Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 6

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 6

Puteri Chrissana dan paman Minnie mulai menjalankan planning mereka untuk perlahan-lahan menghancurkan Inn dengan memanfaatkan keluarga Khaning. Dan untuk percobaan pertama mereka berhasil menciptakan Inn terlihat jelek di mata masyarakat. Raja sendiri memarahi Inn sebab Inn tidak bisa bersikap tenang selayaknya putera mahkota dan ia mulai ragu Inn akan menjadi penggantinya jikalau Inn terus begitu. Sementara Nakhun untuk pertama kalinya berkunjung ke istana sesudah sekian lama.

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 6

Episode 6 dimulai dengan agak random jadi saya sempat gundah awalnya.
Khanong terlihat ingin masuk ke sebuah ruangan tapi dihalangi pengawal sebab puetra mahkota Inn ada di dalam.
Khanong mengingatkan pengawal kalau ia yaitu adik puteri mahkota tapi pengawal tetap tidak memperbolehkan Kanong masuk.

Inn ada di dalam ruangan itu, menyerupai sebuah teater kecil?
Ia sedang memikirkan sesuatu, kejadian pagi ini ketika ia dan Khaning bertengkar dan Khaning menyampaikan kalau ia yaitu seorang putera mahkota yang memandang rendah orang lain.
Inn kelihatan tidak tenang sesudah pertengkaran itu sebab Khaning memang benar dan ia yang salah disana.
Saat sedang befikir itu tiba-tiba terdengar bunyi ribut di pintu.
Ternyata Khanong menerobos masuk kedalam. Pengawal pribadi Inn murka pada Khanong. Inn melihat mereka dan menyampaikan kalau tidak apa-apa. Khanong senang mendengarnya.

Khanong mendekati Inn. Inn bertanya ada apa dan Khanong kelihatan ragu menyampaikan maksudnya. Inn meminta Khanong bicara padanya dan jangan ragu, sebab mereka yaitu keluarga. Tapi Khanong malah menyembah pada Inn dan menciptakan Inn sedikit tertawa menyampaikan Khanong menyerupai dengan kakaknya..
Khanong tak mengerti maksud Inn tapi ia berdiri dan menyampaikan permintaannya, ia punya seorang senior calon reporter yang ingin mengambil foto bersama Khaning dan Inn.
Inn menyampaikan hal menyerupai ini memerlukan persetujuan sekretaris istana dan ia tidak bisa memberi balasan pada Khanong.
Khanong mengerti. Inn kemudian bertanya pada Khanong apakah ia boleh meminta sesuatu padanya.

Khaong kemudian terlihat membawa cake yang diatasnya ada boneka pangeran dan puteri, dimana sang pangeran sedang berlutut (or, itu boneka lamaran seseorang? HHAHAHHAHHA).
Ia membawa itu menemui Khaning yang berkumpul bersama teman-temannya. Khaning sangat senang melihat adiknya dan memeluk Khanong, menanyakan kabar ayah dan ibu mereka.
Khanong menyampaikan mereka baik-baik saja, ia menambahkan sebab Khaning tidak ada di rumah, ia merasa menyerupai anak satu-satunya dan hidupnya sangat senang HAHAHAHHAHHA.
Khaning kesal dan menyampaikan kenapa adiknya selalu menyakitinya dengan kata-kata, ia memukul Khanong HAHHAHAAHAHHA.
Khanong menyampaikan ia hanya bercanda.

Khaning kemudian tertarik denga cake yang dibawa Khanong dan senang adiknya membawakan cake untuknya. Khanong menjelaskan kalau itu bukan darinya, ia menyampaikan Inn memintanya mengantarkan itu untuk Khaning.
Mendengar nama Inn, Khaning kesal. Khanong menyampaikan pesan Inn, kalau Inn merasa menyesal sebab sudah menciptakan Khaning murka pagi ini.
Khaning sok jual mahal menyampaikan kalau ia tidak percaya akan perasaan Inn yang menyesal.
Sementara itu teman-teman Khaning malah berteriak kalau putera mahkota sangat cute HAHAHHAAHHAHA.
Khaning menyampaikan ia tak peduli seberapa banyak Inn ingin berdamai dengannya, ia tidak akan mau berdamai.

 

Tiba-tiba bayangan Inn muncul di hadapan Khaning, membawa cake itu dan meminta maaf padanya, tentu saja dengan senyuman manis Inn. Khaning terpesona lagi dengan khayalannya. Teman-temannya menyampaikan Khaning terlalu over memikirkan ajakan maaf Inn.
Khaning bertanya pada adiknya apakah Khanong memberi tahu Inn kalau ia suka coconut cake dan Khanong mengangguk membenarkan.
Khaning kesal lagi sebab Inn tidak bisa memikirkan sendiri dan malah bertanya pada adiknya. Khaning masih tidak mau memaafkan Inn.
Khanong berkata, pergilah, pangeran Inn menunggumu, ia bilang ia akan menyampaikan pribadi ajakan maafnya.
Khaning masih tidak mau, ia menggoyangkan badannya dengan manja seolah ia mengulur waktu.  Khanong yang melihat kakaknya begitu meminta kakaknya jangan terlalu jual mahal HAHHAHAHHAHA.
Khaning kesal dan menyuruhnya diam.

