Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] We All Cry Differently Part 1

KBS Drama Special

[Sinopsis] We All Cry Differently Part 1

Kembali dengan sinopsis drama special, saya menentukan dramanya Kim So Hyun^^
Udah usang punya drama ini tapi belum saya tonton-tonton HAHAHHAHA.
Belakangan males bikin sinopsis drama terkenal kalau ujung-ujungnya di hapus sama google. Ga tau siapa yang laporin atau memang alasannya yakni dari pihak produksinya HAHAHHAHAHA. Kaprikornus saya kalau mau buat sinopsis mending dari drama biasa aja yang nggak populer. Meski kadang gatel juga sih pengen buat sinopsis drama populer. Atau apakah hanya drama-drama TVN ya, yang kena dmca itu? Karena dulu Reply 1997 dan kini Goblin. Hmmmmmmm.


Oke, kali ini sinopsis untuk drama aktris kesayangan aku, Kim So Hyun
Aku masih ragu nih bikin sinopsis Ruler The Master of the Mask atau enggak ya, tapi ada Kim So Hyun dan Yoo Seung Ho pula Hhehehehhehe. Ditunggu aja ya :))

Sinopsis KBS Drama Special We All Cry Differently Part 1

Seorang gadis sedang berusaha berguru di kamarnya. Pelajaran matematika yang membutuhkan konsentrasi penuh. Dia yakni Ryu Ji Hye. Ia sedang berusaha berkonsentrasi ketika bunyi serangga malam ekspresi dominan panas sangat nyaring di luar. Ia berusaha mengabaikannya tapi tak bisa, bunyi itu sangat menganggunya. Ia tak sanggup berkonsentrasi dan jadinya berteriak di jendela, menyuruh serangga diam.
Saat suaranya mulai hilang. Ji Hye tersenyum dan mulai berguru lagi. Tapi kali ini bunyi ibu dan abang laki-lakinya, Ji Han bertengkar di luar membuatnya tidak sanggup berkonsentrasi lagi. Ia benar-benar kesal.
Saat bunyi mereka hilang, ia mulai berkonsentrasi lagi tapi serangga mulai berbunyi lagi. Pada jadinya Ji hye sadar ia tak akan sanggup berguru malam itu. Ia kesal dan mencoret buku catatannya.
(Mirip aku, kalau lagi bete rasanya nggak puas kalau nggak mencoret buku sekuar tenaga HAHAAHHA)

Lalu kita beralih di ekspresi dominan panas ketika Ji Hye masih kecil. Ayah dan ibunya bercerai dimana ia harus menentukan salah satu, apakah ia ingin tinggal bersama ibu atau ayahnya. Ji Hye terlihat resah ia tak sanggup menentukan sementara ayah dan ibu berebut akan dirinya.
Pada jadinya ayah dan ibu meminta pendapatnya, apakah ia menentukan ayah atau ibu. Di tengah pertengkaran itu, matahari terik sangat menyengat, bunyi serangga ekspresi dominan panas dimana-mana, mungkin alasannya yakni itulah Ji Hye benci bunyi jangkrik ekspresi dominan panas.

 

Ji Hye ada di ruang guru bersama temannya. Ia menatap sebuah selebaran dan temannya bertanya apakah Ji Hye akan menentukan itu. Guru menemui mereka dan menyampaikan kalau kesempatan itu tidak tiba dua kali dan hanya untuk orang-orang terpilih saja.
Ji Hye resah dan ragu, ia menatap kertas itu. Itu yakni sebuah kertas untuk berguru di luar negeri, Studying English Aboard Program. Ji Hye terpilih alasannya yakni ia cerdik bahasa Inggris, tapi ia ragu apakah ia harus ikut atau tidak, alasannya yakni biayanya cukup mahal.
Guru meminta mereka mendiskusikan dengan orang renta mereka terlebih dahulu. Guru tampaknya sangat berharap Ji Hye mengikuti aktivitas itu jad ia ingin Ji Hye berfikir baik-baik sebelum mengambil keputusan.

