Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 9

Bebe Tanchanok

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 9

Di Episode 9 ini, Ratu dan Ibu Suri masih belum mengalah untuk segara mendapat pangeran kecil dan Khaning & Inn juga tidak sanggup menghindari itu, jadi mereka punya planning sendiri untuk menciptakan ibu dan nenek percaya bahwa mereka sudah melakukannya. Hal itu berjalan lancar sih, tapi alasannya yaitu Khaning, Inn dan Khaning harus tidur berdua mulai dari sekarang. Sementara itu Minnie mulai mengerti apa yang harus ia lakukan selanjutnya demi impiannya mendapat Inn kembali.

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 9

Khaning merasa kepanasan alasannya yaitu efek minuman yang diberikan ibu suri. Ia membayangkan hal-hal yang abnormal bahkan Inn yang bersikap manis padanya. Khaning tidak mengerti apa yang terjadi padanya, ia kepanasan dan merasa Inn sangat tampan malam itu.
Ia bahkan bersiap membuka bajunya LOL. Tentu saja Inn panik dan mencoba menahannya. Keduanya terjatuh dan mereka berakhir di kamar mandi HAHAHAHAHHAHAH.
Inn mencoba mengembalikan kesadaran Khaning dengan menyiramnya dengan air, Khaning kali ini malah merasa kedinginan. Inn menyerupai memandikan adiknya HAHAHHAHAAHHHAHA.
Inn bertanya apakah Khaning sudah merasa baikan?
Khaning gres sadar kalau ini mungkin gara-gara minuman yang diberikan ibu suri dan ia minum hampir satu botol HAHHAAHHHAHA.
Inn hanya sanggup menghela nafas dan menyampaikan kalau ibunya dan nenek tidak akan mengalah dengan mudah.

Khaning tidak mengerti Ratu dan ibu suri ingin mereka cepat-cepat punya bayi.
INn menyampaikan itu untuk kestabilan kerajaan. Mempunyai pewaris tentu saja lebih baik daripada tidak sama sekali. Khaning mengerti, tapi ia dan Inn tidak saling mencintai, ia pikir Inn juga niscaya tidak ingin punya bayi dengannya.
Inn menjawab, iya atau tidak, kenyataannya mereka berdua sudah menikah dan Khaning akan tinggal bersamanya selamanya. Ia bekerjsama berfikir lebih baik kalau mereka punya bayi.
Khaning menatap Inn dengan kesal, bagaimana dengan cinta? Bagaimana kita sanggup punya bayi tanpa cinta? Dan apa yang akan terjadi pada bayi yang lahir tanpa cinta?
Inn membisu saja. Khaning menyampaikan akan lebih baik kalau Inn bersama dengan gadis yang ia lamar itu.
Inn tidak menjawab, ia tampak agak kesal dan meninggalkan Khaning.

Inn menggedor pintu dan berteriak untuk dibukakan. Para dayang ragu-ragu apa yang harus mereka lakukan, balasannya mereka membuka pintu.
Inn membawa Khaning yang berair keluar kamarnya. Para dayang takut Inn akan murka pada mereka dan meminta maaf. Sebelum masuk ke kamarnya Khaning menyampaikan kalau ia percaya pada para dayangnya, bagaimana sanggup mereka melaksanakan ini padanya.
Para dayang membela diri menyampaikan mereka diberi perintah untuk melaksanakan hal ini. Khaning bertanya siapa?
Dan tiba-tiba Ratu sudah ada disana, menyampaikan kalau itu yaitu perintahnya. Khaning dan Inn terkejut melihat Ratu disana.

Ratu menatap keduanya dan bertanya kenapa Khaning basah. Khaning membisu saja, Inn menjawab ia yang melakukannya, untuk menciptakan kesadaran Khaning kembali.
Ratu kecewa alasannya yaitu mereka berdua hingga menyerupai ini, padahal mereka sudah menikah. Ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan pada mereka. Khaning menyampaikan kalau ini yaitu dilema mereka. Ratu mengingatkan kalau ini tidak hanya dilema antara 2 orang, tapi berafiliasi dengan seluruh kerajaan.
Inn dan Khaning tidak sanggup membalas lagi.

