Connect with us

Locafest.co.id

Sinopsis The Big Boss Episode 6 Part 2

The Big Boss

Sinopsis The Big Boss Episode 6 Part 2

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 6 Part 1

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 7 Part 1

Meijing dan Liangchen bertemu di luar sekolah. Mereka tampak sangat ceria dan bahagia.

Tidak jauh dari sana, ada Mu Xi yang sedang mengintai mereka. Ia bertekad akan menerangkan pada Dan Yi bahwa ia dapat menangani dilema ini sendiri.

Mu Xi merasa posisinya terlalu jauh dan berandai kalau ia membawa teleskop. Lalu ada yang menyodorkan teleskop padanya dan ia berterima kasih. Dan pribadi memakai teleskop itu untuk mengintai Meijing dan Liangchen.

Dia melihat ke sekitar dengan teleskop itu dan dikejutkan dengan adanya Dan Yi sempurna di depannya.

Mu Xi: “Kau.. apa yang kau lakukan disini?”
Dan Yi: “Harusnya saya yang bertanya. Bagaimana kau tahu kalau mereka akan menonton film bersama?”
Mu Xi: “Aku melihat pesan pemesanan tiketnya di ponsel Meijing.”
Dan Yi: “Aku juga.”

Dan Yi kemudian mengajak Mu Xi memasang pendengaran dan bekerja sama. 

Dan Yi sudah mulai membuntuti Mejing dan Liangchen, dan sesekali menutupi wajahnya dengan buku.

Mu Xi sedang mencoba kacamata, yang tampaknya akan digunakan untuk menyamar.

Mu Xi masuk ke suatu cafe dan memesan segelas teh susu panas, dan minta segera dilayani.

Mu Xi kemudian membeli beberapa jajanan.

Dan Yi mengikuti mereka dengan hati-hati.

Liangchen mengambil gambar Meijing, kemudian mereka melanjutkan jalan-jalannya dengan senyum terus terlihat di wajahnya.

Dan Yi: “Mereka ada di sentra perbelanjaan.”
Mu Xi: “Ayo kita masuk.”
Dan Yi: “Nanti, sehabis mereka masuk.”

Sekarang mereka mengikuti Meijing dan Liangchen bersama-sama.

Dan Yi berkata bahwa ia sudah mengikuti mereka sepanjang hari, tapi tidak melihat mereka bergandengan, berpelukan ataupun berciuman. “Lalu kenapa saya disini? Hanya membuang waktuku,” keluh Mu Xi.

Seorang laki-laki tiba menghampiri meja Dan Yi dan menyampaikan bahwa mereka yaitu orang yang beruntung alasannya yaitu menjadi pasangan ke-1000 yang tiba ke tempatnya. Makara akan memberi mereka hadiah.

Mu Xi terus berkata bahwa mereka bukanlah sepasang kekasih. Tapi pemilik toko tidak peduli dan membawakan mereka es krim.

“Sayang, saya sangat bahagia. Aku sangat beruntung memilikimu. Es krim! Bolehkah saya meminta sendok? Benar, benar. Apa kau mau? Tidak? Aku ingin ini. Aku akan makan,” cerocos Mu Xi sambil menikmati es krim gratisnya.

Pemilik toko kemudian meminta mereka berpose membentuk tanda hati dengan tangan mereka dan berfoto bersama. Tapi wajah mereka tidak tersenyum.

“Mereka hanya bermain bersama,” gumam Dan Yi yakin. Ia kemudian memukul kepala Mu Xi dengan buku yang dibawanya alasannya yaitu terus saja bermain dengan mesin boneka bukannya melaksanakan kiprah mereka.

Mu Xi: “Kalau saya tidak benar-benar memainkannya, mereka akan curiga.”
Dan Yi: “Kalau begitu, saya ingin harimau itu.”
Mu Xi: “Baik.”

Di eskalator, mereka saling berpapasan.