Ji Hye dan temannya, Seung Yeon makan diluar ketika jam makan siang. Ji Hye hanya makan es krim kesukaannya sementara Seung Yeon membawa bekal buah segar dari rumah. Seung Yeon tampaknya anak orang kaya alasannya yakni ibunya tidak mau anaknya makan di cafetaria sekolah.
Seung Yeon bertanya apakah Ji Hye akan ikut aktivitas itu dan Ji Hye menyampaikan ia masih belum tahu. Seung Yeon ingin Ji Hye ikut, kalau Ji Hye ikut maka ia akan ikut kesana, meskipun ia niatnya cuma liburan. Karena aktivitas itu akan diadalah di Inggris, ia tahu kalau itu yakni cita-cita Ji Hye, untuk ke luar negeri.
Ji Hye mengingatkan kalau Seung Yeon akan ke Amerika menemui bibinya dan Seung Yeon menyampaikan ia sudah bosan dengan Amerika, jadi kalau Ji Hye pergi maka ia akan pergi. Kaprikornus ia membujuk Ji Hye untuk ikut aktivitas itu.

Saat Seung Yeon akan mengirim pesan pada ibunya dengan LINE, jadi ada bunyi pesan masuk di HP Seung Yeon dan Ji Hye menyampaikan berisik. Seung Yeon bingung. JI HYe memperbaiki maksudnya bukan bunyi HP tapi bunyi serangga ekspresi dominan panas. Ia menyampaikan bunyi itu menganggunya, ia harap pemerintah melaksanakan sesuatu pada serangga itu. Seung Yeon resah kenapa pemerintah harus turun tangan, serangga itu sama sekali tidak menganggu.
Ji Hye menyampaikan ia terganggu, serangga itu melaksanakan pencemaran suara. Ia bahkan lebih suka kecoa dari pada serangga ekspresi dominan panas itu. (Serangga yang biasa bunyi ketika ekspresi dominan panas itu lho, cicadas? tonggeret?).

Di rumah, selesai mandi Ji Hye ingin makan. TApi membuka rice cooker, nasinya bahkan sudah basi. IA jadinya makan ramen. Saat ia makan ramen, ibu dan kakaknya pulang sambil bertengkar. Mereka bertengkar alasannya yakni Ji Han memperbolehkan Seung Yeon menitip motor di rumah dan ibunya murka alasannya yakni rumah mereka bukan kawasan parkir, jadi ibunya mengambil kunci motornya. Ji Han minta ibunya mengembalikannya tapi ibunya ingin Seung Yeon sendiri yang tiba mengambilnya. Kaprikornus Ji Han kesal.
Ji Hye tampaknya sudah terbiasa dengan pertengkaran itu, jadi ia tak terganggu dan terus makan sambil membaca di ruang makan.

Malam harinya Ji Hye masuk ke kamar ibunya untuk membicarakan hal itu. Tapi ibunya sibuk menelpon seseorang dan bahkan merebut kertas yang dibawa Ji Hye untuk menulis nomor telpon.
Setelah ibunya selesai menelpon, Ji Hye mulai membicarakan hal itu dan bertanya apakah ibunya punya uang 2000 dolar. Ia memperlihatkan kertas itu pada ibunya. Ibu membaca sekilas dan menyampaikan kalau itu aktivitas tak penting dan kenapa malah sekali. Ji Hye menjelaskan kalau itu untuk 1 bulan dan biaya itu sudah cukup murah.
Ibu tak sepakat Ji Hye ikut, alasannya yakni nanti di Universitas Ji Hye juga sanggup pergi, bahkan dengan gratis. Lagi pula selama ini Ji Hye melaksanakan dengan baik pelajarannya. Tapi Ji Hye menyampaikan anak-anak seusianya bahkan sudah pergi ke luar negeri dan bla bla bla, jadi ia tetap ingin ikut. Ibunya terus menolak dan Ji Hye kesal, ia menutup laptop ibunya alasannya yakni dari tadi ibunya bicara sambil menonton sesuatu.
Ji Hye kesal alasannya yakni ibunya tak pernah melaksanakan sesuatu untuknya, keluarga lain mengirim anaknya untuk les tapi ibunya tidak dan hanya fokus pada kuliah ibunya. Sepertinya ibunya sedang kuliah dan persiapa wisuda, jadi ibunya sudah tidak punya uang alasannya yakni pendidikannya.

