Connect with us

Locafest.co.id

[Trivia + Review] Reference Movies That I Watch Recently – Part 5

a letter to momo

[Trivia + Review] Reference Movies That I Watch Recently – Part 5

Kembali ke rujukan movie dari ^^
Kali ini admin menawarkan 6 judul movie. Movie-movie ini yang niscaya sudah saya tonton. Dan ada yang saya tonton baru-baru ini dan beberapa sudah cukup usang saya tonton, cuma belum pernah di bahas hehehehhe. Makara sekalian aja 🙂

Semoga bisa jadi rujukan untuk bisa di tonton ^^

Mimi wo Sumaseba a.k.a Whisper of The Heart (1995)
-Anime Movie-

Alasan kenapa saya menontonnya:

  • Satu-satunya alasan saya menonton movie ini yaitu alasannya ini movie dari Studio Ghibli.
  • Anime movie Studio Ghibli yaitu movie yang wajib ditonton bagi penggemar movie. Dijamin nggak akan nyesal ^^

Director:  Kondou Yoshifumi.

Whisper of The Heart yaitu sebuah movie yang mengisahkan wacana seorang gadis 14 tahun yang free-spirit berjulukan Shizuku Tsukishima. Ia sangat suka membaca, mungkin imbas dari ayahnya yang bekerja di perpustakaan di kota itu. Ia sering menghabiskan waktunya di perpustakaan dan suatu hari ia mulai tertarik dengan seseorang yang selalu saja ada di list peminjam buku yang ia baca. Shizuku mulai menyadari juga bila nama ‘Seiji Amasawa’ selalu ada di buku yang ia pinjam, dan bahkan bila bisa dibilang, mungkin semua buku diperpustakaan itu sudah pernah di baca oleh si Seiji ini. Shizuku jadi ingin tau dengannya.

Suatu hari dalam perjalanan ke perpustakaan mengantar kuliner untuk ayahnya, ia melihat seekor kucing yang naik kereta. Shizuku ingin tau dengan kucing gemuk itu dan bicara padanya. Kucing itu bahkan tahu dimana ia akan turun dan Shizuku merasa kucing itu unik, jadi ia mengikutinya. Kucing itu mengambil jalan-jalan sulit dan Shizuku tidak mengalah sehingga ia hingga di suatu tempat, sebuah perumahan yang Shizuku bahkan tak tahu bila daerah itu ada sebelumnya. Ia tiba di sebuah toko barang antik dan tertarik dengan sebuah patung kucing disana.

Disanalah Shizuku bertemu dengan si Seiji Amasawa yang ternyata cucu pemilik toko barang antik itu. Lalu kisah mereka berdua kemudian berubah ke pencarian keinginan masing-masing, dimana Seiji ternyata cendekia menciptakan biola dan bahkan memainkannya, impiannya yaitu menjadi pembuat biola (kalau nggak salah ya). Sementara itu pertemuannya dengan Seiji menciptakan Shizuku memikirkan mengenai impiannya juga, selama ini ia sesungguhnya tidak tahu apa yang ingin ia lakukan. Ia menantang dirinya sendiri menemukan apa yang ia suka.

Seiji dan Shizuku sempat berpisah demi keinginan masing-masing dimana Seiji pergi ke luar negeri dan Shizuku masih mencoba menemukan apa impiannya. Berkat saran kakek Seiji, Shizuku menantang dirinya untuk menjadi penulis dan ia menuntaskan tulisannya sebelum Seiji kembali ke Jepang.

Seperti yang saya bilang, bila mau nonton anime movie, saya fikir kita nggak perlu berfikir 2 kali bila movie itu buatan Studio Ghibli. Meski rilis 15 tahun kemudian atau bahkan 25 tahun lalu, movie-movie studio ghibli tetap memiliki keunikannya tersendiri yang kalian nggak akan menemukannya di movie lainnya. Sederhana tapi kalian nggak akan bosan menontonnya.
Tapi dibanding movie ghibli lainnya, saya rasa Whisper of The Heart nggak begitu mencuri hatiku. Mungkin alasannya directornya bukan Hayao Miyazaki kali ya ^^

Skor: 3,5/5

Piano No Mori a.k.a The Perfect World of Kai (2007)
-Anime Movie-

Alasan kenapa saya menontonnya:

  • Karena tema-nya piano, niscaya banyak musik klasiknya.
  • File movie ini sudah usang ada di laptop aku, jadi sebaiknya ditonton HAHHAAHHAHA.
  • Katanya sih movie-nya bagus, jadi apa salahnya dicoba hehehhehe

Director: Kojima Masayuki.

