Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 8

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 8

Butuh usaha banged menulis episode 8 ini dimulai dari RAW yang menghilang dari youtube hingga sub pun tak ada HAHAHAHHA. Ada sih tapi size terlalu gede LOL. Untungnya alhasil selesai juga. Ini episode seru banged, makin usang makin baper sama dinginnya Inn dan cute-nya Khaning. Ibu Nakhun masih berusaha menjatuhkan Inn dan Minnie muncul di hadapan Inn, apakah hati Inn bergetar kembali?

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 8

Ibu Suri, Raja, Ratu, Inn dan Khaning sedang berkumpul. Setelah program konferensi pers itu, kesehatan Khaning mulai membaik. Mereka meminta Inn menjaga dengan baik istrinya sebab berkat Khaning mereka berhasil melalui krisis. Khaning jadi malu-malu sebab ini pertama kali ia dipuji, ia menyampaikan kalau itu yaitu salah satu kewajibannya.
Sekretaris kerajaan kemudian mengabarkan kalau Nakhun tiba berkunjung dan Nakhun memberi salam pada mereka. Raja juga berterima kasih pada Nakhun, sebab ia ikut membantu menghadapi krisis mereka dikala itu, dimana Inn menghilang dan Nakhun membantu menemukannya.

Setelah pembicaraan itu, Khaning, Inn dan Nakhun ke ruangan mereka sendiri untuk bicara lebih santai, lebih tepatnya Khaning dan Nakhun sih, Inn jauh dari mereka menyibukkan diri dengan membaca yang entah dibaca atau tidak HAHAHAHHAHA.
Nakhun tiba mengundang mereka ke program ulang tahunnya. Khaning tentu saja sangat bersemangat untuk pesta dan mengajak Inn untuk datang, ia yakin akan sangat menyenangkan disana.
Inn dengan dingin menyampaikan kalau ia sibuk belakangan ini, secara tak pribadi ia menolak. Khaning kesal dan berdiri, tapi Raja dan Ratu sudah mengizinkan mereka untuk pergi.
Inn menatap Khaning dengan tatapannya yang khas dinginnya dan Khaning mulai bersikap manja memohon pada Inn, dengan sedikit aegyo di dalamnya (cuteeee).

 

Tapi Inn hanya menatapnya dan mengalihkan pandangan kembali fokus pada bukunya. Nakhun menatap Inn dan tersenyum.
Khaning berbalik dan kesal, menyampaikan ia buang-buang waktu saja memohon pada Inn. Nakhun tersenyum melihat reaksi Khaning dan menyampaikan meski Inn tidak menyampaikan apa-apa ia yakin Inn alhasil akan pergi nanti.
Khaning tidak suka dengan perilaku itu dan mengatakan, kalau mau pergi ya bilang oke, tidak bisakah kau mengatakannya dengan jelas? Apanya yang pangeran?
Inn kesal mendengar komentar itu, ia menutup bukunya dengan kesal dan menatap Khaning, ia meletakkan buku dan meninggalkan mereka tanpa sepatah katapun HAHAHAHHAHAHAHAHHAHA.
Khaning menatapnya dengan kesal.

Dan waktu pun berlalu, pesta ulang tahun Nakhun tiba. Pada alhasil Inn benar-benar tiba meski dikala itu ia tidak menyampaikan apapun. Ia bersama Nakhun sedang menunggu Khaning.
Khaning keluar dari pintu dengan gerakan lambat, ia tampak elok dengan gaun dan tiara sebagai hiasan di kepalanya. Ia tersenyum pada Nakhun dan Inn yang menatapnya. Ia berjalan mendekati mereka dikala Inn tak sanggup berhenti menatapnya.
Tapi Nakhun komentar duluan, menyampaikan kalau Khaning sangat elok ibarat puteri dalam dongeng. Khaning senang sekali dipuji dan mengucapkan terimakasih.
Khaning bahu-membahu menunggu reaksi suaminya, tapi Inn membisu saja dan kahirnya Khaning bicara, tidak ibarat seseorang yang bahkan tidak mengeluarkan satu kata kebanggaan pun.

