Connect with us

Locafest.co.id

[Trivia] A Love So Beautiful Novel Vs Drama (Chapter 1-10)

A Love So Beautiful

[Trivia] A Love So Beautiful Novel Vs Drama (Chapter 1-10)

Aku pikir saya akan selesai menulis mengenai A Love So Beautiful begitu saya selesai menulis recap untuk Cut Scene dan BTS-nya. Tapi ternyata dikala saya membaca terjemahan novelnya, saya jadi berfikir saya ingin menulis lagi review novelnya, terutama perbandingan antara versi drama dan novelnya. Menarik banged lho.

Aku sudah usang ingin mencari novel A Love So Beautiful ini. Sejak Agustus 2017 lalu, dikala saya tahu drama ini disesuaikan dari novel, saya udah searching mengenai novelnya, sayangnya nggak ada yang jual versi terjemahannya. Bahkan dulu dikala kita search A Love So Beautiful Novel di google, sama sekali nggak keluar cover novelnya HAHAHAHHAHAHA.
Untung saja sesudah dramanya selesai dan cukup populer, jadinya ada yang bersedia menerjemahkan setiap chapter novelnya.

Drama A Love So Beautiful diangkat dari sebuah novel karya Zhao Gan Gan  yang berjudul To Our Pure Little Beauty. Kabarnya versi novelnya memiliki 50 chapter dan tentu saja bagi yang ingin baca versi novelnya, kita harus bersabar alasannya penerjemahnya ialah fans bukan dibayar^^
Disini saya akan menulis perbandingan versi drama dan novelnya, saya hanya memasukkan bab penting saja , jadi ini bukan recap versi novelnya. ^^

Bagi yang ingin membaca novel A Love So Beautiful versi Bahasa Inggris, silakan kunjungi blog  Dolli and Team: http://teaquilashot.wordpress.com/

Note: Aku mungkin menulis ini tidak sesuai dengan urutan dalam novelnya.

Setelah membaca chapter 1-10, ternyata novelnya benar-benar jauh berbeda dengan versi dramanya untuk beberapa bagian. Jika di drama dimulai dengan tahun 2017 dan flashback ke tahun 2005 hingga jadinya ke 2017 lagi, maka di versi novel dimulai dengan tahun 2017 dan alurnya bolak balik, jadi 2017 nanti ke tahun sekian trus ke 2017 lagi, ketahun sekian lagi, ke 2017 lagi. Singkatnya sih si Xiao Xi menceritakan masa lalunya bersama Jiang Chen, jadi memang ingatannya mengenai masa mudanya yang dipenuhi Jiang Chen, cuma nggak berurutan kayak di drama.

Chapter 1 dimulai dengan adegan dimana ayah Xiao Xi masuk rumah sakit alasannya jatuh dan pinggangnya sakit. Nggak ada Wu Bo Song yang mengantar Xiao Xi di novelnya, Xiao Xi ke rumah sakit menggunakan Taksi. Jika di versi drama ayah Xiao Xi masuk ke rumah sakit dimana Jiang Chen bekerja, maka di versi novel, ayah Xiao Xi masuk ke rumah sakit lokal. Tapi alasannya disana harus menunggu giliran operasi, jadi Xiao Xi memutuskan meminta dukungan Jiang Chen, untuk mentransfer ayahnya ke rumah sakit di kota, dimana Jiang Chen bekerja. Tentu saja disini Jiang Chen dan Xiao Xi sudah putus, dan kenapa Xiao Xi punya ide menyerupai itu ialah alasannya Jiang Chen menelponnya, tapi dikala itu nggak ada bunyi dan Xiao Xi berfikir Jiang Chen salah tekan nomor lagi. Makara sesudah putus 3 tahun yang lalu, Jiang Chen ini sering salah telpon ke nomor Xiao Xi, atau salah pencet atau kepencet gitu deh. Dilihat dari pemahaman saya mengenai reaksi Xiao Xi dikala melihat nomor Jiang Chen menelponnya, tampaknya ini bukan pertama kalinya, jadi sering.

