Connect with us

Locafest.co.id

Sinopsis The King Of Romance Episode 2 Part 2

Uncategorized

Sinopsis The King Of Romance Episode 2 Part 2

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 2 Part 1

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 3 Part 1

Bing Bing bercermin sambil menepuk-nepuk pipinya. Bruce lewat di belakangnya. Bing Bing melihatnya dari bayangan di cermin. Ia kemudian menoleh seketika. Bruce terus berjalan dan Bing Bing mengikutinya. Sampai risikonya Bruce berakhir dengan masuk ke dalam lift. Bing Bing jalah cepat. Ia berusaha memanggil lift sebelah tapi nggak bisa. Ia risikonya beralih ke tangga. Ia hingga di lantai 5 tapi rupanya bukan itu tujuan Bruce. Bing Bing kembali menuruni tangga hingga ke lantai 2. Bing Bing senang lift berhenti. Ia sedikit menata rambutnya. Dan begitu lift terbuka, ia pribadi menanyakan apa Bruce masih lajang? Bruce nampak terkejut mendapatkan pertanyaan menyerupai itu. Ia menoleh pada dua  orang yang ada di sampingnya. Bing Bing yang menyadari bahwa nggak hanya Bruce yang ada di dalam lift sedikit merasa malu. Ia kemudian mengambil ponselnya dan beralasan kalo Bai He lah yang ingin ia bertanya padanya. Bai He menyampaikan di akun SNS-nya menanyakan apakah Bruce lajang? Bruce menjawab ia lajang bersamaan dengan pintu lift yang hampir menutup. Bing Bing tersenyum mendengar bahwa Bruce masih lajang. 
Wang Nuo ada di rumah sakit dikala mendapat telpon dari tukang yang memperbaiki rumahnya. Tukang mengabarkan kalo mereka hampir selesai memperbaiki rumahnya. Satu-satunya yang kurang hanyalah rumahnya. Wang Nuo bertanya jadi penghuni aslinya belum pindah? Tukang menduga belum. Ia melihat barang-barangnya masih ada. Ia menyarankan semoga Wang Nuo meminta dukungan agensi untuk menendangnya keluar. Wang Nuo mengiyakan. Ia menyimpan ponselnya kemudian melanjutkan langkahnya. 
Bing Bing dan Bi He tiba ke sebuah daerah makan. Bai He mencari bos perempuan yang tau-tau muncul dari samping. Bing Bing pribadi menyapanya, kak Xiao Ling… Lama nggak ketemu. Kak Xio Ling memperlihatkan perut besarnya, bahkan anak dalam kandungannya pun merindukan mereka. Bing Bing dan Bai He mengelus perut besar kak Xiao Ling, perutnya besar sekali. 

