Connect with us

Locafest.co.id

[Trivia] Komentarku: While You Were Sleeping Episode 3-4

K-Drama

[Trivia] Komentarku: While You Were Sleeping Episode 3-4

Heol, ini drama makin seru di episode 3 dan 4, saya nggak nyangka saya menyelesaikannya sekali duduk pagi tadi. Untung subtitlenya cepat rilis ya, lantaran ini yakni pre-produce drama.
Dan saya pikir akan dibawa kemana ceritanya sehabis Hong Joo diselamatkan, saya pikir bakalan muncul kisah cinta dipaksakan dan mulai kehilangan fokus HAHHAHAHAHHA, ternyata justru makin seru.
Mana Kim So Hyun jadi cameo lagi dan nggak cuma beberapa menit tapi bahkan masih akan muncul di episode 5-6 ahad depan. Acckkkk, kenapa nggak jadi cast tetap aja dede So Hyun.
Mana pasangannya adeknya Jae Chan yang jadi teman main So Hyun di Page Turner HAHAHHAHAAHAHHA.

Oke, kali ini saya akan membahas sedikit wacana epsiode 3-4 While You Were Sleeping dan menyerupai judulnya, akan banyak komentar saya disini mengenai episode ini. Yang ternyata masih menciptakan saya deg degan. Nggak nyangka kalau jadinya punya drama gres yang bisa ditunggu-tunggu selain Age of Youth HAHHHAHHAHA.

Makara sehabis Jae Chan menyelamatkan Hong Joo, kita dibawa pada sebuah kenyataan yang bersama-sama masih spekulasi Hong Joo (karena ia belum bisa membuktikannya) bahwa jikalau pemikiran waktu berubah, maka tentu saja akan ada yang berubah.
Dalam kenyataannya Ibu Hong Joo harusnya meninggal dunia dan Hong Joo akan bunuh diri, tapi Jae Chan menyelamatkannya dan waktu berubah, pemikiran waktu yang hilang itu akan mengalir ke arah lain yang artinya akan ada sebuah insiden lain yang terjadi, menggantikan insiden HOng Joo-Ibunya yang seharusnya terjadi.
Dan disinilah kita dibawa pada pemikiran waktu yang berubah itu.
Meski Hong joo dikala itu masih menebaknya, ia belum yakin tapi ia merasa hal menyerupai itu akan terjadi.

Jae Chan sendiri tidak tahu kalau Hong Joo bisa melihat masa depan melalui mimpi dan awalnya ia bingung. Tapi Hong Joo bisa menebak kalau Jae Chan punya kemampuan yang sama dengannya.
Jae Chan awalnya kaget sih, lantaran ini pertama kali baginya sementara Hong Joo mengaku ia mengalaminya semenjak kecil. Aku suka kalau Jae Chan menyampaikan ia tak percaya akan hal itu (mimpi yang jadi kenyataan) tapi ia tetap ingin tau mengenai hal itu.
Selama ini Hong Joo memang berusaha mengubah apa yang ia lihat dari mimpi, tapi ia tak bisa mengubahnya, lantaran itu ia berfikir Jae Chan mahir lantaran bisa merubahnya. Ia jadi berhutang budi pada Jae Chan.
Hong Joo ini ceweknya asik sih berdasarkan aku, ia pribadi berfikir kalau Jae Chan menyukainya dan bahkan berfikir Jae Chan pindah lantaran dirinya. Karena Jae Chan bersama-sama nggak punya alasan menolong Hong Joo, tapi kenapa Jae Chan melakukannya? Itu sebabnya ia menarik kesimpulan menyerupai itu wkwkwkkwkkw.
JAe Chan sendiri menganggap kalau Hong Joo ini gadis absurd wkwkwkkwk.