Meijing dan Liangchen melewati sebuah jembatan buatan yang dipenuhi bunga sakura. 

Dan Mu Xi menyamar menjadi bunga sakura.

Dalam menjalankan tugasnya, Mu Xi dan Dan Yi bahkan sempat menjadi patung di etalase toko yang Meijing dan Liangchen datangi.

“Tidak ada gerakan intim. Guru Wu dan kita dapat santai sekarang,” gumam Dan Yi.

Mu Xi kemudian tiba sambil membawa minum dan popcorn dan siap menonton filmnya.

Dan Yi: “Jangan lupa tujuan kita tiba kesini.”
Mu Xi: “Ssst.. sst.. sst.. Tidak boleh bicara di bioskop? Tidakkah kau tahu itu?”

Dan Yi terus memperhatikan Meijing dan Liangchen.

Mu Xi dan Dan Yi mengikuti mereka hingga ke toko bunga. Dan Yi berkata harus terus mengikutinya, tapi Mu Xi bilang mereka harus pergi saja alasannya yaitu Meijing dan Liangchen tidak melaksanakan apa-apa.

Dan Yi: “Tunggu!”
Mu Xi: “Mawar! Mawar! Bukti cinta! Pergi, sekarang!”

Dan Yi: “Tenang, tenang. Mereka menggantinya.”
Mu Xi: “Kenapa lily? Habislah aku! Aku lelah! Aku menyerah!”

Dan Yi dan Mu Xi keluar dari daerah persembunyiannya. Lalu pemilik toko menghampiri mereka dan memperlihatkan hadiah sebuket bunga alasannya yaitu mereka yaitu pasangan ke-99. Mu Xi heran kenapa dapat terjadi lagi. Dan Yi menyuruhnya biar tidak mengambil bunga tersebut.

Tapi bukan Mu Xi namanya kalau menolak hadiah. (hehe) Dan Yi tidak dapat berbuat apa-apa.

Pemilik toko bunga kemudian mengajak mereka berfoto bersama.

Meijing dan Liangchen kemudian makan di sebuah restoran. Dan Yi dan Mu Xi masih mengikuti mereka.

Mu Xi mengangkat tangannya dan ingin memanggil pelayan, namun dengan segera Dan Yi menutup mulutnya. Dan Yi kemudian memanggil pelayan tanpa bersuara.

Mu Xi merasa makanan disana mahal. Tapi begitu Dan Yi bilang kalau ia yang akan membayarnya, Mu Xi pribadi berniat memesan lobster.

Dan Yi bilang Mu Xi terlihat gugup, ia bertanya apakah Mu Xi gres pertama kali makan bersama seorang laki-laki. Mu Xi berkata ia makan dengan laki-laki setiap hari, ibarat gosok gigi. Karena tidak dapat mendengarkan pembicaraan Meijing dan Liangchen, mereka berimajinasi sendiri.

Mu Xi: “Liangchen, bukankah menurutmu ketua kelas kita begitu cantik? Aku ingin menjadi sahabat dekatnya.”
Dan Yi: “Bukan ilham yang bagus. Dia akan pergi ke Mars sehabis lulus nanti.”
Mu Xi: “Oke, Liangchen, saya mengakuinya. Sebenarnya saya yaitu robot. Aku disini untuk menyelamatkan dunia.”

Selanjutnya mereka berpura-pura bicara romantis berakting seolah mereka yaitu Meijing dan Liangchen.

Mu XI: “Apa mereka itu berteman atau pasangan?”
Dan Yi: “Mungkin teman. Bagaimana menurutmu?”
Mu Xi: “Mana saya tahu. Aku tidak punya sahabat laki-laki. Kamu tidak berpikir kalau kita…”
Dan Yi: “Kita hanya tetangga.”
Mu Xi: “Bukan hanya itu. Kau yaitu orang yang paling saya benci di dunia ini.”