Keesokan harinya di kampus, Khaning menceritakan apa yang terjadi pada teman-temannya. Mereka bertanya apa yang diminum Khaning dan Khaning menyampaikan ia tak tahu, ketika ia meminumnya ia merasa berheringat dan panas dalam tubuhnya, ia tak sanggup menjelaskan perasaan itu. temannya malah ingin mencoba minuman itu HAHAHAHHA.
Si beling mata menyampaikan kalau Ratu niscaya tidak akan membiarkan dilema ini, apa yang akan Khaning lakukan malam ini?
Temannya di fans Inn menyampaikan ia pikir Khaning harus melakukannya, lagi pula Inn yaitu putera mahkota. Ia bahkan menyentuh lengan Khaning dan Khaning merasa geli. Teman satunya menyampaikan kalau itu dia, maka putera mahkota tak akan selamat malam itu  HAHHAHAHA.
Khaning kesal dengan teman-temannya yang tidak memikirkan mengenai cinta, tentu saja ia tak sanggup melaksanakan itu tanpa cinta. Menurutnya puteri dan pangeran harus melaksanakan itu dengan cinta. Ia meninggalkan teman-temannya yang menurutnya tidak masuk nalar HAHAAHHAHA.

Ibu Nakhun mendengar kabar dari istana mengenai istana yang ingin segera menciptakan Khaning dan Inn punya bayi, keturunan kerajaan selanjutnya. Tentu saja ia panik.
Paman Minnie menyampaikan kalau istana sudah punya keturunan baru, meski mereka sanggup menyingkirkan Inn, maka istana sudah punya penerusnya dan itu akan menyulitkan mereka.
Tentu saja Ibu Nakhun menyampaikan kalau mereka harsu buru-buru melaksanakan sesuatu sebelum hal itu  terjadi.

Nakhun belakang layar mendengarkan pembicaraan itu dan ia tampak mengerutkan keningnya.
Ia masuk ke kamar dan menatap dirinya di cermin, berdiri dengan pakaian kerajaan, ia menyampaikan kalau itu seharusnya yaitu dirinya.
Ia tampak sedih dan penuh amarah. Menurutku maksud Nakhun yaitu itu seharusnya dirinya, yang menikah dengan Khaning dan bersamanya.
Nakhun tampak tidak punya ambisi untuk menjadi putera mahkota semenjak awal, mungkin alasannya yaitu Khaning beliau berubah.

Khaning, Nakhun dan 3 sobat Khaning sedang berkumpul dan mereka melihat Minnie ada disana dengan pakaian kampus mereka. Minnie melihat Khaning dan sengaja menatapnya dengan sombong. Khaning terlihat khawatir. Nakhun menyadarinya.

Minnie tentu saja menemui Inn dan teman-temannya.
Seperti biasa Minnie pribadi memegang tangan Inn begitu datang. Teman-teman Inn berkomentar mereka cukup kaget ketika Minnie tiba malam itu, tapi mereka tidak kaget melihat Minnie akan mencar ilmu di kampus mereka.
Minnie bertanya pada Inn, bukankah ini bagus?
Inn hanya menatap Minnie. Teman-teman Inn senang alasannya yaitu mereka bahu-membahu lagi. Minnie menyampaikan ia merindukan suasana horse-riding mereka, makanya ia memutuskan masuk ke kampus yang sama dengan mereka.
Mereka kemudian memutuskan untuk berkuda dan bersemangat, tapi mereka tidak tahu Inn sanggup atau tidak. Inn semenjak tadi membisu saja, ia menatap Minnie dan balasannya menyampaikan ia sanggup melakukannya.

Khaning sedang mencar ilmu merangkai bunga dihadapan ibu suri dan ratu ketika Inn tiba dan menyapa mereka.
Ibu suri bertanya kemana saja Inn, alasannya yaitu Inn tidak pulang bersama Khaning hari ini. Inn menyampaikan ia berkuda bersama teman-temannya.
Khaning berkomentar kalau hidup Inn sangat menyenangkan. Ibu Suri menyarankan mengajak Khaning lain kali, tapi Khaning menolak, ia tak sanggup berkuda alasannya yaitu ia telalu takut. Ibu Suri menyampaikan kalau Inn sanggup mengajarkan Khaning.
Inn balasannya setuju, lain kali ia akan mengajarkan Khaning. Ibu suri menyampaikan bukan lain kali, tapi besok. Ia ingin Inn mengajak Khaning besok, mereka sanggup melaksanakan di istana, tidak perlu jauh-jauh.
Khaning membisu saja, ia menatap Inn. Inn setuju, tapi ia juga ingin mengundang teman-temannya.

