir saya pembawa barangmu, hah?!

Inn bertemu dengan Nakhun, keduanya bahagia bertemu kembali. Inn bertanya apakah Nakhun akan tinggal disini selamanya dan Nakhun menjawab itu tergantung pada ibunya.
Nakhun bertanya bagaimana malam pertama Inn. Inn menyampaikan ibarat yang ia pikirkan, sangat kacau. Mereka hanya tertawa dan Nakhun menyampaikan ia pikir istri Inn sangat cute, Inn resah dimananya.
Nakhun mengingatkan Inn sudah menciptakan sumpah pada istrinya. Inn malah bertanya, kemudian kenapa memangnya?
Khaning belakang layar mendengarkan mereka, ia terluka.

Khaning berjalan ke loker membawa helm Inn dan ia dipandangi banyak orang, bergosip di belakangnya. Ada yang menyapanya dan Khaning meminta mereka memanggilnya ibarat biasa. Tapi orang itu mengejek Khaning menyampaikan bagaimana rasanya masuk ke tangki emas. Khaning jadi tidak lezat dan menjauhi mereka. Ia ke kamar mandi dan menangis disana. Ia meminta dirinya bersabar dengan pandangan orang-orang dan memikirkan ayah dan ibunya.
Saat ia di kamar mandi, ia mendengar orang-orang kembali bergosip mengenai dirinya dan menyampaikan hal buruk mengenai ayahnya yang akan melarat dan menggunakan puterinya, mereka menyampaikan ayah Khaning hanya berpura-pura dan lain sebagainya. Khaning kesal mendengarnya.
Tiba-tiba ia keluar dengan menggunakan helm dan mereka takut melihatnya. Khaning menatap mereka dengan kesal tapi ia meninggalkan tanpa menyampaikan apa-apa.

Khaning berjalan di luar dengan helm di kepalanya. Orang-orang menatapnya dengan bingung. Tiba-tiba ia berselisih dengan Nakhun, ia ingin meninggalkan Nakhun tapi Nakhun menahannya. Nakhun menyampaikan kalau Khaning tidak sanggup menyembunyikan air matanya dengan helm itu.
Nakhun menarik helm Khaning dan Khaning terlihat sedih. Ia memperlihatkan sapu tangan pada Khaning dan Khaning menghapus air matanya. Nakhun menatap Khaning dan menyuruhnya tersenyum. Nakhun tersenyum manis banged huhuhuhuh.
Khaning memaksakan diri untuk tersenyum. Nakhun meminta sapu tangannya kembali, ia menyampaikan sesuatu wacana tak baik memperlihatkan sapu tangan pada orang lain, katanya akan terlihat malang.
Ia kemudian menyemangati Khaning untuk tetap kuat. Keduanya tersenyum. awwww.
* Kalau di drama korea tu sapu tangan nggak akan dikembalikan treus si cwe bakalan menatap dan menatapnya HAHHAHAAHHAHAHHA.

Nakhun ada dikelas Khaning dkk, ia dipuja-puja para siswa disana sebab sangat tampan. Tentu saja 2 sobat Khaning terpesona HAAHAHHAH.
Khaning kemudian masuk ke kelas dan mengejutkan temannya ibarat biasa, tapi temannya sangat cuek padanya. Seolah-olah tak ada Khaning disana. Khaning minta maaf sebab teman-temannya murka padanya. Temannya menyampaikan mereka tak berani murka pada seorang puteri.
Khaning terlihat sedih. Nakhun kemudian mengajak Khaning duduk didekatnya. Khaning terkejut melihat Nakhun disana, sebab Nakhun ternyata satu jurusan dengannya.
Mendengar itu temna-teman Khaning segera sibuk dengan NAkhun, mengajak foto-foto, pokoknya menghalangi Na Khun mendekati Khaning.
Khaning jadi merasa terasing dan sedih.

Khaning duduk di kursinya dan ia mulai menangis.
Nakhun kahwatir pada Khaning.
Setelah yakin kalau Khaning menangis, teman-temannya memulai planning mereka, mereka mendekati Khaning diam-diam, mereka membawa bunga dan mengejutkan Khaning ketika mereka berteriak ‘welcome our Princess Khaning!’
Khaning terkejut, teman-temannya merayakan ibarat perayaan ulang tahun dan betreiak serta bertepuk tangan, mereka memperlihatkan bunga pada Khaning dan Khaning makin menangis, ia terharu, sebab ia pikir mereka semua murka padanya.
Mereka menyuruh Khaning jangan menangis, mereka memangs sedikit kecewa sebab Khaning menikah tidak mengundang mereka sebagai bridemaids HAHAHHAHAAAHHA. Khaning juga tidak menyampaikan masalahnya pada mereka. Khaning menyampaikan ia tak sempat mengatakannya sebab semuanya terasa buru-buru.
Mereka menarik hati Khaning dan memintanya jangan menangis lagi.