 
 

Inn menatap Khaning tajam, Khaning tidak peduli. Kemudian Khaning bertanya kenapa Nakhun hingga tiba ke Bhutin dan Nakhun menyampaikan ia menjemput mereka berdua. Khaning sangat tersentuh sebab Nakhun si penyelenggara pesta jauh-jauh tiba menjemput mereka.
Inn semenjak tadi membisu saja melihat Khaning dan Nakhun bicara dan tampaknya ia sedikit terganggu dengan hal itu dan mengajak mereka untuk segera berangkat.
Khaning sengaja mengulurkan tangannya supaya Inn menuntunnya, tapi Inn hirau taacuh angsa dan berjalan meninggalkan Khaning. Khaning kesal sekali + aib juga ditolak di hadapan Nakhun dan ia mulai bersikap seolah Nakhun tak ada disana dan memanggil Inn untuk menunggunya HHAHAHAHA. Khaning nggak pake high heels LOL

Pesta ulang tahun Nakhun di Thailand. Sebuah pesta yang elegan. Khaning tidak mengenal siapapun disana jadi ia mencari-cari Inn yang menghilang.
Saat itu tiba-tiba ia dikagetkan oleh 3 temannya yang ternyata diundang oleh Nakhun ke pesta ulang tahunnya. Khaning sangat senang melihat mereka bertiga, ketiganya menyampaikan mereka takut Khaning akan kesepian. Mereka berpelukan dan sahabat Khaning yang pakai beling mata meminta mereka memelankan bunyi sebab mereka terlalu ribut dan semua orang menatap ke arah mereka.
Khaning dan yang lain melihat ke sekeliling dan tidak peduli, mereka malah teriak makin keras HAHAHHAHAHAHAHA.

Pesta ulang tahun Nakhun penuh dengan makanan, Dua sahabat Khaning hanya mengambil sedikit masakan meski air liur mereka keluar ingin mencoba semua makanan. Teman Khaning yang pake kacamata bertanya apakah masakan segitu cukup untuk mereka.
Mereka menyampaikan di pesta ini ada banyak orang dengan status tinggi jadi mereka harus mengikuti gaya mereka. Temannya satunya setuju. Saat ketiganya sibuk bicara mengenai status sosial, Khaning malahan tidak peduli dan mengambil masakan sebanyak yang ia mau wkkwkwkwkwkw.
Melihat hal itu teman-temannya jadi mengikuti Khaning, mengambil masakan lainnya, wkkwkwkwkwk (Karena khaning kan puteri jadi statusnya tinggi, kalau mereka ngambil banyak juga ga dilema ngikuti yang statusnya tinggi wkkwkwkw).

Khaning terus mengambil masakan yang ia inginkan, dikala ia akan mengambil sesuatu, seseorang juga akan mengambilnya dan Khaning terkejut, itu yaitu ibu Nakhun.
Tapi Khaning tidak mengenalinya. Khaning mencoba bersikap ramah dan mengambilkan ibu Nakhun makanan, ia bahkan merekomendasikan masakan lain ini dan itu.
Teman-temannya melihat Khaning dan panik, menarik Khaning dari sana dan menyampaikan kalau itu yaitu ibu Nakhun.
Khaning terkejut dan menatap ibu Nakhun. Ibu hanya membisu saja dari tadi. Khaning memberi hormat.

Khaning dan ibu Nakhun berakhir di meja yang sama. Suasana awkward diantara mereka.
Khaning meminta maaf sebab ia tak tahu kalau ibu yaitu ibu Nakhun, jadi ia tidak menyapa dan memberi salam sebelumnya.
Ibu Nakhun menyampaikan kalau Khaning tak perlu meminta maaf padanya sebab Khaning seorang puteri, sebab status sosial Khaning lebih tinggi darinya.
Khaning tentu saja tidak setuju, sebab ia yaitu Ibu Nakhun, ibu temannya, tentu baginya ibu Nakhun ibarat ibunya sendiri.
Ibu Nakhun hanya tersenyum dan kemudian berkata, berada di istana niscaya tidak gampang bagi Khaning. Khaning mengingatkannya pada dirinya sendiri dikala ia menikah dulu, itu yaitu masa-masa yang sangat membahagiakan baginya, dikala orang yang paling penting baginya, mencintainya. Semua orang menyukainya dan ia diperhatikan oleh semua orang. Semua orang di dunia ini punya harapan untuk menjadi Khaning.
Khaning hanya mencoba tersenyum kecil. Ibu Nakhun melanjutkan, apa lagi kebahagiaan yang melebihi ini? Tapi meski begitu, menjadi puteri mahkota harus menghadapi banyak hal, sebab puteri mahkota harus sesuai dengan harapan rakyat. Jika Khaning tidak sanggup melaksanakan itu, maka semua anggota kerajaan akan terkena dampaknya.
Khaning membisu saja, ia tak menyampaikan apa-apa, lebih tepatnya ia tak sanggup berkata apa-apa. WOW, ibu Nakhun mengancam juga orangnya ya, tepatnya nakut-nakutin.