Seperti judulnya, Piano hutan, saya rasa kalian sudah bisa menebak ini movie wacana apa heheheheh.
Movie ini diangkat dari manga dengan judul sama, menceritakan wacana Amamiya Shuuhei, seorang pianis muda yang pindah ke desa alasannya kesehatan neneknya yang memburuk. Sejak kecil ia sudah mengikuti banyak sekali les piano yang ketat demi masa depannya, untuk menjadi seorang pianis.

Ia menjadi siswa gres di sebuah sekolah dasar dan menarik perhatian belum dewasa disana. Sekelompok geng anak badung menceritakan padanya mengenai sebuah piano yang ada dihutan. Piano yang dikutuk alasannya tidak akan mengeluarkan suara. Shuuhei kemudian ingat ketika ia dalam perjalanan melewati hutan, ia mendengarkan bunyi piano itu, jadi ia yakin pianonya bisa berbunyi.
Dikelas yang sama, ada anak berjulukan Ichinose Kai, ia yaitu anak yang terlihat bersemangat dan tidak disukai teman-teman sekelasnya, ia juga sering bertengkar dengan kelompok geng sekolah itu. Ia dengan cepat berteman dengan Shuuhei dan Shuuhei mengetahui bila Kai ternyata yaitu anak yang cukup miskin di desa itu, ibunya bekerja di bar.

Suatu hari Kai mengajak Shuuhei ke hutan dan memperlihatkan piano di hutan itu. Shuuhei yang merasa bila ia sudah cukup berbakat dengan latihannya selama ini mencoba memainkannya. Tapi piano itu tidak mengeluarkan bunyi menyerupai yang ia bayangkan. IA terkejut. Sementara itu ketika Kai memainkannya, piano itu mengeluarkan bunyi yang indah, meski Kai hanya menekan tuts sembarangan. Hal itu tentu saja menciptakan Shuuhei shock.

Salah satu guru di SD itu mengetahui mengenai piano di hutan dan Kai bisa memainkannya. Ternyata guru itu yaitu mantan pemain piano ternama dunia yang sudah berhenti bermain. Piano hutan itu yaitu miliknya yang ia buang dan dirancang khusus dulunya, alasannya hanya ia yang bisa memainkannya. Tapi ketika ia kehutan untuk memainkannya, tidak bisa. Ia kemudian tahu hanya Kai yang bisa memainkannya dan itu membuatnya berfikir untuk menjadikan Kai seorang pianis. Tapi Kai menyukai piano bukan alasannya ia ingin menjadi pianis, baginya, piano di hutan yaitu hiburan untuk kesepiannya.

Shuuhei merasa tertantang dengan hal itu, kenapa Kai bisa memainkannya, kenapa ia tidak. Ia mulai berlatih lagi dan lagi, lebih dari biasanya. Pada hasilnya dua sahabat ini menjadi tentangan dalam sebuah kompetisi piano.

Ini movie sangat menarik dan akan semakin menarik bila ada kelanjutannya. Sayangnya movie ini hanya mengisahkan masa kecil Kai dan Shuuhei, bila di manganya, kisahnya hingga mereka cukup umur lho. Aku suka bab dimana Shuuhei merasa tersaingi oleh Kai tapi masih menganggap Kai temannya atau ketika Kai tidak serius latihan alasannya ia memang nggak niat kompetisi dan itu menciptakan Shuuhei merasa kesal alasannya pianis bukan lah hal yang main-main baginya. Awalnya Shuuhei merasa bosan dengan latihan dan latihannya, tapi semenjak ia tahu Kai berbakat, ia jadi bersemangat kembali. Bagi Shuuhei sih, Kai yaitu sahabat sekaligus saingannya, dan Kai lah yang menciptakan permainannya menjadi semakin bagus.

