Connect with us

Locafest.co.id

Sinopsis The King Of Romance Episode 1 Part 2

Uncategorized

Sinopsis The King Of Romance Episode 1 Part 2

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 1 Part 1

Bai He lagi enak-enak tidur di tempatnya Bing Bing. Tiba-tiba ia terbangun lantaran ada bunyi keras. Bai He hirau taacuh dan kembali tidur, tapi bunyi itu terdengar lagi. Ia pun bangun dan melihat apa yang bekerjsama terjadi. Ternyata udah ada banyak orang di ruang tamu. Bai He bertanya siapa mereka. Seorang laki-laki yang pakai topi terdiam melihat Bai He yang pakai pakaian pendek. Ia hingga menjatuhkan kertas yang ia pegang. Dilihat ibarat itu, Bai He kemudian menarik bajunya. 
Bing Bing lagi naik sepeda ketika Bai He menelponnya. Bai He bertanya apa Bing Bing tahu kalo ayahnya menjual rumahnya? Ha? Bing Bing terkejut. Ia sama sekali nggak tahu ihwal itu. Apakah ayahnya ngasih tahu Bai He? BaiHe bilang ayahnya nggak ada di sana. Mereka (para laki-laki yang ada di ruang tamu) menyampaikan kalo rumahnya udah dipindah tangankan. Dan memperlihatkan pada Bai He setumpuk dokumen sebagai bukti. Dan juga, pemilik gres menyampaikan melalui mediator bahwa ia akan pindah dalam seminggu. Apa seminggu? Tanya Bing Bing nggak percaya. Bing Bing nggak punya uang lagi lantaran semua uangnya udah di ambil sama lintah darat. Ia mana punya uang untuk pindah? 
Wang Nuo sampai. Ia memarkir sepedanya dan menjawab telpon. Yi Le menelponnya dan menanyakan apakah ia udah hingga di rumah sakit? Sesuatu terjadi, jadi ia nggak sanggup ke rumah sakit. Ia minta maaf lantaran merepotkannya. Wang Nuo setuju. Ia akn segera kesana. Wang Nuo menyimpan telponnya kembali. Gao Bing Bing melihat daerah parkir yang ia mau tempati udah di tempati duluan sama Wang Nuo. Bing Bing menegurnya. Gimana sanggup Wang Nuo menempati tempatnya? Wang Nuo maju menatap Bing Bing. Apa maksudnya dengan tempatnya? Wang Nuo melangkah melewati Bing Bing. Bing Bing memprotes. Gimana sanggup Wang Nuo kayak gitu? Jelas-jelas Bing Bing yang tiba duluan. Gimana sanggup Wang Nuo mengambil tempatnya? Wang Nuo berbalik. Ia melihat Bing Bing. Dia berdiri dan bicara di telpon, siapa yang tahu apa yang ingin ia lakukan? 

