Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 7

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 7

Kalau kemarin saya bilang saya kurang puas dengan episode 6, maka di episode 7 ini saya tidak mengecewakan puas, banyak momen manis ditambah lagi Inn mulai cemburu, alasannya Khaning sering sama Nakhun. Salah Inn sendiri sih, siapa suruh nyuekin Khaning hehheeh.
BTW baju-baju Khaning memang selalu bagus tiap episodenya tapi saya suka di episode ini pilihan warnanya lebih berani^^

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 7

Episode 7 dimulai dengan program Art Exhibition yang diselenggarakan oleh Phakin, paman Minnie. Raja dan Ratu Bhutin ada disana dan melaksanakan pemotongan pita.
Ini ialah bab dari planning puteri Chrissana yang tiba kesana bersama Nakhun. Raja dan Ratu kelihatan tidak kaget melihat Nakhun dan ibunya datang, mungkin mereka menjaga ekspresi wajah mereka, alasannya disana ramai dan ada media yang meliput juga.
Puteri Chrissana menyampaikan kalau ia tak tahu Raja dan Ratu datang, kalau ia tahu ia akan tiba lebih awal. Phakin sengaja memuji kecantikan ibu Nakhun sementara ibu Nakhun menyampaikan ratu gorgeous ibarat biasanya. Ratu tidak terlihat suka dengan hal itu, alasannya ia tahu itu bukan pujian.
Phakin meminta Nakhun dan ibunya ikut berfoto bersama mereka, ibu Nakhun meminta Phakin jangan memanggilnya puteri alasannya ia sudah tak punya jabatan di Bhutin.

Raja menyapa Ibu Nakhun, menyampaikan sudah usang mereka tidak bertemu. Ibu Nakhun membenarkan, sudah 14 tahun lamanya mereka tidak bertemu. Ini ialah event pertama yang ia hadiri sehabis kembali ke Thailand.
Ratu menyinggung menyampaikan kelihatannya waktu dan tempatnya sangat sempurna (ia tahu ini memang disengaja alasannya mereka juga menghadiri event ini).
Ibu Nakhun menyampaikan kalau ia sudah memiliki planning kapan ia akan memulai, apa yang harus ia lakukan dan kapan ia akan menyelesaikannya.
Ratu membisu saja, ia mencoba menjaga ekspresinya.

Acara selesai, raja dan ratu pulang. Ibu Nakhun memperlihatkan bunga pada Phakin atas ucapan selamat. Phakin memanggil Minnie, keponakannya dan memperkenalkan pada ibu Nakhun. Ibu Nakhun merasa ini sangat kebetulan. Minnie tidak mengerti.
Ibu Nakhun menyampaikan bukan apa-apa, ia hanya merasa kebetulan ia reuni dengan teman lamanya dan berkenalan dengan keponakannya yang elok disaat yang sama. Phakin juga memperkenalkan Minnie pada Nakhun.

Malam itu, siaran gosip menyiarkan wawancara dengan Nakhun dan ibunya. Reporter bertanya kenapa selama ini puteri Chrissana menghilang dan puteri menyampaikan ia tidak menghilang, ia hanya membawa puteranya untuk beajar di Boston. Ia menyampaikan mereka hanya 2 anggota keluarga kini dan ia tidak mau membicarakan masa lalu, ia ingin menjalani hidup normal bersama puteranya.
Ratu sangat kesal pada Puteri Chrissana yang melaksanakan interview, menurutnya itu sangat tidak sopan. Ia yakin kalau Puteri Chrissana punya sebuah rencana. Raja menyampaikan tidak ada salahnya kalau Puteri Chrissana bicara di depan publik ibarat itu alasannya beliau punya hak melakukannya. Bahkan menurutnya mereka sebagai anggota kerajaan harus menjaga Nakhun dan ibunya.
Ibu suri setuju, ia pikir niscaya sangat sulit bagi Nakhun dan ibunya berada diluar istana selama 14 tahun. Dayang ratu setuju, 14 tahun ialah waktu yang sangat usang dan ia juga merindukan mereka.
Ratu tidak suka mendengar hal itu dan ia menatap ke arah dayang ibu suri. Tapi ia berusaha tenang, menjaga ekspresinya.