Khaning kemudian punya ide, sebab temannya tidak sanggup tiba ke pernikahannya, ia akan mengakibatkan bunga yang mereka berikan sebagai buket kesepakatan nikah dan melemparnya, biar teman-temannya sanggup menangkapnya. Temannya setuju.
Khaning bersiap melemparkan buket bunganya dan teman-temannya bersiap menangkapnya.
Salah satu temannya berhasil menangkap buket itu dan unung-ujungnya mereka rebutan buket bunga, HAHAHHAHAHA.
Dan begitulah, karenanya Khaning dan teman-temannya berbaikan. Nakhun bahagia melihat mereka semuanya tersenyum kembali.

-The End-

Komentar:
awwwww teman-temannya Khaning sweet banged. Aku khawatir mereka murka sama Khaning dalam waktu yang lama, ternyata di episode ini sudah diselesaikan dengan baik. Sweet banged deh mereka memperlihatkan kejutan pada Khaning ibarat itu. Siapa yang nggak tersentuh coba?

Inn di episode ini jahat banged. Bener apa kata Khaning, saya juga gres tahu kalau putera mahkota itu suka merendahkan orang lain. KAlau memang nggak mau nikah kah sanggup aja awalnya ia menolak, makanya Khaning juga resah kenapa Inn sepakat nikah sama ia kalau ia diperlakukan ibarat itu di rumah.
Aku berharap Inn sadar sehabis kemarahan Khaning pagi itu, taunya ketika ia bicara dengan Nakhun di sekolah malahan ia masih ngejelekin Khaning.
Masalahnya yaitu disini mereka bukan menikah kontrak, melainkan nikah beneran, mereka sah suami istri jadi saya harap Inn lebih perhatian pada istrinya.
Ini si Minnie belum memperlihatkan aksinya aja udah bikin bete, apalagi nanti kalau Minnie muncul -__-

Nakhun manis bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeed!!!!!!!! Senyumannya itu bikin meleleh. Aduh, ia menjadi penghibur hati sang puteri disaan puteri bersedih. Dia tertarik pada Khaning semenjak awal, tapi sebab Khaning yaitu istri Inn jadi tentu saja ia dihentikan punya perasaan. TApi kalau tahu Inn memperlakukan Khaning jahat, saya rasa Nakhun akan bertindak. Karena sebetulnya yang dijodohkan diawal itu yaitu Nakhun dan Khaning, bukan inn sih. KAlau sama dengan versi Korea, mungkin nanti gitu ya, kita belum tahu ini versi thailand ceritanya mau dibawa kemana.
Sayangnya ibunya jahat banged, jadi takut sama princess chrissana ini HAAHAHAHHA. Dia mau ngapain ngedeketin keluarga Khaning ya?

Episode 5 ini yaitu episode dimana kita harus tahan-tahan hati wkwkkwkwkw. Aku ngakak sepanjang episode dan deg degan juga. Kenapa versi thailand ini malam pertamanya lebih sweet sihhhhhhh!!!!
TAo dan Pattie ini minta di ship kayaknya HAHHAHAHAAHHA. Ngakak banged pas Khaning takut Inn bakalan melaksanakan sesuatu padanya di malam itu, makanya lebih baik akal-akalan tidur aja. KAlau ia mandi ia takut terjadi apa-apa, jadi mungkin ia menolak sebab kalau ia nggak mandi kan agak anyir tuh jadi Inn ga bakalan mendekat HAHAHAHAHHAHAHAH.
Inn suka menarik hati anak orang sih, kasian juga ia dipukuli dan di tendang wkwkwkkwkw. TApi disanalah manisnya XD XD
Nggak sabar nunggu ibu suri memutuskan kalau Inn dan Khaning harus segera punya keturunan, apa yang akan terjadi wkwkkwkwkw.

Karena di versi Korea endingnya cuma hingga Chae Kyeong dan Shin menikah lagi di luar negeri dan mereka punya bayi itu pun hanya di foto aja, saya berharap disini mereka beneran punya baby, jadi kelihatan gitu.
Sepertinya sih nanti akan mengikuti versi aslinya dimana Khaning menggapai mimpinya di luar negeri dan yang menjadi penerus yaitu kakaknya Inn. Kaprikornus setidaknya, ada lah ya, kehidupan sehabis mereka keluar dari istana.
Tapi terkejar nggak sih? KAtanya drama ini cuma 20 episode, ini episode sudah episode 5 dan ceritanya masih aja wacana malam pertama. Satu episode juga cuma 40 menitan. Hmmmmmmmmm. Well, lets see 🙂
Nggak sabar untuk episode selanjutnya, apa yang akan terjadi?
Sepertinya orang suruhan ibu Nakhun mulai beraksi sih.

Continue Reading

More in Lakorn

To Top