Bai He kembali ke kamar dan bicara dengan Bing Bing lagi. Sekarang gimana? Kalo Bai He sanggup membesarkan Bing Bing, kemudian kenapa ia harus hidup di rumahnya? Bing Bing minta Bai He semoga membantunya bicara pada mereka bahwa ia benar-benar nggak sanggup pindah sekarang.Bai He mengiyakan. Tapi masalahnya kini pemiliknya lagi nggak ada di sana. Mereka sama sekali nggak sanggup tetapkan hal itu. Para tukang itu memukul tembok lagi. Bing Bing yang mendengarnya lewat telpon aja hingga kaget. Bing Bing denger sendiri, kan? Bing Bing melarang Bai He bicara keras-keras. Bing Bing melihat tempatnya parkir. Ia bahkan kehilangan daerah parkir sepeda. 
Bing Bing duduk di bangku antrean. Ia melihat pengumuman di pintu dokter. Untuk sementara Dr. Shen Yi Le akan di gantikan oleh Dr. Wang Nuo. Perawat memanggil Gao Bing Bing lantaran sekarangvudah tiba gilirannya. Bing Bing masuk dan terkejut ketika melihat dokter yang akan menanganinya yaitu orang yang merebut daerah parkirnya tadi. Bing Bing bertanya pada perawat. Setahunya dokter yang akan memeriksanya yaitu dokter wanita. Kenapa berubah jadi dokter pria? Perawat menyampaikan kalo dokter Shen Yi Le hari ini sedang berhalangan dan digantikan oleh dokter Wang Nuo. Sudah di umumkan di luar. Bing Bing mengira ia nggak memperhatikan. Perawat bertanya apa ada yang salah? Bing Bing menjawab enggak tapi habis itu ia menggerutu lantaran dokternya yaitu orang yang mengambil tempatnya tadi. 
Wang Nuo menanyakan ada apa dengan Bing Bing? Dimana yang nggak sehat? Bing Bing duduk di bangku dihadapan Wang Nuo. Itu…ia…Bing Bing tetapkan akan tiba lain kali. Bing Bing berdiri dan mau keluar tapi perawat menahannya. Ia melihat wajah Bing Bing tampak pucat. Biar dokter memeriksanya lantaran Bing Bing udah terlanjur datang. Bing Bing melirik Wang Nuo. Baiklah, ia mau. Bing Bing kembal duduk. Ia menyampaikan keluhannya. Ia sedang tiba bulan lebih dari seminggu dan banyak banget. Wang Nuo bertanya apakah Bing Bing juga mencicipi kram? Bing Bing mengiyakan. Tapi ia nggak tahu apakah itu lantaran usang berdiri waktu kerja atau lantaran tiba bulannya. Wang Nuo bilang pada perawat untuk melaksanakan USG pada Bing Bing. 
Perawat mempersilakan Bing Bing untuk mengikutinya menuju ruang USG. Bing Bing berdiri mengikuti perawat. Disana udah ada perawat yang lain. Perawat itu nyuruh Bing Bing untuk menurunkan celananya. Bing Bing terkejut lantaran ia harus menurunkan celananya segala. Perawat ngasih tahu kalo Bing Bing hanya perlu menurunkan sedikit aja. Wang Nuo bertanya pada perawat apakah nenek Wang udah melaksanakan CT scan? Perawat menjawab sudah. Wang Nuo masuk ke ruang USG. Ia melihat Bing Bing udah siap dan ia pun memeriksanya. Wang Nuo mengambil alatnya. Bing Bing merasa dingin dan bertanya apa itu? Wang Nuo memberitahu kalo itu yaitu gel USG. Gel itu menciptakan gelombang masuk ke dalam tubuh dan juga membantu alat pindai bergerak di sekitar tubuh. Tanpa gel itu, gelombang nggak akan sanggup menembus ke dalam tubuh. Bing merasa nggak nyaman. Ia meminta perawat untuk tetap bersamanya dan nggak pergi. Perawat mengangguk. Bing Bing berterima kasih pada preawat. 
Wang Nuo memperlihatkan rahim Bing Bing. Bing Bing heran. Rahimnya ibarat itu? Kelihatannya beda dengan yang ia bayangkan. Wang Nuo menjelaskan kalo sebuah polip di rahim menjadikan tekanan pada kandung kemih. Bing Bing nanya apa itu polip? Apa nggak apa-apa? Wang Nuo nggak tahu gimana Bing Bing biasanya hidup sehingga merusak tubuhnya sebesar itu. Lihat! Usia Bing Bing gres 30 tahun tapi rahimnya…kelihatannya ibarat nenek-nenek. Bing Bing menuduh Wang Nuo menyampaikan itu untuk menakutinya. Wang Nuo menyampaikan kalo ia nggak begitu. Ia hanya berbicara jujur. Wqng Nuo hanya ingin mengingatkannya bahwa rahim perempuan itu ibarat wanita. Akan menjadi cepat renta kalo nggak di rawat. Bing Bung berterima kasih lantaran Wang Nuo udah berterus terang. Kata-kata yang begitu ngggak enak. Wang Nuo belum melaksanakan investigasi dalam. Nggak tertulis dalam catatannya. Apakah Bing Bing pernah melaksanakan kekerabatan int*m? Bing Bung bertanya-tanya dalam hatinya, gimana sanggup Wang Nuo menanyakannya secara terang-terangan. Kalo Bing Bing bilang belum pernah, apakah akan membuatnya terlihat jelek? Bing Bing asal jawab udah. 
Bing Bing di bawa ke sebuah ruangan. Perawat memberinya keranjang. Ia nyuruh Bing Bing untuk menaruh celananya sehabis melepaskannya. Kalo udah selesai, Bing Bing sanggup memanggilnya. Bing Bing nanya apakah ia harus melepaskan celananya? Perawat itu mengiyakan kemudian membuka tirai. Dokter akan melaksanakan investigasi dalam untuknya. Bing Bing tercengang. Dokter laki-laki yang barusan itu akan memeriksanya? perawat mengiyakan. Dr. Wang akan melakukannya. Bing Bing berteriak nggak mau dan melarikan diri. 
Bing Bing ditelpon seseorang. Ia sepakat untuk mengambil gilirannya tapi temannya itu harus memberinya tunai. Wang Nuo kebetulan berjalan di belakang Bing Bing. Ia mendapatkan telpon dari perawat yang nyuruh ia buat ke ruang darurat 203. Wang Nuo mengiyakan dan akan segera kesana. Wang Nuo berjalan melewati Bing Bing.
Bing Bing bertanya pada seseorang. Ia menanyakan daerah mengambil obat. Irang itu ngasih tahu kalo tempatnya di seberang ruang darurat. Bing Bing bergegas kesana. 