Bai He dan Bing Bing duduk berhadapan. Bai He bertanya pada Bing Bing, ia mau apa? Bing Bing menatap Bai He sambil tersenyum dan bilang kalo ia lajang. Bai He agak jengah mendengarnya. Bing Bing udah mengatakannya berkali-kali. Ia terus mengulangi hal yang sama. Ia menyampaikan kalo Bing Bing menjengkelkan. Menurut Bai He, kalo emang Bruce tertarik padanya, ia akan meninggalkan nomor telponnya untuk Bing Bing. Dan kalo ia beneran tertarik sama Bing Bing, ia akan mengambil inisiatif dan menghubungi Bing Bing lebih dulu. Iya, kan??? (Setuju, emang semua itu harus laki-laki yang melakukan. Emang, sih kini jamannya emansipasi, tapi sebagai pengingat, orang yang maju duluan yakni orang yang rasa cintanya lebih besar). Bing Bing mencoba menjelaskan situasinta, ketika Bruce turun dari pesawat, ia udah harus pergi untuk wawancara. Bruce sangat sibuk, gimana sanggup ia meninggalkan nomor telponnya untuk Bing Bing? Selain itu ia yakni seorang artis. Artis kan sibuk sekali. Bai He mengulangi perkataan Bing Bing barusan. Artis? Bing Bing membenarkan. Bai He menayakan seberapa sibuk? Sangat sibuk sekali. 
Kak Xiao  Ling tiba membawa pesanan mereka. Bai He memintanya berhati-hati. Bing Bing pribadi meminum minumannya. Bai He mengajaknya mengkonfirmasi rumah yang mereka lihat hari ini. Bai He memperlihatkan ponselnya pada Bing Bing. Ia memperlihatkan rumah yang pertama. Sangat bersahabat dengan hotel. Meskipun agak kecil tapi angkutan umumnya sangat nyaman. Bing Bing menolaknya alasannya itu terlalu mahal. Bai He memperlihatkan rumah yang selanjutnya. Gimana dengan itu? Bing Bing ingat? Bing Bing menyampaikan kalo pemiliknya menyerupai orang yang mesum. Tampaknya ia akan memasang kamera tersembunyi di sekeliling rumah. 
Bai He kesal dan meletakkan pinselnya di atas meja. Ia merasa seolah Bing Bing nggak mau pindah dari rumahnya. Bai He menyerah. Ia menyampaikan kalo Bing Bing menemui kesulitan, hubungi saja  dia. Bing Bing menyampaikan kalo kini ia nggak punya uang. Bai He memberikan akan meminjaminya uang dan Bing Bing sanggup mengembalikannya lain kali. Masalah wacana rumah, Bing Bing akan mennganinya sendiri. Bai He menghela nafas. Ia meminta semoga Bing Bing bangun. Sekarang rumah itu bukan miliknya lagi. Dia punya hak untuk masuk dan menendang Bing Bing keluar. Baikla, Bing Bing akan segera pindah. Bai He mengembalikan kata-kata Bing Bing yang jangan membuatnya khawatir. Oke? 
Bai He meminum minumannya sambil melihat ponsel. Oh ia lupa. Jam berapa sekarang? Oh, Bai He terlambat. Ia ada komitmen dengan teman. Bai He akan pergi duluan. Bing Bing nggak terima. Bukannya ia juga temannya? Ia ada di sini. Bai He bangkut, Apa Bing Bing menduga kalo sahabat Bai He hanya dia? Ah, Bai He buru-buru. Ia pergi dulu. Ia akan mengririm fotonya nanti. Bai He pun pergi. 
Bing Bing meminum minumannya. Tiba-tiba terdengar teriakan kak Xiao Ling yang menyampaikan kalo ketubannya pecah. Bing Bing membawanya ke rumah sakit dengan memanggil ambulan. Setelah ambulan hingga di rumah sakit, sekumpulan perawat pribadi menghampiri. Bing Bing memberi tahu kalo perempuan itu punya darah tinggi jadi kemungkinan harus dilakukan operasi caesar. Kebetulan dokternya yakni Wang Nuo. Ia nyuruh perawat untuk memasukkannya ke ruang operasi. 
Bing Bing mau ngikut tapi malah bertabrakan dengan Wang Nuo. Bing Bing diminta menjauh darinya. Bing Bing protes. Ia yang membawanya kerumah sakit. Gimana sanggup Wang Nuo bilang ia membuntutinya? Oraang itu… Bing Bing berlari menuju Wang Nuo. 
Bing Bing menunggu di luar ruang operasi. Nggak usang kemudian Wang Nuo keluar. Bing Bing pribadi menghampirinya dan menanyakan keadaan kak Xiao Ling. Wang Nuo menyampaikan kalo suaminya udah tiba jadi Bing Bing boleh pergi. Bing Bing nggak mau. Ini rumah sakit, bukan rumahnya. Wang Nuo menyampaikan kalo ia seorang dokter dan ini rumah sakit tempatnya bekerja. Tempat ini hanya untuk orang sakit dan keluarganya. Wang anuo meninggalkan Bing Bing begitu aja. 
Bing Bing nggak terima. Ia mengejar Wang Nuo. Ia masih belum menjawab pertanyaannya. Bing Bing meraih tangan Wang Nuo dan menariknya. Wang Nuo menanyakan korelasi Bing Bing dengan pasien. Bing Bing menjawab kalo perempuan itu yakni bos perempuan di toko itu dan ia yakni pelanggannya. Wang Nuo menjelaskan kalo selama mereka nggak ada hubungan, ia nggak sanggup memberitahu Bing Bing wacana keadaan kesehatan perempuan itu. Wang Nuo berbalik hendak oergi tapu Bing Bing kembali menahannya. 