Dan begitulah, Jiang Chen setuju, dan ayah Xiao Xi dijemput ke rumah sakit lokal dengan ambulance, Jiang Chen juga tiba menjemput. Itu ialah pertemuan pertama keduanya sesudah putus 3 tahun lalu. Di novel sih katanya Xiao Xi nggak berani menatap Jiang Chen wkwkkwkw.
Ayah Xiao Xi diceritakan di novel tidak menyukai Jiang Chen, alasannya bencana masa kemudian dan disini kita dibawa untuk mengetahui bagaimana Xiao Xi jatuh cinta pada Jiang Chen.

Jika di versi drama diperlihatkan awalnya Xiao Xi mulai suka Jiang Chen semenjak melihat Jiang Chen membayarkan pensil warna milik anak kecil di toko buku, maka di versi novel terjadi lebih awal.
Jiang Chen dan Xiao Xi menyerupai di drama dibesarkan di apartemen yang sama. Dalam novel, Xiao Xi menjelaskan ada 2 tipe sobat masa kecil, childhood sweet heart dimana 2 sobat masa kecil akur dan selalu bersama dan tipe yang sering mengganggu dan menciptakan anak perempuan menangis, sesudah cukup umur gres sadar bila mereka saling menyukai. Xiao Xi menyampaikan mereka sama sekali tidak menyerupai itu, mereka hanya anak tetangga yang saling mengenal nama dan sama sekali tidak dekat.
Xiao Xi mulai memperhatikan Jiang Chen dikala karyawisata ekspresi dominan panas kelas 2 Sekolah Menengah Pertama dimana ia dan Jiang Chen mendapat kiprah membersihkan kentang. Ada 40 siswa dan 44 kentang, Jiang Chen cuma membersihkan 4 kentang dan kemudian kabur bermain bersama temannya LOL.
Xiao Xi kesal sekali tapi ia terus membersihkan kentang itu dan dikala ia membersihkannya, ada kerikil yang dilempar ke hadapannya, airnya memercik ke wajahnya, itu ialah ulah Jiang Chen.
Nah, di episode special, Supergirl, kan ada adegan Jiang Chen melempar kerikil ke sungai, nah persis adegan itu, cuma di drama nggak ada membersihkan kentang. Dari sana, melihat Jiang Chen melempar kerikil ke sungai, dengan cahaya matahari yang menyinarinya, Xiao Xi menyadari bila Jiang Chen sangat tampan dan menciptakan jantungnya berdebar.

Tapi sesudah itu ia melupakan perasaan itu alasannya ia mulai sibuk dengan ujian dan fangirling sama Dao Ming Tse, soalnya Meteor Garden tayang HAHAAHAHAHHAHHA.
Perasaan Xiao Xi dimulai lagi dikala kelas 3 SMP, sebelum ujian kelulusan, beliau dimarahi oleh ibunya alasannya nilai tri-outnya rendah, ia ke toko buku membeli pensil 2B. Dan disana ia melihat Jiang Chen membeli buku aneh. Sama menyerupai di drama, ada anak kecil yang meminta Jiang Chen membayarkan pensil warnanya, alasannya ia terlalu pendek dan nggak sanggup menjangkau meja kasir.
Bedanya, disini nggak ada menambahkan uang anak itu, tapi anak itu berterima kasih pada Jiang Chen dengan menggambarkan sesuatu untuknya. Jiang Chen salah menebak, ia mengira itu gambar anjing, ternyata kucing dan Jiang Chen tertawa dikala itu. Dan disanalah Xiao Xi jatuh cinta beneran sama Jiang Chen. ehhehehe.

Dalam dramanya, dikala menjadi dokter intern, Jiang Chen berguru ke Beijing selama 4 tahun tapi selesai dalam waktu 3 tahun, di novelnya, Jiang Chen untuk menjadi dokter seutuhnya hingga mendapat gelar master, butuh waktu 7 tahun, tapi ia menuntaskan dalam waktu 4 tahun. WOW.
Cara putus Jiang Chen dan Xiao Xi sangat berbeda antara novel dan dramanya. Jika di drama alasannya kesalahpahaman dan Jiang Chen akan berguru ke Beijing, maka di versi novel, ternyata alasannya mama Jiang Chen.
Aku sempat protes kenapa kita nggak melihat mama Jiang Chen lagi sesudah time jump, ternyata alasannya di novel mama Jiang Chen ini sangat jahat pas tahu Jiang chen an Xiao Xi pacaran, makanya ayah Xiao Xi nggak suka sama Jiang Chen.

