Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Todome No Kiss Episode 4-2

Araki Yuko

[Sinopsis] Todome No Kiss Episode 4-2

——————————————————————————————————–

Sinopsis Kiss That Kills Episode 4 Bagian 2

Takauji kembali ke rumah dan Mikoto ada disana. Mikoto ke rumah duluan untuk mengambil pakaian ganti ayahnya, kemudian gres ke rumah sakit.
Takauji bertanya kemana Mikoto seharian dan Mikoto menjawab ia menghadiri pesta ijab kabul teman Otarou, tapi ingat Takauji tak tahu nama Otarou, Mikoto menggantinya dengan ‘Eito’.
Takauji meminta Mikoto untuk tidak mendekati Eito lagi, sebab sudah kelihatan terperinci Eito mendekati Mikoto demi uang.
Mikoto murka pada kakaknya sebab ia yakin Eito bukan laki-laki ibarat itu. Mikoto menyampaikan kakaknya sudah melindunginya hingga kini dan ini pertama kalinya ia merasa kalau ia ingin dilindungi oleh seorang pria.
Takauji terkejut mendengarnya.

Eito tiba ke rumah Saiko dan eksklusif masuk sebab pintu nggak dikunci, ia tentu saja bertanya apa yang sudah Saiko lakukan dan berfikir saiko balas dendam padanya.
Eito terus mengomel dan menyadari sesuatu yang berbeda pada Saiko. saiko menangis. Saiko membantah ia tak menangis.
Eito tahu saiko menangis dan eksklusif bertanya apakah seseorang meninggal dunia. Saiko tidak menjawab. Eito protes, kamu seenaknya mengambil waktuku, setidaknya kamu harus menyampaikan alasannya.
Saiko hasilnya menyampaikan kalau neneknya akan meninggal dunia. Eito mengerti tapi ia galau kenapa Saiko masih disana, Saiko harus pergi dan menemuinya. Bukankah itu alasan Saiko mengembalikan waktu?
saiko menyampaikan meski ia pergi, neneknya akan tetap meninggal dunia.
Eito menebak kalau nenek Saiko sedang sakit dan Saiko takut menghadapi kenyataan. Bagi Eito itu ialah sesuatu yang mewah, dapat menemui seseorang dan tahu kapan ia akan meninggal, lebih menyakitkan kalau kita tak dapat melihat orang itu bahkan tak dapat mengucapkan selamat tinggal. Eito membayangkan ajal adiknya.
Saiko bertanya apa maksud Eito dan Eito tak menjawab, ia protes pada Saiko kalau Saiko tidak mau melaksanakan apapun, jangan seenaknya mengembalikan waktu yang sudah ia atur. Karena itu menyianyiakan ciuman HAHAHAHAH.

Saiko hasilnya baiklah untuk menemui neneknya dan Eito menemaninya. Nenek Saiko masih hidup ketika itu dan Eito berusaha meyakinkan Saiko untuk masuk menemui neneknya.
Saiko hasilnya menemui neneknya dan nenek sangat senang melihat Saiko.

Di lain tempat, si paman jahat memaksa Takauji untuk segera melamar Mikoto, ia bertanya apakah Takauji akan baik-baik saja kalau Mikoto diambil oleh laki-laki itu (Eito)?
Takauji terdiam. Paman kesal sekali dan meninggalkannya. Takauji berfikir sambil menggigit jarinya.

Eito menunggu Saiko di luar dan Saiko menemuinya, ia bertanya kenapa Eito masih disana. Eito menyampaikan kalau ia tak meyakinkan Saiko menemui neneknya, saiko akan terus mengembalikan waktu, makanya ia harus melaksanakan sesuatu.
Eito bertanya apakah Saiko melihat ketika terakhir neneknya dan Saiko menyampaikan neneknya masih hidup, neneknya hidup lebih usang dari sebelumnya.
Eito bertanya, mungkinkah sebab ia melihatmu?
Saiko menyampaikan ia tak tahu.
Eito menyampaikan itu berkat dari melompati waktu. Kau lihat, kamu juga punya hak untuk bahagia.
Saiko menyampaikan kalau semua itu terjadi sebab sebuah kecelakaan. Anak laki-laki yang menyelamatkannya meninggal ketika insiden dan ia tak boleh senang sendirian. Ia pikir itu ialah eksekusi sebab ia sendiri yang selamat dari insiden itu.
Eito berfikir dan berkata, sesuatu yang ibarat terjad padaku ketika saya masih kecil. Aku kehilangan adikku dalam sebuah kecelakaan tapi saya sudah memutuskan untuk senang demi adikku, kalau tidak, apa gunanya hidup? Hey, Saiko. Tak peduli seberapa banyak kamu mengembalikan waktu, kalau kita tidak melaksanakan apapun, hasilnya akan sama. Tapi kalau terus menatap kedepan, kita dapat mengubah hidup kita. Kita dapat bahagia.
Saiko terdiam.