Malam itu, Phakin diwawancara di TV juga. Ia menceritakan mengenai dulunya ia hanya pengusaha parfum kecil-kecilan dan ia sempat bangkrut, tapi kemudian seseorang menolongnya sehingga ia bisa berada ditempat ibarat kini ini. Ini tampaknya wawancara untuk menarik simpati, memperlihatkan kalau orang itu ialah orang baik.
Phakin menyampaikan orang itu menolongnya sekali dan ia akan melaksanakan apa saja untuk orang itu. Saat pewawancara bertanya siapa orang itu, Phakin menjawab beliau ialah Puteri Chrissana dari Bhutin.
Keesokan harinya, ia bertemu dengan ibu Nakhun dan mereka membahas mengenai kejadian semalam. Keluarga kerajaan Bhutin masih membisu saja tak ada reaksi dengan apa yang terjadi kemarin, tapi ia yakin kalau mereka tidak tenang.
Dua orang ini beneran cocok banged sama-sama berniat jahat HAHAHHA. Chemistry-nya ada.
Kemudian Ibu Nakhun mendapat tempon dari seseorang, tampaknya orang dalam istana yang memberitahukan kalau putera mahkota Inn menghilang. Ibu Nakhun resah kenapa tak ada gosip sama sekali mengenai hal itu. Dan Phakin berencana untuk membocorkan hal itu ke publik.

Nakhun masuk ke rumah dan ibu memanggilnya. Ibu menyampaikan kalau istana belakangan ini kelihatan kesulitan dan ia ingin Nakhun kesana membantu mereka.
Nakhun tidak tersenyum ibarat biasanya, ia juga tidak menyampaikan apapun. Tapi tampaknya ia akan menuruti ibunya.

Sementara itu di kediaman puteri dan putera mahkota, Khaning keluar dari kamarnya dan bertanya apakah Inn sudah kembali. Ini ialah hari kedua semenjak Inn menghilang (atau hari ketiga ya?).
Dayang menyampaikan Inn belum kembali. Hari berikutnya, Khaning bertanya lagi dan Inn juga belum kembali.

 

Media sudah tahu kalau putera mahkota menghilang dan Ratu sangat khawatir alasannya itu akan mempengaruhi reputasi Inn sebagai penerus. Raja kelihatan masih murka dan Ratu mengingatkan Inn ialah anak mereka.
Itu alasannya keluarga kerajaan akan melaksanakan konferensi pers, kalau Inn tidak kembali maka rumor akan menyebar jauh sementara Raja sendiri sudah mengalah akan Inn.
Ibu suri hasilnya angkat bicara dan menyampaikan kalau mereka perlu memberi Inn waktu untuk menenangkan pikirannya.
Raja hasilnya sepakat dan ia memberi waktu 2 hari lagi, Inn harus kembali.
Ratu benar-benar khawatir.

Keesokan harinya, Ibu suri meminta Khaning mencari Inn, tapi Khaning tak tahu mencarinya dimana. Ibu Suri ternyata tahu dimana Inn bersembunyi selama ini dan ia pikir akan sulit kalau Khaning pergi sendirian.
Nakhun ada disana untuk berkunjung dan ia bertanya apakah Nakhun ingat jalan ke istana di hutan, ia yakin Inn disana, alasannya Inn suka sekali pergi kesana. Karena semua orang tidak berhasil menemukan Inn, jadi ia yakin Inn bersembunyi disana.
Ia ingin Khaning membawa mobilnya kesana jadi tak akan ada yang curiga.
Khaning mengerti. Tapi ia ragu apakah Inn akan mau diajak pulang. Ibu suri menyampaikan bagaimanapun Khaning harus membawa Inn kembali, alasannya masa depan Inn kini bergantung pada Khaning.

Mobil yang dimaksud nenek ternyata kendaraan beroda empat tua, homogen dengan yang versi Korea kayaknya.
Khaning menyetir tapi kayaknya ia tidak begitu bisa menyetir dan menyalahkan mobilnya alasannya sudah tua.
Nakhun yang duduk disampingnya menyampaikan kalau ia bisa menggantikan Khaning menyetir. Awalnya Khaning ragu, tapi apa boleh buat alasannya kali ini mobilnya nggak bisa nyala. Ia kesal dan memukul-mukul mobil.
Saat ia akan keluar, ia bahkan tak bisa membuka pintu mobil, Nakhun membantunya dan eaaaaaaaa, muncullah aroma-aroma romantis alasannya wajah mereka berdua sangat dekat.
Keduanya saling pandang dan gugup, tapi hanya sebentar saja, alasannya mereka kembali berusaha bersikap normal. Tapi pintunya tetap tak bisa dibuka dan hasilnya Nakhun memutuskan keluar dan membuka pintu dari luar sementara Khaning bergeser ke kursi penumpang.
Nakhun mengajari Khaning bagaimana cara menyalakan mobilnya dan Nakhun bisa melaksanakan dengan sekali coba.