PAda jadinya ibu menyetujui aktivitas itu dan Ji Hye sangat senang. Besoknya di sekolah ia memberitahu guru dan guru memberikan syarat-syaratnya. Ji Hye dan temannya bersemangat alasannya yakni mereka akan ke Inggris bersama-sama.

Ji Hye sedang menulis di komputer rumahnya ketika Ji Han tiba dan menyuruhnya minggir, alasannya yakni ia ingin pakai komputer juga. Ia bahkan hingga mendorong Ji Hye hingga jatuh dari kursi, tapi Ji Hye tidak mengalah alasannya yakni ia harus menuntaskan itu hari ini. JI Han jadinya mengalah dan mengingatkan Ji Hye harus selesai sebelum ia selesai mandi, ia mengancam akan membunuh JI Hye LOL. JI HYe tak peduli.
Saat Ji Han akan buka baju tiba-tiba ia panik setengah mati alasannya yakni ada kecoa di sana. IA kabur dan berlindung di belakang Ji Hye menyuruh Ji Hye menangkap kecoa itu. JI Hye tentu saja berfikir panjang dan bertanya apa yang kakaknya berikan padanya kalau ia menangkapnya. Ji Han tanpa ragu menyampaikan Ji Hye boleh pakai komputer sepuasnya LOL.
Ji Hye tersenyum menang dan dengan gampang ia menangkap kecoa itu. Sepertinya Ji Hye lebih menyukai kecoa alasannya yakni kecoa tidak berbunyi dan alasannya yakni nya ia tidak terganggu.

Pagi harinya, Ji Han menceritakan hal itu pada ibunya dan ingin ibunya memanggil orang untuk membasmi kecoa di rumah mereka. Ibunya kesal Ji Han bicara perihal kecoa ketika mereka sarapan dan menyampaikan itu bukan problem besar, toh cuma 1.
Tapi Ji Han yakin para kecoa bersembunyi di suatu kawasan di rumah mereka. Karena ibunya terus menolak, Ji Han jadi kesal. Ji Hye sih makan dengan damai dan berfikir mengenai bunyi hewan, anjing mengongong, cicadas menimbulkan bunyi buzz dan kecoa sama sekali tidak mengeluarkan suara. Ia berfikir mungkin alasannya yakni itu kecoa sanggup selamat selama ini, alasannya yakni kalau kecoa nggak keluar dari sarang orang tidak akan tahu ada kecoa. Kalau mereka bersuara niscaya sudah tertangkap lembap di mana sarang mereka.
JI Han dan ibu terus berkelahi lisan dan Ji Hye menatap kakaknya dengan kesal sambil berkata dalam hati, kalau begitu bagaimana insan sanggup selamat, mereka menciptakan bunyi paling berisik dari semuanya.

Ji Hye masuk ke kamar sehabis abang dan ibunya selesai bertengkar dan ibu resah kenapa Ji Hye masih belum mengenakan seragamnya. Ji Hye mengingatkan hari ini yakni ulang tahun sekolah jadi mereka libur. Ia kemudian menyampaikan kalau ia harus menciptakan passpor dan ibu menyampaikan akan memberikan kartu kreditnya pada Ji Hye.
Tapi masalahnya bukan uang, Ji Hye menyampaikan anak dibawah umur butuh wali. Ibu menyampaikan jam itu sama dengan jam kerjanya jadi ia tak sanggup ikut. Lagi pula Ji Hye sudah remaja nggak butuh wali lagi, kalau nanti ada apa-apa Ji Hye sanggup menelponnya. Ji Hye kelihatan kesal.