Untung Nakhun kemudian tiba dan menghentikan pembicaraan mereka. Ia bertanya mereka bicara apa dan ibu menjawab bukan apa-apa, Khaning membenarkan.
Khaning tampak tidak tenang, dan Nakhun duduk di sampingnya, Nakhun tampak khawatir. Keduanya bicara bisik-bisik sambil mengangguk dan Inn melihat mereka. Ia mendekati mereka dan menyampaikan kalau semenjak tadi ia mencari Khaning.
Inn kemudian menyapa ibu Nakhun dan ibu menyuruh Inn duduk, sudah usang mereka tidak bertemu seharusnya mereka banyak ngobrol.
Inn kemudian menatap Nakhun dan menyampaikan tampaknya Inn mengambil daerah duduknya. Nakhun dan Khaning bingung, Khaning menatap Inn.
Ibu Nakhun menyampaikan kalau menurutnya siapa yang duluan maka ia yaitu pemilik daerah itu.
Inn membisu saja, ia menatap Nakhun dan Nakhun tak bergerak sama sekali. Khaning sendiri mungkin tak mengerti maksud mereka jadi ia membisu saja.

Akhirnya program inti dimulai. Nakhun meniup lilin ulang tahunnya dan semuanya mengucapkan selamat padanya.
Ibu memberi Nakhun hadiah ulang tahun, sesuatu yang digunakan ayahnya dikala ayah masih menjadi putera mahkota dulu. Nakhun membuka hadiahnya, sebuah embel-embel yang sangat cantik. Ibu menyampaikan ia ingin Nakhun tumbuh ibarat ayahnya dan keduanya berpelukan.
Undangan bertepuk tangan. Khaning tersenyum melihat keduanya. Inn juga mencoba tersenyum tapi ia terlihat tak begitu menyukai suasana disana.

Inn menghilang lagi. Khaning bersama 3 temannya berkumpul, tapi mata Khaning terus mencari Inn.
Nakhun kemudian tiba membawakan minuman untuk Khaning dan Khaning bertanya apakah Nakhun melihat Inn.
Tiba-tiba 3 sahabat Inn tiba dan menyampaikan pada Nakhun kalau keluarga Nakhun mencarinya, jadi Nakhun harus meninggalkan mereka. Teman Inn kemudian mulai bicara dalam bahasa inggris pada Khaning, memperkenalkan diri mereka sih dan Khaning tidak mengerti sama sekali, ia hanya sanggup tersenyum.
Teman-teman Inn sengaja melakukannya dan 3 sahabat Khaning sangat kesal kenapa 3 orang itu tak bicara bahasa thai pada mereka. Padahal mereka sudah berdandan ibarat ini tapi orang-orang terus melihat mereka dari ujung kaki hingga ujung rambut, itu menciptakan mereka tidak nyaman. Teman Khaning yang pakai beling mata menyampaikan kalau mereka tak punya aura status sosial yang tinggi, makanya mereka pribadi tahu.

Khaning menyampaikan pada mereka untuk tidak terganggu dengan hal itu. Teman Khaning menyampaikan Khaning sanggup bicara begitu sebab ia seorang puteri. Khaning tentu saja membantah dan menyampaikan lihat saja tadi mereka menertawakannya ibarat itu, tentu saja sebab mereka sama sekali tidak melihatnya sebagai seorang puteri.
Teman Khaning yang berkaca mata menyampaikan pada Khaning untuk tidak memasukkan kata-kata mereka dalam hati. Khaning hanya sanggup menghela nafas dan mereka menatap ke arah Inn dan teman-temannya yang mengobrol.

Khaning bosan di dalam jadi ia berjalan-jalan di luar. Nakhun melihat dan menyapanya. Khaning terkejut sebab ia pikir ia keluar untuk menyendiri tapi ternyata ada yang melihatnya. Ia bertanya kenapa Nakhun ada disana dan Nakhun menyampaikan kalau Ia tak tahu apa yang harus dilakukan di dalam. Khaning tentu saja kaget sebab ini yaitu ulang tahun Nakhun, Nakhun harusnya bersenang-senang. Tapi Nakhun menyampaikan kalau tamu-tamu yang tiba kebanyakan yaitu tamu undangan ibunya.
Khaning tidak suka dengan hal ini, menurutnya siapa yang berulang tahun harus menjadi sentra perhatian dan bersenang-senang di pestanya sendiri, sanggup melaksanakan apapun, makan apapun,menyanyi lagu apapun yang diinginkan. Khaning tiba-tiba bersemangat menyampaikan ia akan menciptakan Nakhun menjadi sentra perhatian malam ini. Nakhun menyampaikan niscaya menyenangkan kalau ibarat itu.
Ia mengulurkan tangannya dan Nakhun menyambutnya, Khaning bersemangat membawa masuk Nakhun ke ruangan.

