Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Toki Wo Kakeru Shoujo Episode 1

Dorama

[Sinopsis] Toki Wo Kakeru Shoujo Episode 1

Lah, random min?
HAHAHHAHAHAAHHAHAHAHHAHAHAH
Aku selalu ibarat itu, excited dengan drama A tapi ujung-ujungnya malah suka sama drama B.
Awalnya saya berniat untuk menciptakan sinopsis Suki na Hito ga Iru Koto, tapi ternyata sehabis menonton episode pertamanya, mood-nya belum nemu dan malah agak malas melanjutkan. Mungkin selera beneran berubah kali ya? Atau alasannya ialah terlalu banyak wajah tampan disana jadi iri sama Mirei? HAHAHHAHAHAHHAHAHA
Nggak tau deh, dan tiba-tiba saya malah menemukan drama yang gotong royong dalam kamur ongoing dorama, ini termasuk underrated alasannya ialah meski saya tahu drama ini, saya sama sekali tidak punya niat menontonnya. Awalnya.

Toki wo Kakeru Shojo a.k.a The Girl who Leapt Through Time telah mencuri hatiku. No pretty face, bahkan saya sama sekali nggak kenal 3 pemain film utama dalam drama ini, sama sekali. Tapi ceritanya malah menciptakan saya doki-doki banged dan seru.
Lah? Kayaknya pernah denger deh judulnya?
Yapsssss, ini ialah remake ketiga dari novel berjudul sama karya Yasutaka Tsusui yang pernah saya tonton. Sebenarnya ada 4 remake, tapi saya hanya menonton 3 HAHHAHAH.
Ada anime version dan ada movie version. Kalau kalian penggemar anime dan belum pernah menonton Tokikake, itu keterlaluan, cepat download dan tonton HAHHAHAHAHA.

Kaprikornus kok tiba-tiba tertarik?
Aku sudah agak usang mendengar remake ini tapi dikala itu saya sama sekali tidak tertarik, alasannya ialah saya menonton anime ver yang pertama, jadi anime ver kesannya sangat dalam. Bahkan dikala saya menonton live action movie 2006, kesan anime masih dalam, jadi saya pikir, ah ga usah nonton deh, paling nanti ga suka lagi. DAN! Episode 1 menghapus keraguan itu. Anime masih oke, tapi dorama juga oke.
Mba Psycodrama membahas ini tadi malam di TL twitter, jadi ingin tau alasannya ialah ia bilang lebih bagus dari harapannya. Kaprikornus pagi ini nyoba download dan ternyata udah ada sub indo gaulnya dan omgg, saya rasa saya memang menyukainya.
Dan awas, kena sindrom 2nd lead male HAHHAHAHAHA, saya udah kena nih, Goro-chan

The Girl who Leapt Through Time Episode 1

Sebenarnya awal episode pertama sedikit membingungkan, apalagi bagi kau yang belum menonton versi sebelumnya.
Jadi, episode 1 dimulai dengan narasi tokoh utama perempuan kita, Mihane Yoshiyama (Yuina Kuroshima) yang dalam perjalanan ke sekolah dengan sepedanya mengeluh wacana betapa bencinya ia pada trend panas, padahal dulu ia sangat menyukainya, hanya saja dikala masuk Sekolah Menengah Pertama ia mulai membencinya. Mihane tinggal di kota dipinggir laut, jadi dalam perjalannya ke sekolah, ia akan melewati jalanan yang dipinggirnya laut, sangat indah 🙂
Dan narasi Mihane yang panjang juga diiringi dengan beberapa kejadian. Pertama ialah 2 orang yang tiba-tiba entah muncul dari dimensi mana, tiba-tiba jatuh ke bahtera kecil, keduanya excited dan menyampaikan mereka berhasil. Kemudian mereka terlihat berjalan di hutan dan meneliti ini dan itu. Di tepi jalan, Mihane yang naik sepeda hampir menabrak si laki-laki dan membuatnya terjatuh. Si laki-laki tak sadar ia menjatuhkan sebuah ramuan ungu.

Sementara itu disekitaran pantai, seorang gadis menatap sebuah ikan yang sangat panjang dengan heran.
Gadis lain datang, gadis ini yang tadi tiba-tiba muncul entah dari mana, temannya si laki-laki dengan ramuan ungu tadi. Ia bertanya ikan apa itu dan gadis itu menjawab mungkin ‘oarfish’ (Ikan yang bisa mendeteksi gempa).
Mihane masih mengayuh sepedanya menuju sekolah dan mengeluh kalau ia sebentar lagi kelas 3 Sekolah Menengan Atas dan semua orang menyuruhnya berguru dan belajar.
Waktu berlalu juga dengan si laki-laki dengan ramuan tadi potong rambut dan beralih ke mini market dimana gadis temannya terkejut alasannya ialah laki-laki itu menghilangkan ramuan mereka jadi mereka tak akan pulang besok.
Oke, jadi untuk mempermudah recap-an, dua orang ini ialah orang yang tiba-tiba muncul entah dari mana dan jatuh ke bahtera seorang kakek dan anak kecil, yang cewek namanya  Joi dan yang pemuda namanya Shohei Kikuchi.

Malam harinya Shohei tiba ke sebuah rumah, di rumah itu ada tumbuhan yang ia cari untuk menciptakan ramuan baru, lavender.
Tapi ia tertangkap berair oleh pemilik rumah dan Shohei hanya tersenyum, ia mengeluarkan sesuatu dari tangannya, prisma dan bercahaya seketika, apakah itu?
Lalu kita lompat waktu ke lain kawasan dimana Mihane masih bernarasi tapi narasinya kali ini sangat aneh, seperti ada yang akan pergi meninggalkannya.
Dan Shohei terlihat disebuah lab menciptakan ramuannya, hampir saja jadi tapi tiba-tiba terjatuh ke lantai. Shohei kesal sekali dan tampaknya bunyi tabung reaksi pecah terdengar dari luar lab dan seseorang bertanya apakah ada orang di dalam.

Seseorang masuk. Mihane. Ia hati-hati masuk ke dalam lab, sementara Shohei sembunyi.
Mihane melihat cairan di lantai mengeluarkan asap. Ia ingin tau dan mencium aromanya. Tiba-tiba ia terjatuh dan pingsan.

Di sebuah ruangan kelas, seorang laki-laki sedang memotong rambut MIhane. Mihane mengeluh wacana dirinya yang lebih cocok ke tukang cukur dari pada salon, padahal ia seorang gadis.
Si laki-laki hanya tersenyum mendengarnya. Mihane terus mengeluh wacana wajahnya yang tidak cantik. Padahal ia perempuan tapi malah tumbuh jenggot dan lain-lain HAHAHHAHHA.
Si laki-laki kemudian mendekatkan wajahnya untuk mengecek wajah Mihane. Mihane menyuruhnya jangan terlalu dekat. Tapi si laki-laki malah semakin medekatkan wajahnya dan bahkan akan menciumnya.
Mihane kabur menjauh, si laki-laki tersenyum dan mendekatinya lagi. Mihane panik dan berkata, Goro-chan…. mungkinkah…. kau menyukaiku?
Si laki-laki tersenyum dan mendekat, Mihane makin panik, ia mengambil gunting dan memotong poninya. Si laki-laki tertawa.