Lalu tiba-tiba adegan berubah ke adegan interview Khaning dan Inn. Padahal saya pikir mereka akan memperlihatkan adegan ajakan maaf Inn, tapi malah loncat ke adegan interview yang berdasarkan saya kok random gini HAHAHHAAHA.
Aku rasa ini senior yang dikatakan oleh Khanong. Ada beberaap orang diluar daerah itu memotret, sementara pengawal Inn berjaga disana.
Reporter itu menanyakan mengenai kehidupan ijab kabul mereka dan Khaning menjawab kalau kehidupan ijab kabul mereka cukup menyenangkan.
Tiba-tiba reporter bertanya apakah Khaning tahu kalau Inn sudah punya seseorang yang ia cintai? Pangeran tidak menyampaikan ini padamu?

 

Khaning dan Inn terdiam, Pengawal yang mendengarnya segera mendekati reporter dan si reporter terus bicara, tampaknya gadis itu berjulukan Minnie yang bersekolah di luar negeri bersama pangeran.
Pengawal menghentikan si reporter menanyakan siapa yang memperbolehkan/menyuruh ia menanyakan hal itu. Reporter menyampaikan ia hanya ingin bertanya pada pangeran bagaimana Inn menghadapai mantan pacarnya.
Inn jadi kesal dan berdiri, ia bertanya dari mana laki-laki itu mengetahui wacana duduk masalah ini.
Orang itu tidak menjawab dan malah bertanya lagi, apakah sebab tahta lebih penting dari cinta sejati?
Mendengar itu Inn kehilangan kendali dan memukul reporter itu. Si laki-laki masih tidak berhenti dan bertanya lagi, atau kau bergotong-royong ingin mempertahankan keduanya?
Inn murka dan ingin memukul lagi tapi pengawal dan Khaning menghentikannya, ia mengingatkan duduk masalah besar akan terjadi kalau Inn melakukannya. Inn kesannya berhenti.

Inn dan Khaning kembali ke istana, di dalam kendaraan beroda empat Khaning menatap Inn dan Inn bertanya kenapa, Khaning menyampaikan tidak apa-apa (BTW itu rambut Inn gayanya berubah begitu kembali ke istana wkkwkwwkkkwkwkw).
Mereka berdua kemudian keluar dari mobil, dayang menyambut mereka dan menyampaikan ada masalah, raja memanggil mereka ke ruang kerja. Inn mengerti, ia tahu ayahnya sudah tahu mengetahui duduk masalah tadi. Khaning tampak khawatir.

Tentu saja raja yang mengetahui apa yang terjadi pribadi memarahi Inn, bagaimana bisa seorang putera mahkota memukul seseorag menyerupai itu. Inn membisu saja. Raja juga murka sebab pengawal yang mengawal Inn dikurangi, ia bertanya siapa yang memberi perintah. Sekretaris kerajaan menyampaikan duduk masalah ini yaitu kesalahannya.
Inn menyampaikan kalau ia yang meminta jumlah pengawalnya dikurangi dan itu tidak ada hubungannya dengan duduk masalah ini. Raja bertanya kenapa Inn mengurangi pengawalnya. Inn menyampaikan kalau ia juga punya kebebasannya sendiri, sebab ia tak ingin selalu diikuti kemanapun ia pergi. Ia mengingatkan ayahnya kalau ia bukan anak kecil lagi.
Raja bertanya, jadi apa yang kau lakukan hari ini yaitu tindakan orang dewasa?
Inn terdiam.

Ibu suri mengingatkan Inn apa yang terjadi hari ini menciptakan semua orang khawatir, sebab jikalau terjadi sesuatu pada Inn, akan mempengaruhi kestabilan kerajaan.
Inn meminta ibu suri mendapatkan ajakan maafnya dan permisi dari sana. Ia tak lupa menarik tangan Khaning untuk ikut dengannya, menyerupai biasa Khaning menolak tapi Inn terus menariknya dan Khaning terpaksa ikut dengannya.
Sementara ibu ratu merasa kalau ada seseorang yang merencanakan hal ini untuk menghancurkan Inn. Tapi Raja menyampaikan Ratu  berfikir terlalu jauh.
Dayang ibu suri menyampaikan ini terjadi mungkin sebab Inn dan Khaning menikah di usia muda dan mereka masih sekolah, jadi banyak yang tertarik dengan kehidupan mereka. Ibu suri oke dengan hal ini.
Raja meminta sekretaris kerajaan mengurus hal ini.
Dayang ibu suri ini mencurigakan.

Inn ada di istananya dan sedang mengecek handphone-nya. Khaning mencarinya dan melihat Inn. Dayang memberitahu Inn dan Khaning kalau raja, ratu dan ibu suri meminta keduanya menemui mereka.
Inn mengerti, ia pergi, Khaning mengejarnya dan meminta Inn menunggunya. Begitu mereka memasuki ruangan, Inn tiba-tiba menghentikan langkahnya dan Khaning yang tidak tahu menabrak Inn dan pipinya sakit, ia memukul Inn dan menyuruhnya bilang-bilang kalau berhenti.