Aku gres tahu bila seiyuu anime movie ini adalah  Ueto Aya dan Kamiki Ryunosuke HAHAHHA. Kayaknya perlu nonton ulang lagi nih, dengerin bunyi mereka ^^

Skor: 4/5 (Recommended!)

A Letter to Momo a.k.a Momo e no Tegami (2011)
Anime Movie-

Alasan kenapa saya menontonnya:

  • Ada yag rekomendasi movienya bagus.
  • Lagi pengen nonton anime movie.
  • Aku kayaknya nemu movie ini juga nggak sengaja, pas browsing anime movie rekomendasi dan tertarik alasannya judulnya.

Director: Okiura Hiroyuki

Momo yaitu gadis kecil yang hidup di kota. Setelah kematian ayahnya, ia dan ibunya pindah ke sebuah pulau, daerah dimana ibunya di besarkan dulu. Momo tidak terlihat bersemangat, ia termasuk anak pendiam dan tidak pernah terlihat tersenyum. Ia bahkan tidak tertarik untuk bergaul dengan belum dewasa desa. Sejak kematian ayahnya, ia memang menyerupai itu, alasannya ia menemukan sebuah surat di meja ayahnya, surat untuknya, yang hanya berisi ‘Dear Momo…’. Surat yang tidak selesai itu menciptakan perasaannya gundah, apa yang ingin ayahnya sampaikan?
Karena sesungguhnya sebelum ayahnya meninggal, mereka sempat bertengkar hebat.

Momo tinggal sendirian di rumah bila ibunya berangkat bekerja di kota. Suatu hari ia mendengar ada bunyi absurd dari loteng rumah itu. Sebenarnya ia sudah naik ke atas sebelumnya, dan mencicipi perasaan absurd disana. Hal-hal absurd mulai terjadi disekitarnya yang menciptakan ia merinding dan berfikir bila rumah itu ada hantunya. Ditengah ketakutannya, 3 makhluk absurd muncul di hadapannya yang membuatnya berteriak ketakutan. 3 makhluk absurd yang kelaparan itu hanya bisa dilihat olehnya.

Awalnya Momo tentu saja takut, tapi ia berhasil menciptakan ketiga makhluk itu tunduk padanya alasannya ia memegang sesuatu yang penting bagi mereka. Lama kelamaan ia jadi terbiasa dan bahkan sangat kesal pada ketiganya. Karena ketiganya sering kelaparan dan menghabiskan kuliner di kulkas mereka. Bahkan sesudah Momo mengusir mereka, 3 makhluk itu mulai mencuri ke kebun tetangga dan menimbulkan kekacauan.

3 makhluk itu menyampaikan mereka di utus dari langit untuk melaksanakan sesuatu. Dan salah satu dari mereka yaitu makhluk yang kehilangan ingatannya, ia bahkan tak tahu siapa namanya dan untuk apa ia turun ke bumi. Lalu dimulailah petualangan Momo dan 3 mahkluk itu, dimana alasannya ulah ketiga makhluk itu ia mulai bisa mengikuti keadaan dengan desa dan mulai bicara dengan belum dewasa desa.

Ini movie lucu banged, alasannya ulah ketiga makhluk itu yang nyebelin HAHAHAH.
Tapi menuju tamat ini movie duka banged. Aku bahkan nangis tiap kali re-watch. Saat diceritakan apa yang sesungguhnya terjadi sebelum kematian ayah Momo, dan alasan kenapa mereka pindah, juga apa yang ayah Momo ingin katakan padanya. Ini movie keren deh pokoknya.

Skor: 4,5/5 (Recommended!)

Youth Never Return (2015)
Chinese Movie

Alasan kenapa saya menontonnya:

  • Karena dalam masa ingin menonton coming-of-age chinese movie HAAHHAHA.
  • Tertarik alasannya judulnya, masa muda yang tidak akan pernah kembali.
  • Pertama sih liat ada link-nya di filmku.net. Awalnya ragu juga, tapi download aja wkwkwkkw.
  • Movienya tidak mengecewakan asik, tapi biasa, ada sedikit peristiwa didalamnya HAHHAHAH

Cast: Hans Zhang, Joe Chen, Wang Xiaokun, Shi Yanfei, ect.