Keduanya dalam perjalanan ke istana di hutan, tempatnya tidak mengecewakan asri, tapi kendaraan beroda empat mereka bergerak cukup lambat.
Dalam perjalanan, Khaning menyampaikan kalau Inn kini niscaya tidak hening dan masih marah, ia kasihan pada Inn, mungkin Inn sudah tak makan benerapa hari, padahal Inn praktis sakit perut.
Nakhun berkomentar, beliau banyak menciptakan kesulitan untukmu, tapi kamu masih sangat peduli padanya.
Khaning tersenyum, menyampaikan kalau ia hanya sedikit khawatir. Lagi pula Inn melaksanakan itu padanya tidak disengaja.
Nakhun kemudian menceritakan kalau ayahnya dan ayah Inn suka berburu di hutan ini dan mengajak mereka, tapi mereka berdua tak suka berburu, jadi mereka hanya berlari di sekitar hutan dan menyukainya. Ia menyampaikan Inn sangat menyukai daerah ini, setiap kali Inn dimarahi, Inn niscaya mengajaknya kesini.
Khaning menyampaikan tampaknya Inn dan Nakhun sangat dekat. Nakhun menyampaikan mereka memang sangat bersahabat dikala kecil dulu.

Dan daerah Inn bersembunyi itu ialah daerah belakang layar Inn yang melaksanakan hobi memotretnya, beliau mencuci foto disana, gaya lama, ruang gelap gitu, apa sih namanya HAHAHHAHAha di versi KOrea Shin juga hobi tuh.
Inn tentu saja pernah mengajak Minnie kesana. Mereka berdua menikmati kebersamaan disana tanpa ada yang mengganggu. Disana juga Inn merasa iri pada Minnie yang bisa mengejar impiannya dan Minnie menyampaikan alasannya Inn ialah seorang putera mahkota Inn juga bisa melaksanakan apa yang ia inginkan. Tapi Inn menyampaikan hanya disini ia bisa melaksanakan ini.
Dan dikala itulah Minnie mengajak Inn untuk ikut bersamanya ke London dan Inn setuju. ITu ialah kenangan mereka sebelum kuliah di luar negeri.

Khaning dan Nakhun tiba di istana dalam hutan itu, terlihat ibarat rumah biasa, tapi memang cantik. Khaning melihat motor Inn disana, Inn benar-benar ada disana.
Khaning pribadi membuka pintu dan masuk ke dalam, ia akan menyapa Inn tapi ia menghentikan langkahnya. Inn tahu ada yang tiba dan mulai kesal menyampaikan kalau ia ingin sendiri.
Saat ia berbalik, ia terkejut alasannya yang tiba ialah Khaning. Khaning tidak menyampaikan apa-apa dan meliha-lihat daerah itu, tampaknya apa yang ada di dalam jauh dari yang ia bayangkan.
Foto Minnie dimana-mana disana, tampaknya sih semua yang Inn cetak itu foto Minnie dan dirinya.

Inn bertanya bagaimana Khaning bisa kesana dan kenapa ia kesana. Khaning mencoba menjawab, tapi kayaknya fokus Khaning pada hal lain, foto-foto Minnie dan Inn.
Inn kemudian menarik Khaning keluar dari ruangan itu. Ia mengunci pintu dan mengajak Khaning bicara di luar. Ia menyuruh Khaning kembali.
Khaning menolak, ia menyampaikan kalau nenek memintanya membawa Inn sempurna waktu sebelum konferensi pers.
Nakhun menemui mereka dan mengajak Inn pulang alasannya semua orang mengkhawatirkan Inn.
Inn kemudian berkata, tampaknya kalau nenek tidak menyuruhmu kamu tidak akan kesini mencariku.
Nah lho, Inn kelihatan kecewa alasannya Khaning mencarinya alasannya perintah nenek bukan inisiatif sendiri. Ia masuk ke dalam rumah.