 

Ternyata Nakhun tiba berkunjung, Khaning terkejut melihat Nakhun + excited dan sesudah menyapa, ia pribadi duduk disamping Nakhun dan bertanya kenapa Nakhun ada disana.
Ibu suri terkejut sebab mereka berdua saling mengenali. Nakhun membenarkan, sebab mereka berdua satu fakultas dan satu kelas. Nakhun memanggil ibu suri dengan panggilan ‘nenek’ dan itu menciptakan Khaning terkejut.
RAja menjelaskan kalau Nakhun yaitu pangeran, putera dari putera mahkota sebelumnya. Khaning cukup kaget dan bertanya jadi Inn dan Nakhun yaitu sepupu.
Ibu suri membenarkan. Khaning excited dan menyampaikan mereka berdua sama-sama tampan. Dayang ibu suri menyampaikan kalau pangeran Nakhun makin usang memang makin ganteng menyerupai ayahnya.
Raja mminta Nakhun untuk tinggal bersama mereka, sebab Bhutin membutuhkan cowok yang bisa berbagi negara mereka.
Nakhun menyampaikan ia tak punya cukup banyak kemampuan untuk itu.

 

Khaning malah menyampaikan sebab Nakhun punya senyuman yang manis, Nakhun niscaya bisa melakukannya. Setidaknya, para gadis di Bhutin bisa mendapatkan seorang lagi pangeran yang ganteng dan dihormati, sebab seseorang selalu punya wajah yang dingin.
Khaning melirik pada Inn HAHAHAHAHAHAHA. Inn menatapnya kesal. Ibu suri malah tertawa dan oke dengan Khaning, dan memnyuruh Inn berguru lebih banyak untuk tersenyum.
Nenek mengenang ketika Inn dan Nakhun kecil dulu, keduanya sangat bersahabat dan sering bermain bersama, bahkan dayangnya kesulitan mengejar mereka sebab keduanya sangat aktif. Dayang ibu suri setuju, keduanya sangat badung ketika kecil dan Inn suka sekali menarik hati Nakhun.
Ibu suri meminta Nakhun tinggal di istana malam ini, besok Nakhun bisa jalan-jalan bersama Inn dan Khaning. Khaning oke banged.

 

Ratu kelihatan tidak terlalu suka dengan pandangan gres itu dan menyampaikan dengan cara sopan kalau Nakhun tidak mempersiapkan apa-apa untuk hal itu. Nakhun sendiri menyampaikan kalau yang harusnya jalan-jalan yaitu putera mahkota dan puteri mahkota, orang-orang niscaya ingin melihat mereka berdua bersama-sama.
Khaning menatap Inn dengan kesal sebab ia tahu itu tidak akan pernah terjadi wkwkkwkwk.
Ratu oke dengan Nakhun dan menyampaikan kalau orang-orang mungkin akan gundah siapa putera mahkota yang orisinil jikalau Inn dan Nakhun jalan berdua. Hmmmm, sindiran nih ye.
Nakhun sih membisu saja, ia tetap tersenyum. Raja meminta Nakhun tiba lain kali membawa ibunya. Nakhun mengiyakan. Ratu mencoba tersenyum meski ia kelihatan tak suka dengan pandangan gres itu.

Inn, Khaning dan Nakhun berjalan-jalan di sekitaran istana dan Nakhun kelihatan merindukan daerah itu, ia pikir ia tak akan pernah melihat pemandangan menyerupai ini lagi. Khaning menyampaikan ia juga menyukai pemandangan disana, tapi ia tak punya banyak waktu untuk sering tiba kesana. Dan Khaning menyinggung Inn, sebab Inn suka sekali bermain biola disini sendirian dan tidak membiarkan siapapun masuk kesana.
Inn dan Khaning masih tampak tidak berbaikan. Nakhun hanya tersenyum melihat mereka.
Mereka bertiga duduk dan ngobrol, Nakhun menyampaikan kenapa Inn tidak membawa Khaning ke danau besok, Khaning niscaya menyukainya. Khaning tentu saja menyukai pandangan gres itu, ia menatap Inn penuh harap dan mengajaknya pergi. Tapi Inn hanya menatap dengan dingin dan mengalihkan pandangannya LOL. Khaning kesal banged, percuma berharap pada Inn HAHAAHAHA.

 
 

Nakhun kemudian bertanya apakah Khaning bisa berenang dan Khaning menjawab ia tak bisa dan hanya bisa melaksanakan ini, ia menyatukan dua telapak tangannya seolah seperi berdoa/ memberi salam hormat (berenang dalam bahasa thailand = Wai Nam dan menyatukan 2 telapak tangan = Wai, jadi Nakhun tanya apakah Khaning bisa berenang (Wai Nam) dan khaning menjawab ia bisanya menyerupai ini (menyatukan telapak tangannya = Wai).
Itu yaitu lawakan bau tanah dan Nakhun tak mengerti maksudnya, Khaning minta maaf sebab leluconnya boring HAHAHAHAAHHA. Keduanya menikmati obrolan mereka dan menciptakan Inn agak kesal sebab pada kesannya ia dicuekin (lah yang nyuekin duluan sopo? HAHAHHAHA).