Makara ceritanya, Xiao Xi dan Jiang Chen ini mulai pacaran tahun pertama kuliah, sama menyerupai di drama. (tapi di novel nggak diceritakan mengenai Xiao Xi yang gagal ujian, atau mungkin di versi novel Xiao Xi memang nggak gagal ujian).
Mereka juga jadian sama menyerupai di drama, dikala Xiao Xi ikut ngumpul dengan teman-teman kedokteran dan keperawatan trus Xiao Xi akal-akalan sakit perut dan Jiang Chen permisi menyampaikan bila pacarnya sakit perut.
Dalam novelnya, Xiao Xi menyampaikan dulu Jiang Chen sangat baik dan hubungan mereka sangat lancar, bahkan hingga Xiao Xi lulus kuliah. Setelah bekerja, Xiao Xi sangat populer, rekan kerjanya, penjual bunga dan banyak laki-laki yang tertarik padanya. Dan Jiang Chen mulai merasa khawatir dan jadinya mengajak Xiao Xi untuk menikah. Xiao Xi eksklusif setuju, tentu saja alasannya ia sangat menyayangi Jiang Chen. Saat itu yang ada dipikirannya hanya bersama dengan orang yang ia cintai dan tak memikirkan duduk kasus lainnya.

Nah, masalahnya dimulai dari sana, mama Jiang Chen ini tidak menyukai Xiao Xi, tapi juga nggak menyampaikan ‘tolong tinggalkan anakku’, hanya saja dikala membicarakan mengenai komitmen nikah dengan ibu Xiao Xi, mama Jiang Chen ini merendahkan keluarga Xiao Xi. Di novel nggak terlalu dijelaskan sih, tapi saya nangkepnya, mamanya Jiang Chen pengen pesta mewah, gaunnya ini dan itu bla bla bla.
Mama Jiang Chen juga menyuruh Xiao Xi menandatangani surat perjanjian bila Xiao Xi menikah dengan Jiang Chen bukan alasannya uang, dan bila cerai nanti Xiao Xi nggak menuntut aset dan bla bla bla. Tentu saja itu melukai harga diri Xiao Xi.
Di novel, ayah Jiang Chen belum meninggal dunia, beliau ialah bos ayah Xiao Xi yang bergotong-royong ayah Jiang Chen ini sering memarahi ayah Xiao Xi alasannya ia bawahan, ayahnya menahan diri alasannya ayah Jiang Chen atasannya, tapi ia tak terima keluarganya diinjak-injak. Karena itu ia mengancam Xiao Xi, bila Xiao Xi berani menandatangani itu, ia akan memutuskan ikatan ayah dan anak dengan Xiao Xi.
Jiang Chen sendiri juga memarahi ibunya alasannya melaksanakan itu pada Xiao Xi, tapi ibu Jiang Chen memang nggak mau Xiao Xi menjadi menantunya, ia mengancam akan mati di program komitmen nikah Jiang Chen an Xiao Xi bila mereka tetap mau menikah.

Setelah duduk kasus itu, Xiao Xi dan Jiang Chen mulai sibuk dan pembicaraan komitmen nikah juga berakhir. Sibuk dan sibuk, mereka jadi jarang bertemu.
Xiao Xi meminta putus dari Jiang Chen dan Jiang Chen juga eksklusif setuju, meski ia membanting pintu dikala keluar dari rumah.
Aku suka narasi Xiao Xi yang menyampaikan ia pikir berpisahnya sebuah pasangan itu niscaya alasannya hal-hal menyerupai orang ketiga, anak diam-diam atau lainnya, ternyata rasa tidak tenang, kesibukan, kekhawatiran juga menciptakan orang yang saling menyukai menjadi berpisah.