Ji HYe dalam perjalanan menciptakan passpor. Ia terlihat senang tapi kemudian ia berhenti lagi alasannya yakni bunyi serangga ekspresi dominan panas. Ia menatap ke arah pepohonan dan bertanya-tanya kenapa mereka masih sanggup selamat meski mereka menciptakan bunyi berisik menyerupai itu.

Ji Hye tiba di kawasan pengurusan passpor tapi ia tak sanggup membuatnya alasannya yakni ia butuh wali, mereka ingin Ji Hye membawa ayahnya alasannya yakni secara aturan nama Ji Hye masih dibawah ayahnya. Meski Ji Hye menyampaikan kalau ayah dan ibunya sudah bercerai 10 tahun kemudian dan ia hidup dengan ibunya, tapi petugas menyampaikan Ji Hye harus tetap membawa walinya.
Ji Hye pulang dengan kesal sambil menelpon ibunya, ia menjelaskan kalau ia butuh ayah untuk menciptakan passpor alasannya yakni ia masih masuk dalam daftar keluarga ayahnya. Ibunya juga resah bagaimana mereka mencari tahu ayah Ji Hye, sudah 10 tahun mereka tak berhubungan.
Ibu sedang sibuk jadi minta Ji Hye bicara di rumah nanti, ia menutup telpon. Ji Hye kesal.

Ji Hye kembali ke rumah dan mulai membongkar kamar ibunya, ia membongkar lemari, buku-buku dan banyak file yang ada untuk mencari alamat atau nomor telpon ayahnya. Tapi ia tak sanggup menemukannya. Saat ibu pulang, ibu shock melihat kamarnya sangat berantakan.
Ji Hye bertanya apa ibunya benar-benar tak punya nomor telpon ayahnya. Tentu saja ibu menyampaikan ia tak punya, untuk apa ia menyimpannya, bahkan penagih hutang juga tak tahu nomor ayahnya.
Ji HYe kesal alasannya yakni ibunya mendaftarkannya sebagai anggota keluarga ayahnya. Ibu menyampaikan itu yakni syarat perceraian mereka dulu, jadi ia sanggup apa.

 Ji Hye resah apa yang harus ia lakukan untuk menciptakan passpor. Ibunya menyampaikan Ji Hye harus menunggu beberapa tahun lagi dan menjadi dewasa, kemudian ia akan lepas dari ayahnya. Tapi Ji Hye butuh kini untuk passpor. Ibu kesal dan berteriak Ji Hye tak akan mati kalau ia tak keluar negeri.
Ji Hye tak suka ibunya menyampaikan hal menyerupai itu dan menyampaikan ayahnya sangat tidak berguna, bahkan tak pernah membantu mereka, lebih baik kalau ayahnya mati saja (karena tadi petugas passpor menyampaikan lain dongeng kalau ayah Ji Hye sudah mati, maka mereka sanggup menguruskannya).
Ji Hye meninggalkan kamar ibunya sambil membanting pintu, ia tak peduli ibu berteriak padanya.

Ji Hye kesal di kamarnya. Ia membuang buku dari mejanya dan merobek-robek kertas. Ia menangis. Ia menangis sambil berfikir kalau ibunya benar, selama ini ia tak peduli pada ayahnya dan ayahnya hidup menyerupai kecoa, membisu dan tak bersuara. Baginya selama ini, ayah tak pernah ada dalam hidupnya dan tak pernah menghipnotis hidupnya. Tapi bagi orang yang pernah dihantui oleh kecoa, tak akan pernah melupakan pengalaman itu seumur hidupnya. (Kecoa, bener banged. Aku nggak takut sih sama kecoa, tapi kecoa terbang saya takut HAHAHAHAHA).