Khaning kesal dan akan mengejar Inn tapi Nakhun menghentikannya, ia meminta Khaning membiarkan Inn untuk sendirian sebentar.
Nakhun menyampaikan dikala Inn kecil, tidak ada yang bisa memaksa Inn melaksanakan sesuatu. Ia hanya menuruti perintah neneknya, tapi kali ini Inn bahkan tidak besar lengan berkuasa meski neneknya yang meminta, ia pikir ini diluar kemampuan mereka. Karena ia yakin meski mereka meminta, Inn tidak akan mau pulang.
Khaning hasilnya setuju, lagipula masih ada waktu 2 hari lagi, ia niscaya akan mencari cara membawa Inn kembali.
Khaning kemudian menyuruh Nakhun kembali dan Nakhun tampak terkejut + kecewa. Khaning menyampaikan ia tak apa-apa, ia meminta NAkhun perca apadanya, ia akan tinggal disana dan membujuk Inn bagaimana pun caranya.
Nakhun hanya bisa menghela nafas dan hasilnya setuju, ia berharap Khaning akan berhasil. Khaning bahkan sangat bersemangat dan menyemangati dirinya sendiri.
Keduanya high five dan tertawa bersama. Keduanya cocok banged jadi teman memang.
Setelah Nakhun pergi, Khaning meyakinkan diri kalau ia bisa membujuk Inn dan masuk ke dalam rumah.
Sementara Nakhun menghentikan langkahnya dan melihat kebelakang lagi, ia khawtair pada Khaning.

Khaning menjelajahi rumah itu dan tiba di kamar tidur.
Tempat tidur di kamar itu sangat besar dan kelihatan antik, Khaning menyukainya. Ia memutuskan mencoba berbaring disana.
Inn kemudian masuk dan terkejut melihat Khaning di dalam. Ia menyuruh Khaning pergi alasannya itu daerah tidurnya.
Khaning membisu saja, ia menutup matanya seolah ia tidak mendengar.
Inn mengingatkan lagi pada Khaning untuk turun, Khaning tetap membisu saja.
Inn kesal dan tak amu kalah, hasilnya memutuskan tidur bersama Khaning disana.

Inn sengaja masuk ke selimut yang sama dan bergeser mendekat ke arah Khaning dan menciptakan Khaning jadi tidak nyaman jadi ia bergeser menjauh.
Inn hasilnya bisa merasa hening meski Khaning masih disana, alasannya ia yakin lama-lama Khaning juga nggak akan tahan dan pergi.
Tapi Khaning tidak menyerah, ia menarik selimut ke arahnya dan Inn juga tak mau menyerah, ia menarik selimut ke arahnya. Dan hasilnya keduanya saling tarik menarik selimut HAHAHHAHAHA padalah selimutnya lho gede XD
Sampai tiba-tiba Khaning berhenti menarik dan Inn berhasil mendapatkannya, ia jadi tenang.
Khaning menatap ke langit-langit kamar dan eskpresi wajahnya berubah takut. Inn heran dan melihat ke atas juga.

Ternyata ada tokek besar di langit-langit kamar, absurd gede banged!!!! HAHAHHAHAHHA.
Khaning takut dan bertanya apa yang harus mereka lakukan, Inn juga ternyata takut sama yang begituan jadi ia tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
api tiba-tiba tokeknya hilang. Khaning masih merasa terancam dan melihat kesana sini,  kemana tokeknya pergi.
Tiba-tiba ia shock alasannya melihat tokek itu di atas selimut mereka. Inn juga melihatnya dan keduanya berteriak histeris alasannya tokek gede itu ada di bersahabat mereka HAHAHHAHAHHAHAAHAHA.
Keduanya melempar selimut dan meninggalkan daerah itu.