Keesokan harinya, Khaning dan Inn berkemas-kemas akan mencar ilmu berkuda.
Khaning excited dengan bajunya, alasannya yaitu ia belum pernah menggunakan baju itu. Ia bahkan mulai menirukan kuda melompat-lompat dan mengeluarkan bunyi kuda HHAHAAHAHHAHAHA, NGAKAK.
Tak lupa, ia mengambil selfie. Inn kesal sekali melihat Khaning yang terlalu excited padahal ia ingin cepat-cepat pergi. Khaning tidak peduli dan bahkan mengajak Inn untuk ikut berfoto bersamanya, ia meminta Ratree memotret mereka.
Inn berdasarkan saja, tapi dengan muka yang dinginnya minta ampun. Setelah sekali jepret, Inn meninggalkan Khaning dan menyuruhnya cepat. Khaning masih belum selesai HAHAHAHAHA, ia mengupload ke Instagram dulu, gres menyusul Inn.

Teman-teman Inn + Minnie sudah menunggu. Mereka bertanya pada Minnie bagaimana dengan harapan Minnie menjadi pemanah dan Minnie menyampaikan kalau ia menyadari itu bukan impiannya yang sebenarnya.
Inn tiba dan teman-temannya bersemangat, tapi mereka melongo ketika melihat Khaning ternyata ikut. Minnie kelihatan tidak suka. Khaning mencoba bersikap ramah pada Minnie tapi Minnie tidak peduli.
Khaning sudah merasa beliau hanya akan menjadi obat nyamuk disini.

Dan tentu saja, yang berkuda hanya Inn dan Minnie. Keduanya menikmati waktu kebersamaan mereka.
sementara Khaning dicuekin dan bergabung dengan yang lain, yang tentu saja nggak peduli padanya. Teman-teman Inn malah membicarakan Inn dan Minnie yang kelihatan sangat cocok bersama-sama. Dan mereka merindukan atmosfer usang mereka. Mereka sengaja bicara begitu meski Khaning disana dan mendengarkan mereka.
Khaning beneran merasa nggak lezat sementara yang lain kelihatan menertawakannya.

Keesokan harinya di sekolah, Nakhun melihat Khaning sendirian dan ia menyapa Khaning, menanyakan bagaimana dengan pelajaran berkudanya. Ia tahu kalau Minnie juga ikut bersama mereka semalam.
Khaning menghela nafas dan menyampaikan terkadang ia pikir Inn dan Minnie sangat lah serasi. Tapi ia lebih baik melupakan hal itu. Nakhun juga meminta Khaning jangan terlalu kepikiran akan hal itu.

Inn kemudian tiba dan meminta bicara dengan Khaning sebentar. Nakhun agak menjauh. Inn mengingatkan Khaning kalau malam ini ibunya meminta mereka tidur bahu-membahu lagi. Khaning menyampaikan ia sudah tahu akan hal itu dan Inn tidak perlu membahasnya. Khaning bertanya apakah Inn tiba hanya untuk menyampaikan ini padanya? Dan Inn membenarkan.
Inn menyuruh Khaning jangan melupakan hal itu dan ia meninggalkan Khaning. Khaning membisu saja, Nakhun menatap mereka.

Malam harinya, Ratree menawarkan mereka minuman dan ketika Inn bertanya apa itu, Ratree menjawab itu yaitu tonik.
Inn dan Khaning mengambil minuman itu dan bersulang, Ratree memastikan keduanya meminum minuman mereka.
Inn dan Khaning meminum semuanya dan bahkan memperlihatkan kalau gelas mereka kosong.
Ratree dan dayang lain yakin kalau malam ini akan berhasil, mereka bahkan mecuri dengar dari luar ketika Inn menyampaikan pada Khaning untuk memulainya.

