Connect with us

Locafest.co.id

Sinopsis The Big Boss Episode 7 Part 2

The Big Boss

Sinopsis The Big Boss Episode 7 Part 2

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 7 Part 1

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 8 Part 1

Shanqi melihat Cheng Ling di dalam kelas sedang terduduk lesu. Shanqi menyapanya.
Saat melihat Shanqi, Cheng Ling berkata bahwa lain kali ia akan berlari lebih cepat, biar bisa membelikan steak ayam untuknya dan juga Mu Xi. Shanqi heran apakah Cheng Ling akan mendapatkan siapapun yang minta dibelikan steak ayam.
Cheng Ling kemudian bercerita bahwa ia bukanlah orang yang baik dalam berkomunikasi. Dia berpikir jikalau ia melaksanakan sesuatu untuk orang lain, maka mereka akan bicara dengannya, berteman dengannya, dan menjadikannya salah satu dari mereka.
Shanqi: “Sebenarnya saya kebalikan darimu. Dulu saya tidak suka berteman. Setiap hari, saya hanya duduk di depan komputer. Tapi seseorang mengubahku.”
Cheng Lin: “Siapa?”
Shanqi: “Ye Mu Xi.”
Cheng Ling: “Bos besar?”

Shanqi menceritakan pengalamannya, hingga kesannya ia merasakan bahwa berteman lebih baik daripada layar komputer. Dia kemudian menyampaikan jajanannya pada Cheng Ling.
Setelah hampir ditabrak Dan Yi lagi, Xin Yi tergesa-gesa menemui Shen Wei. “Aku perlu mencoba lagi,” katanya.
Shen Wei oke dan akan memberikannya yang terakhir untuk hari ini. Tapi alasannya tidak ada koin, maka ia akan memakai tutup pulpen. Xin Yi murka dan merasa nasibnya sangat murahan di mata Shen Wei. Shen Wei hanya tersenyum.
Di dunia ramalan, Shen Wei menyampaikan bahwa cinta sejati Xin Yi akan menciumnya hari ini.
“Mustahil!” teriak Xin Yi. Tapi Shen Wei tetap santai saja dan masih tersenyum.
Kembali ke kelasnya, Xin Yi berpikir sangat keras perihal ramalan Shen Wei dan juga tragedi yang menimpanya alasannya Dan Yi. “Bagaimanapun terlalu dini untuk mencium,” batin Xin Yi. Kaprikornus ia tetapkan akan tinggal di kelas saja.
Tak disangka, Dan Yi malah tiba ke kelasnya. “Guan Xin Yi,” panggilnya. Itu menciptakan Xin Yi bangun dan mundur ketakutan.
Xin Yi: “Liao Dan Yi kenapa kamu kesini?”
Dan Yi: “Izinkan saya menjelaskannya.”
Xin Yi: “Menjauhlah dariku.”
Xin Yi melemparkan buku dan pulpennya biar Dan Yi tidak mendekat. Tapi Dan Yi terus saja maju dan berkata bahwa ia akan menjelaskannya. Tanpa sengaja, Dan Yi terpeleset alasannya tutup pulpen, dan kesannya ia jatuh menabrak Xin Yi dan masuk ke dalam lemari. Kemudian mereka berdua terkunci di dalamnya.
Mu Xi bertekad, bahwa jikalau ia tidak berhasil mengalahkan Cheng Ling dalam membeli steak ayam, maka Cheng Ling harus bergabung bersama mereka di anggota komite. Tapi Cheng Ling bilang ia tidak bisa melakukannya.
Mu Xi: “Kau bisa! Kau bisa menyampaikan keuntungan.”
Cheng Ling: “Keuntungan apa? Aku tidak punya kelebihan.”
Mu Xi: “Ayo ikut!”
Dan Yi dan Xin Yi terus menggedor pintu lemari dari dalam, tapi belum juga terbuka.