Bing Bing berdiri di hadapan Wang Nuo. Hanya alasannya mereka nggak punya korelasi keluarga, apakah ia nggak boleh peduli padanya? Meski begitu, dialah yang membawanya kerumah sakit. Ia seharusnya punya hak untuk tahu apa ia baik-baik aja atau enggak. Wang Nuo malah bertanya apa Bing Bing nggak punya kerjaan? Atau apakah Bing Bing melaksanakan ini untuk membuntutinya? Bing Bing rasa Wang Nuo gila. Dia nggak punya rasa empati. Wang Nuo udah membetitahu Bing Bing kalo ia nggak mau ketemu dengannya lagi. Wang Nuo harap, ini terakhir kalinya ia memberikan hal ini pada Bing Bing. Wang Nuo berbalik dan meninggalkan Bing Bing. Bing Bing berteriak. Ia juga nggak mau ketemu dengannya. Wang Nuo…narsis yang penuh delusi! 
Wang Nuo masuk ke ruangannya dan pribadi duduk. Yi Leng ada di sebelahnya lagi bikin kopi. Wang Nuo bertanya padanya, apakah ada jenis perempuan yang akan memikirkan ribuan cara untuk mendekatiya? Yi Leng duduk di hadapannya dan  menanyakan siapa yang Wang Nuo bicarakan? Penguntit? Dia tiba mengganggunya lagi? Wang Nuo merasa terganggu. Yi Leng hanya geleng-geleng. Ia merubah posisi duduknya. Ia bertanya pada Wang Nuo. Pernah nggak, wang Nuo secara semestinya dan secara normal punya pacar? 
Wang Nuo menanyakan maksud “secara normal” ,yang Yi Leng maksud. Yi Leng merasa Wang Nuo hanya punya sedikit pengalaman “secara normal”,  maksudnya…hal-hal yang memestinya menyerupai makan bersama, dalam artian makan malam romantis begitu. Nonton bioskop, berkencan, dan sebagainya dalam tanda kutip. Wang Nuo menirukan Yi Leng dalam menyebut sebagainya dengan tanda kutip menggunakan dua jarinya. Yi Leng pikir ia nggak mau? Hanya saja, setiap kali ia berkencan dengan seseorang, sehabis beberapa waktu, orang itu akan menghilang dan minta putus. 
Yi Leng menunjuk-nunjuk Wang Nuo. Nah, itu! Yi Leng menarik kursinya menjadi lebih bersahabat dengan Wang Nuo. Wang Nuo mungkin punya masalah. Di dikala sehabis berkencan cukup lama, Yi Leng mengambil mainan ayam dan membunyikannya di depan Wang Nuo sambil bilang, orang itu tampaknya nggak sanggup menerimanya. Wang Nuo menyampaikan bahwa masalahnya sebelum orang itu mengetahui masalahnya, relasinya udah berakhir, sambil membunyikan mainan ayam itu ke muka Yi Leng. 
Xiao Fang Yang lagi tidur di daerah tidur susun diatas Ah Bo tiba-tiba bersuara. Ia metasakan duduk masalah terbesar Wang Nuo. Masalahnya yakni ia terlalu jujur dan blak-blakkan. (Yup, saya juga merasa begitu). Apa Wang Nuo tahu? Wanita tuh nggak suka mendengar kebenaran. Yi Leng mengangguk. (Aku juga ngangguk. Tapi bukan berarti perempuan suka di bohongin, ya!). Ah Bo menambahi kalo duduk masalah terbesar Wang Nuo yakni ia terlalu dingin. Wanita kini suka laki-laki yang hangat. Wang Nuo ngeles kalo bumi udah memanas. Terlalu hiperbola untuk laki-laki “hangat”. 
Xiao Fang bangun dan turun dari daerah tidur. Ia mengangkat kedua tangannya dan berkata, kini waktunya ia untuk muncul, laki-laki baik yang telah tersembunyi. Wang Nuo dan Yi Leng sama-sama melemparinya dengan mainan. Xiao Fang menangkap mainan ayam dan membunyikannya. 
Wang Nuo dan Bruce minum di tempatnya Ah Meng. Bruce mengaku selalu berpikir ia akan menikahi Wang Min. Wang Nuo juga tadinya berpikir Bruce akan jadi calon abang iparnya. Bruce tersenyum. Ia bertanya pada Wang Nuo, apa menjadi setia udah nggak tren lagi? Wang Nuo menatap Bruce. Ia mengingatkannya, kalo ia yakni dokter andal kandungan, bukan psikolog dan bukan andal tren. Bruce menekankan kalo Wang Nuo kan ada di Departemen kebidanan. Ahli kandungan harusnya mengerti perempuan dengan baik, dong??? Wang Nuo mempersempit, hanya pada sistem reproduksi. Nggak termasuk alien juga. Seperti andal ginjal yang hanya tahu soal mengompol, dan nggak tahu wacana korelasi s*ksual. 
Sejujurnya Bruce merasa kalo perempuan tuh berasal dari planet lain. Bruce mengangkat gelasnya dan mengajak Wang Nuo bersulang. Habis itu ia menanyakan gimana korelasi antara Wang Nuo dan Ai Zhen. Wang Nuo nggak menjawab. Malas. Bruce meledeknya. Yang bener aja, semua orang yang punya mata niscaya tahu kalo Ai Zhen sangat mengasihi Wang Nuo. Gimanapun juga, kalo Wang Nuo nggak ada rasa, ia harus beritahu semenjak awal. Emang, sih terasa kejam, tapi sakit sebentar lebih baik dari pada sakit berkepanjangan. Lihat aja Bruce dan kakaknya, Bruce udah tahu kalo hati kakaknya Wang Nuo nggak bersamanya. Gimanapun Bruce menolak melihat kenyataan. Dan hasilnya kini ia menyerupai ini. 
Wang Nuo bertanya apa salah kakaknya? Apa yang terjadi antara mereka berdua? Bruce mengambil nafas panjang. Ia mau bilang, tapi kayaknya masih ragu. Sejujurnya, alasannya kembali yakni selain bekerja sebagai profesor tamu di Kaili, ia ada alasan lain. Wang Nuo mengangguk, menyerupai siap mendengar kisah Bruce. Mungkin apa yang ingin Bruce katakan yakni sesuatu yang rahasia. Ia akan membisikkannya di indera pendengaran Wang Nuo, tapi tiba-tiba Ah Meng memanggilnya. Ah Meng membawa minuman untuknya. Ia mentraktir makanannya untuk menyambut kedatangannya. Bruce berterima kasih kemudian mengajak Ah Meng untuk bersulang. Ah Meng gres pergi dikala ada orang yang memanggilnya. Ah Meng mendatangi orang itu tapi sebelumnya ia berpesan semoga Bruce dan Wang Nuo santai aja. 