Nakhun dan Khaning sudah ada di panggung dan Khaning memulai pidatonya menyampaikan kalau Nakhun akan menyanyi untuk menghibur semua tamu yang ada dan para tamu bersemangat. Nakhun sendiri resah sebab tadi Khaning tidak menyampaikan kalau ia akan menyanyi.
Musik dimulai, Nakhun menolak menyampaikan kalau ia tak sanggup menyanyi. Tapi Khaning menariknya dan menyampaikan Nakhun harus menyanyi, ia juga akan menyanyi bersama Nakhun. Khaning dan yang lain berteriak ‘menyanyi! menyanyi! menyanyi!’ hingga alhasil Nakhun sepakat untuk menyanyi dan semuanya bersemangat.
Nakhun dan Khaning mulai menyanyi, bunyi mereka pas-pasan tapi Khaning sangat bersemangat dan Nakhun malu-malu HAHAHAHAAHAHA.
Keduanya sangat menikmati penampilan mereka sendiri, bahkan menari-nari. Sementara itu para tamu ada yang membisu saja, ada yang tertawa mengejek ada juga yang menikmati penampilan keduanya.
Inn sendiri melihat Nakhun dan Khaning yang tampak sangat senang berdua, ia membisu saja dan mengalihkan pandangannya perlahan. Sepertinya ia tidak tidak terlalu suka melihat keduanya bersama.

Setelah lagu selesai, ternyata Khaning masih belum selesai, ia seakan-akan jadi MC disana dan menyampaikan pada hadirin apakah ada yang mau menyumbang lagu.
Inn tiba-tiba tiba dan menatap keduanya. Ia menarik Khaning mengajaknya pergi. Khaning terkejut dan hampir terjatuh, untung Nakhun memegang tangan Khaning yang satunya.
Khaning melongo diantara keduanya. Inn menatap Nakhun yang memegang tangan Khaning, Nakhun tidak melepaskannya. Inn menunggu.Nakhun alhasil melepaskan tangannya dan Inn menarik Khaning dari sana.

Inn membawa Khaning menjauh dari sana dan Khaning mencoba melepaskan tangannya, ia tak mengerti kenapa Inn melaksanakan hal ini. Inn bertanya apa Khaning tidak takut jatuh menari ibarat itu?
Khaning menarik dress-nya dan memperlihatkan kalau ia mengenakan sneaker, ia melompat-lompat dan menyampaikan ia sanggup menari dengan bebas, ia tak akan jatuh.
Inn kesal dan menyuruh Khaning untuk bersikap ibarat seorang puteri. Khaning cemberut, ia paling tidak suka diminta bersikap ibarat puteri. Inn akan menariknya kembali tapi tiba-tiba lampu mati.

Paman Minnie tampaknya memberi kode pada seseorang dan dikala itulah Minnie muncul dihadapan Inn. Inn terkejut. Minnie berjalan ke arahnya dan pribadi mencium pipi Inn. Inn tidak sempat menghindar sebab kaget, atau memang tidak berniat menghindar.
Tangannya yang tadi menggenggam tangan Khaning, seakan-akan melemah dan ia melepaskan tangan Khaning. Minnie tak peduli ada Khaning disana dan memegang tangan Inn mengatakan. surprise.
Melihat hal itu Khaning membisu saja, ia cukup kaget dan mencoba berbalik untuk tidak melihat mereka. Di hadapannya ada pelayan yang membawa minumna, jadi khaning pribadi mengambil minuman itu dan tak sengaja melihat si pelayan memegang kamera kecil di tangannya, merekam insiden tadi, Khaning tentu saja terkejut dan pribadi mencoba menjatuhkan kamera itu.
Khaning berusaha merebut kamera itu dan orang itu mendorongnya kemudian kabur. Khaning terjatuh, Nakhun tiba menolong Khaning sambil berteriak panggilkan pengawal istana.
Inn juga melepaskan tangan Minnie dan menolong Khaning.

Kaki Khaning terluka, Inn menyampaikan mengapa Khaning melaksanakan hal tadi. Khaning menjawa sebab orang itu mengambil gambar Inn, ia tidak mau gambar Inn menjadi materi gosip lagi.
Inn melongo dan mendesah, ia meletakkan tangan Khaning di lehernya dan ia menggendong Khaning pergi dari sana.
Minnie shock sebab Inn bahkan sama sekali tidak peduli padanya HAHHAHAHAHAHAAHHAHA.

Khaning dan inn ada di kamar. Inn mencoba membalut luka di kaki Khaning tapi Khaning kesakitan dan menyuruhnya melaksanakan dengan hati-hati. Inn kesal sebab Khaning tak sanggup membisu padahal ia sudah mau selesai.
Tiba-tiba ada telpon masuk, dari Minnie. Tapi ia tidak menjawab. Minnie juga mengirim pesan. Inn hanya membaca pop up nya saja.
Khaning melihat Inn sedari tadi dan alhasil menyampaikan kalau inn mau pergi menemui gadis itu pergi saja, ia baik-baik saja, lagi pula kakinya hanya sakit sedikit. Inn bertanya apa maksud Khaning. Khaning menyampaikan orang yang mencium Inn tadi.
Khaning memang menyampaikan ia tak apa-apa tapi ia beneran kelihatan kesal. Inn menyampaikan kalau itu yaitu urusannya dan Khaning jangan ikut campur.
Inn kemudian meninggalkannya, Khaning kesal sekali.