Mihane bangkit di kamarnya pagi itu. Ia shock dengan mimpinya dan eksklusif mengambil cermin mengecek rambutnya, poninya dipotong sangat pendek dan buruk hahahhaahha.
adik perempuannya, Naho mengingatkan kemarin kakaknya ke salon untuk potong rambut. MIhane lemas dan menjatuhkan diri ke kawasan tidur, menyampaikan kalau rambut/poni barunya sama sekali tidak cocok dengannya.

Sarapan pagi keluarga Yoshiyama, ayah sarapan sambil menonton berita, hari itu tanggal 7 Juli, Festival Tanabata.
Mihane keluar dari kamarnya dan mengeluh dengan poninya, ibu malah bilang itu lucu, ibarat helm dan Mihane makin minder dan tidka bersemangat.
Berita di TV menyiarkan wawancara seorang anak Sekolah Menengan Atas yang menemukan oarfish dan ayah mengenalinya sebagai sobat Mihane. Mihane hanya melihat gosip dengan tidak bersemangat. Naho berangkat ke sekolah dan mengingatkan kakaknya jangan makan es krim di kulkas alasannya ialah itu miliknya.
Ibu menyuruh Mihane segera siap-siap ke sekolah, tapi Mihane malas dan ingin bolos. Ibu terkejut alasannya ialah Mihane tidak pernah bolos semenjak TK. Mihane mengeluhkan wacana badannya yang sehat HAHAHAHAHA.

Mihane akan berangkat ke sekolah dan mencari kameranya, ia akan membawa kamera hari itu. Ia berlari ke sekolah diiringi bawah umur satu sekolah yang lain. Mihane masih merasa rambut barunya tidak cocok dan ia terus memeganginya.
Dalam perjalan, ia bertemu dengan Goro-chan yang berlari bersamanya juga. Goro memuji rambut Mihane dan Mihane berterimakasih meski Goro menyampaikan kebohongan. Tapi Goro menyampaikan ia serius, itu cocok untuk Mihane. Tapi Mihane tidak mau mendengar alasannya ialah itu tidak cocok dengannya. Mereka berlari sambil membahas tukang pangkas lagi, hahahahhahaha, Mihane memang nggak ke salon hari itu, lebih menentukan ke kawasan pangkas rambut Asakura, ayah Goro LOL.

Mereka tiba di sebuah mini market dan Mihane menyampaikan ia ingin isi bensin dulu menciptakan Goro bingung. Mihane hanya membeli akua botol 1 dan sempurna sekali ia senyam senyum dengan kasir mini market itu, tampaknya Mihane memang menyukainya, ia bahkan memerah dikala laki-laki itu menyentuh rambut barunya kekekkekeke.
Mihane sangat senang hari itu, seolah ia melompat-lompat kegirangan.
Goro menunggunya di luar mini market dan masih ingin tau dengan ‘mengisi bensin’ yang dimaksud Mihane. Mihane tidak menjawab dan ia terus berlari sambil menyampaikan kalau ia ada perkembangan hari ini kekekekek.

Keduanya tiba di gerbang sekolah 5 menit sebelum masuk dan mereka masih berlari menuju kelas.
Goro penasran dengan laki-laki yang disukai Mihane dan Mihane sepakat kalau ia memang suka laki-laki yang keren.
Keduanya terus berlari bahkan di tangga sekolah, Goro dipanggil beberapa gadis dan berhenti di tangga sementara Mihane terus naik dan menyuruh Goro cepat kalau tidak mereka akan terlambar.
Mihane terus melihat ke belakang memanggil Goro sehingga ia menabrak seseorang. Pria itu menjatuhkan lavender yang ia bawa, Mihane memungutnya dan meminta maaf.
Goro tiba menyusul dan membungkuk minta maaf bersama Mihane kemudian meninggalkan laki-laki itu alasannya ialah mereka akan telat masuk kelas.
Pria itu menatap keduanya. HUH, Shohei?

Mihane dan Goro tiba di kelas yang ramai. Teman-teman memuji rambut Mihane, MIhane malu-malu meski dibilang cocok tapi ia tetap tidak percaya diri.
Tiba-tiba Shohei terlihat masuk ke kelas dan menyapa semuanya, menyapa Mihane juga dan memuji rambutnya tapi malah menyampaikan kalau rambut Mihane ibarat boneka kokeshi. HAHAHHAHA.
Mihane murka dan mengejar shohei ke bangkunya untuk memukulnya. Goro yang duduk di depan Shohei sepakat dan keduanya highfive.
Nah lho, ketiganya dekat tiba-tiba? HAHAHHAHAHAHAH

Pelajaran di mulai, matematika. Selama kelas, Mihane tertidur. Guru tentu saja tahu dan menyuruhnya ke depan menuntaskan soal yang ujung-ujungnya Mihane sama sekali tidak bisa mengerjakannya.
Sementara itu Shohei di tegur juga oleh guru alasannya ialah selama pelajaran mengintip ke kelas renang LOL.
Shohei bahkan tidak membawa buku dan malah mencoret meja. Guru memintanya mengeluarkan buku, ia malah mengeluarkan lavender. Nah lho? So? Shohei yang di jalan tadi sama dengan yang dikelas?

Saat kelas seni, Mihane bersama dua temannya, Eri-chan dan Terasaki mengobrol mengenai kisah cinta Eri. Eri awalnya akan putus dengan pacarnya tapi malah berakhir dengan kissu.
Terasaki sangat menyukai hal itu dan membuatnya bersemangat untuk mencari pacar juga. Ia bertanya pada Mihane apakah dikala tanabata Mihane akan pergi bareng Goro lagi. Mihane menatap ke arah Goro dan Shohei dan membenarkan, alasannya ialah setiap tahun mereka selalu pergi berdua.
Terasaki bertanya apakah Goro menggunakan yukata dan mulai membayangkan betapa menyenangkannya bisa memeluk Goro HAHAHHAAHHA
Mihane tidak terlihat excited dengan problem percintaan, ia malah bertanya-tanya kenapa semua anak Sekolah Menengan Atas maniak dengan percintaan HAHAHAHAHAHA.

Eri tersenyum dan kemudian ia mengungkit mengenai Mihane yang naksir kasir minimarket.
Mihane jadi malu dan senyam senyum, tapi ia menyampaikan itu bukan cinta, ia mulai excited dan berdiri menjelaskan kalau ini hanya ibarat mengisi bensin, setiap hari melihat wajahnya sebelum sekolah akan mengisi semangat dan bla bla bla.
Saking excitednya, Mihane tak sadar ia duduk di meja peraga patung dan mendorong patung dengan punggungnya dan patung terjatuh di lantai.
Semuanya terkejut. Shohei malah tepuk tangan untuk Mihane HHAHAHAHAHHAAHAH. Mihane minta maaf pada semuanya.
Kesialan Mihane terus berlanjut, dikala ia akan mencuci wajah, kerannya rusak dan malah menyiram ke atas bukannya kebawah. Wajahnya berair semua. Teman-temannya tertawa melihatnya.