Bruce lega Ah Meng meninggalkan mereka. Ia melihat Wang Nuo. Bruce memberi instruksi semoga Wang Nuo mendekat dan ia sanggup membisikkan alasannya. Wang Nuo mendengarnya dengan serius. Matanya bahkan hingga membelalak. Apa Bruce yakin? Bruce mengangguk pelan, menyerupai orang yang kehilangan kepercayaan diri. Ia ngasih tahu Wang Nuo, itu…suatu dikala ia melihat abang Wang Nuo dan laki-laki itu di rumahnya…jadi… Bruce nggak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya. 
Wang Nuo mengambil minuman dan menuangnya di gelas milik Bruce. Ia tahu itu sangat serius. Ia ngajak Bruce untuk bersulang. Jadi… Bruce ingin bertanya pada Wang Nuo, apakah ia sanggup mencarikannya dokter yang bagus? Dan Bruce ingin memastikan kalo itu rahasia. Wang Nuo meyakinkan Bruce semoga nggak perlu khawatir. Sebagai seorang dokter, memegang belakang layar pasien sudah jadi suatu keharusan. Ia akan melaksanakan yang terbaik untuk membantu Bruce. Bruce berterima kasih pada Wang Nuo dan mengajaknya minum lagi.  
Ayah Ai Zhen mendatangi kamar anaknya. Ia terkejut alasannya Ai Zhen masih bekerja padahal udah larut malam. Ai Zhen pribadi menutup laptopnya dan menghampiri ayahnya yang udah duduk di sofa. Ia bertanya ada apa, presdir Ren? Ayah bertanya pada Ai Zhen ada apa dengan Wang Nuo? Ai Zhen malah nggak ngerti arah pembicaraan ayahnya. Ayah bertanya kenapa tiba-tiba Wang Nuo ingin pergi ke Kamboja untuk membntu kelahiran? Ai Zhen tahu wacana itu? Ai Zhen nggak ngerti. Ayah menjelaskan maksudnya gimana dengan pernikahannya? Ai Zhen berusaha menjelaskan kalo ia dan Wang Nuo hanya… Ayah memotong dan bertanya berapa usang waktu yang di butuhkan untuk menikah dan melahirkan anak? Ayah minta semoga dipercepat dan minta segera di berikan cucu. Habis itu ayah pamit. Ia melarang Ai Zhen lembur kelamaan. Ai Xhen menatap kepergian ayahnya.
Flashback…
Ai Zhen berdiri disamping Wang Nuo. Wang Nuo memintanya untuk menjadi pengantinnya di masa depan. Ai Zhen kecil mengangguk.
Flashback end…
Ai Zhen berdiri di jendela menatap keluar. Ia merasa ayahnya nggak tahu….ia udah menunggu selama 15 tahun. 
Bing Bing hingga di tempatnya Ah Meng. Di luar sedang hujan. Ah Meng menyuruhnya cepat masuk dan bantu dia. Ia sangat sibuk. Bing Bing tahu, ia mengerti. Bruce melihat Bing Bing dan menyapanya. Ia sudah datang? Kebetulan sekali. Bing Bing tersrnyum tapi dikala melihat orang yang ada di samping Bruce yakni Wang Nuo, senyumnya perlahan memudar. Bruce menyadarinya, oh, si penguntit? Bing Bing menguntit Wang Nuo? Bing Bing menjawab enggak. Dia tiba untuk Ah Meng. Bruce nggak tahu kalo mereka masih saling berhubungan. Bruce ngajak Bing Bing untuk duduk bergabung dengannya. 
Wang Nuo yang seolah nggak sepakat menarik kursi didepannya dengan menggunakan kakinya. Bing Bing menyadari hal itu dan menyampaikan nggak papa. Tapi…ia ingin bertanya sesuatu pada Bruce. Bruce nggak masalah, apa? Bing Bing nyuruh Bruce mendekat. Bruce melihat Wang Nuo dab ia tahu Bung Bing nggak nyaman dengannya. Bruce berdiri dan menghampiri Bing Bing. Wang Nuo tampak mengawasi dengan tatapan nggak suka. Bruce bertanya apa? Bing Bing bertanya dikala Bruce mengajar di Kaili, bolehkah ia berguru di sana? Bruce memperbolehkan. Tentu aja. Tapi Bruce merasa Ding Chu Chu mungkin akan bermasalah dengannya. Kalo ia oke, maka Bruce nggak ada masalah. Bing Bing mengaku udah usang menunggu datangnya hari ini. 
Bruce tersenyum sambil menatap Wang Nuo. Ia menepuk bahu Bing Bing sambil menasehatinya semoga nggak menciptakan Wang Nuo berpikir kalo ia menguntitnya. Bing Bing nyinyir. Dia merasa Wang Nuo hanya menciptakan kesimpulan sendiri. Bing Bing nggak mau berurusan dengannya. 
Bing Bing memanggil gurunya dan memberikannya minuman. Jarang jarang ia ada di Taiwan. Bruce mengangkat gelas pemberian Bing Bing. Bisa bekerja dengan muridnya sendiri yakni suatu pengalaman yang langka juga. Cheers! Bing Bing juga mengangkat gelasnya. Saat ia mau meminumnya tau-tau Wang Nuo tiba dan merebut gelasnya. Hey, itu kan minumannya. Wang Nuo meminum semua isinya hingga habis. Alkohol hanya untuk mereka yang sanggup minum. Dia nggak sanggup minum. Bruce menegur Wang Nuo. Dia sedang apa, sih? Wang Nuo hanya sekedar memberikan pasiennya peringatan. 
Pasien? Bing Bing melotot melihat Wang Nuo. Bruce bertanya Bing Bing sakit? Kenapa ia sakit? Wang Nuo berkata enggak. Di samping menjadi peguntit, ia merasa nggak perlu berkata apa-apa lagi. Ia menatap Bruce dan bertanya apakah ia lupa bahwa dokter harus menjaga kerahasiaan pasiennya? Bruce merasa tersindir. Ia membenarkan. Wqng Nuo pergi. Bruce meminum minumannya kemudian memberikan gelasnya pada Bing Bing. Bruce berjalan menuju Wang Nuo sambil menyampaikan rahasia, rahasia. Bing Bing merasa Wang Nuo lah yang punya masalah, bukan dirinya. 