Minnie menunggu Inn dan ia senang melihat Inn datang. Inn gres tahu kalau Minnie kembali dan ia bertanya berapa usang Minnie di Thailand.
Minnie menyampaikan kalau ia merindukan Inn, merindukan saat-saat mereka bersama dulu. Minnie menyesal sebab keputusannya waktu itu dan kini ia mengerti betapa pentingnya Inn baginya. Ia juga menyampaikan kalau inn selalu menyampaikan padanya disini bukanlah temapt Inn.
Inn menyampaikan ia senang bertemu dengan Minnie lagi dan permisi. Bagus sih Inn nggak ngomong panjang lebar dan meninggalkan Minnie begitu saja.

Sementara Khaning tiduran di kamar, ia kelihatan sedih. Ia teringat kissu tadi dan bagaimana Inn melepaskan tangannya, Khaning menangis.
Ia mendengar Inn kembali ke kamar dan Khaning segera menghapus air matanya, ia akal-akalan tidur.
Inn duduk di daerah tidur dan hanya menatap punggung Khaning, ia mengulurkan tanganya untuk menyentuh Khaning tapi ia mengurungkan niatnya. Awwwwwwwwwwwww.
Inn menatap Khaning dan ingin menyampaikan kalau ia meminta maaf. Tapi Inn tidak sanggup mengatakannya dengan jelas. Khaning mendengarkan hal itu. Pada alhasil keduanya tetap membisu di posisi itu, dimana Khaning tetap akal-akalan tidur dan Inn duduk dengan banyak pikiran di kepalanya.

Keesokan harinya, Khaning dan inn kembali ke istana.
Khaning memakai tongkat sebab kakinya terluka dan Inn mencoba membantunya berjalan. Tapi Khaning menolak dan menolak dukungan Inn yang memperlihatkan tangannya berkai-kali, sebab ia sanggup jalan sendiri.
Para dayang tiba dengan Khawatir dan bertanya apa yang terjadi pada Khaning. Khaning masih ngambek dan menyampaikan pada mereka untuk bertanya pada Inn. Tentu saja para dayang tidak berani dan Ratree meminta dua dayang lain membantu Khaning ke kamar.
Mereka bersiap akan membantu Khaning dikala Inn menyampaikan mereka tak perlu melakukannya.

Tiba-tiba Inn mendekat dan menggendong Khaning di dadanya. Khaning terkejut dan menyuruh Inn menurunkannya. Inn menyampaikan pada yang lain kalau ia akan mengurus Khaning dan mereka sanggup pergi.
Khaning terus berusaha meronta dan Inn menyuruhnya membisu atau ia akan melempar Khaning HAHAHHAHAHAHAH. Khaning takut LOL
Khaning kemudian bertanya, Jika saya yaitu gadis yang kau lamar itu, kau mungkin tidak akan bicara ibarat ini padaku, kan?
Inn menjawab, saya tidak ingin seseorang yang saya cintai terkurung di istana ibarat ini.
Khaning terdiam, ia menatap Inn dengan bingung. Inn melanjutkan, tapi untukmu, kau harus tetap berada disisiku seumur hidupmu.
OMOOO OMOOOOOOOOO OMOOO OMOOOOOO!!!!!!!! WHAT THIS? HUH? HUH? HUH?
APAKAH MAKSUDNYA BENAR-BENAR IA INGIN KHANING BERSAMA DENGANNYA SEPANJANG HIDUPNYA? OMGGGG

Khaning terdiam. Ia menatap Inn. Inn juga menatapnya tanpa mengalihkan pandangan.
Khaning mungkin sama ibarat aku, masih resah apakah Inn serius atau tidak, apakah maksud Inn baik atau tidak.
Inn kemudian membawa Khaning naik ke kamarnya.
KYAAAAAAAA!!! ONG CHAI INNNNNNNNN LOPE LOPE LOPE xd