Wang Nuo hingga di kamar ibu yang mau melahirkan. Ibu itu merasa kesakitan. Wang Nuo memintanya untuk tenang. Ia bertanya selain pusing danmual, apakah ia mencicipi nggak yummy di daerah lain? Wang Nuo meraba tubuh ibu itu dan ia merada sakit ketika Wang Nuo meraba bawah dadanya. Ye Leng mengangguk pada Wang Nuo. Ia akan melaksanakan perawatan dalam. Ia meminta ibu itu untuk mrngangkat kakinya. Perlahan-lahan tekuklah kakinya. Seorang perawat menghampiri Wang Nuo dan membisikkan kalo suaminya udah meninggal. Yi Leng melihat Wang Nuo dan menggeleng pelan. Wanita itu menanyakan keberadaan suaminya. Apakah ia baik-baik aja? Yi Leng ngasih tahu kalo ketika ini mereka masih belum tahu kondisinya. Wanita itu bertanya lagi apakah suaminya masuk rumah sakit bersamanya? Dimana dia? Wang Nuo memintanya untuk tenang. Ia akan menjelaskan situasinya kepadanya sekarang. Bayinya udah 32-34 minggu. Karena trauma yang ia alami, ia mungkin akan melahirkan prematur. Ia minta perempuan itu untuk memperhatikan dirinya dan bayinya dahulu. 
Yi Leng mengingatkan kalo CT scan nggak cocok untuk perempuan hamil. Kaprikornus mereka nggak sanggup tahu sejauh mana cideranya. Wang Nuo memberi solusi untuk melaksanakan operasi caesar dahulu. Ia minta pada perawat untuk mempersiapkan ruang operasi. 
Bing Bing lagi nunggu lift. Seorang laki-laki berdiri di sebelahnya dan dengan sengaja meraba pant*tnya. Bing Bing terkejut dan menegurnya. Apa yang ia lakukan? Wang Nuo yang kebetulan lewat langsung mendekat dan mendorong laki-laki itu. Ia bertanya apa yang ia lakukan dan memanggil keamanan. Pria itu membela diri dan menyampaikan kalo Bing Bing yang mendekatinya dan ia nggak melakukannya dengan sengaja. Bing Bing menyangkal. Kapan ia melakukannya? Satpam datang. Wang Nuo memerintahkannya untuk melihat CCTV. Pria itu menyampaikan kalo itu nggak perlu. Wang Nuo menantang laki-laki itu untuk memberitahu polisi dan polisi akan mengambarkan apakah itu salah paham atau bukan. Satpam membawa orang itu. Orang itu protes lantaran satpam berlaku kasar. Dia juga srorang pasien. 
Wang Nuo menatap Bing Bing sebentar kemudian melangkah meninggalkannya. Baru beberapa langkah ia berhenti dan memanggil Bing Bing. Ia nyuruh Bing Bing buat pulang dan berbaring datar. Istirahat. Ia nggak sanggup bekerja. Bing Bing mau membantah tapi Wang Nuo memotongnya. Kalo Bing Bing nggak mau mengalani menopause dini, Bing Bing harus mengikuti instruksinya. Bing Bing udah sepakat untuk…
Wang Nuo main pergi gitu aja menghampiri Yi Leng. Yi Leng nanya apa tadi temennya Wang Nuo? Wang Nuo menjawab kalo itu pasiennya Yi Leng. Yi Leng menatap Bing Bing sebentar kemudian menyusul Wang Nuo. Bing Bing yang dari tadi melihat Wang Nuo jadi bertanya-tanya gimana sanggup orang ibarat itu selalu muncul di dekatnya. Dia begitu bukan main. 
Wang Nuo menemui bayi yang ia bantu lahir lewat operasi tadi. Ia menyapanya dan mengajaknya bicara. Sebagai orang pertama yang memegangnya, ada satu hal yang harus Wang Nuo sampaikan padanya. Ayahnya udah pergi kesurga mendahuluinya jadi misinya lahir yaitu tumbuh sehat dan mengurus ibunya. Lalu menjadi seseorang yang nggak menciptakan orang lain menangis. Wang Nuo mengajaknya bikin komitmen kelingking. Ia mengulurkan kelingkingnya dan bayi itu menggenggamnya. Wang Nuo berjanji akan memastikannya meninggalkan rumah sakit dengan sehat. Di luar dua orang perawat sedang melihat Wang Nuo. Mereka kagum lantaran wang Nuo punya sisi kelembutan juga. Salah seorang perawat malah mengklaim kalo Wang Nuo yaitu tipenya. Wang Nuo keluar dari ruang bayi dan memerintahkan untuk memberikannya juga laporan ihwal kondisi dari bayi itu. Kaprikornus mereka nggak hanya melaporkannya pada dokter anak aja. Para perawat mengiyakan. Wang Nuo menata boneka yang tergeletak nggak terang jadi posisi duduk. Habis itu ia pergi. 
Bing Bing lagi di dapur. Ia memasak nasi goreng. 
Flashback…
Seseorang kemanggil Bing Bing adik kecil.  Ia akan mengajarkannya menciptakan nasi goreng. Sehingga nanti Bing Bing sanggup membuatnya kapanpun ia lapar. Bing Bing memperhatikannya dengan seksama. Bibi memberitahunya kalo saus Kabayaki itu yaitu satu dari jiwa nasi goreng dengan telur. 
Flashback end…
Bing Bing memasak nasi goreng sesuai dengan yang di ajarkan oleh bibi di masa lalu. Bibi itu juga ngasih tahu kalo jiwa lainnya yaitu mayones. Jiwa ketiga yaitu rumput laut. Jiwa keempat yaitu menaburkan di atasnya telur ceplok yang panas dan kering. Dan pecahan bonito. Dan selesailah sudah. Bing Bing mengangkat piring nasi gorengnya dan mengajaknya bicara. Diaadalah nasi goreng langsung pertama Gao Bing Bing. Itu yaitu nasi goreng Keluarga Wang. Chef Ding hanya memakai belut goreng dan nasi. 
Bing Bing meletakkan kembali nasi gorengnya lantaran telponnya berdering. Ia segera kesana dan mengangkatnya. Seorang pelayan tiba ke dapur dan terkejut lantaran udah ada nasi gorengnya. Pesanan gres di taruh dan udah selesai. Ia kemudian mengambilnya. 
Bing Bing kembali nggak usang kemudian. Bai He menanyakan apa ia udah makan? Bing Bing menjawab kalo ia gres aja bikin nasi goreng. Bai he tertawa. Apa Bing Bing senang? Bing Bing menyampaikan kalo Bai He lebih jorok lagi. Yaudah, Bai He menanyakan apa yang di katakan oleh dokter kandungannya? Wah, buruk banget. Seorang dokter laki-laki dapet giliran. Dia bilang ingin melaksanakan investigasi dalam. Bing Bing dongeng pada Bai He kalo ia langsung melarikan diri. Siapa yang ingin memperlihatkan kepadanya? Dan juga ia bilang kalo rahimnya ibarat punya nenrk tua. Bai He terkejut. Apa? Bing Bing merasa ketakutan sekarang. Bai He menjelaskan kalo bukannya ia ingin merecokinya, selana ini Bing Bing selalu mendahulukan orang lain selain dirinya sendiri. Bisa nggak ia mengasihi dirinya sendiri? Bing Bing mengaku udah. Ia gres aja menciptakan nasi goreng untuk dirinya sendiri sebagai masakan kecil tengah malam. Bing Bing terkejut ketika melihat nasi gorengnya udah nggak ada di meja. Ia bilang ke bai He kalo nasi gorengnya hilang. 