Tapi Hong Joo serius lho, berfikir Jae Chan menyukainya, ia bahkan pamer sama mamanya HAHHAHAHAAHAHAH.
Ibunya sih sepakat oke aja, tapi ia tahu Hong Joo sudah punya pacar. Hong Joo yang sudah tahu kejahatan pacarnya Yoo Beom meminta ibunya jangan membahas Yoo Beom lagi.
Sementara itu adik Jae Chan ternyata juga berfikir kakaknya menyukai Hong Joo, lantaran itu pertama kalinya ia melihat kakaknya mengkhawatirkan orang lain, bahkan meninggalkannya di cafe waktu itu demi menolong Hong Joo.
Tapi Jae Chan merinding sih dengan memikirkan Hong Joo si gadis absurd yang bahkan tiba ke rumahnya untuk menunjukkan bekal, balas jasa ceritanya.
Hong Joo ingin menunjukan pada JAe Chan mengenai ia yang bisa meramal masa depan melalui mimpi sekaligus balas jasa lantaran sudah menyelamatkannya.

Makanya pagi itu ia sengaja berjalan di jalan yang sama kalau Jae Chan berangkat kerja dan menitip pesan pada orang yang ia temui yang akan berinteraksi dengan Jae Chan.
Jae Chan bersama-sama cukup kaget kenapa pagi itu anak kecil tau namanya, kenapa pegawai kedai kopi tahu pesanannya sebelum ia memesan, ternyata itu ulah Hong Joo.
Tapi Jae Chan benar-benar tidak suka dengan apa yang dilakukan Hong Joo. Ia menyampaikan kalau ia memang melihat mimpi itu dan ia tidak akan percaya lagi jikalau ia melihatnya. Karena itu akan menjadi beban baginya jikalau tak bisa menyelamatkan korban, jadi lebih baik ia mengabaikannya.
Aku mengerti sih kenapa Jae Chan menyampaikan itu dan ia ada benarnya juga, bayangkan aja betapa frustasinya kalau memikirkan hal itu, kita melihat seseorang mengalami sebuah kecelakaan dan kita tahu itu akan terjadi tapi kita tidak bisa menyelamatkannya, niscaya akan putus asa dan kepikiran. HOng Joo mahir juga bisa bertahan selama itu, ia selalu kepikiran makanya ia menciptakan catatan atas insiden yang ia lihat di mimpi, tapi pada jadinya ia tak bisa melaksanakan apapun.
Makanya Jae Chan menyuruh Hong Joo mencari orang lain yang bisa membantunya, lantaran ia tak berniat untuk terlalu jauh mempercayai mimpinya.
Tapi tentu saja Hong Joo tidak menemukan orang lain selama ini, Jae Chan yakni satu-satunya orang yang bisa melihat mimpi.

Di episode ini kita jadinya diperlihatkan masa kemudian Hong Joo bersama dengan ayahnya.
Aku nggak yakin sih, tapi tampaknya dikala itulah HOng Joo mulai mengalami mimpi-mimpi itu.
Makara ceritanya Hong Joo kecil menyukai baseball dan ayahnya selalu mengajarinya. Hong joo kecil sangatlah tomboi dan menolak memanjangkan rambut, padahal ayahnya ingin Hong Joo memanjangkan rambutnya.
Suatu hari Hong Joo menceritakan mimpinya pada ayahnya, dalam mimpinya ayahnya akan meninggal lantaran ledakan dalam bus. Ayahnya tentu saja tidak percaya, Hong Joo tetap berusaha menghentikan ayahnya bekerja hari itu dan ayahnya sepakat dengan syarat Hong Joo mau memanjangkan rambutnya. Tapi Hong Joo menolak.
Karenanya ayahnya bekerja menyerupai biasa dan Hong Joo hari itu lantaran khawatir ikut dengan ayahnya. Ayahnya yakni seorang sopir bus.
Dan mimpi Hong Joo menjadi kenyataan dikala seorang tentara masuk ke mobil, radio memberitakan ada tentara yang kabur membawa granat.
Hong Joo mulai khawatir tapi ayahnya sangat damai dan bahkan sempat mengungsikan penumpang dengan alasan ban mobilnya rusak dan meminta mereka keluar. Ia juga memastikan Hong Joo keluar dan dikala itulah granatnya meledak.
Hong Joo benar-benar sangat duka lantaran pada jadinya meski ia tahu ia tak bisa melaksanakan apapun.
Dan uniknya ini yakni hal yang menjadi penghubung, kenapa Hong Joo dan Jae Chan memiliki mimpi itu (meski saya masih kurang paham HAHAHAHA).