Eito kemudian berdiri dan sebelum meninggalkan Saiko, ia berkata kalau Saiko ingin menciumnya, Saiko dapat menyampaikan padanya kapan saja.
Saiko membisu saja. Ia menatap kepergian Eito.
Saiko kembali ke kamar neneknya dan nenek bertanya siapa laki-laki yang bersama Saiko.
Saiko menyampaikan ia hanya kenalannya saja. Nenek menggenggam tangan Saiko dan meminta Saiko untuk berbahagia. Saiko menahan air matanya dan memeluk neneknya.
Eito ternyata masih belum pergi, ia mengintip dari pintu dan kemudian ia meninggalkan daerah itu. Eito tersenyum puas sebab ia dapat menghipnotis Saiko, kini kontraknya dan Saiko sudah berlaku.

*UGGGHHH Kuzu banged si Eitoooooo, padahal saya kirain ia tulus!!!! Ternyata sebab kontrak itu ghhhh.

Takauji menemui ayahnya. Ayahnya sudah sadar dan bertanya dimana Mikoto dan Ibu. Takauji menyampaikan hari ini hanya ia yang datang. Ayah menyampaikan pada Takauji kalau ia mati, Takauji harus mendukung Mikoto, ia meminta Takauji tidak melupakan janjinya.
Takauji mengubah raut wajahnya sebab ayahnya membicarakan akad itu, ia mengingit jarinya dan menyampaikan itu ialah akad 12 tahun lalu.

Flashback ke insiden 12 tahun lalu, ketika Takauji kecil mendengarkan pembicaraan ibu dan ayahnya.
Ibunya tampaknya ingin perusahaan diwariskan pada Takauji tapi ayahnya menolak, ia menyampaikan ia tak akan melaksanakan itu, ia akan mewariskan perusahaan pada Mikoto dan suaminya kelak. Jika ia tahu Mikoto akan lahir, ia tak akan pernah mengadopsi Takauji.
Takauji terkejut mendengar hal itu, ia terluka. Selama ini ia percaya kalau orang tuanya mencintainya, terutama ayahnya, ternyata tidak ada yang namanya ikatan oleh cinta.
Ibu melihat Takauji yang mendengar pembicaraan mereka, ia mengejar Takauji sebab khawatir dan Takauji lari bersembunyi di ruang mesin. Ia sangat murka menatap patung unicorn di tangannya, ia kemudian melempar patung itu dan mengenai salah satu pipa. Itulah yang menciptakan kapal itu kehilangan keseimbangan dan terjadi kecelakaan itu.
Rekaman CCTV berhasil diamankan oleh ayah Takauji dan ia mengancam Takauji kecil dengan itu. Ia memperlihatkan remakan itu pada Takauji dan ketika itulah ia ingin Takauji berjanji biar mendukung Mikoto, kalau tidak ia akan membocorkan rekaman itu, bahwa yang menyebabkan kecelakaan itu ialah Takauji.
Disanalah Takauji menciptakan akad itu.

Kembali ke masa sekarang, penyakit ayah kembali kambuh, ia kesakitan dan memegang dadanya. Takauji tak peduli, ia membisu saja dan membicarakan sesuatu.
Takauji berkata, ayah, kamu tahu? PAmanku menyembunyikan rekaman itu dan mengancamku. Ia ingin saya menikah dengan Mikoto dan menjadi presiden perusahaan.
Ayah murka mendengarnya. Takauji kemudian teringat bagaimana Eito berhasil mendekati dan mendapat hati Mikoto, Takauji makin kesal.
Ia berkata pada ayahnya kalau ia pikir itu ialah yang terbaik. Ia meminta ayahnya jangan khawatir, ia akan melindungi Mikoto, sebab itu ia ingin ayahnya membiarkan ia mewarisi Namiki Group. Ia berniat menghapuskan dirinya dari keluarga NAmiki dan menikah dengan Mikoto. Ia sangat lelah menjadi bayangan seseorang, mulai kini ia akan melaksanakan ibarat yang ia inginkan.
Takauji menatap ayahnya dengan penuh dendam, ayah kesakitan, ayah berusaha mengambil tombol yang biasa ditekan kalau keadaan darurat tapi ayah tak dapat melakukannya.
Takauji membisu saja, ia melihat ajal ayahnya yang menyakitkan.