Wang Nuo berjalan pulang menuju hotel. Bing Bing juga berjalan di belakangnya. Tiba-tiba Wang Nuo berhenti dan berbalik. Wang Nuo memperingatkan Bing Bing semoga nggak mengikutinya terus. Bing Bing tersinggung. Wang Nuo nih g-r banget. Ini jalan satu-satunya menuju hotelnya dan rumahnya. Siapa yang mengikutinya? Wang Nuo merasa lebih baik begitu. Kalo enggak, ia bakal nyewa pengawal buat mencegah Bing Bing dari mendekatinya.
Bing Bing maju. Malahan seharusnya ia yang harusnya curiga. Wang Nuo terus muncul di dalam hidupnya. Dia, kan yang selalu mengikutinya? Gimana kalo Bing Bing yang jalan di depan dan Wang Nuo mengikutinya? Bing Bing berjalan melewati Wang Nuo sambil menggerutu. Konyol. Nggak sengaja Bing Bing menjatuhkan sesuatu. Wang Nuo memanggilnya. Bing Bing berhenti dan berbalik. Wang Nuo mengambil kunci Bing Bing dan memberikannya. Bing Bing bertetima kasih dan mau mengambilnya. Wang Nuo udah hampir memberikannya tapi nggak jadi. Ia nggak peduli Bing Bing mau pergi kemana tapi ia minta menjauhlah darinya. Habis itu Wang Nuo memberikannya. Bing Bing memakinya brengs*k. 
Di hotel Kelly, Bruce lagi serius menciptakan kue. Bing Bing mengintip dari balik pintu. Bing Bing melihat Bruce masih menggunakan hadiah darinya. Ia ingat duu Bruce sangat senang menerimanya dan akan selalu memakainya. Bing Bing terus menatap Bruce hingga pipinya jadi merah. ‘Ini yakni kebahagiaan menemukan pasangan jiwa’
Liputan Bruce yang waktu itu udah muncul di TV. Bruce menyampaikan dalam wawancaranya, “semacam perasaan puitis, santai dan romantis dari Kyoto. Semua orang akan menyukainya”. Chef Ding menonton program itu bersama para koki.  Penyiar gosip memberikan Humas Hotel Kai Li menyatakan, masakan epilog Bruce Li telah memicu gelombang gres dalam industri. Sulit untuk mendapatkan reservasi untuk teh betkualitas restoran. Pelanggan yang nggak mendapatkan reservasi hanya sanggup tiba mencoba keberuntungan mereka pada lain hari. Chef Ding mematikan TV-nya. 
Bing Bing tiba dan berseru pada semua orang, ia membelinya. Bing Bing memberikannya pada Xiao Lu dan Ga Bang. Chef Ding menoleh ke arah mereka. Mereka bertiga memakannya dan sangat terkesan dengan rasanya. Bing Bing memujinya sebagai seb7ah karya seni. Ga Bang malah memuji, meskipun itu rata-rata tapi tetap lebih yummy dari yang di buat loleh Ah Xin. Bing Bjng menegurnya, ia bicara apa, sih? Ga Bang mengaku bicara yang sebenarnya. Ah Xin lewat dengan sengaja menabrak Ga Bang. Dia duduk di sebelahnya. Ga Bang berkata kita seharusnya meningkatkan moral kita dan memadamkan kehebatan pihak lain. Menurut Bing Bing itu yummy sekali dan pendapatan hotel juga meningkat. 
Chef Ding berdiri dan mengibaskan celemeknya. Ia bertanya pada Bing Bing apa resep untuk saus belut panggang. Bing Bing menjawab kecap, minyak, cuka jepang, anggur dan gula. Chef berkata Bing Bing tahu tapi gimana sanggup berbeda dengan rasa keluarga Wang? Bing Bing menoleh ke teman-temannya tapi nggak ada yang tahu. Chef tersrnyum sambil menyebut namanya. Ia punya misi untuknya. 
Bing Bing sedang berada di pinggir danau bersama dengan ayah Wang. Ia akan memukul kayu menggunakan kapak. Ayah Wang menghentikannya. Mengenai pekerjaan tangan ini, biar ayah aja yang melakukannya. Ayah merebut kapak yang ada di tangan Bing Bing. Ayah membelah kayu itu dengan sekali pukul. Bing Bing sangat terkesan dan memuji bos hebat sekali. Ia membelahnya hanya dengan satu ayunan. Ayah menyampaikan api arang haruslah api arang. Detil nggak pernah boleh di kompromi. Kalo nggak, gimana sanggup di sebut rasa legendaris keluarga Wang? Bing Bing tersenyum ia bertanya dikala ayah menciptakan saus keluarga Wang, apakah Bing Bing sanggup berdiri di sampingnya dan menjadi asistennya? Ayah bilang nggak menciptakan begitu banyak. Kenapa butuh asisten? 
Ayah berjalan meninggalkan Bing Bing dan menghampiri ayah Ai Zhen. Ayah Ai Zhen menyampaikan kalo sebagai seorang ayah, ayah Wang ngggak ada gunanya. Ayah Ai Zhen nyuruh ayah Wang buat bicara pada puteranya tapi bergumam pun nggak berani. Ayah Wang tersenyum dan meletakkan gelasnya di atas meja. Ia meremehkan ayah Ai Zhen, seolah ia yang paling hebat aja. Ai Zhen-nya mendengarkannya setiap saat, ya? Ayah Wang menuang minuman di gelas ayah Ai Zhen. Ia akan memberitahunya. Ayah Wang berpikir alasannya Wang Nuonya tipe orang yang pasif, lalu…masalah ini butuh kemajuan, mungkin butuh pihak lawan yang beribnisiatif. 
Ayah Ai Zhen pribadi menatap ayah Wang. Apa maksudnya? Putranya pasif. Karena itu putrinya harus agresif? Ayah bertanya kalo nggak? Sebenarnya ayah Ai Zhen mau jadi besan apa enggak? Ayah Ai Zhen tertawa, tapi nggak menindas orang juga. Ingin perempuan yang agresif? Yang bener aja! Apa-apaan? ayah Wang bilang itu di sebut mengambil keuntungan. Itu disebut stategi. 