Mengenai pemikiran waktu yang berubah yang saya katakan diatas, lantaran Hong Joo selamat, pemikiran waktunya berubah ke seorang pianis berjulukan Park So Yeon.
Park So Yeon yakni seorang pianis muda berbakat. Ayahnya tampaknya orang penting sementara ibunya terlihat sakit-sakitan. Ternyata ibunya yakni korban kekerasan dalam rumah tangga dan bahkan hingga pingsan dikala wawancara So Yeon dengan media.
Dan yang mengejutkan, adik Jae Chan yakni teman Sekolah Menengan Atas So Yeon dan melihat hal itu. So Yeon meminta adik Jae Chan merahasiakan hal itu dari pihak sekolah.
Saat itu, Hong Joo sendiri memimpikan sesuatu mengenai seseorang berjulukan Seung Won yang membunuh seseorang tapi menyalahkan kakaknya. Hong Joo tidak tahu siapa Seung Won itu.
Tapi saya sudah feeling itu yakni adiknya Jae Chan, lantaran semenjak awal nama adik Jae Chan ini kita nggak tau.

Masalahnya yakni ayah So Yeon ini terperinci melaksanakan KDRT dan So Yeon tau. Tapi ibu So Yeon tidak mau melaporkan suaminya ke polisi lantaran ia takut pada suaminya dan ia tak mau So Yeon jadi anak terpidana.
Suaminya ini yakni klien Yoo Beom yang licik itu. UGHHHH. Makin benci sama Yoo Beom ini!
Suaminya menyogok Yoo Beom dengan uang yang sangat banyak untuk kasus ini, untuk menghapus CCTV, meniru tanggal dan lain sebagainya. Dan ibu So Yeon ini beneran nggak mau bilang apapun dan menolak untuk melanjutkan kasus itu.
Nah, kasus ini ditangani oleh Jae Chan. Ini bersama-sama yakni kasus cidera bukan penyerangan, lantaran terperinci ibu So Yeon mengalami cidera.
Tapi Yoo Beom menemui JAe CHan dan meminta JAe Chan mengurus kasus ini sebagai kasus penyerangan (kasus penyerangan itu tidak menjadikan luka pada korban) dan tentu saja Jae Chan menolak, lantaran terperinci ibu So Yeon mengalami patah tulang rusuk. Tapi Yoo Beon tidak berubah sama sekali, ia dengan gampang memanipulasi waktu dan menciptakan keterangan kalau ibu So Yeon luka lantaran main ski, bukan lantaran KDRT dan begonya lagi ibu So Yeon ini mengakuinya lantaran takut sama suaminya.
UGHHHHHHH, ini kasus beneran bikin saya naik darah.

Jae Chan tahu betul apa yang sudah dilakukan oleh Yoo Beom, tahu Yoo Beom meniru tanggal dan menerima bayaran yapi Yoo Beom sama sekali nggak gentar dan menganggap kalau Jae Chan melaksanakan ini untuk balas dendam padanya lantaran insiden masa lalu.
Ia sengaja membongkar Jae Chan yang mengambil pacarnya dan menabrak mobilnya, jadi jAe Chan memang jadi materi gosip di kantor.
Jae Chan juga kelihatan malas banged mengurus hal ini, dan lantaran korban sendiri juga tidak mau menuntut, Jae Chan juga tak bisa melaksanakan apapun.
Tapi kemudian Jae Chan bermimpi sesuatu, dalam mimpinya ia melihat adiknya masuk ke kendaraan beroda empat polisi, ditangkap lantaran sesuatu sementara ia tak bisa menyelamatkannya.
Ia khawatir dengan hal itu, ia menjadi tidak damai tapi ia berusaha melupakannya. Sampai ia mengingat kembali kalau ia melihat Hong Joo disana dan Hong Joo menyampaikan itu salah Jae Chan lantaran tidak mempercayainya.