Malam semakin larut, Inn memutuskan memasang tenda elok di luar. Khaning ingin ikut tidur disana, ia berlari membawa bantal untuk tidur di luar bersama Inn. Tapi tentu saja Inn menghentikannya. Ia menyampaikan kalau Khaning itu pembawa sial, ia sering bermalam di rumah ini tapi ia tak pernah melihat hewan itu.
Khaning menyampaikan kalau begitu sebaiknya ia yang tidur di luar dan Inn bisa tidur di dalam, alasannya Tokek itu niscaya akan mengikutinya nanti. Inn membisu saja alasannya bener juga sih AHHAHAAHAHAHA.
Khaning menggunakan kesempatan itu untuk masuk ke dalam, tapi Inn menghentikannya, ia menyampaikan kalau ia belum selesai menciptakan tenda darurat dari gorden itu.
Ia menyuruh Khaning duduk dan menunggu di karpet yang dibentang Inn di rerumputan, Khaning menurutinya dan dengan bersemangat duduk disana, menyiapkan bantal dan selimutnya untuk berbaring.

Khaning menatap langit malam itu, sangat indah dan berbintang (Sepertinya sih begitu meski nggak diliatin disini HAHAAAHHA).
Ia kemudian menatap Inn yang menyiapkan tenda dan bertanya kenapa Inn tidak ingin menjadi putera mahkota.
Inn melamun dan menghela nafas, ia duduk disamping Khaning dan menatap ke langit, menurutmu apa kiprah dari bintang-bintang itu?
Khaning menatap bintang dan berfikir, bersinar untuk menerangi pandangan orang-orang?
Inn bertanya, bukankah itu membosankan? Mereka tak bisa pergi kemanapun yang mereka mau.
Khaning berkata, bukannya bintang selalu berpindah tempat? Aku pikir kita bisa menentukan bintang mana yang kita inginkan (kita bisa menentukan bintang ibarat apa kita).
Inn bertanya, kamu pikir saya bisa memilih?
Khaning tersenyum dan bertanya, kenapa kamu tidak mencobanya?
Inn melamun mendengar hal itu. Dalam hal ini Khaning benar, Inn belum pernah mencobanya, ia hanya takut akan hasilnya.

Pagi harinya, Khaning terbangun tapi ia belum membuka matanya, badannya terasa pegal dan dikala ia menyentuh bantalnya, ia mencicipi ada yang berbeda.
Ia membuka matanya dan menyadari kalau ia tidur dilengan Inn semalaman. Khaning tentu saja terkejut dan berbalik. Ia melihat Inn masih tidur dan Khaning sengaja memanfaatkan kesempatan itu untuk berbaring mesra di lengan Inn HAHHAHAHAHAHHA.
Inn hasilnya terbangun dan merasa tangannya berat, ia membuka matanya dan melihat Khaning tapi ia membisu saja. Khaning kemudian berbalik dan ia senyam senyum sendiri.
Inn masih membisu saja, seolah ia belum bangun, tapi ia ingin tau dengan Khaning dan mencoba mengintip sempurna dikala Khaning juga akan berbalik ke arahnya, jadi mata mereka bertemu satu detik dan melihat ke arah lain lagi.
Khaning terlihat malu alasannya ia tertangkap berair sudah bangun. Sementara Inn membisu saja, tangannya udah pegel pake banged itu, di tambah jantungnya tampaknya mau copot HAHAHAHHAHA, tapi ia kelihatan sedikit tersenyum?

Khaning akal-akalan kalau ia gres berdiri dan bicara sendiri. Inn tersenyum dan mulai menggodanya, ia berbisik ke indera pendengaran Khaning, semalam kita belum…
Khaning mencicipi ancaman mendekatinya. Inn mendekatkan mulutnya ke indera pendengaran Khaning dan Khaning panik mencoba menghentikan inn tapi Khaning terkunci di pelukan Inn HAHHAHAHAHHA.
Inn tidak mau melepaskan Khaning semudah itu, Khaning terus berusaha kabur tapi Inn tetap tidak mau membiarkannya hingga Khaning memukulkan kepalanya ke kepala Inn dan ia segera kabur dari sana tapi kepalanya malah terbentur tiang HAHAHHAHAHAHHA.