Pelayan mengantarkan nasi goreng Bing Bing ke Wang Nuo. Pelayan berpesan semoga Wang Nuo memakannya selagi hangat. Wang Nuo berterima kasih dan menghampiri nasi goreng itu sambil melihat tablet. Wang Nuo melihat bentuk nasi goreng itu. Ia merasa tertarik dan meletakkan tabletnya. Ia mencium nasi gireng itu dan merasa itu nggak asing. 
Flashback…
Wang Nuo kecil sedang merapikan bangku di kedainya. Ibunya gres aja selesai menciptakan nasi goreng. Ia memberikannya pada Wang Nuo. Ibu menyuruhnya untuk segera makan lantaran mereka akan sehabis makan mereka akan bersih-bersih. Wang Nuo kecil memakannya dengan lahap.
Flashback end..
Wang Nuo mengambil sesendok dan memakannya. Ia menikmatinya sambil memejamkan mata. Ia mengangkat piring itu kemudian memakannya lagi, lagi dan lagi. 
Wang Nuo pergi ke dapur dengan di temani Ai Zhen (manajer Ren). Ia minta di buatkan nasi goreng ibarat yang ia makan barusan. Setelah jadi ternyata nasi gorengnya nggak sesuai dengan yang ia inginkan. Wang Nuo bertanya apa mereka hanya punya nasi goreng yang ibarat itu? Koki menjawab kalo hanya ada yang ibarat itu. Kepala Chef yang membuatnya sendiri. Wang Nuo berterima kasih habis itu pergi. 
Wang Nuo lari-lari bareng sama Ai Zhen. Ia mau minum tapi miliknya habis. Ai Zhen berbaik hati memperlihatkan miliknya. Wang Nuo menerimanya dan meninunnya. Ai Zhen mengaku udah menanyakan apa yang di buat oleh Chef Xiao Lu emang nasi gireng Istimewa dari Chef Ding. Udah di buat sesuai SOP. Wang Nuo nanya kenapa nasi goreng itu rasanya ibarat nasi goreng ibunya. Ai Zhen menegaskan kalo nggak ada hidangan kayak gitu di menu. Dapur nggak mungkin membuatnya sembarangan. Wang Nuo merasa itu ibarat Rashomon. Apa Ai Zhen sanggup menjelaskan padanya gimana nasi goreng itu sanggup ada? Ai Zhen menduga mungkin mereka menciptakan kesalahan. Ia akan membantu Wang Nuo untuk menanyakannya dengan jelas. Wang Nuo duduk. Ia alhasil mempunyai kesempatan untuk sanggup mencoba rasa itu lagi. Ai Zhen dudujdi sebelahnya. Kalo Wang Nuo pingin makan, ia sanggup mengajatrinya gimana cara membuatnya. Wang Nuo mengaku kalo ia juga nggak tahu cara menciptakan nasi goreng ibunya. Ai Zhen seharusnya melaksanakan keahliannya sebagai penasehat huum aja. Jangan melaksanakan hal yang nggak menguntungkan untuknya. Wang Nuo bangkit. Ia akan kembali ke restoran. Kalo Ai Zhen? Ai Zhen mau pulang. Wang Nuo udah melangkah tapi Ai Zhen memanggilnya. Apa Wang Nuo nggak ingin mengantarnya pulang? Mungkin aja ada orang mrsum di sekitar sana. Wang Nuo ngasih dua pilihan padanya. Ada jalan di dalam taman dan ada bus di jalan. Tinggal pilih. Ai Zhen mendekat. Bukan itu maksudnya. Wang Nuo sanggup nunjukkin ketulusannya. (Ai Zhen ngarep banget Wang Nuo bakal mengantarnya, tapi sayang Wang Nuo-nya nggak tanggap). Kalo gitu Wang Nuo bakal mengantarnya ke halte bus. Ai Zhen nyerah. Nggak papa. Ia akan pulang sendiri. Mereka alhasil berpisah. Dari wajahnya keluhatan banget kalo Ai Zhen kecewa berat.
Wang Nuo hingga di kamarnya dan langsung menghampiri laptopnya. Romeo memanggil Juliet. Menanggil…memanggil… Wang Nuo betanjak untuk menyimpan jaketnya. Nggak usang kemudian ia udah balik lagi. Juliet mengaku udah menunggunya begitu lama. Mereka mulai bertarung dan saling mengalahkan. Juliet memuji Romeo yang hebat. Yang lainnya mati. Romeo tertawa. Ia memanggil Juliet dengan sebutan adik Ju.  Wang Nuo nanya, ia nggak tidur di nalam hari, jadi ia bekerja di malam hari? (Aku juga kerja di malam hari. Dan jangan berpikir kalo orang yang bangun siang yaitu orang yang pemalas, lantaran kau nggak tahu kalo  ia bekerja keras ketika orang lain sedang tertidur pulas). Juliet kecil mengaku ingin memberitahu tapi ia nggak bisa. Kalo gitu Romeo bekerja sebagai apa? Romeo menjawab, sistem…layanan kehidupan. Juliet menebak kalo Romeo seorang dokter. Romeo nggak menjawab jadi Juliet piir tebakannya bener. Lumayan. Juliet kecil takut tapi ia akal-akalan untuk nggak takut. Apa yang ia takutkan? pangeran tampannya akan menemuinya di mimpinya. Ya, Romeo benar. Juliet akan memberinya 3 ciuman. Cu…cu…cu… Ro meo tersenyum. Ia memanggil Juliet. Di dunia ini ia sangat mengagumi orang sepertinya. Orang yang ibarat apa? Gelembung merah muda di otaknya…gadis bod*h. Juliet menegur Romeo, ia nggak akan mendapatkan lebih banyak harta ketika ia membayar hanya di bibir aja. Berhati-hatilah kalo Juliet nggak mengambil hartanya besok. Romeo akan menunggu kemenangan Juliet besok. Mereka mengakhiri permainan mereka dengan ucapan selamat malam. 
Esok harinya. Tukang menemui Wang Nuo dan memintanya memandatangani sesuatu. Ia memuji kalo di situ cukup bagus. Untuk semalam di sana nggak mungkin murah. Apa itu butuh…$2500? Wang Nuo nggak menjawab. Ia bertanya apa masih ada yang harus ia tandatangani? Tukang memberitahu. Ia meminta maaf lantaran kalo ia nggak menandatangani, agensi nggak akan membayar. Wang Nuo menandatangani semuanya kemudian mengembalikannya. Tukang itu masih memuji kalo di sana benar-benar bagus. $2500 cukup murah untuk semalam. Wang Nuo nggak merespon. 