Keesokan harinya, Inn dan Khaning menemui Ibu suri dan Ratu.
Tak menyerupai biasanya, kali ini keduanya terlihat sangat dekat, bahkan berpegangan tangan HAHAAHHAHAHA.
Ibu Suri lega alasannya yaitu balasannya mereka melakukannya dan mengerti bagaimana menjadi pewaris sesungguhnya, bahwa hal yang paling penting yaitu keturunan.
Ratu menyampaikan kalau ia berharap ia segera punya cucu. Ibu Suri kemudian meminta mereka beristirahat.
Inn sudah bersiap akan pergi tapi Khaning menyampaikan ia ingin menanyakan sesuatu.
Khaning bertanya, hidup bersama seseorang, apakah cinta itu penting?
Ibu Suri menyampaikan kalau itu penting, ia yakin mereka berdua akan segera menemukan arti cinta yang sebenarnya.
Khaning mengerti. Inn menarik tangan Khaning, tapi sadar kalau ia harus lembut dan mengajak Khaning segera pergi, jangan banyak tanya lagi.
Akhirnya keduanya permisi, dan menyerupai biasa, Inn menarik Khaning dengan bernafsu HAHAHAHHA.

Inn dan Khaning tiba di kediaman mereka. Keduanya benar-benar sangat mencoba bersikap mesra, gandengan tangan seperti memperlakukan Khaning sangat istimewa. Ia bahkan meminta pada dayang pergi alasannya yaitu ia ingin tinggal bersama Khaning berdua saja HAHHAHAHAHHAH, mencurigakan banged.
Para dayang sama sekali tidak curiga, mereka malah berfikir kalau keduanya benar-benar ingin menghabiskan waktu berdua saja dan meninggalkan mereka.

Setelah para dayang pergi, Inn pribadi melepaskan tangannya dan bahkan agak mendorong Khaning menjauh HAHAHAHAHAHAHHA.
Inn bertanya kenapa Khaning melaksanakan hal itu tadi dan Khaning menyampaikan kalau ia hanya ingin tahu saja.
Ia mengingatkan Khaning yang hampir menghancurkan planning mereka, kalau ibu dan nenek tahu, mereka sanggup dalam dilema besar.

Dan ternyata yang terjadi semalam sehabis mereka meminum ramuan adalah, mereka melompat ke daerah tidur dan bermain pukul bantal HAHAHHAHAHAHA.
Khaning teriak-teriak alasannya yaitu ia kalah dan para dayang yang mendengarnya berfikir kalau keduanya sudah mulai HAHAHHAHAHAHAHA.
Tapi tentu saja, yang namanya laki-laki dan perempuan sampaumur dalam kamar yang sama dan lagi sudah meminum ramuan *uhuk uhuk uhuk* maka akan timbul sesuatu yang menciptakan keduanya mulai berfikiran yang aneh-aneh, keduanya sempat saling menatap dan mencicipi hal itu tapi mereka berusaha menghindarinya, lebih tepatnya Khaning yang menghindar duluan sementara Inn kelihatan udah nggak tahan LOL
PAda balasannya Inn menawarkan sesuatu pada Khaning untuk mengikat tangan dan kakinya supaya beliau tak sanggup melaksanakan apapun HAHAHHAHAHA, NGAKAK sumpah.
Khaning juga berusaha menggulung dirinya di selimut. Tapi keduanya berakhir dengan saling menatap lagi, dan rasa rasa itu mulai muncul, keduanya benaran menghadapi malam yang sangat sulit malam itu, sebuah malam yang sangat panjang bagi keduanya.

Minnie bertemu dengan ibu Na Khun dan pamannya.
Ibu Nakhun memanggilnya, ia menyampaikan kalau ia tahu mengenai relasi Inn dan Minnie. Kalau ada yang sanggup ia bantu, ia akan melaksanakan sesuatu untuk Minnie.
Nakhun juga tiba kesana dan tampaknya kali ini ia akan bergabung dengan misi mereka. Hmmmmmmmmmm. Mereka merencanakan sesuatu lagi.

