Connect with us

Locafest.co.id

Sinopsis Secret Seven Episode 12 Part 2

Uncategorized

Sinopsis Secret Seven Episode 12 Part 2

SINOPSIS Secret Seven Episode 12 BAGIAN 2
Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 12 PART 1

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 12 PART 3

Spoil memberi tahu Padlom jikalau Klub Pecinta Hewan juga diberhentikan. Tapi Padlom tidak merespon.
Spoil: “Hey, apa kamu masih takut? Sudahlah. Kita manfaatkan waktu untuk memikirkan klub apa yang akan kita ikuti selanjutnya. Atau kamu sanggup menciptakan klub gres lagi. Apa ya? Coba saya pikirkan.”
Padlom: “Tidak. Kita ikut klub yang sudah ada saja. Aku lelah. Aku tidak mau memulai sesuatu dari awal lagi.”
Spoil kemudian memeluk Padlom, dan mengajak berfoto dan tersenyum bersama.
Padlom masuk ke ruang klub yang sudah kosong.
Id kemudian masuk dan bertanya apakah Padlom merindukan seseorang. “Aku merindukan klubnya,” kata Padlom. Id menyampaikan bahwa klub Padlom tidak melaksanakan apa-apa. “Kami mendengarkan musik.”

Id: “Musik yang kamu dengarkan sepanjang hidupmu.”
Padlom: “Ya.”
Id: “Kau mau pulang bersamaku? Tapi saya harus mengantar Grace dulu.”
Padlom: “Tidak. Aku tidak mau jadi nyamuk.”
Id kemudian pergi dan Padlom memanggilnya, “Id, semoga beruntung.” Id tersenyum dan menjawab, “Kau juga.”
Padlom masih menghabiskan waktunya di ruang klub sendirian.
Padlom sedang libur dan bermain dengan ponselnya. Ia dikagetkan dengan ketukan di jendela yang dilakukan oleh Liftoil.
Liftoil: “Kami kebanjiran lagi.”
Bibi Aom: “Bisakah kami menginap, Padlom?”
Padlom: “Halo, Bibi Aom. Kau terlihat sangat sehat.”
Liftoil menyampaikan bahwa beliau menciptakan show komedi untuk ibunya setiap hari. Tapi Bibi Aom bilang, Liftoil bekerjsama melaksanakan itu untuk orang lain. Lalu ibu datang.
Ibu: “Apa kamu meninggalkan putriku sebab punya pacar baru?”
Liftoil: “Dia belum menjadi pacarku.”
Bibi Aom: “Tentu saja beliau pacarmu.”
Bibi Aom kemudian bertanya pada Padlom, apakah beliau sudah punya pacar. Padlom membisu saja. “Entahlah, beliau tidak pernah cerita. Banyak rahasia,” kata ibu sambil mengajak mereka masuk.
Liftoil membaca sambil tertawa. Ia kemudian bercerita jikalau pekan depan ia dan Spoil akan saling bertukar kado. Padlom bertanya apa yang akan Liftoil berikan pada Spoil dan apakah Liftoil membutuhkan bantuannya.
Liftoil: “Tidak, saya akan melakukannya sendiri.”
Padlom: “Lalu apa yang kamu inginkan? Aku sanggup memberitahu Spoil.”
Liftoil: “Entahlah, saya tidak sanggup memikirkan apapun.”
Liftoil kemudian duduk dan meminta Padlom biar menyampaikan pada Spoil bahwa ia akan mendapatkan apapun yang Spoil berikan padanya.
Padlom: “Apa kamu sakit? Kau sangat romantis.”
Liftoil: “Tidak.”
Padlom: “Ini tidak menyerupai kamu yang biasa.”
Liftoil: “Benarkah?”
Padlom: “Ya.”
Narasi Padlom: “Aku sangat senang menerima hadiah di lokerku. Tapi saya tidak pernah berpikir apa yang bekerjsama kuinginkan.”
Keesokan harinya di kampus, Padlom terpaksa masuk ke dalam lift yang di dalamnya ada Pok dan Neo. Untungnya, Gent juga ada disana.