Inn berdiri dan menatap jauh, membelakangi mereka. Khaning menatapnya dengan kesal dan menyampaikan kalau ia benci pada Inn.
Nakhun hanya tersenyum kecil dan menyampaikan kalau ia harus pergi. Khaning kecewa sebab Nakhun cepat sekali perginya, ia meminta Nakhun sering datang, sebab menyerupai yang Nakhun lihat, ia menyerupai sendirian tinggal disana. Khaning menatap Inn yang selalu menganggapnya tidak ada.
Nakhun tersenyum dan menyampaikan pada Khaning untuk mengajak Inn bicara sebab Inn tidak sedingin itu. Tapi Khaning tidak percaya.
Nakhun berdiri dan akan pergi, ia pamit pada Khaning dan Inn.
Khaning menatap punggung Inn dan bergumamia tahu kalau Inn tidak sedingin itu tapi Inn tidak mau bicara dengannya.
Inn terus menatap jauh, entah apa yang ditatapnya HAHHAHHAHAHA.

Malam harinya, di kediaman putera dan puteri mahkota, Khaning sedang menggambar sesuatu. Inn sibuk main game dengan headphone di kepalanya. Khaning memandangi Inn dan Inn merasakannya, ketika ia melihat ke arah Khaning, Khaning memalingkan wajahnya dan terus menggambar.
Khaning menggambar sambil tertawa dan tertawa, Inn jadi gundah kenapa Khaning tertawa begitu. Khaning melihat ke arah Inn dan melanjutkan gambarnya. Inn jadi kepo HAHAHAHA.

Waktu berlalu, Khaning mengantuk dann tidur di kursi. Inn melihatnya dan mendekatinya. Ia melihat Khaning tertidur pulas, dan sebab ingin tau dengan gambar Khaning tadi, Inn mengambil buku itu dan melihatnya.
Inn terkejut sebab Khaning ternyata menggambar meme wacana dirinya HAHHAHAHAHAAHHA. Ia kesal sebab Khaning berani sekali menciptakan meme wacana putera mahkota.
Tapi meski kesal, Inn masuk ke kamar, mengambil selimut dan menyelimuti Khaning. Hanya hingga beberapa ketika semuanya tenang, tapi tiba-tiba Khaning memegang leher baju Inn dan menahannya. Inn panik. Khaning sedang bermimpi dalam pertarungan dan bahkan menarik leher Inn HAHAHHHAHAAHHAHA.
Inn mencoba tenang dan tidak membangunkan Khaning meski Khaning benar-benar menahan Inn dipelukannya.
Akhirnya Khaning kembali tidur pulas dan Inn bisa melepaskan diri.

Khaning kemudian terbangun dari tidurnya dan menemukan selimut yang menutupinya. Ia melihat tidak ada siapa-siapa disana, ia gundah siapa yang memberinya selimut. Ia kemudian menatap ke belakang, ada Inn yang sedang tiduran dengan headphone di kepalanya.
Khaning mendekati Inn dan menyelimuti Inn. Ia menatap Inn yang sedang tidur dan tersenyum. tampaknya ia tersentuh sebab Inn memberinya selimut ketika ia tidur, ia menatap Inn dan berkata kalau ternyata Inn punya sisi baik menyerupai ini. Ia bertanya, bergotong-royong kau bukan laki-laki tak berperasaan, kan? Menjadi seorang putera mahkota niscaya membuatmu tidak tenang, jikalau saya tidak ada disampingmu menyerupai ini, saya tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanmu menjadi seorang putera mahkota, tidak tenang, tidak boleh melaksanakan kesalahan. Tapi kini saya pikir saya mulai mengerti dirimu. Atau mungkin saya mulai merasa….
Khaning terus menatap Inn yang sedang tertidur dan Inn tiba-tiba membuka matanya, menciptakan Khaning shock. Khaning segera berdiri dan menjauh.
Inn bertanya apa yang Khaning lakukan padanya. Khaning menyampaikan ia tak melaksanakan apapun. Inn kemudian pergi meninggalkan Khaning.

Setelah Inn pergi, Khaning segera menutup wajahnya, ia aib banged. Ia bertanya-tanya apakah Inn tadi itu tidur atau tidak.
Ia mengecek headphone Inn dan shock sebab tidak ada musiknya.
Khaning makin aib sebab ia yakin Inn mendengarkan apa yang ia katakan. Khaning aib banged.

Keesokan harinya, Khaning menghilang lagi, sekretaris kerajaan memarahi dayangnya. Inn masuk dan bertanya ada apa. Mereka menjelaskan kalau Khaning belum kembali ke istana sesudah pamitan untuk pergi menggambar pagi tadi.
Pada kesannya semua orang mencari Khaning, mereka naik kendaraan beroda empat ke suatu daerah dan saya cukup gundah mereka kemana sebab tampaknya itu sangat jauh dari istana dan bagaimana mereka bisa tahu kalau kemungkinan Khaning disana? HAHAHAHHAHA. Mungkin pagi itu dayang mengantar Khaning kesana kali ya, anggap aja gitu, jadi Khaning niscaya tak jauh dari sana.
Inn juga ikut membantu mencari.