Ayah Wang dan Bing Bing ada di tepi kolam. Ayah mengukur suhu air kolam. Ayah memberitahu Bing Bing kalo suhu air kolam harus di atas 10° c barulah belut akan makan. Belut hanya akan tumbuh dikala berada di 25°c. Ayah bergantung pada suhu untuk mencari nafkah. Bing Bing memuji belut ayah gemuk dan segar. Bing Bing nggak nyangka pengetahuannya begitu besar. Ayah Wang benar-benar hebat. Dan lagi-lagi Bing Bing memberikan diri untuk menjadi asistennya dikala menciptakan saus keluarga Wang. Bing Bing kisah waktu ia kecil, ia berguru memasak nasi goreng dari istrinya. Ia merasa punya pertaliab dengan saus keluarga Wang. Ayah bertanya gimana sanggup Bing Bing memasak nasi goreng dari istrinya? 
Flashback…
Bing Bing kecil memperhatikan ibu Wang Nuo yang sedang memasak nasi goreng. Di depan mereka ada Wang Nuo yang duduk sambil melihat ibunya memasak. Setelah memasukkan nasi, bibi mengambil saus. Ia memberitahu Bing Bing kalo saus kabayaki itu yakni salah satu jiwa dari nasi goreng. Ibu menuangkan saus itu ke dalam nasi gorengnya.
Flashback end…
Bing Bing tersenyum sambil menceritakan kenangannya. Ayah merasa nggak nyangka Bing Bing ounya pertalian menyerupai itu dengan istrinya. Mereka nggak pernah menurunkan resep nasi goreng keluarga Wang pada siapapun. Benarkah? Tapi istrinya sangat bersemangat dikala mengajarinya waktu itu. Tapi sehabis perjamuan, Bing Bing nggak pernah lagi melihat istri ayah.  Ayah menyampaikan pada Bing Bing kalo istrinya meninggal tahun lalu. Tadinya ia kira nggak akan pernah sanggup makan nadi goreng keluarga Wang lagi. Nggak nyangka Bing Bing akan muncul, bahkan mengingat segalanya dengan begitu jelas. Bing Bing terkejut istri ayah udah nggak ada lagi. Ayah mengangguk. Sekarang hanya ia satu-satunya. Yang mengurus kolam belut itu. 
Bing Bing menanyakan anak laki-laki ayah. Bing Bing ingat ketika nyonya bos mengajarinya bagaimana menciptakan nasi goreng dikala itu, ada seorang anak laki-laki yang membantunya di belakang. Namanya…saperti sangat arogan. Dia di panggil  Wang…Wang Zhen? Tebak ayah. Bing Bing membenarkan. Dia paling suka bilang Wang tahu. Iya Wang Zhen. Bing Bing tuba-tiba jadi ingat Wang Nuo. Wang Zhen? Wang Nuo? 
Ayah tersenyum. Ia menyampaikan kalo Wang Zhen juga udah nggak ada. Saat berumur 15 tahun, ia dibawa pergi ileh laut. Sampai kini ia masih belum juga kembali. Ayah menghela nafas. Bing Bing meminta maaf. Ia tampaknya srlalu mengingatkan ayah wacana sesuatu yang sangat menyakitkan. Ayah mengusap wajahnya dan menyampaikan nggak papa. Ayah bangkit. Manusia akan selalu terluka. Mereka akan selamanya berada di hatinya. Selain itu, ayah masih punya seorang putri. Ayah ngasih tahu Bing Bing kalo Wang Zhen juga punya seorang abang kembar, seorang dokter di Taipei. Bing Bing tersenyum. Dokter yang ayah bicarakan …bukan dokter ginekolog, Dr. Wang Nuo, kan? Ayah tertawa, Bing Bing juga dengar? Dia sangat luar biasa, kan? Dia nggak tertarik dengan kolam ikannya sendiri. Dia nggak mendukung nasi goreng yang dibentuk menggunakan saus Wang keluarganya. Bing Bing tersenyum sambil mengangguk. 
Wang Nuo berbaring di daerah tidurnya. Begitu bel berbunyi, ia pribadi bangun dan membuka pintu. Seorang pelayan membawakan pesanannya. Itu yakni nasi goreng yang dibentuk khusus oleh dapur mereka sesuai dengan deskripsinya. Wang Nuo mengambil uang dari dalam dompetnya. Ia minta tolong pada Harry semoga nggak ngasih tahu siapapun kalo ia memesan nasi goreng itu. Harry mengerti. Ia berterimabkasih dan memberikan nasi gorengnya pada Wang Nuo. 
Wang Nuo meletakkan nasi girengnya di meja dan bersembunyi di balik pintu sambil melihatnya. Ia berjalan mendekat dan membuka tutupnya dengan takut-takut. Wang Nuo duduk dan memperhatikan penampilan dari nasi goreng itu. Ia mengambil sendok dan makan sesuap. Setelah tahu rasanya, ia pribadi meletakkan sendoknya. 
Wang Nuo menjatuhkan diri di daerah tidur. Ia merasa itu nggak benar. Perbedaannya terlalu besar. Mungkinkah ia berimajinasi? Itu terlalu nggak ilmiah. Wang Nuo menggeleng-gelengkan kepalanya. Terlalu nggak ilmiah. Mungkinkah berkaitan dengan Wang Zhen? Itu benar-benar hanya sebuah kenangan dan nggak sanggup kembali lagi. Wang Nuo mengambil bantalnya dan menggunakannya untuk menutupi wajahnya. 
Bing Bing lagi menciptakan saus keluarga Wang. Tapi ia merasa ada pecahan yang salah. Satu bumbu hilang. Tiba-tiba Bruce tiba dan menyarankannya untuk menambahkan tulang belut panggang yang udah di hancurkan? Bing Bing tersenyum sambil memanggilnya guru. Bruce berjalan mendekati Bing Bing. Ketika ia di Jepang, ia melihat chef lain menggunakan metode itu. Sausnya tiba-tiba…bangun. Kenapa ia nggak mencobanya? Bing Bing mengangguk setuju.