Karena daerah yang sempit, mereka jadi berdekatan. Xin Yi mendorong Dan Yi biar menjauh darinya. Dan Yi heran kenapa Xin Yi hari ini menyerupai magnet baginya. “Aku tiba hanya untuk minta maaf,” kata Dan Yi.
Xin Yi keceplosan mengucapkan kata ramalan. Ia kemudian menutup mulutnya, kemudian seluruh wajahnya. Ia meminta Dan Yi biar tidak melihat ke arahnya. Dan YI menyuruhnya hening dan terus berusaha untuk membuka lemarinya.
Xin Yi terus saja berteriak biar Dan Yi tidak mendekat. Saat Dan Yi bilang bahwa pintu sudah berhaslil dibuka, Xin Yi perlahan melepaskan tangannya dari wajahnya. Ia kemudian buru-buru keluar.
Mu Xi pergi menemui tim lari dan menyampaikan bahwa ia menemukan laki-laki yang ahli olahraga di kelasnya. Ketua tim bertanya siapa laki-laki berbakat itu.
Mu Xi: “Dia. Cheng Ling.”
Cheng Ling: “Halo semuanya.”
Ketua: “Kau sangat pendek. Apa kamu bisa melakukannya?”
Mu Xi: “Percayalah. Kau akan terkejut.”
Ketua: “Ayo kita coba sekarang.”
Semuanya bersiap-siap.
Cheng Ling sempat memimpin di awal. Namun kemudian, ketua tim berhasil menyusulnya dan jarak diantara mereka semakin jauh. Padahal finish tinggal sedikit lagi.
Mu Xi maju dan menyemangatinya. “Cheng Ling! Cheng Ling! Kantin ada di depan! Steak ayam! Cepat!”
Cheng Ling berlari semakin cepat, sambil membayangkan kerenyahan stek ayam.
Hingga kesannya Cheng Ling sanggup mendahului ketua tim dan hingga garis finish lebih dulu.
Ketua tim dan anggotanya kagum dengan kemampuan lari Cheng Ling dan mengajaknya bergabung bersama mereka, dan akan mengikutsertakannya di lomba lari estafet.
Dua murid pembangkang memanggil nama Cheng Ling dan memarahinya alasannya ia sudah usang menunggu Cheng Ling. Mereka menanyakan steak ayamnya.
Ketua Tim: Hey! Dia ialah anggota tim kami sekarang. Ada masalah?”
Nakal 1: “Dimana steak ayamnya?”
Ketua Tim: “Ada duduk kasus apa?”
Nakal 2: “Tidak ada. Hanya ingin berkenalan.”
Setelah kedua anak pembangkang itu pergi. Ketua tim bertanya apakah Cheng Ling mau bergabung bersama mereka. “Ya. Aku suka berlari,” jawab Cheng Ling dengan yakin.
Dan Yi membelikan Xin Yi minuman sebagai tanda undangan maafnya. Dan Yi sudah akan pergi, tapi Xin Yi memanggilnya lagi dan menyampaikan kalau minumannya tidak sesuai pesanannya, yaitu rasa coklet.
Ia memberikannya pada Dan Yi biar mencicipinya. Dan Yi menyampaikan lagi gelasnya pada Xin Yi dan berkata bahwa ia menyesal dan akan membelikannya yang baru.
Xin Yi merasa Dan YI tidak seburuk yang ia pikir. Ia kemudian minum lagi. “Ah, apakah ini ciuman tidak langsung?” tanyanya dalam hati.
Xin Yi kembali menemui Shen Wei yang sedang bermain kartu. Xin Yi kemudian menyampaikan tawaran persetujuan untuk forum masyarakat yang ingin Shen Wei adakan.
Shen Wei: “Presiden, jadi apa kamu percaya ramalan?”
Xin Yi: “Omong kosong apa itu.” [crstl]
PS: Ingat ya.. ngga boleh percaya ramalan hehe..

Continue Reading

More in The Big Boss

To Top