Malam harinya Khaning sedang jalan-jalan sambil makan biskuit, ia melewati taman dan melihat Ratu duduk sendirian. Khaning ingin tau kenapa Ratu sendirian malam-malam begini, dan ia mengintip.
Ratu tampak sedang galau memikirkan sesuatu, ia bahkan terihat menangis.
Saat Ratu bangun dari daerah duduknya, Khaning bersembunyi. Ratu mencicipi sesuatu disekitar sana. Khaning mencoba bersembunyi meski bunyi nafasnya gede banged HAHHAAHHA.
Beruntung banged beliau nggak tertangkap berair sama ratu, alasannya yaitu Khaning bersembunyi di daerah yang bekerjsama kalau Ratu berbalik ke arah itu akan pribadi ketahuan, tapi Ratu berbalik ke arah lainnya, jadi Khaning aman.
Khaning kemudian menyadari sesuatu. Ratu pergi ke arah kirinya, padahal kamar Raja ada dikanannya, ia gundah apa yang terjadi disini.

Pagi harnya ketika sarapan, ia menanyakan hal itu pada Inn. Menurut Inn itu tidak abnormal ayah dan ibunya tidak tidur sekamar, mereka berdua juga sudah menikah dan tidak tidur sekamar.
Khaning kemudian bertanya, apakah itu artinya mereka juga saling membenci menyerupai kita?
Inn melongo dan menatap Khaning, jadi kau membenciku? Aku gres tahu. (EAAAa, jadi kau ga benci Khaning, Ong Chai?)
Khaning tidak menjawab dan meminta Inn jangan mengalihkan pembicaraan alasannya yaitu mereka sedang membicarakan Raja dan Ratu disini.
Ia bertanya apa Inn tidak peduli pada ibunya sama sekali, ibunya menyerupai punya sesuatu hal yang sedang ia pikirkan.

 
 

Inn semenjak tadi ingin memulai makan dan ia nggak sanggup mulai alasannya yaitu Khaning terus bicara, balasannya ia meletakkan garpu dan pisaunya, ia menyampaikan pada Khaning kalau itu yaitu sesuatu hal yang normal, ayah dan ibunya tidur terpisah. Jika mereka ingin bertemu, mereka sanggup saling mendatangi.
Tapi Khaning masih tidak mengerti, alasannya yaitu ayah dan ibunya tidak pernah tidur terpisah, mereka selalu tidur bahu-membahu setiap malam.
Inn bertanya, mereka tak pernah bertengkar?
Khaning menjawab, mereka bertengkar setiap hari.

Inn melongo HAHAHHAAAHAHHA. Khaning bertanya apakah inn tahu ibunya senang atau tidak, ia yakin ibu sedang punya dilema dan memikirkannya.

Inn kesal sekali alasannya yaitu Khaning terus bicara dan menciptakan asumsi, jadi ia menyuruh Khaning bertanya pribadi pada Ratu. Tapi Khaning tentu saja menolak, ia takut sama Ratu HAHAHAHHA. Ia pikir lebih gampang bertanya pada Ibu Suri.

Dan begitulah, balasannya keduanya menemui ibu suri. Tapi sangat sulit untuk mulai bertanya. Inn terus minum dan Khaning terus memukulnya untuk menyuruh Inn bertanya duluan.
Ibu Suri tahu kalau keduanya menemuinya ingin menyampaikan sesuatu dan menyuruh mereka bicara. Inn balasannya mulai bertanya, tapi atas nama Khaning, menyampaikan Khaning ingin tau kenapa RAja dan Ratu tidak tidur satu kamar.
Khaning awalnya mencoba membantah kalau bukan dirinya yang ingin tau HAHHAHAHAHAHA.
Ibu Suri menjelaskan kalau keluarga kerajaan hidup tidak senyaman yang orang bayangkan, alasannya yaitu mereka punya dilema sendiri dimana mereka hidup untuk rakyat. Meski tidur terpisah, mereka masih dihubungkan oleh benang takdir dimana mereka yaitu suami istri.
Ratu tiba disana ketika ibu Suri menanyakan apa pendapat Khaning wacana hal ini. Khaning dan Inn tidak tahu kalau Ratu mendengarkan mereka.
Khaning berkata kalau ibunya pernah menyampaikan tidak baik bagi suami istri tidur terpisah. Ayah dan ibunya tidak pernah tidur terpisah, jadi kenapa raja dan ratu tidur terpisah, ia tidak mengerti.