Xiao Xi pindah rumah sesudah putus dari Jiang Chen. Lucunya, dalam narasinya, Xiao Xi menyampaikan ia pindah ke alamat yang gampang ditemukan Jiang Chen, ia takut Jiang Chen nggak akan menemukannya bila alamatnya sulit dicari. Intinya sih Xiao Xi masih ngarep sama Jiang Chen.
Ayah Xiao Xi sendiri dikala mendengar Xiao Xi putus dari Jiang chen sangat senang, tapi sesudah beberapa tahun, ia jadi khawatir, alasannya Xiao Xi kesulitan mendapat pasangan. Xiao Xi tidak pernah menemukan orang yang cocok.

Adegan malam hari dikala Xiao Xi menjaga ayahnya dirumah sakit, dokter Su tiba dan bicara dengan Xiao Xi. Pembicaraannya hampir sama dengan yang ada dalam drama. Bedanya ialah ada bab dimana dokter Su menceritakan bila seluruh karyawan rumah sakit ternyata menganggap Jiang Chen itu seorang gay, alasannya nggak pernah tertarik dengan wanita, apalagi pergi bersama seorang perempuan HAHAHAHHAA. Eh, di drama ada bab ini nggak ya? Karena disini dokter Su cukup serius mengatakannya, jadi benar bila rekan kerjanya menganggap Jiang Chen itu gay.
Disini juga dokter Su menyampaikan bila ia sudah punya pasangan yang sedang melanjutkan pendidikan di universitas X, jadi beliau memang nggak ada hati sama Jiang Chen.

Semasa SMA-nya, Jiang Chen ini ternyata cukup aktif dan bersosialisi, beda dengan versi drama. Xiao Xi menyebutkan bila Jiang Chen ialah ketua kelas dikala mereka Sekolah Menengan Atas dan sering bermain bola bersama teman-teman lainnya.
Xiao Xi dikala Sekolah Menengan Atas di novel, sama dengan di drama, beliau mengejar-ngejar Jiang Chen juga. Dalam drama ada adegan Xiao Xi menendang kaki Jiang Chen alasannya Jiang Chen menyampaikan ia tak cocok jadi ketua kelas. Di versi novel, Xiao Xi menendang Jiang Chen alasannya ia mengajak Jiang Chen pulang bareng, tapi Jiang Chen malah pulang bersama Li Wei HAHAHHAHAHAHA.
Di novel, ada adegan Jiang Chen main basket bersama teman-temannya dan Xiao Xi dan Jiang Chen yang udah baikan pasca menendang kaki, Jiang Chen meminta Xiao Xi membelikannya minuman. Xiao Xi berdasarkan dan membeli minuman brand X, ia menentukan brand X alasannya harganya lebih murah 50 sen.
Saat dilapangan, Li wei membawa minuman brand A dan akan menyampaikan pada Jiang Chen, tapi Jiang Chen menolak alasannya ia sudah menyuruh Xiao Xi membelikannya minuman dan meminum minuman yang dibelikan Xiao Xi.

Dalam drama, ada adegan Xiao Xi mengantarkan buah untuk Jiang Chen, alasannya disuruh oleh ibunya. Kalau di drama, mereka sempat laga lisan dan bila nggak salah disana Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi menyesal dan Xiao Xi menyampaikan tidak.
Di versi novel, dikala Xiao Xi akan keluar, Jiang Chen meminta Xiao Xi mencarikannya pacar HAHAHAHHAHAHA. Seseorang yang lebih tinggi dan langsing dari pada Xiao Xi LOL. Disini Xiao Xi bergotong-royong ngarep Jiang Chen menyampaikan ‘seseorang yang sepertimu, saya belum sanggup melupakanmu’. LOL
Di versi novelnya, saya melihat Xiao Xi beneran masih berharap sama Jiang Chen, sementara Jiang Chen jauh lebih cuek dan nyebelin dari versi drama.