Khaning ada di bersahabat peternakan kuda (??) dan ia tampaknya ketiduran. Saat ia terbangun, ia terkejut melihat Inn ada disana, meski Inn tak melihatnya sebab ia bersembunyi di balik tumpukan jerami.
Sepertinya alasan Khaning menghilang yaitu menghindari Inn sesudah kejadian semalam. Inn mencari Khaning disekitar situ dan menemukan kertas gambar Khaning disana, jadi ia yakin Khaning disekitar situ.
Khaning tampaknya menghabiskan waktu menggambar meme keluarga kerajaan disana dan ia merobek kertas dan membuangnya, Inn menemukan beberapa.
Khaning masih berusaha sembunyi di balik jerami dan Inn melihat buku Khaning. Ia membacanya, Khaning menuliskan kalau ia merindukan ayah dan ibunya.
Khaning kesal sebab Inn membaca buku pribadinya, jadi mau tak mau ia keluar dari persembunyian dan mengambil bukunya, ia kesal sebab Inn tidak sopan membaca bukunya.

Inn kesal dan meminta Khaning sebelum memarahi seseorang, Khaning harus melihat dirinya sendiri, sebab Khaning sudah menciptakan semua orang panik mencari Khaning yang menghilang.
Khaning menciptakan alasan itu sebab ia ketiduran. Inn kesal sebab Khaning bersalah tapi tidak meminta maaf. Khaning menyampaikan sebab Inn melihat buku pribadinya diam-diam, Inn juga harus meminta maaf padanya. Inn benar-benar kesal dan mengingatkan hal menyerupai ini jangan hingga terjadi lagi. Khaning harus kasihan pada orang yang kebingungan dan kesulitan mencarinya.
Khaning bertanya, Kau?
Inn menyampaikan , jangan bermimpi, kenapa saya harus peduli padamu?
Khaning kesal sekali dan menginjak kaki Inn dengan keras. Inn kesakitan.

Khaning akan kabur tapi Inn berhasil menangkapnya.
Khaning mencoba melepaskan tangannya, tapi Inn memegangnya terlalu kuat, Khaning meronta dan kesannya mereka berdua kehilangan keseimbangan dan Inn terjatuh di atas Khaning.
Keduanya ada di posisi awakward, wajah mereka terlihat cukup bersahabat dan mereka saling menatap.
Khaning mulai panik dan menyuruh Inn menjauh darinya, Inn tidak mau dan malah mulai menarik hati Khaning, ia menyampaikan ia akan menghukum Khaning. Khaning bingung.
Inn mendekatkan wajahnya ke arah Khaning dan bersiap menciumnya, ia bahkan menyentuh sudut bibir KHaning AHHAHAHAHAHHA, Khaning jadinya makin takut dan merinding. Ia menutup matanya pasrah dengan apa yang akan terjadi HAHHAHA

Sementara itu para dayang mendengar keributan Khaning dan Inn, mereka mendekat kesana dan mengintip. Jerami yang ada disana bergoyang-goyang dan para dayang tersenym badung menyampaikan kalau putera dan puteri mahkota selalu terliaht manis jikalau mereka bersama-sama.
Dan yang terjadi di balik jerami yaitu Inn dan Khaning bertengkar, saling melempar jerami ke arah masing-masing. Inn bahkan dengan gemas mengacak rambut Khaning dengan jerami. Pemandangan itu bergotong-royong tampak manis  tapi kita tahu mereka sedang bertengkar HAHAHHAHAHA.
Sekretaris kerajan bahkan tidak mau ketinggalan moment dan mulai merekam mereka berdua HAHAHHHHAHAHAHAHAHAHAHA. Shipper XD

Inn tidak tahan lagi dan berdiri, para dayang otomatis berbalik sebab tak sopan melihat pasangan suami istri bermesraan wkkkwkwk.
Inn yang sangat kesal melempar setumpuk jerami pada Khaning dan ia melihat sekretaris menatap keduanya. Sekretaris meminta maaf wkwkwkwkwkw. IA menyampaikan tak aakan mengganggu mereka. Ia mengajak para dayang pergi dan mereka kabur HAHHAHAHAHAHHA.
Khaning masih terus melemparkan jerami pada Inn, ia tidak mengalah dan Inn kembali bersiap melempar jerami, tapi ponselnya berdering.

Inn mengangkat telpon sementara Khaning masih melemparkan jerami pada Inn.
Yang menelpon yaitu Minnie, dari London. Dia seolah hilang ingatan kalau Inn sudah menikah dan bicara seolah tidak terjadi apapun, menyampaikan kalau besok yaitu ronde terakhir kompetisinya dan impiannya akan jadi kenyataan. Ia bertanya Inn sedang apa dan dimana. Kemudian ia mendengar bunyi Khaning di balik telpon dan Inn yang menyuruhnya diam.
Ingatan Minnie mungkin gres kembali kalau Inn sudah menikah dan melihat surat kabar yang memuat info Khaning dan Inn yang sudah menikah.
Minnie kemudian menutup telponnya dan tampak galau sebab ia kehilangan pacarnya. Saat ia berjalan, seseorang dengan sepeda motor tiba mendekatinya seolah akan menabraknya. TApi saya kayaknya tahu itu siapa.
Siapa suruh kau nolak pas dilamar wkkkwkwkwkkw.
Sesuatu yang berharga akan terasa kalau udah menghilang ya.