Tukang itu keluar bertepatan dengan Ai Zhen yang gres mau masuk. Ai Zhen bertanya siapa itu. Wang Nuo menjawab kalo itu yaitu tukang yang memperbaiki air yang bocor. Ai Zhen nenanyakan apa renovasinya berjalan dengan baik? Wang Nuo menjawab kalo ada beberapa persoalan tapi selain itu dianggap lancar. Kalo gitu Ai Zhen mengajaknya berangkat. 
Ai Zhen dan Wang Nuo lagi ada di pantai. Wang Nuo menuangkan anggur diatas pasir. Ia kemudian ngajak Ai Zhen bersulang untuk adiknya. Ai Zhen menyapa Ah Zhen. Ia tiba untuk menemuinya. Mereka meminum anggur mereka msing-masing. Wang Nuo memanggil nona Ren Ai Zhen tersayang. Ia selalu ingat hari maut Wang Zhen. Ia membuatnya terlihat ibarat pesta piknik. Ai Zhen tahu kalo Ah Zhen nggak suka sama hal yang kuno. Dia nggak terlahir ibarat Wang Nuo yang terlahir nakal. Ia ingat tahun itu ketika SHE pertama kali tampil. Ai Zhen bertanya pada Ah Zhen, siapa yang ia suka? Apa Wang Nuo tahu gimana ia meresponnya? Dia bilang “shhh”. Wang Nuo nanya apa ada yang nggak busa Wang Zhen katakan? Ai Zhen ngasih tahu pengucapan dari SHE yaitu shh. Dia hanya menghindari pertanyaannya. Dia sangat rumit. Wang Nuo menyampaikan kalo adiknya itu pintar. Hanya aja ia sering kali nggak mau mendapatkan kebaikannya. Ai Zhen bilang kalo Wang Zhen ingin Wang Nuo memujinya setiap tahun. Ia nggak menyangka kalo dulu Wang Nuo sangat menyayanginya. Wang Nuo beralasan kalo sering kali cinta nggak harus di tunjukkan pada orang lain. Ai Zhen merasa kalo itu gaya Wang Nuo. Kasih sayang nggak akan dinyatakan secara terbuka. Ia tahu. Tapi cinta… Wang Nuo memotong, kalo Ai Zhen mengingat semua rincian daoam hidupnya, apa ia nggak akan terlalu lelah? 
Wang Nuo berdiri dan Ai Zhen mengikuti. Tapi ketika Ai Zhen masih muda, Wang Nuo memanggilnya putri detil dan memujinya lantaran ia sangat detil. Apa Wang Nuo udah lupa? Wang Nui hanya mennggapinya dengan tersrnyum. Ai Zhen ingat sehabis ujian, ayahnya membawa mereka bertiga ke Taipei untuk melihat konsernya Wu Yin Luang Pin. Tapi Ah zhen bilang kalo ia ingin melihat bintang tamunya, Liang jing Ru. Karena ia bilang kalo akan absurd untuk anak laki-laki menyukai boyband. Wang Nuo mengingatkan kalo Ai Zhen salah ingat. Dia hanya ingin pergi ke Taipei. Ai Zhen nanya kenapa Wang Zhen ingin pergi ke Taipei? Wang Nuo menduga lantaran Wang Zhen merasa bahwa banyak orang di sana, sehingga ia sanggup menyembunyikan dirinya. Lalu menjadi dirinya sendiri. Dulu di desa semua orang membandingkannya dengan dirinya. Ai Zhen tertawa. Ia ingat mereka bilang keluarga Wang  punya Wang Nuo yang begitu pintar. Dia niscaya akan melaksanakan sesuatu yang hebat di masa depan. Wang Nuo menambahkan kalo mereka juga bilang kalo mereka punya dua Wang Zhen,  bukankah dua telur dan memasaknya untuk dimakan itu lebih banyak? Ai Zhen tertawa. Itu nggak se-ekstrim itu. Mereka hanya bercanda. Selain itu, Wang Zhen juga mempunyai sisi baiknya. Sisi baik apa? Ai Zhen nggak sanggup menjawabnya dan ngajak Wang Nuo untu bersulang. Untuk Wang Zhen. Wang Nuo tersenyum dan menambahkan, dengan sisi baik Wang Zhen. 
Wang Nuo minta di biarkan bicara dengan adiknya sebentar. Ai Zhen mempersilakan dan meminta gelas Wang Nuo. Wang Nuo berterima kasih atas perhatiannya. Ia berjalan maju mendekati laut. Dalam hati Ai Zhen berkata ia nggak sanggup menuliskan apa yang baik ihwal Ah Zhen lantaran selama bertahun-tahun ini, di matanya hanya ada Wang Nuo. Wang Nuo berjalan makin bersahabat dengan laut. Ia seperti melihat Wang Zhen kecil di hadapannya melambai padanya. Wang Nuo berkata dalam hati jalo ini udah 15 tahun. Apa ia baik-baik aja? Mata Wang Nuo jadi merah. 
Flashback…
Wang Nuo tergeletak di tepi pantai. Seseorang tiba sambil berlari. Ia membalikkan tubuh anak itu dan melihat nama di celananya, Wang Nuo. Ia kemudian menelpin seseorang dan menyuruhnya semoga cepat datang. Sesuatu yang buruk telah terjadi pada anak administrator Wang di pantai. Orang itu ngasih tahu kalo itu Wang Nuo. 
Wang Nuo udah ada di rumah sakit, meski belum sadar.  Ibunya udah ada di dekatnya. Ibu bilang Wang Nuo harus kuat. Cepat bangun. Pulang dengan ibu, ya. Ayah datang. Ayah ngasih tahu ibu jalo pencarian udah di hentikan. Polisi bilang kalo mereka nggak menemukan Wang Zhen. Mereka hanya sanggup melaporkan ia menghilang. Ayah dan ibu sama-sama menangis. Ibu berkata pada Ah Nuo kalo ia harus semangat. Adiknya masih belum kembali. Cepat bangunlah dan menunggunya. 
Flashback end…
Wang Nuo masuk ke kamar lamanya. Ia melihat seragam sekolahnya yang usang dan mengambilnya. Wang Nuo juga mengambil tongkat pemukul. Ia ibarat sedang bernostalgia dengan benda-benda itu. Tapi pandangannya langsung beralih ke sebuah foto lama. Fotonya bersama Wang Zhen dan Ai Zhen. Ia bertanya pada Wang Zhen yang ada di foto. Apakah ia benar-benar nggak akan kembali? Wang Nuo lelah. Seratus orang menjawab panggilan seseorang. Wang Nuo meletakkan kembali foto itu. Ia beranjak ke sebuah lukisan kaligrafi ‘Aku (kaisar) dunia.’ ia mengambil sesuatu dari baliknya. Sebuah dompet. 
Flashback…
Wang Nuo kecil mau berangkat sekolah. Ia mengambil sesuatu di balik lukisan kaligrafi. Sebuah dompet. Ia mengambil sesuatu dari dalam dompet itu. Masih ada. Wang Nuo kemudian memasukkan dompet itu ke dalam tasnya.