Mu XI mengakui bahwa Dan Yi sangat menyenangkan dikala masih, ia tidak tahu semenjak kapan Dan Yi berubah. Dan Yi melarangnya menggambar, bermain, dan sebagainya. “Aku hanya ingin kau sedikit dewasa. Makara kau dapat mengurus dirimu sendiri,” kata Dan Yi.

Mu Xi memanggil pelayan alasannya yaitu mereka akan pergi. Lalu terdengar bunyi bahwa Mu Xi yaitu pelanggan pasangan ke-1000, jadi mereka akan mendapat diskon 70%.

Pengumuman itu menciptakan Meijing dan Liangchen melihat ke arah mereka dan kesannya menyapa mereka. Liangchen bertanya apa yang membawa Dan Yi kesana.

“Ke..kebetulan?” jawab Mu Xi ragu.

Dan Yi sudah pulang ke rumah dan merasa dirinya sangat lelah. Dia merasa membuang waktunya, padahal ia dapat memanfaatkan waktunya untuk belajar.

Dan Yi kembali memperhatikan sebuah kelereng.
Flashback..

Kakak Mu Xi mendatangi Dan Yi kecil dan bertannya apakah ia melihat Mu Xi. Dan Yi bilang ia tidak tahu. Kakak bingung, alasannya yaitu seharusnya pada jam itu Mu Xi sudah pulang. Apalagi abang sudah menyiapkan makanan dengan hotpot.

Kakak Mu Xi meminta Dan Yi mengingat-ingat kembali. Tapi Dan Yi tetap menggelengkan kepalanya, memperlihatkan ia tidak tahu keberadaan Mu Xi.

Kakak akan mencari Mu Xi. Ia kemudian berpesan jikalau Dan Yi melihat Mu Xi, maka Dan Yi dapat tiba ke rumahnya untuk memberitahunya.

“Tidak mungkin. Tidak mungkin ia masih bersembunyi. Ini sudah lima jam,” batin Dan Yi sambil menatap kelereng Mu Xi.

Dan Yi keluar rumah dan memanggil nama Mu Xi. “Ye Mu Xi, keluarlah. Kamu menang.”

Dan Yi terus mencari Mu Xi.

Dan Yi kemudian berdoa biar ia dapat segera menemukan Mu Xi. “Aku berjanji, jikalau saya menemukannya, saya akan bertanggung jawab untuk membimbingnya. Sebelum ia dapat melaksanakan sesuatu sendiri, saya akan selalu berada di sisinya. Makara tolong, biarkan saya menemukannya.”

Dan Yi kemudian berhasil menemukan Mu Xi di dalam sebuah lorong. Ia bergegas menghampirinya.

Dan Yi: “Ye Mu Xi, apa yang kau lakukan disini?”
Mu Xi: “Liao Dan Yi, kau menemukanku.”
Dan Yi: “Ayo kita pulang.”
Mu Xi: “Sekarang giliranmu untuk bersembunyi.”
Dan Yi: “Lain kali saja. Ayo pulang dan makan dengan hotpot.”
Mu Xi: “Baiklah.”

Mu Xi berkata bahwa Dan Yi sangat usang menemukannya. Dan Yi kemudian berjanji bahwa lain kali dimanapun Mu Xi bersembunyi, maka ia akan segera menemukannya.

Saat ujian masuk SMA, Dan Yi ternyata telah memperhitungkan bahwa jikalau ia meninggalkan satu ujian, maka nilainya akan mendekati nilai Mu Xi.

Jadi, nantinya ia akan sekelas dengan Mu Xi.
-flashback end-

Dan Yi bertekad untuk terus memenuhi janjinya.

Meijing dan Liangchen bertemu di sekolah dalam situasi yang misterius. Mereka ternyata menyadari kalau Mu Xi dan Dan Yi mengikutinya.

“Mereka tidak berhasil alasannya yaitu kita mempunyai jurus kamuflase dari kungfu China,” kata Liangchen.

Mu Xi tersadar dari imajinasinya! [crstl]

Continue Reading

More in The Big Boss

To Top