Ibu suri dan Ratu membicarakan insiden semalam. Ibu suri tertawa dan menyampaikan kalau Khaning selalu punya sesuatu yang menciptakan mereka terkejut. Ratu setuju, ia pikir kadang Khaning itu nakal, tapi kalau Khaning tidak ada dikala itu, mereka akan mendapat dilema lagi.
Ibu suri setuju, ia sangat menyukai Khaning dan bertanya bagaimana korelasi Khaning dan Inn belakangan ini, apakah sudah ada kabar baik sehingga ia sanggup mendapat cicit segera.
Ratu tidak sanggup menjawab. Sekretaris kerajaan yang ada disana menyampaikan kalau ia dengar hari ini putera mahkota menggendong puteri mahkota dengan mesra tapi ia masih belum mendengar kabar kalau mereka melaksanakan tugasnya sebagai suami istri.
Ratu menyampaikan mereka dihentikan membiarkan hal ini terus terjadi, mereka harus melaksanakan sesuatu. Ibu suri sepakat dan ia berfikir, ia menyampaikan kalau bukan dengan sihir, maka mereka perlu memakai trik untuk hal itu. Intinya yaitu keduanya harus segera punya keturunan.
Ibu suri sangat menyukai hal ini dan ia kelihatan bersemangat HAHAHAHHAHAHHAHAHA.

Inn dan Khaning sedang berdua. Khaning ada di bangku roda dan Inn mendorongnya, mereka jalan-jalan di sekitar kolam.
Inn bertanya apakah Khaning tidak merasa baikan, Khaning sudah sakit selama 1 minggu. Khaning menyampaikan kalau ia masih sakit, kalau ia berjalan sakitnya masih terasa. Ia menyampaikan pada Inn jangan terlalu banyak bicara sebab ia sakit begini sebab Inn.
Inn tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Khaning, kau tidak sedang berpura-pura kan?
Khaning gugup dan menyampaikan kalau ia tidak berpura-pura HAHHAHAHAHAHAHAH. Sepertinya Khaning beneran akal-akalan masih sakit, pengen dimanja wkkwkkwkwkw.

Inn kemudian punya wangsit dan mulai mendorong bangku roda Khaning ke arah bak renang dan Khaning panik, ia segara bangun dan memarahi Inn, bagaimana Inn sanggup melaksanakan ini padanya, ia hampir jatuh ke kolam.
Khaning tak sadar ia berdiri dengan baik dihadapan Inn dan Inn menyampaikan kalau tampaknya Khaning sudah sembuh, Khaning shock dan tiba-tiba ia akal-akalan sakit lagi HAHAHAHAHAHAHA. Ia meringis memegang kakinya.
Inn tahu Khaning bohong dan mengingatkan Khaning untuk tidak malas dan segera pergi berguru bersama ibunya. Khaning kecewa sebab ia tak sanggup membohongi Inn lagi.

Tiba-tiba ia memegang tangan Inn dan menyampaikan pada Inn untuk membantunya, sebab ia tak ingin berguru bersama ibu, ibu niscaya akan membicarakan hal itu lagi.
Inn tidak mengerti, wacana apa?
Khaning menjawab, homework.

Lalu kilas balik dikala Khaning dan ibu berguru merangkai bunga, Ibu bertanya pada Khaning apakah Khaning belakangan ini melaksanakan pekerjaan rumahnya. YAng ibu maksud yaitu pekerjaan rumah, kiprah sebagai seorang istri, tapi Khaning nangkepnya pekerjaan rumah, kiprah sekolah HAHAAHAHHA.
Khaning menjelaskan ia melakukannya dengan baik, ia mengerjakan banyak laporan, tapi ia tak tahu sebanyak apa PR Inn HAHAHAHHAHAHA.
Ratu menatap Khaning dan menyampaikan kalau ia serius. alhasil Khaning mengerti maksud Ratu. Khaning tak tahu harus menjawab apa. Ratu bertanya apakah ada dilema diantara mereka berdua dan Khaning menyampaikan mereka baik-baik saja.
Ratu mengingatkan salah satu kiprah Khaning sebagai puteri mahkota yaitu ‘hal itu’.

Kembali ke Khaning yang memohon pada Inn untuk menyelamatkannya dari pelajaran hari ini, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.
Inn malah makin menarik hati Khaning, Khaning menyandar di pilar dan Inn sengaja meletakkan tangannya di samping Khaning dan mendekatkan wajahnya, ia menyampaikan mereka tak boleh berbohong pada orang remaja dan mengajak Khaning melaksanakan ibarat seruan mereka saja.
Khaning terkejut dan memalingkan wajahnya, Inn tertawa melihat reaksi Khaning. HAHHAHAHAHAHA.

Ibu Suri dan ratu memanggil dayang Khaning dan Ibu terkejut sebab mendengar kalau keduanya belum melaksanakan apa-apa yang bahkan mengarah kesana. Dayang menyampaikan mungkin sebab keduanya masih terlalu muda jadi mereka belum memahami hidup sebagai pasangan.
Ratu khawtair kalau hal ini akan terlambat bagi mereka berdua, sebab bagaimanapun keduanya harus melaksanakan hal itu. Ibu suri berfikir dan menemukan ide.