Sementara itu Inn tidak tahu kalau Minnie menutup telponnya dan masih mencoba bicara dengan Minnie, ia memanggil nama Minnie dan Khaning mendengarnya. Khaning kesal dan terus melempar dan melempar jerami wkkwkwkkwkw.

Khaning dan Inn kembali ke istana. Di kendaraan beroda empat Inn sibuk dengan ponselnya, Khaning hanya menatapnya. Ia tahu kalau Inn niscaya mengirim pesan pada Minnie.

Inn yang memukul seseorang sudah masuk info di TV. Tentu saja hal itu tersebar dengan cepat sebab ada yang mengambil gambar ketika itu.
Puteri Chrissana bertemu dengan seseorang yang saya panggil paman Minnie di ep sebelumnya, ia memanggil ibu Nakhun dengan sahabat lamanya. Mereka membicarakan mengenai skandal putera mahkota Inn dan tentu saja menciptakan Inn terlihat jelek di mata publik.
Ia sudah melihat apa yang dilakukan laki-laki itu dan menurutnya itu masih belum cukup. Tentu saja kejadian pemukulan itu yaitu ulah si laki-laki ini.
mereka merencanakan sesuatu yang lebih besar lagi.

Minnie sedang di wawancarai, tampaknya ia gagal di olimpiade ini dan ia ingin melaksanakan sesuatu yang lebih penting. Tapi ia tidak menjelaskan apa yang lebih penting itu.
Aku sudah bisa menebak sih, ia akan kembali ke Bhutin dan merebut kembali apa yang menurutnya miliknya. Hmmmmmmmmmm.

Sekretaris Kerajaan menawarkan informasi pada Raja kalau mereka tidak bisa memblok info wacana putera mahkota sebab sudah terlalu menyebar.
Raja tak bisa melaksanakan apapun dan memutuskan membiarkannya meski Ratu tak setuju, kenapa mereka tidak memblok info mengenai Bhutin biar tak tersebar keluar. Raja menyampaikan kalau mereka menghilangkan info mengenai putera mahkota mungkin masyarakat akan salah paham pada keluarga kerajaan.
Inn meminta maaf sebab ini kesalahannya. Raja bertanya sekali lagi kenapa Inn melaksanakan itu, kenapa Inn memukul orang itu?
Tapi raja mengakhiri pertanyaan dengan status lagi, ia mengingatkan status inn sebagai putera mahkota, atau Inn melaksanakan itu sebab Inn lahir di daerah yang manis jadi berfikir bisa melaksanakan apa saja?
Inn menyampaikan ia tak pernah berfikir menyerupai itu.

 

Ibu suri menyampaikan yang sudah terjadi tidak bisa dihentikan, ada baiknya mereka mencari solusi menuntaskan duduk masalah ini dari pada bertengkar.
Raja masih kecewa dan menyampaikan Inn sangat kekanak-kanakan, kalau ia tahu akan begini, ia tak akan mendapatkan Inn sebagai putera mahkota.
Inn tidak peduli, jikalau raja bisa melakukannya ia akan sangat berterima kasih.
Raja murka dan melempar dokumen ke meja. Inn menyampaikan kalau ia hanya orang biasa, semenjak awal ia tidak dilahirkan untuk menjadi raja, ia tak bisa menyerupai ayah dan kakeknya yang menggunakan topeng sepanjang waktu menyembunyikan emosinya.
Inn kemudian meninggalkan mereka, ia menyampaikan kalau ia ingin melepas topengnya sebentar saja.
Khaning sangat khawatir dan ibu suri memberi instruksi untuk mengejar Inn. Khaning meninggalkan mereka.

Khaning mengejar Inn dan mencoba menahannya, ia meminta Inn jangan melaksanakan hal ini.
Inn menyuruh Khaning jangan mencampuri urusannya, ia menepis tangan Khaning dan parahnya ia mendorong Khaning hingga Khaning terjatuh.
Khaning terluka, untuk beberapa detik, Inn kelihatan Khawatir, tapi Khaning terlihat baik-baik saja, jadi ia meninggalkan Khaning dengan motornya.

Inn menghilang hingga pagi harinya. Khaning di meja makan sendirian dan bertanya-tanya kemana Inn pergi, kenapa Inn tidak kembali. Dayangnya menjelaskan kalau pengawal sedang mencari Inn, mereka akan segera membawa Inn kembali.
Khaning menolak makan dan menyampaikan ia akan menunggu hingga Inn kembali dan gres makan.