Jam pulang sekolah, Mihane piket di laboratorim bersama Goro.
Goro kemudian meninggalkannya untuk membuang sampah. Mihane sedang tidak bersemangat dan melihat ke luar pintu, ada Atsumi yang kini terkenal alasannya ialah menemukan oar fish. Mihane menghela nafas dikala ia mendengarkan ada bunyi benda pecah di dalam ruang eksperimen.
Ia juga melihat bayangan seseorang di balik pintu, penasaran, Mihane mendekat dan masuk ke dalam. Tidak ada siapa-siapa.

Ia melihat ada sesuatu, ibarat seseorang yang gres saja melaksanakan eksperimen dan menemukan kepingan larutan yang berasap di lantai. Mihane mendekati dan mencium baunya. Beberapa detik kemudian ia lemas dan pingsan.

Di ruang kesehatan, Goro dan Shohei mendengarkan curhatan Maekawa sensei yang merasa tidak ada laki-laki yang tertarik padanya.
Goro bertanya bagaimana dengan Yano sensei si guru matematika. Tapi Maekawa Sensei tidak menyukainya alasannya ialah ia berisik dan lagi hidungnya gede HHAHAAHAHAHAHA.
Tiba-tiba tirai terbuka, Mihane sudah bangkit dari pingsannya. Sensei bersyukur alasannya ialah dua temannya sangat khawatir.

Keduanya bertanya apakah Mihane baik-baik saja. Mihane menjelaskan kalau tadi ia pingsan di lab alasannya ialah ia mendengar bunyi benda pecah dan alasannya ialah ia mencium ramuan. Goro galau dan menyampaikan tidak ada hal ibarat itu. Mihane yakin ada yang pecah di lantai dan berantakan tapi Goro yang menemukan Mihane menyampaikan tidak ada apa-apa disana, ia hanya menemukan Mihane pingsan di lantai.

Shohei kelihatan tidak damai mendengar Mihane mengingat persis kejadian tadi, apalagi Mihane menyampaikan ia mencium bacin absurd dari ramuan yang jatuh ci lantai. Kaprikornus ia bertanya apakah tubuh Mihane baik-baik saja, entah ada yang absurd atau bagaimana.
Mihane menyidik tubuhnya dan tampaknya ia baik-baik saja, hingga ia kesakitan memegang perutnya dan menciptakan dua temannya khawatir. Ternyata Mihane hanya bercanda dan menyampaikan ia lapar HAHHAHAHAHAHA.

Tiga sekawan makan di kedai Miura dan mereka mulai menceritakan masa depan disana. Mihane mengeluh alasannya ialah sebentar lagi mereka akan ujian dan niscaya akan mengisi angket masa depan, ia masih galau akan menulis apa. Paman Miura bertanya pada Goro apakah ia akan melanjutkan pangkas rambut ayahnya, dan Goro menyampaikan ayahnya menyuruhnya lanjut kuliah. Mihane menyampaikan kalau Goro sudah lulus ujian kedokteran wow.
Mereka juga bertanya pada Shohei, Shohei menyampaikan ia akan kerja di bidang peneliti farmasi, bukan alasannya ialah ia suka tapi alasannya ialah ia merasa dirinya cocok bekerja di bidang itu.
Mereka juga bertanya pada Mihane tapi Mihane masih bingung. bibi Yuri tahu Mihane suka memotret, tapi Mihane menyampaikan bahkan temannya yang memotret pake kamera hp hasilnya lebih bagus. Ia sama sekali tidak punya bakat.

Mihane kemudian tertarik dengan sebuah koran dan menunjukkannya pada Goro. Goro tahu itu Atsumi yang kini menjadi net-idol alasannya ialah menemukan oarfish. Mihane iri dan menyampaikan kalau ia juga ingin jadi populer.
Goro menyampaikan Mihane cukup lucu kalau menjadi idol, ia pikir dengan wajah Mihane akan cocok. mihane senang mendengarnya tapi kemudian Goro mematahkannya langsung, sayangnya menjadi idol kini tidak cukup hanya dengan punya wajah lucu HAHAHHAHAHAHAHA. Mihane jadi cemberut lagi.
Keita, anak yang melihat Shohei jatuh dari udara itu ternyata anak pemilik kedai Miura. Ia tadi menemui kakek dan meminta kakek mengingat kejadian hari itu tapi kakek malah menyampaikan tidak ada hal ibarat itu. Keita pulang ke rumah dan melihat Shohei, tampaknya ingatan Keita belum dipengaruhi, ia mengenal Shohei dan berteriak untuk tidak memakan otak mereka HAHHAHAHAHA.
Tentu saja yang lain bingung, Shohei membisu saja dan merasa khawatir sementara yang lain menganggap itu hanya candaan anak kecil.
Hmmmmm, jadi tampaknya memang Shohei punya kemampuan mempengaruhi ingatan seseorang, kok Keita ga kena ya?

Pulang dari kedai pama Miura, Mihane, Goro dan Shohei bermain kerikil gunting kertas. Mihane sama sekali tidak pernah menang main itu HAHHAHAHHAHAHA. Kaprikornus seperti yang tanding hanya Shohei dan Goro, itu pun cuma alasan aja, alasannya ialah Mihane niscaya kalah.
Saat bermain mereka membicarakan mengenai trend panas teakhir mereka bersama-sama tahun ini, mereka harus hangout bersama alasannya ialah tahun depan mungkin mereka sudah pindah ke kota lain. Mihane setuju, Mihane punya wangsit mengajak Eri dan Terasaki dengan mengejek Goro aklau ada yang bilang sangat menyenangkan bisa memeluk Goro yang menggunakan yukata HHAHAHAHAH. Goro segera mengalihkan pembicaraan dengan main kerikil gunting kertas lagi.

Tapi lama-lama katanya menyenangkan juga pergi rame-rame sayangnya kalau mengajak Mihane niscaya mereka akan makan Takoyaki sepanjang malam LOL. Mihane tampaknya sangat suka Takoyaki dan ia bilang tahun ini ia tak akan memakannya.
Mihane kalah main kerikil gunting kertas dan sebagai hukumannya ia membelikan Shohei dan Goro jus. Mereka masih mengobrol dikala mata Mihane menangkap kasir mini market yang ia taksir menjemput pacarnya untuk kencan dan Mihane sangat kesal.

Ia mahkan masih menggerutu dalam perjalanan pulang. Lucunya dikala punggungnya gatal ia meminta Goro menggaruknya dan Goro menggaruknya HAHHAHAHAHHAHAHAHAHHA. Iya sih sobat semenjak kecil LOl.
Goro menyampaikan kalau Mihane benar-benar tidak feminin. Mihane menciptakan alasan alasannya ialah ia bersama Goro makanya ia tidak jaim. Goro mendorongnya dan menyampaikan sekali-sekali ia ingin melihat Mihane feminin di hadapannya juga. kekkekee.