Gent: “Padlom, bagaimana kabarmu?”
Padlom: “Baik.”
Gent: “Sudah lama, kita tidak bersama menyerupai ini.”
Gent tiba membawakan bingkisan untuk Spoil dan Padlom. Padlom berkata bahwa Gent tidak perlu melaksanakan itu, tapi Spoil eksklusif mengambilnya dan mengucapkan terima kasih. Gent bertanya apakah mereka sudah tetapkan ikut klub apa.
Spoil menjawab belum, sebab Padlom masih bingung. Tapi ia ingin menciptakan klub yang bertugas untuk menyalakan AC. “Aku ikut,” kata Liftoil. Spoil bilang ia hanya bercanda. Liftoil dan Gent kemudian pergi bersama.
Padlom heran kenapa ia terus terlibat dengan ketujuh laki-laki itu, padahal ada jutaan laki-laki di luar sana. “Apa kamu punya yang ke-8?” tanya Spoil. Padlom menjawab tidak.
Spoil: “Apa kamu senggang Hari Sabtu ini?”
Padlom: “Kenapa?”
Spoil: “Si kecil.. Hm.. Liftoil mengajakku tiba ke klub gres Play. Kau tertarik?”
Padlom: “Kalian pasangan, saya tidak mau jadi orang ketiga.”
Spoil: “Tidak. Akan ada Id dan Grace juga.”
Padlom: “Berarti saya orang kelima.”
Akhirnya, Padlom tetap datang. Ia bahkan duduk diantara Spoil dan Liftoil.
Mereka menyaksikan Play memainkan gitar. Spoil dan Liftoil menikmati musiknya, tapi Padlom tampak canggung, apalagi dikala Play tersenyum padanya.
Padlom pergi ke toilet, sehingga Liftoil dan Spoil sanggup duduk berdekatan.
Play sudah menunggu Padlom keluar ke toilet dan melarang Padlom buru-buru kembali ke pasangan yang kasmaran itu. “Kau jauh lebih manis daripada Spoil, kenapa tidak ada laki-laki yang mengejarmu? Atau apa kamu terlalu cantik?” tanya Play.
Seorang wanita manis menghampiri mereka, dan Padlom menyapanya. Play kemudian mengenalkan bahwa wanita itu yaitu pacarnya. “Namanya Aey,” kata Play. 
Play: “Dia cinta sejatiku.”
Aey: “Kau duduk dimana? Aku sanggup mengaturnya.”
Padlom: “Kami duduk disana.”
Play: “Aey yaitu pemilik klub ini. Ayo.”
Play kemudian mengenalkan pacar barunya kepada yang lain. Liftoil hingga menyemburkan minumannya.
Liftoil bertanya apakah Aey sudah memikirkannya baik-baik. Spoil juga menambahkan jikalau Play itu bukan orang yang baik. Aey hanya tersenyum. Id bertanya sudah berapa usang mereka berpacaran. Play tidak tahu, tapi ia akan bersama Aey dalam waktu yang lama. Spoil dan Liftoil kemudian menari dan menyoraki mereka.
Play kembali tampil di panggung. Tiba-tiba Liftoil berlutut. Spoil menyuruhnya bangun, sebab itu memalukan.
Play: “Spoil, jadilah pacarku.”
Spoil: “Ya baiklah.”
Spoil kemudian menyodorkan tangannya. Liftoil mengambil snack dan memasukkan ke jari Spoil sebagai pengganti cincin. Spoil tertawa dan menyampaikan harganya sangat murah, tapi beliau menyukainya. Mereka kemudian mulai menari lagi dan Padlom mengambil foto mereka dengan ponselnya. Aey melihat mereka sambil tersenyum.
Liftoil: “Bagaimana dengan kalian berdua?”
Id: “Kami berdua? Kami melaksanakan pendekatan dengan perlahan. Serius, apa Grace menyukaimu?”
Mereka tertawa lagi dan Aey masih memperhatikan mereka.