Tapi ternyata hingga malam harinya Inn belum kembali. Ratu sangat khawatir. Raja menyampaikan untuk membiarkan Inn, ia kecewa sebab Inn penyebab duduk masalah ini tapi malah kabur begitu saja. Ini memperlihatkan kalau Inn masih tidak cukup baik menjadi putera mahkota. Kalau Inn peduli maka Inn akan kembali dengan sendirinya.
Sekretaris menyarankan mereka melaksanakan konferensi pers untuk duduk masalah ini. Untuk sementara raja meminta sekretaris menahan ajakan itu. Sekretaris kemudian meninggalkan mereka untuk menambah orang mencari Inn.
Ratu bicara pada raja dan meminta suaminya lebih mempercayai Inn sebab Inn butuh dukungan dari ayahnya.
Raja tidak menjawab, ia mengingatkan kalau besok mereka ada program di Bangkok dan meminta ratu mempersiapkan segalanya.

Reporter yang mewawancarai Inn dan Khaning waktu itu sedang bekerja. Khanong dan temannya masuk ke sana dan Khanong kesal sebab ia dimanfaatkan oleh reporter itu dan berbohong padanya kalau ia hanya calon reporter.
Si reporter menyampaikan kalau ia hanya butuh proteksi Khanong untuk hal ini, kemudian kita melihat falshback Khanong ditelpon reporter itu meminta bantuannya untuk mengatur wawancara dengan Khaning dan Inn.
Ternyata laki-laki ini yaitu laki-laki yang waktu itu di restoran ketika Khanong sibuk foto dengan para fans dan matanya menangkap laki-laki tampan.
Si reporetr ini menyampaikan kalau ia hanya menarik hati Khanong sedikit dan Khanong masuk perangkapnya, ia sengaja mendekati Khanong dan tahu kalau Khanong ini gay, jadi ia sengaja berpura-pura jadi gay juga.
Khanong menanyakan wacana ‘video ini’ tapi saya nggak ngerti maksudnya video apa, apakah video Khaning dan Inn atau video bahaya untuk Khanong, contohnya hidden camera ketika mereka kencan? HAHHAAHHA
Teman Khanong berusaha membela Khanong dan kesal pada si reporter jadi ia memukulnya, si reporter juga memukul dan terjadi perkelahian.

Khanong di marahi oleh ibunya sebab bertengkar dan temannya membela Khanong menyampaikan ini semua salahnya. Sepertinya Khanong memberitahu ibu mengenai duduk masalah kenapa Inn memukul reporter itu. Ayah mendukung puteranya, ia menyampaikan bagi seorang laki-laki lebih baik berani mati dari pada dihina.
Ibu murka sebab mengajarkan hal menyerupai itu pada Khanong. Ibu mengingatkan Kahnong untuk tidak melaksanakan menyerupai itu lagi, ia akan menelpon Khaning menyampaikan hal sebenarnya. Khanong takut pada kakaknya meminta ibu jangan memberitahu Khaning.

Ibu menelpon Khaning memberitahu yang bergotong-royong kalau reporter itu sengaja mencari gara-gara biar Inn murka ketika itu, reporter itu sengaja untuk materi beritanya.
Khaning mengerti, itu artinya Inn tidak salah sebab reporter yang mulai duluan. Ia kemudian menyampaikan kalau ia akan menutup telpon sebab ia harus memberitahukan raja mengenai hal ini, sebab Inn tidak salah. Khaning terlihat senang.
(what this? Bukannya Khaning ada disana ketika itu, harusnya ia tahu donk kenapa Inn hingga memukul reporter itu, kenapa Inn marah. Memang sih, ia nggak tahu kenapa si reporter menanyakan itu yaitu hal yang disengaja untuk menciptakan Inn marah, tapi dalam percakapan telpon dengan ibunya, seakan-akan Khaning tidak tahu kenapa Inn memukul seseorang).

Khaning segera berlari menemui raja dan ratu untuk menjelaskan hal yang itu, ia bahkan hingga menabrak sekretaris kerajaan wkwkkwkwk.
Raja dan ratu ketika itu akan bersiap untuk berangkat ke Bangkok.
Khaning meminta waktu sebentar. IA menjelaskan kalau Inn tidak melaksanakan hal yang salah, ia menjelaskan kalau adiknya yang menciptakan Inn mendapatkan wawancara itu dan reporter sengaja menciptakan Inn murka dan mengambil foto itu untuk beritanya. Ia menyampaikan semuanya sudah direncanakan dan Inn tidak bersalah.
Ratu mengingatkan Khaning untuk memberitahu adiknya biar lebih berhati-hati nanti. Khaning mengerti.
Raja mengerti mengenai seseorang memprovokasi Inn, tapi pada kesannya yang menciptakan duduk masalah memang Inn, sebab ia memukul orang itu.
Raja dan ratu harus pergi dan tampaknya raja belum memaafkan Inn dan Khaning masih kahwatir.

Acara yang dihadiri raja dan ratu yaitu bazar dimana paman Minnie, Pakin yang menyelenggarakannya/mengurusnya. Kita melihat Minnie sudah ada disana.
Dan tentu saja program itu juga dihadiri oleh Chrissana dan Nakhun. Hal ini tampaknya sudah direncanakan oleh mereka.
Ibu Nakhun tatapan jahatya sudah muncul dengan senyuman di wajahnya. Kita bisa melihat kalau ratu dan chrissana saling menatap dengan tenang tapi aura permusuhannya terasa.

