Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Todome No Kiss Episode 3-1

Araki Yuko

[Sinopsis] Todome No Kiss Episode 3-1

Di episode 3 ini sebuah rahasia telah terpecahkan mengenai si kissu onna. Otarou tidak lagi takut pada kissu onna, justru kali ini ia ingin memanfaatkan ciuman yang membuh itu untuk mengubah semuanya menjadi sempurna, sesuai keinginannya. Tapi tentu saja tak semudah itu mendapatkan ciuman dari gadis itu. Otarou benar-benar berusaha keras untuk merayu si kissu onna. 
Kazuma sendiri masih belum menyerah, ia terus ingin balas dendam pada Otarou yang mengkhianatinya. Sementara itu Takauji mulai terlihat meragukan, apakah beliau baik atau jahat?

 Sinopsis Kiss that Kills Episode 3

Otarou alias Eight/Eito (kayaknya mulai kini saya akan memanggil Otarou dengan Eito aja HAHAHAAHA) selamat dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Kazuma sebab si pengemis KAzunori. Ia sedang berada di rumah sakit dan dimintai keterangan oleh polisi.
Setelah Eito menuntaskan wawancaranya, ia berfikir mengenai si kissu onna alias Saiko. Ia kini sudah yakin 100% mengenai kemampuan Saiko dan tentu saja sifat liciknya kembali muncul. Ciuman Saiko itu sangat berkhasiat baginya.

Narasi Saiko membawa kita ke bencana 12 tahun yang lalu, ketika sebuah kapal pesiar tenggelam. Saiko ialah anak yang diselamatkan oleh Otarou dan Kota.
Hari itu, Saiko ada dikapal itu bersama neneknya. Ia menyampaikan ia hampir tak ingat apa yang sebetulnya terjadi ketika itu, yang ia ingat hanyalah 2 anak menyelamatkannya. Salah satu dari dua anak laki-laki itu hanyut terbawa arus, ia dan anak laki-laki satunya juga tenggelam. Dengan sedikit kesadarannya ketika ia tenggelam, ia menyampaikan dalam hati bila ia ingin kembali, ia sangat ingin kembali ke ketika sebelum kecelakaan itu.
Saiko sadar dari koma-nya 7 hari kemudian, orang-orang menyampaikan bila itu ialah keajaiban. Saiko memegang sebelah sepatu milik Kota dan ia selalu ingin tau bagaimana nasib 2 anak itu, tapi bila ditanya mengenai bencana waktu itu, Saiko selalu menjawab ia tak ingat, sebab ia takut.

saiko mengetahui mengenai kemampuannya mengembalikan waktu ketika ia duduk di dingklik SMP. Seorang anak laki-laki sobat sekelasnya menyatakan perasaan padanya. Saiko sangat bahagia dan menerimanya, 7 hari kemudian, mereka kissu di atap sekolah, tapi anak laki-laki itu meninggal dunia. Saiko tentu saja shock. Tapi beberapa detik kemudian ia juga meninggal dunia.
saiko kembali ke 7 hari sebelumnya, bersama anak itu, ketika anak itu menyatakan perasaan padanya. Anak itu tentu saja shock melihat Saiko di hadapannya, bencana terulang, sebab seingatnya tadi mereka kissu di atap.
Kemudian gosip menyebar di sekolah mengenai Saiko, bila mencium Saiko, mereka akan bermimpi aneh. Tentu saja yang menyebarnya ialah pacar Saiko.
Sejak ketika itu, Saiko mulai menghindari tatapan orang-orang disekitarnya.

Saiko bekerja di Night Delivery Service dan ketika malam natal, ia mendapatkan sampel lipstik warna merah, ia menggunakannya ketika bekerja.
Saiko yang sudah memutuskan menghindari orang lain, malam itu entah kenapa ia tak bisa mengabaikan seseorang.
Saat ia mengantarkan masakan ke klub Narcissus, ia sempat bertabrakan dengan Kazuma dan Kazuma menjatuhkan botol racun. Saiko mengetahui bila itu racun dan ia mulai khawatir. Ia rahasia mengikuti Kazuma dan  melihat KAzuma memasukkan racun itu ke botol minuman energi di loker seseorang.
Saiko kemudian melihat Eito meminum minuman energi itu dan Saiko benar-benar hanya ingin menolong Eito, makanya ia mengikuti Eito ke toilet.
Saat itu Saiko mencoba tersenyum semanis mungkin, tapi ternyata senyuman Saiko itu sangat menyeramkan, makanya ketika itu Eito takut, apalagi ketika Saiko mendekatinya dan menciumanya.
Setelah mencium Eito, Saiko masuk ke kamar mandi dan ia juga meninggal disana. Saiko tahu seharusnya ia tak melaksanakan itu, ia sudah bertahan untuk tak terlibat dengan orang lain selama ini, tapi entah kenapa ia malah menolong Eito.
Dan begitulah selama ini Saiko menyelamatkan Eito.

