Connect with us

Locafest.co.id

Sinopsis Secret Seven Episode 12 Part 4

Uncategorized

Sinopsis Secret Seven Episode 12 Part 4

SINOPSIS Secret Seven Episode 12 BAGIAN 4
Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 12 PART 3

DRAMA SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss

Padlom membaca buku karangan Gent yang berjudul ’50 Fakta Menyenangkan wacana Padlom’.
“Nomor 8, Padlom menyukai musik tahun 90-an, sebab itu yaitu jenis musik yang ayahnya gunakan untuk memenangkan hati ibunya.”
“Nomor 9, Padlom selalu naik ojek Tuan nomor 11.”
“Nomor 12, loker Padlom yaitu hotspot. Pok selalu meninggalkan barang disana.”
“Hey, harusnya saya membaca ini sebelum saya membuang banyak waktuku,” sesal Padlom.
“Nomor 14, Padlom suka membiarkan tali sepatunya memanjang. Hati-hatilah kamu sanggup tersandung.”

“Nomor 15, ia bukan tipe orang yang suka membawa payung dikala animo hujan. Walaupun ia bawa, ia tidak akan membukanya bahkan ketika hujan turun.”
“Nomor 17, Play menyampaikan padaku kalau Padlom menjadi aneh dikala ia mabuk. Aku ingin sekali melihat itu.”
“Nomor 18, Padlom sepertinya sangat menyukai loker yang saya beli. Aku sangat senang kalau kamu merasa itu bermanfaat.”
Flashback..
Padlom mengingat dikala pertama kali Gent membeli loker itu dan memasang nama para anggota klub di pintu lokernya.
Padlom pergi makan malam bersama Gent di sebuah restoran mewah.
Saat Padlom mendapatkan hadiah buku wacana Padlom pada perayaan usia klub yang ke-3 bulan.
Saat Gent membantu mengobati tangannya yang keseleo.
Saat Gent kesulitan untuk makan daging di pinggir jalan.
Padlom menatap ponselnya, tapi tidak melaksanakan apa-apa.
Keesokan harinya, alarm pengingat di ponsel Padlom berbunyi dan tertulis Tanggal 12 Juni, Gent akan berangkat ke Belanda.
Padlom sedang mendengarkan musik di rumah. Kemudian terdengar bunyi di bel pintu rumah. Padlom segera keluar.
Di luar, yang ia lihat ada poster Gent. “Apa ini?” tanya Padlom. “Ada apa? Siapa ini?’
Tiba-tiba keluar sebuah kertas dari ekspresi poster Gent yang bertuliskan, “Ada yang ingin kamu katakan pada poster ini?”
Kemudian keluar lagi kertas-kertas selanjutnya. “Halo Padlom. – Ini Gent. – Apa kamu tahu selama ini seseorang telah melaksanakan sesuatu untukmu? – Loker untukmu ketika kamu menggerutu sebab tkau tidak punya daerah untuk menyimpang barang.”
Flashback..
“Ada lebih dari 10 loker di kabinet ini, kita sanggup berbagi,” kata Gent.
“Sebuah kipas angin kecil, dikala kamu mengeluh kalau udaranya panas.”
Gent memberikannya sebuah kipas angin yang lucu.
“Ketika kamu menginginkan ada orang yang mengajakmu ke restoran yang bagus.”
Gent membawa Padlom ke sebuah restoran Prancis yang mewah.
“Dia tidak mau kamu sakit.”
Setelah dari restoran dan mengantarkan Padlom pulang, Gent menunjukkan sebuah payung pada Padlom sebab dikala itu hujan turun.
“Dia tidak ingin kamu pergi ke hutan sendirian.”
Gent bertanya apakah Padlom menyukai hutan yang ia buat.
“Dia ingin kamu bahagia.”
Gent juga menyiapkan sebuah pesta ulang tahun untuk Padlom.
“Seseorang mulai mendengarkan musik tahun 90-an, sebab itu yaitu jenis musik yang kamu sukai.”
Padlom membuka pintu pagar dan menemukan bahwa yang ada di belakang poster yaitu Liftoil dan Spoil. “Spoil, kamu yang menulisnya kan?” tanya Padlom.
Spoil: “Ya. Tapi ini bukan ideku.”
Padlom: “Apa ini ulahmu, Liftoil?”
Liftoil: “Bukan. Itu orang yang ada di dalam mobil.”
Padlom melihat sebuah kendaraan beroda empat dan Gent keluar dari dalamnya. (Aaaw….) Ia berjalan menghampiri Padlom. Tapi Padlom malah mau masuk ke dalam rumah.
“Padlom, apa ada yang ingin kamu katakan kepada saya yang asli?” tanya Gent.
Padlom ada di dalam kelas dan membuka presentasinya mengenai cinta dan psikologi. Presentasinya kemudian disampaikan melalui video.
Liftoil: “Aku sibuk menciptakan orang lain tertawa. Tapi Spoil yaitu gadis pertama yang ingin kubuat bahagia.”
Liftoil: “Tapi ia sangat cerewet. Dia terus saja bicara kalau ia ingin punya pacar. Tapi ketika saya mendekatinya, ia tidak tahu harus melaksanakan apa selama beberapa bulan.”
Spoil: “Tidak.”
Liftoil: “Duduklah. Aku tidak melaksanakan apa-apa, hingga saya menyadari bahwa saya menyukainya. Butuh waktu usang bagiku untuk maju. Terima kasih Spoil sebab sudah mau menerimaku, walaupun ia menginginkan laki-laki yang tepat menyerupai Alan.”
Kemudian Neo menceritakan bahwa ia mengalami patah hati pertamanya dan rasanya sama menyerupai ketika ia gagal audisi menyanyi. Tapi selalu ada kontes berikutnya, begitu pula dengan cinta. “Show must go on!”