Khaning dan Inn duduk berdua dan dayang menyajikan minuman untuk mereka berdua. Minuman mencurigakan.
Dayang menyampaikan kalau itu yaitu tonik khusus untuk kesehatan, ibu suri memesan pribadi untuk keduanya dan harus meminumnya sebelum tidur.
Khaning sama sekali tidak curiga, tapi Inn sangat curiga, ia menatap tajam pada dayang dan dayang menghindari tatapannya.
Khaning sudah mengambil segelas dan mencium baunya, Inn menyampaikan ia tak akan meminum minuman itu dan shock melihat Khaning sudah meminumnya. Dayang menahan senyum mereka.

Khaning resah kenapa Inn memarahinya sebab meminum segelas, ia menyampaikan masih banyak minuman disana, ia tak akan minum potongan Inn HAHAHAHAHA.
Inn memutuskan tidak meminum itu dan kembali ke kamarnya meski dayang menyampaikan kalau ibu suri ingin Inn meminumnya, Inn tidak peduli.
PAra dayang bisik-bisik sebab Inn tidak meminumnya, apa yang harus mereka lakukan, sebab nggak mungkin Khaning yang masuk ke kamar Inn (harusnya perjaka yang masuk ke kamar cewek HAHAAHA).
Sementara itu Khaning yang merasa kalau minuman itu sangat enak, meminum potongan Inn dan dayang terkejut, mereka khawatir HAHHAHHAHAHAHHAAHA.
Khaning sendiri tidak tahu itu minuman apa malah keenakan, Khaning bahkan nambah lagi dan lagi BUWHAHHAHAHAHHAHAHAHAH.

Ratree melapor pada Ibu Suri dan Ratu, ratu terkejut mendengarnya, kalau Inn tidak minum dan justru Khaning yang minum banyak.
Ibu Suri menyampaikan kalau Khaning masih muda dan kuat, ia pikir Khaning akan baik-baik saja, hanya saja malam ini Khaning mungkin akan lebih bersemangat dari biasanya, jadi ia ingin dayang memperhatikan Khaning.
Ia meminta dayang mengunci pintu dan jangan biarkan Khaning kemanapun, dan kunci kamar Inn juga.
Ratu khawatir dan bertanya apakah minuman itu sangat berpengaruh dan Ibu suri hanya tertawa wkwkkwkwkkw.

Inn di kamarnya membaca buku dikala Khaning mengetuk pintu dan masuk ke dalam. PAra dayang sudah menunggu momen itu dan berjaga di depan pintu kamar Khaning.
Inn bertanya kenapa Khaning ke kamarnya. Khaning sudah kepanasan, minuman itu bereaksi, ia menyampaikan kamarnya sangat panas dan ternyata di kamar Inn sama saja. Inn resah sebab cuaca ibarat biasa, nggak panas sama sekali.
Khaning berkeringat dan ia tak tahan lagi, ia mulai membuka bajunya. Inn panik dan berteriak padanya jangan buka baju, tapi Khaning sudah buka blazer-nya duluan dan Inn menutup matanya.
Khaning tak peduli, sebab ia kepanasan dan ingin buka baju HAHAHHAHAHA.

Tiba-tiba ia menatap Inn dan Khaning mulai berkhayal lagi, Inn menatapnya dengan manis dan Khaning terpesona. Ia mendekati Inn, Inn waspada.
Tiba-tiba Khaning kembali sadar dan berteriak kalau ia belum siap AHHAHAHAHAHA. IA memegang tubuhnya dan menyampaikan ia tak tahu apa yang terjadi padanya, kenapa ia kepanasan dan ia mendekati Inn, memegang tangan Inn dan mengarahkan ke pipinya, biar Inn mengecek suhu tubuhnya.
Bersentuhan, Khaning makin terpesona, di matanya Inn menatapnya sambil menyampaikan ciuman kecil HAHAHHAHAHAAHAHA. OMG!

 

Khaning tiba-tiba geli sendiri wkwkwkkwkw, Inn hanya menatapnya dengan bingung. Khaning tak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya, ia mulai tak stabil dikala berdiri dan hampir jatuh, Inn menolongnya. Khaning ada di pelukan Inn dan Khaning kembali menatap Inn dengan berangasan HAHAHHAHAHAHAHHAHA.
Ia menyentuh wajah Inn dan menyampaikan kenapa Inn sangat tampan, ia terus menyentuh badan Inn dan Inn kesulitan sebab hal itu, ia menyuruh Khaning duduk. Ia bertanya apakah Khaning baik-baik saja.
Khaning menyampaikan ia tidak baik-baik saja, ia kepanasan, sangat panas dan menyuruh Inn mengayalan AC.
Inn khawtair dan akan keluar, ia membuka pintu tapi tak bisa, para dayang sudah mengunci pintu dari luar HAHAAHAHAHAHA.