Ayah Mikoto meninggal dunia dan itu menciptakan Mikoto dan ibu shock. Takauji berbohong menyampaikan kalau ayah sudah meninggal ketika ia tiba.
Mikoto pergi ke luar untuk berduka dan Takauji menemaninya. Ia ingin Mikoto mendengarkannya dan jangan shock.
Takauji menyampaikan kalau ia serius memikirkan kebahagiaan Mikoto dan ia pikir ini hal terbaik yang harus dilakukan. Ia akan mengeluarkan namanya dari daftar keluarga Namiki dan ingin Mikoto menikah dengannya.
Mikoto terkejut. Takauji menyampaikan kalau ia menikah dengan Mikoto, ia dapat mengambil alih grup Namiki, ia bertanya, apakah Mikoto dapat menanggung beban grup Namiki sendirian? Ayahmu tak lagi disini. Satu-satunya orang yang dapat melindungimu kini ialah aku.
Mikoto terdiam. Takauji menyampaikan kalau Mikoto sudah dibodohi oleh Otarou Dojima dan menyampaikan kalau ayah Otarou ialah orang yang sudah menenggelamkan kapal 12 tahun lalu. Meskipun begitu, kamu masih ingin melindunginya?
Mikoto terkejut.

Eito tak dapat menghubungi Mikoto selama beberapa hari dan ia jadi galau, tapi ia yakin ia akan bertemu ayah Mikoto sebentar lagi. Ia menghabiskan waktunay bekerja di bar. Tapi sebab Mikoto nggak dapat dihubungi lagi, Eito ke rumah sakit daerah ayah Mikoto di rawat dan ia terkejut ketika tahu kalau ayah Mikoto sudah meninggal dunia.
Eito curiga terjadi sesuatu, sebab ketika ia kembali ke masa kemudian terakhir kali, ayah Mikoto sudah sadar. Eito berusaha menghungi Mikoto, tapi tak terhubung.

Sementara itu rapat diadakan di di grup Namiki. Takauji sudah mengeluarkan namanya dari keluarga NAmiki dan secara resmi melamar Mikoto. Para pemegang saham dan yang lainnya menyambut baik Takauji, mereka semuanya baiklah Takauji akan mengambil alih perusahaan.

Saiko berjalan dengan kardus ditangannya, sesudah neneknya meninggal dunia, ia membawa barang neneknya pulang. Ia melewati jalan daerah biasanya KAzunori mangkal dan ketika itu ia menjatuhkan kardusnya.
Saat memungut barang yang ada disana, ia melihat sepatu Kouta dan terdiam. KAzunori melihat Saiko dan bertanya apakah Saiko butuh bantuan.
Saiko menolak, tapi Kazunori tetap mendekatinya. Kazunori menatap Saiko, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?
Saiko terdiam, ia ingat ia mencium Otarou terakhir kali dihadapan orang itu.

Eito benar-benar panik sebab ia tak dapat menghubungi Mikoto. Ia kemudian berlari dan tersandung sesuatu. Ia terjatuh dan ketika bangun ia teringat akan Takauji, ia tahu Takauji melaksanakan sesuatu pada ayah Mikoto.

To Be Continued.

Komentar:
Hohohohoho, seru nih, makin seru.
Takauji yang awalnya kelihatan baik dan tulus, ternyata hatinya berduri banged. Hal ini sebab ia kehilangan rasa percaya pada orang tuanya. Awalnya saya pikir si ibu yang menolak kalau perusahaan akan diserahkan pada TAkauji, ternyata justru sang ayah. Aku lihat sih 12 tahun kemudian ibu kayaknya baik sama Takauji dan ia juga baiklah kalau perusahaan diserahkan pada Takauji.
Aku sama sekali nggak nyangka kalau Takauji benar-benar penyebab kecelakaan itu, saya pikir yang melakukannya ialah orang dewasa.

Eito meski kuzu banged, tapi ia nggak mencoba membunuh seseorang demi apa yang ia inginkan. Setidaknya ia nggak mencoba menargetkan ayah Mikoto atau mencoba membunuhnya, ia malah senang ayah Mikoto sadar dan akan dikenalkan. Mungkin Eito masih punya hati sebab pernah kehilangan adiknya. Tapi tetep aja saya nggak dapat suka 100% sama Eito. Dia tuh, udah kelihatan baik tapi ujung-ujungnya jahat.
Aku sudah senang ia menyadarkan Saiko dan melihat ia menasehati Saiko kayaknya nrimo gitu. Tapi ternyata justru untuk mendapat hati Saiko HAHAHAHAHHAA. Biar Saiko mau kissu sama ia tanpa dipaksa.
Pas ia bunuh diri demi di kiss itu keterlaluan banged.

Masa kemudian nggak akan dapat diubah, tapi ada sesuatu yang dapat diperbaiki dari hal itu. Nenek Saiko tetap meninggal dunia, tapi setidaknya Saiko punya kenangan terakhir bersama neneknya dan neneknya hidup lebih usang dari sebelumnya. Apakah Saiko benar-benar akan berada dipihak Eito sesudah ini?
Dan lagi itu si KAzunori sesungguhnya siapa ya? Aku berfikir ia adik Eito yang menghilang sebab ia mengetahui mengenai kissu itu. Sepertinya ia ikut kembali ke masa lalu, atau ia memang punya ingatan berpengaruh atau ia pernah di kiss Saiko?
Nggak tahu deh, masih misteri sih ia itu.

Continue Reading

More in Araki Yuko

To Top