Flashback end…
Wang Nuo tersenyum mengingat kenangan itu. Ia mengembalikan dompet itu ke tempatnya. Wang Nuo berjalan lagi dan mengambil bola basket dari rak. Ia memainkannya. Nggak seberapa usang Ai Zhen datang. Ia memanggil Wang Nuo dan menghampirinya. Wang Nuo juga bermain basket? Ai Zhen sebelumnya hanya menyaksikan Wang Zhen bermain, tapi bukan dia. Wang Nuo beralasan bahwa ia hanya bermain sedikit di samping. Ai Zhen merasa itu nggak ibarat Wang Nuo. Wang Nuo menyampaikan kalo ia punya rahasia yang nggak Ai Zhen tahu. Ai Zhen menyahut kalo ia juga senang untuk membuatkan rahasianya. Wang Nuo nggak menjawab. Dia hanya memantulkan bolanya ke dinding dan menangkapnya lagi. Ai Zhen berkata kalo di kamar itu ibarat waktu telah di bekukan. Itu selalu sama setiap tahunnya. Wang Zhen ngasih tahu kalo orang tuanya ingin melestarikan segala sesuatu ihwal Wang Zhen. Ai Zhen tersenyum pahit. Wang Nuo udah menderita. Wang Nuo menyangkal, ia nggak menderita. Ai Zhen menghampirinya. Mencoba untuk mengikuti jejak Wang Zhen, bukankah sulit membawa beban dua irang sendirian? Membawa apa? Wang Nuo pikir Ai Zhen terlalu berlebihan. Wang Nuo hanya ingin menjalani kehidupan yang indah untuk mereka berdua. Wang Nuo tersenyum kemudian ninggalin Ai Zhen. Diam-diam Ai Zhen tersenyum. Hidup indah kita? 
Wang Nuo duduk di meja makan. Ia memperlihatkan semangkuk nasi beserta sumpitnya di tempatnya Wang Zhen. Ayah tiba membawa belut panggang populer keluarga Wang-nya. Ai Zhen juga tiba membawa satu panci sup. Ayah berkata hari ini yaitu hari peringatan maut Wang Zhen. Sulit bagi mereka untuk gotong royong dengan meja yang penuh dengan masakan glamor untuk peringatan maut Ah Zhen. Wang Nuo mengangkat gelasnya. Ai Zhen  berterima kasih, ayah Wang. Ia masih ingat kalo Wang Zhen paling suka makan ikan. Setiap kali nyonya Wang menciptakan ikan, ia selalu memakan semuanya. Tapi Ah Nuo di sini makan segalanya tapi benci ikan. Wang Nuo bilang ia nggak pilih-pilih makanan. Ai Zhen membantahnya. Dia emang suka pilih-pilih. 
Ai Zhen nanya pada Ayah Wang. Apakah ia tahu gimana menciptakan nasi goreng Istimewa ala Nyonya Wang? Ayah menyampaikan kalo itu yaitu hidangan spesialisasinya. Ah Zhen suka makan itu. Setelah ia meninggal, ibunya jarang membuatnya. Ah Nuo juga nggak mau makan itu. Ayah Wang Nuo ngasih tahu kalo itu di buat dengan saus keluarga Wang. Ia nggak tahu gimana membuatnya, bisanya makan doang. Ai Zhen mengulangi, nasi goreng itu memerlukan saus keluarga Wang? Ia kemudian nanya sama Wang Nuo, terakhir kali ia makan nasi goreng… Wang Nuo memotong menyampaikan pada ayahnya itu yaitu nasi goreng yang terasa ibarat buatan ibunya. Ayah ngasih tahu Ai Zhen, di masa lalu, setiap kali mereka menciptakan saus keluarga, ia akn mengambil jabatan komandan. Ah Zhen bertanggung jawab untuk mencari kayu dan ibu Wang menciptakan saus. Bau bakaran api menciptakan seluruh ruangan mempunyai amis yang begitu enak. Ai Zhen tersenyum. Lalu gimana dengan Ah Nuo? Tanya Ai Zhen. Ah Nuo? Ayah bilang kalo Wang Nuo nggak suka baunya sehingga ia senbunyi di daerah yang jauh dari bau. Ayah ngajak bersulang untuk kenangan itu. 
Wang Nuo menegur ayahnya yang seharusnya nggak boleh minum bir lantaran asam urat. Ayah tersenyum kemudian memandang Ai Zhen sambil berkata, ketika ia masih muda, ia nggak sanggup menghabiskan uang untuk makanan. Sekarang ia udah tua, punya uang, tapi ada pantangan. Ai Zhen menyarankannya semoga menjual kolam belutnya dan tinggal di Taipei. Ayah nggak mau. Diahidup bebas di sini. Kenapa ia harus jauh-jauh ke Taipei untuk di kendalikan? Di masa kemudian ibu Wang Nuo menyampaikan kalo Wang Zhen nggak suka belajar, sehibgga di masa depan, ia sanggup mewarisi kolam belut. Dengan cara itu ia akan sanggup mencari nafkah. Wang Zhen sanggup mewarisi kolam belut dan tinggal bersamanya lantaran ia semakin tua. Tinggal bersamanya, menanam bunga dan memperbanyak ikan. Nggak ada yang mengira Wang Zhen akan pergi. Dan kini ibunya juga pergi. Wang Nuo menyampaikan kalo ia juga sanggup mengambil kolam belutnya. Ayah bertanya apa otaknya rusak? Kenapa mau mengambil alih kolam belut? Bukannya menjadi dokter yang baik? Ayah tersenyum dan ngadu ke Ai zhen, wang Nuo pikir membesarkan belut semudah memakan mereka. Memasang tali selama 3 tahun, di potong selama 8 tahun dan memanggang untuk hidup. Keterampulan ayah dalam membesarkan dan memanggang belut nggak akan kalah dengan ketrampilan medis Wang Nuo. 
Wang Nuo tersenyum kemudian menjawab sebuah panggilan telpon. Dari rumah sakit. Wang Nuo menanyakan seberapa besar pembukaannya? Ayah menyampaikan pasien lebih penting. Ia nyuruh Wang Nuo buat cepat pergi. Wang Nuo mengiyakan. Ia akan segera ke sana. Wang Nuo ngasih tahu ayah, ia membeli beberapa kebutuhan sehari-hari dan obat tekanan darah tinggi dan diabetes untuk sebulan. Ia memberikannya  pada ayah. Ayah merasa penglihatannya kurang dan mau ngambil kacamata. Ai Zhen bilang kalo mereka para laki-laki sangatlah ceroboh. Wang Nuo tahu kalo penglihatan ayahnya kurang baik, kenapa nggak menaruhnya di dalam kotak? Ai Zhen berkata lain kali ia bakal memisahkan mereka ke dalam kotak dan ayah sanggup makan sesuai dengan warna aja, okey! Ayah setuju. Ia akan berterima kasih lebih dulu. 