Inn tertawa melihat Khaning yang kesakitan + malu, untuk pertama kalinya Inn tertawa lepas ibarat itu. Khaning kesal dan berusaha kabur menahan sakitnya, merangkak keluar tenda.
Nakhun yang sedari tadi sudah berdiri disana hanya melihat mereka berdua, Khaning terkejut alasannya Nakhun ada disana.
Nakhun bertanya apa yang mereka lakukan disana dan Khaning menjelaskan dengan dramatis kalau ada tokek yang besar di kamar makanya mereka tidur di luar. Khaning bertanya apakah Nakhun sudah usang disana dan NAkhun menyampaikan ia gres saja tiba. Ia bertanya apakah Inn sudah bersedia kembali dan Khaning menjawab dengan berbisik kalau ia tidak tahu, ia akan bertanya pada Inn.

Khaning kemudian bertanya pada Inn dengan bahasa sopan, Dear prince… apakah kamu sudah bersedia kembali?
Inn keluar dari dalam tenda dan berdiri di hadapan Khaning, bukannya menjawab Inn malah meniupkan angin ke arah Khaning dan menciptakan Khaning bingung.
Inn berdiri dengan gaya cool. HAHAHHAHHAAHHAHAHAHAHAHHAH Aku gres ngerti adegan ini sehabis nonton dua kali, dahi khaning masih sakit alasannya terbentur tadi jadi Inn sengaja menghembuskan angin ke dahi Khaning, supaya cepat sembuh, tapi gayanya itu lho HAHHAHAHAHA.

Pengawal Inn kemudian tiba dan menyampaikan kalau semuanya sudah siap, Khaning terkejut mendengarnya, artinya Inn sepakat untuk pulang. Khaning bahagia banged, ia melompat kegirangan dan menyampaikan pada Nakhun kalau Inn bersedia kembali ke istana.
Inn tertawa kecil melihat reaksi Khaning, tapi dikala Khaning melihatnya ia mencoba hening lagi dan Khaning juga berhenti kegirangan. Dahinya masih sakit HAHAHAHAH.

Setelah berganti pakaian dan sebelum pulang, mereka jalan-jalan dulu disekitar hutan.
Pengawal dan Inn jalan duluan, Khaning dan Nakhun di belakang. Khaning kesal sekali alasannya Inn tidak menunggunya dan menyampaikan kalau istana sedang heboh tapi Inn malah asik jalan-jalan begini.
Inn tidak menjawab dan terus berjalan, Khaning makin kesal dan mencoba mengejarnya, jalanan agak tejal dan berbaru jadi Khaning kehilangan keseimbangannya dan untung ada Nakhun di belakangnya dan menangkapnya.
Terjadilah adegan yang agak romantis diantara Nakhun dan Khaning, tapi cuma sebentar alasannya mereka pribadi kembali ke dunia nyata.
Nakhun bertanya apakah Khaning baik-baik saja, dan membantunya duduk. Ia kemudian bersiap mengikat tali sepatu Khaning yang lepas.

Inn melihat hal itu, ia tidak suka melihat keduanya terlalu dekat, apalagi Nakhun hingga mengikatkan tali sepatu istrinya.
Khaning juga merasa nggak lezat dan sengaja menarik kakinya. Inn hasilnya mendekati mereka  dan menghentikan Nakhun, ia menyampaikan kalau ini ialah tugasnya.
Inn kemudian mengikatkan tali sepatu Khaning dan Khaning cukup kaget Inn mau melaksanakan hal ini.
Inn bahkan menggenggam tangan Khaning, biar Khaning bisa pegangan padanya. Khaning terlalu kaget untuk merespon alasannya Inn biasanya tidak begini, jadi ia berdasarkan saja.
Khaning dan Inn berjalan berdua sambil pegangan tangan dan Nakhun melihat keduanya dengan wajah sedikit iri + sedih.

Mereka kemudian tiba di daerah tujuan, sebuah sungai kecil dan teladas yang indah. Khaning menyukai daerah itu, pemandangan disana sangat indah. Tapi gres sebentar menikmatinya, Khaning tiba-tiba lemas dan terjatuh pingsan. Inn dan Nakhun sama-sama kaget dan berlari ke arah Khaning.
Inn pribadi menggendong Khaning dan ia berhadap-hadapan dengan Nakhun. Keduanya saling pandang beberapa dikala dan Inn kemudian membawa Khaning melewati Nakhun. Nakhun hanya bisa menatap mereka, ia tak bisa melaksanakan apa-apa.