 

Khaning makin kepanasan dan tak tahan lagi, setiap melihat ke arah Inn, Inn berkilauan, menyampaikan hal manis padanya dan khaning beneran kehilangan akal.
Khaning sudah hingga pada batas-nya dan ia nggak tahan lagi, Khaning mulai membuka bajunya sementara Inn panik HAHHAHAHAH.

-The End-

Komentar:
OMG ini versi Thailand total banged adegan terakhirnya, ajaib imbas minuman yang dikasi si nenek ternyata ngeri banged, mungkin sebab Khaning minumnya kebanyakan kali ya HAHAHHAHAHAHA.
Sebenernya yang perlu minum itu sih Inn, sebab harusnya Inn yang mulai duluan wkwkwkwkkwk, Tapi Inn pinter sih, ia udah menduga niscaya itu obat perangsang wkkwkwkwkwkwkwkwkkw.
Khaning mah nggak tahu apa-apa, sebab rasanya yummy ya main embat aja wkwkwkwkw.

Ini adegan ada ga sih? Atao saya yang kurang memperhatikan, potongan sentuh jari lho, bukan potongan ngasi juice

Aku bahu-membahu agak khawatir dikala Minnie akan muncul di episode ini, takut si Inn CLBK lagi. Tapi saya ngerti kenapa Inn tidak menghindar dikala di kiss, sebab ia cukup kaget sih melihat Minnie disana dan lagi Minnie kiss duluan nggak pake kode pula. Ia juga melepaskan tangan Khaning sebab ia kaget banged huhuhuhhuhu.
Poor Khaning, tapi berkat itu Khaning jadi melihat kamera yang merekam mereka dan menyelamatkan Inn.
Aku suka Inn punya manner menemui Minnie sebentar dan nggak bicara banyak, kemudian pergi meninggalkan Minnie dan menemui Khaning lagi. TApi Khaning udah keburu sedih ya, kasian Khaning nangis.
Tapi Inn setidaknya cuma bilang senang ketemu kau lagi (well, intinya ia sahabat Inn juga) dan pribadi pergi lagi. Inn beneran khawatir sama Khaning, ia mau menyentuh Khaning tapi nggak sanggup Huhuhuhuhu sedih banged.

Tapi pas adegan pulang ke rumah, omggg saya shock.
Aku pikir sebab di previewnya segitu aja, jadi Inn ngomong segitu aja, ternyata ada sambungannya, saya ingin kau bersamaku selamanya. EAAAAAAAAAAAAA!!!! In serius kan ya? Ini udah gejala kan ya? Karena sanggup juga Khaning mengartikan itu sebagai ‘jadi kau menyampaikan itu sebab tidak mencintaiku makanya kau ingin saya tinggal diistana selamanya, sebab kau bilang kau tidak akan membiarkan orang yang kau cintai tinggal di istana’.
Tapi kita berfikir positif aja ya, Inn melamar Khaning AWWWWWWWWWWWW <3
Inn ini dingin-dingin tapi bikin baper HAHAHAHAHAHAHA.

Aku suka banged persahabatan Khaning dan Nakhun. Sayangnya sebab hal itu Nakhun jadi punya perasaan pada Khaning ya, ditambah perlakuan Inn pada Khaning membuatnya ingin merebut Khaning dan menyampaikan kebahagiaan padanya.
Ibu Nakhun jahat banged, ia mulai mengancam Khaning juga, kalau Khaning tidak menjadi puteri yang pantas, orang akan mengkritik istana, bukan hanya Khaning.
Tapi semoga Khaning nggak kepikiran hal itu ya. Bisa nggak sih di versi ini jangan ada Khaning minta cerai pas wawancara. Aku nggak mau lihat Inn sedih kayak Shin T____T

Makin usang ini versi thailand makin seru dan makin terkenal dan semakin sulit kita untuk menontonnya T________T
Ingfakirata udah nggak mau streaming di youtube lagi sebab ia udah mendapat peringatan copyright, padahal ia subber andalan satu-satunya.
Dia masih upload sih, tapi HADE booooooooooooooooooookkk, saya cuma punya kuota 200mb per episode, download 400mb cuma buat movie dan bukan drama, tapi…….. nggak ada yang buat subnya. Sedih banged sumpah deh.
Semoga ada yang berbaik hati menciptakan softsub untuk selanjutnya ya. Aku kesulitan banged nih, sebab RAW-nya juga nggak ada di youtube lagi. Untuk drakorindo masih upload RAW-nya.
Tinggal sub-nya aja nih yang jadi dilema T_T
Butuh softsub soalnya HAHHAHAHAH :’)

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top