Sebelum itu ia sempat menghubungi adiknya dan memastikan biar adiknya pribadi pulang ke rumah sehabis kelas berakhir. Adiknya sih bilang oke, tapi kemudian ia melihat So Yeon berjalan pulang dan berakhir dengan mengikutinya.
Adik Jae Chan ini mengkhawatirkan So Yeon lantaran sebelumnya ia melihat So Yeon mencari sesuatu di komputer sekolah, mengenai potassium sianida dan takaran yang cukup untuk membunuh. So Yeon berencana membunuh ayahnya lantaran ia ingin menyelamatkan ibunya.
Karena ia tahu ayahnya tidak akan pernah bisa diadili lantaran Jaksa yang mengurus kasus ayahnya itu udik dan pengacara yang ayahnya sewa itu sangat licik. Ia tahu kalau kasus ini akan dikubur dan dianggap penyerangan, bukan kasus cidera karen ayahnya bisa menghilangkan bukti. JIka korban menyetujui, ayahnya akan diproses, tapi ia tahu ibunya tak akan menyetujui kasus ini lantaran ibunya takut pada ayahnya.
Dan So Yeon ternyata benar-benar berniat membunuh ayahnya, ia sudah akan membeli potassium sianida itu dan adik Jae Chan yang berjulukan Seung Won itu menghalanginya.

Ugh, bersama-sama episode 4 berakhir disini, HAHAHHAHAHAHAHAAHA.

Jae Chan awalnya tidak ingin terlibat dengan Hong Joo dan mimpi-mimpi itu lagi. Tapi lantaran ini ada hubungannya dengan adiknya, jadi ia menemui Hong Joo.
Ia menyampaikan ia tiba bukan lantaran ia percaya akan mimpi itu, tapi lantaran ia yakni seorang jaksa, ia tidak bisa mempercayainya, kiprah jaksa yakni mengadili bukan mencegah kejahatan.
Tapi Hong Joo menyampaikan itu hanya lantaran Jae Chan takut, menyerupai penangkap bola, terlalu takut menangkapnya, tapi tak bisa menghindarinya lantaran akan merusak permainan.
Jae Chan membenarkan, ia bahkan tidak tahu kenapa ia mengalami mimpi itu, kenapa mimpi itu mengarah padanya.
Tentu saja Hong Joo juga tidak mengetahui alasannya, lantaran ia juga tak mengetahui kenapa ia mendapatkan mimpi menyerupai itu.
Tapi Jae Chan merasa niscaya ada alasan kenapa mereka berdua mengalami mimpi yang sama.

Dan tampaknya penulis menunjukkan sedikit alasan itu pada kita.
Di hari ayah Hong Joo meninggal dunia, Hong Joo tidak berpengaruh menemui pelayat bersama ibunya, jadi ia bersembunyi dan menangis, memegang bola baseball milik ayahnya yang terbakar, meski kemudian ia menjatuhkannya.
Dan seseorang mengambil bola itu untuknya, ia yakni Jae Chan kecil. Makara mereka berdua pernah bertemu sebelumnya, dihari janjkematian ayah Hong Joo.
Nah, masalahnya yakni kenapa Jae Chan ada disana?
Aku melihat Jae Chan mengenakan pakaian hitam juga, artinya ia melayat.
Aku berfikir kalau seseorang meninggal disana dikala itu, keluarga Jae Chan, saya tebak sih ayahnya. Tapi Jae Chan kecil nggak kelihatan mengenakan pita putih.
Dan lagi ada banyak reporter disana, dan tampaknya mereka membicarakan mengenai ‘penyelamat rakyat’, lantaran disini diperlihatkan pemakaman ayah Hong Joo jadi tentu saja saya pikir maksud mereka yakni ayah Hong Joo.
Tapi bagaimana kalau ternyata yang mereka maksud yakni ayah Jae Chan?
Selain itu reporter juga salah menduga berfikir anak yang meninggal yakni pria tapi ternyata seorang perempuan, saya pikir sih lantaran Hong joo rambutnya pendek.
Pokoknya disini saya masih bingung, tapi saya punya feeling keluarga Jae Chan juga ada yang meninggal disana.