 

Mihane menatap Goro menantang, kalau kau begitu saya akan murka lho.
Goro tidak takut dan memasang kuda-kuda siap melawan, Mihane juga. Shohei siap menjadi wasit, tapi dikala Shohei menyampaikan ‘start’, ketiganya berpisah hehehheehhehe. Itu ialah persimpangan dimana mereka harus berpisah alasannya ialah arah rumah masing-masing berbeda.
Aku suka banged adegan ini ^^

Tapi rahasia Shohei tidak pulang, ia mengikuti Mihane yang sibuk memotret ini dan itu, tepatnya akan memotret tapi ragu-ragu dan ga jadi. Ia melihat lampu merah, ada kendaraan beroda empat dengan speaker menyanyi yang lewat, nenek yang menguap dan ibu anak yang menyiram bunga. Meski kesudahannya ia memotret beberapa.
Kemudian mata Mihane tertuju pada seekor kura-kura di tengah jalan, tentu saja Mihane tertarik bagaimana kura-kura bisa ke tengah jalan ibarat itu. Ia mengambil kesempatan itu untuk memotret kura-kura.
Asik memotret, Mihane tidak tahu kalau ancaman tiba dari atas. Ibu dan anak yang menyiram bunga di lantai atas rumahnya, dan dibawahnya sempurna Mihane dan kura-kuranya.
si anak terpeleset dan untuk menyelamatkan anaknya, si ibu tak sengaja menyenggol pot bunga dan terjatuh ke bawah, ibu teriak, Mihane melihat pot itu akan mengenai kepalanya dan ia bahkan sudah siap mati, ia menutup matanya.

Ajaib! Mihane terlempar beberapa meter dari sana bersama kura-kura di tangannya. Lebih tepatnya ia kembali ke waktu beberapa dikala sebelum kejadian itu, alasannya ialah kita masih bisa mendengar bunyi nyanyian dari mobil. Mihane terkejut, ia mengedipkan mata dan pot bunga terjatuh, tapi ia tidak disana, ia jelas-jelas merasa tadi ia disana.
Mihane shock dan bertanya-tanya kenapa, ia bahkan mulai gila berfikir dirinya kini hanya arwah dan ia sudah mati. Mihane yang panik bertanya pada nenek disana, tapi nenek terlalu renta untuk menyadarinya. Mihane masih memegang kura-kuranya dan panik sendiri sementara Shohei yang melihatnya dengan mata kepalanya sendiri terkejut, tapi lebih ke terkejut ia pernah melihat hal itu tapitak menyangka Mihane bisa.
Ia memanggil Mihane dan Mihane berlari ke arahnya, Mihane panik banged dan bertanya ada apa dengannya, apakah ia sudah mati, apakah ia hantu dan bla bla bla. Shohei memintanya tenang.

Mihane dan Shohei bicara dekat mercusuar kecil dan membahas hal itu. Shohei berusaha menjelaskan kalau itu hanya kebetulan dan salah paham tapi Mihane yakin itu benar-benar terjadi, alasannya ialah tadinya ia tak memegang kura-kura, kini ia memegang kura-kura. Ia yakin kalau kura-kura punya kekuatan.
Shohei terus berusaha menjelaskan kalau Mihane hanya salah sangka memegang kamera dan kura-kura, jadi si Shohei menjelaskan Mihane tadi mikirnya itu kamera padahal selama tadi ia memegang kura-kura. Pokoknya Shohei berusaha menjelaskan hal itu.
Tapi Mihane tetap tidak percaya, ia bahkan memukul Shohei alasannya ialah berusaha membodohinya. Ia ingat pernah membaca di manga mengenai time slip atau sejenisnya, ia yakin ibarat dengan hal itu.
shohei menjelaskan kalau meski Mihane memang bisa melompati waktu, toh nggak akan ada yang percaya jadi ia minta Mihane melupakan hal itu. Mihane tentu saja nggak bisa melupakan semudah itu.

Malamnya di rumah, Mihane sibuk dengan kura-kuranya, ia masih mencoba memegang kura-kura dan menutup matanya, berfikir wacana melompati waktu. Adiknya bahkan galau melihatnya HAHHAHAHAHAHA.
Mihane menceritakan pada Naho mengenai kura-kura absurd yang bisa membuatnya  melompati waktu dan adiknya pikir ia gila HAHAHHAAHAH.

Selesai mandi, Mihane mengeringkan rambutnya dan ia menatap dirinya di cermin, ia masih menyesal alasannya ialah memotong poninya sangat pendek.
Tiba-tiba ada kecoak lewat dan Mihane terkejut. Dalam sekejap ia kembali ke masa kemudian sempurna dikala poninya akan di potong. Mihane masih shock jadi dikala poninya di potong ia teriak dan Mihane kembali ke amsa sekarang.
Mihae membesarkan matanya dan berfikir sangat keras, ia jadi mengetahui kalau bukan kura-kura yang membuatnya lompat waktu, tapi dirinya sendiri (karena kini ia nggak megang kura-kura).
Mihane menarik nafas dan ingin menerangkan sekali lagi, jadi ia menutup matanya rapat dan WOW, ia melompati waktu ke dikala ia akan potong rambut dan berhasil menghentikan rambutnya dipotong absurd HAHAHHAHAHAHAHAHA.

Kaprikornus adegan di awal episode dikala Mihane naik sepeda dan hampir menabrak Shohei dan temannya ialah adegan ia pulang sekolah, bukan berangkat sekolah. Pulang sekolah dari salon, ia senang alasannya ialah rambutnya ga jadi di potong. (Eh, nah lho? kalau gitu Mihane dan Shohei belum ketemu di ruag sains donk?)
Keesokan harinya, Mihane sangat senang alasannya ialah rambutnya kembali ibarat semula. Ini di hari yang sama dengan adegan awal episode 1 dikala keluarga sarapan sambil menonton TV yang ada gosip Atsumi menemukan Oarfish.
Mihane sangat senang rambutnya kembali sementara ibu menyampaikan untuk apa ke salon kalau ga potong rambut HAHAHAHAHHA.
Mihane pagi itu juga ke mini market dan melabrak kasir mini market HAHHAHAHHAHAHA, katanya, bang lu punya pacar ya, ga apa-apa sih, rambut gw juga udah balik (HAHAHHAHA, subtitle-nya gaul, jadi lucu).

Mihane juga mulai memperbaiki kesalahan yang ia lakukan di sekolah di hari itu.
Saat pelajaran matematika ia tidak tidur dan mendengarkan, bahkan mengacungkan diri untuk menjawab pertanyaan. Bahkan guru terkejut melihat ia bisa menjawab dengan lancar wkkwkwwkkwkwkw.
Saat pelajaran seni, Mihane berhasil menangkap patung yang ia jatuhkan.
Ia juga sedikit badung di kejadian air keran, membiarkan temannya menggunakan keran rusak terlebih dahulu. Puas sehabis keduanya mengalami hal yang sama dengannya, Mihane kesudahannya menghentikan mereka dikala mereka akan memutar keran rusak.
Bahkan dikala bermain kerikil gunting kertas dengan Shohei dan Goro, Mihane yang biasanya tak bisa menang kali ini menang telak HAHAHAHAHAHAHAHAHA.