Sebenarnya saya menonton movie ini udah agak lama, jadi saya lupa-lupa ingat nih, maaf bila salah ya HAHAHAH. Karena sesungguhnya ini movie juga agak membingungkan buat saya lol.

Makara movie ini dimulai dengan semester pertama di sebuah universitas, dimana tokoh utama kita Wang Hui yaitu seorang mahasiswa dari desa. Pada masa itu, dada besar yaitu keinginan para wanita, jadi Wang Hui dadanya kecil, ia menggunakan banyak busa di bra-nya. Dan di awal kuliah, tak sengaja seorang laki-laki berjulukan Zhou Hui menyentuh dadanya HAHHAHAHA. Xhou Hui jadi suka beliau alasannya dadanya gede LOL.

Zhou Hui sendiri sesungguhnya buta warna, tapi ia berusaha masuk ke jurusan arsitektur, ia dibantu oleh temannya untuk berbohong ketika tes buta warna. Ada adegan dimana ia tak sengaja merusak dan menjatuhkan kerangka lab dan mengenai kepala dosennya, disaat yang sama dengan anak laki-laki yang ketangkap berair mengintip di ruang ganti wanita, dimana mereka lari ke arah yang sama dan ujung-ujungnya dosen salah sangka bila yang mengintip yaitu Zhou Hui. Zhou Hui mendapatkan eksekusi menggantikan di pengintip itu. Ia kemudian menjadi cukup terkenal di kampusnya dan Wang Hui jatuh cinta padanya sesudah mendengar ia menyanyi di ketika orientasi mahasiswa, dimana ketika itu ia menangis alasannya kangen rumah.

Movie ini juga menceritakan kehidupan asrama para mahasiswa dan mahasiswi di asrama. Wang Hui dan teman-temannya yang punya latar belakang yang bebeda dan asrama pria, Zhou Hui dan teman-temannya yang lebih suka membicarakan perempuan dan mengintip ke asrama perempuan dengan teropong.

Movie ini sesungguhnya agak berserakan sih alurnya bila berdasarkan aku, jadi susah dimengerti. Beberapa adegan juga sesungguhnya nggak penting dan membingungkan. Suer, ini pertama kalinya saya nonton movie cina yang bikin saya resah HAHAHAHA. Awalnya saya kira apa gitu hubungannya dengan buta warna si Zhou Hui, ternyata hingga tamat kok kayaknya nggak penting gitu, satu-satunya yang kelihatan cuma pas beliau nembak Wang Hui, beliau dan temannya mengecat pepohonan jadi merah gitu, tapi hari hujan dan catnya hilang, jadi pas mereka kesana pohonnya udah hijau lagi dan tentu saja Zhou Hui nggak liat.

Tapi menuju bab akhir, sesudah beberapa tahun kemudian, plotnya udah mulai seru lagi. Saat keduanya bertemu sesudah sekian usang dan Wang Hui menikah kemudian bercerai alasannya ia kena kanker payudara dan kehilangan payudaranya. Teman-teman SMA-nya menyemangati hidupnya kembali.

Skor: 2/5

Linda Linda Linda (2004)
Japanese Movie-

Alasan kenapa saya menontonnya:

  • Duluuuu banged saya punya majalah yang membahas film asia gitu dan ada movie ini, bila nggak salah sempat tayang di bioskop indonesia juga.
  • Judulnya unik, Linda Linda Linda. Aku bahkan nggak ngerti maksudnya apa LOL.
  • Ini movie wacana musik, kebetulan lagi pengen movie-movie wacana musik.
  • Ada Bae Doo Na, artis Korea, makanya jadi tertarik juga LOL.

Cast: Bae Doo Na, Yu Kashii, Aki Maeda, Shiori Sekine, Takayo Mimura, Kenichi Matsuyama, ect.

Song yaitu seorang siswa pertukaran pelajar di Jepang. Ia tidak punya sahabat dan lebih suka menghabiskan waktu membaca manga dengan sahabat kecilnya di daerah rahasia mereka.