Tiba-tiba ayah merasa iri pada ayahnya Ai Zhen. Ai Zhen lebih perhatian. Ai Zhen minta ayah semoga nggak nyalahin Wang Nuo. Dia sangat sibuk. Ayah nyuruh Ai Zhen menikah dan bergegas masuk ke keluarganya. Menjadi menantunya, hal yang nggak ia pikirkan. Ai Zhen lah yang memikirkannya lebih didulu. Saat ibu Wang masih ada, dialah yang benar-benar berharap Ai Zhen segera masuk ke rumah mereka. Ai Zhen tersenyum aib udah sanggup lampu hijau dari ayah Wang Nuo. Wang Nuo pamit mau ke rumah sakit dulu. Ia akan merepotkan Ai Zhen dengan ayahnya. Ayah berpesan semoga Wang Nuo nggak ngebut. Ai Zhen menegur ayah yang selalu menegur hal itu sehingga menciptakan Wang Nuo jadi malu. 
Bing bing berjalan di tepi danau. Sambil telponan sama kepala chef. Meskipun tiap kali  saus Wang mereka habis, ia merasa ibarat kalau mereka rahasia pergi untuk belajar. Ide itu , bener-bener nggak baik. Orang di seberang malah memakinya, anj*ng sial*n! Siapa bilang itu nggak baik? Bing Bing sepakat tapi… Navigasi membawanya kesana. Ia hanya sanggup melihat kolam bukannya rumah. Dari arah yang berlawanan Wang Nuo lagi jalan dengan terburu-buru. Bing Bing minta di kasih alamatnya lagi dan ia akan menemukannya. Wang Nuo menabrak Bing Bing sehingga ponselnya tercebur ke kolam. Bing Bing turun berniat mau ngambil ponsel miliknya. Bing Bing berteriak manggil Wang Nuo. Gimana sanggup ia betjalan petgi sehabis menabrak seseorang? Wang Nuo berhenti dan berbalik. Bing Bing nyuruh ia buat nemuin ponselnya. Wang Nuo menghampiri Bing Bing dan mengulurkan tangannya. Bing B8ng ngedumel, setiap kali ia ketemu sama Wang Nuo, ia bener-bener nggak beruntung. Kalo nggak ketemu orang cab*l, atau menjatuhkan telponnya. Wang Nuo melepaskan tangannya sehingga Bing Bing jatuh kecebur lagi. Wang Nuo lagi buru-buru. Tapi ia bersedia buat ngasih tahu dia… Penyakit sanggup di obati dan yang cab*l itu di bawa pergi ke polisi. Bing Bing menjatuhkan ponselnya, jadi ia layak mendapatkannya. Wang Nuo berjalan dan ninggalin Bing Bing gitu aja. Bing Bing berusaha memanggilnya tapi Wang Nuo nggak peduli dan terus berjalan. Bing Bing bingung, gimana ia akan menemukan saus keluarga Wang dalam kondisi kayak gini? Gimana sanggup Wang Nuo kayak gitu? Kembali!
Malam hari. Romeo dan Juliet bermain-main lagi. 
Romeo: Juliet, apa kau punya rahasia? 
Juliet: ya.Semua orang punya rahasia. Seperti kau yaitu Dokter Wang di siang hari, tapi seorang pemain games di malam hari. Semua orang punya rahasia. 
Romeo: sangat sulit untuk 1 orang hidup dengan 2 identitas. 
Juliet: apa kau lagi membicarakan Batman dan Superman?
Romeo: hidup sebagai kehidupan sendirian merupakan anugerah. Hidup sebagai dua orang yaitu sebuah hukuman. 
Juliet: saya menduga kau yaitu laki-laki renta berusia 70-80 tahunan. 
Romeo: kenapa kau bilang gitu? 
Juliet: lantaran di dunia ini semua orang punya banyak identitas. Kalo kau bertukar pada sebuah siklus sosial yabg berbeda, maka kau akan punya nama yang baru, identitas yang gres dan kebahagiaan yang baru. 
Romeo: berbohonglah untuk dirimu sendiri. 
Juliet: kau juga sanggup bohong pada yang lainnya. 
Romeo: apa kau benar-benar nrimo kayak ini? 
Juliet: saya nggak menyukainya. Tapi hidup di dunia ini, kita harus menemukan beberapa penutup. 
Romeo: semoga suatu hari kita sanggup ketemu dengan orang yang benar, maka kita nggak perlu untuk pakai topeng lagi. 
Juliet: semoga ada satu hari yang ibarat itu. Kalo ada sebuah hari, ayo ketemu, dan saling berpelukan, dan memperlihatkan ketulusan kita. Oke? 
Wang Nuo di kamar ayah. Ayah udah tertidur tapi Wang Nuo masih sibuk. Dia menata obat ayahnya ke sebuah kotak. Ayah terbangun dan menegurnya. Gimana ia sanggup pulang begitu terlambat? Apa ia udah makan? Wang Nuo bilang kalo ia udah makan. Dia pergi untuk mendapatkan pasangan kacamata pelengkap untuj ayah dan itu. Ayah merasa itu hanyalah hal kecil. Ayah bahkan sanggup melakukannya sendiri. Kenapa Wang Nuo harus jauh-jauh tiba kesana? Wang Nuo mengambil pengukur tensi. Ayah bertanya apa Wang Nuo tinggal di hotel Ai Zhen? Iya. Karenarumahna lagi di renovasi. Ia meminta ayahnya untuk tiba ketika udah selesai. Ayah mendesah. Rumah, mobil, uang, semuanya wang Nuo punya sekarang. Kalo aja ia punya seorang istri dan anak, maka ayah sanggup pergi untuk melaporkan pada ibunya di surga. Misinya akan lengkap. 
Wang Nuo nggak mengijinkan ayahnya untuk melakukannya. Ia nggak mau jadi seorang yatim piatu. Wang Nuo mulai mengukur tekanan darah ayah dan juga kadar gula darah ayahnya. Bahkan sehabis Ah Zhen meninggal, semua perjuangan ibunya, di berikan pada Wang Nuo. Hal yang pling membahagiakan baginya yaitu mempunyai anak yang merupakan seorang dokter. Wang Nuo menderita selama ini. Seorang anak menjadi dua anak untuk menghibur ibunya. Sekarang ibunya nggak ada di sana lagi. Wang Nuo sanggup bersantai. Wang Nuo betanya pada ayahnya yang  bahkan nggak pernah memikirkan bahwa kalau dialah yang hilang dan Ah Zhen yang ada di sini. Ayah dan ibu mungkin nggak akan mempunyai seorang anak dokter untuk membut mereka bahagia. Ayah bilang itu nggak akan terjadi. Mereka berdua yaitu anaknya. Bahkan kalau diantara mereka nggak ada yang jadi dokter, Wang Nuo masihlah anaknya. Wang Nuo tersenyum. Kalo Ah Zhen masih hidup, ia mungkin hidup di sini dan membantu ayah merawat kolam belut. Ayah pikir juga gitu. Bahkan semenjak anak-anak, Wang Zhen sangat bersahabat dengan ikan dan suka memakannya. Ah Zhen nggak sepertinya, yang tetapkan semenjak usang untuk pergi ke Taipei untuk jadi seorang dokter. Wang Zhen menyampaikan kalo sebenarnya…sebenarnya Ah Zhen memikirkan apa yang ia inginkan di masa depan. Ayah sedih. Sekarang ia bahkan nggak punya kesempatan untuk mengkhawatirkannya lagi. 