Eito sendiri masih memikirkan mengenai Saiko dan mulai mengingat-ingat kapan dan bagaimana pertama kali ia dicium oleh Saiko, hari dimana ia kembali selama ini. Eito berhasil mengambil kesimpulan bila ia akan kembali ke 7 hari sebelum ia dicium oleh Saiko.
Saat Eito sedang berfikir, tiba-tiba Kazuma masuk ke kamar inapnya dan mengancam Eito dengan pisau. Eito tentu saja ketakutan dan tak mengerti kenapa Kazuma melaksanakan itu padanya. KAzuma ternyata dendam pada Eito sebab Eito mengkhianatinya. Saat mereka bekerja di klub yang sama, Eito kesepakatan mengajaknya membuka sebuah klub, ia sangat bahagia dan percaya akan kesepakatan itu, tapi keesokan harinya Eito malah menghilang. Karena Eito melupakan kesepakatan itu, Kazuma jadi dendam padanya.
Eito meminta Kazuma jangan membunuhnya meski Kazuma menyampaikan bila ia sebetulnya ingin menolong Eito. Eito sangat kesal pada Kazuma dan malah menciptakan Kazuma semakin marah, sebab ia memanggil KAzuma gila LOL.

Untung saja manager Narcissus tiba menjenguk Eito jadi Kazuma sempat kehilangan fokus dan Eito memakai kesempatan itu untuk memukul Kazuma dan kabur.
Eito berteriak pada polisi yang berjaga diluar dan mereka pribadi mengejar Kazuma. Kazuma kabur lewat tangga darurat dan berhasil lolos. Ia kemudian menelpon Eito dan menyampaikan pada Eito bila tak ada gunanya Eito kabur, sebab ia tahu kebanyakan perempuan yang Eito kencani.
Eito meminta Kazuma mengalah dan menyampaikan bila ia tak bisa membalas perasaan Kazuma, jadi ia meminta Kazuma melupakannya.
Kazuma menyampaikan ia tak mungkin bisa melupakan Eito dan Eito murka banged, beliau berteriak, Kalau kau tak bisa melupakanku, mati saja sana sendiri!
Manager yang sedang berubaha menelpon polisi terkejut mendengar Eito yang marah-marah dan berbisik untuk tidak memancing Kazuma.
Kazuma sendiri menyampaikan bila ia tak bisa membunuh Eito maka ia akan merenggut sesuatu yang paling Eito inginkan.
Eito terkejut mendengarnya.

Eito kemudian mengajak manajer pergi bersamanya, untuk menyelamatkan gadis 10 milyar miliknya, ia tahu Kazuma sedang berusaha membunuh Mikoto.
Kazuma dan manager naik motor menuju kampus Mikoto. Eito tak lupa menelpon Mikoto untuk bertanya apakah Mikoto sedang bersama teman-teman dan jangan pergi sendirian. Mikoto tak mengerti kenapa Eito menyampaikan itu dan ia berkata bila ia bersama siapa itu bukan urusan Eito.
Mikoto meminta supaya Eito jangan menghubunginya dan ia tak mau menemui Eito lagi. Tapi Eito tak peduli dan menyampaikan bila ia akan segera menemui Mikoto.
Saat itu jalan sedang macet sebab perbaikan jalan, Eito kesal sekali.

Eito dan manager kesudahannya tiba di kampus Mikoto, mereka berselisih jalan dengan Takauji dan Hiroyuki.
Eito segera mencari Mikoto dan lega melihat Mikoto baik-baik saja. Saat itu Mikoto sedang jalan sendirian dan air mancur tiba-tiba hidup, Kazuma tiba dibelakang Mikoto dan Eito panik. Ia segera memanggil Mikoto dan berlari untuk menyelamatkan Mikoto tapi Kazuma sudah erat dengan Mikoto dan melukai wajah Mikoto.
Kazuma bahagia sebab ia berhasil melaksanakan sesuatu pada Mikoto, Eito menatap Kazuma dengan kesal. Michinari ada disana dan segera berlari menuju Mikoto, ia mendorong Eito yang juga ingin menolong Mikoto.