Setelah menenangkan dirinya, Ji Hye menemukan inspirasi lainnya. Ia masuk ke kamar kakaknya dan mulai membongkar laci. Ia menemukan foto keluarga mereka dulu dan sebuah surat dari ayahnya untuk Ji Han. Ji Hye mengambil itu dan tertangkap lembap oleh kakaknya. Ji Hye menyembunyikan amplop di belakangnya dan dengan cepat otaknya berfikir ketika Ji Han bertanya kenapa Ji Hye ada di kamarnya.
Ji Hye menyampaikan ia tiba menangkap kecoa. Ji Han benar-benar takut sama kecoa, ia tidak curiga pada JI Hye dan eksklusif panik. Ji Hye segera lari ke kamar dan Ji Han mengikutinya, menyuruhnya menangkap kecoa itu, kenapa Ji Hye malah lari ke kamar. Ji Han bahkan nggak berani ke kamarnya lagi dan menendang pintu kamar Ji Hye biar keluar menangkap kecoa di kamarnya HAHAHHAHA.
Ji Hye di kamarnya menelpon alamat yang ada di surat itu. Ia bertanya apakah ayahnya ada disana dan menyampaikan ia puteri ayahnya. Tapi orang yang mengangkat telpon menyampaikan tidak ada orang berjulukan Ryu Jung Chul disana. Ji hye kecewa.
Sementara Ji Han masih di luar ngamuk-ngamuk nendang pintu HAHAHHAHA.

Ji Hye besoknya melapor pada gurunya kalau ia tak sanggup mengurus passpor, tampaknya ia tak menyampaikan alasannya, jadi guru murka padanya dan menuduhnya bahwasanya tidak berniat pergi ke Inggris. Ji HYe tak tahu bagaimana menjelaskannya dan gurunya mengingatkan besok yakni batas simpulan jadi Ji Hye harus menyerahkan semua dokumen besok.
Saat itu seorang perempuan masuk dan mengenal Ji Hye. Ternyata itu yakni ibu Sueng Yeo. Mereka berakhir dengan makan bersama, bersama ayah, ibu dan Seung Yeon.
Orang renta Seung Yeon memuji Ji Hye dan menyampaikan kalau anaknya sering membicarakan Ji Hye. ayah Seung Yeon bahkan akan menguruskan problem passpor itu dan mereka senang anak mereka nanti ada sahabat di Inggris. Mereka memuji Ji Hye yang kelihatan lebih remaja dari anak seusianya dan berfikir ia anak pertama, tapi Ji Hye menyampaikan ia punya Oppa.

Mereka berfikir kalau oppa Ji Hye yakni seorang mahasiswa dan memberikan untuk menjadi tutor anaknya, Ji Hye hanya sanggup tersenyum mendengarnya, meski ia merasa tak lezat hati. Orang renta Seung Yeon terus membicarakan mengenai Ji Hye yang dibesarkan dengan baik oleh ibunya sendirian dan bla bla bla.
Ji Hye memaksakan diri tersenyum. Saat ibunya menelpon, ia tak mengangkatnya.
(Sepertinya orang renta Seung Yeon berfikir Ji Hye dari keluarga serasi gitu, Ji Han tampaknya nggak sekolah sih. Tapi JI Hye tidak sanggup mengatakannya.

Malam itu Ji Hye diantar pulang oleh keluarga Seung Yeon dan ia gres mengangkat telpon dari ibunya. Ternyata kakaknya menciptakan ulah lagi, kakaknya memukul seseorang dan ibunya sedang ada di kantor polisi. Ia minta Ji Hye jangan menunggunya, ia bertanya apakah Ji Hye sudah makan malam dan JI Hye menyampaikan sudah. Ji Hye ingin menceritakan mengenai keluarga Seung Yeon yang membantunya mengurus passpor tapi ibu keburu menutup telpon.
Di kamar, Ji Hye tampak senang alasannya yakni ia akan keluar negeri kali ini sehabis passpornya selesai.