Khaning dibawa kembali ke istana. Khaning sakit dan masih tidak sadar. Inn disampingnya menjaganya. Khaning berkeringat dan Inn membersihkannya.
Khaning bermimpi dan bicara dalam tidurnya kalau ia mengkhawatirkan Inn dan ingin Inn biar kembali. Inn menatap istrinya itu dan tersenyum kecil, ia menyentuh wajah Khaninh dan awwwwwwww our crown prince udah jatuh cinta nih kayaknya sama si princess <3 <3
In tersenyum pada Khaning.

Nenek khawatir akan puteri yang sakit dan menyalahkan dirinya kalau ia tak seharusnya meminta Khaning kesana.
Nakhun menyampaikan ia yakin kalau Khaning juga akan pergi kesana kalau ia tahu Inn disana tanpa nenek memintanya. Nakhun berkata kalau Khaning melaksanakan yang terbaik untuk membawa Inn kembali.
Inn turun dari lantai dua dan menemui raja, ratu, nenek dan Nakhun. Raja tampaknya masih murka pada Inn.
Ini ialah hari konferensi pers dan Raja menyampaikan untuk problem ini, orang yang harus disalahkan ialah si pembuat masalah. Dan Inn mengerti alasannya ia yang menjadikan problem ini.
Khaning yang sudah terbangun dari tidurnya pergi ke luar dan mendengarkan hal itu, ia khawatir pada Inn.

Sekretaris tiba menjemput Inn untuk konferensi pers.
Inn memasuki ruangan dan para wartawan sudah berkumpul disana. Mereka bertanya kenapa Inn melaksanakan itu. Inn tidak menjawab pertanyaan dan mengataakn kalau ia ingin menjelaskan ia dan puteri tidak ada problem sama sekali ibarat rumor yang beredar.
Reporter bertanya apakah Inn menyampaikan kalau Inn tidak pernah murka dan tidak memukul reporter itu? Inn memukul reporter itu hanya alasannya reporter menanyakan wacana mantan pacar Inn yang artinya Inn masih sangat menyayangi gadis itu.
Reporter lain menambahkan kalau hal ini juga mempengaruhi negara lain dan menciptakan image Inn jadi memburuk. Inn tampaknya tidak bisa menjawab pertanyaan dan tidak ingin membahasnya, jadi ia berniat meninggalkan ruangan konferensi pers itu meski sekretaris menahannya.

Tapi kemudian Khaning tiba dan menghentikan langkah Inn, Inn terlihat cukup kaget. Khaning masih terlihat pucat dan tersenyum padanya. Ia mengulurkan tangan pada Inn. Inn menyambutnya.
Keduanya kemudian duduk kembali. Inn membantu Khaning duduk alasannya Khaning masih cukup lemah.
Khaning memberi salam pada reporter sementara Inn terus memandanginya.
Khaning menyampaikan kalau ia ingin meminta maaf pada mereka alasannya menciptakan semuanya khawatir dan tidak tenang, alasannya mereka belum pernah menghadapi situasi ibarat ini. Mereka menikah di usia muda, ada di posisi penting, dan mereka berdua ialah harapan semua orang. Mereka tahu akan hal itu tapi masih menciptakan kesalahan dan menciptakan semuanya mengkhawatirkan mereka. Karena itu ia meminta maaf alasannya mereka belum berpengalaman dan tidak tahu apa-apa. Mulai sekarang, mereka akan melaksanakan yang terbaik.
Reporter berhenti bertanya. Khaning menatap Inn dan ia mengenggam tangan Inn. Inn memberi hormat pada para reporter. tampaknya reporter mulai menyukai pasangan ini.

Masalah Inn hasilnya selesai dengan baik untuk sementara dan tentu saja Ibu Nakhun tidak menyukai hal itu.
Ia menonton konferensi pers itu dan kesal alasannya tahu Khaning bukan gadis yang praktis dihadapapi, alasannya reporter yang tiba ternyata yang mereka pilih tapi Khaning berhasil menghadapinya dengan baik.
Phakin menyampaikan kalau dari sumber terpercayanya putera mahkota tidak akan bisa kembali sempurna waktu dikala konferensi pers, tapi pada hasilnya puteri berhasil membawa Inn kembali.
Phakin menyampaikan itu alasannya seseorang menolong mereka.
Ibu Nakhun kesal dan bertanya siapa, Phakin tidak menjawab dan Ibu Nakhun hasilnya mengerti siapa orang itu.