Eito ada di rumah sakit ketika ibu Mikoto, Takauji dan paman Takauji datang. Perawat ketika itu keluar dari kamar Mikoto dan menjelaskan bila Mikoto baik-baik saja, hanya saja Mikoto tak ingin menemui siapapun. Perawat tak bisa menyampaikan apa yang terjadi dan Eito menggantikannya bicara, menyampaikan bila wajah Mikoto terluka.
Takauji sangat murka mendengarnya dan ia tahu orang yang melaksanakan itu pada Mikoto ialah kenalan Eito dan tentu saja hal ibarat ini terjadi pada Mikoto sebab Eito terus mendekati Mikoto.
Ibu juga sangat murka pada Eito dan mencengkeram kerah jas Eito sebab sudah melaksanakan itu pada puterinya.

Takauji masuk ke kamar Mikoto dan Mikoto pribadi menyembunyikan wajahnya. Ia menyuruh Takauji keluar, tapi TAkauji malah makin mendekat pada Mikoto dan duduk di kawasan tidur.
Ia meminta maaf pada Mikoto sebab ia tak bisa melindungi Mikoto, seandainya ia ada disana bersama Mikoto, hal ibarat ini tak akan terjadi. Mulai kini ia akan bersama MIkoto.
Mikoto kesudahannya menunjukkan wajahnya pada Takauji dan menyentuh lukanya. Takauji menyentuh luka Mikoto dan mendekatkan wajahnya ke wajah Mikoto sehingga dahi mereka bersentuhan.  Takauji menyampaikan bila ia bahagia melihat Mikoto masih hidup. Sesulit apapun, ia ingin hidup bersama dengan Mikoto.
Mikoto tersentuh dan keduanya berpelukan. Mikoto menangis.
Eito menatap keduanya dari pintu dan ia kelihatan sangat kesal.
Ibu Mikoto menyuruh Eito pergi dan jangan mendekati puterinya lagi. Eito mengerti, ia membungkuk dan meninggalkan mereka. Ia berselisih dengan Marin dkk.
Eito sangat murka sebab hidupnya kacau gara-gara Kazuma, ia berjanji akan membalas dan mengubah semuanya.

Eito menemui perempuan sobat kerja Saiko untuk meminta alamat gres Saiko. Tapi temannya tak yakin sebab ia dengar Saiko sudah pindah rumah dan ia belum tahu kemana Saiko pindah. Eito kesal banged HAHHAHAHAHA.
Ia kesal sebab Saiko pindah dan nggak tahu kemana + si cewek itu bermanja-manja padanya dan Eito harus bersikap bagus pula XD

Tanggal 18 Januari, Eito mulai mencari alamat Saiko, ia pergi ke kawasan Saiko tinggal dulu. Ia berselisih dengan seorang perempuan yang berbahasa tagalog, lucu banged, si perempuan berfikir Eito mau menggodanya sebab Eito kelihatan ibarat host, padahal Eito cuma mau tanya alamat LOL.
Karena nggak tahu lagi kemana harus mencari Saiko, Eito memutuskan pergi ke apartemen usang Saiko untk mencari petunjuk. Dan lucunya, Saiko ternyata pindah ke depan kamar apartemen lamanya HAHAHAHHAHAHHA. Tentu saja Eito kaget banged melihat Saiko keluar rumah dari pintu dibelakangnya HAHAHAAHA.

Saiko mencoba hambar pada Eito tapi Eito terus mengikutinya. Meski Saiko cuek, Eito terus membicarakan duduk kasus ciuman yang dulu, ia tahu bila Saiko melihat ia meminum minuman energi yang ada racunnya, juga melihat ketika ia ditusuk dan didorong dan akan dibunuh oleh Kazuma, makanya Saiko menolongnya, jadi ia ingin kali ini Saiko menciumnya lagi, ia ingin menyelamatkan temannya yang menjadi korban Kazuma. Tapi Saiko sudah memutuskan  ia tak akan melakukannya lagi.
Eito menyampaikan bila Saiko sudah berulang kali melakukannya, bagaimana ia bisa menolak sekarang. Saiko tak mendengarkan jadi Eito menarik tangan Saiko.
Saiko menatap Eito dengan tajam, apa kau ingin mati? Bukankah tanganmu kebas ketika saya menciummu?