Sementara itu, 3 hari sebelum ekspo sekolah, terjadi duduk kasus dalam sebuah grup band sekolah itu. Aku sesungguhnya kurang ngerti masalahnya apa, kayaknya vocalist-nya tangannya luka gitu, jadi ga bisa nyanyi (nah, tangan dan bunyi apa hubungannya ya HAHHAHHA). Atau alasannya anak itu luka, jadi Rinko menolak main? LOL. Yang jelas, ada 3 anggota grup band yang tersisa, Kei, Kyoko dan Nozomi.

Mereka rencananya akan tampil di ekspo sekolah dan tidak punya vocalist. Mereka resah ingin merekrut siapa. Saat mereka membicarakan hal itu, Kei bahkan menyampaikan siapapun lewat dihadapan mereka akan mereka rekrut, tapi pada hasilnya mereka ragu-ragu juga. Saat itulah Rinko tiba dan entah kenapa saya merasa kok beliau pengen grup band mereka jangan tampil gitu. Dan ketika itu pula, Song terlihat dengan barang bawaannya dan menciptakan Kei punya inspirasi untuk merekrutnya. Song tidak terlalu bisa bahasa jepang, jadi beliau hanya menjawab iya dan iya tanpa tahu artinya. Kei sengaja ingin memperlihatkan pada Rinko, bahwa mereka akan tetap tampil.

Dan begitulah Song menjadi vocalist grup band mereka dan bersiap untuk latihan, 3 hari sebelum tampil. Pertama latihan, benar-benar kacau tapi mereka senang. Masalahnya sih nggak hingga disitu. Karena ini festival, tentu saja banyak grup band lain juga yang akan tampil, jadi ruang latihan di bagi per-jam-nya. Dan waktu latihan mereka hanya sebentar sementara mereka masih belum bisa, apalagi Song yang pengucapannya masih kacau. Kei mungkin terlihat sangat dingin, ia tak pernah tersenyum tapi ia serius untuk tampil dengan 3 hari latihan ini. Ia bahkan menelpon mantan pacarnya untuk meminjamkan studio latihan, yang jaraknya cukup jauh dari sekolah. Song sendiri juga bersemangat dan latihan sendirian di karaoke.

Latihan mereka masih kurang, mereka bahkan menggunakan ruang latihan rahasia ketika malam, jadi mereka begadang semalaman dan ketiduran selama dikelas. Mereka serius mengenai hal ini. Tapi masalhanya nggak cuma duduk kasus latihan band. Kita juga diperlihatkan keseharian mereka menyerupai duduk kasus cinta, Kyoko yang naksir sahabat sekelasnya dan Song yang ditembak oleh sahabat yang ia sama sekali nggak mengenalnya HAHAHAHAHA.

Ini movie memang seru banged. Awlanya saya kira bakalan boring, ternyata penulisnya menceritakan 3 hari sebelum tampil itu dengan sangat baik. Anggota grup band kelihatan awkward banged tapi mereka benar-benar serius akan tampil. Bahkan ketika mereka terlambat ke sekolah alasannya hujan, mereka dibantu oleh teman-teman untuk mengulur waktu. Linda Linda Linda sendiri yaitu judul lagu yang mereka nyanyikan di festival. Aku jadi suka lagunya XD

Skor: 4,5/5 (Recommended!)

The Great Passage a.k.a Fune wo Amu (2013)
Japanese Movie-

Alasan kenapa saya menontonnya:

  • Aku awalnya tahu yaitu anime Fune wo Amu, jadi ketika saya cek ternyata sudah ada movienya tahun 2013 kemudian HAHAHHAHA. Aku sendiri belum nonton animenya ^^
  • Ada Aoi Miyazaki. Entah kenapa bila ada Aoi, saya selalu tertarik menonton filmnya hehehhe.
  • Ini movie banyak menang penghargaan dan tampil di banyak sekali ekspo film, tentu saja alasannya movie-nya bagus. Ada banyak di rekomendasikan juga.

Cast. Ryuhei Matsuda, Aoi MIyazaki, Joe Odagiri, Haru Kuroki, ect.

Movie ini menceritakan wacana pembuatan kamus. Kita diajak untuk melihat bagaimana sih menciptakan kamus itu, dan ternyata nggak segampang yang kita bayangkan. Dan butuh waktu yang sangat lama, tidak setahun dua tahun, tapi sangat lama. Bahkan belum tentu kamusnya rilis dengan editor yang sama. Kira-kira begitulah.