Inn menyadari kalau ibunya ada disana. Ratu kemudian bicara, menyampaikan kalau dilema pribadinya, Khaning tidak perlu memikirkannya.
Khaning terkejut melihat ratu dan meminta maaf. Khaning kesal Inn tidak memberitahunya. Inn hanya tertawa melihat Khaning yang takut sekali pada ibunya.
Ibu Suri menyampaikan sebagai ayah dan ibu, mereka punya aneka macam hal yang difikirkan. Tidur terpisah bukanlah sebuah masalah.
Khaning mengerti. Ratu kemudian berkata, Jika kalian berfikir tidak baik untuk tidur terpisah sebagai suami istri, mulai kini kalian berdua harus tidur di kamar yang sama. Jangan tidur terpisah.
Khaning dan Inn terkejut mendengarnya, tampaknya mereka sama sekali nggak mengira kalau dilema ini malah akan menjadi dilema mereka.
Inn kesal sekali pada Khaning, alasannya yaitu Khaning menanyakan hal itu mereka jadinya harus tidur sekamar. Inn menatap Khaning dengan tatapan murka dan Khaning hanya sanggup tersenyum kecil. HHAHHAHAHAHHAHA.

Malam harinya, Inn dan Khaning tidur sekamar HAHAHAHAAH. Mereka tidur dipisahkan oleh bantal di tengah-tengah.
Inn menyampaikan kalau Khaning memang seorang pemikir yang hebat.
Khaning berkata, bukan berarti saya sangat ingin tidur sekamar denganmu makanya saya menanyakan hal itu. Kau berbadan besar dan makan banyak tempat.
Inn kesal mendengarnya dan menyuruh Khaning cepat tidur. Khaning kesal sekali, kemudian ia melihat Inn mengambil ponselnya dan bermain dengan ponselnya.
Khaning membalas, ah, saya tahu kau berfikir saya mengganggumu yang ingin sms-an dengan Minnie, kan? Apa yang sanggup saya lakukan, ini sudah terjadi.
Inn terdiam, ia menatap Khaning tapi ia tidak menyampaikan apa-apa (UGHHHHH BILANG KEK KALAU DIA NGGAK SMS AN SAMA MINNIE, atau memang iya makanya beliau membisu saja? HAHAHHA).

Tapi Khaning masih ingin tau akan sesautu, ia bertanya pada Inn, berdasarkan Inn apa yang dipikirkan oleh ibu, kenapa ia bangun tengah malam dan sendirian malam itu. Apakah ibu punya dilema atau bagaimana.
Inn menatap Khaning sambil mengerutkan keningnya, ia tak sanggup menghadapi rasa penasaan Khaning. Inn menghela nafas dan meletakkan tangan di dahinya.
Khaning tidak memperhatikan mulut Inn yang sudah lelah mendengar Khaning terus bicara, Khaning masih bicara dan bertanya-tanya, pada balasannya ia tak tahu jawabannya.
Tapi ia masih penasran apa itu dan terus bertanya pada Inn. HAHHAHHAHAHAH.
Apakah mereka berakhir dengan keadaan menyerupai itu sepanjang malam? LOL

Minnie sedang berolahraga bersama pamannya, ia bertanya pada pamannya kenapa ibu Nakhun begitu baik padanya.
Paman menyampaikan kalau Minnie tak tahu, mereka berdua menginginkan hal yang sama. Punya orang menyerupai lady krissana disisi mereka sangatlah bagus. Ia mengingatkan Minnie alasan Minnie kembali ke Thailand.
Minnie bekerjsama mengerti sedikit, ia menyampaikan kalau pamannya dan ibu Nakhun ingin ia dekat-dekat dengan Inn. Tapi pamannya menyampaikan lebih spesifik kalau ia ingin Minnie merebut Inn.
Minnie terkejut dan mengingatkan pamannya kalau Inn sudah menikah. Paman menyampaikan tidak ada orang yang sanggup meraih bintang tanpa tanpa tangan berlumuran lumpur.