Eito terkejut dan melepaskan tangan Saiko. Saiko terus bertanya, kau menderita ketika tak bisa bernafas kan? Bila kau menciumku, kau akan mati.
Eito kelihatan agak takut, tapi ia menyampaikan bila ia akan hidup lagi. Saiko menyampaikan ia tak punya jaminan akan hal itu. Saiko mendekati Eito dan Eito jadi takut dan melangkan menjauh. Saiko menyampaikan pada kesudahannya Eito juga takut melakukannya. Saiko menyuruh Eito pergi dan ia meninggalkan Eito.
Eito berfikir sebentar, kemudian ia berlari menyusul Saiko dan menyampaikan ia akan melaksanakan apa saja demi uang. Eito pribadi mencium Saiko dan meninggal.
Saiko menatap Eito yang tergeletak ditanah dan memanggilnya menj*j*kan. Kemudian Saiko juga meninggal.

Eito kembali ke 7 hari sebelumnya, ketika ia masih ada di rumah sakit, ia bahagia ia masih hidup tapi kemudian ia shock sebab Kazuma datang. Kazuma mengancamnya dengan pisau sebab Eito masih hidup dan Eito berteriak, bila kau ingin mati, mati saja sendiri!
Eito kemudian ingat ia seharusnya tidak menyampaikan hal itu, ia malah masih sempat menyampaikan ia akan menarik kata-katanya lagi HAHAHAHHAHHA.
Kazuma menyampaikan Eito tak bisa menarik kata-katanya lagi dan mengancam akan membunuh orang yang diinginkan oleh Eito.
Saat itu manager tiba dan terkejut melihat Kazuma yang akan keluar dari kamar. Manager cukup kaget kenapa Eito membisu saja, Eito menyampaikan ia tahu tujuan Kazuma dan mengajak manager bersamanya.
Keduanya bersiap berangkat dengan memakai motor. Eito meminta manager mengambil jalan memutar sebab ada perbaikan jalan, manager bingung, tapi ia menurut.

Eito dan manager tiba lebih cepat dari ketika pertama ke kampus Mikoto dan ketika itu Takauji dan Hiroyuki gres mau keluar dari kawasan parkir, jadi Hiroyuki melihat Eito. Ia berfikir bila Eito niscaya akan menemui Mikoto lagi.

Eito berlari ke erat air mancur sebab ia tahu Mikoto ada disana, ia memanggil Mikoto. Mikoto kaget melihat Eito ada disana. Eito segera mendekati Mikoto dan Mikoto bertanya apakah Eito baik-baik saja, sebab ia melihat info mengenai Eito yang terluka.
Eito tak punya waktu dan mengajak Mikoto pergi dari sana, ia menarik tangan Mikoto ketika air mancur hidup, tandangan Kazuma sudah ada disana.
Kazuma berjalan dengan pisau ditangannya mendekati mereka,  Eito berusaha melindungi Mikoto.

Takauji dan Hiroyuki tiba di kawasan itu, mereka melihat dari jauh Kazuma yang membawa pisau. Michinari juga bergabung dengan mereka.
Eito dan Mikoto dalam bahaya, Kazuma mulai menyerang. Takauji dengan sigap mengambil kamus yang dibawa Michinari dan melemparnya ke arah Kazuma. Kamus itu mengenai tangan kazuma, pisaunya terjatuh. Kazuma terkejut. Saat ia akan mengambil pisaunya, Takauji sudah menginjaknya. IA menyuruh yang lain segera memanggil polisi, Hiroyuki mengerti. Michinari mengamankan Kazuma yang sangat kesal sebab rencananya gagal.
Takauji membantu Mikoto bangun sebab tadi ai terjatuh, sebab shock. Eito kesal sekali melihat Kazuma.

Di rumah sakit, ibu menemui Mikoto dan ia bahagia Mikoto baik-baik saja. Ia juga berterima kasih pada Takauji sebab sudah menyelamatkan Mikoto. Ibu ingin Takauji terus melindungi Mikoto dan Mikoto bahagia mendengarnya.
Eito menatap mereka dari jauh dan sangat kesal sebab kawasan Takauji itu harusnya menjadi tempatnya. Marin dkk tiba dan menyapa Eito. Nao bertanya apakah benar Kazuma menyerang Mikoto dan Eito membenarkan, untungnya KAzuma kini sudah ditahan.
Eito menatap kembali ke arah keluarga Mikoto dan bertanya siapa laki-laki yang selalu ada didekat Takauji. Mereka menyampaikan bila beliau ialah Tuan Ganji, sekretaris presdir, paman Takauji.
Eito mengerti, jadi beliau ialah paman Mikoto. Tapi Nao, Marin dan sobat satunya terdiam. Melihat reaksi mereka, Eito bertanya ada apa?
Nao hanya tersenyum dan menjawab bukan apa-apa..