Wang Nuo mencoba mengalihkan dengan menyampaikan kalo ayahnya harus mengendalikan seberapa banyak nasi yang ia makan di malam hari. Kadar gulanya agak tinggi. Ayah pura- pura mengeluh. Ia nggak tahu berapa usang lagi ia sanggup hidup. Ia bahkan nggak sanggup makan nasi. Wang Nuo ngasuh tahu ayahnya sanggup mendengarkannya dan hidup panjang, tapi ayah harus tinggal di kamar. Apa ayah mau melakukannya? Ayah menyerah. Wang Nuo benar. Ia hanya akan mendengarkannya. Ah, menyakitkan sejali punya anak seorang dokter. Wang Nuo membereskan alat-alatnya. Ayah bertanya apakah ia masih akan kembali malam ini? Wang Nuo mengiyakan. Ayah melarangnya tiba untuk hal kecil semacam itu. Hal kecil ibarat itu ayah sanggup melakukannya sendiri. Wang Nuo mengklaim kalo semua persoalan ayahnya yaitu hal besar, nggak ada hal kecil. Ayah tertawa. Ia nyuruh Wang Nuo untuk menyampaikan hal itu juga pada Ai Zhen. Kalo Wang Nuo punya istri dan anak, ia akan mempunyai segalanya. 
Tukang yang memperbaiki rumah Wang Nuo tiba ke Hotel Kelly dan menciptakan keributan. Ia hanya ingin beristirahat selama 3 jam.Tapi pihak hotel nggak ngijinin. Orang itu nggak terima. Mereka nggak boleh ngambil uangnya untuk bermalam. Apa ini? Bukannya sebelumnya hanya $2500? Kenapa kini $5500? Ada apa? Pegawai itu minta maaf. Mereka nggak punya pelayanan untuk beristirahat di hotel mereka. Pacar dari tukang itu ngambek. Tukang itu bilang kalo dokter yang menginap di lantai atas di kamar 1512 yaitu sahabat baiknya. Dia juga membawa adik perempuannya kesana untuk istirahat. Kenapa ia nggak sanggup melakukannya juga? Pegawai laki-laki meminta maaf. Dia benar-benar nggak sanggup melaksanakan apa-apa. Sang tukang murka dan membentak pegawai pria. Hotel mana yang nggak mengijinkannya untuk beristirahat? Dia hanya ingin istirahat selama 3 jam aja. Temannyabyang dokter itu di lantai atas di kamar 1512, sanggup membawa adiknya untuk beristirahat. Kenapa ia nggak boleh? Satpam mendatangi orang itu dan bertanya ada persoalan apa? Tapi tukang itu malah membentaknya. Katanya itu bukan urusannya. Pacarnya tukang itu pun pergi saking malunya. Sebelum pergi, tukang itu masih sempat-sempatnya mengancam akan mengadukan mereka alasannya yaitu sudah mempermalukannya. Para pegawai itu hanya sanggup bilang terima kasih sudah mampir. 
Bing Bing yang nggak sengaja lewat juga menyaksikan bencana itu. Wang Nuo menelpon layanan kamar. Ia ingin memesan nasi goreng yang ia pesan ahad lalu. Pihak hotel menyampaikan kalo mereka nggak punya nasi goreng yang ibarat itu. Wang Nuo menjelaskan kalo jelas-jelas ia memesannya ahad lalu. Bing Bing menghampiri bibi cleaning sevice. Paman Ding menyampaikan bahwa bibi itu punya krim luka bakar yang hebat. Big Bang terbakar, jadi bisakah Bing-Bing meminjamnya darinya? Iya, bibi nyuruh Bing Bing buat nunggu sebentar sementara ia akan mengambilnya. Bing Bing berterima kasih. 
Bing Bing nggak sengaja melihat kamar nomor 1512. Ia ingat orang yang menciptakan keributan di depan tadi menyebutkan kalo temannya yang seorang dokter tinggal di lantai atas di kamar 1512. Bing Bing ingat kalo penghuni kamar 1512 terdengar ibarat pacar manajer. Bing Bing menguping. Orang yang di dalam bilang hanya butuh nasi goreng. Raja nasi goreng? Ih, menjijikkan. Bing Bing heran, ia bahkan sanggup melaksanakan hal ibarat itu dengan manajer Ren. Terlalu sarkastik, nilai Bing Bing. Tapi biarpun bilang begitu, nyatanya Bing Bing masih aja mau nguping. Dia mendekatkan kembali ke pintu. Bibi yang tadi tiba dan memanggilnya sehingga membuatnya kaget. Wang Nuo ibarat mendengar keributan dan tetapkan untuk keluar. Saat ia membuka pintu, Bing Bing menunduk sambil meminta maaf. Mereka berdua sama-sama kaget sanggup ketemu pagi.
Bersambung…
Komentar:
Woo…sinopsisnya panjang banget!!! Ini lantaran harusnya jadi dua part, tapi lantaran mau ngejar yang lain juga jadi di tumpuk jadi satu part. Hadeuh…capeknya, seneng sanggup lanjut hingga menit terakhir. 
Yang paling bikin haru disini adalah, ketika Wang Nuo bicara sama bayi yang ia operasi. Sampai ngajak komitmen jari kelingking segala. Sedih banget. Kasihan bayi itu, gres lahir udah ditinggalin sama papanya. 
Yang bikin senyum waktu Romeo dan Juliet ngobrol nggak jelas. Ngakunya pingin ketemu padahal mereka nggak nyadar udah sering ketemu tapi berantem mulu.
Duh, nggak sanggup ngomong apa-apa lagi, dah. Hadeuh, tepok jidad.😁😁😁

Continue Reading

More in Uncategorized

  • Uncategorized

    Biodata Jung Yoo Jin

    By

    Biodata bintang film Hwang Sun Ah di Moorim School Biodata Jung Yoo Jin DETAIL PROFIL JUNG...

  • Uncategorized

    Biodata Han Ye Seul

    By

    Biodata bintang film Go Hye Rim di Madame Antoine Biodata Han Ye Seul DETAIL PROFIL HAN...

  • Uncategorized

    Biodata Sung Joon

    By

    Biodata pemeran Choi Soo Hyun di Madame Antoine Biodata Sung Joon DETAIL PROFIL SUNG JOON: Nama...

  • Uncategorized

    Biodata Jung Jin Woon

    By

    Biodata pemeran Choi Seung Chan di Madame Antoine Biodata Jung Jin Woon DETAIL PROFIL JUNG JIN...

  • Uncategorized

    Biodata Jang Na Ra

    By

    Biodata Jang Na Ra (Pemeran Drama One More Happy Ending) Demam drama Korea sampai ketika ini...

To Top