Mereka juga singgah di pangkas rambut keluarga Goro.
Mihane merapikan sedikit rambutnya, tampaknya ia menikmati hari ini. Ayah senang ada anak perempuan yang tiba pangkas rambut ke kawasan mereka. goro menyampaikan semenjak Mihane tiba kesana bunga bermekaran di pangkas rambut mereka, alasannya ialah biasanya perempuan tidak mau tiba kesana LOL.
Shohei sibuk melihat foto keluarga didinding dan melihat foto ayah dan ibu Goro dikala masih muda.
Ibu menyampaikan kalau ayah sangat tampan waktu masih muda dulu dan Goro mendesah kalau waktu memang kejam. Ibu protes alasannya ialah ia harusnya memuji ayah alasannya ialah ia bab dari keluarga kekekekkek.

Malam harinya mlampu mati di rumah Mihane dan dikala ia kembali dari kamar alasannya ialah mengambil senter, mereka mendengar bunyi sirine pemadam kebakaran. Mihane dan keluarga melihat ke beranda dan lokasi kebakaran terlihat ibarat disekitaran rumah Goro. Karena khawatir, Mihane pergi ke sana.
Untunglah bukan rumah Goro yang kebakaran tapi kawasan lain meski sekitaran sana juga. Shohei bahkan tiba juga alasannya ialah khawatir. Lucunya Shohei mengenakan piyama pink polkadot yang menciptakan Goro dan Mihane manahan tawa wkkkwkwkkwkkww.
Kemudian mata Mihane beralih ke poster Atsumi yang ditempel di tiang listrik. Mihane mendekati dan menatapnya. Goro berkomentar ternyata tanpa talent seseorang juga bisa populer.
Mihane kemudian memikirkan sesuatu, hal badung dan menyampaikan kalau ia juga punya kemampuan.
Shohei dan Gotro bingung. Mihane tidak menyampaikan apa-apa, hanya saja ia pulang dengan senyuman alasannya ialah memikirkan sesuatu yang bagus.

Dan sempurna ibarat dugaanku, Mihane melompati waktu ke dikala oarfish itu ditemukan dan bukannya Atsumi yang diwawancara tapi ia sebagai penemunya.
Tentu saja yang masuk gosip besoknya ialah Mihane. Bahkan ayah dan ibunya tidak percaya melihat Mihane di TV nasional. Mihane hanya senyam senyum.
Belum cukup itu, ia juga punya rencana lain untuk menciptakan dirinya terkenal dan mengajak Shohei dan Goro membantunya. Mihane ingin menjadi idol, meski ia tak punya talenta, ia ingin jadi idol yang bisa memprediksi sesuatu.
Shohei menatap Mihane curiga.

Kaprikornus Mihane ini ingin jadi terkenal dengan mengupload prediksinya akan kejadian masa depan di internet. Dan tentu saja, ia menyampaikan kejadian kebakalan itu, ia bahkan menyampaikan kawasan dan jamnya. Ia akan mengupload itu ke blog.
Mihane menikati itu, ia juga merekam Goro dan Shohei, menyampaikan Goro akan tiba juga nanti alasannya ialah dekat rumahnya, Shohei juga, ia akan pake piyama polkadot. Shohei  membantah, ia tak punya piyama polkadot.
terakhir Mihane merekam kalau pemirsa harus menantikan kejadian malam ini dan menutup rekamannya.

Dan tentu saja malam itu benar-benar ada kebakaran di lokasi yang sama.
Mihane excited alasannya ialah ia bisa menerangkan pada Goro wacana hal ini. Goro awlanya masih merasa itu kebetulan hingga Shohei tiba dengan piyama pink polkadotnya HAHHAHAHAHAAHAHAHAHA.
Malamnya video Mihane yang diupload di youtube menjadi sangat terkenal bahkan dalam waktu beberapa sudah ditonton 12 juta orang WOW.
Ia juga masuk ke gosip dunia sebagai gadis Sekolah Menengan Atas yang bisa memprediksi kejadian persis ibarat yang terjadi.

Saat jam makan siang, tiga sekawan makan bersama di atap, tapi Mihane sibuk dengan Hp-nya melihat komentar netizen wacana dirinya, ia senang alasannya ialah komentarnya positif XD
Tentu saja ia senang alasannya ialah kini ia sangat populer.Goro menyuruhnya berhenti tapi Mihane malah masih mau melaksanakan hal lainnya.
Goro berkomentar dikala meliat Atsumi yang latihan menari tak jauh dari mereka, ia lebih suka orang yang bekerja keras ibarat Atsumi menjadi terkenal dari pada Mihane yang tak melaksanakan apa-apa. Mihane mengakui kalau ia tidak akan melaksanakan hal ibarat itu untuk jadi populer. Padahal dulu di klub dayung Mihane berusaha keras. Mihane menyampaikan ia berhenti alasannya ialah sakit pinggang, mau bagaimana lagi.
Gro juga menyampaikan kini Mihane di klub fotografi, apakah ini juga angin-anginan?
Mihane tidak menjawab. Goro bertanya lagi apakah Mihane benar-benar ingin jadi populer. Karena melihat Mihane ia bisa mengetahui kalau Mihane melakukannya tanpa tujuan, hanya untuk bersenang-senang.

Mihane jadi tidak mood pada Goro dan menyampaikan Goro tak tahu apa-apa tentangnya, ia meninggalkan mereka.
Tapi gotong royong Mihane juga memikirkan wacana apa yang ia lakukan ini.
Saat ia dan yang lain berjalan di lorong, ada banyak anak yang menyapa Mihane ibarat menyapa artis, tentu saja, dengan tatapan kekaguman.
Goro mengajak Mihane ke tanabata bersama tapi Mihane menyampaikan ia ada gathering dengan fans HAHHAHAHHAHA.
Bahkan klub lari menyapa Mihane dengan penuh kekaguman juga, berharap ia tiba ke pertandingan.

Sementara itu, Teman Shohei yang sama-sama tiba dari masa yang berbeda melihat gosip Mihane di TV dan ia tahu ada yang tak beres.
Kaprikornus malam itu ia dan Shohei berdiskusi, ia yakin kalau Mihane bisa melompati waktu, makanya bisa memprediksi masa depan dengan tepat.
Shohei yang sibuk menciptakan ramuanbaru juga galau kok bisa. Joi kesal, alasannya ialah menurutnya ini salah Shohei.
Shohei menyampaikan imbas ramuan akan lama-lama akan menghilang.

Mihane dan Naho pulang dari suatu kawasan dengan sepeda mereka, Naho menceritakan semua temannya kenal dengan Mihane dan Mihane sangat terkenal sekarang, bahkan mereka ingin punya kemampuan ibarat Mihane.
Mihane dan adiknya berhenti di jembatan alasannya ialah mendengar ada bunyi sesuatu tercebur ke sungai. Mereka terkejut melihat dari atas jembatan, atsumi di bully oleh teman-temannya.
Mihane terkejut melihat itu, meski adiknya bilang jangan terlibat, Mihane berteriak pada mereka kalau ia akan memanggil polisi.
Mihane turun ke bawah jembatan seteah tukang bully pergi, ia menyapa Atsumi tapi Atsumi tipe pemalu atau mmg ga punya sobat ya, ia menunduk dan melewati Mihane begitu saja. Mihane jadi nggak enak.