-The End-

Komentar:
Si Minnie kayaknya benar-benar mengalah akan impiannya demi mendapatkan Inn kembali. Ia akan ikut dengan planning pamannya dan ibu Nakhun untuk mendapatkan Inn. Pada kesannya apa yang penting baginya bukan impiannya tapi ambisinya. Well, maybe ia beneran cinta pada Inn meski saya menolak percaya wkwkwkkkw.
Baik di versi Korea dan Thailand, mereka cocok banged dengan tugas mereka dan menciptakan saya benci hanya sebab menatapnya wkwkwkkw. Penggennya mereka jangan lama-lama ada di layar.
Aku salah satu penggemar berat Goong dan masa itu saya benci banged sama Song Ji Hyo sebelum Running Man memperkenalkan saya kembali padanya HAHHAHAHAHAH

Mengenai kejadian pemukulan ini, saya agak lupa di versi Korea bagaimana, nggak sempat mengecek.
Tapi berdasarkan saya mungkin ada baiknya kalau Khaning tidak ada disana ketika itu, jadi ia juga bertanya-tanya kenapa Inn melaksanakan itu dan tetap percaya pada Inn, dan ketika ibunya memberitahukan hal sebenarnya, ia jadi kaget dan memberitahu raja kalau Inn tidak bersalah.
Menurut saya aja sih, sebab disini ada yang agak ganjil juga, sebab bagaimanapun sebab Khaning disana harusnya ia tahu apa yang menciptakan Inn marah, meskipun ia tidak tahu alasan kenapa reporter menanyakan hal itu.
Atau akunya yang hiperbola ya? HAHHAHAHA

Episode 6 ini kurang memuaskan bagi saya pribadi, sebab beberapa adegan terasa random dan saya harus mikir dua kali, lah kok tiba-tiba adegan ini, dan begitu seterusnya. Mungkin editingnya kali ya.
YAng paling terasa sih ketika Khaning dan Inn tiba-tiba diwawancara gitu, sayang sekali nggak diliatin gimana Inn minta maafnya, atau memang belum minta maaf dan Khanong tampaknya nggak pernah mention wawancara jadi kenapa Khaning bisa ada disana bersama Inn HAHAHHAHAHA. Well, mungkin di cut kali jadi pribadi aja, memang sih, nyambung juga, sebab kita bisa berasumsi kalau ini balas jasa Inn pada Khanong yang membawakan cake untuk Khaning HAHHAHHAHA.
Saat Nakhun datang, tampaknya itu masih hari yang sama dan mereka gres bicara dengan raja ratu tiba-tiba udah dipanggil lagi dan Nakhun ternyata datang. well, mungkin udah sore harinya gitu, tapi kenapa mrk gg=a ganti baju ya? wkkwkwkw
Atau adegan ketika puteri tiba-tiba menghilang dan menciptakan panik, mereka mencarinya disuatu daerah dan bagaimana mereka tau kalau puteri ada disana HAHAHAHHAH.
Aku nggak tahu sih sebab saya yang terlalu banyak memikirkannya atau gimana, pokoknya pas episode 6 ini rasanya pas pindah adegan saya bertanya-tanya gitu, mungkin cuma saya aja xD

Saat Khaning menatap Inn tidur itu dan menyampaikan hal itu, entah kenapa saya merasa feelnya kurang terasa, apakah Khaning melaksanakan itu hanya sebab Inn menyelimutinya ketika tidur?
Karena saya pikir awalnya Inn mengalukan hal yang lebih besar lagi, contohnya menyelamatkan Khaning kek atau apa kek gitu, jadi menciptakan Khaning berfikir kalau Inn punya sisi baik. Ternyata cuma begitu.
Tapi mungkin sebab Inn biasanya dingin dan dingin kali ya, jadi nggak mungkin banged ia melaksanakan itu, sekali melakukan, Khaning tersentuh. Dan kata-kata Khaning yang menciptakan ia mengerti Inn kesulitan sebagai putera mahkota mungkin sebab sering melihat inn dimarahi raja kali ya, harus selalu bersikap baik, tanpa kesalahan ini dan itu. Makara ia gres tahu menjadi putera mahkota itu ada kesulitan tersendiri bagi Inn.

Nakhun kelihatan baik banged, kita ga bisa membencinya. Waktu di Princess Hours, saya nggak begitu suka sama Yul, sebab dari tatapannya ia kelihatan ada jahatnya dikit, meski ia baik pada Chae Kyeong tapi ada masa dimana ia kelihatan kesepian dan sisi jahatnya muncul, tapi hingga kini Nakhun nggak kelihatan sisi jahatnya, ia selalu senyum dan senyum.
Khaning nyaman banged sama dia, ya iya lah  XD
Nakhun baik sih.

Hari ini subtitle Princess Hours Thailand rilis agak usang ya, biasanya pagi dah ada. Tapi mungkin sebab di episode ini dialognya banyak.
Penasaran dengan episode selanjutnya, tampaknya malam bersama akan tiba XD
Permintaan nenek yang minta cicit kali ya XD
BTW ini drama ada ost-nya kan ya, kenapa jarang duputar ya, malah kebanyakan BGM lucu yang sering. Apa sebab adegan romantis belum ada? 

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top