Aey berkata pada Padlom bahwa ia mersa erat dengan Padlom, sebab Play sudah banyak menceritakan wacana Padlom padanya.
Padlom: “Apa yang beliau katakan tentangku?”
Aey: “Kau sudah mengubahnya. Dia bilang kamu yaitu wanita pertama yang tidak peduli padanya, tidak peduli bagaimana beliau menggodamu.”
Padlom: “Bagaimana denganmu? Apa yang membuatmu jatuh cinta padanya?”
Aey: “Awalnya saya tidak peduli padanya. Aku tidak suka laki-laki yang lebih muda. Aku juga tahu dari wajahnya jikalau beliau penggoda. Dia sepertinya bukan orang serius. Ketika saya mulai suka padanya, saya mengatakannya eksklusif dan beliau memperlihatkan tanggapan yang jelas.”
Padlom: “Bagaimana kamu yakin jikalau beliau tulus?”
Aey: “Dari hati. Dia sudah menerangkan padaku jikalau beliau siap menjagaku dan berada di sisiku. Walaupun…”
Aey kemudian mengangkat roknya dan mengetuk kakinya. Ternyata ia menggunakan kaki palsu. “Ini tidak gampang baginya. Dia sanggup lari, tapi saya hanya sanggup berjalan. Tapi beliau bersedia berhenti lari dan berjalan di sisiku,” lanjut Aey.
Id: “Play si harimau tinggal sejarah.”
Liftoil: “Sekarang harimau sudah bermetamorfosis kucing.”
Spoil: “Miaw… miaw…”
Id juga menarik hati Grace dengan mencontoh kelakukan Liftoil.
Padlom pulang larut malam dan ternyata ibunya belum tidur. Ibu bertanya apakah Padlom bersenang-senang. Padlom mengiyakan, kemudian tiba-tiba Tuan 11 tiba dan menyapanya.
Tuan 11: “Hai, Padlom. Kau ingin menonton film bersama kami?”
Ibu: “Kenapa kamu usang sekali? Kita pilih filmnya.”
Ibu kemudian memberitahu Padlom bahwa Tuan 11 akan menginap di rumah mereka.
Tuan 11: “Semoga saya tidak menciptakan masalah, Padlom.”
Padlom: “Tidak apa-apa, kamu temanku.”
Tuan 11: “Aku senang mendengarnya, sebab kamu akan sering melihatku, Padlom.”
Padlom merekam diarinya: “Aku senang momen menyerupai ini. Momen dimana semua orang di sekelilingku bahagia, tidak peduli seberapa sulit kehidupan mereka.”
Narasi Padlom: “Itu membuatku menyadari betapa indah dan berharganya senyuman dan tawa.”
Spoil bertanya, “Kecil, bolehkah saya minum dari sedotanmu? Aku ingin tahu menyerupai apa rasanya.” Liftoil menganggukkan kepalanya. Spoil mencobanya sambil tersipu.
Narasi Padlom: “Termasuk cinta yang bersemi diantara dua temanku.”

Continue Reading

More in Uncategorized

  • Uncategorized

    Biodata Jung Yoo Jin

    By

    Biodata bintang film Hwang Sun Ah di Moorim School Biodata Jung Yoo Jin DETAIL PROFIL JUNG...

  • Uncategorized

    Biodata Han Ye Seul

    By

    Biodata bintang film Go Hye Rim di Madame Antoine Biodata Han Ye Seul DETAIL PROFIL HAN...

  • Uncategorized

    Biodata Sung Joon

    By

    Biodata pemeran Choi Soo Hyun di Madame Antoine Biodata Sung Joon DETAIL PROFIL SUNG JOON: Nama...

  • Uncategorized

    Biodata Jung Jin Woon

    By

    Biodata pemeran Choi Seung Chan di Madame Antoine Biodata Jung Jin Woon DETAIL PROFIL JUNG JIN...

  • Uncategorized

    Biodata Jang Na Ra

    By

    Biodata Jang Na Ra (Pemeran Drama One More Happy Ending) Demam drama Korea sampai ketika ini...

To Top