Sebenarnya kita nggak tidak diberi petunjuk kalau ini flashback lho, contohnya kan kalau flashback agak blur atau warnanya nggak cerah, tapi disini enggak.
saya pikir penulis ingin kita berfikir kalau ini insiden dimasa sekarang, termasuk salah satu insiden juga. Karena kalau saya nggak salah, kita memang tidak diberitahu namanya, tapi saya pribadi berfikir itu Hong joo kecil.
Makanya pas belahan ibu berbalik dan menyampaikan ‘uri hong joo tidak disini’ saya rasa penulis ingin menunjukkan imbas kejutan, ‘Oh jadi itu Hong Joo kecil’ HAHHAHAHAHAHHA.
Di altar ayah Hong Joo, kita melihat tahun ke tahun Hong Joo selalu menaruh fotonya disana, fotonya berambut panjang, lantaran ayahnya ingin melihat puterinya berambut panjang T_T

Yang unik disini yakni mimpi Hong Joo dan Jae Chan ini tidak penuh. Aku menebak mereka berdua menyebarkan separuh mimpi dari insiden sebenarnya. Atau bisa jadi Jae Chan hanya melihat separuhnya dan Hong Joo melihat penuh.
Karena yang Jae Chan lihat hanya belahan dimana adiknya dimasukkan ke dalam kendaraan beroda empat polisi, menangis memanggil kakaknya, Jae Chan tak bisa melaksanakan apapun dan Hong Joo yang menangis. Ia tak tahu alasan kenapa adiknya ditangkap polisi.
Sementara Hong Joo melihat belahan awal mimpi itu dimana ia tahu kalau Seung Won membunuh seseorang, itu yakni alasan kenapa ia ditangkap polisi. Dan tamat mimpi itu dikala Seung Won menyalahkan kakaknya untuk pembunuhan itu.
Jadi, pada dasarnya Hong Joo melihat belahan C D E F dari masa depan melalui mimpinya, sementara yang dilihat Jae Chan hanya belahan E-nya saja.
Menarik.
Penulisnya keren banged pokoknya, jadi deg degan menunggu kelanjutannya HAHAHHAHA.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya, bagaimana mereka akan menyelamatkan Seung Won?
Tapi saya khawatir lantaran penulis ini tega membunuh seseorang. Dan kalau saya nggak salah, kisah ini masih tidak jauh dari februari 2016, artinya bakalan ada time jump ke 2017. Intinya sih kini ini masih masa kemudian mereka.
Apa kira-kira yang akan terjadi?
Dan siapa sih Seung Won ini? Jae Chan menyampaikan kalau ia adiknya, tapi saya yakin Jae Chan dulu nggak punya adik, jadi saya pikir mungkin saudara tiri. Hmmmmmm.

Btw bersama-sama di episode ini ada banyak hal lucu, contohnya bau kencur JAe Chan yang bekerja di kawasan yang sama, tapi meski ia junior, kini ia sunbae Jae Chan di kawasan kerja wkkwkwkkwkw. Jae Chan selalu memanggilnya Hong Pro tapi nggak pernah diladenin.
Yang lain yakni dikala makan malam bersama rekan kerja, lantaran ini penyambutan Jaksa Jae Chan, jadi Jae Chan memesan kawasan dan mereka mengingatkan kalau memesan kawasan itu penting dan juga hal-hal yang nggak ingin dimakan para sunbae.
Lucunya dikala mereka makan, mereka akan berdoa tapi Jae Chan tak punya agama jadi Jae Chan disuruh makan duluan sementara yang lain berdoa, doa mereka itu sindiran untuk Jae Chan.
Misalnya semoga lain kalu bau kencur mereka dibukakan hatinya untuk memesan resto yang lebih besar, biar bau kencur dibuka hatinya untuk bicara lebih sopan pada senior, biar bau kencur berpakaian lebih modis, biar bau kencur bekerja lebih ulet dan lain sebagainya.
Ujung-ujungnya Jae Chan nggak jadi makan HAHAHHAHAHAHA. Lucu banged.

Kemarin saya bilang kalau OSt di ending episode pertama belum menarik perhatian aku, nah di ending episode 2 ini, begitu OSt-nya diputar, saya pribadi jatuh cintaaaaaaaaaa. BAGUS BANGED!!!!!
Btw ada yang sadar nggak kucingnya beda? HAHAHAHHAHA
Aku rasa mereka akan tetap melaksanakan ini, beda tiap episode, semoga ya, suka XD

Continue Reading

More in K-Drama

To Top