Malamnya Mihane kepikiran mengenai hal ini. Ia mungkin bertanya-tanya apakah baik baginya dengan kepopuleran ini.
Lalu keesokan harinya, polisi tiba ke rumah Mihane. Mereka membawa Mihane untuk diinterogasi alasannya ialah kejadian kebakaran itu.
Menurut polisi kejadian itu mencurigakan alasannya ialah persis ibarat prediksi Mihane dan bahkan Mihane ada disana benerapa menit sebelum kejadian, jadi mereka menuduh Mihane ialah pelakunya.
Tentu saja Mihane membantah tapi polisi minta ia menjelaskan bagaimana ia bsa tahu kejadian itu persis.
Mihane kali ini jujur dan menyampaikan ia bisa melaksanakan timeslip. Tapi tentu saja itu makin menciptakan polisi murka alasannya ialah nggak akan ada yang percaya alasan itu. Tapi Mihane keukeuh, ia terus menyampaikan ia bisa time slip.
Lama-lama menyadari kalau ia tidak cocok menjadi idol dan populer. Ia menghela nafas.

Kembali ke hari ditemukannya Oarfish, Mihane mengembalikan keadaan ibarat semula. Atsumi lah yang menemukan Oarfish itu dan ia di wawancara tv nasional.
Pagi itu terulang lagi, keluarga Yoshiyama menonton gosip di Atsumi di TV.
Mihane juga menonton sambil makan eskrim dan bergumam tidak baik mengambil kebahagiaan orang lain. Naho meminta kakaknya tidak makan eskrim di kulkas alasannya ialah itu miliknya dan menemukan Mihane sedang makan es krimnya. Naho kesal sekali, Mihane menyampaikan kalau nanti ia akan mengembalikannya. Naho kesal sekali, ia mengadu pada ibunya katanya ia pengen nusuk kakanya HAHHAHHAAH
Ibu menyuruh Mihane siap-siap ke sekolah tapi Mihane malah bilang kalau ia mau tidur lagi. Ibu terkejut alasannya ialah Mihane tidak pernah bolos semenjak TK. Mihane tersenyum dan menyampaikan absennya tidak akan berubah. Ibu jadi bingung.

Kita lompat hari ke 9 Juli, ini ialah hari perayaan tanabata. Mihane sedang dalam perjalanan ke lokasi kembang api. Ia mengenakan kimono kuning, manis banged^^
Mihane di jembatan menunggu Shohei dan Goro, tapi yang tiba hanya Goro. Goro menyampaikan kalau Shohei tidak bisa tiba jadi hanya mereka berdua. Mihane kecewa sekali alasannya ialah ini ialah terakhir kalinya mereka bersama-sama. Goro sih oke-oke aja, katanya ayo kita nikmati ekspo berdua.
Mihane kesudahannya mengangguk. kemudian ia bertanya bagaimana pendapat Goro wacana penampilannya hari ini, ia menggunakan yukata. Goro memuji kalau ia sangat cantik. Tapi Mihane menyampaikan kalau Goro tidak perlu terpaksa memujinya HHhehehehhehe.

Goro dan Mihane melihat kembang api bersama-sama di tengah kerumuman. Saking dekatnya, Mihane bahkan menyuapkan Takoyaki ke ekspresi Goro, Mihane merasa biasa aja sih. Goro galau kenapa tiap mereka melihat ekspo sajian mereka niscaya takoyaki HAHHAHAHAHA. Mihane menyampaikan alasannya ialah itu enak. LOL.
Mereka menatap kembang api bersama-sama dan Mihane bergumam kalau sangat menyenangkan melihat kembang api sebagai gadis Sekolah Menengan Atas biasa. Goro heran, kemarin tampaknya Mihane masih bilang kalau ia pengen jadi idol. Mihane membantah, ia tidak ingin jadi idol HAHAHHAHAHA.
Mihane akan menyumpit takoyakinya dan menyampaikan harusnya Goro berterimakasih bisa melihat kembang api bareng dia. Goro sih eksklusif aja bilang makasih HAHHAHAHA *gue suka pemuda ini aww!

kemudian Goro masuk ke percakapan serius. Ia berdiri di hadapan Mihane dan berkata, apakah kau mau menjadi pendampingku? (Biasanya ini diucapkan kalau lagi lamaran minta seseorag jadi istri lho).
Mihane terkejut, tapi kemudian ia tertawa, ia menyampaikan Goro bodoh, berfikir itu hanya candaan, tapi Goro menyampaikan ia serius, apakah mau menjadi pacarku?
Mihane termangu lagi, kemudian ia tertawa melihat wajah serius Goro. Goro mengambil takoyaki dari tangan Mihane dan menatapnya dengan serius, bertanya lagi apakah Mihane mau menjadi pacarnya.
Mihane terdiam, ia tidak bisa kabur lagi. Ia mengambil satu takoyaki dan memakannya panas-panas.

Mihane kembali ke beberapa jam sebelum kejadian itu, tepatnya di jembatan dikala ia bertemu Goro.
Kali ini Mihane berusaha tidak memulai percakapan dan mencoba tidak akrab, tapi hasilnya sama, Goro memuji yukatanya dan menyampaikan ia imut kalau menggunakan yukata.
Mihane bahkan menjaga jarak dan tidak banyak bicara, bahkan terkesan menghindar. Bahkan dikala goro mengajaknya bicara akrab, Mihane hanya menjawab setengah hati.
Goro ternyata memang berniat mengungkapkan perasaan hari itu, ia bahkan menggenggam tangan Mihane, menyampaikan biasanya mereka juga pegangan tangan. Tapi Mihane benar-benar tidak mau mendapatkan pengukuhan hari itu, jadi ia mencari alasan melepaskan tangan Goro dan berlari membeli takoyaki. Goro hanya bisa mendesah.

Malamnya Goro mengantar Mihane pulang dan mereka masih membahas takoyaki HAHAHHAHHAHAHHA. Kenapa tiap tahun mereka makan takoyaki kalau ke festival.
Lalu tiba-tiba Goro termangu dan menghentikan langkahnya. Mihane menatapnya. Mihane masih akan membahas takoyaki tapi Goro keburu mengajaknya pacaran lagi.
Mihane kesal kenapa tiba-tiba Goro nembak padahal mereka ngomongin takoyaki HAHHAHAHHAHAHA.
Goro menyampaikan gotong royong semenjak tadi ia menunggu waktu yang sempurna mengatakannya. Goro menyampaikan ia menyukai Mihane dan Mihane pusing sendiri.
Ia menutup matanya dan mencoba kembali ke masa kemudian lagi, ia bahkan menjulurkan tangannya ke langit HAHAHHAHAHAHHAHHAHA, bahkan hingga 3 kali Goro menyampaikan ia menyukai MIhane dan Mihane belum berhasil kembali ke masa lalu, kasian goro LOL.

Mihane kesudahannya berhasil kembali ke jembatan, sempurna dikala Goro tiba datang dan menyampaikan kalau Shohei tidak bisa datang. Mihane memotong, saya tidak mau kau bicara wacana pacaran lagi!
Goro bingung. Mihane meyakinkan Goro tidak akan membahasnya dan mengajaknya pergi ke festival. Tapi Goro malah menahan Mihane dan menyampaikan kalau memang dari dulu ia ingin jadi pacar Mihane.
Goro menyampaikan ia menyukai Mihane, lagi. Mihane kesal alasannya ialah ia tidak bisa menghentikan Goro, jadi ia menendang Goro hingga jatuh HAHAHAHHAHAHAHAHAHHA. sumpah, kasian Goro, sini peluk peluk.