Xiao Xi benar-benar memperkenalkan Jiang Chen ke perempuan lain, perempuan itu ialah pelanggan di perusahaan kecil mereka. Aku lupa namanya Zhang xxxx Na gitu. Xiao Xi menyampaikan bila Nona Zhang ini cantik, kurus, pekerjaannya lebih baik dari pada Xiao Xi, pokoknya diatas Xiao Xi banged lah, tapi Xiao Xi hanya sanggup menang 1 dibanding nona Zhang, yaitu kaki Xiao Xi lebih kecil dibandingkan nona Zhang LOL.
Saat memperkenalkan mereka, Xiao Xi sudah menyampaikan pada Nona Zhang bila beliau ialah mantan Jiang Chen. (Aku menebak beliau ialah Nana versi novel, meski cara ketemu dengan Xiao Xi-nya beda.)
Hubungan Jiang Chen dan Nona Zhang ini kelihatan berjalan lancar. Suatu hari, Nona Zhang menelpon Xiao Xi, ia menyampaikan bila ia dan Jiang Chen ada rencana tiba ke sebuah pesta yang diadakan untuk merayakan kesembuhan pasien Jiang Chen, tapi ia ada keperluan mendadak dan ingin Xiao Xi menggantikannya.
Xiao Xi awalnya tentu saja menolak tapi alasannya Zhang terus memohon dan Zhang juga menyampaikan Jiang Chen setuju, Xiao Xi jadinya nggak sanggup menolak lagi.

Dan begitulah hari itu Jiang Chen menjemput Xiao Xi di perusahaannya dan alasannya ini pesta, jadi Xiao Xi harus mengenakan gaun.
Awalnya Xiao Xi pikir Jiang Chen akan membelikan gaun mahal di toko X, tapi ternyata mereka pergi ke toko biasa, dimana manager tokonya menyerupai sudah kenal baik dengan Jiang Chen.
Ternyata manager toko itu ialah adik dokter Su, namanya Su Rui. Aku suka pas bab Rui bertanya nomor sepatu Xiao Xi dan Xiao Xi menyampaikan 35, tapi Jiang Chen menatap tajam pada Xiao Xi alasannya ia tahu no sepatu Xiao Xi ialah 33,5 atau 34 bila ditambah sedikit sol (intinya gitu). Ingat banged si Jiang Chen wkwkwkkw.
Saat Rui mencari sepatu untuk Xiao Xi, Xiao Xi sedang menentukan gaun dan dikala ia menggunakan gaun, rambutnya nyangkut di resleting baju, Jiang Chen masuk ke ruang ganti dan membantu Xiao Xi tanpa banyak bicara wkwkkwkkwkw. Ngebayanginnya aja udah gimana gitu, soalnya Xiao Xi agak kaget gitu di novelnya.

Kalau di drama, Bo Song punya peliharaan seekor kadal berjulukan Xiao Xi, lucunya, di versi novelnya kadal berjulukan Xiao Xi itu ialah peliharaannya Rui HAHAHAHAHAHHHA.
Aku ngakak banged pas membaca bab itu, Xiao Xi beneran takut kadal dan sembunyi dibelakang Jiang Chen. Tapi jadinya ia kenalan dengan Xiao Xi kecil alias si kadal XD

Setelah menentukan gaun dan sepatunya, Xiao Xi dan Jiang Chen berangkat ke lokasi pesta. Xiao Xi menggunakan make up di kendaraan beroda empat dan ia sudah cukup terampil menciptakan Jiang Chen berkomentar bila cara menggunakan make up Xiao Xi sudah lumayan. Dan itu mengingatkan Xiao Xi pada kenangan sebelum kelulusan dikala mereka kelas 3 SMA, ada pesta disekolah untuk perayaan dan tampaknya beberapa siswa termasuk Xiao Xi menggunakan make up dipanggung dan Xiao Xi beneran nggak sanggup menggunakan make up jadi banyak yang ketawa. Intinya sih gitu.
Saat mereka di pesta, banyak yang berfikir bila Xiao Xi ialah pacar Jiang Chen. Xiao Xi dan Jiang Chen tampaknya tidak membantah sih.
Acara pesta ini ialah tamat dari chapter 7.