Ibu dan Ji Han kembali. Ibu tampak pusing. Keluarga korban minta bayaran yang mahal alasannya yakni anaknya luka hingga berdarah. Setidaknya biaya yang mereka minta lebih murah dari biaya menyewa pengacara. Ji Hye menangkap maksudnya kalau ganti rugi yang diminta niscaya sangat mahal.
Ibu mendesah menyampaikan ia harus melupakan kelulusannya, alasannya yakni uang untuk kelulusan ia gunakan untuk membayar korban kalau tidak kakaknya akan masuk ke penjara. Dan bahkan mereka akan kesulitan membeli beras alasannya yakni hal itu.
Mendengar hal itu, Ji Hye khawatir dengan uang biaya sekolah ke luar negerinya. Ibunya menyampaikan lagu pula JI Hye tak akan sanggup pergi tanpa passpor. Ji Hye menjelaskan kalau ia sanggup membuatnya alasannya yakni orang renta Seung Yeon membantunya. Tapi ibunya ingin Ji Hye tidak pergi alasannya yakni mereka tak punya uang lagi.
Ji Hye kesal semuanya alasannya yakni Ji Han. Ia menyampaikan kalau kakaknya melaksanakan tindak kriminal maka sudah niscaya ia kriminal kenapa harus menolongnya, kenapa kakaknya selalu menciptakan problem dan dirinya yang harus menanggung resikonya.
Ji Hye murka dan masuk ke kamarnya. Kakaknya yang mendengar itu murka dan lagi-lagi menendang pintu kamar Ji Hye. Ji Hye kesal dan tak peduli, ia menangis di kamarnya.

Keesokan harinya, Ji Hye menyampaikan pada guru kalau ia tidak sanggup mengikuti aktivitas itu. Guru tampaknya kesal pada Ji Hye, kali ini problem apa lagi. Dan pada jadinya Ji Hye terpaksa jujur kalau ia tak sanggup membayar biayanya. Akhirnya guru mengerti alasannya yakni ia tak sanggup melaksanakan apa-apa perihal itu.
Ji Hye juga minta maaf pada Seung Yeon dan ia ingin Seung Yeon memberikan pada orangtuanya alasannya yakni ia tidak jadi pergi.

Seung Yeon ingin tau ada problem apa bahwasanya di rumah Ji Hye. Ji Hye menyampaikan bukan problem besar, tapi ibunya memakai uang itu untuk kepentingan lain.
Seung Yeon menyampaikan kalau problem uang ia sanggup meminta ayahnya membayarkan Ji Hye. Seung Yeon kemudian sadar dan minta maaf, itu alasannya yakni ia ingin pergi dengan Ji HYe. Ji Hye mengerti, karenanya ia minta maaf.
Ibu mengirim pesan pada Ji Hye ketika itu, mengajaknya makan malam bersama. Ji Hye masih kesal pada ibunya dan menghapus pesannya.

Ji HYe kembali ke rumah malam harinya, sempurna ketika kakaknya akan pergi bersama temannya. Temannya tampaknya tertarik pada Ji Hye, ia tak tahu Ji Han punya adik secantik itu.

Ji Hye merebahkan diri di sofa rumah dan telponnya berdering. Ia mendapatkan telpon dari seseorang yang ternyata ayahnya. Ayahnya menerima nomor telpon Ji Hye dari temannya, dimana dulu Ji Hye sempat menelpon ke alamat surat dari ayahnya untuk Ji Han.
Ayah Ji Hye terdengar sangat merindukan Ji Hye. Ia menjelaskan kenapa dulu ia meninggalkan Ji Hye pada ibunya alasannya yakni ia terlilit hutang dan harus kabur kesana kemari. Ia dulu bekerja di alamat yang ada di surat itu, itu yakni perusahaan temannya.
Ayah Ji Hye menyampaikan kalau ia sedang sakit, kanker hati dan ia selalu berdoa ia ingin mati disamping keluarganya, karenanya ia sangat senang ketika Ji Hye mencarinya. Ia berfikir Ji Hye merindukannya makanya menelponnya dan ia ingin Ji Hye meminta ibunya untuk hidup bersama dengannya lagi, alasannya yakni ia yakin Ji Hye juga ingin hidup bersamanya lagi.
Ji Hye tidak sanggup menyampaikan alasan utama kenapa ia mencari ayahnya dulu dan hanya sanggup membenarkan kalau ia merindukan ayahnya, meski wajahnya tidak memperlihatkan hal itu.

Continue Reading

More in KBS Drama Special

To Top