Ibu pribadi menemui Nakhun dan Nakhun meminta maaf, ia menyampaikan kalau puteri sakit jadi ia tak bisa menahan Inn kembali ke istana.
Ibu menyampaikan kalau ia tahu Nakhun ialah anak baik, tapi Nakhun dihentikan berbuat baik pada lawan mereka. Ia mengingatkan Nakhun kalau mereka tidak pernah berbuat baik pada mereka.
Ia minta Nakhun mengingat apa yang sudah istana lakukan pada mereka Nakhun melamun dan menunduk.

Minnie ada di ring tinju, daerah latihan pamannya.
Pamannya menanamkan jiwa dendam pada keponakannya untuk tidak kalah dan melawan terus menerus hingga hasilnya ia berhasil.
Ibu Nakhun juga tiba kesana, tampaknya ia punya planning gres dan akan melibatkan Minnie.
Ibu Nakhun menyampaikan ia akan mengadakan pesta untuk ulang tahun Nakhun dan ia ingin Minnie datang. Minnie menolak, menyampaikan kalau ia sedang tidak ingin tiba ke pesta.
Paman kemudian bertanya, apa kamu tahu siapa yang akan jadi tamu special disana?
Minnie terdiam, ia mengerti maksud pamannya.

-The End-


Komentar:
Hmmmmmmmmm, jadi alasan Minnie pulang itu bukan alasannya sudah tahu planning pamannya ya, sepakat deh, jadi beliau nggak tahu kalau mereka akan menghancurkan Inn. Ambisinya untuk mendapat Inn sih bukan menghancurkannya, saya harap kalau beliau tahu nanti beliau akan berhenti. Karena kalau saya lihat disini beliau masih agak nggak nyaman sama ibu Nakhun.
Phakin menyampaikan kalau ia punya sumber dari istana, siapa ya?
Kalau ibu Nakhun sih kemungkinan dayang ibu suri, alasannya di versi Korea juga gitu. Kalau Paman Minnie? Yang tahu kalau puteri sakit dan Nakhun membantu Inn hanya 1 orang, pengawal Inn. Masa pengawal Inn jahat sih? Hmmmmmmmm.

Kalau di versi Korea, nenek menghadiahkan kendaraan beroda empat pada Chae Kyeong dan Chae kyeong girang banged tapi taunya kendaraan beroda empat bau tanah beliau kecewa.
Di versi ini beda ya, sepakat juga sih. Ada adegan kendaraan beroda empat Nakhun dan Khaning di versi Korea juga ada, dengan alasan yang beda sih kayaknya.
BTW itu istana di hutan asri banged, saya suka, tapi apa nggak takut ya, ditengah hutan begitu, nggak ada rumah lain pula kayaknya.
Dan pihak istana kecuali nenek dan pengawal Inn tampaknya tidak ada yang tahu kalau itu markas belakang layar Inn.
Aawalnya saya kira hobi Inn itu main biola lho, gantinya fotografi, ternyata Inn memang hobi fotographi juga hehehheh.
Sayangnya kenangannya penuh dengan pacarnya wkkwkwkw.

Di episode ini Inn mulai memperlihatkan cemburu dan rasa kasih sayangnya pada sang istri seiring dengan munculnya perasaan suka Nakhun pada Khaning. Enak banged si Khaning wkkwkwkwkw.
Tapi KHaning tampaknya memang hatinya hanya untuk Inn, beliau memang gugup kalau beliau terlalu bersahabat dengan Nakhun tapi beliau bisa jaga batasnya dan cepat-cepat sadar.
Inn nih, Khaning lho udah baik banged gitu, plis jangan dingin-dingin banged sama dia.
Tahapan tsundere Inn mulai meningkat wkkwkwkwkw.
BTW ternyata yang jatuh bukan ular ya, terlalu ekstrim HAHAHAHAHA.
Ternyata tokek, tapi gede banged sumpah HAHAHAHHAHAHA.

Baju-baju Khaning disini bagus-bagus ya, cantik-cantik dan warna warni juga. Aku suka. Aku ingat pas episode 00, mereka punya tim design sendiri untuk baju Khaning, jadi bukan sponsor. Total banged memang 🙂
Aku sengaja mengumpulkan baju-baju Khaning episode 1-7 udah banyak aja ❤

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top