Chapter 8 ada dalam drama, yaitu dikala Jiang Chen makan mie di rumah Xiao Xi. Kalau di drama, Jiang Chen mengantar Xiao Xi pulang sesudah ayahnya masuk rumah sakit, di novel, tentu saja pulang dari pesta itu. Sebenarnya dikala dalam perjalanan menentukan gaun, Xiao Xi udah melihat Jiang Chen menahan sakit lambungnya. Di acara, beliau juga khawatir alasannya Jiang Chen sangat sibuk mengobrol dan nggak sempat makan, sementara Xiao Xi asik makan makanan yang ada disana, bila nggak salah beliau makan 32 hidangan yang tersedia wkkwkwkkw.
Saat Jiang Chen mengantar pulang, Xiao Xi juga melihat Jiang Chen manahan sakit lambungnya, ia sudah keluar dari kendaraan beroda empat dikala itu dan belum menutup pintu. Makara ia mengajak Jiang Chen makan di rumahnya. Sama dengan drama, awalnya Jiang Chen menolak, meski jadinya masuk juga.
Kalau di novel kayaknya Jiang Chen tidur beneran deh, saking lelahnya dan Xiao Xi menunggunya berdiri sambil nonton program olahraga, sama dengan di drama.
Jika di versi drama, Jiang Chen pernah bertanya ‘apakah Xiao Xi tidak menyesal putus dengannya’, adegan itu ada di ruang kerja Jiang Chen, maka di versi novel, adegan itu ada sesudah Jiang Chen makan mie buatan Xiao Xi. Kalau nggak salah sih, Jiang Chen bertanya apakah ia tidak merasa bersalah atas apa yang terjadi dimasa lalu.

Untuk Chapter 9 dan 10, ada dalam drama, tapi dibentuk versi berbeda. Di versi drama, adegannya ialah pesta yang diadakan oleh Lu Yang dan Jing Jing, yaitu pesta bujangan terakhir, alasannya mereka akan segera menikah.
Nah, di versi novel, itu bergotong-royong ialah program makan malam. Nona Zhang berterima kasih pada Xiao Xi alasannya sudah mau menemani Jiang Chen ke pesta. Sebagai rasa terima kasih, ia ingin mengajak Xiao Xi makan malam bersama Jiang Chen. Xiao Xi sih sepakat aja tuh.
Saat Xiao Xi mengembalikan baju pada Su Rui (Wu Bo Song 2017 versi novel), Xiao Xi menceritakan mengenai program makan malam itu dan Rui kasihan sama Xiao Xi yang bakaln jadi obat nyamuk, jadi beliau menunjukkan diri ikut. Xiao Xi juga merasa tertolong banged, beliau juga malas jadi obat nyamuk wkkwkwkwkkww.

Nah, keduanya hingga duluan di kawasan janjian dan menghabiskan banyak wkatu untuk mengobrol, sambil menunggu Nona Zhang dan Jiang Chen. dikala keduanya tiba, Xiao Xi dan Rui udah deket banged, mereka banyak becanda dan mengobrol sendiro, pokoknya persis kayak di drama, cuma ga ada adegan mengupas jeruknya HAHHAAHHAHAH. Jiang Chen tentu saja cemburu, tapi nggak diliatin banged di novelnya, cuma ya beliau banyak diamnya.
Nah, disini juga ada flashback dikala Xiao Xi dan Jiang Chen makan pertama kali sesudah pacaran, kan di cafe tuh, makan spagetti, yang di versi dramanya Xiao Xi kaget alasannya Jiang Chen ngajak menemaninya malam itu, Xiao Xi mikirnya yang aneh-aneh dan beliau tersedak. Adegannya persis dengan di drama.
Kalau nggak salah flashback ini terjadi alasannya Xiao Xi pas makan tersedak sesuatu dan Rui khawatir, trus Jiang Chen nyambung, menyampaikan Xiao Xi nggak akan mati alasannya itu, dulu ada mie masuk ke hidungnya Xiao Xi juga nggak mati HAHAHAHAAHHAHA.