Movie ini dimulai dari divisi pembuatan kamus, dimana salah satu pembuat kamus, Araki sensei ingin pensiun dari pekerjaannya untuk mengurus istrinya yang sakit. Tapi tentu saja divisi kamus akan kesulitan bila salah satu anggota hilang, alasannya dikantor sendiri, mereka hanya berempat, administrator Murakoshi, Araki sensei, Masaki Nishioka dan Kaori Sasaki yang ketika itu pekerja tidak tetap.
Divisi kamus sesungguhnya termasuk yang ditinggalkan dan tidak populer, banyak yang nggak peduli. Araki sensei berjanji akan mencari penggantinya untuk dipindahkan ke bab perkamusan. Dan disanalah mereka bertemu dengan Mitsuya Majime, Araki sensei tertarik dengan tanggapan Majime ketika ia bertanya bagaimana cara Majime menerjemahkan kata ‘kanan’. Majime kemudian dipindahkan ke bab perkamusan.

Majime dulunya bekerja sebagai sales tapi ia tidak baik dalam hal bersosialisasi. Ia memang tidak punya ekspresi dan terlihat kaku. Majime sendiri tinggal di rumah tua, menyewa kamar disana. Rumah itu penuh dengan buku-bukunya, ia memang sangat suka membaca. Bahkan kamarnya sendiri nggak ada daerah tidurnya, buku disana sini. Setelah masuk ke bab perkamusan, Majime  mulai mempelajari cara menciptakan kamus dan bab perkamusan mereka akan menciptakan sebuah kamus gres yang berjulukan The Great Passage. Demi menciptakan kamus gres itu, mereka menghadapi banyak sekali halangan, termasuk perusahaan yang memindahkan Nishioka ke bab lain bila memang mau The Great Passage disetujui.

Tapi demi menciptakan satu kamus, ternyata tidaklah mudah. Bahkan butuh waktu 15 tahun bagi Majime dkk untuk menuntaskan The Great Passage, yang artinya administrator gres juga diganti, adanya penambahan anggota tim dan lain sebagainya. Membuat kamus juga mereka harus menggunakan pengetahuan sendiri untuk mendeskripsikan kata. Mencari kosa kata gres dikalangan anak muda, dimana mereka hangout di cafe atau bahkan ikut kencan buta demi mencari kata.

Movie ini juga menceritakan relasi Majime dan nenek pemilik rumah, juga persahabatan Majime dan Nishioka, Nishioka dan pacarnya dan tentu saja Majime yang menemukan penggalan jiwanya, anak si nenek, Kaguya, seorang gadis yang punya keinginan menjadi koki sushi.

Ini movie menghangatkan hati dan saya mengerti kenapa penghargaannya banyak. Sebuah movie yang keren dan layak ditonton. Memperlihatkan kita bagaimana proses pembuatan kamus dari awal hingga akhir, bagaimana berharganya kamus meski kini ini dunia penuh teknologi.

Skor: 4,5/5 (Recommended)

My Little Sweet Pea a.k.a Mugiko-san to (2013)
Japanese Movie-

Alasan kenapa saya menontonnya:

  • Aku sudah usang mendownload movie ini dan gres menontonnya beberapa hari yang lalu.
  • Dulu saya mendownloadnya alasannya tertarik, yang main yaitu Maki Horikita (sekarang beliau pensiun ya T___T)
  • Aku menonton lagi alasannya sesudah melihat list cast-nya ada Ryuhei Matsuda, saya suka beliau di The Great Passage, taunya beliau main disini, jadi sekalian tonton aja HAHAAHHAHA.

Cast.  Maki Horikita, Ryuhei Matsuda, Kimiko Yo, Amane Okayama, Yuki Asou, ect.

Movie ini diawali dengan Mugiko yang membawa peti debu ke sebuah desa dan entah kenapa banyak orang yang mengenailnya dan memanggilnya Ayako-chan. Bahkan supir taksi yang ia tumpangi hampir kecelakaan 2 kali alasannya shock melihat Ayako-chan. Mugiko tentu saja bingung. Tapi hasilnya ia mengerti alasannya. Ia memperlihatkan peti debu ibunya dan mungkin supir taksi itu menduga ia yaitu ibunya.
Desa yang Mugiko datangi yaitu desa daerah ibunya dibesarkan, ia akan memakamkan debu ibunya disana.