Ibu Suri mengajak Ratu bicara.
Ibu Suri mengkhawatirkan Ratu dan Ratu bertanya apakah puteri menyampaikan sesuatu pada Ibu Suri.
Ibu Suri menyampaikan kalau tinggal di istana tidaklah mudah, belakangan ini mereka mendapat banyak masalah. Baginya, Ratu sudah menyerupai anak sendiri, ia ingin kalau Ratu ada masalah, maka Ratu sanggup berdiskusi dengannya.
Ia khawatir terjadi sesuatu pada Ratu dan Raja.
Ratu menyampaikan hidup sebagai Ratu sangatlah menyakitkan baginya. Ia ingin sekali-kali bertengkar dengan suaminya, tapi mereka bahkan tidak pernah melakukannya. Karena ibu Suri pernah menyampaikan menjadi Ratu maka ia harus selalu menjaga suaminya, menawarkan keturunan, merawat putera mahkota dengan baik dan menyerahkan putera mahkota pada istrinya. Ia merasa ia sudah melaksanakan segala tugasnya dan pada balasannya tak ada yang tersisa baginya, ia sangat kesepian.
Ratu menangis. Ibu Suri mengerti dan menyampaikan kalau anaknya sangat kejam, anaknya sanggup menjaga negara dengan baik, tapi malah menciptakan istrinya kesepian.
Dan ternyata Raja mendengar percakapan mereka itu.

Malam harinya, menyerupai biasa Ratu mengantarkan obar untuk Raja. Raja mengajak ratu bicara, ia menyampaikan ia mendengar ibunya berkata kalau ia tak sanggup menjaga istrinya satu-satunya.
Ia bertanya apakah hidup Ratu sangat sulit dan Ratu hanya sanggup menangis. Ia meminta maaf pada Ratu alasannya yaitu ia tidak sanggup menjadi suami yang baik, tapi ia bersyukur Ratu ada disisinya selama ini.
RAja memeluk istrinya dan Ratu menangis.
Inn tampaknya juga mengkhawatirkan mereka belakang layar tiba ke ruangan ayahnya. Tapi tentu saja ia tak jadi masuk sehabis mendengar hal itu.

Keesokan harinya di kediaman putera dan puteri mahkota, keduanya akan berangkat ke kampus. Inn jalan duluan menuruni tangga dan Khaning menyerupai biasa di belakangnya berteriak supaya Inn menunggunya, ia kesal Inn tidak pernah mau menunggunya. Ia terus bicara, Inn terus jalan, tidak peduli.
Inn tiba-tiba berhenti dan Khaning tak memperhatikan dan menabrak Inn. Khaning kesal sekali dan murka pada Inn yang tiba-tiba berhenti tanpa memberitahunya. Ia kesakitan.
Inn menyapa ibunya yang ternyata sudah ada di hadapan mereka. Khaning shock dan bersembunyi di belakang Inn.
Ratu menyampaikan ia ingin bicara dengan Khaning. Inn tersenyum mendengarnya dan meninggalkan mereka. Khaning ketakutan dan bergumam apakah ia akan selamat kali ini AHAHAHHAHAHA.
Khaning tidak sanggup memandang wajah Ratu alasannya yaitu ia takut. Ratu menyampaikan mulai kini Khaning harus lebih banyak mencar ilmu mengenai kiprah ibu rumah tangga. Ia ingin Khaning tidak keluar istana tanpa izin darinya.
Khaning merasa tidak nyaman dan ia mulai merasa ini tidak akan mudah.

 

Khaning tidak jadi sekolah, ia mencar ilmu private di rumah. Kali ini mencar ilmu bahasa Inggris. Aku nggak percaya Khaning sudah kuliah masa ‘what is your name’ aja beliau nggak tahu AHHAHAHAHA.
Khaning mencar ilmu bahasa Inggris dan benar-benar kesulitan, ia tak mengerti sedikit pun apa yang dijelaskan tutornya, hingga tutornya naik darah HAHAHAHAHAHA.

Inn ada di kampus, ia sedang memotret ketika Minnie tiba menyapanya.
Tiba-tiba Inn bertanya mengenai tangan Minnie, dan Minnie menyampaikan kalau ia sudah mengalah akan impiannya (lah, kapan tangan Minnie sakitnya? Jangan-jangan beliau bohong O_0).
Inn menyampaikan Minnie masih punya harapan kedua yang sanggup ia raih. Minnie menyampaikan harapan keduanya bahkan sudah direbut orang lain sebelum ia kehilangan harapan pertamanya.
Inn terdiam.