Marin sedang menelpon ibunya ketika Eito tiba mendekatinya dan memanggilnya Mika. Marin terkejut sebab itu ialah rahasianya. JIka Eito mendekatunya dengan memanggil Marin’Mika/Mika-chan’ maka sudah niscaya Eito sedang mengancamnya sebab ia ingin mencari tahu perihal sesuatu.
Kali ini Eito ingin tahu kekerabatan dalam keluarga Namiki, siapa paman itu sebenarnya. Makara Marin menjelaskan bila paman itu ialah abang kandung dari ibu kandung Takauji. Takauji ialah anak yang diadopsi oleh keluarga Namiki.
Eito gres ingat lagi ketika pertama ke klub menunggang kuda, ia mendengar pembicaraan antara Mikoto dan ibunya. Eito kemudian tahu apa yang sebetulnya terjadi disini.

Takauji kemudian menemui Eito dan Marin meninggalkan mereka. Takauji meminta supaya Eito tidak mendekati Mikoto lagi. Ia tahu bila Eito mengincar uang grup Namiki, tapi ia juga curiga Eito punya motif lain.
Eito tak mengerti apa yang dibicarakan Takauji dan meminta maaf sebab sudah menciptakan Mikoto dalam bahaya. Ia membungkuk pada Takauji dan menyampaikan bila ia tak akan menemiui Mikoto lagi. Ia berjanji.
Ia kemudian meninggalkan Takauji.
Tentu saja ketika Eito pergi ia bergumam bila duduk kasus mereka belum selesai, ia akan melaksanakan sesuatu lagi untuk mengembalikan waktu.

Eito menghabiskan waktu 1 ahad untuk kembali menarik hati Saiko, supaya mau menciumnya lagi HAHAHAAAH.
Ia tiba membawa buket bunga mahal pada Saiko. Saiko menatap Eito dengan kesal, ia menunjukkan sebuah koran yang berisi info Takauji menyelamatkan Mikoto, ia yakin Eito niscaya mengincar hal itu, Eito ingin namanya ada disana sebagai penyelamat Mikoto.
Eito berlutut dihadapan Saiko dan menyampaikan bila ia tak menginginkan itu HAHAHAHHAHA.
Sako hanya tersenyum mengejek dan mengeluarkan masker dari kantongnya, mulai kini ia akan memakai masker HAHAAHHAAHHA.
IA berjalan dengan gaya lucu sebab ia menang dari Eito. Eito kesal sekali dan menyampaikan ia niscaya akan mencuri bibir Saiko LOL.

Eito masih nggak kehabisan akal, ia menyewa kendaraan beroda empat glamor dan menunggu Saiko pulang kerja. Tapi tentu saja Saiko nggak tertarik, ia mendingan jalan kali. Eito kesal sekali sebab ia mengeluarkan uang banyak untuk meminjam kendaraan beroda empat itu HAHHAHAHAHA.
Saiko ada di toko masakan ringan bagus dan sedang menentukan masakan ringan bagus ketika Eito tiba kesana dan menyuruh mereka membungkuskan semua yang ada disana. Saiko kesal dan meninggalkannya. Eito tak lupa membatalkan pesanannya HAHAHAHAHA.
Eito masih tak mengalah dan mendekati saiko lagi. Saiko berkomentar bila Eito terlalu gigih mengejarnya.
Eito kemudian bertanya, kemudian kenapa kau tidak mau menciumku?
Eito masih menarik hati Saiko dan bertanya tipe ideal Saiko. Ia bahkan dengan percaya diri bertanya, apakah itu aku? HAHHAHAHAHAAHAH
Saiko menunjuk ke satu arah dengan asal, menunjukkan tipe idealnya dan Eito kesal banged sebab Saiko menunjuk ke arah sebuah boneka jelek, ia tidak percaya itu ialah tipe ideal Saiko HAHAHAHAHA.

Continue Reading

More in Araki Yuko

To Top