Ia mengingat kembali ketika ibunya kembali ke rumah, dimana ia sama sekali tidak mengenali ibunya yang meninggalkannya semenjak kecil. Mugiko sendiri tinggal bersama abang laki-lakinya, Norio, sesudah kematian ayahnya. Ibunya kembali memaksa untuk tinggal serumah dengan mereka dan tentu saja ditolak oleh keduanya, alasannya ibu yang meninggalkan mereka kembali tiba-tiba menyerupai itu. Tapi sesudah Mugiko tahu bila selama ini ibunya mengirimi biaya hidup, hasilnya ia membiarkan ibunya tinggal dirumah mereka. Ia kesal alasannya kakaknya tidak pernah menyampaikan uang itu padanya.
Kakaknya sendiri, alasannya merasa rumah itu terlalu kecil, ia pindah ke rumah pacarnya.

Dimulailah kehidupan Mugiko bersama ibunya, yang ia sama sekali tidak ingat. Mugiko bersikap masbodoh pada ibunya yang berusaha sebaik mungkin padanya. Bagaimanapun Mugiko tidak bisa membuka hatinya pada ibunya. Ia tak bisa berhenti menganggapnya orang asing. Ia juga marah-marah alasannya alarm ibunya berbunyi sangat kencang setiap pagi dan menganggu, tidak mau makan kuliner ibunya dan bahkan menyampaikan hal bergairah padanya. Tapi makin usang hatinya hasilnya melunak, tapi ia masih tidak membuka hatinya, hingga ibunya meninggal dunia.

Ternyata ibunya menderita penyakit kanker hati. Mugiko merasa alasannya ibunya tahu hidupnya tak akan usang lagi, makanya ibunya ingin tinggal bersama mereka. Mugiko sama sekali tidak menangis ketika kematian ibunya, padahal sebelum meninggal, Mugiko dan ibunya sempat bertengkar hebat. Dilain pihak, kakaknya menangis meski selama ini kakaknya tidak banyak bersama ibunya, tapi kakaknya masih mengingat bagaimana ibu mereka ketika mereka masih kecil.

Dan alasannya itulah Mugiko ke desa untuk memakamkan debu ibunya. Ternyata ibunya duu yaitu idol di desa itu, jadi banyak bapak-bapak yang tiba ke daerah Mugiko menginap, hanya untuk melihat wajah Ayako yang kembali ke desa. Mugiko juga shock alasannya wajah ibunya ketika masih muda ternyata sangat menyerupai dengannya.

Tapi ada banyak halangan untuk memakamkan debu ibunya, alasannya suratnya hilang. Ia harus menunggu lebih usang di desa itu dan tinggal di rumah pengurus pemakaman. Selama beberapa hari disana, ia menerima banyak kisah wacana ibunya ketika masih muda, bagaimana ibunya snagat suka menyanyi dan selalu berlatih di rumah, ibunya yang terkenal didesa dan bagaimana keluarganya menentang keinginan ibunya dan ibunya tetapkan ke Tokyo sendirian.

Pada akhirnya, Mugiko meneteskan air mata untuk ibunya sesudah sekian lama. Ia menyadari betapa kejamnya ia pada ibunya. Meski ibunya bersalah padanya dan ia seharusnya membuka hatinya disaat terakhir. Aku rasa beliau akan melanjutkan impiannya untuk menjadi seiyuu. Mugiko sangat menyukai anime ^^

Ini movie cukup menyentuh dan bisa menciptakan air mata menetes. Tapi saya nggak terlalu duka juga sih, cuma nangis ya nangis lah ya AHAHAHAHHA.
Tapi sayang sekali endingnya cuma gitu. Padahal saya pengen liat scene Norio lebih banyak lagi, sayang sekali hingga tamat ia tidak tiba ke desa T_T

Skor: 4/5 (Recommended)

☺☺☺

Continue Reading

More in a letter to momo

To Top