Mihane kesudahannya kembali ke sehari sebelum festival, ia murka pada Shohei alasannya ialah menolak tiba ke festifal. Shohei galau padahal festifalnya besok. Mihane ingat ia kembali ke masa kemudian dan mencoba tenang, meyakinkan Shohei biar ikut ke festifal jangan menolak. Ia bahkan memohon alasannya ialah kalau Shohei tidak ikut akan terjadi sesuatu yang gawat.
Shohei galau dan menyampaikan kalau ia tidak diajak Goro. Mihane terkejut dan mengerti sekarang, ternyata shohei ga diajak bukannya ga bisa tiba biar Goro dan Mihane bisa berdua saja.
Shohei yang tidak tahu apa-apa jadi bingung.

Mihane dan Shohei di atap dan Mihane menjelaskan kalau Goro akan menembaknya dikala festifal nanti dan ia tidak ingin hal itu terjadi. Ia dan Goro sudah berteman semenjak kecil, jadi ia lebih nyaman mereka ada di hubungan ibarat kini ini. Ia tak ingin hubungan mereka berubah atau menjadi akward alasannya ialah pernyataan cinta.
Tapi Shohei malah tidak tertarik dengan itu dan lebih tertarik dengan kata ‘cinta’, ia bertanya pada Mihane perasaan apa itu, bagaimana rasanya jatuh cinta.
Mihane galau sendiri dan bergumam kalau ia diskusi dengan orang yang salah HAHAHHAHHAHA.
Ia kemudian mengancam kalau Shohei harus tiba ke festifal, pokoknya datang. Mihane meninggalkan Shohei sendirian yang masih tertarik dengan kata cinta.

Shohei makan di rumah seseorang, rumah yang ia masuki di awal episode, dimana ia akan mencuri lavender. Ingatan ibu itu sudah dimanipulasi oleh kemampuannya, sehingga ibu itu fikir kalau Shohei anaknya.
Keduanya makan malam bersama dan Shohei masih membahas problem cinta. Disini kita mulai diberi petunjuk kalau Shohei tiba dari masa 100 tahun yang akan datang, dimana pada masa itu yang namanya ‘jatuh cinta’ sudah tidak berlaku lagi. Karena itu ia tidak paham apa yang dinamakan dengan cinta.
Ibu menyampaikan tidak ada seorang pun yang tidak mencicipi cinta, semua akan mengalaminya pada waktunya.

Dikedai keluarga Miura, Maekawa sensei sedang patah hati alasannya ialah gagal lagi dalam blind date. Ia sedikit mabuk dan menjelaskan ini itu.
Yano sensei tiba ke sana untuk makan dan menciptakan Maekawa sensei terkejut alasannya ialah Yano sensei juga makan ditempat langganannya.
Awalnya Yano sensei duduk berjauhan tapi paman Miura menyuruh mereka duduk berdekatan, lagian mereka saling kenal gitu.
Akhirnya Yano sensei duduk disamping Maekawa sensei dan keduanya kelihatan bakal ada benih-benih cinta aaaseeeeeeeeek

selesai makan malam, Shohei menghabiskan waktu membaca buku wacana cinta di kamar.
Ia menemukan kesimpulan, kalau dalam situasi genting seorang laki-laki dan perempuan saling membantu, maka hal itu akan menjadi cinta.
Shohei benar-benar tertarik dengan cinta ini HAHAHHAHA.

Hari festival, Mihane menunggu Goro di jembatan ibarat biasa. Goro melihatnya dan tersenyum, meyakinkan niatnya. Ia menyapa Mihane dan menjelaskan Shohei tidak bisa datang, tapi Mihane memotong dan memperlihatkan Shohei ada bersamanya. Shohei duduk makan es serut HHAHAHAHHAHAHAHHHA.
Mihane menyampaikan kalau ini mungkin ekspo terakhir mereka, jadi mereka harus pergi bertiga. Goro tersenyum pahit T___T

Melihat kembang api berjalan dengan lancar meskipun kali ini Mihane lah yang kepikiran mengenai Goro yang menembaknya. Tapi ia meyakinkan dirinya hubungan mereka kini lebih baik.Lebih baik kalau tidak ada pengakuan.
Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama-sama dengan gembira. Mereka mengambil foto juga untuk kenang-kenangan.

Shohei menikmati es krim nanas-nya yang menurutnya sangat lezat sementara Goro khawatir kenapa Mihane usang sekali membeli takoyaki. Shohei saking menikmati es nya, ia menggoncang-goncang lampion ekspo dan ternyata talinya akan putus.
Mihane membeli takoyaki di kedai langganannya dan mendengar bunyi rusuh. Ia melihat lampu lampion jatuh dan terkejut alasannya ialah itu arah dimana Shohei dan Goro menunggunya.
Mihane berlari dan menerobos kerumuman, ia melihat Shohei terluka, alasannya ialah tertimpa lampu, ia berdarah. MIhane shock melihat hal itu, ia berteriak panik dan kembali ke masa lalu.

Mihane kembali ke beberapa menit sebelum kejadian, ia masih mengantri di kedai takoyaki.
Ia melihat lampion masih berdiri. Mihane berlari mencari shohei.
MIhane sangat khawatir ia akan terlambat, ia berlari dan berlari sambil memanggil nama Shohei, menerobos kerumunan bahkan hingga terjatuh.
Akhirnya ia melihat Shohei dan segara menariknya, tapi keduanya terjatuh. Shohei bukannya terkejut atau apa kenapa Mihane ibarat itu, ia malah mengkhawatirkan es krim nenas nya HAHAHHAHAHHAAHAHHAHA.

Mihane sudah menangis di pelukannya dan Goro datang, heran kenapa Mihane tiba-tiba begitu.
Mihane menyampaikan lampu lampion akan roboh dan mengenai Shohei, Shohei terluka dan ia pikir Shohei akan mati.
Mihane benar-benar sangat mengkhawatirkan Shohei. Ia menangis di pelukan Shohei dan Shokei tak tahu harus bagaimana.
Mihane menyampaikan ia bersyukur Shohei masih hidup dan Shohei tertawa kenapa Mihane menangis begitu. Mihane kesal dan menyampaikan kalau ia mengkhawatirkan Shohei.
Keduanya berakhir dengan tertawa dan tak menyadari kalau Goro menatap keduanya dengan senyuman pahit. awww T__T

Mereka bertiga pulang sambil bercanda dan akan berpisah di persimpangan. Goro memperlihatkan mengantar Mihane pulang, tapi Mihane menolak, ia menyampaikan ia masih murka pada Shohei jadi ia akan pulang bersama Shohei. Goro mengerti dan mereka berpisah.
Setelah mendengar geta Goro berjalan menjauh, Mihane menghentikan langkahnya dan menatap kepergian Goro.
Shohei bertanya kenapa Mihane masih murka padanya. Mihane menatap Shohei cemberut sedih, dan menyampaikan kalau ia bohong. Ia hanya tidak ingin pulang bersama goro hari ini.
Shohei mengerti, niscaya alasannya ialah pengukuhan Goro. Mihane tersenyum pahit dan menyampaikan kalau ia sangat jahat.