Bing Bing mulai aben belut. Bruce menumbuk belut yang udah di bakar tadi dan memcampurnya menjadi saus. Setelah jadi mereka pun mencicip. Bruce tersenyum menatap Bing Bing. Bing Bing merasa rasanya jadi sedikit lebuh rumit. Tapi itu bukan menyerupai saus keluarga Wang, alasannya saus keluarga Wang akan terasa manis sehabis memakannya. Bruce menghiburnya semoga nggak merasa kecewa. Makanan yang baik membutuhkan waktu yang lama. Seperti bagaimana beberapa hal yang di takdirkan untu terjadi. Ketika hal lainnya hanya terjadi dengan mempelajarinya dari kesalahan kita. Bruce meminta Bing Bing untuk mencoba lagi. Bing Bing niscaya sanggup membuatnya dengan baik. Bing Bing tersenyum dan mengangguk. Bruce memberikan sendiknya pada Bing Bing dan keluar. Saat hingga di pintu, Bruce berhenti dan berbalik. Ia mengambil Bing Bing. Ia berpesan semoga lain kali Bing Bing jangan mengintipnya dari balik pintu. Masuklah ke dapur dan Bruce akan mengajarinya. Bing Bing senag bukan main mendengarnya. 
Bruce tiba ke rumah sakit. Ia berkonsultasi dengan dikter yang di rekomendasikan oleh Wang Nuo. Bruce tampak malu. Apalagi di sebelahnya ada perawat wanita. Ia hingga menggunakan kacamata hitam segala. Dokter menyampaikan kalo di malam hari, hasil tes ereksi p*n*s Bruce semuanya normal. Bruce menyampaikan kalo di Jepang hasilnya juga sama. Dokter menduga kalau bukan alasannya duduk masalah fisiologis, maka itu psisiologis. Dokter menyarankan untuk merujuknya ke psikiater. Bruce menolaknya. Ia nggak ingin merepotkannya. Bruce nanya iya… Ini…apa dokter Wang memberitahunya untuk merahasiakan ini? Dokter menyampaikan kalo ia udah dikasih tahu. Jangan khawatir. Itu merupakan tanggung jawab seorang dokter. 
Bruce meninggalkan ruang dokter dan nggak sengaja berpapasan dengan Yi Leng di pintu. Yi Leng merasa menyerupai kenal. Ia masuk dan bilang kak Zhan, memperlihatkan bahwa ia sanggup membeli masakan pencuci verbal yang kreatif dari hotel Kai Li. Tapi rupanya di meja udah ada masakan menyerupai miliknya. Yi Leng menanyakan kapan mereka berbaris. Yi Leng kemudian menyadari bahwa orang yang tadi berpapasan dengannya tadi yakni Bruce Li? Dokter mengangguk. Ah, pantas Yi Leng merasa ia sangat familiar. Tiba-tiba Yi Leng merasa ingin tahu kenapa Bruce tiba ke departemen Urologi? Ada apa dengannya? Yi Leng mau melihat catatannya tapi dokter buru-buru menutupnya dan bilang rahasia. Yi Leng merasa ia pelit banget. Ia nggak akan membagi pencuci verbal itu dengannya. 
Bruce bicara dengan Wang Nuo. Ia mengaku sanggup melakukannya di masa lalu. Kakaknya sanggup menjadi saksinya. Bruce sanggup melakukannya setiap hari. Tapi kenapa kini nggak bisa? Wang Nuo melarang Bruce terlalu banyak membebani diri. Terkadang terlalu banyak stres mengakibatkan dampak yang berlawanan. Bruce mengaku udah berkonsultasi wacana penyakitnya di Jepang. Ia bahkan ingin pergi ke Amerika untuk mengunjungi beberapa dokter terkenal. Tapi hasilnya masih tetap sama. Bruce merasa kehilangan kepercayaan dirinya. Wang Nuo memberi opininya, sanggup jadi Bruce belum menemukan seseorang yang menyentuh hatinya. Wang Nuo menanyakan apakah ada orang yang menyentuh hatinya sehabis Bruce berpisah dengan kakaknya? Bruce menggeleng. 
Wang Nuo tahu. Itulah kenapa. Wang Nuo percaya Bruce niscaya nggak mempunyai permasalahan psikologis apapun. Ketika Bruce ketemu sama seseorang yang ia suka, contoh pikirnya akan berubah secara otomatis dan ia akan baik-baik aja. Wang Nuo menepuk bahu Bruce. Bruce tersenyum. Ia menyentuh kepala Wang Nuo dan mendekatkannya pada kepalanya. Bruce merasa tanpa Wang Nuo, ia sungguh nggak tahu gimana menghadapi permasalahan itu sendirian. Nggak jauh dari sana ada Ah Bo dan Xiao Fang yang menyaksikan kedekatan antara Wang Nuo dan Bruce. Setelah itu Yi Leng lewat juga melihatnya. Bruce memeluk Wang Nuo. Tapi terdengar bunyi dari perut Wang Nuo. Rupanya itu yakni mainan ayam yang Wang Nuo simpan dalam saku. Mereka saling bercanda kemudian beranjak. 
Ah Bo bertanya pada Xiao Fang, apakah ia pikir mereka cocok satu sama lain? Mereka sangat cocok satu sama lain dan terasa sangat aneh. Xiao Fang mengiyakan, sedikit. Ah Bo kemudian bertanya pada Yi Leng, ia yang mengenalnya lebih lama, apakah ia pernah melihatnya bersama seorang pacar? Setahu Yi Leng, selain Ai Zhen nggak ada lagi. Xiao Fang menyahut. Ia tahu kalo Ai Zhen bukan pacarnya. Ah Bo nanya gimana ia sanggup tahu? Xiao Fang mengaku kalo ia dikasih tahu sendiri oleh Wang Nuo dan ia sangat yakin akan hal itu. Ah Bo tersenyum. Ia udah menarik kesimpulan. Kayaknya udah sangat jelas. 
Yi Leng menatap dua temannya. Apa mereka pikir Wang Nuo suka laki-laki? Ah Bo dan Xiao Fang kompak mengangguk. Banyak suster yang akan menangis. Xiao Fang merentangkan tangannya. Ia nggak akan menangis. Kalo ia nggak akan pergi ke neraka, siapa yang mau? Biarkan ia yang menanggung beban ini. Ah Bo dan Yi Leng malas mendengarnya. Ia pergi meninggalkan Xiao Fang yang sedang asik menghayal. 