Adegan selanjutnya sama dengan di drama juga, pas mereka akan pulang, Jiang Chen menunjukkan mengantar mereka, bedanya, di novel Xiao Xi dan Rui nggak menolak. Mereka sepakat oke aja. Disini juga Jiang Chen mengantarkan yang rumahnya akrab dulu, bila di drama, Nona Zhang yang sibuk melihat navigasi, bila di novel, inisiatif Jiang Chen sendiri.
Dan alhasil, Xiao Xi dan Jiang Chen di kendaraan beroda empat berdua dan adegannya sama dengan di drama, Xiao Xi yang akal-akalan tidur, terus kendaraan beroda empat Jiang Chen mogok, Xiao Xi mendorong mobil, pas mau masuk ointu dikunci, Xiao Xi ngambek, Jiang Chen mundur dan Xiao Xi murka alasannya pintu masih dikunci, trus jadinya Xiao Xi disuruh duduk di depan.
Saat hingga di apartemen Xiao Xi, Rui menelpon Xiao Xi, sama menyerupai di drama, dikala Bo Song menelpon Xiao Xi. Dan di tamat pembicaraan, Xiao Xi sadar kunci rumahnya nggak ada.
Disana Jiang Chen tiba lagi untuk mengembalikan kuncinya, adegannya sama menyerupai di drama. Bedanya disini, kita melihat isi hati Xiao Xi yang bergotong-royong tersentuh banged Jiang Chen tiba menemuinya, beliau bahkan berfikiran untuk menjerat Jiang Chen kembali menjadi lelakinya HAHAHAHHAHAHA.

Bagi yang membaca komentar sinopsis pas episode ini, saya sempat resah kenapa Jiang Chen menyuruh Xiao Xi meminta maaf, ternyata di versi novelnya saya juga bingung. Adegannya hampir sama dengan versi drama, kaa-kata Jiang Chen dan Xiao Xi juga.
Bedanya, dikala Jiang Chen murka pada Xiao Xi dan Xiao Xi meminta Jiang Chen menjelaskan apa maksudnya, alasannya Jiang Chen tahu semuanya, Jiang Chen beneran kesal sama Xiao Xi. Xiao Xi tahu Jiang Chen marah, alasannya lesung pipi Jiang Chen akan muncul dikala itu, dan Xiao Xi malah menyentuh lesung pipi itu alasannya beliau nggak tahan HAHAHAHAHHAAH. Keduanya sama-sama kaget, Xiao Xi kaget kenapa beliau melakukannya dan Jiang Chen kaget kenapa Xiao Xi menyentuh lesung pipinya alasannya ia sedang marah.
Nah, dikala itulah Jiang Chen meminta Xiao Xi meminta maaf padanya. Sama dengan versi drama, awalnya Xiao Xi resah tapi Jiang Chen tetap menyuruh Xiao Xi meminta maaf dan jadinya Xiao Xi meminta maaf. Kemudian tersenyumlah si Jiang Chen dan meminta Xiao Xi mendekat, Xiao Xi eksklusif mendekat dan keduanya kissu. Makara di versi novel ini, ‘minta maaf’ yang dimaksud Jiang Chen itu sanggup diartikan 3 hal.
1. KArena Xiao Xi menyentuh lesung pipi Jiang Chen, padahal Jiang Chen sedang serius marah.
2. Karena Xiao Xi membawa Su Rui dikala makan malam.
3. Karena bencana masa kemudian mereka.

***

Seperti itulah ringkasan perbandingan versi novel dan drama A Love So Beautiful, yang untuk kali ini saya rangkum dari chapter 1-10, ternyata berbagai bedanya ya?
Aku pernah membaca bila di novel nggak ada Wu Bo Song, tapi penerjemah ini bilang ada kok Wu Bo Song, tapi tampaknya adegan beliau nggak sebanyak di drama. Dan disini juga udah kelihatan bila adiknya dokter Su alias Rui ialah Wu Bo Song versi 2017, bila diperhatikan sih kayaknya beliau suka sama Xiao Xi juga. Aku jadi membayangkan wajah Rui ialah Bo Song HAHAHAAHHA.
Versi novelnya cukup menarik dan lebih terperinci gimana perasaan Xiao Xi ke Jiang Chen. Dia masih ngarep banged. Mungkin alasannya mereka berpisah dengan cara menyerupai itu di versi novel, gara-gara orang bau tanah Jiang Chen. Tapi seru juga sih ya bila mereka mengikuti versi novel, alasannya menurutky versi dramanya alasan mereka putus ga terlalu diperlihatkan. Tapi bergotong-royong di versi novel mereka nggak jadi nikah alasannya ortu Jiang Chen, tapi mereka putus itu alasannya mereka sama-sama sibuk, pada dasarnya sih sama aja HAAHAHHAHAHAHAH.
oke, nanti sesudah baca chapter 11-20, saya lanjut reviewnya

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top