Dalam perjalanan pulang, MIhane dan Shohei hanya diam. Tapi Shohei punya narasi dalam kepalanya sendiri, ia berfikir wacana Mihane yang menyelamatkannya tadi, benar atau tidak, Mihane kembali ke masa kemudian untuk menyelamatkannya. Ia mengingat wajah Mihane yang absurd dikala menangis mengkhawatirkannya, tapi meski aneh, ia senang.
Kemudian seekor anjing menciptakan Mihane takut dan ia berlindung di belakang Shohei. Tahu anjing itu diikat, Mihane tertawa, kemudian ia ingat kenangan masa kecilnya dikala Goro menyelamatkannya, dikala Mihane kecil ketakutan alasannya ialah anjing, Goro yang menyelamatkannya.

Shohei berdiri di hadapan Mihane. Ia mengeluarkan kemampuannya untuk memanipulasi ingatan dan menyampaikan kalau ia lah yang menyelamatkan Mihane dan ingatan Mihane berganti, ia menyampaikan kalau Shohei lah yang menyelamatkannya.
ANDWEEEEEEE kok jahat sih!!!!! Kenangan berharga ituuuh
Lalu mereka melihat kasir mini marker putus dengan kekasihnya dan Mihane menyampaikan itu lah yang ia takutkan kalau ia dan Goro lebih dari sekedar teman. Karena cinta suatu dikala akan memudar. Bahkan hilang.
Ia menyampaikan ia ingin menjadi sobat dengan Goro selamanya.

Keduanya terus mengobrol sepanjang jalan dan Mihane bahkan ingin tau semenjak kapan ia menceritakan semua ini pada Shohei. Shohei menyampaikan ia senang Mihane mau menyebarkan kisah dengannya.
Keduanya tiba di depan rumah Mihane dan akan berpisah. Sebelum itu Mihane berbalik dan membenarkan yukata Shohei, ia menyampaikan Shohei cocok menggunakan yukata hari ini.
Shohei eksklusif memerah. Ia menatap kepergian Mihane dengan perasaan kahwatir tapi kemudian ia tersenyum.

Kita melihat kilasan kejadian gotong royong hari itu.
Saat Mihane dan Goro terlambat ke sekolah di awal episode, Shohei sudah ada di dalam kelas. (Nah, jadi siapa yang ditabrak di lorong?).
Ia menatap meja Mihane dan seolah ia sudah mengenali siapa pemilik meja itu (?)
Lalu Mihane dan Goro masuk ke kelas. Mihane menyapanya.
Shohei menatapnya dan narasi Shohei menyampaikan kalau sementara ia tak bisa kembali ke masanya, trend panas dan cinta kesudahannya dimulai.
Dan dikala Mihane pingsan di lab, Shohei gotong royong disana mencoba membangunkannya.

The End

Komentar:

Oke. Episode pertama sangat membingungkan, bahkan saya juga galau menulis sinopsisnya bagaimana. Ceritanya tergolong cukup cepat sih dan sering gonta ganti adegan. Yang menciptakan galau itu karena  ini problem timeslip jadi memang harus diperhatikan tiap adegannya kapan dan kapan.
Yang menciptakan saya galau ialah laki-laki yang ditabrak Mihane di lorong sekolah, siapa dia?
Dia terperinci Shohei, tapi Shihei dikala itu dikelas. Atau apakah Shohei yang nanti kembali ke masa-nya kembali lagi ke masa sekarang?
Aku punya pikiran itu alasannya ialah ini ialah drama time jump HAHHAHAHAHHA

Aku sudah menonton versi anime dan the live action movie. Dorama ini ialah adonan versi anime dan movie.
Di anime tidak ada yang namanya ramuan, tapi di live action movie memang ada ramuan dari lavender untuk melompati waktu.
Aku ingin tau disini ada batas berapa kali bisa kembali ke masa kemudian nggak ya?
Kalau di anime ada ditulis di tangan si tokoh utama. Aku lupa kalau di live action movie. Karena saya lebih suka versi anime HAHHAHAHAHAH.
Tapi dikala Mihane meminta Goro menggaruk punggungnya, saya curiga ada sesuatu disana hhHAHAHAHHAHA.

Tapi bener sih, ini drama memusingkan. Mungkin alasannya ialah masih episode 1 kali ya.
Aku harap saya bisa menjelaskan dengan baik HAHAHAHAHAHAHHAha.
Awalnya saya sama sekali tidak berniat menonton dan kesudahannya menciptakan sinopsisnya semuanya alasannya ialah Goro Chan!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Aku ga peduli kena second lead syndrom atau apa, yang terperinci kini hati tertuju pada Goro chan. Bisa jadi nanti berubah ya. Tapi sumaph deh ia keren banged huhuhuhuhuhuhuhu.
senyumannya itu lhoooo. Mana ada tahu lalat di dagu dan Miharu juga ada tahi lalat di dagu HAHAHAHHAHA.

Aku sama sekali tidak tahu ketiga tokoh utama, saya tampaknya belum pernah menonton drama/movie mereka. TApi si cwe katanya pernah main di strobe edge sih kekekkekeke.
Kaprikornus berdasarkan saya ini movie underrated banged hingga saya menemukannya.
Aku sudah mencicipi feeling J-drama yang saya rindukan. Ya, saya suka tipe drama ibarat ini. Ini ibarat real meskipun fantasi HAHAHHAHA. Tapi kebanyakan Jdrama memang begini sih ya?

Kaprikornus kira-kira akan dibawa kemana kisah drama ini?
Yang terperinci semuanya akan berakhir dikala Shohei menemukan ramuan kan ya?
Tapi bisa jadi kalau ia malas membuatnya, alasannya ialah sudah jatuh cinta pada Mihane. Tapi saya ada di tim goro, saya kasihan sekali melihat Goro yang yakin akan perasaannya tapi Mihane menolak menyataan terus.
Ya alasan Mihane masuk nalar sih, tapi hal ini akan berdampak nantinya. Kalau mengikuti trik biasa sih nanti Goro bakal punya pacar trus Mihane merasa kalau mereka menjauh bla bla bla.
Kita-kira bakal begitu nggak ya? HAHHAHAHAHAHA

Di versi anime saya jatuh cinta pada Chiaki, kalau disini itu ialah Shohei. Dan WOW saya gak sangka saya beneran suka sama Goro HAHHAHAHAHAHA.
Aku senyam sneyum sendiri menonton drama ini. Bahkan saya pending menonton UF dan W demi drama ini HAHAHAHAHAHHAHHAAH.
Semoga sekain bagus kedepannya deh. Penasaran soalnya ^^

 

 Karena saya cukup sibuk dengan beberapa hal, jadi mungkin sinopsis Tokikake tidak ada seupdate sinopsis drama sebelumnya, pelan-pelan hehehhehehe. Lagian saya juga mengikutinya terlambat.
Jadi, please no spoiler yaaaaa Hehhehehhehehe

Semoga kalian suka dan mengikutinya juga ^^
ayo jatuh cinta pada Goro-chan XD XD

Continue Reading

More in Dorama

To Top