-The End-

Komentar:
Hmmmmmmmmmmmmmm.
Part simpulan terasa random banged gitu, tiba-tiba dan udah bersambung aja. Ini drama manis sih, tapi editingnya kadang terasa kurang pas, jadi gundah sendiri HAHAHAAHAHA.
Aku nggak tahu kapan Minnie sakit tangannya, dan kenapa nggak dibahas pas diawal mereka ketemu di sekolah itu. Apakah ia beneran sakit atau bohong sama Inn, well, kita tahu alasannya.

Episode 9 ini nggak semanis yang saya bayangkan HAHAHAHAHAHA. Menurutku manisan episode 8 kemarin, mungkin alasannya yaitu sedikit plot twist kemarin.
Disini saya menantikan adegan malam pertama mereka tapi ternyata interaksinya dikit HAHAHAHAHHA.
memang sih lucu banged kalau mereka saling tatapan dan rasa itu muncul tapi mereka berusaha menghindarinya, malam yang sangat sangat panjang. Entah gimana mereka berakhir, apakah nggak tidur semalaman?
Tapi saya suka alasannya yaitu rasa penasraan Khaning, ia dan Inn balasannya tidur satu kamar wkwkwkwkwkw.
Inn niscaya kesal banged, tapi kayaknya beliau udah menikmati bersama Khaning, cuma Khaning memang orangnya nggak mau diem sih ya.
Aku ngakak pas Inn bertanya jadi Khaning membencinya, apakah itu artinya beliau nggak pernah merasa membenci Khaning? EAAAAAA, mungkin beliau cuma merasa terusik aja kali ya, dan nggak benci juga.

Aku sangat menantikan momen romantis OTP tapi kenapa hingga episode ini masih agak-agak datar sih?
Maksud aku, di episode 8 kemarin rasanya udah ada harapan tapi di episode ini Inn jadi kembali dingin pada Khaning wkwkkwkwkw.
Kaprikornus kapan Inn akan memperlihatkan cintanya pada Khaning, sementara Minnie mulai tiba merebut Inn. Nyebelin banged.
Plis jangan berikan harapan pada Minnie, hambar aja sama dia. T_____T
Aku pikir adegan berkuda disini bakalan ada adegan Inn mengajarkan Khaning, tapi malah nggak ada, mungkin mereka memasukkan ke scene selanjutnya kali ya, dimana nanti Nakhun juga ikutan berkuda dengan mereka.

Aku suka melihat mulut Inn kalau Khaning membahas Minnie. Ekspresi seperti menyampaikan kalau ia enggak ada perasaan pada Minnie lagi. Tapi Inn-nya membisu aja, jadinya ragu juga. HAHAHHAHAHAHA.
Aku khawatir nih dengan perjalanan berdua Inn dan Minnie, mereka kira-kira kemana ya nanti, apakah Khaning akan sakit lagi?
Semoga Minnie mengalah ya. Karena saya lihat Minnie sadar Inn sudah menikah dan dekat-dekat Inn cuma buat bikin Khaning panas aja, jadi awalnya beliau nggak ada niat merebut Inn. HAnya saja alasannya yaitu kata-kata pamannya dan pertolongan ibu Nakhun kayaknya beliau mulai bertindak. Hmmmmm. Nakhun juga tampaknya mulai nih ya.

Nggak sabar nunggu episode selanjutnya, Inn dan Khaning menginap di rumah orang bau tanah Khaning.
Disana Inn jadi sweet lagi. Jangan bilang nanti di ep 11-nya Inn dingin lagi HAHAAHHAHAHA.
Merasakan tiap episode perilaku Inn jadi beda-beda, cinta atau enggak sih HAHAHAHAH.
Semoga Inn nggak galau lagi sama Minnie dan jujur sama perasaannya sendiri pada Khaning.
Khaning juga jangan nyerah donk, banyak-banyakin skinsip sama Inn biar Inn nyadar HAHAHHAHA.

BTW ini drama OST-nya kok jadi nyantol yah, jadi pengen download. Ada official-nya nggak ya. Aku lupa di youtube kemaren ada ost-nya yang pake percakapan, jadi belum sempat cek lagi. Kalau full OST tanpa ada percakapan nanti saya mau ekstrak aja mp3-nya^^
Terutama lagu-lagu ketika Inn dan Khaning romantis hehehhehehe

Continue Reading

More in Bebe Tanchanok

To Top