Connect with us

Locafest.co.id

Sinopsis The Big Boss Episode 7 Part 1

The Big Boss

Sinopsis The Big Boss Episode 7 Part 1

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 6 Part 2

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 7 Part 2

Mu Xi tampak tersipu dikala semua orang terlihat begitu mengaguminya.
Mereka terus mengelu-elukan nama Mu Xi, si ketua kelas sepuluh yang sangat cantik.
Seorang supir pribadi bahkan sudah menunggu dan membukakan pintu kendaraan beroda empat untuknya. Ponselnya bahkan dipegang oleh asistennya.
“Halo? Ya benar. Tugasku tidak ada masalah,” kata Mu Xi di telepon.
Ternyata yang menghubungi Mu Xi ialah Ultraman. Dia bekerja sama dengan Mu Xi untuk menjaga kedamaian di bumi. Ultraman bahkan merasa sangat terhormat sanggup bekerja bersamanya.

Mu XI mendatangi sebuah restoran dan bertanya berapa harganya. Pelayan tertawa kecil dan menyampaikan bahwa semuanya gratis untuk ketua kelas sepuluh.
Mu Xi ada di dalam lift bersama seorang perempuan dan bayinya. Wanita itu meminta anaknya untuk melihat Mu Xi yang bagus dan menyuruh anaknya untuk kelak menjadi ketua kelas juga.
Mu Xi pulang ke rumah dan banyak orang yang sudah berkumpul dan memanggil-manggil namanya. Kakak juga ada disana. Dia bahkan kesulitan untuk menghampiri adiknya sendiri. Akhirnya ia berhasil menerobos.
“Hey, kalian semua! Ini saudara perempuanku!” teriak abang bangga.
Mimpi Mu Xi buyar ketika abang masuk ke kamar sambil memukul-mukul panci berusaha membangunkannya.
Semua siswa memperhatikan jam dinding.
“Sampai jumpa, Guru,” kemudian mereka semua berlari keluar kelas, bagaikan pelari yang sedang berkompetisi.
Mereka semua berlari ke kantin untuk mendapat steak ayam terbaik. Mu Xi dan Shan Qi memimpin di depan. Namun tiba-tiba, seorang murid pria berlari mendahului mereka.
Xiaodong tiba-tiba berlari di samping Shan Qi. Shan Qi bertanya apakah Xiadong juga sedang mengejar steak ayam. “Tidak. Aku sedang dikejar penggemarku,” jawab Xiaodong. Shan Qi berhenti berlari dan para penggemar Xiaodong mendahuluinya.
Mu Xi masuk ke kantin dengan senang alasannya ialah ia yang pertama datang. Namun langkahnya terhenti dan senyumnya menghilang, dikala melihat ibu kantin memasang tanda ‘Sudah Habis’.
Anak pria yang tadi mendahuluinya, terlihat membawa kantong plastik dan berjalan melewati Mu Xi yang masih membisu terpaku.
Anak pria itu memperlihatkan makanannya kepada sekelompok murid lain. Sepertinya mereka murid yang nakal. Setelah mendapat makanannya, mereka menyuruh anak itu pergi.
Setelah kalah dalam mendapat steak ayam, Mu Xi melewatkan makan siangnya dan terus mencoret-coret bukunya. Shanqi bilang itu hanya steak ayam, jadi Mu Xi jangan terlalu berlebihan.
Huang bersaudara menyampaikan bahwa itu bukan hanya steak ayam biasa. Chef Zhou memasak dengan resep diam-diam dan hanya menciptakan 10 kentang goreng dengan steak ayam besar setiap harinya.
Mu Xi merengek dan Shanqi menyebutnya gila. Tapi kemudian Mu Xi berdiri dan berkata bahwa hal ibarat itu dihentikan terjadi lagi.
Dan Yi sedang pemanasan dan bertekad akan mengeliling lapangan dalam tiga menit untuk sanggup melewati rekor sekolah. Kemudian ia berlari dan berhasil menuntaskan satu putaran dalam waktu sempurna tiga menit.
Mu Xi: “Pencuri ayam steak!”
Cheng Ling: “Apa?”
Mu Xi: “Kamu Cheng Ling kan?”
Cheng Ling: “Ya, kamu Ye Muxi ketua kelas kami kan?”
Cheng Ling bertanya apa yang sanggup ia bantu. Mu Xi mendekatinya dan berkata kalau ia akan menceritakan wacana Dinosaurus dan Pohon Pear.
Di suatu masa, sekelompok dinosaurus menemukan setumpuk pear di hutan.
Dinosaurus kecil menentukan buah pear yang terkecil.
Tapi ternyata itu bukanlah buah pear, melainkan buah kehidupan yang diturunkan dari zaman purba.
Karena memakannya, dinosaurus itu bermetamorfosis t-rex.
“Jadi semenjak dikala itu, ia tahu untuk berbagi,” kata Mu Xi mengakhiri ceritanya. Ia bertanya apa yang Cheng Ling dapatkan dari dongeng itu.
Cheng Ling kemudian menyampaikan bahwa sebelumnya ia sudah pernah mendengar dongeng itu, tapi dengan dongeng yang agak berbeda. Mu Xi kemudian mengomelinya tidak jelas.
Mu Xi kemudian meninggalkan Cheng Ling.