Alan mengirimkan videonya dari Kroasia. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya ia tidak terlalu banyak memikirkan wacana berpacaran, hingga ia bertemu dengan Mia, yang dikala ini menjadi pacarnya.
Id juga membagi pengalaman cintanya. Menurutnya cinta yaitu wacana kemenangan. Ia menang dalam membantu pacarnya mengatasi phobianya, dan dalam waktu bersamaan pacarnya, Grace, juga memberikannya keberanian untuk melaksanakan sesuatu yang tidak berani ia lakukan sebelumnya..
Pok berpikir bahwa cinta yaitu wacana dua orang yang saling mencintai. Tapi sekarang ia menyadari bahwa tidak apa-apa jikalau cintamu tidak terbalas.
Giliran Play. Dulu ia pikir menciptakan orang jatuh cinta padanya itu menyenangkan. Kini ia sadar bahwa mempunyai orang yang membuatmu jatuh cinta itu jauh lebih baik.
Presentasi Padlom: “Singkatnya, semua orang punya ketakutannya sendiri.”
“Aku tiba ke sini untuk belajar, tapi saya juga sanggup pacar,” kata Alan.
Presentasi Padlom: “Beberapa orang takut dicintai, dan sebagian lainnya takut menyayangi orang lain. Dan ada juga yang mencintai, namun tidak berani mengungkapkannya. Akhirnya, cinta yaitu sesuatu yang tidak sanggup kita hindari, ketika kamu menyayangi seseorang atau seseorang mencintaimu.”
Padlom: “Aku mempunyai perasaan padamu.”
Gent: “Kau ingin mendengar sesuatu dariku? Aku juga punya perasaan padamu.”
Semua orang bertepuk tangan untuk presentasi Padlom.
Gent mengirimkan pesan ‘….’ pada Padlom. Padlom bertanya ada apa, dan Gent kembali mengirimkan pesan yang sama. Tiba-tiba terdengar bunyi orang menyanyi di luar rumah. Padlom pergi ke jendela untuk meihatnya. 
Ada beberapa orang yang sedang menyanyi dengan lampu bertuliskan Padlom. Mereka berjalan masuk ke rumah Padlom.
Padlom keluar kamar dan melihat Liftoil dan Spoil ada lantai bawah bersama para penyanyi yang sebelumnya ada di luar. Tak lama, Gent juga datang.
Kemudian Gent menyanyikan lirik terakhir lagunya secara solo. Padlom sangat bahagia.
Secret Scene:
Spoil menyuruh Liftoil menyanyi dan ia sendiri menyanyikan nada tingginya. Liftoil menertawakan Spoil yang tidak sanggup menyanyikannya dengan baik. Tapi Spoil ingin mencobanya lagi sebab ia menyukainya.
Gent berkata, “Jika kamu tidak menyampaikan apa yang kamu rasakan padaku hari itu di depan poster, saya tidak mempunyai keberanian untuk mengatakannya padamu.”
Ternyata dikala Padlom menciptakan ratifikasi atas perasaannya, Gent berada tepat di belakang poster itu.
Padlom: “Sejak kapan?”
Gent: “Sejak saya melihatmu tersenyum dikala saya membawakanmu loker. Aku merasa menyerupai saya ingin menciptakan gadis ini tersenyum menyerupai ini selamanya. Ya, tepat menyerupai itu.”
Padlom tersipu.
Gent: “Bagaimana denganmu? Sejak kapan kamu menyadari bahwa kamu mempunyai perasaan untukku?”
Padlom: “Hmm, sejujurnya saya tidak tahu kapan. Aku hanya tahu kalau semua hal yang dilakukan laki-laki ini membuatku tersenyum.”
Gent: “Aku tidak tahu kalau kamu berpikir bahwa saya berbuat baik pada semua orang. Sebenarnya, saya tidak melaksanakan hal-hal yang menyenangkan untuk semua orang. Aku hanya ingin melakukannya untukmu, tapi saya tidak berani melaksanakan itu. Tapi saya harus berterima kasih padamu sebab membuatku sadar bahwa berbuat baik pada orang juga membuatku bahagia, tapi tidak sebanyak dikala saya melakukannya untukmu.”
Spoil: “Kecil, saya sangat iri. Mereka sangat manis bersama.”
Liftoil: “Kenapa iri, Besar? Kau punya aku.”
Last Moment:
Guwamo ya chingu.. sudah menemani perjalanan Padlom hingga bertemu dengan cintanya. Hehe alias perjalanan saya menuntaskan sinopsis Secret Seven ini…

Continue Reading

More in Uncategorized

  • Uncategorized

    Biodata Jung Yoo Jin

    By

    Biodata bintang film Hwang Sun Ah di Moorim School Biodata Jung Yoo Jin DETAIL PROFIL JUNG...

  • Uncategorized

    Biodata Han Ye Seul

    By

    Biodata bintang film Go Hye Rim di Madame Antoine Biodata Han Ye Seul DETAIL PROFIL HAN...

  • Uncategorized

    Biodata Sung Joon

    By

    Biodata pemeran Choi Soo Hyun di Madame Antoine Biodata Sung Joon DETAIL PROFIL SUNG JOON: Nama...

  • Uncategorized

    Biodata Jung Jin Woon

    By

    Biodata pemeran Choi Seung Chan di Madame Antoine Biodata Jung Jin Woon DETAIL PROFIL JUNG JIN...

  • Uncategorized

    Biodata Jang Na Ra

    By

    Biodata Jang Na Ra (Pemeran Drama One More Happy Ending) Demam drama Korea sampai ketika ini...

To Top