Yi Leng lagi makan camilan manis sambil menatap ponselnya. Wang Nuo masuk. Yi Leng memanggilnya. Ia ingat kalo Bruce Li yakni pacar kakaknya. Gitu, kan? Wang Nuo membenarkan. Di masa lalu. Yi Leng senang. Ia kemudian berdiri dan menghampiri Wang Nuo. Ia minta bantuannya untuk masuk ke pesta pencuci verbal Bruce. Yi Leng memperlihatkan ponselnya pada Wang Nuo. Bruce sanggup menimbulkan pencuci verbal jadi sebuah seni. Pencuci mulutnya punya banyak lapisan rasa, jenius sekali. Yi Leng pikir… Wang Nuo teringat tiket yang ada di sakunya dan memberikannya pada Yi Leng. Dia seneng banget dan menciumi tiket itu. Ia berterima kasih dan memeluk lengan Wang Nuo. Ia sangat mencintainya. 
Wang Nuo duduk sambil meminum air putihnya. Yi Leng bilang ia mungkin nggak punya laki-laki dalam hidupnya tapi ia nggak sanggup apa-apa tanpa pencuci mulut. Wang Nuo bertanya gimana sanggup laki-laki di gantikan dengan pencuci mulut? Yi Leng duduk di samping Wang Nuo. Baginya pencuci verbal nggak akan mencuranginya, mengganggunya, menghianatinya dan akan selalu memberikannya rasa senang yang manis. Wang Nuo membenarkan. Dan disaat yang sama membawa Yi Leng pada kalori dan kolesterol. Yi Leng membalas ketika Wang Nuo nggak peduli dengan apa yang laki-laki pikirkan, apa salahnya dengan sedikit tembem. Yi Leng mengambil kuenya lagi. Nggak duduk masalah selama ia bahagia. Ia sengaja memakannya di depan wajah Wang Nuo. 
Wang Nuo menyampaikan kalo Yi Leng berpengaruh dalam pekerjaannya. Ia punya uang, rumah dan mobil. Kalo ia punya laki-laki yang hebat, Allah niscaya iri padanya. Yi Leng menatap wajah Wang Nuo. Apa salahnya kalau hidup dengan sempurna? Apa Yi Leng pikir itu mungkin? Wang Nuo membeli rumah dan pemilik sebelumnya tinggal di sana menolak untuk pergi. Yi Leng teringat akan sesuatu. Ia ngasih tahu Wang Nuo wacana orang yang memposting videonya di internet. Wang Nuo memujinya yang punya banyak informasi ketimbang dirinya. Apa itu Gao Bing Bing? Yi Leng menjawab bukan. Dia yakni seorang suster di departemen operasi. Dia ada di kafetaria gaya Jepang kemarin. Dia mempostingnya buat lucu-lucuan aja. Yi Leng nggak mengharapkannya jadi begitu serius. Wang Nuo meminum airnya sambilberkata dalam hatinya bahwa ia telah menciptakan kesalahan wacana Gao Bing Bing. 
Ponsel Wang Nuo berbunyi. Itu dari sekretaris ketua. Yi Leng menduga mungkin aja ia ingin membicarakan wacana ini. Wang Nuo mengangkatnya. Ti Leng menepuk bahu Wang Nuo seolah ingin memberinya kekuatan. Wang Nuo menjawabnya kemudian bangkit.
Wang Nuo pulang ke rumahnya.  Rumahnya masih berantakan. Ia kemudian menelpon Xiao Zhang. Ia benar-benar nggak sanggup nunggu lagi. Kalo ia nggak pindah, Wang Nuo berencana untuk menelpon polisi untuk menyelesaikannya. Wang Nuo masuk ke kamar pemilik rumah sebelumnya dan mendapati orang itu lagi tidur. Wang Nuo mencoba memanggilnya tapi nggak ada jawaban. Wang Nuo kembali pada orang di telpin. Ngasih tahu kalo ia ada di rumah. Wang Nuo akan bicara padanya. Wang Nuo mendekati orang itu dan terkejut ketika tahu kalo ia yakni Gao Bing Bing. Makara pemilik sebelumnya yakni dia. Wang Nuo hanya busa geleng-geleng. Ia mencoba membangunkan Bing Bing. Tapi yang terjadi malah Bing Bing menariknya  dan menciumnya. 
Bersambung…
Komentar:
Wooo…adegan yang terakhir cukup bikin deg-degan, ya. Gimana nanti reaksi Bing Bing dikala ia terbangun. Secara ia melaksanakan hal itu dalam keadaan tengah tertidur. Mungkin lagi mimpiin Bruce, ya.  
Ngomongin soal Bruce, nggak nyangka rahasianya yakni wacana masalah…hmm pikir sendirilah…
Paling lucu dikala teman-teman Wang Nuo menyaksikan kedekatannya dengan Bruce. Mereka hingga menduga kalo Wang Nuo itu penyuka sesama jenis. Habisnya mereka pake program mendekatkan wajah segala, seakan-akan mau… Untung ini drama Taiwan bukan drama Thailand. 

Continue Reading

More in Uncategorized

  • Uncategorized

    Biodata Jung Yoo Jin

    By

    Biodata bintang film Hwang Sun Ah di Moorim School Biodata Jung Yoo Jin DETAIL PROFIL JUNG...

  • Uncategorized

    Biodata Han Ye Seul

    By

    Biodata bintang film Go Hye Rim di Madame Antoine Biodata Han Ye Seul DETAIL PROFIL HAN...

  • Uncategorized

    Biodata Sung Joon

    By

    Biodata pemeran Choi Soo Hyun di Madame Antoine Biodata Sung Joon DETAIL PROFIL SUNG JOON: Nama...

  • Uncategorized

    Biodata Jung Jin Woon

    By

    Biodata pemeran Choi Seung Chan di Madame Antoine Biodata Jung Jin Woon DETAIL PROFIL JUNG JIN...

  • Uncategorized

    Biodata Jang Na Ra

    By

    Biodata Jang Na Ra (Pemeran Drama One More Happy Ending) Demam drama Korea sampai ketika ini...

To Top