Shen Wei sedang bermain kartu, kemudian memanggil Xin Yi yang melintas di depan kelasnya. Ia mengajak Xin Yi masuk dan memperkenalkan dirinya. “Aku tahu kamu bukan hanya ketua kelas satu, tapi juga presiden serikat siswa yang bertanggung jawab atas masyarakat dan pendanaan. Aku ingin melamar untuk forum kemasyarakatan.” Ia kemudian menulis di papan tulis.
Xin Yi: “Astrologi kemasyarakatan?”
Shen Wei: “Ya. Ini wacana ramalan, horoskop dan interpretasi mimpi.”
Xin Yi: “Tidak mungkin!”
Shen Wei: “Kenapa?”
Xin Yi bilang sekolah mereka ialah sekolah terkenal, jadi tidak sanggup mempunyai acara takhayul semacam itu.
“Kau hanya percaya apa yang kamu lihat bukan?” tanya Shen Wei. Ia kemudian meminta Xin Yi untuk melemparkan koin.
Xin Yi masuk ke dunia ramalan Shen Wei. Shen Wei menyampaikan bahwa cinta sejati Xin Yi akan segera tiba dari awan yang berwarna-warni dengan cara yang sangat tidak masuk akal.
Teman Xin Yi bilang itu takhayul dan tidak masuk akal, tapi ia ingin diramal juga. Xin Yi kemudian menggebrak meja.
Teman Xin Yi berbisik dan menyampaikan bahwa apa yang Shen Wei lakukan tidak bertentangan dengan peraturan sekolah bahkan dikala ini sedang populer. Xin Yi berkata bahwa ia akn menyetujui usual Shen Wei, jikalau ramalannya terbukti benar.
“Presiden! Percayalah, mungkin itu akan segera terjadi,” kata Shen Wei sebelum Xin Yi pergi.
Dan Yi sedang membantu guru membereskan buku. Kemudian Huang Nan yang menutupi diririnya dengan tirai tiba dan mengagetkan mereka. Dan Yi mengejarnya semoga melepaskan tirai itu.
Xin Yi masuk ke kelas sepuluh. Ia kemudian melihat Dan Yi yang ibarat berjalan dengan awan.
Huang Nan menabrak Xin Yi dan pribadi pergi. Teman Xin Yi mengejarnya. Dan Yi membantu menahan badan Xin Yi semoga tidak jatuh dan pribadi melepaskannya lagi.
Dan Yi hanya bertanya, “Apa kamu baik-baik saja?” Dan sudah pergi mengejar Huang Nan tanpa menunggu balasan Xin Yi.
Sedangkan Xin Yi masih termangu dan memegang lengannya yang tadi tersentuh oleh Dan Yi.
Mu Xi kembali merasa kecewa, alasannya ialah ketika ke kantin Cheng Ling sudah membeli semua steak ayamnya. “Maaf,” kata Cheng Ling sambil berlalu.
Mu Xi marah. Ia hingga mematahkan kotak makannya.
Sekelompok siswa bandel sudah menunggu Cheng Ling. Mereka tidak mempedulikan Cheng Ling yang kelelahan. Mereka mengambil steak ayamnya, kemudian pergi.
Cheng Ling berpapasan dengan Mu Xi. Ia kemudian menceritakan apa yang ia alami kepada Mu Xi. Saat mengetahui kalau Cheng Ling tidak memakan satu ayam pun, Mu Xi yakin Cheng Ling diintimidasi.
Mu Xi: “Katakan padaku, dan saya akan menghadapi mereka.”
Cheng Ling: “Tidak, ketua kelas. Mereka tidak menggertakku. Kita semua ialah teman. Aku bersedia melaksanakan itu.”
Guru Wu bertemu dengan Dan Yi dan menyampaikan bahwa ia yakin Dan Yi sanggup menciptakan suasana berguru yang tekun di kelas sepuluh, walaupun Guru Wu tahu benar bahwa kelas sepuluh tidak sebaik kelas satu. Dan Yi berjanji akan mencoba melaksanakan yang terbaik.
Xin Yi menemui Shen Wei. Ia mengakui sesuatu terjadi tapi merasa itu hanya kebetulan. Shen Wei kemudian mengajaknya untuk mencoba sekali lagi. Xin Yi setuju.
Mereka kembali ke dunia ramalan Shen Wei. Setelah melaksanakan gerakan-gerakan ritual, Shen Wei menyampaikan bahwa cinta sejati Xin Yi akan berjalan di atas roda pemadam kebakaran, dan bertemu dengan Xin Yi dengan penuh semangat.
Di bayangan mereka akan ada seorang anak pria yang bermain dengan skateboard yang terbakar.
Xin Yi tetap tidak percaya, kemudian pergi. Shen Wei hanya tersenyum.
Dua Huang sedang ada di laboratorium dan mengintip di jendela. Mereka pribadi menutup tirainya dikala melihat kedatangan Direktur Yan.
Direktur Yan tampaknya sedang ingin buang air. Ia kemudian masuk ke toilet.
Dua Huang melaksanakan eksperimen. Mereka terus menambahkan takaran cairannya.
Setelah selesai melaksanakan eksperimennya, dua Huang membawa cairan itu dan berkeinginan untuk mengubah Direktur Yan menjadi abu. Mereka menunggu kedatangan Direktur Yan.
Tapi yang lewat ialah Xin Yi.
Mereka berebut untuk menyelamatkan Xin Yi, namun tiba-tiba alatnya digunakan oleh seorang murid dan berjalan ke arah Xin Yi.
Orang itu ialah Dan Yi!
Direktur Yan terkena ledakan. Ia berteriak, “Kelas 10 Tingkat 1….!”
Dan Yi menjatuhkan alatnya, kemudian menghampiri Xin Yi.
Xin Yi terpesona, tapi Dan Yi hanya berkata, “Maaf. Aku akan menjelaskannya nanti.” Lalu ia pergi lagi.
“Roda api?” gumam Xin Yi. [crstl]

Continue Reading

More in The Big Boss

To Top